NATIVZEN.com – Lenovo terus memperkuat kolaborasinya dengan Ducati Corse melalui pengembangan teknologi komputasi canggih dan pengolahan data untuk mendukung performa di lintasan balap.
Terbaru, Lenovo telah meningkatkan infrastruktur High Performance Computing (HPC) yang digunakan oleh tim Ducati Corse untuk mengembangkan motor Ducati Desmosedici GP musim 2027.
Kolaborasi Lenovo bersama dengan Ducati Corse yang telah berlangsung sejak 2018 ini menjadi bagian penting dari upaya Ducati untuk menghadapi perkembangan teknologi balap yang semakin kompleks.

Dukungan Lenovo mencakup komputasi berperforma tinggi untuk simulasi, analisis teknis, hingga teknologi kolaborasi yang menghubungkan para engineer di sirkuit dengan fasilitas Ducati di Borgo Panigale, Italia.
Peningkatan tersebut juga hadir ketika dunia balap MotoGP bersiap menghadapi regulasi teknis baru. Dengan kemampuan komputasi yang lebih besar, Ducati Corse dapat mengevaluasi lebih banyak konfigurasi desain secara virtual sebelum menentukan rancangan yang akan masuk ke tahap pembuatan prototipe.
Kapasitas Komputasi Ducati Meningkat, Simulasi Lebih Cepat
Salah satu fokus utama kolaborasi Lenovo dan Ducati Corse ini adalah peningkatan pada infrastruktur HPC yang bertujuan untuk mendukung simulasi mesin, aerodinamika, serta analisis struktural motor balap.
Infrastruktur terbaru tersebut memiliki kemampuan komputasi teoretis gabungan double-precision lebih dari 108 TFLOPS. Dibandingkan generasi compute node sebelumnya, kapasitas memori yang tersedia hampir dua kali lipat, sementara daya pemrosesannya meningkat sekitar 48%.
Peningkatan ini memungkinkan engineer Ducati Corse menjalankan lebih banyak simulasi secara bersamaan dan mengevaluasi berbagai konfigurasi motor tanpa harus selalu membuat komponen fisik terlebih dahulu.
Dampaknya terlihat pada waktu pemrosesan simulasi. Simulasi 3D Computational Fluid Dynamics (CFD) pada mesin kini dapat diselesaikan 50% lebih cepat. Sementara itu, proses structural analysis atau analisis struktural menjadi 30% lebih cepat.
Kecepatan tersebut memberi ruang bagi Ducati untuk menguji lebih banyak alternatif desain dalam waktu yang lebih singkat. Engineer pun dapat memusatkan proses pembuatan prototipe pada rancangan yang dinilai paling menjanjikan.
Selain membantu mengoptimalkan waktu pengembangan, pendekatan berbasis simulasi yang dilakukan bersama dengan Lenovo ini juga berpotensi meningkatkan efisiensi biaya dan akurasi evaluasi desain.
Teknologi ini menjadi semakin relevan dalam persiapan pengembangan Ducati Desmosedici GP untuk musim 2027, ketika Ducati Corse harus menyesuaikan rancangan motor dengan regulasi teknis MotoGP yang baru sembari mempertahankan daya saing pada musim berjalan.
Ducati Lenovo Remote Garage Hubungkan Engineer secara Real-Time
Selain memperkuat kapasitas komputasi, Lenovo juga turut mendukung kolaborasi jarak jauh melalui Ducati Lenovo Remote Garage. Teknologi ini pertama kali dikembangkan pada 2020 untuk mendukung operasional balap jarak jauh.
Seiring waktu, fungsinya berkembang menjadi platform yang menghubungkan engineer di sirkuit dengan tim teknis di fasilitas Ducati, Borgo Panigale, Italia. Melalui Remote Garage, engineer di markas Ducati dapat mengakses informasi dari lintasan.
Tidak hanya itu, Ducati Lenovo Remote Garage juga membantu Ducati Corse untuk menjalankan analisis dan simulasi, serta berkolaborasi dengan sejumlah tim yang berada di lokasi balap secara real-time.
