NATIVZEN.com – Canva mengumumkan peluncuran #DigordeninCanva, kampanye Ramadan pertamanya di Indonesia. Kampanye ini menghadirkan transformasi pada tirai di lebih dari 20 warung di Jakarta menjadi kanvas penuh warna dengan pesan jenaka.
Kampanye ini sekaligus untuk merayakan kemudahan serta keseruan mendesain dengan Canva. Sebagai interpretasi kreatif dari tradisi “digordenin”, di mana hidangan yang dipajang ditutup sebagai bentuk penghormatan selama Ramadan.
Canva akan mengubah tirai warung, yang biasanya berfungsi sebagai penutup sederhana, menjadi ruang kreatif bernilai tinggi. Dari Kemang hingga Tanah Abang, berbagai pesan singkat bernuansa humor lokal menghiasi titik-titik favorit warga.
Ini akan mengubah warung sehari-hari menjadi billboard hiper-lokal di salah satu momen budaya terbesar di Indonesia. Tokoh utama kampanye ini adalah Kak Jill, kreator populer sekaligus pengusaha gorden yang kini menjadi wajah gerakan #DigordeninCanva.
Melalui aktivasi berbasis media sosial, Jill akan menyoroti bagaimana kreativitas tidak hanya milik agensi atau ruang rapat, namun juga akan terasa lebih hidup di ruang-ruang keseharian para pelaku UMKM Indonesia.
Namun gerakan ini tidak berhenti di situ. Setelah mengaktivasi lebih dari 20 warung pada fase pertama, Canva kemudian akan memperluas inisiatif ini. Di fase kedua, Kak Jill akan menggelar rangkaian sesi TikTok Live yang mengundang pemilik UMKM di Jakarta.
Para pemilik UMKM tersebut akan diajak untuk berbagi cerita mereka, dan peserta akan dipilih berdasarkan kekuatan narasi dan visibilitas lokasi usaha – mulai dari pusat keramaian hingga permata tersembunyi di lingkungan sekitar.
“Ramadan merupakan momen ketika kreativitas Indonesia tidak terbatas pada studio atau ruang rapat – kreativitas hadir di jalanan, di rumah, dan di jantung setiap usaha kecil,” ujar Laura Kantor, Head of Marketing – Southeast Asia, Canva.
Ditambahkan oleh Laura bahwa melalui kampanye Ramadan ini, Canva ingin mengangkat kreativitas sehari-hari dan menghadirkan kekuatan desain ke tangan semua orang – mulai dari individu hingga UMKM yang menjadi penggerak ekonomi.
Membuka Potensi Kreativitas Hiper-Lokal dalam Skala Besar
Tidak hanya di jalanan, Canva juga memperkuat lokalisasi di dalam platform. Lebih dari 33.000 template khusus Ramadan diluncurkan untuk mendukung berbagai momen penting, mulai dari undangan ngabuburit dan ucapan hari raya hingga menu, promosi UMKM, brosur, dan lembar aktivitas anak.
Untuk semakin memperkuat relevansi budaya tersebut, Canva juga berkolaborasi dengan kreator komik ternama, Tahilalats, yang menghadirkan template edisi terbatas dengan sentuhan humor khas Indonesia.
Tidak hanya itu, kampanye yang dihadirkan oleh Canva ini juga akan diperkuat oleh deretan kreator lokal seperti Bang Ucup, Faiz Sadad, dan Acid, yang memperluas gaung gerakan ini di berbagai platform media sosial.
Dari Momentum Menuju Kepemimpinan Pasar di Indonesia
Indonesia kini menjadi salah satu mesin pertumbuhan paling dinamis bagi Canva, menempati posisi pasar terbesar ketiga secara global dan terbesar di Asia. Sepanjang tahun 2025 saja, para pengguna di Indonesia telah menciptakan lebih dari satu miliar desain.
Ekosistem grassroot yang dinamis, terdiri dari lebih dari 360 kreator aktif dan 180 Duta Canva di 34 provinsi, terus mendorong pertumbuhan ini, mewujudkan misi Canva untuk menghadirkan desain yang dapat diakses oleh semua orang di seluruh Indonesia.
Baru-baru ini, Canva juga mengumumkan kemitraan dengan Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mendukung pengembangan talenta digital serta memperkuat ekosistem teknologi Indonesia yang terus berkembang.
“Ambisi kami untuk tahun 2026 sederhana: menjadikan Canva bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dalam bekerja, berkreasi, dan berkembang,” ujar Stefani Herlie, Country Manager – Indonesia, Canva.
Lebih lanjut, Stefani mengatakan bahwa Canva akan memperdalam lokalisasi, mempercepat adopsi di sektor UMKM, pendidikan, dan kreator sehari-hari, serta memperluas akses ke berbagai fitur berbasis AI agar semakin banyak orang dapat memaksimalkan potensi kreatif mereka.
“Yang tidak kalah penting, kami terus berinvestasi pada komunitas dan talenta lokal yang membuat pasar ini begitu dinamis – karena pertumbuhan yang bermakna lahir dari pemberdayaan seluruh ekosistem kreatif,” pungkas Stefani.







