<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>artificial intelligence &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/artificial-intelligence/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 13:51:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>artificial intelligence &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>AI di Smartphone: Inovasi Nyata atau Sekadar Buzzword?</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/06/05/ai-di-smartphone-inovasi-nyata-atau-sekadar-buzzword/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 13:51:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[ai smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[infinix note 60 series]]></category>
		<category><![CDATA[note 60 series]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=29133</guid>

					<description><![CDATA[Mulai dari kelas flagship sampai yang terjangkau, semua brand mendadak berlomba-lomba memasang label kecerdasan buatan alias AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Kalau kita perhatikan tren smartphone belakangan ini, ada satu kata yang hampir mustahil buat dihindari: AI. Mulai dari kelas flagship sampai yang terjangkau, semua brand mendadak berlomba-lomba memasang label kecerdasan buatan. </p>



<p>Tapi jujur saja, sebagai konsumen, pernah nggak sih kita ngerasa kalau AI di smartphone itu sering kali cuma jadi gimmick marketing biar jualan makin laku? Wajar banget kalau publik akhirnya skeptis dengan AI. </p>



<p>Di tengah gempuran istilah teknologi yang makin rumit, kita sebenarnya cuma butuh satu hal simpel: HP yang kencang, baterai awet, dan fitur yang beneran ngebantu hidup sehari-hari, bukan fitur canggih yang cuma dipakai sekali pas unboxing lalu dilupakan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-1024x576.png" alt="" class="wp-image-29134" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T204249.898.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Menurut Sergio Ticoalu, Southeast Asia Marketing Director Infinix, perkembangan AI di smartphone seharusnya tidak hanya berfokus pada kecanggihan teknologi, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan pengalaman yang relevan bagi pengguna.</p>



<p>“User sebenarnya tidak terlalu peduli apakah sebuah fitur menggunakan AI atau tidak. Yang penting adalah apakah teknologi itu membantu kehidupan sehari-hari mereka secara nyata,” ujarnya.</p>



<p>Pendekatan tersebut menjadi salah satu arah yang kini mulai banyak diadopsi industri smartphone, termasuk oleh Infinix melalui pengembangan NOTE 60 Series. Fokusnya bukan lagi sekadar menghadirkan spesifikasi tinggi di atas kertas.</p>



<p>Oleh karena itu, Infinix melalui kehadiran NOTE 60 Series ingin memastikan pengalaman penggunaan smartphone tersebut bisa terasa lebih stabil, responsif, dan seamless dalam berbagai aktivitas harian.</p>



<p>Di sisi lain, perkembangan AI di smartphone juga semakin bergantung pada kemampuan hardware, khususnya chipset. Teknologi AI modern membutuhkan processing power yang tinggi agar dapat berjalan cepat dan real-time langsung di perangkat atau on-device AI.</p>



<p>Sementara itu, Robiat Fahlevie, Marketing Manager Qualcomm Indonesia menjelaskan bahwa performa chipset yang ada di dalam sebuah smaretphone kini menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pengalaman AI yang optimal. </p>



<p>“AI membutuhkan processing power yang besar. Karena itu, performa chipset menjadi fondasi utama agar fitur AI bisa berjalan optimal tanpa mengorbankan efisiensi daya maupun responsivitas perangkat,” jelasnya.</p>



<p>Melalui penggunaan Snapdragon 7s Gen 4 pada NOTE 60 Pro, Infinix mencoba menghadirkan keseimbangan antara performa, efisiensi daya, dan kemampuan AI yang lebih relevan untuk penggunaan sehari-hari. </p>



<p>Bukan hanya dari sisi hardware, evolusi AI juga terlihat dari bagaimana sistem operasi pada sebuah smartphone kini berkembang menjadi lebih personal dan adaptif terhadap kebiasaan pengguna.</p>



<p>Axellio Vincent, Product Manager OS, menjelaskan bahwa AI saat ini bukan lagi sekadar label “AI- powered”, tetapi bagaimana sistem mampu memahami konteks penggunaan secara lebih natural.</p>



