<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>artificial intelligence &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/artificial-intelligence/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Sep 2026 04:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>artificial intelligence &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SFT 2026 Tantang Anak Muda Pecahkan Masalah dengan Tepat</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/09/02/sft-2026-tantang-anak-muda-pecahkan-masalah-dengan-tepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 04:21:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[samsung solve for tomorrow]]></category>
		<category><![CDATA[sft 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31239</guid>

					<description><![CDATA[Memasuki tahap semifinal, sebanyak 296 peserta SFT 2026 dari 80 tim mengikuti pelatihan teknis AI Amplification.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ketika AI semakin mudah digunakan, kemampuan menggunakannya saja tidak lagi cukup. Tantangan berikutnya bagi generasi muda adalah menentukan masalah yang tepat untuk diselesaikan.</p>



<p>Tak hanya itu, mereka juga harus memahami siapa yang membutuhkan solusi AI, serta memilih teknologi yang benar-benar relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Bagi generasi muda yang ingin menciptakan inovasi, memiliki ide dan mengetahui teknologi terbaru merupakan langkah awal. </p>



<p>Namun, solusi yang memberikan dampak membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Dibutuhkan pula kemampuan untuk melihat permasalahan dari perspektif pengguna, memahami data yang tersedia, serta menentukan apakah AI memang menjadi pendekatan yang tepat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-31241" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Kebutuhan akan kemampuan tersebut menjadi semakin relevan seiring pemanfaatan AI yang terus berkembang, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemendikdasmen RI pun turut mendorong pemanfaatan AI dan coding sebagai bagian dari transformasi pendidikan. </p>



<p>Dalam Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14, Kemendikdasmen RI menyampaikan bahwa AI dan coding telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas lima SD, dengan penerapan yang terus diperkuat melalui pelatihan guru serta penyediaan sarana dan prasarana.</p>



<p>Hal ini menjadi bagian dari pembelajaran dalam Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026, program berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) yang mendorong generasi muda untuk mengembangkan solusi terhadap berbagai permasalahan di masyarakat.</p>



<p>Memasuki tahap semifinal, sebanyak 296 peserta dari 80 tim mengikuti pelatihan teknis AI Amplification, setelah melalui proses seleksi dari sekitar 4.000 pendaftar awal dan 2.600 peserta Design Thinking Workshop.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Sebelum Menggunakan AI, Kenali Dulu Masalahnya</h4>



<p>Di tengah semakin mudahnya akses terhadap AI, salah satu tantangan dalam mengembangkan inovasi adalah kecenderungan untuk memulai dari teknologi: “AI apa yang bisa digunakan?” Padahal, proses pengembangan solusi yang relevan perlu dimulai dari pertanyaan yang lebih mendasar: “Masalah apa yang ingin diselesaikan?”</p>



<p>Pendekatan inilah yang menjadi salah satu fokus dalam AI Amplification. Peserta tidak langsung diarahkan untuk memilih teknologi AI, tetapi terlebih dahulu belajar mengidentifikasi permasalahan, memahami pengguna yang terdampak, menentukan kebutuhan data, memilih pendekatan AI, serta menetapkan tujuan dan output solusi.</p>



<p>Untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan Samsung Solve for Tomorrow di Indonesia, pelatihan teknis pada tahap semifinal juga menggunakan format hybrid. Pengajar memberikan sesi pelatihan secara langsung dari kantor Samsung Indonesia, sementara peserta mengikuti pembelajaran secara online. </p>



<p>Sebanyak 80 tim semifinalis mengikuti rangkaian pelatihan teknis AI Amplification pada 14, 15, 22, dan 23 Agustus 2026.</p>



<p>“Dalam mengembangkan solusi berbasis AI, peserta perlu memahami bahwa teknologi bukanlah titik awal. Mereka perlu terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat data yang tersedia,&#8221; ujar Rahmat Fajri, AI Engineer dan pengajar Technical AI Amplification Samsung Solve for Tomorrow 2026.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dari “Punya Ide” Menjadi “Punya Solusi”</h4>



<p>Pembelajaran tersebut kemudian diterapkan langsung pada proyek masing-masing peserta. Melalui sesi hands-on dan tanya jawab, peserta menganalisis permasalahan, menentukan kebutuhan data, memilih kategori AI, menetapkan tujuan dan output, serta mempertimbangkan dampak dari solusi yang mereka kembangkan.</p>



<p>Dengan proses tersebut, peserta belajar melihat pengembangan inovasi dari perspektif yang berbeda. Ide tidak lagi berhenti pada pertanyaan apakah sebuah teknologi dapat dibuat, tetapi berkembang menjadi pertanyaan apakah solusi tersebut benar-benar dibutuhkan oleh pengguna.</p>



<p>“Di awal, banyak peserta datang dengan ide dan langsung ingin menggunakan teknologi AI tertentu. Setelah mengikuti pembelajaran, mereka mulai memahami pertanyaan yang perlu dijawab terlebih dahulu: apa masalahnya, siapa penggunanya, data apa yang tersedia, dan apakah AI merupakan solusi yang tepat,&#8221; ujar Rahmat.</p>



<p>Setelah memahami permasalahan dan cakupan solusi, peserta mempelajari AI development pipeline untuk mengembangkan prototype AI. Materinya mencakup pengolahan data, pemilihan dan pengembangan model, evaluasi hasil, fine-tuning, serta transfer learning. </p>



<p>Peserta juga mempelajari integrasi AI ke dalam produk melalui pendekatan Edge AI dan Cloud AI, sebelum menggunakan pemahaman tersebut untuk menyempurnakan Concept Paper masing-masing.</p>



<p>Pada sesi pertama, peserta juga diperkenalkan pada berbagai teknologi dan pendekatan AI, mulai dari Artificial Intelligence, Machine Learning, Deep Learning, Generative AI, Computer Vision, Natural Language Processing (NLP), predictive AI, hingga sensor-based AI, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Dengan demikian, peserta tidak hanya mempelajari cara menggunakan dan mengembangkan AI, tetapi juga bagaimana menentukan kapan AI dibutuhkan dan bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan solusi yang relevan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Skill AI Bukan Hanya Tentang Teknologi</h4>



<p>Kemampuan mengembangkan solusi berbasis AI membutuhkan perpaduan antara keterampilan teknis dan kemampuan memahami permasalahan. Seorang inovator perlu mampu melihat kebutuhan pengguna, bekerja dengan data, memilih pendekatan teknologi, serta mengkomunikasikan solusi yang dikembangkan.</p>



<p>Karena itu, Samsung Solve for Tomorrow juga mendorong pengembangan problem solving, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi, selain keterampilan teknis. Peserta tidak hanya mengembangkan ide berbasis teknologi, tetapi juga memahami bagaimana inovasi dapat memberikan manfaat bagi pengguna dan lingkungan di sekitarnya.</p>



<p>Pendekatan tersebut membantu generasi muda melihat AI bukan sekadar teknologi yang sedang berkembang, tetapi sebagai salah satu alat yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata ketika diterapkan secara tepat.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Samsung Solve for Tomorrow Dorong Generasi Muda Mengubah Masalah Menjadi Inovasi</h4>



<p>Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung memberikan kesempatan kepada siswa dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan STEM sekaligus keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk AI.</p>



<p>“Generasi muda punya potensi besar. Tugas kami adalah memberi mereka ruang, keterampilan STEM dan AI, dan kesempatan untuk menjawab tantangan nyata. Karena kami percaya, inovasi tidak lahir dari teknologi semata, tetapi dari keberanian untuk melihat masalah dengan cara yang berbeda,” ujar Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</p>



<p>Ia menambahkan bahw bukan sekadar bisa membuat, tapi tahu apa yang perlu dibuat. Melalui tahap semifinal ini, kami tidak hanya mematangkan ide para peserta, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi penggerak inovasi masa depan.</p>



<p>Setelah menyelesaikan AI Amplification, para semifinalis selanjutnya mengikuti sesi mentoring bersama para mentor untuk menyempurnakan solusi mereka. Peserta kemudian akan mengembangkan final paper, prototype, dan pitch video.</p>



<p>Selanjutnya, Samsung akan mengumumkan 10 tim terbaik dari masing-masing kategori Siswa dan Mahasiswa pada 7 Oktober 2026 untuk melaju ke babak final. Melalui perjalanan tersebut, Samsung Solve for Tomorrow mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. </p>



<p>Lebih dari itu, peserta diajak untuk lebih peka melihat masalah, memahami kebutuhan pengguna, mengolah data, dan menentukan teknologi yang tepat untuk menghasilkan solusi yang memberikan dampak.</p>



<p>Dengan mindset tersebut, AI bukan lagi sekadar teknologi yang digunakan karena sedang berkembang, tetapi menjadi alat untuk mengubah masalah yang ditemukan di sekitar menjadi inovasi yang relevan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ESET Hadirkan ESET PROTECT yang Diperkuat AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/27/perkuat-security-management-eset-hadirkan-eset-protect-didukung-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 07:34:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[eset]]></category>
		<category><![CDATA[eset protect]]></category>
		<category><![CDATA[security data]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31131</guid>

					<description><![CDATA[ESET PROTECT dirancang sebagai jawaban bagi organisasi yang ingin menyelaraskan aspek compliance dengan perlindungan data secara terpusat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Lanskap keamanan siber di Indonesia terus mengalami tekanan. Serangan siber makin agresif. Laporan terbaru dari AwanPintar.id®, pada semester 1 2026 terjadi setidaknya 16 kali serangan setiap detik. </p>



<p>Di sisi lain, organisasi berhadapan dengan tuntutan regulasi yang semakin ketat, seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), termasuk Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber yang pembahasannya makin menguat di DPR. </p>



<p>Regulasi ini disiapkan untuk memperkuat kerangka keamanan dan ketahanan siber nasional di tengah ancaman digital yang semakin kompleks. Situasi ini menjadi momentum yang tepat bagi perusahaan di Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman dan tetap compliance terhadap regulasi yang berlaku. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-31132" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-740x494.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Merespons hal ini, ESET, pemimpin global dalam keamanan siber, memperkuat Platform ESET PROTECT dengan fitur-fitur unggulan serta dukungan teknologi AI. Solusi ini dirancang sebagai jawaban bagi organisasi yang ingin menyelaraskan aspek compliance dengan perlindungan data secara terpusat, langsung dari satu konsol.</p>



<p>Platform ESET PROTECT menghadirkan konsol terpusat untuk memantau, mendeteksi, dan merespons ancaman secara real-time, dengan opsi deployment fleksibel di cloud maupun infrastruktur on-premises. </p>



