NativZen
Advertising Area

Tools AI dari Microsoft Bantu UMKM Daerah Bisa Naik Kelas

AI bukan sebagai alat menggantikan kreativitas, melainkan sebagai partner berdiskusi.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Di sebuah rumah sederhana, suara minyak panas dan aroma kerupuk yang mengembang memenuhi dapur keluarga yang sudah puluhan tahun menjadi saksi usaha kecil bernama Kerupuk & Peyek Takoma. 

Alfitrah, sang pemilik yang merupakan lulusan arsitektur berusia 23 tahun itu menatap konsep kemasan baru yang ia buat berkat hasil eksplorasinya menggunakan Microsoft Designer, tools berbasis AI yang ia kenal setelah mengikuti kelas AILeap Nusantara pada acara Pekan Inovasi AI. 

Dalam pelatihan tersebut, Alfitrah belajar menggunakan AI sebagai partner untuk menjawab persoalan desain dan pengembangan produk yang selama bertahun-tahun berjalan apa adanya. Bagi Alfitrah, mempertahankan tradisi tidak berarti menutup diri dari perkembangan.

Alfitrah saat mempresentasikan hasil pengembangan produknya menggunakan teknologi AI

Sebelum mengikuti pelatihan, Alfitrah telah mencoba belajar secara mandiri dari internet. Meski begitu, ia sering merasa ide‑idenya berhenti di kepala. Proses pengembangan usahanya berjalan lambat, dan ia belum menemukan cara untuk menata semuanya menjadi langkah usaha yang utuh.

Namun di pelatihan ini, ia mulai melihat AI bukan sebagai alat menggantikan kreativitas, melainkan sebagai partner berdiskusi. Pada kelas AILeap Nusantara, kelompok Alfitrah menjadi salah satu kelompok yang diminta langsung menerapkan materi yang dipelajari ke dalam usahanya.

Mereka menyusun sebuah deck presentasi yang berisi praktik pemanfaatan AI untuk usahanya, mulai dari pengembangan ide produk, logo, kemasan, narasi produk, hingga rencana strategi konten dan pemasaran.

Dalam tahap awal pengembangan ide, Alfitrah menggunakan Microsoft Copilot untuk mengeksplorasi bagaimana produk kerupuk yang sudah umum dapat dikembangkan menjadi lebih jauh.

Dari proses tersebut, muncul gagasan kerupuk berbahan limbah tulang ikan yang belum banyak dikembangkan sehingga memberi nilai tambah dari sisi keberlanjutan. Ia juga memanfaatkan Microsoft Copilot untuk menelusuri opsi kemasan yang lebih tahan lama dan ramah lingkungan.

Akhirnya, ia menggunakan paper bag dengan lapisan kedap udara di bagian dalam agar produk lebih awet. Setelah ide produk dan arah kemasan terbentuk, Alfitrah mengandalkan Microsoft Designer untuk menuangkannya ke dalam bentuk visual.

Alfitrah bereksperimen dengan logo Takoma, menambahkan unsur ikan agar lebih merepresentasikan produk. Seluruh rangkaian eksplorasi ini menunjukkan bagaimana kombinasi Microsoft Copilot dan Microsoft Designer dapat membantu Alfitrah.

Di pelatihan itu, modernisasi lahir bukan dari perubahan besar yang instan, melainkan dari keberanian satu orang untuk mencoba. Dari keinginan seorang anak menjaga warisan keluarga, sambil memastikan warisan itu tidak berhenti tumbuh.

Perubahan yang Dimulai dari Keberanian Mencoba

Di tempat lain di Ternate, seperti biasa, Junaidi Dahlan memulai harinya dengan berjalan di jalur kecil menuju bangunan penyulingan minyak cengkeh yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan Buku Manyeku.

Di usianya yang menginjak kepala empat, ia bukan hanya seorang petani, tetapi juga bendahara kelompok yang sejak 2017 mengelola hutan negara di pulau ini secara lestari bersama lebih dari dua puluh orang.

Ketika kabar pelatihan AI, AILeap Nusantara yang digelar oleh Fokus Target Solusi turut hadir dalam rangkaian acara Pekan Inovasi AI akhirnya sampai ke Ternate, Junaidi datang tanpa ekspektasi besar melainkan untuk mencari sebuah ilmu.

