NativZen
Advertising Area

Bosch Soroti Tren Baru Rumah Tangga Modern

Efisiensi rumah tangga kini tidak lagi sekadar menghemat waktu atau energi, tetapi juga membantu mengurangi mental load.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Di tengah kesibukan sehari-hari, memiliki lebih banyak perangkat di rumah belum tentu membuat semuanya terasa lebih mudah dan praktis. Sebab, mengurus rumah kini tidak lagi hanya soal menyelesaikan pekerjaan rumah.

Yang sering kali lebih melelahkan justru banyaknya keputusan kecil yang harus diambil setiap hari, mulai dari menentukan menu makan, mencuci pakaian, mengatur jadwal keluarga, hingga memastikan setiap aktivitas berjalan sesuai rencana.

Tanpa disadari, keputusan-keputusan kecil itu terus menghabiskan waktu, perhatian, dan tenaga setiap hari. Karena itu, efisiensi kini tidak lagi sekadar soal menghemat biaya atau energi, tetapi juga membantu mengurangi beban berpikir.

Hal ini agar masyarakat memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga maupun dirinya sendiri. Perubahan. Perubahan cara masyarakat memaknai kemudahan dalam mengelola rumah tangga juga dirasakan Chef Bryan, jebolan MasterChef Indonesia Season 8. 

Menurutnya, teknologi yang benar-benar membantu bukanlah teknologi dengan fitur paling banyak, melainkan teknologi yang mampu menghilangkan langkah-langkah yang sebenarnya tidak perlu, terlebih di dapur. 

“Bagi saya, teknologi menjadi benar-benar bernilai ketika mampu menghilangkan langkah-langkah yang sebenarnya tidak perlu. Pada oven Bosch, misalnya, saya tidak perlu terus-menerus menebak suhu atau kondisi masakan,” ujar Chef Bryan.

Ia mengatakan bahwa hal itu karena sistemnya dapat menyesuaikan proses memasak secara otomatis. Hasilnya lebih konsisten, sementara dirinya bisa lebih fokus menikmati proses memasak itu sendiri.

Pandangan tersebut bukan sekadar pengalaman pribadi. Survei State of Motherhood 2026 yang dilakukan Talker Research terhadap 2.000 ibu menunjukkan bahwa tantangan terbesar di rumah saat ini bukan lagi sekadar pekerjaan fisik.

Disebutkan bahwa beban mengatur dan mengoordinasikan berbagai aktivitas yang terus berlangsung setiap hari. Sebanyak 53% responden mengaku bertanggung jawab mengatur jadwal keluarga.

Sebanyak 49% responden mengatakan bahwa mereka harus terus mengingatkan anggota keluarga mengenai berbagai tugas, sementara 41% perlu berulang kali memberikan instruksi agar aktivitas sehari-hari berjalan sesuai rencana.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat kini semakin menghargai teknologi yang mampu mengurangi beban berpikir, bukan sekadar mempercepat pekerjaan. Perubahan kebutuhan konsumen inilah yang menjadi titik awal bagi Bosch dalam mengembangkan inovasi.

“Kami selalu memulai dari perspektif konsumen. Saat ini semakin banyak keluarga dengan kedua orang tua yang bekerja,” jelas CEO Bosch Home Appliances Indonesia, Anil Narula melalui rilis yang diterima oleh nativzen.com. 

Anil Narula juga mengatakan bahwa orang tua yang bekerja ingin tetap menyajikan makanan yang lebih sehat untuk keluarga, tetapi juga membutuhkan solusi yang selaras dengan gaya hidup yang semakin dinamis.

“Tujuan kami bukan sekadar menghadirkan perangkat rumah tangga, melainkan membuat proses memasak yang dijalankan oleh orang tua yang sibuk menjadi lebih mudah, lebih sehat, dan lebih menyenangkan,” tambah Anil Narula.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, Bosch Home Appliances menghadirkan berbagai inovasi yang dirancang untuk membantu menyederhanakan aktivitas rumah tangga. Menariknya lagi, perangkat yang ditawarkan kini sudah dipadukan dengan AI alias kecerdasan buatan.

Misalnya pada Bosch Oven Series 8, teknologi AI dipadukan dengan fitur Steam Function Plus, Sous-vide, dan Air Fry Function untuk menghasilkan proses memasak yang lebih presisi sekaligus membantu menjaga kualitas nutrisi makanan.

Dengan kapasitas yang lebih besar, seluruh hidangan keluarga juga dapat dimasak dalam satu proses sehingga lebih efisien. Tak hanya itu, Bosch juga melengkapi oven dengan ekosistem Home Connect.

Dukungan tersebut memungkinkan pengguna mengirim resep langsung ke oven, memperoleh panduan memasak langkah demi langkah, hingga dapat memantau proses memasak dari jarak jauh.

Sementara pada mesin cuci, teknologi i-DOS secara otomatis menyesuaikan penggunaan deterjen dan air sesuai beban cucian, sehingga pengguna tidak perlu lagi melakukan pengaturan berulang setiap kali mencuci. 

Perubahan kebutuhan tersebut juga tercermin dari meningkatnya adopsi teknologi rumah pintar. Data We Are Social mencatat jumlah rumah tangga pengguna smart home meningkat dari sekitar 9,58 juta pada 2024 menjadi hampir 11 juta pada 2025.

Hal tersebut menunjukkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap teknologi atau inovasi yang ditawarkan memiliki kemampuan untuk mendukung aktivitas sehari-hari secara lebih praktis. 

Menurut Fenny Sofyan, Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, perubahan tersebut menjadi landasan kampanye “Beres, Bosch” yang ingin mengajak masyarakat melihat teknologi sebagai solusi untuk menyederhanakan kehidupan sehari-hari.

“Melalui kampanye ‘Beres, Bosch’, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa teknologi bukan sekadar menghadirkan lebih banyak fitur. Nilai sesungguhnya justru terletak pada kemampuannya mengurangi kerumitan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Fenny Sofyan.

Ketika teknologi mampu mengambil alih rutinitas yang berulang, keluarga memiliki lebih banyak waktu, kenyamanan, dan ketenangan untuk menikmati momen yang benar-benar penting. Di situlah inovasi yang ditawarkan Bosch dapat menghadirkan kenyamanan dan “peace of mind”.

Ke depan, Bosch meyakini bahwa rumah masa depan bukanlah rumah yang dipenuhi semakin banyak perangkat, melainkan rumah yang menghadirkan teknologi yang mampu bekerja semakin cerdas, saling terhubung, dan memahami kebutuhan penggunanya.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.