NATIVZEN.com – Garmin Indonesia merilis laporan data global untuk running dan cycling yang menggambarkan bagaimana komunitas Garmin di berbagai negara mencatat aktivitas olahraga mereka sepanjang tahun terakhir.
Bertepatan dengan momentum Global Running Day dan World Bicycle Day, laporan ini menunjukkan bahwa running dan cycling tetap menjadi dua aktivitas favorit untuk menjaga kebugaran, membangun konsistensi, serta meningkatkan performa.
Secara global, Garmin mencatat adanya peningkatan aktivitas lari. Pelari tercatat melakukan hampir 13% lebih banyak indoor running dan 3% lebih banyak outdoor running dibandingkan periode sebelumnya.

Data ini juga menunjukkan bahwa pelari kini semakin lebih adaptif dalam menjalani latihan yang dilakukan, baik di treadmill, indoor track, jalan raya, maupun area outdoor lain sesuai kondisi dan kebutuhan harian.
Untuk pengguna di Indonesia, data Garmin Connect menemukan peningkatan signifikan dalam aktivitas olahraga lari. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, aktivitas running tercatat mencapai lebih dari 5,1 juta aktivitas.
Angka tersebut melonjak sekitar 46% dibanding periode yang sama di 2025 dengan kisaran 3,5 juta aktivitas. Trail running juga menjadi salah satu olahraga yang semakin populer, terlihat dari peningkatan pesat aktivitas luar ruangan satu ini.
Pada periode Januari-Mei 2026, sebanyak 58 ribu aktivitas trail run dilakukan oleh pengguna Garmin di Indonesia. Meningkat sekitar 74% dibanding tahun sebelumnya yang berada di kisaran 33 ribu aktivitas.
Sementara cycling outdoor juga menunjukkan tren positif yang stabil sepanjang Januari hingga Mei 2026. Garmin Connect mencatat 359 ribu aktivitas bersepada, meningkat 30% dibandingkan di tahun 2025 dengan 276 ribu aktivitas.
Peningkatan Latihan Lari yang Lebih Terstruktur
Kesadaran akan pentingnya olahraga lari kini kian bergeser ke arah latihan yang lebih terstruktur. Melalui data yang dihimpun oleh Garmin Connect, terlihat adanya pola konsistensi yang kuat dari para pelari di tingkat global.
Menariknya, tren positif ini juga diadopsi dengan baik oleh pelari di Indonesia yang menunjukkan karakteristik durasi dan jarak tempuh yang cukup stabil. Dari sisi jarak, rata-rata pelari global mencatatkan 4,82 mil atau sekitar 7,76 km per aktivitas.
Kelompok usia 50–59 tahun menjadi salah satu yang paling konsisten, dengan rata-rata jarak 5,1 mil atau sekitar 8,2 km per aktivitas. Sementara itu, rata-rata pace global berada di 9 menit 21 detik per mil untuk pria dan 10 menit 11 detik per mil untuk wanita.

Di Indonesia, data Garmin Connect menunjukkan bahwa pengguna mencatatkan rata-rata jarak lari 4,2 mil atau sekitar 6,8 km per aktivitas, dengan durasi rata-rata 45,5 menit. Rata-rata pace pelari Indonesia berada di 10 menit 50 detik per mil, atau sekitar 6 menit 44 detik per kilometer.
Angka ini tentunya bisa memperlihatkan bahwa pengguna Garmin di Indonesia memiliki pola latihan yang terbilang cukup konsisten, dengan durasi yang mendekati 46 menit dalam setiap sesi lari.
Laporan Garmin juga memperlihatkan bahwa bulan Agustus menjadi periode dengan total jarak lari terbanyak secara global, sementara hari Sabtu menjadi waktu ketika pelari biasanya menempuh jarak paling jauh.

Selain itu, half marathon training plan menjadi program latihan paling populer yang digunakan melalui Garmin Coach, menandakan meningkatnya minat pengguna untuk berlatih dengan target yang lebih terstruktur.
“Data ini menunjukkan bahwa olahraga kini menjadi bagian yang semakin fleksibel dari gaya
hidup, termasuk di Indonesia,” Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.
Lebih lanjur ia mengatakan bahwa pelari tidak hanya mengejar jarak atau kecepatan, tetapi juga mulai memahami pentingnya konsistensi, recovery, serta variasi latihan. Melalui ekosistem Garmin, pengguna dapat melihat perkembangan performa secara lebih menyeluruh.
Bersepeda Jadi Latihan Endurance Pilihan
Tidak hanya running, cycling juga menunjukkan pola aktivitas yang kuat di komunitas Garmin. Secara global, rata-rata pesepeda mencatatkan jarak 28,59 mil atau sekitar 46 km per ride, dengan durasi rata-rata sekitar 115 menit.
Para pesepeda paling banyak mencatatkan aktivitas pada hari Minggu, sementara Agustus menjadi bulan paling populer untuk seluruh aktivitas bersepeda. Di Indonesia, tercatat rata-rata jarak bersepeda 27,8 mil atau sekitar 44,7 km per aktivitas, dengan durasi rata-rata 105,6 menit.
Untuk aktivitas outdoor cycling, durasi rata-rata pengguna Indonesia mencapai 108,6 menit per aktivitas, sementara indoor cycling tercatat 53 menit per aktivitas. Selain itu, rata-rata VO2 max pesepeda Garmin di Indonesia berada di angka 48,6 dengan rata-rata FTP sekitar 213 watt.

Temuan ini menunjukkan bahwa cycling di Indonesia tidak hanya menjadi aktivitas rekreasional, tetapi juga bagian dari latihan endurance yang membutuhkan konsistensi, pemantauan performa, dan pemahaman terhadap kondisi tubuh.
Dengan durasi rata-rata lebih dari 1 jam 45 menit per ride, pengguna Garmin di Indonesia memperlihatkan kecenderungan untuk menjadikan bersepeda sebagai aktivitas latihan yang serius sekaligus menyenangkan.
Secara global, Garmin cyclists juga mencatatkan kecepatan rata-rata 14,89 mph atau sekitar 24 km/jam para pesepeda, dengan rata-rata elevasi mencapai 1.158 kaki atau sekitar 353 meter per ride.
Data ini tentunya dapat memperlihatkan bagaimana pesepeda memanfaatkan aktivitasnya untuk membangun ketahanan, menjelajahi rute baru, dan memantau progres latihan dari waktu ke waktu.
Untuk mendukung berbagai kebutuhan tersebut, Garmin menghadirkan rangkaian perangkat yang dirancang bagi pelari dan pesepeda di berbagai level. Lini smartwatch seperti Forerunner, fēnix, dan Venu membantu pengguna memantau metrik kesehatan dan kebugaran harian.

Termasuk, yang dimonitor adalah detak jantung, sleep score, VO2 Max, training status, hingga recovery. Untuk pesepeda, Garmin memiliki ekosistem Edge GPS cycling computer, Rally pedal-based power meter, Varia smart lights dan rearview radar, serta Tacx indoor smart trainer.
Seluruh yang disebutkan itu untuk mendukung latihan para pesepeda sepanjang tahun. Dan melalui laporan global running dan cycling, Garmin menegaskan komitmennya dalam menghadirkan teknologi yang membantu pengguna tetap aktif.
Tak hanya itu, laporan ini diharapkan bisa dimanfaatkan oleh pengguna untuk memahami performa, dan membangun gaya hidup sehat secara berkelanjutan. Bagi Garmin, setiap aktivitas adalah kesempatan untuk bergerak dan menjadi lebih baik dari kemarin.