<p>Platform ESET PROTECT memperkuat perlindungan dengan teknologi AI sekaligus memudahkan kebutuhan compliance melalui ratusan template dan dapat terhubung ke lebih dari 1.000 titik data. </p>



<p>&#8220;Compliance terhadap regulasi seperti UU PDP dan rancangan UU KKS bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan yang menuntut visibilitas penuh secara real-time di seluruh endpoint jaringan perusahaan,” kata Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa ESET PROTECT memadukan teknologi perlindungan berlapis yang ditenagai AI dengan dasbor terpadu untuk menambal setiap celah kerentanan sebelum sempat dieksploitasi.</p>



<p>&#8220;Tidak hanya meminimalkan risiko sanksi regulasi, platform ini sekaligus juga memperkuat benteng pertahanan perusahaan dari berbagai bentuk ancaman yang semakin canggih,&#8221; tambah Yudhi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Kontrol Terpusat, Deployment Fleksibel</h4>



<p>Di tengah ancaman siber yang semakin kompleks, perusahaan membutuhkan solusi yang tidak hanya mampu mendeteksi ancaman, tetapi juga memberikan visibilitas dan kontrol menyeluruh atas keamanan seluruh perangkat dalam jaringan. </p>



<p>Platform ESET PROTECT menjawab kebutuhan tersebut melalui satu konsol terpusat yang memungkinkan tim keamanan memantau, mendeteksi, dan merespons ancaman secara real-time, mulai dari komputer kerja, server, virtual machine, hingga perangkat seluler.</p>



<p>Melalui konsol ini, tim keamanan dapat memantau status perlindungan perangkat, baik yang berada di dalam maupun di luar jaringan kantor, sekaligus mengelola policy keamanan, pemindaian, dan update dari satu panel terpusat. </p>



<p>Dengan visibilitas yang lebih menyeluruh, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi potensi ancaman seperti malware, ransomware, dan phishing sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih serius.</p>



<p>Fleksibilitas juga menjadi bagian penting dari Platform ESET PROTECT. Perusahaan dapat memilih deployment sesuai kebutuhan, baik mengimplementasikannya di server lokal (on- premises) berbasis Windows atau Linux, maupun menjalankannya sepenuhnya melalui cloud tanpa perlu mengelola server fisik sendiri.</p>



<p>Platform ESET PROTECT menyediakan lebih dari 170 template laporan bawaan dan memungkinkan perusahaan membuat laporan khusus berdasarkan lebih dari 1.000 titik data, sehingga tim keamanan dapat menghasilkan dokumentasi yang relevan untuk kebutuhan audit dan compliance.</p>



<p>Untuk menyederhanakan tugas tim keamanan, Platform ESET PROTECT kini diperkuat teknologi AI berlapis melalui ESET LiveGuard Advanced yang menganalisis perilaku ancaman dan menyajikan ringkasan insiden secara cepat dan asisten interaktif ESET AI Advisor untuk mempermudah proses respons. </p>



<p>Menjawab maraknya penggunaan AI di lingkungan kerja, ESET juga menghadirkan ESET AI Agent Security untuk mengawasi seluruh rantai pasok komponen agent, berkolaborasi dengan ESET AI Behavioral Monitoring yang bertugas mendeteksi sekaligus memblokir tindakan mencurigakan di luar batas wewenang agent.</p>



<p>Selain itu, kebocoran data sensitif akibat penggunaan AI generatif juga dapat ditekan dengan lebih optimal berkat ESET AI Conversation Security yang mampu memitigasi risiko pembocoran data tak sengaja.</p>



<p>Disempurnakan dengan ESET AI Skills Checker, sebuah tools canggih yang menganalisis seluruh file, mengekstrak URL rujukan, hingga melakukan simulasi perilaku di lingkungan terisolasi (sandbox).</p>



<p>ESET PROTECT tersedia mulai dari ESET PROTECT Entry yang memberikan perlindungan berlapis dengan dukungan teknologi machine learning, dan ESET PROTECT Advanced yang memberikan proteksi terbaik terhadap ransomware dan ancaman zero-day dengan enkripsi data yang kuat.</p>



<p>Ada juga paket ESET PROTECT Complete yang mengamankan endpoint, aplikasi cloud, serta e-mail perusahaan. Untuk organisasi yang membutuhkan kendali lebih dalam, ESET PROTECT Enterprise mengintegrasikan teknologi Extended Detection and Response (XDR).</p>



<p>Ini berguna menyajikan visibilitas tingkat enterprise dan kemampuan threat hunting yang tangguh. Sementara itu, ESET PROTECT Elite tampil sebagai solusi pencegahan, deteksi, dan respons all-in-one kelas enterprise yang menggabungkan seluruh fitur proteksi berlapis tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Siap Hadapi Audit Lewat Prosperita Solution Day 2026</h4>



<p>Untuk membedah penerapan praktis aspek compliance dalam keamanan siber, Prosperita Group selaku distributor resmi ESET akan menggelar Prosperita Solution Day 2026, pada 2 September 2026, di Hutan Kota by Plataran, Melati Glass House, Jakarta.</p>



<p>Mengusung tema <strong>“The Compliance Blueprint: Smart IT Security Reporting for Enterprise”</strong>, acara ini akan mempertemukan jajaran C-Level, profesional IT dan keamanan siber, auditor, serta pengelola risiko di perusahaan dan instansi pemerintah.</p>



<p>Acara ini bertujuan untuk mendalami cara mengubah telemetri keamanan yang rumit menjadi kerangka kerja compliance.  Kemudian juga akan diulas bagaimana cara menyusun kerangka kerja itu menjadi laporan risiko yang lebih terukur dan mudah dipahami jajaran direksi.</p>



<p>Di acara ini, ESET juga akan meluncurkan Managed Detection &amp; Response (MDR), layanan keamanan siber 24/7 yang menggabungkan teknologi AI dan keahlian manusia untuk meningkatkan kemampuan deteksi ancaman sekaligus mempercepat respons terhadap insiden, tanpa harus punya tim spesialis keamanan siber internal. </p>



<p>Puncak acara akan diisi talk show yang menghadirkan perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kepala Bidang Keamanan Siber Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Arry Abdi Syalman, serta Chief Technology Officer (CTO) Prosperita Group Yudhi Kukuh.</p>



<p>Sesi talk show ini akan dipandu oleh Parlindungan Marius dari Steering Committee Indonesia Network Operators Group (IDNOG). Bagi praktisi dan profesional IT yang ingin bergabung di dalam acara ini, pendaftaran dapat dilakukan <a href="https://event.prosperita.co.id/psd/">di sini</a>.</p>



<p>“Kami berharap inisiatif Prosperita Solution Day 2026 dan hadirnya Platform ESET PROTECT<br>berbasis AI akan mengakselerasi ketahanan siber nasional secara menyeluruh,&#8221; kata Yudhi<br>Kukuh, memungkas.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CBN dan Alibaba Cloud Jalin Aliansi Strategis</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/26/cbn-dan-alibaba-cloud-jalin-aliansi-strategis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 11:06:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[alibaba cloud]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[cbn]]></category>
		<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31097</guid>

					<description><![CDATA[Aliansi ini mencakup dua fokus utama, yaitu pengembangan portofolio solusi AI bagi pelanggan enterprise serta modernisasi kapabilitas teknologi CBN.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; CBN secara resmi telah mengumumkan aliansi strategis jangka panjang dengan Alibaba Cloud untuk menghadirkan solusi Artificial Intelligence (AI) dan cloud bagi perusahaan di Indonesia.</p>



<p>Melalui kolaborasi ini, CBN memperluas peran menjadi Digital Infrastructure &amp; AI Solutions Provider, dengan mengintegrasikan layanan konektivitas, cloud, dan AI dalam satu ekosistem yang mendukung kebutuhan transformasi digital perusahaan.</p>



<p>Aliansi ini mencakup dua fokus utama, yaitu pengembangan portofolio solusi AI bagi pelanggan enterprise serta modernisasi kapabilitas teknologi CBN melalui pemanfaatan infrastruktur dan ekosistem Alibaba Cloud. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-1024x576.png" alt="" class="wp-image-31098" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Selain itu, kedua perusahaan ini juga akan mengembangkan berbagai layanan secara bertahap untuk membantu organisasi di Tanah Air mengadopsi AI alias kecerdasan buatan secara lebih cepat, aman, dan terukur.</p>



<p>&#8220;Artificial Intelligence kini bukan lagi sekadar teknologi baru, melainkan fondasi baru bagi cara perusahaan beroperasi,&#8221; ujar Dedy Handoko, Commerce Director CBN melalui rilis yang diterima nativzen.com</p>



<p>Ia menambahkan bahwa melalui kolaborasi ini, CBN ingin menghadirkan ekosistem AI yang dapat langsung dimanfaatkan oleh lebih dari 8.000 pelanggan enterprise CBN dan lebih dari 700.000 pelanggan consumer CBN.</p>



<p>Kolaborasi ini akan menghadirkan akses ke ekosistem Alibaba Cloud yang mencakup infrastruktur cloud, platform AI, kemampuan menjalankan berbagai model AI (AI inference), serta layanan yang mendukung pengembangan solusi AI enterprise dari hulu ke hilir (end-to-end).</p>



<p>“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah melayani pelanggan kami di Indonesia melalui layanan cloud dan AI kami yang andal,&#8221; ujar Ananda Budi, Lead Solution Architect in Indonesia, Alibaba Cloud.</p>



<p>Ia juga menambahkan bahwa diharapkan kolaborasi ini dapat menghadirkan kemampuan terdepan ini, termasuk model Qwen dan teknologi cloud canggih Alibaba Cloud, kepada berbagai organisasi di seluruh Indonesia melalui kemitraan ini.</p>



<p>Sebagai bagian dari implementasi regional, solusi AI tersebut dijalankan di atas infrastruktur Alibaba Cloud yang berada di Indonesia, sehingga memberikan latensi yang lebih rendah bagi pelanggan dibandingkan akses ke infrastruktur yang berada di wilayah yang lebih jauh.</p>



<p>Pendekatan ini tentu saja memungkinkan sejumlah perusahaan yang memanfaatkan solusi dari kolaborasi ini memperoleh performa yang lebih baik untuk berbagai kebutuhan AI sekaligus menjaga efisiensi operasional.</p>



<p>Melalui aliansi ini, CBN akan secara bertahap membangun portofolio layanan AI yang mencakup berbagai kebutuhan perusahaan, mulai dari AI Agent sebagai Digital Workforce, hingga platform AI yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Generative AI.</p>



