<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>appdome &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/appdome/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Jan 2026 03:08:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>appdome &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Appdome Rilis Solusi AI untuk Hadapi Penipuan Seluler</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/01/05/appdome-rilis-solusi-ai-untuk-hadapi-penipuan-seluler/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 03:08:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[agentic ai]]></category>
		<category><![CDATA[appdome]]></category>
		<category><![CDATA[secops agent]]></category>
		<category><![CDATA[solusi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=25420</guid>

					<description><![CDATA[SecOps Agent bekerja secara otonom untuk memantau, mengevaluasi, melakukan penalaran, hingga melaporkan ancaman seluler tanpa campur tangan manual. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ancaman siber di ranah mobile terus meningkat seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. Menjawab tantangan tersebut, Appdome resmi meluncurkan SecOps Agent, solusi Agentic AI pertama di dunia yang dirancang khusus untuk membantu organisasi menghadapi penipuan seluler dan serangan siber secara real time.</p>



<p>Pengumuman ini disampaikan Appdome dalam ajang Black Hat Europe, salah satu konferensi keamanan siber paling bergengsi di dunia. Kehadiran SecOps Agent menjadi langkah besar dalam evolusi keamanan aplikasi mobile, terutama di tengah kompleksitas ancaman yang kian sulit ditangani dengan pendekatan manual Appdome.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="612" height="320" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image002-1.jpg" alt="" class="wp-image-25421" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image002-1.jpg 612w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image002-1-300x157.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image002-1-370x193.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image002-1-270x141.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image002-1-570x298.jpg 570w" sizes="(max-width: 612px) 100vw, 612px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">SecOps Agent Hadirkan Otomatisasi Keamanan Berbasis Agentic AI</h4>



<p>Berbeda dengan solusi SecOps konvensional, SecOps Agent bekerja secara otonom. Teknologi ini mampu memantau, mengevaluasi, melakukan penalaran, hingga melaporkan ancaman seluler tanpa campur tangan manual. </p>



<p>Bahkan, solusi kecerdasan buatan ini dapat berinteraksi secara langsung dengan tim keamanan siber, anti-penipuan, hingga manajemen risiko melalui antarmuka percakapan berbasis bahasa alami.</p>



<p>Menurut Tom Tovar, CEO dan Co-Creator Appdome, SecOps Agent dibangun di atas kumpulan data ancaman seluler terbesar di dunia. Dengan dukungan Agentic AI, miliaran sinyal ancaman dapat dianalisis hanya dalam hitungan detik, sekaligus menghasilkan insight yang relevan dan dapat langsung ditindaklanjuti Appdome.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Jawaban atas Kompleksitas Ancaman Mobile Modern</h4>



<p>Serangan mobile saat ini tidak lagi sederhana. Mulai dari malware, penipuan berbasis deepfake, social engineering, manipulasi perangkat, hingga penyalahgunaan API, seluruhnya dapat terjadi lintas aplikasi, wilayah, dan jenis perangkat. Kondisi ini membuat banyak tim mobile kesulitan memahami tingkat keparahan dan dampak bisnis dari setiap serangan.</p>



<p>SecOps Agent mengintegrasikan Agentic AI ke dalam data build aplikasi dan aliran data ancaman berkelanjutan dari ekosistem Appdome. Hasilnya, AI ini mampu mengorelasikan pola serangan, menilai risiko secara menyeluruh, serta memberikan gambaran jelas tentang postur pertahanan aplikasi mobile sebuah merek Appdome.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Fokus pada Dampak Bisnis, Bukan Sekadar Deteksi Ancaman</h3>



<p>Keunggulan utama SecOps Agent terletak pada pendekatannya yang <strong>berorientasi pada risiko dan dampak bisnis</strong>. Tidak hanya mendeteksi serangan, AI ini juga menghitung eksposur risiko, biaya per insiden, hingga dampaknya terhadap transaksi dan basis pengguna.</p>



<p>Melalui analisis lintas perangkat, versi sistem operasi, dan wilayah geografis, SecOps Agent menyajikan narasi risiko yang mudah dipahami oleh seluruh pemangku kepentingan. AI ini juga menghasilkan Mobile Risk Index<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/15.0.3/72x72/2122.png" alt="™" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />, tolok ukur yang membantu perusahaan memprioritaskan strategi pertahanan berdasarkan risiko nyata yang dihadapi bisnis mobile mereka Appdome.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Kolaborasi Tim Keamanan Jadi Lebih Efektif</h4>



