<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>artificial intelligence &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/artificial-intelligence/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2026 00:32:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>artificial intelligence &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Orang Tua Kini Bisa Melihat Topik yang Ditanyakan Remaja ke Meta AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/10/08/orang-tua-kini-bisa-melihat-topik-yang-ditanyakan-remaja-ke-meta-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 00:31:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[anak remaja]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[insight]]></category>
		<category><![CDATA[meta]]></category>
		<category><![CDATA[meta ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=32256</guid>

					<description><![CDATA[Tab Insights akan menampilkan topik yang ditanyakan remaja kepada Meta AI selama satu minggu terakhir. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Meta memperluas fitur pengawasan orang tua untuk penggunaan AI oleh remaja. Mulai 5 Oktober 2026, orang tua dan wali di seluruh dunia dapat melihat topik yang ditanyakan remaja kepada Meta AI dalam tujuh hari terakhir.</p>



<p>Menariknya, orang tua dan wali tidak harus melihat isi percakapan secara langsung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Meta untuk membantu orang tua memahami bagaimana remaja berinteraksi dengan AI, sekaligus memberikan perlindungan yang lebih sesuai dengan usia mereka.</p>



<p>Sebelumnya, Meta telah mengembangkan fitur insight bagi orang tua yang mengawasi Akun Remaja. Fitur tersebut memberikan gambaran mengenai topik yang dibahas remaja dengan asisten AI Meta.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/Copy-of-Untitled-2026-10-08T072350.662-1024x576.png" alt="" class="wp-image-32257" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/Copy-of-Untitled-2026-10-08T072350.662-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/Copy-of-Untitled-2026-10-08T072350.662-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/Copy-of-Untitled-2026-10-08T072350.662-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/Copy-of-Untitled-2026-10-08T072350.662-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/Copy-of-Untitled-2026-10-08T072350.662-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/Copy-of-Untitled-2026-10-08T072350.662-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/Copy-of-Untitled-2026-10-08T072350.662-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/Copy-of-Untitled-2026-10-08T072350.662.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Orang Tua Bisa Melihat Topik yang Ditanyakan ke Meta AI</h4>



<p>Melalui fitur pengawasan yang disematkan oleh Meta, kini orang tua dapat menemukan tab Insights yang menampilkan topik yang ditanyakan remaja kepada Meta AI selama satu minggu terakhir. </p>



<p>Topik tersebut dikelompokkan berdasarkan kategori, seperti Sekolah, Hiburan, Gaya Hidup, Perjalanan, Penulisan, Kesehatan dan Kesejahteraan, serta kategori lainnya. Orang tua juga dapat memilih topik tertentu untuk melihat kategori yang lebih spesifik di dalamnya.</p>



<p>Sebagai contoh, topik Gaya Hidup dapat mencakup kategori seperti mode, makanan, dan liburan. Sementara itu, Kesehatan dan Kesejahteraan mencakup kebugaran, kesehatan fisik, hingga kesehatan mental.</p>



<p>Tentunya, pendekatan yang dilakukan oleh Meta ini terbilang menarik. Pasalnya, hal ini membuat orang tua bisa memperoleh gambaran umum mengenai pola penggunaan AI oleh anak, tanpa harus membuka isi percakapan secara langsung.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Bukan Hanya Melihat Aktivitas, Tapi Juga Membuka Percakapan</h4>



<p>Meta tampaknya tidak ingin fitur pengawasan ini hanya menjadi alat kontrol semata. Perusahaan juga ingin mendorong komunikasi yang lebih intensif antara orang tua dan remaja mengenai penggunaan AI.</p>



<p>Meta bekerja sama dengan Cyberbullying Research Center untuk mengembangkan sejumlah pertanyaan pemantik atau conversation starters. Pertanyaan tersebut dirancang agar orang tua dapat memulai pembicaraan mengenai pengalaman anak menggunakan AI tanpa menghakimi.</p>



<p>Setiap pertanyaan dilengkapi panduan yang menjelaskan tujuan pertanyaan serta cara menyampaikannya kepada remaja. Materi tersebut tersedia melalui situs Family Center dan dapat diakses melalui tautan yang terdapat pada tab Insights.</p>



<p>Dengan pendekatan ini, orang tua tentunya tidak hanya mengetahui bahwa anak-anaknya menggunakan AI, tetapi juga memiliki bahan untuk membicarakan bagaimana AI digunakan dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Ada Opsi Konten yang Lebih Terbatas</h4>



<p>Bagi orang tua yang menginginkan tingkat perlindungan lebih ketat lagi, Meta juga sudah menyediakan opsi Konten Terbatas. Secara bawaan, pengalaman Meta AI untuk remaja menggunakan pengaturan 13+. </p>



<p>Namun, orang tua dapat beralih ke pengaturan Konten Terbatas untuk membatasi jenis percakapan yang dapat dilakukan remaja melalui aplikasi Meta AI. Pengaturan pengawasan tersebut dapat dilakukan langsung melalui aplikasi Meta AI maupun Family Center. </p>



<p>Meta juga menjelaskan bahwa pengalaman AI alias kecerdasan buatan untuk Akun Remaja dirancang dengan mempertimbangkan kriteria klasifikasi film 13+ serta masukan-masukan dari para orang tua. </p>



<p>Dalam kondisi tertentu, Meta AI dapat menolak menjawab pertanyaan yang dianggap tidak sesuai usia atau mengarahkan remaja ke sumber bantuan. Menariknya, orang tua tetap dapat melihat topik pertanyaan meskipun Meta AI tidak memberikan jawaban terhadap pertanyaan tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Perlindungan untuk Topik Sensitif</h4>



<p>Meta juga menyoroti perlindungan terhadap percakapan yang berkaitan dengan isu sensitif, termasuk bunuh diri dan tindakan menyakiti diri sendiri. Disebutkan bahwa Meta sedang  mengembangkan <strong>peringatan baru untuk orang tua.</strong></p>



<p>Fitur yang sedang dikembangkan terkait apabila remaja mencoba membahas tindakan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri dengan Meta AI. Informasi lebih lanjut mengenai mekanisme peringatan tersebut akan segera dibagikan oleh Meta.</p>



<p>Fitur baru ini melengkapi sejumlah perangkat pengawasan yang sudah tersedia bagi orang tua, termasuk pengaturan batas waktu penggunaan, penjadwalan waktu istirahat, serta kemampuan melihat teman yang berkomunikasi dengan remaja dalam tujuh hari terakhir. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Meta Bentuk AI Wellbeing Expert Council</h4>



<p>Selain memperluas fitur pengawasan, Meta juga memperkenalkan AI Wellbeing Expert Council, sebuah kelompok penasihat yang memberikan masukan berkelanjutan mengenai pengalaman AI untuk remaja.</p>



<p>AI Wellbeing Expert Council tersebut terdiri dari kelompok penasihat yang sebelumnya sudah ada serta anggota baru dengan keahlian dalam bidang AI yang bertanggung jawab dan sesuai dengan etika. </p>



<p>Menariknya lagi, mereka memiliki afiliasi dengan sejumlah lembaga ternama, termasuk National Council for Suicide Prevention, University of Michigan, University of Texas, dan University of Southern California.</p>



<p>Meta menyatakan akan bertemu secara rutin dengan para anggota dewan tersebut untuk memberikan informasi terbaru mengenai pengembangan pengalaman AI bagi remaja sekaligus mendapatkan masukan untuk tim kebijakan dan produk.</p>



<p>Masukan dari AI Wellbeing Expert Council juga telah digunakan oleh Meta dalam pengembangan fitur insight baru untuk orang tua ini. Dengan begitu, para remaja bisa lebih bertanggung jawab untuk menggunakan Meta AI.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Meta Dorong Penggunaan AI yang Lebih Aman</h4>



<p>Perluasan pengawasan ini juga menunjukkan bahwa penggunaan AI oleh remaja mulai menjadi perhatian khusus, yang tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga keterlibatan dengan keluarga.</p>



<p>Alih-alih memberikan akses kepada orang tua terhadap seluruh isi percakapan anak remajanya, Meta lebih memilih pendekatan berupa insight mengenai topik yang dibahas selama tujuh hari terakhir. </p>



<p>Dengan demikian, orang tua akan mendapatkan gambaran yang lebih tentang bagaimana teknologi kecerdasan buatan tersebut digunakan oleh anak-anak mereka tanpa harus mengetahui setiap detail percakapan yang ada.</p>



<p>Di sisi lain, keberadaan pertanyaan pemantik dan keterlibatan para ahli juga menunjukkan bahwa Meta terus berupaya untuk mendorong pendekatan berbasis komunikasi dan edukasi. Dengan kata lain, Meta ingin mendorong penggunaan AI yang lebih aman.</p>



<p>Bagi keluarga yang mulai memperkenalkan AI kepada anak dan remaja, kemampuan memahami untuk apa AI digunakan, topik apa yang sering ditanyakan, serta kapan percakapan perlu dibahas bersama menjadi semakin penting.</p>



<p>Meta sendiri menegaskan bahwa fitur insight tersebut masih akan terus dikembangkan berdasarkan masukan orang tua dan para ahli agar informasi yang diberikan juga semakin lebih bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Microsoft Elevate Dorong Dampak Nyata untuk Talenta Indonesia</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/09/17/microsoft-elevate-dorong-dampak-nyata-untuk-talenta-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 09:23:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan ai]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft elevate]]></category>
		<category><![CDATA[talenta indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31737</guid>

					<description><![CDATA[Microsoft Elevate hadir sebagai inisiatif pelatihan AI yang memberdayakan talenta untuk mendorong inovasi yang berpusat pada manusia. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ketika AI mulai menjadi fondasi baru pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa, kesiapan talenta menjadi kunci untuk mengubah potensi teknologi masa kini menjadi nilai nyata. </p>



<p>Guna mengimbangi pesatnya perkembangan AI dengan kesiapan talenta, Microsoft Elevate hadir sebagai inisiatif pelatihan AI yang memberdayakan talenta untuk mendorong inovasi yang berpusat pada manusia. </p>



<p>Lewat semangat <strong>“Bergerak, hadirkan dampak,”</strong> inisiatif ini telah membekali lebih dari 2,4 juta talenta di seluruh penjuru Indonesiadan memberikan 1,5 juta lebih kredensial dalam dua tahun perjalanannya. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-1024x576.png" alt="" class="wp-image-31739" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Tidak berhenti sampai di situ, sebanyak lebih dari 2,5 juta orang turut merasakan manfaatnya lewat keterampilan dan inovasi yang disebarluaskan oleh para peserta kepada komunitas dan lingkungan di sekitar mereka. </p>



<p>Meluasnya dampak terwujud berkat kolaborasi lintas sektor. Di sektor pendidikan, Microsoft Elevate mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan penerapan AI untuk memecahkan persoalan nyata. </p>



<p>Bagi pemberdayaan komunitas, keterampilan AI yang diberikan membuka akses yang lebih inklusif terhadap produktivitas dan peluang ekonomi kreatif. Sementara di sektor kebijakan publik, pembekalan AI memperkuat layanan dan pengambilan keputusan berbasis data serta tata kelola yang bertanggung jawab.</p>



