NativZen
Advertising Area

Masa Depan Media di Era Mesin Pencari Cerdas

Media kini tidak lagi sekadar berlomba muncul di hasil pencarian, melainkan harus mampu menjadi jawaban yang dipercaya oleh AI.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Perkembangan AI bukan hanya mengubah cara orang bekerja, tetapi juga cara publik mencari, memahami, dan mempercayai informasi. Di era mesin pencari berbasis AI, media tidak lagi sekadar berlomba muncul di hasil pencarian, melainkan harus mampu menjadi jawaban yang dipercaya oleh AI.

Hal ini menjadi sorotan utama dalam sesi workshop bertajuk “Strengthening Media Relevance in the Age of AI” yang digelar oleh Forum Wartawan Teknologi (FORWAT) bersama dengan Burson Indonesia, di WPP Campus, RDTX Place Jakarta, 6 Februari 2026.

Anindya Sastrawan, Strategic Planning Data + Intelligence Manager Burson Indonesia

Dari “Google It” ke “GPT It”

Riset Bain menunjukkan perubahan perilaku pencarian yang signifikan. Sekitar 80% konsumen kini menyelesaikan 40% pencarian online tanpa mengklik satu pun tautan. Artinya, jawaban langsung dari AI—bukan artikel panjang—menjadi sumber utama informasi bagi pengguna.

Kondisi ini tentunya membuat media menghadapi tantangan yang terbilang baru, yakni traffic tidak lagi identik dengan relevansi. Konten bisa saja dibaca AI, dikutip, dan dipercaya—tanpa mendatangkan klik sama sekali.

Mengenal GEO, Pendamping Baru SEO

Oleh karena itu, di sinilah konsep Generative Engine Optimization (GEO) berperan. Jika SEO berfokus pada visibilitas di mesin pencari, GEO bertujuan agar konten media dipilih AI sebagai jawaban langsung.

Singkatnya:

  • SEO: membuat media mudah ditemukan
  • GEO: membuat media mudah dipahami dan dipercaya AI

Satu hal yang harus sama-sama dipahami behwa GEO tidak menggantikan SEO. Keduanya berjalan berdampingan, tetapi dengan peran yang berbeda.

Cara AI Menentukan Sumber yang Dipercaya

Materi yang disampaikan oleh Anindya Sastrawan, Strategic Planning Data + Intelligence Manager Burson Indonesia mengungkap bagaimana AI “berpikir” sebelum mengutip sebuah media. Prosesnya terdiri dari tiga tahap utama:

  1. Entity Recognition – AI harus mengenali media atau brand sebagai entitas yang jelas
  2. Signal Consistency – topik, sudut pandang, dan istilah harus konsisten
  3. Signal Strength – diperkuat oleh kutipan, referensi, dan otoritas sumber lain

Disebutakan bahwa AI mengandalkan sumber informasi seperti media bereputasi, Wikipedia, database resmi, hingga artikel pembanding yang bertujuan untuk memastikan satu informasi memang valid.

Kenapa Media Teknologi Punya Keunggulan?

Dari presentasi yang disampaikan disebutkan bahwa media dengan fokus liputan yang jelas, seperti teknologi dan AI, justru memiliki peluang besar untuk menonjol di era GEO. Pasalnya, AI menyukai media yang:

  • Konsisten membahas satu topik utama
  • Menggunakan istilah yang seragam, misalnya “Kecerdasan Buatan (AI)”
  • Memiliki struktur artikel yang mudah dipindai mesin
  • Menyajikan kesimpulan yang tegas dan bisa dikutip

Bagi kebanyakan pembaca yang menyukai media teknologi dan AI, ini berarti konten teknologi ke depannya bukan hanya informatif, tapi juga lebih kontekstual, analitis, dan relevan dengan dampak nyata AI.

Bisa disimpulkan bahwa media tidak akan tergantikan oleh AI, tetapi media yang memahami cara kerja AI akan bertahan dan berkembang. GEO bukan soal “menyenangkan mesin”, melainkan memastikan jurnalisme tetap utuh, kredibel, dan mudah dipahami, baik oleh manusia maupun AI.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.