<p>CBN juga akan menyediakan Open Router Indonesia sebagai gerbang terpadu yang memberikan akses enterprise ke berbagai model AI terkemuka melalui satu API dengan satu tagihan yang ditagihkan secara lokal.</p>



<p>Seluruh layanan tersebut dirancang untuk dapat diintegrasikan dengan sistem bisnis yang telah dimiliki pelanggan sehingga implementasi AI tidak hanya berhenti pada tahap eksperimen, tetapi dapat menjadi bagian dari proses operasional sehari-hari.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>CBN Digital Worker: Ketika AI Menjadi Bagian dari Organisasi</strong></h4>



<p>Sebagai layanan pertama yang diperkenalkan melalui kolaborasi ini, CBN menghadirkan CBN Digital Worker, sebuah platform AI yang didukung oleh teknologi Alibaba Cloud dan model Qwen.</p>



<p>Berbeda dengan chatbot konvensional, solusi ini memungkinkan perusahaan membangun tenaga kerja digital (digital workforce) sesuai struktur organisasi dan kebutuhan bisnis masing-masing.</p>



<p>CBN Digital Worker dirancang sebagai bagian dari organisasi perusahaan. Setiap digital worker memiliki jabatan, persona, tingkat kemampuan, pengetahuan (<em>knowledge base</em>), serta hak akses yang dapat dikonfigurasi sesuai fungsi dan tanggung jawabnya.</p>



<p>Perusahaan dapat menempatkan Digital Worker pada struktur organisasi kemudian memberikan tugas, menghubungkan sumber data internal, menentukan batas akses informasi, serta menerima hasil pekerjaan dalam bentuk dokumen maupun <em>deliverable</em> lainnya.</p>



<p>Platform ini juga mendukung siklus hidup tenaga kerja digital yang menyerupai pengelolaan karyawan, mulai dari proses penempatan, pelatihan, evaluasi kinerja, hingga pengembangan kemampuan sesuai kebutuhan organisasi.</p>



<p>Pendekatan tersebut memungkinkan AI tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan, tetapi menjadi bagian dari proses kerja perusahaan secara terstruktur, dengan tata kelola yang lebih baik dan pemanfaatan pengetahuan perusahaan yang lebih aman.</p>



<p>&#8220;CBN Digital Worker menyediakan tenaga kerja digital berbasis AI yang dapat ditempatkan pada fungsi bisnis tertentu, memiliki peran yang jelas, memahami pengetahuan perusahaan, serta menghasilkan pekerjaan yang dapat langsung digunakan,&#8221; tambah Dedy Handoko.</p>



<p>Saat ini, CBN Digital Worker akan tersedia dengan model berlangganan untuk pelanggan enterprise dan consumer, dan kedepannya membuka kesempatan kemitraan yang memungkinkan untuk membangun solusi AI agent mereka sendiri di atas platform tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Menggabungkan Ekosistem Alibaba Cloud dengan Pengalaman CBN di Indonesia</strong></h4>



<p>Melalui kolaborasi ini, Alibaba Cloud menghadirkan kapabilitas teknologi AI dan cloud global, sementara CBN menyediakan pengalaman lokal dalam konektivitas, implementasi solusi <em>enterprise</em>, layanan profesional, serta dukungan pelanggan di Indonesia.</p>



<p>Kombinasi tersebut diharapkan dapat mempercepat adopsi AI oleh perusahaan Indonesia dengan menghadirkan solusi yang lebih mudah diimplementasikan, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis lokal.</p>



<p>“Melalui kerja sama kami dengan CBN, kami berharap dapat membantu lebih banyak perusahaan di Indonesia memanfaatkan ekosistem AI Alibaba Cloud untuk mengembangkan aplikasi berbasis AI, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat transformasi digital,&#8221; tambah Budi.</p>



<p>Ke depan, CBN akan terus mengembangkan berbagai layanan AI bersama Alibaba Cloud untuk mendukung kebutuhan perusahaan Indonesia dalam membangun aplikasi AI, mengotomasi proses bisnis, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat inovasi di berbagai sektor industri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Cara Meta Mengubah Wajah Bisnis Digital</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/20/dari-scroll-hingga-checkout-begini-cara-meta-mengubah-wajah-bisnis-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 01:34:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis digital]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[meta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30965</guid>

					<description><![CDATA[Meta mengungkap strategi AI, kreator, affiliate, dan social commerce untuk mendorong pertumbuhan bisnis di Asia Pasifik.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar teknologi yang diuji coba, AI mulai menjadi bagian dari infrastruktur bisnis—mulai dari perencanaan kampanye, pembuatan konten, hingga layanan pelanggan.</p>



<p>Tren tersebut menjadi salah satu sorotan utama Meta dalam pemaparan pers regional yang digelar pada 18 Agustus 2026. Benjamin Joe, Vice President, Asia Pacific, Meta, mengungkap bagaimana AI, kreator, dan perdagangan berbasis media sosial semakin terhubung untuk membentuk ekosistem bisnis baru di kawasan Asia Pasifik.</p>



<p>Menurut Meta, Asia Pasifik memiliki karakteristik yang sangat mendukung perubahan tersebut. Media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat berinteraksi, tetapi juga semakin berperan sebagai ruang untuk menemukan produk, mendapatkan rekomendasi, berinteraksi dengan brand, hingga melakukan pembelian.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-30967" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-1024x683.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-300x200.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-768x512.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-1536x1025.jpeg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-2048x1366.jpeg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-370x247.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-270x180.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-570x380.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-740x494.jpeg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">AI Tak Lagi Sekadar Eksperimen</h4>



<p>Meta melihat adanya perubahan signifikan dalam cara perusahaan memandang AI. Jika sebelumnya pelaku bisnis masih bertanya “bagaimana jika AI digunakan?”, kini pertanyaannya bergeser menjadi “seberapa cepat AI dapat diintegrasikan secara menyeluruh?”.</p>



<p>Integrasi tersebut mencakup berbagai tahapan bisnis, mulai dari perencanaan kampanye dan produksi konten hingga pelayanan pelanggan. Meta juga memanfaatkan teknologi Large Language Model (LLM) untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam memprediksi dan menentukan peringkat iklan.</p>



<p>Menurut Meta, pendekatan tersebut membantu meningkatkan relevansi sekaligus konversi iklan di Facebook dan Instagram. Di sisi lain, sebanyak 9 juta usaha kecil kini telah menggunakan setidaknya satu tools kreatif berbasis AI generatif dari Meta untuk membuat iklan.</p>



<p>Adopsi fitur pembuatan gambar juga meningkat lebih dari dua kali lipat pada kuartal ini. Secara keseluruhan, Meta menyebut pendapatan perusahaan tumbuh 28 persen secara tahunan, sementara 3,6 miliar orang menggunakan setidaknya satu aplikasi Meta setiap hari.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Asia Pasifik Jadi Pasar Strategis Social Commerce</h4>



<p>Perubahan perilaku konsumen menjadi faktor penting di balik strategi Meta. Dalam Holiday Shopping Study yang dilakukan Meta bersama Ipsos, 50 persen konsumen Asia Pasifik disebut berbelanja secara online melalui media sosial. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsumen global sebesar 37 persen.</p>



<p>Momentum belanja di kawasan ini juga memiliki karakteristik tersendiri. Sebanyak 69 persen konsumen Asia Pasifik berbelanja pada momen 12.12, lebih tinggi dibanding Black Friday yang mencapai 49 persen.</p>



<p>Sementara itu, 47 persen konsumen di Asia Pasifik berbelanja pada momentum Tahun Baru, dibandingkan hanya 19 persen di Amerika Utara. Konsumen yang menemukan produk melalui platform Meta juga tercatat berbelanja 1,3 kali lebih banyak dibandingkan kawasan lain.</p>



<p>Faktor kreator juga tidak kalah penting. Tingkat kepercayaan terhadap ulasan produk dari kreator di Asia Pasifik tercatat enam poin lebih tinggi dibandingkan kawasan mana pun. Bahkan, menurut Meta, tingkat kepercayaan terhadap rekomendasi kreator di kawasan ini menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dari Livestream hingga Affiliate</h4>



<p>Meta kini membangun ekosistem yang menghubungkan proses penemuan produk dengan tindakan konsumen. Salah satunya melalui <strong>Live Video Ads</strong>, yang memungkinkan iklan hadir dalam format livestream. </p>



<p>Penayangan dapat dimulai dalam waktu sekitar dua menit tanpa biaya penjualan dari platform. Sementara itu, mayoritas audiens yang berada di kawasan Asia disebut menonton livestream setiap pekan.</p>



<p>Ekosistem tersebut kemudian diperkuat dengan program affiliate. Kreator dapat bekerja sama dengan mitra ritel dan memperoleh komisi dari produk yang mereka rekomendasikan melalui konten.</p>



<p>Program affiliate Facebook dan Instagram telah diperluas di Asia Pasifik bersama Shopee, Lazada di Asia Tenggara, serta Flipkart dan Myntra di India. Dalam setahun terakhir, lebih dari 10 juta kreator di Asia Pasifik telah menghubungkan akun Facebook mereka dengan program affiliate.</p>



<p>Dalam sebulan terakhir, kreator disebut memperoleh lebih dari US$ 24 juta dalam bentuk komisi melalui affiliate posts, termasuk Reels, di Facebook. Meta juga menghadirkan fitur tag produk, sehingga kreator dapat menandai produk secara langsung dalam post maupun Reels. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Meta Business Agent Siap Layani Pelanggan 24/7</h4>



<p>Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah <strong>Meta Business Agent</strong>, agen AI yang dirancang untuk membantu bisnis menangani pertanyaan, melakukan tindak lanjut, hingga menerima pesanan pelanggan sepanjang waktu.</p>



<p>Meta menyebut agen AI ini dapat disiapkan dalam hitungan menit dan menggunakan gaya komunikasi sesuai karakter masing-masing brand. Platform tersebut telah terintegrasi dengan sejumlah sistem, termasuk Shopify, Zendesk, dan Shopee. </p>



<p>Secara global, Meta Business Agent telah digunakan oleh 1 juta bisnis melalui WhatsApp dan Messenger dan direncanakan diperluas ke Instagram. Artinya, AI tidak hanya digunakan untuk membuat konten atau iklan, tetapi mulai mengambil peran langsung dalam perjalanan konsumen setelah mereka menemukan sebuah produk.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Keamanan Jadi Bagian dari Ekosistem Bisnis</h4>