<p>SecOps Agent dirancang untuk mendukung kolaborasi lintas tim di lingkungan enterprise. Seluruh laporan, peringatan, dan insight AI dapat dibagikan, dikomentari, atau ditindaklanjuti langsung di dalam platform Appdome. </p>



<p>“SecOps Agent membantu organisasi menggantikan pekerjaan manual dengan alur kerja digital yang lebih cepat dan akurat,” ujar Gil Hartman, Field CTO Appdome. “Pendekatan ini membuat respons terhadap penipuan dan serangan mobile menjadi jauh lebih efektif.”</p>



<h4 class="wp-block-heading">Keamanan Data Tetap Jadi Prioritas Utama</h4>



<p>Appdome menegaskan bahwa seluruh proses analisis SecOps Agent berjalan sepenuhnya di lingkungan enterprise, tanpa mengirim data ke model AI publik. Seluruh data ancaman dan interaksi dilindungi dengan isolasi berbasis tenant, audit trail, serta kontrol akses ketat.</p>



<p>Selain itu, Appdome menerapkan kebijakan No-Learning dan No-Retention, memastikan data pelanggan tidak digunakan untuk pelatihan AI. Pendekatan ini menjadikan SecOps Agent aman, patuh terhadap regulasi, dan siap digunakan di skala perusahaan global Appdome.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Masa Depan Keamanan Mobile Berbasis Agentic AI</h4>



<p>Peluncuran SecOps Agent menandai era baru dalam pengelolaan keamanan dan risiko bisnis seluler. Dengan kombinasi Agentic AI, analisis real time, dan fokus pada dampak bisnis, Appdome menghadirkan solusi yang relevan di tengah meningkatnya ancaman siber mobile.</p>



<p>Bagi perusahaan yang mengandalkan aplikasi mobile sebagai tulang punggung bisnis, kehadiran SecOps Agent berpotensi menjadi game changer dalam menjaga kepercayaan pengguna dan keberlanjutan bisnis digital.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Appdome: Ini Kekhawatiran Konsumen Saat Musim Belanja Liburan</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/11/30/appdome-ini-kekhawatiran-konsumen-saat-musim-belanja-liburan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 06:39:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[appdome]]></category>
		<category><![CDATA[belanja online]]></category>
		<category><![CDATA[black friday]]></category>
		<category><![CDATA[musim liburan]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian identitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=24653</guid>

					<description><![CDATA[56,7% konsumen Indonesia paling takut terhadap penipuan sintetis saat belanja lewat perangkat seluler.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Menjelang periode belanja online tersibuk dalam setahun, Appdome telah merilis laporan tahunan kelimanya, yang bertajuk &#8220;Consumer Expectations of Mobile App Security Report&#8221;.</p>



<p>Dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa penipuan sintetis, pencurian identitas, dan penipuan berbasis AI kini menjadi alasan utama konsumen Indonesia meninggalkan aplikasi seluler selama Black Friday dan musim liburan<strong>. </strong></p>



<p>Meskipun ini merupakan survei global Appdome yang ke-5, tahun ini adalah pertama kalinya konsumen Indonesia ikut disertakan. Sementara, data industri dari NordLayer, SEON, dan Kaspersky menunjukkan upaya penipuan yang terus meningkat.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="647" height="338" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002.jpg" alt="" class="wp-image-24654" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002.jpg 647w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002-300x157.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002-370x193.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002-270x141.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002-570x298.jpg 570w" sizes="(max-width: 647px) 100vw, 647px" /></figure>



<p>Tercatat, angkanya mulai dari 22% hingga lebih dari empat kali lipat selama Cyber Week saja. Riset konsumen terbaru Appdome mencerminkan meningkatnya risiko ini:</p>



<ul>
<li>56,7% konsumen Indonesia paling takut terhadap penipuan sintetis saat belanja lewat perangkat seluler</li>



<li>40,7% menghapus atau meninggalkan aplikasi karena kekhawatiran pencurian identitas.</li>



<li>75,3% telah meninggalkan aplikasi akibat masalah privasi atau keamanan.</li>
</ul>



<p>Dengan diskon besar-besaran, tekanan kecepatan, dan volume pembayaran seluler yang tinggi, konsumen kini telah memasuki musim liburan yang mereka yakini sangat rentan terhadap penipuan.</p>