Bagaimana cara menyusun narasi produk yang menarik, cara berpikir lebih terstruktur, dan cara merencanakan usaha dalam jangka menengah hingga panjang, sesuatu yang sebelumnya terasa mahal dan sulit dijangkau tanpa bantuan profesional.

Ia menyadari bahwa petani dan pelaku UMKM perlu beradaptasi dengan teknologi jika ingin berkembang. Dalam pelatihan tersebut, Junaidi juga belajar memanfaatkan AI sebagai sumber inspirasi visual untuk desain label dan kemasan.

Tak hanya itu, ia juga belajar merancang konten yang kelak dapat digunakan untuk website dan media sosial. Junaidi pun mulai memahami bahwa AI bukan alat ajaib yang menggantikan manusia, melainkan asisten kerja dan teman diskusi dapat membantu dirinya.

Ia juga belajar bahwa hasil AI atau yang sering disebut kecerdasan buatan tidak bisa digunakan mentah‑mentah. Setiap output perlu dibaca ulang, dikoreksi, dan disesuaikan dengan konteks nyata di lapangan.

Memastikan Inklusivitas untuk Pelaku UMKM Daerah

Perjalanan Alfitrah dan Junaidi merupakan bagian dari Pekan Inovasi AI, sebuah acara kolaboratif yang diselenggarakan oleh Microsoft Elevate bersama Fokus Target Solusi, Biji‑Biji Initiative, dan Alkademi, dengan tujuan meningkatkan literasi dan pemanfaatan AI di Maluku Utara.

Dalam rangkaian acara tersebut, Fokus Target Solusi mengambil peran pada hari ketiga dengan sasaran utama pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Peserta diajak memahami branding produk, strategi usaha, kampanye pemasaran, re‑packaging dan pembuatan konten berbasis AI.

Tools yang digunakan adalah Microsoft Designer, foto produk dan konten visual, hingga video singkat dan jingle produk. Pendekatan ini dilanjutkan melalui pelatihan daring selama bulan Ramadan, yang secara khusus menyesuaikan kebutuhan promosi UMKM di bulan Ramadan.

Muhammad Ghifary, trainer ekonomi kreatif dari Fokus Target Solusi, yang juga pernah terlibat dalam berbagai proyek seperti menjadi peneliti di departemen R&D, WetaFX pada film Avatar: The Way of Water, menyaksikan langsung bagaimana perubahan kecil mulai terjadi.

“Setiap UMKM di Maluku Utara membawa cerita, rasa, dan identitas yang kuat. Melalui pelatihan AI Microsoft Copilot, Designer, dan Suno, saya menemani teman‑teman pelaku UMKM untuk menerjemahkan kekayaan lokal itu menjadi karya promosi yang lebih terarah,” ungkap Ghifary.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah. Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Microsoft Elevate di Maluku Utara serta harapannya agar pelatihan serupa dapat diperluas ke berbagai sektor.

“Terimakasih sudah memilih Maluku Utara menjadi salah satu lokasi untuk launching pembelajaran Copilot Microsoft AI untuk tahun 2026. Kita membuka tahun 2026 ini dengan sangat produktif,” ujar Sherly.

Dari sisi penguatan ekonomi, inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing UMKM daerah. Disebutkan oleh Arief Suseno, AI Skills Director Microsoft Indonesia bahwa UMKM di daerah memiliki produk dan potensi yang kuat.

“Tantangan bagi para UMKM adalah bagaimana meningkatkan daya saingnya. Akses untuk meningkatkan keterampilan AI dapat membantu pelaku usaha mengoptimalkan cara mereka merencanakan, memasarkan, dan mengembangkan bisnis,” ujar Arief.

Meski menjalankan bisnis yang berbeda, Junaidi dan Alfitrah dipersatukan oleh keyakinan yang sama bahwa perkembangan tidak harus menunggu modal besar atau infrastruktur yang sempurna.

Bagi mereka, perubahan dimulai dari keberanian melihat usaha dengan cara baru dan mencoba tools yang sebelumnya terasa jauh dari keseharian. Kini, kesempatan bagi UMKM di daerah untuk melangkah lebih jauh semakin nyata.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.