<p>Pertumbuhan social commerce juga membawa tantangan baru, terutama terkait penipuan, keamanan, dan brand safety. Meta mengungkap telah menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan sepanjang tahun lalu dan menonaktifkan 10,9 juta akun yang terhubung dengan sindikat penipuan di Facebook dan Instagram.</p>



<p>Meta juga menyebut lebih dari 99 persen konten yang tampil berdekatan dengan iklan di Facebook, Instagram, dan Threads telah diverifikasi secara independen sebagai <em>brand-safe</em> oleh mitra pihak ketiga. Di sisi edukasi, kampanye One Step Ahead telah menjangkau lebih dari 303 juta pengguna di 18 negara Asia Pasifik.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dorong UMKM agar Ikut Masuk Era AI</h4>



<p>Meta juga menyoroti pentingnya pemerataan akses terhadap teknologi AI bagi bisnis. Melalui <strong>Small Business Growth Academy</strong>, Meta membantu UMKM mempelajari berbagai tools AI melalui lokakarya tatap muka, modul pembelajaran, serta pelatihan bersama mitra.</p>



<p>Program tersebut pertama kali diluncurkan di 12 negara Asia Pasifik. Di Thailand, program baru yang dijalankan bersama Kementerian Pertanian diperkirakan dapat mendukung lebih dari 5.000 petani.</p>



<p>Meta juga memperlihatkan potensi AI dalam meningkatkan aksesibilitas. Di Singapura, lebih dari 100 anggota komunitas tunanetra dan individu dengan gangguan penglihatan telah mencoba kacamata Ray-Ban Meta dan Oakley Meta untuk memanfaatkan AI dalam membaca menu, mengenali minuman, serta berinteraksi dengan karya seni dan foto.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Meta Ingin Menjadi Infrastruktur Pertumbuhan Bisnis</h4>



<p>Ben Joe mengatakan, jika tahun sebelumnya percakapan tentang AI masih berada pada tahap eksperimen, kini klien justru ingin mengetahui seberapa cepat AI dapat diintegrasikan ke dalam operasional mereka.</p>



<p>“Mulai dari seorang wirausahawan, pelaku usaha kecil, agensi, hingga tim marketing di dalam perusahaan bisa memiliki akses ke tools berbasis AI yang sama untuk menemukan pelanggan, mendorong penjualan, dan mengembangkan bisnis,” ujar Joe.</p>



<p>Meta melihat seluruh elemen tersebut sebagai satu ekosistem. Konsumen dapat menemukan produk melalui livestream, mendapatkan rekomendasi dari kreator, bertanya melalui chat, hingga melakukan pembelian.</p>



<p>“Ini bukan sekadar kumpulan produk. Ini adalah ekosistem yang mendorong konsumen melakukan tindakan setelah menemukan produk,” kata Joe.</p>



<p>Dengan semakin matangnya AI, meningkatnya pengaruh kreator, serta kebiasaan belanja melalui media sosial di Asia Pasifik, persaingan platform digital ke depan tampaknya tidak hanya akan ditentukan oleh siapa yang memiliki pengguna paling banyak.</p>



<p>Bagi Meta, perubahan tersebut menunjukkan bahwa masa depan perdagangan digital bukan lagi sekadar persoalan iklan. Lebih penting lagi, siapa yang mampu menghubungkan AI, kreator, brand, dan konsumen dalam satu perjalanan yang mulus—dari menemukan produk hingga akhirnya membeli.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN, Target 1 GW</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/12/indonesia-bangun-ai-factory-terbesar-di-asean-target-1-gw/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 09:47:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[ai factory]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[komdigi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30806</guid>

					<description><![CDATA[AI Factory dirancang secara khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan alias AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Indonesia mulai memasuki babak baru dalam persaingan teknologi AI di Asia Tenggara. Bukan sekadar menjadi pengguna, Indonesia kini tengah membangun fondasi infrastrukturnya sendiri melalui pengembangan AI Factory berskala gigawatt.</p>



<p>Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut pembangunan AI Factory tersebut sebagai langkah besar untuk membawa Indonesia menuju posisi AI Hub regional, dan ditargetkan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN. </p>



<p>Proyek ini tidak hanya berbicara soal pusat data dengan server dan GPU dalam jumlah besar. AI Factory diposisikan sebagai bagian dari ekosistem infrastruktur digital baru yang akan menopang kebutuhan komputasi AI, pengembangan model, hingga berbagai layanan AI untuk industri dan pemerintahan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-30808" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Targetnya Bukan Main-Main: 1 Gigawatt</h4>



<p>Pembangunan AI Factory di Indonesia ditargetkan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) atau sekitar 1.000 megawatt (MW). Dengan kapasitas tersebut, proyek ini disebut menjadi salah satu investasi infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di Asia Tenggara.</p>



<p>Tahap awalnya direncanakan dimulai pada paruh pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas sekitar 200 MW. Kapasitas tersebut nantinya menjadi fondasi untuk pengembangan skala yang lebih besar hingga mencapai target 1 GW.</p>



<p>Angka 200 MW sendiri bukan ukuran kecil. Dalam dunia AI, kapasitas listrik menjadi salah satu faktor penting karena pusat komputasi modern membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar untuk mengoperasikan GPU, sistem jaringan, penyimpanan data, serta sistem pendingin.</p>



<p>Artinya, ketika berbicara tentang AI Factory, Indonesia sebenarnya sedang membangun infrastruktur komputasi kelas industri. Ada perbedaan penting antara data center konvensional dengan konsep AI Factory.</p>



<p>AI Factory dirancang secara khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan alias AI, mulai dari training model AI, inference, generative AI, hingga aplikasi AI berskala besar yang bisa dimanfaatkan oleh inddustri dan pemerintahan.</p>



<p>Dalam proyek Indonesia, infrastruktur tersebut dikembangkan dengan teknologi NVIDIA dan konsep NVIDIA DSX AI Factory, yang mengintegrasikan komputasi terakselerasi, jaringan, daya, pendinginan, serta operasional menjadi satu sistem.</p>



<p>Dengan pendekatan tersebut, setiap megawatt listrik yang tersedia dapat dioptimalkan untuk menghasilkan kapasitas komputasi AI semaksimal mungkin. Hal ini menjadi penting karena kebutuhan komputasi AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan pusat data tradisional.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Zankore by Indosat Jadi Bagian Penting Ekosistem</h4>



<p>Pengembangan infrastruktur AI tersebut juga berkaitan erat dengan hadirnya Zankore by Indosat, yang dikembangkan untuk membangun platform infrastruktur AI generasi berikutnya di kawasan Asia Tenggara.</p>



<p>Zankore menargetkan kapasitas AI Factory hingga 1 GW, dengan deployment awal sekitar 200 MW pada paruh pertama 2027. Infrastruktur tersebut menggunakan NVIDIA DSX dan dirancang untuk melayani kebutuhan hyperscaler, enterprise, pemerintah, maupun inovator AI.</p>



<p>Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah pemain teknologi global, termasuk Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Kombinasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan AI di Indonesia mulai bergerak.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Kenapa Indonesia Harus Punya AI Factory?</h4>



<p>Pertanyaannya kemudian: mengapa Indonesia membutuhkan infrastruktur AI sebesar itu?Jawabannya sederhana: AI membutuhkan compute. Model AI generatif modern tidak cukup hanya mengandalkan software. </p>



<p>Di belakang chatbot, AI agent, computer vision, autonomous system, dan berbagai aplikasi AI terdapat kebutuhan komputasi yang sangat besar. Tanpa infrastruktur komputasi yang memadai, negara akan terus bergantung pada kapasitas cloud dan infrastruktur AI yang berada di luar negeri.</p>



<p>Karena itu, pembangunan AI Factory dapat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kedaulatan digital Indonesia. Indonesia tidak hanya ingin menggunakan model AI buatan pihak lain, tetapi juga membangun lingkungannya sendiri.</p>



<p>Oleh karena itu, AI Factory memungkinkan perusahaan, developer, peneliti, pemerintah, dan startup lokal untuk mengembangkan teknologi AI lebih lanjut dengan dukungan compute yang tersedia di dalam negeri.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Membuka Peluang untuk Startup dan Developer</h4>



<p>Dampaknya juga berpotensi terasa hingga ekosistem startup. Selama ini, keterbatasan akses terhadap GPU dan biaya komputasi menjadi salah satu tantangan bagi perusahaan rintisan yang ingin mengembangkan model AI.</p>



<p>Dengan hadirnya infrastruktur AI berskala besar di Indonesia, peluang untuk mengembangkan aplikasi dan model AI lokal dapat semakin terbuka. Mulai dari AI untuk layanan publik, kesehatan, pendidikan, manufaktur, perbankan, pertanian, hingga industri kreatif berpotensi mendapatkan dukungan komputasi yang lebih besar.</p>



<p>Pada akhirnya, yang dibangun bukan hanya gedung berisi server. Yang sedang dibangun di Indonesia adalah ekosistem ekonomi baru berbasis AI sehingga benar-benar membuka peluang untuk developer hingga startup.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Persaingan AI ASEAN Makin Panas</h4>



<p>Langkah Indonesia juga terjadi ketika negara-negara Asia berlomba membangun kapasitas AI domestik. Korea Selatan, misalnya, juga tengah mempercepat pembangunan sovereign AI infrastructure dengan target kapasitas besar. </p>



<p>Tren ini menunjukkan bahwa AI mulai dipandang sebagai infrastruktur strategis sebuah negara, sama pentingnya dengan jaringan telekomunikasi, energi, dan pusat data. Bagi Indonesia, momentum ini cukup penting.</p>



<p>Dengan jumlah penduduk besar, pasar digital yang luas, serta kebutuhan AI yang terus meningkat, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pasar komputasi AI terbesar di kawasan.</p>



<p>Namun, untuk benar-benar menjadi AI Hub ASEAN, membangun GPU cluster saja tentu tidak cukup. Indonesia juga membutuhkan talenta AI, model bahasa lokal, regulasi yang adaptif, keamanan siber, energi yang andal, jaringan berkecepatan tinggi, serta ekosistem startup dan industri yang mampu memanfaatkan kapasitas tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tantangan Besarnya Justru Setelah AI Factory Dibangun</h4>



<p>Target 1 GW terdengar spektakuler. Tetapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana memastikan kapasitas tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor utama. </p>



<p>Begitu pula dengan pendinginan, jaringan fiber, pasokan GPU, keamanan data, serta keberlanjutan operasional pusat komputasi. Di sisi lain, Indonesia harus memastikan pembangunan infrastruktur tersebut menghasilkan nilai ekonomi nyata.</p>