<p>“AI mengubah lanskap penipuan lebih cepat daripada kemampuan bisnis seluler untuk merespons. Konsumen ingin bukti bahwa aplikasi mereka dapat menghentikan penipuan sebelum pembelian dilakukan,&#8221; ujar ,” kata Tom Tovar, Co-Creator and CEO, Appdome.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>AI Mendorong Gelombang Baru Penipuan Musim Liburan</strong></h4>



<p>Pada 2025, penipuan berbasis AI, termasuk persetujuan pembayaran deepfake, serangan vishing, dan pengambilalihan akun berbasis bot telah menjadi pemicu utama penipuan seluler selama musim liburan.</p>



<p>Riset Appdome menemukan bahwa:</p>



<ul>
<li>81,5% konsumen Indonesia melihat AI sebagai peluang, sementara 18,5% melihatnya sebagai ancaman.</li>



<li>90% berharap aplikasi dapat memblokir ancaman berbasis AI seperti bot, deepfake, impersonation, dan pengambilalihan akun.</li>



<li>72,3% merasa yakin aplikasi seluler benar-benar dapat menghentikan ancaman tersebut, jauh di atas rata-rata global.</li>
</ul>



<p>“Paradoks AI” ini memberi tekanan besar pada aplikasi perbankan, ritel, <em>fintech</em>, <em>travel</em>, dan jasa pengiriman untuk menunjukkan perlindungan in-app (di dalam aplikasi) yang jelas selama puncak musim belanja. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Pencegahan, Bukan Penggantian Kerugian, Menjadi Ekspektasi Baru</strong></h4>



<p>Selama Black Friday dan belanja akhir tahun, konsumen sangat mengharapkan aplikasi seluler untuk melindungi mereka secara proaktif:</p>



<ul>
<li>84,8% mengutamakan pencegahan penipuan sebelum terjadi, bukan penggantian kerugian setelahnya.</li>



<li>53,7% mengatakan pengembang aplikasi seluler — bukan perangkat, OS, atau operator — bertanggung jawab untuk menghentikan penipuan.</li>



<li>79,2% mengatakan privasi sangat penting, dan 8,4% menolak untuk menggunakan aplikasi tanpa perlindungan privasi yang jelas.</li>
</ul>



<p>“Belanja musim liburan adalah saat penyerang paling gencar beraksi. AI membuat pelaku kejahatan dapat meniru pengguna asli, membajak sesi, dan memicu transaksi penipuan,&#8221; ujar Jamie Bertasi, Chief Customer Officer, Appdome. </p>



<p>Ditambahkan oleh Jamie bahwa menghentikan serangan ini secara langsung di dalam aplikasi sangat penting, yang bertujuan untuk melindungi konsumen — dan pendapatan — selama musim belanja tersibuk dalam setahun ini.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Aplikasi Seluler Harus Bertindak Sebelum Pengeluaran Melonjak</strong></h4>



<p>Dengan rekor belanja seluler yang diperkirakan terjadi antara Black Friday hingga 31 Desember, temuan ini menunjukkan mandat yang jelas bagi pengembang aplikasi:</p>



<ul>
<li>Transaksi berkecepatan tinggi selama liburan sangat ideal untuk penipuan identitas sintetis dan pengambilalihan akun.</li>



<li>Penyerang menggunakan AI untuk meningkatkan skala dan mengotomatisasi penipuan seluler dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.</li>



<li>Kepercayaan konsumen dapat bergeser seketika terhadap aplikasi yang menunjukkan perlindungan yang jelas.</li>
</ul>



<p>Menurut survei tersebut, pengguna seluler jauh lebih mungkin merekomendasikan, mengulas, dan mempromosikan merek yang melindungi mereka secara nyata, terutama selama masa liburan:</p>



<ul>
<li>42,7% akan mempromosikan aplikasi yang aman di media sosial.</li>



<li>30,8% akan memberikan ulasan positif.</li>



<li>98,4% mengatakan mereka akan merekomendasikan aplikasi yang melindungi mereka.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Appdome: Ancaman Keamanan Aplikasi Seluler Kian Meningkat</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/07/19/appdome-ancaman-keamanan-aplikasi-seluler-kian-meningkat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Jul 2024 04:27:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi seluler]]></category>
		<category><![CDATA[appdome]]></category>
		<category><![CDATA[cybersecurity]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=9901</guid>

