NativZen
Advertising Area

Ada Perangkat dan Solusi Lenovo Dibalik Produksi Film Forgotten Island

Lenovo menjadi penyedia pilihan untuk layanan komputasi, workstation, dan solusi teknologi bagi DreamWorks Animation.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Lenovo memperkuat kolaborasinya dengan DreamWorks Animation melalui penyediaan solusi komputasi dan layanan teknologi yang mendukung kebutuhan kreatif dan teknis studio dalam menghadirkan film-film animasi berskala global, termasuk film terbaru Forgotten Island.

Dalam kolaborasi yang diperluas ini, Lenovo menjadi penyedia pilihan untuk layanan komputasi, workstation, dan solusi teknologi bagi DreamWorks Animation, dengan menghadirkan portofolio teknologi end-to-end.

Ini mencakup workstation profesional, High Performance Computing (HPC), server dan infrastruktur data center, serta layanan dan dukungan enterprise.  Ekosistem ini dirancang untuk membantu DreamWorks Animation memenuhi kebutuhan komputasi yang terus berkembang.

Tidak hanya itu, dukungan tersebut juga sekaligus memberikan fleksibilitas bagi para artist, technical director, dan tim teknologi dalam mengembangkan, menyempurnakan, dan menghadirkan karya mereka ke layar. 

“Kolaborasi Lenovo dengan DreamWorks Animation ini menegaskan peran krusial dari teknologi dan layanan mutakhir yang dapat disesuaikan (scalable) dalam mendukung alur kerja kreatif yang kompleks,” ujar Joni Irwanto, Sales Director –  Key, Global & MM Account Business, Lenovo Indonesia

Ia menambahkan bahwa dengan menggabungkan workstation, High Performance Computing, infrastruktur data center, serta layanan pendukung dalam satu ekosistem, Lenovo membantu DreamWorks Animation memenuhi kebutuhan komputasi di berbagai tahapan produksinya.

Mendukung Workflow Animasi dengan Ekosistem Komputasi Terintegrasi

Produksi animasi modern melibatkan berbagai proses yang membutuhkan kemampuan komputasi tinggi, mulai dari pengembangan dan pengolahan aset digital, 3D modeling, simulasi, hingga rendering.

Di setiap tahap tersebut, para artist dan tim teknis juga perlu melakukan berbagai iterasi untuk menyempurnakan detail visual dan keseluruhan pengalaman yang ingin dihadirkan dalam sebuah film.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, DreamWorks Animation memanfaatkan ekosistem teknologi Lenovo yang menggabungkan perangkat workstation, infrastruktur data center, High Performance Computing, serta layanan enterprise.

Portofolio yang menjadi bagian dari kolaborasi ini mencakup:

  • Lenovo ThinkStation dan ThinkPad P Series Workstations, yang menyediakan performa dan responsivitas untuk kebutuhan artist, technical director, dan profesional kreatif lainnya.
  • Lenovo ThinkSystem Servers dan High Performance Computing (HPC), yang mendukung compute-intensive workloads, termasuk proses rendering dan animation pipelines.
  • Lenovo Neptune™ Liquid Cooling, yang membantu meningkatkan performa komputasi sekaligus mendukung efisiensi dan stabilitas infrastruktur data center.
  • Lenovo TruScale™ Infrastructure as a Service, yang memungkinkan DreamWorks Animation menyesuaikan kapasitas komputasi berdasarkan kebutuhan produksi, sekaligus mempertahankan kontrol atas infrastruktur on-premises.

Di samping infrastruktur komputasi, Lenovo juga menyediakan Premier Support Plus untuk mendukung kebutuhan operasional DreamWorks Animation melalui bantuan 24/7, troubleshooting, dan dukungan teknis yang membantu meminimalkan potensi downtime.

Performa Komputasi untuk Mempercepat Iterasi Kreatif

Kolaborasi Lenovo dan DreamWorks Animation telah menghasilkan sejumlah peningkatan terukur pada lingkungan teknologi studio. Salah satunya dalam penggunaan Lenovo Neptune™ Liquid Cooling.

Ini menghasilkan peningkatan performa hingga 20% dibandingkan server dengan sistem pendinginan udara pada lingkungan render farm DreamWorks Animation. Peningkatan tersebut membantu mempercepat proses rendering dan tim bisa melakukan iterasi dengan lebih cepat.

Pada sisi workstation, Lenovo mencatat peningkatan performa aplikasi animasi hingga 25% pada Lenovo ThinkStation P620 dibandingkan workstation yang sebelumnya digunakan DreamWorks Animation.

Peningkatan tersebut turut membantu mempercepat waktu loading dan menghadirkan pengalaman kerja yang lebih responsif bagi para artist. Besarnya kebutuhan komputasi dalam produksi animasi juga terlihat pada The Wild Robot.

Dalam produksi film tersebut, lingkungan data center DreamWorks Animation mencapai 98% utilisasi dan membutuhkan sekitar 300 juta compute hours, menunjukkan besarnya kapasitas komputasi yang diperlukan untuk menghasilkan film animasi modern.

Fondasi teknologi dan layanan yang dibangun melalui kolaborasi ini juga mendukung slate produksi studio, termasuk Forgotten Island dan Shrek 5. Hal ini menunjukkan pentingnya infrastruktur komputasi yang dapat berkembang mengikuti kebutuhan setiap proyek animasi. 

Melalui kombinasi workstation, HPC, server, infrastruktur data center, liquid cooling, dan layanan enterprise, Lenovo membantu DreamWorks Animation mendukung proses produksi dari tahap awal hingga tayang di layar.

Dijadwalkan tayang secara global mulai tanggal 25 September 2026 dan di bioskop Indonesia pada 2 Oktober 2026, Forgotten Island memperkenalkan dunia fantasi Nakali. Ini diangkat dari mitologi dan folklore Filipina, yang dipenuhi karakter dan makhluk mitologis.

Kompleksitas dunia dan cerita yang dihadirkan dalam film ini juga sekaligus mencerminkan proses kreatif dan teknis di balik sebuah produksi animasi modern. Dan di sana, Lenovo juga memiliki peran yang terbilang tidak kecil.  

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.