<p>Jangan sampai Indonesia hanya menjadi tempat berdirinya AI Factory, tetapi sebagian besar nilai tambah dan inovasinya tetap dihasilkan di luar negeri. Karena itu, pembangunan AI Factory perlu berjalan beriringan dengan investasi pada talenta digital, riset AI, startup, industri, dan pengembangan model AI lokal.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dari Konsumen AI Menjadi Pemain AI</h4>



<p>Pernyataan Menkomdigi mengenai AI Hub regional sebenarnya membawa pesan yang lebih besar. Indonesia sedang mencoba mengubah posisi dari negara yang hanya mengonsumsi teknologi AI menjadi negara yang ikut membangun infrastrukturnya.</p>



<p>Jika target 1 GW dapat direalisasikan secara bertahap, ditambah ekosistem talenta, startup, riset, konektivitas, dan regulasi yang mendukung, Indonesia berpeluang memainkan peran yang jauh lebih besar dalam peta AI Asia Tenggara.</p>



<p>Tahap awal sekitar 200 MW pada 2027 akan menjadi pembuktian penting. Sebab dalam perlombaan AI global, siapa yang memiliki model terbaik memang penting. Tetapi siapa yang memiliki compute, data, energi, talenta, dan ekosistem juga akan menentukan siapa yang mampu menjadi pemain utama.</p>



<p>Dan kini, Indonesia tampaknya ingin ikut masuk ke arena tersebut!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebocoran Data di ASEAN Tembus US$ 4,12 Juta</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/12/kebocoran-data-di-asean-tembus-us-412-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 08:58:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[kebocoran data]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[serangan siber]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30797</guid>

					<description><![CDATA[Serangan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan risiko sektor infrastruktur vital makin mengkhawatirkan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ancaman keamanan siber di kawasan ASEAN memasuki fase baru. Bukan hanya jumlah serangan yang meningkat, tetapi kecerdasan buatan (AI) kini ikut dimanfaatkan untuk mempercepat dan memperluas serangan terhadap organisasi.</p>



<p>Studi IBM 2026 Cost of a Data Breach mengungkap, rata-rata kerugian akibat kebocoran data di ASEAN mencapai US$ 4,12 juta pada 2026. Hampir 3 dari 10 organisasi yang mengalami insiden pelanggaran data akibat serangan siber mengaku bahwa serangan tersebut memanfaatkan AI.</p>



<p>Temuan ini menjadi alarm serius bagi perusahaan dan organisasi yang semakin bergantung pada sistem digital. Pasalnya, AI tidak lagi hanya digunakan untuk meningkatkan produktivitas bisnis, tetapi juga mulai dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk membuat serangan lebih cepat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-30799" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-740x493.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">AI Jadi Senjata Baru dalam Serangan Siber</h4>



<p>Dalam laporannya IBM menemukan adanya perbedaan signifikan antara organisasi yang telah mengadopsi AI dan otomatisasi keamanan dengan organisasi yang belum menggunakan teknologi tersebut.</p>



<p>Organisasi yang telah memanfaatkan AI dan otomatisasi keamanan secara luas mencatat rata-rata kerugian kebocoran data sebesar US$ 3,66 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan US$ 4,86 juta pada organisasi yang belum menggunakan teknologi tersebut.</p>



<p>Tidak hanya mengurangi kerugian, teknologi tersebut juga membantu organisasi mendeteksi dan menangani insiden 123 hari lebih cepat. Artinya, ketika serangan siber semakin pintar karena AI, organisasi juga perlu menggunakan AI sebagai bagian dari sistem pertahanannya.</p>



<p>“Dengan semakin luasnya pemanfaatan AI alias kecerdasan buatan, serangan siber kini dapat dilakukan tidak hanya lebih murah, tetapi juga lebih cepat,” ujar Catherine Lian, General Manager IBM ASEAN. </p>



<p>Menurutnya, kondisi tersebut membuat investigasi kebocoran data semakin sulit, sementara semakin lama proses penanganan dilakukan, semakin besar pula dampak dan biaya yang harus ditanggung.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sektor Keuangan Jadi yang Paling Mahal</h2>



<p>Risiko serangan siber ternyata tidak merata. Sektor yang menangani data sensitif dan menjadi bagian penting dari infrastruktur digital mencatat potensi kerugian paling besar. Berikut tiga sektor dengan rata-rata biaya kebocoran data tertinggi di ASEAN:</p>



<ul>
<li><strong>Jasa keuangan:</strong> US$ 6,53 juta</li>



<li><strong>Industri:</strong> US$ 5,99 juta</li>



<li><strong>Komunikasi:</strong> US$ 4,28 juta</li>
</ul>



<p>Angka tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur vital menjadi salah satu target paling strategis bagi serangan siber. Bagi perusahaan di sektor-sektor tersebut, kebocoran data bukan sekadar persoalan kehilangan informasi. </p>



<p>Gangguan operasional, investigasi, pemulihan sistem, hingga hilangnya kepercayaan pelanggan dapat memperbesar dampak finansial. Ditambah, serangan tersebut dilakukan para penjahat dunia maya menggunakan AI. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Identitas dan Akun Valid Masih Jadi Titik Lemah</h4>



<p>Menariknya, teknologi AI bukan satu-satunya persoalan. Serangan yang mengeksploitasi identitas juga masih menjadi salah satu vektor dengan biaya tertinggi. IBM mencatat rata-rata biaya kebocoran lebih dari US$ 4,5 juta di ASEAN.</p>



<p>Ini memperlihatkan bahwa keamanan siber tidak cukup hanya mengandalkan firewall atau antivirus. Pengamanan identitas, akses pengguna, autentikasi, serta pemantauan aktivitas mencurigakan menjadi semakin penting.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Enkripsi Data Masih Jadi Pekerjaan Rumah</h4>



<p>Di tengah berkembangnya ancaman berbasis AI dan munculnya potensi ancaman kuantum, perlindungan data sensitif juga masih menghadapi tantangan. Studi tersebut menemukan hanya <strong>29% organisasi</strong> yang menyatakan data sensitif mereka telah dienkripsi.</p>



<p>Kondisi ini menjadi pengingat bahwa strategi keamanan data harus dibangun berlapis. Enkripsi, pengelolaan kunci, pengujian keamanan, hingga otomatisasi respons insiden perlu berjalan sebagai satu ekosistem.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Perusahaan Mulai Lebih Proaktif</h4>



<p>Kabar baiknya, organisasi di ASEAN mulai menyadari bahwa menunggu serangan terjadi bukan lagi strategi yang ideal. Sebanyak 71% organisasi di ASEAN menyatakan berencana meningkatkan investasi pada perangkat keamanan dan tata kelola setelah mengalami kebocoran data.</p>



<p>Secara global, riset lanjutan Ponemon Institute juga menunjukkan 85% organisasi yang memahami kemampuan model frontier AI dalam mendukung serangan siber berencana meningkatkan investasi keamanan.</p>



<p>Tren tersebut memperlihatkan pergeseran pendekatan yang dilakukan oleh sejumlah organisasi, yakni dari sekadar bereaksi setelah serangan menjadi membangun pertahanan sebelum serangan terjadi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">AI Harus Diamankan Seagresif Saat Diadopsi</h4>



<p>Laporan IBM memperlihatkan satu pesan penting, yakni AI atau yang sering disebut kecerdasan buatan bukan hanya alat produktivitas, tetapi juga telah menjadi bagian dari medan perang keamanan siber.</p>



<p>Ketika pelaku ancaman menggunakan AI untuk mempercepat serangan, organisasi perlu mengimbanginya dengan AI untuk mendeteksi anomali, mengotomatisasi respons, memperkuat pemantauan identitas, serta mempercepat investigasi.</p>



<p>Investasi pada simulasi serangan, orkestrasi dan otomatisasi keamanan, serta pengelolaan siklus hidup kunci enkripsi juga disebut-sebut sangat berkaitan erat dengan penurunan biaya kebocoran data.</p>



<p>Studi Cost of a Data Breach 2026 disusun Ponemon Institute dan disponsori serta dianalisis oleh IBM. Untuk kawasan ASEAN, penelitian mencakup data dari 26 organisasi yang diteliti antara Maret 2025 hingga Februari 2026.</p>



<p>Pada akhirnya, pertanyaannya bukan lagi apakah perusahaan akan menghadapi ancaman berbasis AI. Pertanyaannya adalah seberapa siap organisasi ketika serangan tersebut benar-benar datang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ITSEC Asia Luncurkan ITSEC Cyber &#038; AI Academy</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/10/itsec-asia-luncurkan-itsec-cyber-ai-academy/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 10:35:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[academy]]></category>
		<category><![CDATA[ai academy]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[cybersecurity]]></category>
		<category><![CDATA[itsec asia]]></category>
		<category><![CDATA[itsec cyber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30756</guid>

					<description><![CDATA[Academy ini hadir untuk memperkuat talenta cybersecurity dan AI Indonesia melalui pembelajaran berbasis praktik, dan pengalaman dunia nyata.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; ITSEC Asia resmi meluncurkan ITSEC Cyber &amp; AI Academy di kantor pusat ITSEC Asia, Jakarta. Academy ini hadir untuk memperkuat talenta cybersecurity dan AI Indonesia melalui pembelajaran berbasis praktik, pengalaman dunia nyata dan teknologi yang dirancang untuk kebutuhan profesional dan organisasi.</p>



<p>Percepatan digitalisasi dan adopsi artificial intelligence (AI) membuat kebutuhan terhadap talenta yang mampu mengembangkan sekaligus mengamankan teknologi semakin besar. Organisasi membutuhkan profesional yang dapat menghadapi ancaman siber, menguji ketahanan sistem, membangun solusi berbasis AI serta memahami aspek keamanan dan tata kelola teknologi.</p>



<p>Kondisi tersebut menempatkan pengembangan talenta cybersecurity dan AI sebagai bagian dari kesiapan Indonesia menghadapi ekonomi digital. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan talenta digital dan AI untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-30758" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-1024x768.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-300x225.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-768x576.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-370x278.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-270x203.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-570x428.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-740x555.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-80x60.jpg 80w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>“Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini kita baru memiliki sekitar 3 juta. Kesenjangan ini tidak dapat diatasi oleh pemerintah sendiri,&#8221; ujar Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.</p>



<p>Nezar Patria menambahkan bahwa dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri dan institusi pendidikan untuk menyiapkan talenta yang dibutuhkan Indonesia di tengah pertumbuhan ekonomi digital. </p>



<p>Inisiatif yang disodorkan oleh ITSEC Asia seperti ITSEC Cyber &amp; AI Academy dapat menjadi bagian dari upaya tersebut dengan memperkuat kesiapan talenta di bidang cybersecurity dan AI,” tambah Nezar Patria.</p>