<p>Kebutuhan untuk memperluas keterampilan ini semakin penting seiring AI mengubah cara masyarakat Indonesia bekerja. Baru-baru ini, Microsoft Work Trend Index <em>2026</em> menunjukkan 33% pekerja Indonesia telah menjadi Frontier Professionals.</p>



<p>Sementara, 72% pengguna AI di Indonesia mengaku kini mampu menghasilkan pekerjaan yang belum dapat mereka lakukan setahun sebelumnya. Temuan tersebut semakin menegaskan pentingnya memastikan kemajuan adopsi AI berjalan seiring dengan akses terhadap keterampilan yang semakin luas dan inklusif.</p>



<p>“Selain bangga karena mampu membekali 2,4 juta talenta, kami juga bersyukur karena di dalamnya termasuk guru madrasah di 38 provinsi, teman-teman disabilitas, hingga aparatur sipil negara di berbagai daerah,&#8221; ujar  Gunawan Susanto, Managing Director, Microsoft Indonesia.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa bagi Microsoft, kesiapan AI hanya akan bermakna jika aksesnya merata. Karena itu, komitmen kami tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi juga memastikan setiap talenta punya kesempatan yang sama untuk ikut membangun masa depan Indonesia di era AI.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Mengubah Wajah Pendidikan hingga ke Pesantren</strong></h4>



<p>Bersama para mitra, Microsoft berperan memperkuat kapasitas pendidik dan pelajar agar AI benar-benar menjadi bagian dari proses belajar, mengajar, dan berkarya. Hasilnya terlihat dari meningkatnya kompetensi guru hingga tumbuhnya berbagai inovasi pembelajaran.</p>



<ul>
<li>Melalui program AI Teaching Power, NUCare Global by LAZISNU telah membekali hampir 59 ribu pendidik dari lingkungan pesantren dan madrasah di 38 provinsi. Keterampilan yang mereka terapkan telah memberi manfaat kepada lebih dari 2,3 juta santri dan murid, sekaligus menjadi fondasi bagi Gerakan Pesantren Cakap AI untuk memperluas pemanfaatan AI.</li>



<li>Sebanyak lebih dari 112 ribu peserta berpartisipasi dalam program AILeap Nusantara yang dijalankan Fokus Target, 50 ribu di antaranya berhasil memperoleh kredensial Microsoft. Melalui pendekatan learning-to-creation, program ini mendorong peserta untuk mengubah keterampilan AI menjadi karya yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan mereka.</li>



<li>Menghadirkan pendekatan LEAPS (Learn, Explore, Amplify, Present, Shine), Alkademi telah melibatkan 85 ribu lebih guru dalam pelatihan AI sekaligus memperluas manfaat pembelajaran kepada hampir 65 ribu guru dan 2.734 siswa di 407 kota/kabupaten, mendorong lahirnya solusi berbasis AI dari puluhan tim sekolah di seluruh Indonesia.</li>



<li>Tak kalah menariknya, Biji-biji Initiiative berhasil menjangkau 200 ribu lebih pendidik dan melibatkan 2.359 master trainers yang membantu peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di tingkat dasar hingga menengah atas lewat program Microsoft Elevate: AI For Educators.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Memberdayakan Komunitas secara Inklusif</strong></h4>



<p>Menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, berbagai inisiatif difokuskan pada pembukaan akses keterampilan AI yang tepat guna, mulai dari meningkatkan produktivitas dan kesiapan kerja, hingga memperluas peluang ekonomi yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.</p>



<ul>
<li>Untuk memperkuat kesiapan talenta menghadapi dunia kerja, GreatNusa by BINUS University menjangkau lebih dari 50 ribu mahasiswa, profesional, pelaku UMKM, komunitas lokal, dan talenta muda melalui program AI Career Boost. Lebih dari 1.200 peserta juga berhasil meraih sertifikasi Azure AI Fundamentals (AI-900) berstandar global.</li>



<li>Melalui Microsoft Elevate Training Center, Dicoding telah menjangkau 45 ribu lebih peserta dari kalangan mahasiswa TI, fresh graduate,  profesional TI, hingga <em>technopreuner</em>. Lebih dari 35 ribu diantaranya berhasil memperoleh kredensial dari pelatihan.</li>



<li>Sementara itu, program EQUAL yang diinisiasi <strong>Alunjiva Indonesia</strong> turut memperluas akses pembelajaran AI yang inklusif bagi lebih dari 112 ribu orang yang terdiri dari kaum perempuan, kalangan muda, kelompok masyarakat rentan, termasuk diantaranya lebih dari 8.600 penyandang disabilitas.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Memperkuat Pelayanan Publik dan Arah Kebijakan AI</strong></h4>



<p>Dalam upaya mempercepat transformasi layanan publik berbasis digital, Microsoft Elevate turut berkontribusi dalam penguatan kapasitas aparatur sipil negara sekaligus membuka ruang dialog berkelanjutan untuk merumuskan tata kelola serta regulasi AI yang relevan dengan kebutuhan Indonesia.</p>



<ul>
<li>Melalui kolaborasi dengan lebih dari 100 mitra dan 30 lembaga pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah, BINAR telah memberikan pelatihan kepada 145 ribu lebih pembelajar AI di seluruh Indonesia melalui program GARUDA AI. Tujuannya adalah memperkuat keterampilan ASN menghadirkan layanan publik yang lebih adaptif dan cepat tanggap.</li>



<li>Di tengah penyusunan regulasi AI nasional, AMANA Solutions bersama Kementerian Ekonomi Kreatif melibatkan lebih dari 10 kementerian dan lembaga serta 60 pemangku kepentingan untuk membangun dialog berkelanjutan tentang tata kelola AI di industri kreatif. Inisiatif ini berfokus pada perlindungan kontribusi manusia, transparansi pemanfaatan AI, serta hak atas identitas digital.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Dampak Nyata bagi Sekitar, dari Lingkungan hingga Kebijakan Publik</strong></h4>



<p>Di balik capaian besar ini, ada peran talenta muda inspiratif yang memperlihatkan bagaimana keterampilan AI benar-benar mengubah cara orang berkarya dan memberdayakan sesama. Mereka adalah penggerak perubahan yang membuat kehadiran teknologi jadi lebih bermakna.</p>



<p>Menggali keterampilan melalui Microsoft Elevate Training Center yang diinisiasi Dicoding, <a href="https://news.microsoft.com/source/asia/2026/08/03/saat-akses-membuka-peluang-kisah-dua-talenta-muda-menapaki-karier-digital-lewat-ai-dan-cloud/?lang=id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Muhammad Yusuf Fadhel Marwiji</a>, atau biasa disapa Ucup, dari Makassar dan <a href="https://news.microsoft.com/source/asia/2026/08/03/saat-akses-membuka-peluang-kisah-dua-talenta-muda-menapaki-karier-digital-lewat-ai-dan-cloud/?lang=id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Emejleano Rusmin Nggepo</a><strong>, </strong>atau yang akrab disapaLano, dari Kabupaten Tangerang, mengasah keterampilan AI dan cloud untuk membuka peluang baru. </p>



<p>Berbekal latar belakang kehutanan, Yusuf memanfaatkan machine learning untuk membantu memetakan risiko banjir. Sementara Lano, seorang mahasiswa Informatika, berhasil mengatasi keterbatasan perangkat dengan cloud dan AI hingga menciptakan aplikasi yang membantu penyandang tunanetra mengenali objek di sekitarnya.</p>



<p>“Manfaat pelatihan AI akan semakin besar ketika keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di sekitar kita,&#8221; ujar ujar Narenda Wicaksono – CEO Dicoding Indonesia.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa melalui kolaborasi Microsoft Elevate, Dicoding melihat bagaimana talenta dari berbagai daerah dan latar belakang tidak hanya meningkatkan kompetensinya, tetapi juga mulai menciptakan solusi dan membuka peluang baru bagi komunitasnya. </p>



<p>&#8220;Pengalaman yang diterima oleh Yusuf dan Lano menunjukkan bahwa akses terhadap keterampilan yang relevan tentunya dapat mengubah potensi menjadi dampak nyata,” tambah Narenda.</p>



<p>Semangat inovasi yang sama juga tercermin di sektor kebijakan publik. Seorang legal analyst yang pernah sebagai sebagai tim ahli di DPRD Provinsi Sumatera Utara, yang bernama <a href="https://news.microsoft.com/source/asia/2026/06/23/dari-ruang-kebijakan-hingga-lapangan-pemanfaatan-ai-untuk-mendukung-analisis-kebijakan-dan-peningkatan-kapasitas-sektor-publik/?lang=id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Syaravina Lubis</a> memanfaatkan Microsoft Copilot.</p>



<p>Ia memanfaatkan Microsoft Copilot untuk mempercepat analisis kebijakan hingga mengembangkan tools berbasis AI untuk memetakan kesenjangan regulasi dan kebutuhan implementasi. </p>



<p>Pada praktik lainnya, <a href="https://news.microsoft.com/source/asia/2026/06/23/dari-ruang-kebijakan-hingga-lapangan-pemanfaatan-ai-untuk-mendukung-analisis-kebijakan-dan-peningkatan-kapasitas-sektor-publik/?lang=id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Janu Dwi Kristianto</a>, melalui pekerjaannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan, menggunakan AI untuk menyederhanakan analisis risiko dan materi teknis agar lebih mudah diterapkan oleh praktisi perikanan di lapangan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-31738" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-1024x576.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-300x169.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-768x432.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-1536x864.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-2048x1152.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-370x208.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-270x152.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-570x321.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-740x416.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Dampak yang Membawa Perubahan</strong></h4>



<p>Perjalanan Microsoft Elevate menunjukkan bahwa dampak AI sesungguhnya tercipta ketika sebuah keterampilan bisa mengubah menjadi solusi, dan solusi membawa kemajuan bagi lebih banyak orang.</p>



<p>Dari ruang kelas pesantren hingga ruang kebijakan publik, kolaborasi Microsoft bersama para mitra akan terus memperluas akses terhadap keterampilan AI dan membekali lebih banyak lapisan masyarakat agar siap memanfaatkan AI secara produktif, dan bertanggung jawab.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Cara AI dan Galaxy Watch Memahami Tubuh Pengguna</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/09/17/begini-cara-ai-dan-galaxy-watch-memahami-tubuh-pengguna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 01:17:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[galaxy ai]]></category>
		<category><![CDATA[galaxy watch]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[smartwatch]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31708</guid>

					<description><![CDATA[Galaxy Watch menghadirkan pengalaman yang lebih intuitif melalui integrasi Gemini via Raise to Talk.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Kombinasi smartwatch dan AI alias kecerdasan buatan mengubah cara kita memahami kesehatan dengan mentransformasi data mentah menjadi panduan bertindak yang personal. </p>