Konektivitas tersebut membantu memperpendek jeda antara munculnya kebutuhan teknis dan proses analisis. Dengan begitu, informasi yang dibutuhkan untuk mengevaluasi kondisi motor dapat tersedia lebih cepat bagi tim yang bertanggung jawab mengambil keputusan.
Menariknya, Remote Garage tidak hanya digunakan untuk mendukung operasional tim selama akhir pekan balap. Platform ini juga berperan dalam mempersiapkan generasi engineer MotoGP berikutnya.
Engineer muda Ducati dapat mempelajari alur kerja, kebutuhan analisis, serta proses pengambilan keputusan dalam lingkungan balap melalui koneksi jarak jauh sebelum terlibat langsung di lintasan.
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi Lenovo tidak hanya berkaitan dengan performa motor, tetapi juga turut mendukung dalam pengembangan talenta engineering Ducati untuk masa depan.

Lenovo ThinkSystem dan ThinkPad Dukung Analisis Data Balap
Dukungan Lenovo terhadap ekosistem balap Ducati juga terlihat di ajang WorldSBK melalui kolaborasi dengan Aruba.it Racing – Ducati. Pada musim 2026, tim tersebut menggunakan Lenovo ThinkSystem SE350 edge server dan Lenovo ThinkPad P1 mobile workstation.
Dalam satu akhir pekan balap, tim dapat menangani hingga 40 GB data. Informasi mentah tersebut perlu diproses dalam waktu terbatas, terutama ketika engineer harus mengevaluasi performa motor dan menentukan penyesuaian konfigurasi untuk sesi berikutnya.
Kombinasi edge server dan mobile workstation yang dikembangkan oleh Lenovo ini membantu tim mengolah data lebih cepat sehingga informasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar penyusunan strategi dan evaluasi teknis.
Kemampuan memproses data secara cepat menjadi krusial dalam kompetisi balap. Setiap sesi menyediakan kesempatan untuk memahami perilaku motor, mengevaluasi konfigurasi, dan menentukan penyesuaian yang diperlukan sebelum kembali ke lintasan.
Lenovo menyebut dukungan teknologinya turut menjadi bagian dari perjalanan Aruba.it Racing – Ducati pada musim 2026, ketika tim tersebut meraih WorldSBK Triple Crown. Pencapaian itu mencakup gelar juara dunia kategori pembalap, tim, dan konstruktor.
Lenovo Jadi Mitra Teknologi Ducati Hadapi Era Baru MotoGP
President Director Lenovo Indonesia, Varinderjit Singh, mengatakan kolaborasi jangka panjang dengan Ducati Corse menunjukkan bagaimana teknologi dapat membantu menjawab tantangan engineering dalam lingkungan balap yang kompetitif.
Menurutnya, peningkatan kemampuan komputasi dan teknologi kolaborasi memungkinkan Ducati menjalankan simulasi, mengolah data, serta menghubungkan engineer di berbagai lokasi secara lebih efektif.
Lenovo juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebutuhan teknis Ducati Corse, baik melalui pengolahan data di lingkungan balap maupun komputasi berperforma tinggi untuk pengembangan motor generasi berikutnya.
Peningkatan infrastruktur HPC untuk Ducati Desmosedici GP 2027 menjadi langkah terbaru dalam kolaborasi tersebut. Dengan simulasi yang lebih cepat dan kapasitas komputasi yang lebih besar, Ducati memiliki dukungan untuk mengevaluasi rancangan motor secara lebih menyeluruh dalam menghadapi regulasi MotoGP mendatang.
Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa persaingan balap modern tidak hanya ditentukan oleh kemampuan pembalap dan performa mesin. Infrastruktur komputasi, analisis data, simulasi digital, serta kemampuan tim mengambil keputusan berdasarkan informasi turut menjadi bagian penting dalam upaya meraih keunggulan di lintasan.