<p>Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah membangun pengalaman dalam membantu organisasi menghadapi berbagai tantangan cybersecurity. Melalui ITSEC Cyber &amp; AI Academy, pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi pembelajaran yang dirancang untuk membantu profesional mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.</p>



<p>&#8220;Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah berada di garis depan cybersecurity. Sekarang kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan talenta yang akan menjadi bagian dari generasi berikutnya,&#8221; ujar Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia.</p>



<p>Ditambahkan oleh Patrick bahwa tantangan cybersecurity dan AI terus berkembang. Karena itu, kita membutuhkan lebih banyak profesional yang mampu memahami teknologi secara praktis, mengamankannya dan menggunakannya secara bertanggung jawab.</p>



<p>Dengan filosofi <strong>&#8220;We don&#8217;t just train defenders. We create them.&#8221;</strong>, Academy menggunakan pendekatan practitioner-led yang menempatkan pengalaman praktis sebagai bagian utama dari proses pembelajaran. </p>



<p>Seperti dikatakan Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bentuk data. Namun, data baru menjadi kekuatan strategis ketika kita memiliki kemampuan melindunginya dan menggunakannya dengan tepat. </p>



<p>&#8220;AI dapat membantu kita menyelesaikan berbagai persoalan yang relevan bagi Indonesia, tetapi hal tersebut membutuhkan talenta yang memahami teknologi sekaligus data yang menjadi dasarnya,” ujar Stella Christie.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Defend &amp; Attack. Build &amp; Govern.</strong></h4>



<p>ITSEC Cyber &amp; AI Academy memiliki dua fokus utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kompetensi di era digital, yakni:</p>



<p><strong>Cybersecurity Academy:</strong> Defend &amp; Attack membangun kemampuan untuk memahami, menguji, mempertahankan dan merespons ancaman siber. Pendekatan ini memberikan peserta perspektif defensif dan ofensif agar mereka memahami bagaimana sistem dilindungi sekaligus bagaimana kerentanan dapat ditemukan dan diuji.</p>



<p><strong>AI Academy:</strong> Build &amp; Govern berfokus pada kemampuan membangun, menerapkan dan mengelola teknologi AI dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan tata kelola. Pendekatan ini menjawab kebutuhan organisasi yang semakin banyak menggunakan AI dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan.</p>



<p>Sementara itu, Yulius C. Rusli, President Director ITSEC Cyber &amp; AI Academy, mengatakan bahwa pendekatan Academy dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi profesional di lapangan.</p>



<p>&#8220;Melalui inisiatif yang ditawarkan, kami membangun Academy dengan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Oleh karena itu, peserta tidak hanya mempelajari konsep cybersecurity dan AI,&#8221; ujar Yulius.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa peserta juga akan mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan melalui asesmen, pembelajaran adaptif dan simulasi yang dirancang menyerupai kondisi yang mereka hadapi dalam pekerjaan.</p>



<p>&#8220;Ekosistem teknologi seperti AKSI, CAKRA, SAKTI, PERISAI dan JAGA memungkinkan kami membangun perjalanan pembelajaran yang lebih terukur, mulai dari mengidentifikasi kompetensi hingga menguji kemampuan dalam skenario yang realistis,&#8221; tambah Yulius.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Didukung Ekosistem Teknologi dari Asesmen hingga Simulasi</strong></h4>



<p>Untuk mendukung perjalanan pembelajaran tersebut, ITSEC Cyber &amp; AI Academy menghadirkan ekosistem teknologi yang mencakup asesmen, pembelajaran, pengembangan kompetensi, simulasi dan cyber awareness.</p>



<p>AKSI (Asesmen Kompetensi Sistematis dan Integratif) digunakan untuk mengidentifikasi kompetensi kandidat, termasuk kemampuan teknis, aptitude dan soft skills. CAKRA (Capaian Akademik Kompetensi Siber Resiliensi Akselerasi) mendukung pengelolaan pembelajaran dan kompetensi dalam satu lingkungan pembelajaran.</p>



<p>Untuk pembelajaran berbasis AI, SAKTI (Sistem AI untuk Kompetensi, Teknologi, dan Inovasi) menyediakan jalur pembelajaran adaptif untuk AI, cybersecurity, intelligence, data dan programming, termasuk evaluasi yang dipersonalisasi serta fitur proctoring dan anti-cheating.</p>



<p>PERISAI (Platform Emulasi Realistik untuk Intelijen Siber dan Ancaman Infrastruktur) menyediakan cyber range berbasis AI untuk mensimulasikan skenario cybersecurity, AI security dan intelligence. </p>



<p>Sementara itu, JAGA (Jaringan Awareness dan Governance untuk Aset Nasional) mendukung kebutuhan cyber awareness organisasi melalui simulasi phishing berbasis AI, pelatihan interaktif dan analitik kinerja.</p>



<p>Ekosistem tersebut memungkinkan Academy mampu untuk menghubungkan proses asesmen, pembelajaran, praktik, simulasi dan evaluasi dalam satu perjalanan pengembangan kompetensi para peserta.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Membangun Pipeline Talenta untuk Indonesia</strong></h4>



<p>Peluncuran ITSEC Cyber &amp; AI Academy menjadi bagian dari perluasan kontribusi ITSEC Asia terhadap ekosistem digital Indonesia. Pengembangan talenta cybersecurity dan AI membutuhkan kolaborasi.</p>



<p>Tidak hanya berkolaborasi dengan sesama industri, tetapi juga menggandeng pemerintah, institusi pendidikan dan komunitas teknologi agar kemampuan profesional dapat terus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.</p>



<p>Membawa pengalaman 16 tahun di bidang cybersecurity ke dalam pendidikan dan pengembangan kompetensi, ITSEC Asia ingin membantu memperkuat pipeline talenta yang dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi ancaman siber sekaligus memanfaatkan AI secara aman dan bertanggung jawab.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>ITSEC CyberTalent: Mendukung Talenta Muda Indonesia</strong></h4>



<p>Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui ITSEC CyberTalent, sebuah inisiatif yang mendukung talenta muda Indonesia dengan potensi di bidang cybersecurity melalui akses terhadap pembelajaran, pendampingan dan pengalaman industri.</p>



<p>Pada peluncuran ITSEC Cyber &amp; AI Academy, ITSEC Asia juga memberikan dukungan kepada Ibrahim Al Abrar, pelajar asal Boyolali, Jawa Tengah, yang menerima Letter of Appreciation dari National Aeronautics and Space Administration (NASA).</p>



<p>Seperti yang sudah diketahui bersama, Ibrahim berhasil menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada salah satu sistem publik NASA melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP). </p>



<p>Dukungan yang diberikan meliputi perangkat pendukung untuk menunjang pembelajaran cybersecurity, sesi pelatihan privat bersama para ahli cybersecurity ITSEC Asia serta kesempatan menjalani program magang di ITSEC Asia setelah memenuhi persyaratan yang berlaku.</p>



<p>&#8220;Melalui ITSEC CyberTalent, kami ingin membantu talenta muda Indonesia terus berkembang sehingga mereka dapat berkontribusi bagi keamanan digital Indonesia di masa depan,&#8221; ujar Patrick Dannacher.</p>



<p>ITSEC Cyber &amp; AI Academy akan terus mengembangkan program pembelajaran, memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi serta menghadirkan berbagai inisiatif pengembangan talenta untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia cybersecurity dan AI di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>33% Pekerja Indonesia Berada di Garis Depan Adopsi AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/07/01/33-pekerja-indonesia-berada-di-garis-depan-adopsi-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 01:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<category><![CDATA[work trend index 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=29928</guid>

					<description><![CDATA[Temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja Indonesia semakin matang dalam menggunakan AI atau yang sering disebut kecerdasan buatan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Microsoft telah membagikan temuan terbaru dari laporan Work Trend Index 2026 yang menunjukkan bahwa Indonesia berada di garis depan dalam pemanfaatan AI di dunia kerja. </p>



<p>Sebanyak 33% pekerja Indonesia kini masuk kategori Frontier Professionals, yaitu kelompok pengguna AI tingkat lanjut dalam riset ini dan lebih dari dua kali lipat rata-rata global yang berada di angka 16%. </p>



<p>Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja Indonesia tidak hanya cepat mengadopsi AI, tetapi juga mulai menggunakannya untuk menghasilkan nilai kerja yang lebih tinggi secara lebih terarah dan bertanggung jawab.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-1024x576.png" alt="" class="wp-image-29936" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Di tengah percepatan penggunaan AI generatif secara global, temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja Indonesia semakin matang dalam menggunakan AI atau yang sering disebut kecerdasan buatan.</p>



<p>Tidak hanya untuk menyelesaikan tugas sederhana atau mempercepat pekerjaan administratif, tetapi mulai mengintegrasikannya ke dalam proses kerja untuk memperluas kapasitas analisis, mempercepat pengembangan ide, serta menghasilkan output yang lebih kompleks dan bernilai.</p>



<p>Dampaknya pun nyata. Sebanyak 72% pengguna AI di Indonesia menyatakan bahwa mereka kini dapat menghasilkan pekerjaan yang tidak dapat mereka hasilkan satu tahun lalu, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 58%. </p>



<p>Di antara Frontier Professionals, angka ini meningkat menjadi 82%, memperlihatkan bahwa penggunaan AI yang lebih maju berhubungan dengan kemampuan menciptakan output yang lebih kompleks dan bernilai lebih tinggi.</p>



<p>Namun, penting untuk dicatat bahwa kemajuan ini tidak berjalan dengan mengorbankan peran manusia. Sebaliknya, semakin dalam AI masuk ke dalam alur kerja, semakin penting pula kemampuan manusia untuk mengarahkan, menilai, dan mengambil keputusan. </p>



<p>Ketika ditanya keterampilan apa yang semakin penting di era AI, responden di Indonesia menempatkan berpikir kritis (62% vs. 46%), yaitu kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif, dan kendali kualitas terhadap output AI (60% vs. 50%) sebagai prioritas utama – melampaui rata-rata global.&nbsp;</p>



<p>Pendekatan ini juga tercermin dalam pola penggunaan AI sehari-hari. Sebanyak 93% pengguna AI di Indonesia memperlakukan output AI sebagai titik awal, bukan jawaban akhir, sekaligus tetap menempatkan dirinya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proses berpikir dan hasil akhir pekerjaan. </p>