<p>Melalui analisis proaktif, teknologi membantu kita memahami kondisi tubuh secara lebih menyeluruh, mengetahui kapan tubuh siap beraktivitas dan memberikan yang terbaik, serta kapan perlu berhenti sejenak untuk beristirahat dan memulihkan diri. </p>



<p>Setiap orang menjalani hari dengan ritme yang berbeda. Ada yang menantang diri di luar ruangan, ada yang berjuang menjaga keseimbangan di tengah padatnya pekerjaan, dan ada pula yang bergerak cepat dengan mobilitas tinggi. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-15-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-31711" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-15-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-15-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-15-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-15-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-15-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-15-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-15-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-15.jpeg 1429w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Bagi Samsung, teknologi yang bermanfaat seharusnya mempermudah hidup. Teknologi dirancang untuk melengkapi dan meningkatkan kualitas hidup penggunanya. Inilah filosofi dasar di balik pengembangan ekosistem Galaxy. </p>



<p>Bagi pegiat olahraga luar ruangan yang membutuhkan durabilitas tinggi, ekosistem perangkat tangguh kini tidak hanya mencatat statistik performa, tetapi memastikan pengguna tahu kapan harus memacu batas kemampuan secara aman. </p>



<p>Kombinasi Galaxy Watch Ultra2 dan Galaxy Z Fold8 Ultra hadir lewat perangkat tangguh yang siap menghadapi berbagai kondisi ekstrem, sekaligus membantu memantau performa fisik secara akurat.</p>



<p>Sementara bagi pekerja profesional yang bergelut dengan jadwal padat, Galaxy Watch9 dan Galaxy Z Fold8 membantu memberikan panduan personal melalui Daily Cardio Load dan Fitness Index. </p>



<p>Dibantu smartphone dan teknologi yang ada di pergelangan tangan alias smartwatch, pengguna dapat memahami lebih cepat kapan saatnya memacu diri lebih jauh dan kapan tubuh membutuhkan waktu untuk pemulihan. </p>



<p>Dan bagi mereka yang mengutamakan kepraktisan dalam mobilitas tinggi, Galaxy Watch9 dan Galaxy Z Flip8 menawarkan pengalaman yang lebih ringkas, menghadirkan akses informasi kesehatan secara instan sepanjang hari.</p>



<p>Galaxy Watch menghadirkan pengalaman yang lebih intuitif melalui integrasi Gemini via Raise to Talk, membantu pengguna mengakses informasi dan menyelesaikan kebutuhan harian dengan lebih mudah, tanpa harus terus-menerus mengalihkan perhatian dari aktivitas yang sedang dijalani.</p>



<p>Lewat integrasi AI berbasis suara seperti Gemini via Raise to Talk, smartwatch berkembang dari sekadar alat pemantau pasif menjadi asisten proaktif yang menyelesaikan kebutuhan harian tanpa perlu mengalihkan pandangan kita dari dunia nyata. </p>



<p>Informasi jadwal hingga pengingat harian dapat diakses langsung dari pergelangan tangan, dan jika membutuhkan tampilan yang lebih luas, interaksi dapat berlanjut secara mulus di layar Galaxy yang kamu miliki.</p>



<p>&#8220;Profil dan kebutuhannya boleh berbeda, namun prinsip utamanya tetap sama: ekosistem Galaxy hadir untuk melengkapi dan berjalan seirama dengan kehidupan pengguna,&#8221; ujar Yadi Prayitno, Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia.</p>



<p>Ia lebih lanjut menegaskan bahwa di Samsung, kepemimpinan teknologi bukan sekadar tentang membangun perangkat yang lebih pintar, melainkan mengembangkan ekosistem yang mampu mengubah data mentah menjadi panduan bertindak secara nyata. </p>



<p>&#8220;Nilai sebenarnya muncul ketika teknologi bekerja secara intuitif, yakni menghadirkan kemudahan yang sangat tepat saat pengguna membutuhkannya di tengah dinamika harian yang begitu padat,&#8221; tambah Yadi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-16-1024x768.jpeg" alt="" class="wp-image-31710" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-16-1024x768.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-16-300x225.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-16-768x576.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-16-370x277.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-16-270x202.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-16-570x427.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-16-740x555.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-16-80x60.jpeg 80w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/image-16.jpeg 1431w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Pada akhirnya, hidup yang lebih sehat bukanlah tentang mengejar setiap metrik yang muncul di layar, melainkan kita harus bisa memahami kebutuhan tubuh secara bijak setiap hari, di tengah rutinitas yang dijalani. </p>



<p>Teknologi yang paling berarti tidak dirancang untuk membuat kita semakin sering menatap layar, melainkan untuk memberdayakan kita kembali menikmati kehidupan di luar layar. Karena bagi kami, kesehatan tidak boleh berhenti di pergelangan tangan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SFT 2026 Tantang Anak Muda Pecahkan Masalah dengan Tepat</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/09/02/sft-2026-tantang-anak-muda-pecahkan-masalah-dengan-tepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 04:21:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[samsung solve for tomorrow]]></category>
		<category><![CDATA[sft 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31239</guid>

					<description><![CDATA[Memasuki tahap semifinal, sebanyak 296 peserta SFT 2026 dari 80 tim mengikuti pelatihan teknis AI Amplification.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ketika AI semakin mudah digunakan, kemampuan menggunakannya saja tidak lagi cukup. Tantangan berikutnya bagi generasi muda adalah menentukan masalah yang tepat untuk diselesaikan.</p>



<p>Tak hanya itu, mereka juga harus memahami siapa yang membutuhkan solusi AI, serta memilih teknologi yang benar-benar relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Bagi generasi muda yang ingin menciptakan inovasi, memiliki ide dan mengetahui teknologi terbaru merupakan langkah awal. </p>



<p>Namun, solusi yang memberikan dampak membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Dibutuhkan pula kemampuan untuk melihat permasalahan dari perspektif pengguna, memahami data yang tersedia, serta menentukan apakah AI memang menjadi pendekatan yang tepat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-31241" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Kebutuhan akan kemampuan tersebut menjadi semakin relevan seiring pemanfaatan AI yang terus berkembang, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemendikdasmen RI pun turut mendorong pemanfaatan AI dan coding sebagai bagian dari transformasi pendidikan. </p>



<p>Dalam Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14, Kemendikdasmen RI menyampaikan bahwa AI dan coding telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas lima SD, dengan penerapan yang terus diperkuat melalui pelatihan guru serta penyediaan sarana dan prasarana.</p>



<p>Hal ini menjadi bagian dari pembelajaran dalam Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026, program berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) yang mendorong generasi muda untuk mengembangkan solusi terhadap berbagai permasalahan di masyarakat.</p>



<p>Memasuki tahap semifinal, sebanyak 296 peserta dari 80 tim mengikuti pelatihan teknis AI Amplification, setelah melalui proses seleksi dari sekitar 4.000 pendaftar awal dan 2.600 peserta Design Thinking Workshop.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Sebelum Menggunakan AI, Kenali Dulu Masalahnya</h4>



<p>Di tengah semakin mudahnya akses terhadap AI, salah satu tantangan dalam mengembangkan inovasi adalah kecenderungan untuk memulai dari teknologi: “AI apa yang bisa digunakan?” Padahal, proses pengembangan solusi yang relevan perlu dimulai dari pertanyaan yang lebih mendasar: “Masalah apa yang ingin diselesaikan?”</p>



<p>Pendekatan inilah yang menjadi salah satu fokus dalam AI Amplification. Peserta tidak langsung diarahkan untuk memilih teknologi AI, tetapi terlebih dahulu belajar mengidentifikasi permasalahan, memahami pengguna yang terdampak, menentukan kebutuhan data, memilih pendekatan AI, serta menetapkan tujuan dan output solusi.</p>



<p>Untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan Samsung Solve for Tomorrow di Indonesia, pelatihan teknis pada tahap semifinal juga menggunakan format hybrid. Pengajar memberikan sesi pelatihan secara langsung dari kantor Samsung Indonesia, sementara peserta mengikuti pembelajaran secara online. </p>



<p>Sebanyak 80 tim semifinalis mengikuti rangkaian pelatihan teknis AI Amplification pada 14, 15, 22, dan 23 Agustus 2026.</p>



<p>“Dalam mengembangkan solusi berbasis AI, peserta perlu memahami bahwa teknologi bukanlah titik awal. Mereka perlu terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat data yang tersedia,&#8221; ujar Rahmat Fajri, AI Engineer dan pengajar Technical AI Amplification Samsung Solve for Tomorrow 2026.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dari “Punya Ide” Menjadi “Punya Solusi”</h4>



<p>Pembelajaran tersebut kemudian diterapkan langsung pada proyek masing-masing peserta. Melalui sesi hands-on dan tanya jawab, peserta menganalisis permasalahan, menentukan kebutuhan data, memilih kategori AI, menetapkan tujuan dan output, serta mempertimbangkan dampak dari solusi yang mereka kembangkan.</p>



<p>Dengan proses tersebut, peserta belajar melihat pengembangan inovasi dari perspektif yang berbeda. Ide tidak lagi berhenti pada pertanyaan apakah sebuah teknologi dapat dibuat, tetapi berkembang menjadi pertanyaan apakah solusi tersebut benar-benar dibutuhkan oleh pengguna.</p>



<p>“Di awal, banyak peserta datang dengan ide dan langsung ingin menggunakan teknologi AI tertentu. Setelah mengikuti pembelajaran, mereka mulai memahami pertanyaan yang perlu dijawab terlebih dahulu: apa masalahnya, siapa penggunanya, data apa yang tersedia, dan apakah AI merupakan solusi yang tepat,&#8221; ujar Rahmat.</p>



<p>Setelah memahami permasalahan dan cakupan solusi, peserta mempelajari AI development pipeline untuk mengembangkan prototype AI. Materinya mencakup pengolahan data, pemilihan dan pengembangan model, evaluasi hasil, fine-tuning, serta transfer learning. </p>



<p>Peserta juga mempelajari integrasi AI ke dalam produk melalui pendekatan Edge AI dan Cloud AI, sebelum menggunakan pemahaman tersebut untuk menyempurnakan Concept Paper masing-masing.</p>



<p>Pada sesi pertama, peserta juga diperkenalkan pada berbagai teknologi dan pendekatan AI, mulai dari Artificial Intelligence, Machine Learning, Deep Learning, Generative AI, Computer Vision, Natural Language Processing (NLP), predictive AI, hingga sensor-based AI, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Dengan demikian, peserta tidak hanya mempelajari cara menggunakan dan mengembangkan AI, tetapi juga bagaimana menentukan kapan AI dibutuhkan dan bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan solusi yang relevan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Skill AI Bukan Hanya Tentang Teknologi</h4>



<p>Kemampuan mengembangkan solusi berbasis AI membutuhkan perpaduan antara keterampilan teknis dan kemampuan memahami permasalahan. Seorang inovator perlu mampu melihat kebutuhan pengguna, bekerja dengan data, memilih pendekatan teknologi, serta mengkomunikasikan solusi yang dikembangkan.</p>



