NativZen
Advertising Area

Strava Ungkap Olahraga Jadi Cara Baru Menjelajah Nusantara

Strava mencatat bahwa 68% atlet di Indonesia memilih liburan domestik sebagai cara untuk tetap aktif sekaligus menjaga kebugaran.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Tren pariwisata di Indonesia terus mengalami pergeseran. Jika sebelumnya liburan identik dengan wisata kuliner dan spot foto, kini olahraga menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan.

Hal ini terungkap dalam laporan bertajuk “Year in Sport Trend Report” terbaru dari Strava. Laporan ini menyoroti meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap aktivitas fisik saat berlibur.

Strava mencatat bahwa 68% atlet di Indonesia memilih liburan domestik sebagai cara untuk tetap aktif sekaligus menjaga kebugaran. Data ini menunjukkan pertumbuhan signifikan pariwisata domestik berbasis olahraga, atau dikenal dengan istilah running tourism.

Tren ini tercermin dari pengalaman Sabian Tama, pengguna Strava yang menjadikan olahraga sebagai fokus utama dalam perjalanannya menjelajah berbagai daerah di Indonesia sepanjang 2025.

Sabian mengaku, pemilihan destinasi wisatanya lebih dipengaruhi oleh rute lari dibandingkan daya tarik wisata konvensional. Beberapa destinasi seperti Danau Toba, Samarinda, hingga Baubau menjadi pilihan Sabian karena menawarkan pengalaman berlari yang unik.

“Data Year in Sport Trend Report dari Strava sangat relevan. Wisata kini bukan hanya soal melihat tempat baru, tetapi bagaimana kita bisa tetap aktif bergerak. Indonesia memiliki potensi running tourism kelas dunia, salah satunya Baubau dengan lanskap alam yang eksotis,” ujar Sabian Tama.

Menurutnya, berlari memungkinkan wisatawan menikmati keindahan alam dengan cara yang lebih personal dan autentik, berbeda dengan perjalanan menggunakan moda wisata konvensional.

Strava Dorong Koneksi Komunitas Olahraga Lokal

Selain tren perjalanan aktif, laporan Strava juga mencatat peningkatan aktivitas olahraga berkelompok. Fitur komunitas di Strava dinilai berperan besar dalam menghubungkan para atlet dengan komunitas lokal di berbagai kota.

Pengalaman tersebut turut dirasakan Sabian saat bergabung dengan komunitas Buton Runners di Baubau. Melalui komunitas lokal, ia tak hanya mendapatkan rute lari terbaik, tetapi juga langsung merasakan energi dan antusiasme warga setempat.

“Menemukan komunitas lokal lewat Strava adalah kunci untuk menikmati tren wisata domestik berbasis olahraga. Partisipasi Gen Z yang semakin tinggi menciptakan ‘wave of energy’ yang menjaga semangat tetap membara,” jelasnya.

Fokus Progres Diri, Bukan Perbandingan di Media Sosial

Mengacu pada temuan Strava, Sabian juga membagikan pesan bagi para pegiat olahraga yang ingin tetap konsisten di 2026. Ia menekankan pentingnya fokus pada progres diri sendiri, bukan membandingkan pencapaian dengan orang lain di media sosial.

“Apresiasi setiap pencapaian, sekecil apa pun itu. Perjalanan setiap orang berbeda,” tutup Sabian.

Dengan kekayaan alam dan komunitas olahraga yang terus berkembang, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi sport tourism unggulan, di mana gaya hidup aktif dan pariwisata berjalan beriringan.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.