					<description><![CDATA[Survei Keamanan Konsumen Global yang dirilis Appdome mengungkapkan permintaan tertinggi untuk keamanan aplikasi seluler kian nyata.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; <a href="https://www.appdome.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Appdome</a>, platform solusi utama yang ekonomis untuk layanan pertahanan aplikasi seluler, beberapa waktu lalu telah mengumumkan hasil Survei Konsumen Global Tahunan ke-4 tentang Keamanan Aplikasi Seluler di  <a href="https://lisbon.globalappsec.org/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">konferensi OWASP Global AppSec </a>. </p>



<p>Survei tersebut mengungkap bahwa pengguna akhir perangkat seluler sangat menyadari akan meningkatnya ancaman keamanan, penipuan, dan privasi saat mereka menggunakan aplikasi seluler dan menuntut agar brand serta perusahaan seluler segera bergerak untuk menangkal segala ancaman yang ada.</p>



<p>Untuk membuat survey tahun 2024 tersebut, Appdome bermitra dengan Open Web Application Security Project (OWASP) dan menyertakan pertanyaan dalam survey tersebut yang mengukur keselarasan konsumen dengan standar <a href="https://mas.owasp.org/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">OWASP Mobile Application Security (MAS)</a> serta dengan standar anti penipuan dan tujuan siber lainnya. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="578" height="302" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/07/image002-13.jpg" alt="" class="wp-image-9902" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/07/image002-13.jpg 578w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/07/image002-13-300x157.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/07/image002-13-370x193.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/07/image002-13-270x141.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/07/image002-13-570x298.jpg 570w" sizes="(max-width: 578px) 100vw, 578px" /></figure>



<p>Suara konsumen global sudah jelas bahwa mereka tidak hanya menuntut perlindungan yang termasuk dalam standar OWASP MAS, namun data dari survey tersebut juga mengungkapkan tantangan bagi seluruh industri seluler untuk meningkatkan perlindungan aplikasi seluler yang canggih, secara global.</p>



<p>“Kami sangat bersemangat untuk menghadirkan suara konsumen ke dalam standar keamanan seluler OWASP. Ini bertujuan agar tim keamanan dan pengembangan aplikasi seluler terus memperbarui perlindungan aplikasi seluler mereka,&#8221; ujar Andrew Van Der Stock, Direktur Eksekutif OWASP. </p>



<p>Dijelasskan lebih lanjut oleh Andrew bahwa mengetahui perlindungan apa yang diharapkan oleh pengguna akhir global ketika mereka menggunakan aplikasi seluler dalam kehidupan dan pekerjaan mendukung upaya OWASP untuk memastikan perlindungan aplikasi seluler yang kuat untuk semua orang.</p>



<p>Data survei tahun 2024 menambah 120.000 lebih suara konsumen yang dikumpulkan dari 12 negara selama empat tahun terakhir, menjadikan Appdome Global Consumer Survey sebagai kumpulan data konsumen terbesar mengenai keamanan aplikasi seluler, privasi, anti-penipuan, dan vektor serangan lainnya. </p>



<p>Di sisi lain, aplikasi seluler memang telah menjadi pusat perhatian dalam kehidupan sehari-hari konsumen. Perlindungan aplikasi seluler kini menjadi hal yang penting dalam cara konsumen memilih dan menggunakannya. Juga penting dalam menentukan pilihan mereka untuk tetap menggunakan dan mempromosikan suatu brand.</p>



<p>Hal senada juga diungkap oleh Tom Tovar, salah satu pencipta dan CEO Appdome. Ia mengatakan bahwa para profesional di bidang siber telah bekerja tanpa kenal lelah untuk menjaga aplikasi, jaringan, transaksi, dan pengguna agar tetap aman.</p>



<p>Sementara itu, Tom juga mengungkapkan bahwa teknologi Kecerdasan Buatan (AI; <em>Artificial Intelligence</em>) dan serangan lainnya meningkat. Oleh karena itu, konsumen global terus bergerak maju dalam mengakui pentingnya upaya ini.</p>



<p>&#8220;Sangat jelas bahwa pengguna aplikasi seluler sangat mendukung perluasan mandat dunia maya, anti-penipuan, anti-malware, anti-bot, dan standar OWASP yang lebih tinggi, dalam aplikasi seluler sebuah brand dan perusahaan di mana pun,&#8221; jelas Tom.</p>



<p>Beberapa tren peningkatan terungkap dalam data tahun 2024, termasuk penggunaan aplikasi seluler oleh konsumen, kesadaran mereka terhadap vektor serangan seluler, meningkatnya ekspektasi akan perlindungan dalam aplikasi, dan kesediaan konsumen untuk menjadi pendukung<em> brand</em> jika dilindungi. </p>