<p>Karena itu, Samsung Solve for Tomorrow juga mendorong pengembangan problem solving, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi, selain keterampilan teknis. Peserta tidak hanya mengembangkan ide berbasis teknologi, tetapi juga memahami bagaimana inovasi dapat memberikan manfaat bagi pengguna dan lingkungan di sekitarnya.</p>



<p>Pendekatan tersebut membantu generasi muda melihat AI bukan sekadar teknologi yang sedang berkembang, tetapi sebagai salah satu alat yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata ketika diterapkan secara tepat.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Samsung Solve for Tomorrow Dorong Generasi Muda Mengubah Masalah Menjadi Inovasi</h4>



<p>Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung memberikan kesempatan kepada siswa dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan STEM sekaligus keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk AI.</p>



<p>“Generasi muda punya potensi besar. Tugas kami adalah memberi mereka ruang, keterampilan STEM dan AI, dan kesempatan untuk menjawab tantangan nyata. Karena kami percaya, inovasi tidak lahir dari teknologi semata, tetapi dari keberanian untuk melihat masalah dengan cara yang berbeda,” ujar Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</p>



<p>Ia menambahkan bahw bukan sekadar bisa membuat, tapi tahu apa yang perlu dibuat. Melalui tahap semifinal ini, kami tidak hanya mematangkan ide para peserta, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi penggerak inovasi masa depan.</p>



<p>Setelah menyelesaikan AI Amplification, para semifinalis selanjutnya mengikuti sesi mentoring bersama para mentor untuk menyempurnakan solusi mereka. Peserta kemudian akan mengembangkan final paper, prototype, dan pitch video.</p>



<p>Selanjutnya, Samsung akan mengumumkan 10 tim terbaik dari masing-masing kategori Siswa dan Mahasiswa pada 7 Oktober 2026 untuk melaju ke babak final. Melalui perjalanan tersebut, Samsung Solve for Tomorrow mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. </p>



<p>Lebih dari itu, peserta diajak untuk lebih peka melihat masalah, memahami kebutuhan pengguna, mengolah data, dan menentukan teknologi yang tepat untuk menghasilkan solusi yang memberikan dampak.</p>



<p>Dengan mindset tersebut, AI bukan lagi sekadar teknologi yang digunakan karena sedang berkembang, tetapi menjadi alat untuk mengubah masalah yang ditemukan di sekitar menjadi inovasi yang relevan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ESET Hadirkan ESET PROTECT yang Diperkuat AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/27/perkuat-security-management-eset-hadirkan-eset-protect-didukung-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 07:34:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[eset]]></category>
		<category><![CDATA[eset protect]]></category>
		<category><![CDATA[security data]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31131</guid>

					<description><![CDATA[ESET PROTECT dirancang sebagai jawaban bagi organisasi yang ingin menyelaraskan aspek compliance dengan perlindungan data secara terpusat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Lanskap keamanan siber di Indonesia terus mengalami tekanan. Serangan siber makin agresif. Laporan terbaru dari AwanPintar.id®, pada semester 1 2026 terjadi setidaknya 16 kali serangan setiap detik. </p>



<p>Di sisi lain, organisasi berhadapan dengan tuntutan regulasi yang semakin ketat, seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), termasuk Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber yang pembahasannya makin menguat di DPR. </p>



<p>Regulasi ini disiapkan untuk memperkuat kerangka keamanan dan ketahanan siber nasional di tengah ancaman digital yang semakin kompleks. Situasi ini menjadi momentum yang tepat bagi perusahaan di Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman dan tetap compliance terhadap regulasi yang berlaku. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-31132" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1-740x494.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/127750-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Merespons hal ini, ESET, pemimpin global dalam keamanan siber, memperkuat Platform ESET PROTECT dengan fitur-fitur unggulan serta dukungan teknologi AI. Solusi ini dirancang sebagai jawaban bagi organisasi yang ingin menyelaraskan aspek compliance dengan perlindungan data secara terpusat, langsung dari satu konsol.</p>



<p>Platform ESET PROTECT menghadirkan konsol terpusat untuk memantau, mendeteksi, dan merespons ancaman secara real-time, dengan opsi deployment fleksibel di cloud maupun infrastruktur on-premises. </p>



<p>Platform ESET PROTECT memperkuat perlindungan dengan teknologi AI sekaligus memudahkan kebutuhan compliance melalui ratusan template dan dapat terhubung ke lebih dari 1.000 titik data. </p>



<p>&#8220;Compliance terhadap regulasi seperti UU PDP dan rancangan UU KKS bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan yang menuntut visibilitas penuh secara real-time di seluruh endpoint jaringan perusahaan,” kata Yudhi Kukuh, CTO Prosperita Group.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa ESET PROTECT memadukan teknologi perlindungan berlapis yang ditenagai AI dengan dasbor terpadu untuk menambal setiap celah kerentanan sebelum sempat dieksploitasi.</p>



<p>&#8220;Tidak hanya meminimalkan risiko sanksi regulasi, platform ini sekaligus juga memperkuat benteng pertahanan perusahaan dari berbagai bentuk ancaman yang semakin canggih,&#8221; tambah Yudhi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Kontrol Terpusat, Deployment Fleksibel</h4>



<p>Di tengah ancaman siber yang semakin kompleks, perusahaan membutuhkan solusi yang tidak hanya mampu mendeteksi ancaman, tetapi juga memberikan visibilitas dan kontrol menyeluruh atas keamanan seluruh perangkat dalam jaringan. </p>



<p>Platform ESET PROTECT menjawab kebutuhan tersebut melalui satu konsol terpusat yang memungkinkan tim keamanan memantau, mendeteksi, dan merespons ancaman secara real-time, mulai dari komputer kerja, server, virtual machine, hingga perangkat seluler.</p>



<p>Melalui konsol ini, tim keamanan dapat memantau status perlindungan perangkat, baik yang berada di dalam maupun di luar jaringan kantor, sekaligus mengelola policy keamanan, pemindaian, dan update dari satu panel terpusat. </p>



<p>Dengan visibilitas yang lebih menyeluruh, perusahaan dapat lebih cepat mengidentifikasi potensi ancaman seperti malware, ransomware, dan phishing sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih serius.</p>



<p>Fleksibilitas juga menjadi bagian penting dari Platform ESET PROTECT. Perusahaan dapat memilih deployment sesuai kebutuhan, baik mengimplementasikannya di server lokal (on- premises) berbasis Windows atau Linux, maupun menjalankannya sepenuhnya melalui cloud tanpa perlu mengelola server fisik sendiri.</p>



<p>Platform ESET PROTECT menyediakan lebih dari 170 template laporan bawaan dan memungkinkan perusahaan membuat laporan khusus berdasarkan lebih dari 1.000 titik data, sehingga tim keamanan dapat menghasilkan dokumentasi yang relevan untuk kebutuhan audit dan compliance.</p>



<p>Untuk menyederhanakan tugas tim keamanan, Platform ESET PROTECT kini diperkuat teknologi AI berlapis melalui ESET LiveGuard Advanced yang menganalisis perilaku ancaman dan menyajikan ringkasan insiden secara cepat dan asisten interaktif ESET AI Advisor untuk mempermudah proses respons. </p>



<p>Menjawab maraknya penggunaan AI di lingkungan kerja, ESET juga menghadirkan ESET AI Agent Security untuk mengawasi seluruh rantai pasok komponen agent, berkolaborasi dengan ESET AI Behavioral Monitoring yang bertugas mendeteksi sekaligus memblokir tindakan mencurigakan di luar batas wewenang agent.</p>



<p>Selain itu, kebocoran data sensitif akibat penggunaan AI generatif juga dapat ditekan dengan lebih optimal berkat ESET AI Conversation Security yang mampu memitigasi risiko pembocoran data tak sengaja.</p>



<p>Disempurnakan dengan ESET AI Skills Checker, sebuah tools canggih yang menganalisis seluruh file, mengekstrak URL rujukan, hingga melakukan simulasi perilaku di lingkungan terisolasi (sandbox).</p>



<p>ESET PROTECT tersedia mulai dari ESET PROTECT Entry yang memberikan perlindungan berlapis dengan dukungan teknologi machine learning, dan ESET PROTECT Advanced yang memberikan proteksi terbaik terhadap ransomware dan ancaman zero-day dengan enkripsi data yang kuat.</p>



<p>Ada juga paket ESET PROTECT Complete yang mengamankan endpoint, aplikasi cloud, serta e-mail perusahaan. Untuk organisasi yang membutuhkan kendali lebih dalam, ESET PROTECT Enterprise mengintegrasikan teknologi Extended Detection and Response (XDR).</p>



<p>Ini berguna menyajikan visibilitas tingkat enterprise dan kemampuan threat hunting yang tangguh. Sementara itu, ESET PROTECT Elite tampil sebagai solusi pencegahan, deteksi, dan respons all-in-one kelas enterprise yang menggabungkan seluruh fitur proteksi berlapis tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Siap Hadapi Audit Lewat Prosperita Solution Day 2026</h4>



<p>Untuk membedah penerapan praktis aspek compliance dalam keamanan siber, Prosperita Group selaku distributor resmi ESET akan menggelar Prosperita Solution Day 2026, pada 2 September 2026, di Hutan Kota by Plataran, Melati Glass House, Jakarta.</p>



<p>Mengusung tema <strong>“The Compliance Blueprint: Smart IT Security Reporting for Enterprise”</strong>, acara ini akan mempertemukan jajaran C-Level, profesional IT dan keamanan siber, auditor, serta pengelola risiko di perusahaan dan instansi pemerintah.</p>



<p>Acara ini bertujuan untuk mendalami cara mengubah telemetri keamanan yang rumit menjadi kerangka kerja compliance.  Kemudian juga akan diulas bagaimana cara menyusun kerangka kerja itu menjadi laporan risiko yang lebih terukur dan mudah dipahami jajaran direksi.</p>



<p>Di acara ini, ESET juga akan meluncurkan Managed Detection &amp; Response (MDR), layanan keamanan siber 24/7 yang menggabungkan teknologi AI dan keahlian manusia untuk meningkatkan kemampuan deteksi ancaman sekaligus mempercepat respons terhadap insiden, tanpa harus punya tim spesialis keamanan siber internal. </p>



<p>Puncak acara akan diisi talk show yang menghadirkan perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kepala Bidang Keamanan Siber Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Arry Abdi Syalman, serta Chief Technology Officer (CTO) Prosperita Group Yudhi Kukuh.</p>



<p>Sesi talk show ini akan dipandu oleh Parlindungan Marius dari Steering Committee Indonesia Network Operators Group (IDNOG). Bagi praktisi dan profesional IT yang ingin bergabung di dalam acara ini, pendaftaran dapat dilakukan <a href="https://event.prosperita.co.id/psd/">di sini</a>.</p>



<p>“Kami berharap inisiatif Prosperita Solution Day 2026 dan hadirnya Platform ESET PROTECT<br>berbasis AI akan mengakselerasi ketahanan siber nasional secara menyeluruh,&#8221; kata Yudhi<br>Kukuh, memungkas.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>CBN dan Alibaba Cloud Jalin Aliansi Strategis</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/26/cbn-dan-alibaba-cloud-jalin-aliansi-strategis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 11:06:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[alibaba cloud]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[cbn]]></category>
		<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31097</guid>

