NativZen
Advertising Area

Ini Filosofi Desain di Balik Galaxy Z Series dan Galaxy Watch Terbaru

Samsung menyebut pendekatan desain terbarunya sebagai “Emotive Geometry”.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Samsung kembali membawa pendekatan baru dalam merancang perangkat Galaxy. Pada ajang Galaxy Unpacked Juli 2026, perusahaan memperkenalkan Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Flip8, Galaxy Watch Ultra2, dan Galaxy Watch9.

Meski bermain di kategori berbeda, mulai dari smartphone foldable hingga smartwatch, seluruh perangkat tersebut memiliki satu benang merah: menghadirkan pengalaman teknologi yang semakin nyaman dan terasa natural bagi pengguna.

Menurut Hubert Lee, Executive Vice President sekaligus Head of Design Team, Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, perkembangan teknologi membuat perangkat Galaxy semakin cepat dan bertenaga. Namun, peningkatan performa tersebut perlu diimbangi dengan pengalaman penggunaan yang lebih manusiawi.

Ketika Desain Bukan Sekadar Penampilan

Samsung menyebut pendekatan desain terbarunya sebagai “Emotive Geometry”. Konsep ini memberikan sentuhan yang lebih humanis pada karakter Galaxy yang sederhana dan premium. Fokusnya bukan hanya bagaimana perangkat terlihat, tetapi juga bagaimana perangkat terasa ketika digunakan.

Desain tipis dan ringan menjadi salah satu elemen penting. Samsung mempertimbangkan bagaimana perangkat dibuka secara natural, bagaimana rasanya ketika digenggam, hingga bagaimana perangkat dapat menyatu dengan aktivitas sehari-hari.

Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perkembangan perangkat pintar yang semakin kompleks. Alih-alih membuat teknologi terasa rumit, desain justru diharapkan membuat interaksi pengguna menjadi lebih sederhana.

Galaxy Z Series: Karena Kebutuhan Pengguna Tidak Sama

Samsung juga mengungkap alasan di balik semakin beragamnya portofolio Galaxy Z Series. Setelah melalui tujuh generasi inovasi foldable, Samsung melihat bahwa cara orang menggunakan perangkat lipat semakin beragam.

Ada pengguna yang membutuhkan layar besar untuk produktivitas dan multitasking, sementara sebagian lainnya lebih mengutamakan portabilitas. Dari sinilah muncul prinsip “one size does not fit all”.

Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, dan Galaxy Z Flip8 kemudian dikembangkan untuk menawarkan pengalaman yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup pengguna masing-masing.

Emotive Slim Jadi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra

Salah satu perhatian utama Samsung tahun ini adalah desain ultra-tipis pada Galaxy Z Fold8 Ultra, yang disebut sebagai Galaxy Z Fold paling tipis yang pernah dihadirkan Samsung. Namun, konsep “Emotive Slim” bukan sekadar memangkas ketebalan perangkat.

Samsung ingin menciptakan kesan ramping yang juga terasa ketika perangkat digunakan. Lekukan frame dibuat lebih halus agar perangkat lebih mudah dibuka, sementara siluet bagian luar dibuat lebih melengkung untuk meningkatkan kenyamanan genggaman.

Tidak hanya sampai di situ, profil sisi perangkat juga dibuat oleh Samsung lebih minimalis sehingga Galaxy Z Fold8 Ultra terlihat semakin ramping secara visual. Diharapkan, inovasi ini akan disukai oleh para penggemar foldable Samsung.

Terinspirasi Paspor, Galaxy Z Fold8 Dibuat Lebih Ergonomis

Menariknya, Samsung juga mengungkap bahwa desain Galaxy Z Fold8 terinspirasi dari benda yang sangat dekat dengan aktivitas bepergian: paspor. Menurut Samsung, paspor memiliki karakter yang mudah dibawa, dan nyaman digenggam dengan satu tangan.

Desain yang dirancang oleh Samsung ini juga memungkinkan penggunanya melihat informasi dengan cepat. Oleh karena itu, prinsip ergonomi tersebut kemudian diterapkan pada Galaxy Z Fold8.