<p>Lewat XOS 16 dan Infinix AI Assistant (Folax), pengalaman smartphone dikembangkan agar dapat membantu aktivitas sehari-hari secara lebih seamless, mulai dari produktivitas hingga personalisasi pengalaman pengguna. </p>



<p>“AI alias kecerdasan buatan yang tertanam di dalam sebuah ponsel pintar seharusnya bisa terasa lebih natural. Bukan fitur yang hanya dicoba sekali lalu dilupakan oleh kebanyakan pengguna,” ungkap Axellio.</p>



<p>Perspektif serupa juga disampaikan oleh reviewer teknologi Romi Hidayat, Droidlime. Menurutnya, pengguna saat ini semakin kritis terhadap fitur AI di smartphone dan lebih menghargai fitur yang manfaatnya langsung terasa. </p>



<p>“Pada akhirnya, performa tetap menjadi fondasi utama pada sebuah smartphone. Sementara itu, AI hanya nilai tambah, tapi experience yang smooth dan konsisten tetap jadi yang paling penting bagi user,” jelas Romi.</p>



<p>Meski AI diprediksi akan terus berkembang di industri smartphone, para pelaku industri mulai sepakat bahwa masa depan AI bukan terletak pada seberapa sering istilah tersebut digunakan, tetapi seberapa meaningful teknologi tersebut bagi pengguna.</p>



<p>AI diperkirakan akan berkembang menjadi lebih personal, lebih seamless, dan semakin terintegrasi dengan aktivitas sehari-hari. Namun pada akhirnya, pengguna tetap mencari pengalaman yang sederhana, responsif, dan benar-benar membantu. </p>



<p>“Yang paling penting bukan seberapa sering brand menyebut AI dalam sebuah perangkat yang ditawarkan, tapi apakah user atau pengguna sudah benar-benar merasakan manfaatnya,” tutup Sergio Ticoalu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cloud dan AI Microsoft Perkuat BNI Finance dan Universitas Terbuka</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/05/18/cloud-dan-ai-microsoft-perkuat-bni-finance-dan-universitas-terbuka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 02:19:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[bni finance]]></category>
		<category><![CDATA[cloud]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<category><![CDATA[universitas terbuka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=28683</guid>

					<description><![CDATA[Microsoft ingin memastikan bahwa setiap organisasi dapat berinovasi tanpa mengorbankan aspek compliance dan governance.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Satu tahun sejak beroperasinya pusat data Indonesia Central cloud region, Microsoft telah menegaskan komitmennya dalam mendukung organisasi di Indonesia mengadopsi kecerdasan buatan (AI) secara aman, patuh terhadap regulasi, dan berdampak nyata.</p>



<p>Dalam Microsoft AI Summit Indonesia yang dihadiri ratusan pemimpin bisnis, regulator, dan mitra industri, Microsoft menampilkan dua bukti konkret transformasi tersebut yakni BNI Finance di sektor jasa keuangan dan Universitas Terbuka di sektor pendidikan tinggi.</p>



<p>Seiring dengan percepatan adopsi AI di berbagai sektor, aspek kepercayaan, keamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi semakin krusial. Oleh karena itu, Microsoft mengoperasikan pusat data Indonesia Central cloud region.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-28685" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091127.485-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dharma Simorangkir, President Director Microsoft Indonesia.</figcaption></figure>



<p>Ini memastikan bahwa seluruh inovasi cloud dan AI yang dihadirkan dirancang untuk memenuhi kebutuhan data residency di dalam negeri, serta mendukung organisasi dalam mematuhi kerangka regulasi yang berlaku, termasuk di sektor jasa keuangan yang highly regulated. </p>