					<description><![CDATA[Aliansi ini mencakup dua fokus utama, yaitu pengembangan portofolio solusi AI bagi pelanggan enterprise serta modernisasi kapabilitas teknologi CBN.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; CBN secara resmi telah mengumumkan aliansi strategis jangka panjang dengan Alibaba Cloud untuk menghadirkan solusi Artificial Intelligence (AI) dan cloud bagi perusahaan di Indonesia.</p>



<p>Melalui kolaborasi ini, CBN memperluas peran menjadi Digital Infrastructure &amp; AI Solutions Provider, dengan mengintegrasikan layanan konektivitas, cloud, dan AI dalam satu ekosistem yang mendukung kebutuhan transformasi digital perusahaan.</p>



<p>Aliansi ini mencakup dua fokus utama, yaitu pengembangan portofolio solusi AI bagi pelanggan enterprise serta modernisasi kapabilitas teknologi CBN melalui pemanfaatan infrastruktur dan ekosistem Alibaba Cloud. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-1024x576.png" alt="" class="wp-image-31098" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-98-2.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Selain itu, kedua perusahaan ini juga akan mengembangkan berbagai layanan secara bertahap untuk membantu organisasi di Tanah Air mengadopsi AI alias kecerdasan buatan secara lebih cepat, aman, dan terukur.</p>



<p>&#8220;Artificial Intelligence kini bukan lagi sekadar teknologi baru, melainkan fondasi baru bagi cara perusahaan beroperasi,&#8221; ujar Dedy Handoko, Commerce Director CBN melalui rilis yang diterima nativzen.com</p>



<p>Ia menambahkan bahwa melalui kolaborasi ini, CBN ingin menghadirkan ekosistem AI yang dapat langsung dimanfaatkan oleh lebih dari 8.000 pelanggan enterprise CBN dan lebih dari 700.000 pelanggan consumer CBN.</p>



<p>Kolaborasi ini akan menghadirkan akses ke ekosistem Alibaba Cloud yang mencakup infrastruktur cloud, platform AI, kemampuan menjalankan berbagai model AI (AI inference), serta layanan yang mendukung pengembangan solusi AI enterprise dari hulu ke hilir (end-to-end).</p>



<p>“Selama beberapa tahun terakhir, kami telah melayani pelanggan kami di Indonesia melalui layanan cloud dan AI kami yang andal,&#8221; ujar Ananda Budi, Lead Solution Architect in Indonesia, Alibaba Cloud.</p>



<p>Ia juga menambahkan bahwa diharapkan kolaborasi ini dapat menghadirkan kemampuan terdepan ini, termasuk model Qwen dan teknologi cloud canggih Alibaba Cloud, kepada berbagai organisasi di seluruh Indonesia melalui kemitraan ini.</p>



<p>Sebagai bagian dari implementasi regional, solusi AI tersebut dijalankan di atas infrastruktur Alibaba Cloud yang berada di Indonesia, sehingga memberikan latensi yang lebih rendah bagi pelanggan dibandingkan akses ke infrastruktur yang berada di wilayah yang lebih jauh.</p>



<p>Pendekatan ini tentu saja memungkinkan sejumlah perusahaan yang memanfaatkan solusi dari kolaborasi ini memperoleh performa yang lebih baik untuk berbagai kebutuhan AI sekaligus menjaga efisiensi operasional.</p>



<p>Melalui aliansi ini, CBN akan secara bertahap membangun portofolio layanan AI yang mencakup berbagai kebutuhan perusahaan, mulai dari AI Agent sebagai Digital Workforce, hingga platform AI yang dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Generative AI.</p>



<p>CBN juga akan menyediakan Open Router Indonesia sebagai gerbang terpadu yang memberikan akses enterprise ke berbagai model AI terkemuka melalui satu API dengan satu tagihan yang ditagihkan secara lokal.</p>



<p>Seluruh layanan tersebut dirancang untuk dapat diintegrasikan dengan sistem bisnis yang telah dimiliki pelanggan sehingga implementasi AI tidak hanya berhenti pada tahap eksperimen, tetapi dapat menjadi bagian dari proses operasional sehari-hari.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>CBN Digital Worker: Ketika AI Menjadi Bagian dari Organisasi</strong></h4>



<p>Sebagai layanan pertama yang diperkenalkan melalui kolaborasi ini, CBN menghadirkan CBN Digital Worker, sebuah platform AI yang didukung oleh teknologi Alibaba Cloud dan model Qwen.</p>



<p>Berbeda dengan chatbot konvensional, solusi ini memungkinkan perusahaan membangun tenaga kerja digital (digital workforce) sesuai struktur organisasi dan kebutuhan bisnis masing-masing.</p>



<p>CBN Digital Worker dirancang sebagai bagian dari organisasi perusahaan. Setiap digital worker memiliki jabatan, persona, tingkat kemampuan, pengetahuan (<em>knowledge base</em>), serta hak akses yang dapat dikonfigurasi sesuai fungsi dan tanggung jawabnya.</p>



<p>Perusahaan dapat menempatkan Digital Worker pada struktur organisasi kemudian memberikan tugas, menghubungkan sumber data internal, menentukan batas akses informasi, serta menerima hasil pekerjaan dalam bentuk dokumen maupun <em>deliverable</em> lainnya.</p>



<p>Platform ini juga mendukung siklus hidup tenaga kerja digital yang menyerupai pengelolaan karyawan, mulai dari proses penempatan, pelatihan, evaluasi kinerja, hingga pengembangan kemampuan sesuai kebutuhan organisasi.</p>



<p>Pendekatan tersebut memungkinkan AI tidak hanya digunakan untuk menjawab pertanyaan, tetapi menjadi bagian dari proses kerja perusahaan secara terstruktur, dengan tata kelola yang lebih baik dan pemanfaatan pengetahuan perusahaan yang lebih aman.</p>



<p>&#8220;CBN Digital Worker menyediakan tenaga kerja digital berbasis AI yang dapat ditempatkan pada fungsi bisnis tertentu, memiliki peran yang jelas, memahami pengetahuan perusahaan, serta menghasilkan pekerjaan yang dapat langsung digunakan,&#8221; tambah Dedy Handoko.</p>



<p>Saat ini, CBN Digital Worker akan tersedia dengan model berlangganan untuk pelanggan enterprise dan consumer, dan kedepannya membuka kesempatan kemitraan yang memungkinkan untuk membangun solusi AI agent mereka sendiri di atas platform tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Menggabungkan Ekosistem Alibaba Cloud dengan Pengalaman CBN di Indonesia</strong></h4>



<p>Melalui kolaborasi ini, Alibaba Cloud menghadirkan kapabilitas teknologi AI dan cloud global, sementara CBN menyediakan pengalaman lokal dalam konektivitas, implementasi solusi <em>enterprise</em>, layanan profesional, serta dukungan pelanggan di Indonesia.</p>



<p>Kombinasi tersebut diharapkan dapat mempercepat adopsi AI oleh perusahaan Indonesia dengan menghadirkan solusi yang lebih mudah diimplementasikan, terintegrasi, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis lokal.</p>



<p>“Melalui kerja sama kami dengan CBN, kami berharap dapat membantu lebih banyak perusahaan di Indonesia memanfaatkan ekosistem AI Alibaba Cloud untuk mengembangkan aplikasi berbasis AI, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat transformasi digital,&#8221; tambah Budi.</p>



<p>Ke depan, CBN akan terus mengembangkan berbagai layanan AI bersama Alibaba Cloud untuk mendukung kebutuhan perusahaan Indonesia dalam membangun aplikasi AI, mengotomasi proses bisnis, meningkatkan produktivitas, serta mempercepat inovasi di berbagai sektor industri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Begini Cara Meta Mengubah Wajah Bisnis Digital</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/20/dari-scroll-hingga-checkout-begini-cara-meta-mengubah-wajah-bisnis-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 01:34:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis digital]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[meta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30965</guid>

					<description><![CDATA[Meta mengungkap strategi AI, kreator, affiliate, dan social commerce untuk mendorong pertumbuhan bisnis di Asia Pasifik.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar teknologi yang diuji coba, AI mulai menjadi bagian dari infrastruktur bisnis—mulai dari perencanaan kampanye, pembuatan konten, hingga layanan pelanggan.</p>



<p>Tren tersebut menjadi salah satu sorotan utama Meta dalam pemaparan pers regional yang digelar pada 18 Agustus 2026. Benjamin Joe, Vice President, Asia Pacific, Meta, mengungkap bagaimana AI, kreator, dan perdagangan berbasis media sosial semakin terhubung untuk membentuk ekosistem bisnis baru di kawasan Asia Pasifik.</p>



<p>Menurut Meta, Asia Pasifik memiliki karakteristik yang sangat mendukung perubahan tersebut. Media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat berinteraksi, tetapi juga semakin berperan sebagai ruang untuk menemukan produk, mendapatkan rekomendasi, berinteraksi dengan brand, hingga melakukan pembelian.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-30967" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-1024x683.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-300x200.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-768x512.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-1536x1025.jpeg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-2048x1366.jpeg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-370x247.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-270x180.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-570x380.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/108197774-17576213652025-09-11t200415z_955202248_rc2vpgaeanxv_rtrmadp_0_meta-results-740x494.jpeg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">AI Tak Lagi Sekadar Eksperimen</h4>



<p>Meta melihat adanya perubahan signifikan dalam cara perusahaan memandang AI. Jika sebelumnya pelaku bisnis masih bertanya “bagaimana jika AI digunakan?”, kini pertanyaannya bergeser menjadi “seberapa cepat AI dapat diintegrasikan secara menyeluruh?”.</p>



<p>Integrasi tersebut mencakup berbagai tahapan bisnis, mulai dari perencanaan kampanye dan produksi konten hingga pelayanan pelanggan. Meta juga memanfaatkan teknologi Large Language Model (LLM) untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam memprediksi dan menentukan peringkat iklan.</p>



<p>Menurut Meta, pendekatan tersebut membantu meningkatkan relevansi sekaligus konversi iklan di Facebook dan Instagram. Di sisi lain, sebanyak 9 juta usaha kecil kini telah menggunakan setidaknya satu tools kreatif berbasis AI generatif dari Meta untuk membuat iklan.</p>



<p>Adopsi fitur pembuatan gambar juga meningkat lebih dari dua kali lipat pada kuartal ini. Secara keseluruhan, Meta menyebut pendapatan perusahaan tumbuh 28 persen secara tahunan, sementara 3,6 miliar orang menggunakan setidaknya satu aplikasi Meta setiap hari.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Asia Pasifik Jadi Pasar Strategis Social Commerce</h4>



<p>Perubahan perilaku konsumen menjadi faktor penting di balik strategi Meta. Dalam Holiday Shopping Study yang dilakukan Meta bersama Ipsos, 50 persen konsumen Asia Pasifik disebut berbelanja secara online melalui media sosial. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsumen global sebesar 37 persen.</p>