<p>Angka ini berada di atas rata-rata global sebesar 86%, menegaskan bahwa pekerja Indonesia tidak melihat AI sebagai pengganti pemikiran manusia, melainkan sebagai mitra untuk memperkuat kualitas kerja, serta menunjukkan tingkat kesadaran tinggi akan pentingnya penggunaan AI yang bertanggung jawab.</p>



<p>“Temuan Work Trend Index 2026 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk memimpin fase berikutnya dalam transformasi AI di dunia kerja,&#8221; ujar&nbsp;Fiki Setiyono, Senior Cloud &amp; AI Platform GTM, Microsoft ASEAN.</p>



<p>Fiki menambahkan bahwa yang menonjol bukan hanya kecepatan adopsinya, tetapi juga kedewasaan pekerja Indonesia dalam menggunakan AI — dengan tetap menempatkan penilaian manusia, kendali kualitas, dan tanggung jawab sebagai pusat dari cara kerja mereka,.</p>



<p>“Peluang ke depan bukan sekadar menggunakan AI lebih luas, tetapi memanfaatkannya dengan lebih strategis untuk merancang ulang cara kerja, memperkuat pengambilan keputusan, dan membuka nilai baru bagi organisasi maupun perekonomian digital Indonesia,&#8221; tambah Fiki.</p>



<p>Di sisi lain, laju perubahan ini juga menciptakan urgensi baru bagi pekerja dan organisasi. Sebanyak 85% pengguna AI di Indonesia mengatakan mereka khawatir tertinggal apabila tidak cepat beradaptasi dengan AI, lebih tinggi dari angka global sebesar 65%. </p>



<p>Namun, tekanan ini diikuti dengan keterbukaan untuk mengeksplorasi cara kerja baru, termasuk memanfaatkan AI untuk merancang ulang proses kerja. Bagi organisasi, tantangan berikutnya adalah mengubah kesiapan individu menjadi transformasi yang dapat dikembangkan pada skala yang jauh lebih besar. </p>



<p>Di Indonesia, indikator awal sudah terlihat: sebanyak 42% pengguna AI menilai bahwa pimpinan mereka telah memiliki keselerasan yang jelas dan konsisten terkait AI. Sementara itu, 41% mengatakan upaya reinvensi tetap dihargai meskipun belum langsung membuahkan hasil, hampir tiga kali lipat dibandingkan angka global sebesar 13%.</p>



<p>Temuan ini memberikan sinyal positif bahwa Indonesia tidak hanya memiliki tenaga kerja yang siap menggunakan AI, tetapi juga mulai membangun fondasi organisasi untuk mendorong transformasi yang lebih luas, dari tingkat individu menuju perubahan cara kerja di level perusahaan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana AI Membantu Organisasi Merancang Ulang Cara Kerja</strong></h4>



<p>Seiring organisasi mulai bergerak dari adopsi menuju reinvensi, peran AI juga berkembang. AI tidak lagi hanya dipandang sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian dari cara organisasi merancang ulang proses kerja, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.</p>



<p>Transformasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini juga sudah terlihat dalam berbagai sektor di Indonesia, termasuk sektor jasa keuangan yang memiliki standar tinggi terhadap kepercayaan, keamanan, dan kepatuhan. </p>



<p>Salah satu contohnya adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI, bank syariah terbesar di Indonesia, yang bekerja sama dengan Microsoft untuk membangun tempat kerja digital yang lebih terintegrasi dan mengadopsi AI secara bertanggung jawab melalui Microsoft 365 Copilot.</p>



<p>Di lingkungan kerja sehari-hari, BSI memanfaatkan&nbsp; Microsoft 365 Copilot dan Copilot Chat untuk mendukung berbagai aktivitas karyawan, mulai dari penyusunan dokumen, analisis informasi, hingga pengelolaan komunikasi internal. </p>



<p>Karena Copilot hadir dalam ekosistem Microsoft 365 yang telah digunakan dalam pekerjaan sehari-hari — termasuk Microsoft Teams, SharePoint, dan OneDrive — AI dapat diakses dalam alur kerja yang sudah akrab bagi karyawan, sehingga kolaborasi dan penyelesaian pekerjaan jadi lebih efisien dan terstruktur.</p>



<p>Bagi BSI, penggunaan AI bukan hanya tentang efisiensi operasional. AI menjadi&nbsp;<em>enabler</em>&nbsp;strategis yang membantu organisasi mengelola kompleksitas bisnis, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, dan memperkuat proses kerja agar lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah. </p>



<p>Di saat yang sama, transformasi pemanfaatan AI ini tetap dibangun di atas prinsip keamanan, tata kelola informasi, dan kepatuhan regulasi — aspek yang sangat penting bagi industri perbankan.</p>



<p>“Bagi kami, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan bukan lagi sekadar upaya meningkatkan efisiensi operasional,&#8221; ujar Agus Setiawan, Security Identity, Application, &amp; Data Management Departement Head, BSI.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa AI telah menjadi&nbsp;enabler&nbsp;strategis yang membantu BSI mengelola kompleksitas bisnis, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, serta memastikan proses kerja berjalan lebih terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan nasabah.</p>



<p>Kisah BSI mencerminkan arah yang juga terlihat dalam Work Trend Index 2026: nilai AI terbesar akan muncul ketika teknologi digunakan untuk memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikannya. </p>



<p>Dengan AI mengambil sebagian beban eksekusi dan rutinitas, pekerja dapat semakin fokus pada aktivitas bernilai strategis seperti analisis bisnis, pengembangan layanan, pengambilan keputusan, dan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan.</p>



<p><strong><em>Baca kisah lengkap transformasi AI BSI bersama Microsoft 365 Copilot&nbsp;<a href="https://news.microsoft.com/source/asia/2026/06/04/ketika-ai-menjadi-mitra-strategis-bsi-mewujudkan-masa-depan-perbankan-syariah-modern-melalui-microsoft-365-copilot/?lang=id" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><u>di sini.</u></a></em></strong></p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Menuju Masa Depan Kerja di Indonesia</strong></h4>



<p>Sejalan dengan temuan Work Trend Index 2026, Microsoft juga memperluas kapabilitas Microsoft 365 Copilot yang terus dikembangkan melalui Copilot Cowork yang kini telah tersedia secara umum. </p>



<p>Pembaruan ini dirancang oleh Microsoft untuk membantu organisasi bergerak dari penggunaan AI pada tugas-tugas yang terpisah menuju pekerjaan yang lebih terkoordinasi, bertahap, dan lintas sistem.</p>



<p>Dengan hadirnya Copilot Cowork Mobile untuk iOS dan Android, karyawan dapat mengakses dan melanjutkan alur kerja berbasis AI melalui perangkat seluler. Selain itu, ekosistem plugin yang terus berkembang memungkinkan Copilot Cowork terhubung dengan lebih banyak alat dan data organisasi.</p>



<p>Ini termasuk plugin native dari layanan Microsoft seperti Dynamics 365 dan Microsoft Fabric, serta in.tegrasi mitra seperti Monday.com, S&amp;P Global Energy, dan lainnya yang akan segera tersedia.</p>



<p>Selain itu, organisasi juga dapat membangun plugin kustom untuk mengubah alur kerja, pengetahuan, dan keahlian internal mereka menjadi proses yang dapat digunakan ulang dan diskalakan. </p>



<p>Dengan demikian, Copilot Cowork memperluas peran Copilot dari asisten berbasis tugas menjadi platform yang membantu mengorkestrasi pekerjaan di berbagai sistem Microsoft maupun pihak ketiga, dengan tetap menempatkan kendali dan penilaian manusia sebagai pusat pengambilan keputusan.</p>



<p>Work Trend Index 2026 menunjukkan bahwa Indonesia memasuki era kerja baru dengan fondasi yang kuat. Tahap berikutnya adalah memastikan momentum ini dapat berkembang menjadi transformasi yang lebih luas dan berkelanjutan. </p>



<p>Tingginya proporsi Frontier Professionals, besarnya dampai AI terhadap hasil kerja, serta kuatnya penekanan pada penilaian manusia dan penggunaan AI yang bertanggung jawab menunjukkan bahwa Indonesia pada posisi yang menjanjikan dalam memanfaatkan AI sebagi pengungkit produktivitas dan inovasi.</p>



<p>Bagi organisasi di Indonesia, keunggulan tidak akan datang hanya dari mengadopsi AI lebih cepat, tetapi dari kemampuan untuk merancang ulang cara kerja yang lebih menyeluruh: membangun standar penggunaan AI, memperkuat budaya eksperimen, mendorong pengembangan talenta lintas tim, dan memastikan setiap penggunaan AI tetap berpusat pada manusia.</p>



<p><strong><em>Baca&nbsp;<a href="https://www.microsoft.com/en-us/worklab/work-trend-index/agents-human-agency-and-the-opportunity-for-every-organization" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><u>laporan global 2026 Work Trend Index</u></a>&nbsp;di WorkLab.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AI di Smartphone: Inovasi Nyata atau Sekadar Buzzword?</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/06/05/ai-di-smartphone-inovasi-nyata-atau-sekadar-buzzword/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 13:51:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[ai smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[infinix note 60 series]]></category>
		<category><![CDATA[note 60 series]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=29133</guid>

					<description><![CDATA[Mulai dari kelas flagship sampai yang terjangkau, semua brand mendadak berlomba-lomba memasang label kecerdasan buatan alias AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Kalau kita perhatikan tren smartphone belakangan ini, ada satu kata yang hampir mustahil buat dihindari: AI. Mulai dari kelas flagship sampai yang terjangkau, semua brand mendadak berlomba-lomba memasang label kecerdasan buatan. </p>



<p>Tapi jujur saja, sebagai konsumen, pernah nggak sih kita ngerasa kalau AI di smartphone itu sering kali cuma jadi gimmick marketing biar jualan makin laku? Wajar banget kalau publik akhirnya skeptis dengan AI. </p>



<p>Di tengah gempuran istilah teknologi yang makin rumit, kita sebenarnya cuma butuh satu hal simpel: HP yang kencang, baterai awet, dan fitur yang beneran ngebantu hidup sehari-hari, bukan fitur canggih yang cuma dipakai sekali pas unboxing lalu dilupakan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-1024x576.png" alt="" class="wp-image-29134" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Menurut Sergio Ticoalu, Southeast Asia Marketing Director Infinix, perkembangan AI di smartphone seharusnya tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan pengalaman yang relevan bagi pengguna.</p>



<p>“User sebenarnya tidak terlalu peduli apakah sebuah fitur menggunakan AI atau tidak. Yang penting adalah apakah teknologi itu membantu kehidupan sehari-hari mereka secara nyata,” ujarnya.</p>



