NativZen
Advertising Area

AdaKami Gandeng UNS Gelar Inisiatif Tech for Indonesia

Tech for Indonesia merupakan program kolaborasi strategis untuk mendorong lahirnya talenta muda di sektor financial technology (fintech).

Advertising Area

NATIVZEN.com – PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) resmi menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam inisiatif Tech for Indonesia, sebuah program kolaborasi strategis untuk mendorong lahirnya talenta muda di sektor financial technology (fintech).

Kolaborasi perdana ini diwujudkan melalui kompetisi karya tulis ilmiah bertajuk FutureFin, yang mengajak mahasiswa lintas fakultas untuk mengembangkan gagasan seputar industri fintech, khususnya pinjaman daring (pindar), secara aman, bertanggung jawab, dan berdampak positif bagi masyarakat.

Dorong Mahasiswa Pahami Dinamika Industri Pindar

Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy, menjelaskan bahwa Tech for Indonesia merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak nyata bagi generasi muda.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami dinamika industri pindar secara komprehensif dan kritis, termasuk risiko yang melekat serta pentingnya membedakan layanan fintech legal dan bertanggung jawab dari praktik ilegal yang merugikan masyarakat.

“Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, kami ingin mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga tata kelola, regulasi, dan aspek perlindungan konsumen dalam industri ini,” ujarnya dalam pembukaan FutureFin di Kampus UNS, Surakarta.

Didukung OJK, Perkuat Literasi Keuangan Digital

Acara pembukaan FutureFin turut dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan para mahasiswa, khususnya di lingkungan UNS.

Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS serta AdaKami dalam menghadirkan edukasi terkait industri keuangan digital di tengah-tengah mahasiswa.

OJK menegaskan komitmennya untuk memastikan industri jasa keuangan—termasuk fintech lending—berkembang dengan prinsip kehati-hatian, perlindungan konsumen, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem keuangan digital yang sehat sekaligus membentuk generasi muda yang cerdas dan berintegritas dalam menggunakan layanan keuangan.

FutureFin: Dari Seleksi hingga Mentorship Industri

Kompetisi FutureFin terbuka bagi seluruh mahasiswa UNS dari berbagai disiplin ilmu. Prosesnya meliputi tahap seleksi karya tulis ilmiah, program pendampingan (mentorship), presentasi final di hadapan panel juri, dan pengumuman pemenang akan dilakukan pada Mei 2026

Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti sesi daring dan luring berupa kuliah umum serta mentoring bersama akademisi, pakar, dan praktisi industri fintech. Topik yang diangkat mencakup lanskap industri fintech, perkembangan teknologi, hingga regulasi pindar di Indonesia.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, menilai program ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analitis dan problem solving dalam konteks industri nyata.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini selaras dengan pencapaian SDG 4 (peningkatan kualitas pendidikan) dan SDG 17 (kemitraan lintas sektor), di mana perguruan tinggi dan industri berkolaborasi membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen Bangun Industri Fintech yang Kredibel

Melalui Tech for Indonesia dan FutureFin, AdaKami menegaskan komitmennya dalam membangun industri fintech di Tanah Air yang tidak hanya kredibel dan bertanggung jawab, tetapi juga berkelanjutan.

Didirikan pada 2018, AdaKami merupakan platform fintech lending yang beroperasi di bawah PT Pembiayaan Digital Indonesia dan telah berizin serta diawasi oleh OJK. Perusahaan ini memanfaatkan teknologi informasi untuk menyediakan akses pembiayaan.

Inisiatif kolaborasi dengan UNS menjadi langkah konkret AdaKami dalam mencetak talenta fintech masa depan yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga memahami aspek etika, regulasi, dan perlindungan konsumen di era keuangan digital.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.