NativZen
Advertising Area

“Faces of Fraud”, Cara VIDA Putus Putus Rantai Penipuan Digital

“Faces of Fraud” mengangkat lima wajah di balik kisah penipuan digital yang dengan berani membagikan ceritanya.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Di balik angka kerugian penipuan digital yang mencapai Rp 9 triliun dengan lebih dari 411.000 laporan sepanjang November 2024 hingga akhir 2025, tersimpan dampak yang jauh lebih besar dari sekadar kehilangan materi.

Rasa aman memudar, reputasi hancur, hingga harapan hidup ikutruntuh. Berangkat dari kenyataan tersebut, VIDA, perusahaan identitas digital dan fraud prevention, menghadirkan pameran narasi bertajuk “Faces of Fraud”.

Melalui inisiatif ini, lima wajah di balik kisah penipuan digital dengan berani membagikan cerita mereka sebagai bagian dari gerakan edukasi publik dan upaya bersama memberantas penipuan digital.

Mereka berharap pengalaman yang dialami dapat berhenti pada diri mereka. Dengan membuka ruang percakapan secara lebih jujur dan manusiawi, Faces of Fraud turut meningkatkan kesadaran publik terhadap modus penipuan digital yang kian canggih

“Setiap wajah dalam Faces of Fraud mewakili seseorang yang pernah menaruh kepercayaan pada sistem keamanan identitas, namun gagal terlindungi dari celah yang ada,” ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA. Faces of Fraud menampilkan kisah dari berbagai latar belakang, mulai d

Ditambahkan oleh Niki bahwa melalui gerakan ini, VIDA ingin membuka mata publik bahwa dampak penipuan digital tidak hanya meninggalkan kerugian finansial, tetapi juga luka emosional, hilangnya rasa aman, dan dampak yang membekas dalam kehidupan sehari-hari.

Faces of Fraud menampilkan kisah dari berbagai latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga hingga pekerja profesional, yang menjadi bukti bahwa siapa pun bisa menjadi sasaran penipuan digital:

  • Pencurian Masa Depan: Seorang pensiunan yang kehilangan seluruh tabungan hidupnya akibat modus pengalihan dana ke aset kripto dalam waktu singkat.
  • Penyalahgunaan Identitas: Data pribadi korban digunakan untuk pinjaman online ilegal tanpa persetujuan, meninggalkan beban psikologis berkepanjangan.
  • Manipulasi Empati: Seorang orang tua kehilangan dana pengobatan anak akibat terjebak dalam modus donasi palsu.

VIDA menyadari bahwa memerangi penipuan digital yang terus berevolusi tidak bisa dilakukan sendirian. Kisah-kisah yang dihadirkan dalam Faces of Fraud menjadi pengingat bahwa di balik setiap kasus terdapat dampak nyata terhadap kehidupan seseorang.

Berangkat dari hal tersebut, VIDA hadir tidak hanya sebagai penyedia teknologi,tetapi juga sebagai mitra bagi masyarakat, dan pelaku usaha dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman dan tepercaya.

Whitepaper VIDA bertajuk SEA Digital Identity Fraud Outlook mengungkapkan bahwa fraud modern kini berkembang semakin terorganisasi dengan menggabungkan berbagai metode serangan dalam satu rangkaian yang terencana.

Selama kesadaran publik masih rendah dan ekosistem belum bergerak secara kolektif, korban akan terus bertambah. Karena itu dibutuhkan sinergi nyata: regulasi yang kuat, komitmen pelaku usaha untuk mengadopsi perlindungan berlapis, dan masyarakat yang semakin kritis terhadap setiap interaksi digital mereka.

“Tentunya kami tidak ingin ada korban-korban lainnya dalam penipuan digital, dan terus bertambah. Faces of Fraud adalah cara kami berkata: kita semua punya peran dalam memutus rantai ini,” tutup Niki.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.