<p>Momentum belanja di kawasan ini juga memiliki karakteristik tersendiri. Sebanyak 69 persen konsumen Asia Pasifik berbelanja pada momen 12.12, lebih tinggi dibanding Black Friday yang mencapai 49 persen.</p>



<p>Sementara itu, 47 persen konsumen di Asia Pasifik berbelanja pada momentum Tahun Baru, dibandingkan hanya 19 persen di Amerika Utara. Konsumen yang menemukan produk melalui platform Meta juga tercatat berbelanja 1,3 kali lebih banyak dibandingkan kawasan lain.</p>



<p>Faktor kreator juga tidak kalah penting. Tingkat kepercayaan terhadap ulasan produk dari kreator di Asia Pasifik tercatat enam poin lebih tinggi dibandingkan kawasan mana pun. Bahkan, menurut Meta, tingkat kepercayaan terhadap rekomendasi kreator di kawasan ini menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dari Livestream hingga Affiliate</h4>



<p>Meta kini membangun ekosistem yang menghubungkan proses penemuan produk dengan tindakan konsumen. Salah satunya melalui <strong>Live Video Ads</strong>, yang memungkinkan iklan hadir dalam format livestream. </p>



<p>Penayangan dapat dimulai dalam waktu sekitar dua menit tanpa biaya penjualan dari platform. Sementara itu, mayoritas audiens yang berada di kawasan Asia disebut menonton livestream setiap pekan.</p>



<p>Ekosistem tersebut kemudian diperkuat dengan program affiliate. Kreator dapat bekerja sama dengan mitra ritel dan memperoleh komisi dari produk yang mereka rekomendasikan melalui konten.</p>



<p>Program affiliate Facebook dan Instagram telah diperluas di Asia Pasifik bersama Shopee, Lazada di Asia Tenggara, serta Flipkart dan Myntra di India. Dalam setahun terakhir, lebih dari 10 juta kreator di Asia Pasifik telah menghubungkan akun Facebook mereka dengan program affiliate.</p>



<p>Dalam sebulan terakhir, kreator disebut memperoleh lebih dari US$ 24 juta dalam bentuk komisi melalui affiliate posts, termasuk Reels, di Facebook. Meta juga menghadirkan fitur tag produk, sehingga kreator dapat menandai produk secara langsung dalam post maupun Reels. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Meta Business Agent Siap Layani Pelanggan 24/7</h4>



<p>Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah <strong>Meta Business Agent</strong>, agen AI yang dirancang untuk membantu bisnis menangani pertanyaan, melakukan tindak lanjut, hingga menerima pesanan pelanggan sepanjang waktu.</p>



<p>Meta menyebut agen AI ini dapat disiapkan dalam hitungan menit dan menggunakan gaya komunikasi sesuai karakter masing-masing brand. Platform tersebut telah terintegrasi dengan sejumlah sistem, termasuk Shopify, Zendesk, dan Shopee. </p>



<p>Secara global, Meta Business Agent telah digunakan oleh 1 juta bisnis melalui WhatsApp dan Messenger dan direncanakan diperluas ke Instagram. Artinya, AI tidak hanya digunakan untuk membuat konten atau iklan, tetapi mulai mengambil peran langsung dalam perjalanan konsumen setelah mereka menemukan sebuah produk.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Keamanan Jadi Bagian dari Ekosistem Bisnis</h4>



<p>Pertumbuhan social commerce juga membawa tantangan baru, terutama terkait penipuan, keamanan, dan brand safety. Meta mengungkap telah menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan sepanjang tahun lalu dan menonaktifkan 10,9 juta akun yang terhubung dengan sindikat penipuan di Facebook dan Instagram.</p>



<p>Meta juga menyebut lebih dari 99 persen konten yang tampil berdekatan dengan iklan di Facebook, Instagram, dan Threads telah diverifikasi secara independen sebagai <em>brand-safe</em> oleh mitra pihak ketiga. Di sisi edukasi, kampanye One Step Ahead telah menjangkau lebih dari 303 juta pengguna di 18 negara Asia Pasifik.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dorong UMKM agar Ikut Masuk Era AI</h4>



<p>Meta juga menyoroti pentingnya pemerataan akses terhadap teknologi AI bagi bisnis. Melalui <strong>Small Business Growth Academy</strong>, Meta membantu UMKM mempelajari berbagai tools AI melalui lokakarya tatap muka, modul pembelajaran, serta pelatihan bersama mitra.</p>



<p>Program tersebut pertama kali diluncurkan di 12 negara Asia Pasifik. Di Thailand, program baru yang dijalankan bersama Kementerian Pertanian diperkirakan dapat mendukung lebih dari 5.000 petani.</p>



<p>Meta juga memperlihatkan potensi AI dalam meningkatkan aksesibilitas. Di Singapura, lebih dari 100 anggota komunitas tunanetra dan individu dengan gangguan penglihatan telah mencoba kacamata Ray-Ban Meta dan Oakley Meta untuk memanfaatkan AI dalam membaca menu, mengenali minuman, serta berinteraksi dengan karya seni dan foto.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Meta Ingin Menjadi Infrastruktur Pertumbuhan Bisnis</h4>



<p>Ben Joe mengatakan, jika tahun sebelumnya percakapan tentang AI masih berada pada tahap eksperimen, kini klien justru ingin mengetahui seberapa cepat AI dapat diintegrasikan ke dalam operasional mereka.</p>



<p>“Mulai dari seorang wirausahawan, pelaku usaha kecil, agensi, hingga tim marketing di dalam perusahaan bisa memiliki akses ke tools berbasis AI yang sama untuk menemukan pelanggan, mendorong penjualan, dan mengembangkan bisnis,” ujar Joe.</p>



<p>Meta melihat seluruh elemen tersebut sebagai satu ekosistem. Konsumen dapat menemukan produk melalui livestream, mendapatkan rekomendasi dari kreator, bertanya melalui chat, hingga melakukan pembelian.</p>



<p>“Ini bukan sekadar kumpulan produk. Ini adalah ekosistem yang mendorong konsumen melakukan tindakan setelah menemukan produk,” kata Joe.</p>



<p>Dengan semakin matangnya AI, meningkatnya pengaruh kreator, serta kebiasaan belanja melalui media sosial di Asia Pasifik, persaingan platform digital ke depan tampaknya tidak hanya akan ditentukan oleh siapa yang memiliki pengguna paling banyak.</p>



<p>Bagi Meta, perubahan tersebut menunjukkan bahwa masa depan perdagangan digital bukan lagi sekadar persoalan iklan. Lebih penting lagi, siapa yang mampu menghubungkan AI, kreator, brand, dan konsumen dalam satu perjalanan yang mulus—dari menemukan produk hingga akhirnya membeli.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN, Target 1 GW</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/12/indonesia-bangun-ai-factory-terbesar-di-asean-target-1-gw/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 09:47:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[ai factory]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[komdigi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30806</guid>

					<description><![CDATA[AI Factory dirancang secara khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan alias AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Indonesia mulai memasuki babak baru dalam persaingan teknologi AI di Asia Tenggara. Bukan sekadar menjadi pengguna, Indonesia kini tengah membangun fondasi infrastrukturnya sendiri melalui pengembangan AI Factory berskala gigawatt.</p>



<p>Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut pembangunan AI Factory tersebut sebagai langkah besar untuk membawa Indonesia menuju posisi AI Hub regional, dan ditargetkan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN. </p>



<p>Proyek ini tidak hanya berbicara soal pusat data dengan server dan GPU dalam jumlah besar. AI Factory diposisikan sebagai bagian dari ekosistem infrastruktur digital baru yang akan menopang kebutuhan komputasi AI, pengembangan model, hingga berbagai layanan AI untuk industri dan pemerintahan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-30808" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Targetnya Bukan Main-Main: 1 Gigawatt</h4>



<p>Pembangunan AI Factory di Indonesia ditargetkan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) atau sekitar 1.000 megawatt (MW). Dengan kapasitas tersebut, proyek ini disebut menjadi salah satu investasi infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di Asia Tenggara.</p>



<p>Tahap awalnya direncanakan dimulai pada paruh pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas sekitar 200 MW. Kapasitas tersebut nantinya menjadi fondasi untuk pengembangan skala yang lebih besar hingga mencapai target 1 GW.</p>



<p>Angka 200 MW sendiri bukan ukuran kecil. Dalam dunia AI, kapasitas listrik menjadi salah satu faktor penting karena pusat komputasi modern membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar untuk mengoperasikan GPU, sistem jaringan, penyimpanan data, serta sistem pendingin.</p>



<p>Artinya, ketika berbicara tentang AI Factory, Indonesia sebenarnya sedang membangun infrastruktur komputasi kelas industri. Ada perbedaan penting antara data center konvensional dengan konsep AI Factory.</p>



<p>AI Factory dirancang secara khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan alias AI, mulai dari training model AI, inference, generative AI, hingga aplikasi AI berskala besar yang bisa dimanfaatkan oleh inddustri dan pemerintahan.</p>



<p>Dalam proyek Indonesia, infrastruktur tersebut dikembangkan dengan teknologi NVIDIA dan konsep NVIDIA DSX AI Factory, yang mengintegrasikan komputasi terakselerasi, jaringan, daya, pendinginan, serta operasional menjadi satu sistem.</p>



<p>Dengan pendekatan tersebut, setiap megawatt listrik yang tersedia dapat dioptimalkan untuk menghasilkan kapasitas komputasi AI semaksimal mungkin. Hal ini menjadi penting karena kebutuhan komputasi AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan pusat data tradisional.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Zankore by Indosat Jadi Bagian Penting Ekosistem</h4>



<p>Pengembangan infrastruktur AI tersebut juga berkaitan erat dengan hadirnya Zankore by Indosat, yang dikembangkan untuk membangun platform infrastruktur AI generasi berikutnya di kawasan Asia Tenggara.</p>



<p>Zankore menargetkan kapasitas AI Factory hingga 1 GW, dengan deployment awal sekitar 200 MW pada paruh pertama 2027. Infrastruktur tersebut menggunakan NVIDIA DSX dan dirancang untuk melayani kebutuhan hyperscaler, enterprise, pemerintah, maupun inovator AI.</p>



<p>Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah pemain teknologi global, termasuk Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Kombinasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan AI di Indonesia mulai bergerak.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Kenapa Indonesia Harus Punya AI Factory?</h4>



<p>Pertanyaannya kemudian: mengapa Indonesia membutuhkan infrastruktur AI sebesar itu?Jawabannya sederhana: AI membutuhkan compute. Model AI generatif modern tidak cukup hanya mengandalkan software. </p>



<p>Di belakang chatbot, AI agent, computer vision, autonomous system, dan berbagai aplikasi AI terdapat kebutuhan komputasi yang sangat besar. Tanpa infrastruktur komputasi yang memadai, negara akan terus bergantung pada kapasitas cloud dan infrastruktur AI yang berada di luar negeri.</p>



