NativZen
Advertising Area

Ant International Perkuat Pembayaran Digital di Pasar Berkembang

Berbasis di Singapura, Ant International kini melayani lebih dari 150 juta merchant di seluruh dunia, 90 persennya merupakan UKM.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Ant International kembali membuat kejutan dengan mencatat pencapaian besar sepanjang 2025 dengan mendukung lebih dari 2 miliar transaksi digital lintas negara di berbagai pasar berkembang.

Capaian ini meliputi kawasan Asia Tenggara, Asia Selatan, Timur Tengah, hingga Amerika Latin, sekaligus menegaskan peran Ant International dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Berbasis di Singapura, Ant International kini melayani lebih dari 150 juta merchant di seluruh dunia, di mana sekitar 90 persennya merupakan usaha kecil dan menengah (UKM). Perusahaan berupaya menjawab tantangan fragmentasi ekonomi digital di pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Alipay+ Perkuat Ekosistem Pembayaran Global

Salah satu pilar utama pertumbuhan tersebut adalah Alipay+, yang saat ini menghubungkan lebih dari 1,8 miliar akun pengguna dari 40 mitra pembayaran internasional dengan merchant di lebih dari 100 pasar global.

Jaringan ini menjadikan Alipay+ sebagai salah satu ekosistem pembayaran lintas negara terbesar di dunia, termasuk kolaborasi dengan 11 jaringan QR nasional. Di Asia Tenggara, Alipay+ telah terintegrasi dengan dompet digital seperti DANA, GCash, TrueMoney, dan TNG Digital.

Berkat integrasi tersebut Alipay+ telah membantu ratusan juta konsumen dan pelaku usaha bertransaksi lebih mudah, aman, dan cepat. Bahkan, belanja wisatawan di Singapura dan Malaysia tercatat meningkat hingga 2,7 kali lipat berkat interoperabilitas pembayaran QR.

AI Jadi Penggerak Inklusi dan Efisiensi

Ant International juga menempatkan AI sebagai fondasi utama inovasi fintech. Pada 2025, perusahaan membuka akses model AI miliknya, Falcon Time-Series Transformer (TST), yang berhasil membantu AirAsia menurunkan biaya perlindungan nilai valuta asing hingga 40 persen.

Selain itu, layanan Antom Copilot juga mampu memangkas waktu integrasi pembayaran hingga 95 persen. Sementara solusi Payment Orchestration (APO) mendorong peningkatan tingkat keberhasilan transaksi dan pertumbuhan mitra hingga 75 persen di luar Tiongkok.

Tak hanya itu, model manajemen risiko 3-in-1 SHIELD yang mengombinasikan data graf, sekuensial, dan tabel, mampu mendeteksi transaksi berisiko tinggi dengan tingkat akurasi mencapai 95 persen, sekaligus meningkatkan keberhasilan pembayaran hingga 13,5 persen.

Dorong UKM Naik Kelas Lewat Pembiayaan Digital

Akses pembiayaan juga masih menjadi tantangan utama bagi UKM di pasar berkembang. Menjawab hal tersebut, Ant International melalui Bettr telah memperluas layanan kredit kepada lebih dari 30 juta pelaku UKM dan individu.

Hal itu termasuk ekspansi agresif di Amerika Latin melalui investasi strategis di perusahaan embedded lending, R2. Sementara itu, WorldFirst berkembang menjadi layanan rekening digital global yang mencakup lebih dari 200 pasar dan 130 e-marketplace.

Asia Tenggara Jadi Motor Pertumbuhan Fintech Inklusif

Selama lebih dari satu dekade, Asia Tenggara menjadi kawasan kunci bagi Ant International. Sepanjang 2025, platform pembayaran 2C2P mencatat pertumbuhan volume transaksi hingga 38 persen year-on-year, didorong oleh sektor e-commerce, maskapai, OTA, dan ritel.

Momentum kuat tercatat di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Selain itu, bank digital ANEXT Bank di Singapura juga melaporkan lonjakan transaksi lintas negara hingga enam kali lipat, dengan mayoritas nasabah berasal dari segmen usaha mikro.

Menuju Ekonomi Digital yang Terhubung dan Berkelanjutan

Presiden Ant International, Douglas Feagin, menegaskan bahwa teknologi AI yang tepercaya dan relevan dengan kebutuhan nyata akan menjadi pengungkit pertumbuhan baru bagi bisnis skala besar maupun UKM.

Seiring meningkatnya ekonomi digital di Asia Tenggara dan pasar berkembang lainnya, Ant International berkomitmen untuk terus memperluas akses ke layanan keuangan digital, memperkuat keamanan, serta mendorong pertumbuhan yang inklusif, dan berkelanjutan.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.