Ketika dilipat, perangkat menggunakan rasio layar 16:10 yang dioptimalkan untuk penggunaan satu tangan. Saat dibuka, layar menawarkan rasio 4:3 dengan proporsi yang lebih seimbang dan simetris sehingga memberikan pengalaman visual yang lebih imersif.

Warna Galaxy Z Series Dirancang untuk Mewakili Karakter Pengguna

Desain sebuah smartphone juga tidak berhenti pada bentuk. Samsung juga memberikan perhatian pada pilihan warna. Untuk Galaxy Z Fold8 Ultra, warna Violet Shadow dirancang menghadirkan kesan chic dan sophisticated.

Sementara Lavender pada Galaxy Z Fold8 memberikan nuansa segar dan lembut. Galaxy Z Flip8 hadir dengan warna Pink yang lebih ekspresif dan penuh energi. Sementara itu, Cream dan Graphite menjadi pilihan yang lebih timeless dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya.

Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Pilih Evolusi, Bukan Revolusi

Pendekatan berbeda diterapkan Samsung pada Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Watch9. Jika smartphone harus nyaman digenggam, smartwatch harus nyaman digunakan sepanjang hari. Karena itu, Samsung memilih pendekatan berbada.

Ya, Samsung melakukan serangkaian penyempurnaan dibandingkan melakukan perubahan desain secara menyeluruh. Identitas khas Galaxy Watch tetap dipertahankan melalui cushion design.

Elemen ini bukan sekadar aksen visual, tetapi menjadi bagian dari karakter desain Galaxy Watch yang memadukan tampilan tegas dengan kenyamanan penggunaan. Pada Galaxy Watch Ultra2, layar, bezel, dan cushion body dibuat lebih seamless.

Samsung juga menyempurnakan jarak serta pemisahan antar tombol agar lebih mudah dikenali melalui sentuhan. Dengan demikian, pengguna dapat mengoperasikan jam secara lebih presisi tanpa harus selalu melihat layar.

Strap Galaxy Watch Dirancang Berdasarkan Jutaan Data Pergelangan Tangan

Salah satu pembaruan yang mungkin terlihat sederhana, tetapi berdampak langsung terhadap kenyamanan adalah strap. Samsung merancang strap generasi terbaru agar lebih ringan, tipis, dan breathable melalui struktur air pocket baru.

Menariknya, proses pengembangan tersebut memanfaatkan computational design. Samsung menyebut desain strap divalidasi menggunakan lebih dari 100 juta data pergelangan tangan pengguna dan 10 ribu simulasi untuk menguji kenyamanan serta kesesuaian penggunaan.

Keseimbangan antara bodi jam dan strap juga disempurnakan agar perangkat terasa lebih stabil ketika dikenakan. Pilihan strap yang semakin beragam sekaligus memberikan ruang bagi pengguna untuk mengekspresikan gaya personal.

Saat AI Semakin Pintar, Desain Harus Semakin Manusiawi

Pada akhirnya, Samsung melihat desain sebagai sesuatu yang tidak hanya harus dilihat, tetapi juga dirasakan. Di tengah perkembangan AI dan teknologi yang semakin cepat, pendekatan yang berpusat pada pengguna dinilai semakin penting.

Oleh karena itu, Samsung menempatkan pemahaman terhadap cara manusia hidup, bekerja, dan berinteraksi dengan teknologi sebagai landasan dalam merancang Galaxy Z Series dan Galaxy Watch terbaru.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa perang smartphone dan wearable masa kini tidak lagi semata-mata tentang siapa yang memiliki spesifikasi paling tinggi. Ketika performa perangkat semakin kuat dan AI semakin terintegrasi, kenyamanan, ergonomi, serta pengalaman penggunaan justru menjadi bagian penting dari inovasi.

Dan melalui Galaxy Z Fold8 Ultra, Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Flip8, Galaxy Watch Ultra2, serta Galaxy Watch9, Samsung tampaknya ingin menunjukkan bahwa masa depan perangkat pintar bukan hanya soal teknologi yang semakin canggih, tetapi juga teknologi yang terasa semakin dekat dengan manusia.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.