<p>Karena itu, pembangunan AI Factory dapat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kedaulatan digital Indonesia. Indonesia tidak hanya ingin menggunakan model AI buatan pihak lain, tetapi juga membangun lingkungannya sendiri.</p>



<p>Oleh karena itu, AI Factory memungkinkan perusahaan, developer, peneliti, pemerintah, dan startup lokal untuk mengembangkan teknologi AI lebih lanjut dengan dukungan compute yang tersedia di dalam negeri.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Membuka Peluang untuk Startup dan Developer</h4>



<p>Dampaknya juga berpotensi terasa hingga ekosistem startup. Selama ini, keterbatasan akses terhadap GPU dan biaya komputasi menjadi salah satu tantangan bagi perusahaan rintisan yang ingin mengembangkan model AI.</p>



<p>Dengan hadirnya infrastruktur AI berskala besar di Indonesia, peluang untuk mengembangkan aplikasi dan model AI lokal dapat semakin terbuka. Mulai dari AI untuk layanan publik, kesehatan, pendidikan, manufaktur, perbankan, pertanian, hingga industri kreatif berpotensi mendapatkan dukungan komputasi yang lebih besar.</p>



<p>Pada akhirnya, yang dibangun bukan hanya gedung berisi server. Yang sedang dibangun di Indonesia adalah ekosistem ekonomi baru berbasis AI sehingga benar-benar membuka peluang untuk developer hingga startup.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Persaingan AI ASEAN Makin Panas</h4>



<p>Langkah Indonesia juga terjadi ketika negara-negara Asia berlomba membangun kapasitas AI domestik. Korea Selatan, misalnya, juga tengah mempercepat pembangunan sovereign AI infrastructure dengan target kapasitas besar. </p>



<p>Tren ini menunjukkan bahwa AI mulai dipandang sebagai infrastruktur strategis sebuah negara, sama pentingnya dengan jaringan telekomunikasi, energi, dan pusat data. Bagi Indonesia, momentum ini cukup penting.</p>



<p>Dengan jumlah penduduk besar, pasar digital yang luas, serta kebutuhan AI yang terus meningkat, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pasar komputasi AI terbesar di kawasan.</p>



<p>Namun, untuk benar-benar menjadi AI Hub ASEAN, membangun GPU cluster saja tentu tidak cukup. Indonesia juga membutuhkan talenta AI, model bahasa lokal, regulasi yang adaptif, keamanan siber, energi yang andal, jaringan berkecepatan tinggi, serta ekosistem startup dan industri yang mampu memanfaatkan kapasitas tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tantangan Besarnya Justru Setelah AI Factory Dibangun</h4>



<p>Target 1 GW terdengar spektakuler. Tetapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana memastikan kapasitas tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor utama. </p>



<p>Begitu pula dengan pendinginan, jaringan fiber, pasokan GPU, keamanan data, serta keberlanjutan operasional pusat komputasi. Di sisi lain, Indonesia harus memastikan pembangunan infrastruktur tersebut menghasilkan nilai ekonomi nyata.</p>



<p>Jangan sampai Indonesia hanya menjadi tempat berdirinya AI Factory, tetapi sebagian besar nilai tambah dan inovasinya tetap dihasilkan di luar negeri. Karena itu, pembangunan AI Factory perlu berjalan beriringan dengan investasi pada talenta digital, riset AI, startup, industri, dan pengembangan model AI lokal.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dari Konsumen AI Menjadi Pemain AI</h4>



<p>Pernyataan Menkomdigi mengenai AI Hub regional sebenarnya membawa pesan yang lebih besar. Indonesia sedang mencoba mengubah posisi dari negara yang hanya mengonsumsi teknologi AI menjadi negara yang ikut membangun infrastrukturnya.</p>



<p>Jika target 1 GW dapat direalisasikan secara bertahap, ditambah ekosistem talenta, startup, riset, konektivitas, dan regulasi yang mendukung, Indonesia berpeluang memainkan peran yang jauh lebih besar dalam peta AI Asia Tenggara.</p>



<p>Tahap awal sekitar 200 MW pada 2027 akan menjadi pembuktian penting. Sebab dalam perlombaan AI global, siapa yang memiliki model terbaik memang penting. Tetapi siapa yang memiliki compute, data, energi, talenta, dan ekosistem juga akan menentukan siapa yang mampu menjadi pemain utama.</p>



<p>Dan kini, Indonesia tampaknya ingin ikut masuk ke arena tersebut!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebocoran Data di ASEAN Tembus US$ 4,12 Juta</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/12/kebocoran-data-di-asean-tembus-us-412-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 08:58:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[kebocoran data]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[serangan siber]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30797</guid>

					<description><![CDATA[Serangan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan risiko sektor infrastruktur vital makin mengkhawatirkan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ancaman keamanan siber di kawasan ASEAN memasuki fase baru. Bukan hanya jumlah serangan yang meningkat, tetapi kecerdasan buatan (AI) kini ikut dimanfaatkan untuk mempercepat dan memperluas serangan terhadap organisasi.</p>



<p>Studi IBM 2026 Cost of a Data Breach mengungkap, rata-rata kerugian akibat kebocoran data di ASEAN mencapai US$ 4,12 juta pada 2026. Hampir 3 dari 10 organisasi yang mengalami insiden pelanggaran data akibat serangan siber mengaku bahwa serangan tersebut memanfaatkan AI.</p>



<p>Temuan ini menjadi alarm serius bagi perusahaan dan organisasi yang semakin bergantung pada sistem digital. Pasalnya, AI tidak lagi hanya digunakan untuk meningkatkan produktivitas bisnis, tetapi juga mulai dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk membuat serangan lebih cepat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-30799" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-740x493.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">AI Jadi Senjata Baru dalam Serangan Siber</h4>



<p>Dalam laporannya IBM menemukan adanya perbedaan signifikan antara organisasi yang telah mengadopsi AI dan otomatisasi keamanan dengan organisasi yang belum menggunakan teknologi tersebut.</p>



<p>Organisasi yang telah memanfaatkan AI dan otomatisasi keamanan secara luas mencatat rata-rata kerugian kebocoran data sebesar US$ 3,66 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan US$ 4,86 juta pada organisasi yang belum menggunakan teknologi tersebut.</p>



<p>Tidak hanya mengurangi kerugian, teknologi tersebut juga membantu organisasi mendeteksi dan menangani insiden 123 hari lebih cepat. Artinya, ketika serangan siber semakin pintar karena AI, organisasi juga perlu menggunakan AI sebagai bagian dari sistem pertahanannya.</p>



<p>“Dengan semakin luasnya pemanfaatan AI alias kecerdasan buatan, serangan siber kini dapat dilakukan tidak hanya lebih murah, tetapi juga lebih cepat,” ujar Catherine Lian, General Manager IBM ASEAN. </p>



<p>Menurutnya, kondisi tersebut membuat investigasi kebocoran data semakin sulit, sementara semakin lama proses penanganan dilakukan, semakin besar pula dampak dan biaya yang harus ditanggung.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sektor Keuangan Jadi yang Paling Mahal</h2>



<p>Risiko serangan siber ternyata tidak merata. Sektor yang menangani data sensitif dan menjadi bagian penting dari infrastruktur digital mencatat potensi kerugian paling besar. Berikut tiga sektor dengan rata-rata biaya kebocoran data tertinggi di ASEAN:</p>



<ul>
<li><strong>Jasa keuangan:</strong> US$ 6,53 juta</li>



<li><strong>Industri:</strong> US$ 5,99 juta</li>



<li><strong>Komunikasi:</strong> US$ 4,28 juta</li>
</ul>



<p>Angka tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur vital menjadi salah satu target paling strategis bagi serangan siber. Bagi perusahaan di sektor-sektor tersebut, kebocoran data bukan sekadar persoalan kehilangan informasi. </p>



<p>Gangguan operasional, investigasi, pemulihan sistem, hingga hilangnya kepercayaan pelanggan dapat memperbesar dampak finansial. Ditambah, serangan tersebut dilakukan para penjahat dunia maya menggunakan AI. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Identitas dan Akun Valid Masih Jadi Titik Lemah</h4>



<p>Menariknya, teknologi AI bukan satu-satunya persoalan. Serangan yang mengeksploitasi identitas juga masih menjadi salah satu vektor dengan biaya tertinggi. IBM mencatat rata-rata biaya kebocoran lebih dari US$ 4,5 juta di ASEAN.</p>



<p>Ini memperlihatkan bahwa keamanan siber tidak cukup hanya mengandalkan firewall atau antivirus. Pengamanan identitas, akses pengguna, autentikasi, serta pemantauan aktivitas mencurigakan menjadi semakin penting.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Enkripsi Data Masih Jadi Pekerjaan Rumah</h4>



<p>Di tengah berkembangnya ancaman berbasis AI dan munculnya potensi ancaman kuantum, perlindungan data sensitif juga masih menghadapi tantangan. Studi tersebut menemukan hanya <strong>29% organisasi</strong> yang menyatakan data sensitif mereka telah dienkripsi.</p>



<p>Kondisi ini menjadi pengingat bahwa strategi keamanan data harus dibangun berlapis. Enkripsi, pengelolaan kunci, pengujian keamanan, hingga otomatisasi respons insiden perlu berjalan sebagai satu ekosistem.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Perusahaan Mulai Lebih Proaktif</h4>



<p>Kabar baiknya, organisasi di ASEAN mulai menyadari bahwa menunggu serangan terjadi bukan lagi strategi yang ideal. Sebanyak 71% organisasi di ASEAN menyatakan berencana meningkatkan investasi pada perangkat keamanan dan tata kelola setelah mengalami kebocoran data.</p>



<p>Secara global, riset lanjutan Ponemon Institute juga menunjukkan 85% organisasi yang memahami kemampuan model frontier AI dalam mendukung serangan siber berencana meningkatkan investasi keamanan.</p>



<p>Tren tersebut memperlihatkan pergeseran pendekatan yang dilakukan oleh sejumlah organisasi, yakni dari sekadar bereaksi setelah serangan menjadi membangun pertahanan sebelum serangan terjadi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">AI Harus Diamankan Seagresif Saat Diadopsi</h4>



<p>Laporan IBM memperlihatkan satu pesan penting, yakni AI atau yang sering disebut kecerdasan buatan bukan hanya alat produktivitas, tetapi juga telah menjadi bagian dari medan perang keamanan siber.</p>



<p>Ketika pelaku ancaman menggunakan AI untuk mempercepat serangan, organisasi perlu mengimbanginya dengan AI untuk mendeteksi anomali, mengotomatisasi respons, memperkuat pemantauan identitas, serta mempercepat investigasi.</p>



<p>Investasi pada simulasi serangan, orkestrasi dan otomatisasi keamanan, serta pengelolaan siklus hidup kunci enkripsi juga disebut-sebut sangat berkaitan erat dengan penurunan biaya kebocoran data.</p>