<p>Pendekatan tersebut menjadi salah satu arah yang kini mulai banyak diadopsi industri smartphone, termasuk oleh Infinix melalui pengembangan NOTE 60 Series. Fokusnya bukan lagi sekadar menghadirkan spesifikasi tinggi di atas kertas.</p>



<p>Oleh karena itu, Infinix melalui kehadiran NOTE 60 Series ingin memastikan pengalaman penggunaan smartphone tersebut bisa terasa lebih stabil, responsif, dan seamless dalam berbagai aktivitas harian.</p>



<p>Di sisi lain, perkembangan AI di smartphone juga semakin bergantung pada kemampuan hardware, khususnya chipset. Teknologi AI modern membutuhkan processing power yang tinggi agar dapat berjalan cepat dan real-time langsung di perangkat atau on-device AI.</p>



<p>Sementara itu, Robiat Fahlevie, Marketing Manager Qualcomm Indonesia menjelaskan bahwa performa chipset yang ada di dalam sebuah smaretphone kini menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pengalaman AI yang optimal. </p>



<p>“AI membutuhkan processing power yang besar. Karena itu, performa chipset menjadi fondasi utama agar fitur AI bisa berjalan optimal tanpa mengorbankan efisiensi daya maupun responsivitas perangkat,” jelasnya.</p>



<p>Melalui penggunaan Snapdragon 7s Gen 4 pada NOTE 60 Pro, Infinix mencoba menghadirkan keseimbangan antara performa, efisiensi daya, dan kemampuan AI yang lebih relevan untuk penggunaan sehari-hari. </p>



<p>Bukan hanya dari sisi hardware, evolusi AI juga terlihat dari bagaimana sistem operasi pada sebuah smartphone kini berkembang menjadi lebih personal dan adaptif terhadap kebiasaan pengguna.</p>



<p>Axellio Vincent, Product Manager OS, menjelaskan bahwa AI saat ini bukan lagi sekadar label “AI- powered”, tetapi bagaimana sistem mampu memahami konteks penggunaan secara lebih natural.</p>



<p>Lewat XOS 16 dan Infinix AI Assistant (Folax), pengalaman smartphone dikembangkan agar dapat membantu aktivitas sehari-hari secara lebih seamless, mulai dari produktivitas hingga personalisasi pengalaman pengguna. </p>



<p>“AI alias kecerdasan buatan yang tertanam di dalam sebuah ponsel pintar seharusnya bisa terasa lebih natural. Bukan fitur yang hanya dicoba sekali lalu dilupakan oleh kebanyakan pengguna,” ungkap Axellio.</p>



<p>Perspektif serupa juga disampaikan oleh reviewer teknologi Romi Hidayat, Droidlime. Menurutnya, pengguna saat ini semakin kritis terhadap fitur AI di smartphone dan lebih menghargai fitur yang manfaatnya langsung terasa. </p>



<p>“Pada akhirnya, performa tetap menjadi fondasi utama pada sebuah smartphone. Sementara itu, AI hanya nilai tambah, tapi experience yang smooth dan konsisten tetap jadi yang paling penting bagi user,” jelas Romi.</p>



<p>Meski AI diprediksi akan terus berkembang di industri smartphone, para pelaku industri mulai sepakat bahwa masa depan AI bukan terletak pada seberapa sering istilah tersebut digunakan, tetapi seberapa meaningful teknologi tersebut bagi pengguna.</p>



<p>AI diperkirakan akan berkembang menjadi lebih personal, lebih seamless, dan semakin terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari. Namun pada akhirnya, pengguna tetap mencari pengalaman yang sederhana, responsif, dan benar-benar membantu. </p>



<p>“Yang paling penting bukan seberapa sering brand menyebut AI dalam sebuah perangkat yang ditawarkan, tapi apakah user atau pengguna sudah benar-benar merasakan manfaatnya,” tutup Sergio Ticoalu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cloud dan AI Microsoft Perkuat BNI Finance dan Universitas Terbuka</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/05/18/cloud-dan-ai-microsoft-perkuat-bni-finance-dan-universitas-terbuka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 02:19:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[bni finance]]></category>
		<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<category><![CDATA[universitas terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=28683</guid>

					<description><![CDATA[Microsoft ingin memastikan bahwa setiap organisasi dapat berinovasi tanpa mengorbankan aspek compliance dan governance.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Satu tahun sejak beroperasinya pusat data Indonesia Central cloud region, Microsoft telah menegaskan komitmennya dalam mendukung organisasi di Indonesia mengadopsi kecerdasan buatan (AI) secara aman, patuh terhadap regulasi, dan berdampak nyata.</p>



<p>Dalam Microsoft AI Summit Indonesia yang dihadiri ratusan pemimpin bisnis, regulator, dan mitra industri, Microsoft menampilkan dua bukti konkret transformasi tersebut yakni BNI Finance di sektor jasa keuangan dan Universitas Terbuka di sektor pendidikan tinggi.</p>



<p>Seiring dengan percepatan adopsi AI di berbagai sektor, aspek kepercayaan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi semakin krusial. Oleh karena itu, Microsoft mengoperasikan pusat data Indonesia Central cloud region.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-28685" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dharma Simorangkir, President Director Microsoft Indonesia.</figcaption></figure>



<p>Ini memastikan bahwa seluruh inovasi cloud dan AI yang dihadirkan dirancang untuk memenuhi kebutuhan data residency di dalam negeri, serta mendukung organisasi dalam mematuhi kerangka regulasi yang berlaku, termasuk di sektor jasa keuangan yang highly regulated. </p>



<p>“Di era Frontier AI, kepercayaan menjadi fondasi utama. Kami berkomitmen untuk menghadirkan teknologi cloud dan AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga selaras dengan kebutuhan regulasi di Indonesia,&#8221; ujar Dharma Simorangkir, President Director Microsoft Indonesia.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa dengan infrastruktur lokal dan kapabilitas keamanan kelas dunia, Microsoft ingin memastikan bahwa setiap organisasi—termasuk di sektor jasa keuangan—dapat berinovasi tanpa mengorbankan aspek compliance dan governance.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Hernawan Bekti Sasongko, turut menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan industri dalam memastikan pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-28684" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Hernawan Bekti Sasongko.</figcaption></figure>



<p>“Kami memandang bahwa pemanfaatan AI, cloud, dan teknologi digital di sektor jasa keuangan perlu terus didorong secara bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang terukur, keamanan siber, dan  perlindungan konsumen yang memadai. </p>



<p>Microsoft juga telah melakukan pembaharuan daftar kelengkapan dan regulasi dari OJK untuk industri jasa keuangan. Pembaruan ini dilakukan untuk membantu bank, perusahaan pembiayaan, asuransi dan lembaga jasa keuangan lainnya dalam memenuhi proses kepatuhan saat melakukan transformasi digital.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>BNI Finance: Migrasi Core System Skala Besar tanpa Mengganggu Operasional</strong></h4>



<p>Sejak diluncurkan pada bulan Mei 2025 lalu, Indonesia Central cloud region telah menjadi fondasi penting bagi organisasi di Indonesia untuk mempercepat transformasi digital dan AI mereka. </p>



<p>Dengan kemampuan AI-ready hyperscale cloud, data residency di dalam negeri, serta enterprise-grade security dan compliance, platform ini mendukung kebutuhan sektor-sektor dengan regulasi ketat, termasuk jasa keuangan.</p>



<p>BNI finance menjadi salah satu contoh bagaimana adopsi cloud dan AI Microsoft dapat memberikan dampak nyata dalam kerangka regulasi yang ketat. BNI finance memigrasikan sistem inti (core system) mereka ke Microsoft Azure melalui Indonesia Central cloud region.</p>



<p>Ini bertujuan meningkatkan keandalan layanan dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi sektor jasa keuangan. Migrasi ini mencakup lebih dari 200 terabyte data dan 100+ aplikasi, yang berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari dua bulan tanpa mengganggu operasional bisnis.</p>



<p>Implementasi ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis AI dapat berjalan seiring dengan standar keamanan dan kepatuhan yang tinggi—mewakili bagaimana organisasi di Indonesia mulai memasuki fase baru, dari eksperimen menuju implementasi berskala penuh.<strong></strong></p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Universitas Terbuka: Berskala Nasional, AI yang Bertanggung Jawab di Pendidikan Tinggi</strong></h4>



<p>Sementara itu, di sektor pendidikan tinggi, Universitas Terbuka (UT) menunjukkan bagaimana cloud dan AI alias kecerdasan buatan dapat memperluas akses pendidikan dengan tetap menjaga integritas akademik. </p>



<p>Sebagai perguruan tinggi negeri dengan sistem belajar terbuka dan jarak jauh, UT melayani lebih dari 1,8 juta mahasiswa terdaftar dan 768.248 mahasiswa aktif pada Semester 1 Tahun 2025 — menjadikannya salah satu institusi pendidikan tinggi terbesar di kawasan.</p>



<p>Berkolaborasi dengan Microsoft sejak 2013, UT memanfaatkan Microsoft Azure, Azure OpenAI Service, dan Microsoft Foundry untuk mengembangkan AI Tutor, asisten pembelajaran kontekstual yang merujuk pada materi ajar resmi UT. </p>



<p>Hingga saat ini, AI Tutor telah diterapkan pada sekitar 500 kelas dan digunakan oleh lebih dari 100.000 mahasiswa, dengan dampak nyata berupa peningkatan partisipasi diskusi daring serta percepatan siklus penilaian tugas dari beberapa hari menjadi satu hingga dua hari.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Fondasi Ekosistem AI yang Aman dan Berkelanjutan</strong></h4>



<p>Microsoft AI Summit Indonesia juga menyoroti bagaimana kombinasi antara infrastruktur cloud lokal, platform data dan AI terintegrasi, serta alat produktivitas seperti Microsoft 365 Copilot dan GitHub Copilot, membentuk sebuah ekosistem yang memungkinkan organisasi untuk berinovasi secara&nbsp;<em>end-to-end</em>.</p>



<p>Dengan investasi jangka panjang sebesar US$1,7 miliar di Indonesia hingga 2028, Microsoft terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekosistem AI yang aman, inklusif, dan berkelanjutan—mulai dari infrastruktur hingga pengembangan talenta digital.</p>



<p>“Indonesia memiliki semua elemen untuk menjadi frontier AI berikutnya. Fokus kami adalah memastikan bahwa transformasi ini dibangun di atas fondasi kepercayaan yang kuat, sehingga inovasi dapat berjalan seiring dengan keamanan dan kepatuhan,” tutup Dharma.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
