NativZen
Advertising Area

Samsung Sukes Menggelar Pameran Solve for Tomorrow Ambassadors

Para pengunjung dapat merasakan secara langsung solusi-solusi pemenang Solve for Tomorrow melalui Experience Zone yang telah disediakan.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Samsung kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi generasi muda lewat penyelenggaraan “Solve for Tomorrow Ambassador Exhibition” di Smart City Lab, Milan, Italia.

Acara yang berlangsung pada 9 Februari 2026 ini sekaligus mengumumkan 10 pemenang global Solve for Tomorrow yang ditunjuk sebagai Global Ambassador, dan salah satu pemenangnya adalah Run Sight dari Indonesia.

Pameran tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan global pada 8–10 Februari yang bertepatan dengan momentum Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026. Kegiatan ini juga didukung oleh International Olympic Committee dan Milano Cortina 2026 Foundation.

Ruang Global bagi Inovator Muda

Dalam exhibition ini, para duta muda dari berbagai negara memamerkan solusi teknologi berbasis AI dan STEM yang dirancang untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat. Pengunjung dapat mencoba langsung berbagai inovasi melalui Experience Zone interaktif.

Chief Design Officer Samsung Electronics, Mauro Porcini, menegaskan bahwa program yang digelar oleh Samsung ini merupakan bagian dari misi perusahaan untuk mendukung generasi masa depan.

“Kami percaya generasi muda memiliki potensi membangun masa depan yang lebih baik. Tugas kami adalah menyediakan ruang, perangkat, dan kepercayaan agar ide mereka berkembang menjadi solusi nyata,” ujar Mauro Porcini.

Sementara, Senator Italia, Giusy Versace, juga mengapresiasi dampak sosial dari solusi yang ditampilkan. Menurutnya, inovasi para peserta menunjukkan bagaimana teknologi dan kreativitas dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dari Smart Bandage hingga Aplikasi Komunitas

Berbagai solusi inovatif dipamerkan dalam bentuk prototipe, mulai dari teknologi kesehatan hingga inklusi sosial. Salah satu yang mencuri perhatian adalah AKQUA-Gel, perban pintar berbasis AI yang mampu memantau penyembuhan luka secara real-time sekaligus mendeteksi infeksi dini melalui sensor.

Ada pula Kroove, aplikasi komunitas yang mendorong partisipasi olahraga sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat. Pengunjung juga dapat mencoba solusi seperti headband “Storm Shield” yang membantu pengguna alat bantu dengar berolahraga dengan aman, hingga tongkat pintar yang mendeteksi rintangan melalui getaran.

Inovasi dari Indonesia Ikut Tampil

Salah satu karya yang menjadi sorotan datang dari tim Indonesia melalui solusi Run Sight. Perangkat wearable berbasis AI ini dirancang untuk membantu penyandang tunanetra berlari dan beraktivitas fisik dengan lebih aman melalui sistem deteksi jalur dan rintangan.

Selain Indonesia, solusi lain datang dari berbagai negara seperti kursi roda berbasis gelombang otak dari Tiongkok, teknologi daur ulang baterai dari Prancis, hingga sistem penanggulangan tumpahan minyak berkelanjutan dari Türkiye.

Dorong Generasi Pemimpin Masa Depan

Program Solve for Tomorrow sendiri merupakan platform global yang mendorong siswa mengembangkan kemampuan design thinking, kreativitas, dan pemecahan masalah melalui teknologi.

Melalui inisiatif ini, Samsung ingin menciptakan dampak sosial nyata sekaligus membangun komunitas inovator muda lintas negara. Dengan semangat yang selaras dengan Olimpiade, pameran ini menjadi simbol perjalanan menuju keunggulan untuk kebaikan bersama.

Lima Tim Kategori Sport & Tech

Australia | TeamUp – Ahan Kiani: Platform berbasis AI yang menghubungkan individu dengan tim olahraga dan komunitas lokal guna meningkatkan partisipasi dalam olahraga rekreasi.

Indonesia | Run Sight – Anthony Edbert Feriyanto, Kaindra Rizq Sachio, Muhammed Fazil
Tirtana, Ariq Maulana Malki Ibrahim
: Solusi wearable berbasis AI yang membantu penyandang tunanetra berlari dan beraktivitas fisik dengan aman melalui pendeteksian jalur dan rintangan.

Türkiye | Poseidon – Umut Devrim Deveci & Efe Cem Öztürk: Sistem keselamatan berenang bagi penyandang disabilitas visual yang memberikan peringatan getaran melalui gelang saat mendekati batas area atau rintangan.

Inggris | Curastep – Raye Woon & Sarah: Sepatu pintar dengan sensor untuk mendeteksi tanda awal lecet pada penderita diabetes dan mendorong aktivitas fisik yang aman.

Amerika Serikat | Storm Shield – Danielle Yang, Sara Carmona, Isha Harbaugh, Koel Harbaugh,
Audrey Adams, Nikki Beshkar, Emily Wang
: Ikat kepala olahraga pelindung yang dirancang untuk melindungi alat bantu dengar dari paparan kelembapan, benturan, serta kerusakan akibat faktor lingkungan selama aktivitas fisik.

Lima Tim Kategori Accessibility & Environment

Tiongkok | Furen Makers – Chenyue Wang, Ziyang Ma, Qiuyue Wang, Hewei Wen: Kursi roda berbasis gelombang otak untuk mendukung mobilitas, rehabilitasi, dan partisipasi olahraga bagi penyandang ALS dan disabilitas fisik.

Prancis | Liova – Simon Cénet & Evan Dessables: Perangkat produksi baterai portabel yang mengubah baterai ponsel bekas menjadi power bank untuk mengurangi limbah elektronik.

India | Paraspeak – Pranet Khetan: Solusi AI berbasis cloud yang mengubah pengucapan tidak jelas menjadi suara yang jelas secara real-time bagi penyandang gangguan bicara.

Türkiye | OilSorb – İrem Erden, Ece Deniz Sayar, Ela Aksoy, Meryem Melis Çınar: Solusi berkelanjutan penanggulangan tumpahan minyak di laut menggunakan bantalan wol yang
dapat digunakan kembali dan teknologi drone.

Amerika Serikat | Aqua-Gel – Arya Anilkumar, Anna Huang, Aishwarya Reddy, Subiksha Srinivasan Vidya, Elaine Zuo: Perban pintar berbasis AI yang memantau penyembuhan luka secara real-time serta mendeteksi infeksi dini melalui data sensor.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.