<p>Studi Cost of a Data Breach 2026 disusun Ponemon Institute dan disponsori serta dianalisis oleh IBM. Untuk kawasan ASEAN, penelitian mencakup data dari 26 organisasi yang diteliti antara Maret 2025 hingga Februari 2026.</p>



<p>Pada akhirnya, pertanyaannya bukan lagi apakah perusahaan akan menghadapi ancaman berbasis AI. Pertanyaannya adalah seberapa siap organisasi ketika serangan tersebut benar-benar datang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ITSEC Asia Luncurkan ITSEC Cyber &#038; AI Academy</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/10/itsec-asia-luncurkan-itsec-cyber-ai-academy/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 10:35:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[academy]]></category>
		<category><![CDATA[ai academy]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[cybersecurity]]></category>
		<category><![CDATA[itsec asia]]></category>
		<category><![CDATA[itsec cyber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30756</guid>

					<description><![CDATA[Academy ini hadir untuk memperkuat talenta cybersecurity dan AI Indonesia melalui pembelajaran berbasis praktik, dan pengalaman dunia nyata.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; ITSEC Asia resmi meluncurkan ITSEC Cyber &amp; AI Academy di kantor pusat ITSEC Asia, Jakarta. Academy ini hadir untuk memperkuat talenta cybersecurity dan AI Indonesia melalui pembelajaran berbasis praktik, pengalaman dunia nyata dan teknologi yang dirancang untuk kebutuhan profesional dan organisasi.</p>



<p>Percepatan digitalisasi dan adopsi artificial intelligence (AI) membuat kebutuhan terhadap talenta yang mampu mengembangkan sekaligus mengamankan teknologi semakin besar. Organisasi membutuhkan profesional yang dapat menghadapi ancaman siber, menguji ketahanan sistem, membangun solusi berbasis AI serta memahami aspek keamanan dan tata kelola teknologi.</p>



<p>Kondisi tersebut menempatkan pengembangan talenta cybersecurity dan AI sebagai bagian dari kesiapan Indonesia menghadapi ekonomi digital. Pemerintah juga terus mendorong pengembangan talenta digital dan AI untuk memperkuat kemampuan Indonesia dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-1024x768.jpg" alt="" class="wp-image-30758" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-1024x768.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-300x225.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-768x576.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-370x278.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-270x203.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-570x428.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-740x555.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1-80x60.jpg 80w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/kiri-kanan-Wamen-KOMDIGI-Nezar-Patria-Orang-Tua-Ibrahim-Aminuddin-Ibrahim-Al-Abrar-President-Director-ITSEC-Asia-Patrick-Dannacher-Wamen-Kemendiktisaintek-Stella-Christie-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>“Indonesia membutuhkan sekitar 9 juta talenta digital pada 2030, sementara saat ini kita baru memiliki sekitar 3 juta. Kesenjangan ini tidak dapat diatasi oleh pemerintah sendiri,&#8221; ujar Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.</p>



<p>Nezar Patria menambahkan bahwa dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri dan institusi pendidikan untuk menyiapkan talenta yang dibutuhkan Indonesia di tengah pertumbuhan ekonomi digital. </p>



<p>Inisiatif yang disodorkan oleh ITSEC Asia seperti ITSEC Cyber &amp; AI Academy dapat menjadi bagian dari upaya tersebut dengan memperkuat kesiapan talenta di bidang cybersecurity dan AI,” tambah Nezar Patria.</p>



<p>Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah membangun pengalaman dalam membantu organisasi menghadapi berbagai tantangan cybersecurity. Melalui ITSEC Cyber &amp; AI Academy, pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi pembelajaran yang dirancang untuk membantu profesional mengembangkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.</p>



<p>&#8220;Selama 16 tahun, ITSEC Asia telah berada di garis depan cybersecurity. Sekarang kami membawa pengalaman tersebut ke dalam pengembangan talenta yang akan menjadi bagian dari generasi berikutnya,&#8221; ujar Patrick Dannacher, President Director ITSEC Asia.</p>



<p>Ditambahkan oleh Patrick bahwa tantangan cybersecurity dan AI terus berkembang. Karena itu, kita membutuhkan lebih banyak profesional yang mampu memahami teknologi secara praktis, mengamankannya dan menggunakannya secara bertanggung jawab.</p>



<p>Dengan filosofi <strong>&#8220;We don&#8217;t just train defenders. We create them.&#8221;</strong>, Academy menggunakan pendekatan practitioner-led yang menempatkan pengalaman praktis sebagai bagian utama dari proses pembelajaran. </p>



<p>Seperti dikatakan Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar dalam bentuk data. Namun, data baru menjadi kekuatan strategis ketika kita memiliki kemampuan melindunginya dan menggunakannya dengan tepat. </p>



<p>&#8220;AI dapat membantu kita menyelesaikan berbagai persoalan yang relevan bagi Indonesia, tetapi hal tersebut membutuhkan talenta yang memahami teknologi sekaligus data yang menjadi dasarnya,” ujar Stella Christie.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Defend &amp; Attack. Build &amp; Govern.</strong></h4>



<p>ITSEC Cyber &amp; AI Academy memiliki dua fokus utama yang dirancang untuk menjawab kebutuhan kompetensi di era digital, yakni:</p>



<p><strong>Cybersecurity Academy:</strong> Defend &amp; Attack membangun kemampuan untuk memahami, menguji, mempertahankan dan merespons ancaman siber. Pendekatan ini memberikan peserta perspektif defensif dan ofensif agar mereka memahami bagaimana sistem dilindungi sekaligus bagaimana kerentanan dapat ditemukan dan diuji.</p>



<p><strong>AI Academy:</strong> Build &amp; Govern berfokus pada kemampuan membangun, menerapkan dan mengelola teknologi AI dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan tata kelola. Pendekatan ini menjawab kebutuhan organisasi yang semakin banyak menggunakan AI dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan.</p>



<p>Sementara itu, Yulius C. Rusli, President Director ITSEC Cyber &amp; AI Academy, mengatakan bahwa pendekatan Academy dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang dihadapi profesional di lapangan.</p>



<p>&#8220;Melalui inisiatif yang ditawarkan, kami membangun Academy dengan pendekatan yang berangkat dari kebutuhan nyata di lapangan. Oleh karena itu, peserta tidak hanya mempelajari konsep cybersecurity dan AI,&#8221; ujar Yulius.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa peserta juga akan mendapatkan kesempatan untuk menguji kemampuan melalui asesmen, pembelajaran adaptif dan simulasi yang dirancang menyerupai kondisi yang mereka hadapi dalam pekerjaan.</p>



<p>&#8220;Ekosistem teknologi seperti AKSI, CAKRA, SAKTI, PERISAI dan JAGA memungkinkan kami membangun perjalanan pembelajaran yang lebih terukur, mulai dari mengidentifikasi kompetensi hingga menguji kemampuan dalam skenario yang realistis,&#8221; tambah Yulius.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Didukung Ekosistem Teknologi dari Asesmen hingga Simulasi</strong></h4>



<p>Untuk mendukung perjalanan pembelajaran tersebut, ITSEC Cyber &amp; AI Academy menghadirkan ekosistem teknologi yang mencakup asesmen, pembelajaran, pengembangan kompetensi, simulasi dan cyber awareness.</p>



<p>AKSI (Asesmen Kompetensi Sistematis dan Integratif) digunakan untuk mengidentifikasi kompetensi kandidat, termasuk kemampuan teknis, aptitude dan soft skills. CAKRA (Capaian Akademik Kompetensi Siber Resiliensi Akselerasi) mendukung pengelolaan pembelajaran dan kompetensi dalam satu lingkungan pembelajaran.</p>



<p>Untuk pembelajaran berbasis AI, SAKTI (Sistem AI untuk Kompetensi, Teknologi, dan Inovasi) menyediakan jalur pembelajaran adaptif untuk AI, cybersecurity, intelligence, data dan programming, termasuk evaluasi yang dipersonalisasi serta fitur proctoring dan anti-cheating.</p>



<p>PERISAI (Platform Emulasi Realistik untuk Intelijen Siber dan Ancaman Infrastruktur) menyediakan cyber range berbasis AI untuk mensimulasikan skenario cybersecurity, AI security dan intelligence. </p>



<p>Sementara itu, JAGA (Jaringan Awareness dan Governance untuk Aset Nasional) mendukung kebutuhan cyber awareness organisasi melalui simulasi phishing berbasis AI, pelatihan interaktif dan analitik kinerja.</p>



<p>Ekosistem tersebut memungkinkan Academy mampu untuk menghubungkan proses asesmen, pembelajaran, praktik, simulasi dan evaluasi dalam satu perjalanan pengembangan kompetensi para peserta.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Membangun Pipeline Talenta untuk Indonesia</strong></h4>



<p>Peluncuran ITSEC Cyber &amp; AI Academy menjadi bagian dari perluasan kontribusi ITSEC Asia terhadap ekosistem digital Indonesia. Pengembangan talenta cybersecurity dan AI membutuhkan kolaborasi.</p>



<p>Tidak hanya berkolaborasi dengan sesama industri, tetapi juga menggandeng pemerintah, institusi pendidikan dan komunitas teknologi agar kemampuan profesional dapat terus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.</p>



<p>Membawa pengalaman 16 tahun di bidang cybersecurity ke dalam pendidikan dan pengembangan kompetensi, ITSEC Asia ingin membantu memperkuat pipeline talenta yang dibutuhkan Indonesia untuk menghadapi ancaman siber sekaligus memanfaatkan AI secara aman dan bertanggung jawab.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>ITSEC CyberTalent: Mendukung Talenta Muda Indonesia</strong></h4>



<p>Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui ITSEC CyberTalent, sebuah inisiatif yang mendukung talenta muda Indonesia dengan potensi di bidang cybersecurity melalui akses terhadap pembelajaran, pendampingan dan pengalaman industri.</p>



<p>Pada peluncuran ITSEC Cyber &amp; AI Academy, ITSEC Asia juga memberikan dukungan kepada Ibrahim Al Abrar, pelajar asal Boyolali, Jawa Tengah, yang menerima Letter of Appreciation dari National Aeronautics and Space Administration (NASA).</p>



<p>Seperti yang sudah diketahui bersama, Ibrahim berhasil menemukan dan melaporkan kerentanan keamanan pada salah satu sistem publik NASA melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP). </p>



<p>Dukungan yang diberikan meliputi perangkat pendukung untuk menunjang pembelajaran cybersecurity, sesi pelatihan privat bersama para ahli cybersecurity ITSEC Asia serta kesempatan menjalani program magang di ITSEC Asia setelah memenuhi persyaratan yang berlaku.</p>



<p>&#8220;Melalui ITSEC CyberTalent, kami ingin membantu talenta muda Indonesia terus berkembang sehingga mereka dapat berkontribusi bagi keamanan digital Indonesia di masa depan,&#8221; ujar Patrick Dannacher.</p>



<p>ITSEC Cyber &amp; AI Academy akan terus mengembangkan program pembelajaran, memperluas kolaborasi dengan berbagai institusi serta menghadirkan berbagai inisiatif pengembangan talenta untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia cybersecurity dan AI di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