<p>Berikut adalah beberapa ekspektasi pengguna dunia maya terhadap aplikasi seluler yang mencapai angka tertinggi dalam Survei tahun 2024:</p>



<ul>
<li><strong>Seluler vs. Web</strong>: Sebanyak 55.3% konsumen global – tingkat tertinggi yang pernah ada – mengatakan mereka lebih menggunakan aplikasi seluler daripada web, mengerdilkan preferensi untuk online/web sebesar 22,5%. Selain itu, sebesar 63,4% — tingkat tertinggi yang pernah ada — mengatakan bahwa mereka menggunakan lebih dari 6 aplikasi seluler setiap minggunya.</li>



<li><strong>Perlindungan Total:</strong> Sebanyak 99.5% konsumen global – tingkat tertinggi yang pernah ada- menuntut perlindungan total dalam aplikasi seluler termasuk data aplikasi seluler, integritas akun, login, penyimpanan data, data dalam perjalanan, perlindungan dari malware dan penipuan.</li>



<li><strong>Rekayasa Sosial:</strong>  Sebanyak 70.6% konsumen global —tertinggi yang pernah ada— pernah atau mengenal seseorang yang pernah manjadi korban rekayasa sosial atau serangan penipuan.</li>



<li><strong>Pencegahan Penipuan:</strong> Sebesar 83.5% konsumen global — tertinggi yang pernah ada—menuntut <em>brand</em> untuk secara proaktif mencegah terjadinya penipuan seluler daripada mengganti biaya yang mereka keluarkan setelah terjadinya penipuan.</li>



<li><strong>Fitur vs. Keamanan:</strong> Sebanyak 87.4% — tertinggi yang pernah ada—mengatakan bahwa perlindungan aplikasi seluler sama atau lebih penting dibandingkan fitur aplikasi seluler saat mereka memutuskan untuk menggunakan aplikasi seluler, dengan sebesar 90,6% mengatakan mereka mengevaluasi klaim keamanan brand sebelum mengunduh aplikasi seluler.</li>



<li><strong>Takut Tidak Bertindak:</strong> Jumlah konsumen global yang takut “pengembang tidak peduli” dalam melindungi aplikasi seluler telah meningkat sebesar 258%, melampaui survei empat tahun, yang berjumlah 1 dari 4 responden.</li>
</ul>



<p>Konsumen masih dalam perspektif yang kuat mengenai tren utama berikut dalam survei tahun 2024:</p>



<ul>
<li><strong>Menghargai Brand yang Aman:</strong>  Sebanyak 94.6% responden —tertinggi yang pernah ada—menyatakan mereka akan menjadi pendukung brand untuk brand ponsel yang melindungi aplikasi dan penggunaan mereka. Lebih dari separuh (53.6%) mengatakan mereka akan menggunakan bentuk dukungan tertinggi, seperti ulasan toko aplikasi dukungan media sosial.</li>



<li><strong>Konsekuensi untuk Aplikasi yang Tidak Aman:</strong>  Sebanyak 96.7% responden —tingkat tertinggi yang pernah ada— menyatakan bahwa mereka akan meninggalkan brand seluler karena gagal melindungi aplikasi dan penggunaanya, dan sebanyak 73.9% mengatakan mereka juga akan mendorong orang lain untuk meninggalkan brand seluler tersebut.</li>
</ul>



<p>“Jelas bahwa konsumen menganggap serius janji-janji merek seluler dan munculnya ancaman serangan AI. Seperti yang kita tahu, serangan berbasis AI akan membawa risiko aplikasi seluler ke tingkat yang baru,&#8221; ujar Alan Bavosa, VP Produk Keamanan di Appdome.</p>



<p>Alan juga menambahkan bahwa brand serta perusahaan seluler perlu mengubah model pengiriman siber mereka untuk menghadapi ancaman yang semakin cepat serta menjaga kepercayaan dan keterlibatan pengguna pada platform seluler.</p>



<p>Untuk mendapatkan “Survei Harapan Konsumen Global terhadap Keamanan Aplikasi Seluler” Tahunan ke-4 dari Appdome, silakan kunjungi <a href="https://www.appdome.com/mobile-consumer-cyber-security-survey-2024/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Appdome Survey</a>. Dan untuk mempelajari lebih lanjut tentang standar OWASP Mobile App Security (MAS), silakan kunjungi <a href="https://mas.owasp.org/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">OWASP MAS</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