<p>“Di era Frontier AI, kepercayaan menjadi fondasi utama. Kami berkomitmen untuk menghadirkan teknologi cloud dan AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga selaras dengan kebutuhan regulasi di Indonesia,&#8221; ujar Dharma Simorangkir, President Director Microsoft Indonesia.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa dengan infrastruktur lokal dan kapabilitas keamanan kelas dunia, Microsoft ingin memastikan bahwa setiap organisasi—termasuk di sektor jasa keuangan—dapat berinovasi tanpa mengorbankan aspek compliance dan governance.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Hernawan Bekti Sasongko, turut menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator dan industri dalam memastikan pemanfaatan teknologi yang bertanggung jawab. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-28684" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/05/Copy-of-Untitled-2026-05-18T091155.075-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Hernawan Bekti Sasongko.</figcaption></figure>



<p>“Kami memandang bahwa pemanfaatan AI, cloud, dan teknologi digital di sektor jasa keuangan perlu terus didorong secara bertanggung jawab, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang kuat, manajemen risiko yang terukur, keamanan siber, dan  perlindungan konsumen yang memadai. </p>



<p>Microsoft juga telah melakukan pembaharuan daftar kelengkapan dan regulasi dari OJK untuk industri jasa keuangan. Pembaruan ini dilakukan untuk membantu bank, perusahaan pembiayaan, asuransi dan lembaga jasa keuangan lainnya dalam memenuhi proses kepatuhan saat melakukan transformasi digital.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>BNI Finance: Migrasi Core System Skala Besar tanpa Mengganggu Operasional</strong></h4>



<p>Sejak diluncurkan pada bulan Mei 2025 lalu, Indonesia Central cloud region telah menjadi fondasi penting bagi organisasi di Indonesia untuk mempercepat transformasi digital dan AI mereka. </p>



<p>Dengan kemampuan AI-ready hyperscale cloud, data residency di dalam negeri, serta enterprise-grade security dan compliance, platform ini mendukung kebutuhan sektor-sektor dengan regulasi ketat, termasuk jasa keuangan.</p>



<p>BNI finance menjadi salah satu contoh bagaimana adopsi cloud dan AI Microsoft dapat memberikan dampak nyata dalam kerangka regulasi yang ketat. BNI finance memigrasikan sistem inti (core system) mereka ke Microsoft Azure melalui Indonesia Central cloud region.</p>



<p>Ini bertujuan meningkatkan keandalan layanan dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi sektor jasa keuangan. Migrasi ini mencakup lebih dari 200 terabyte data dan 100+ aplikasi, yang berhasil diselesaikan dalam waktu kurang dari dua bulan tanpa mengganggu operasional bisnis.</p>



<p>Implementasi ini menunjukkan bahwa inovasi berbasis AI dapat berjalan seiring dengan standar keamanan dan kepatuhan yang tinggi—mewakili bagaimana organisasi di Indonesia mulai memasuki fase baru, dari eksperimen menuju implementasi berskala penuh.<strong></strong></p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Universitas Terbuka: Berskala Nasional, AI yang Bertanggung Jawab di Pendidikan Tinggi</strong></h4>



<p>Sementara itu, di sektor pendidikan tinggi, Universitas Terbuka (UT) menunjukkan bagaimana cloud dan AI alias kecerdasan buatan dapat memperluas akses pendidikan dengan tetap menjaga integritas akademik. </p>



<p>Sebagai perguruan tinggi negeri dengan sistem belajar terbuka dan jarak jauh, UT melayani lebih dari 1,8 juta mahasiswa terdaftar dan 768.248 mahasiswa aktif pada Semester 1 Tahun 2025 — menjadikannya salah satu institusi pendidikan tinggi terbesar di kawasan.</p>



<p>Berkolaborasi dengan Microsoft sejak 2013, UT memanfaatkan Microsoft Azure, Azure OpenAI Service, dan Microsoft Foundry untuk mengembangkan AI Tutor, asisten pembelajaran kontekstual yang merujuk pada materi ajar resmi UT. </p>



<p>Hingga saat ini, AI Tutor telah diterapkan pada sekitar 500 kelas dan digunakan oleh lebih dari 100.000 mahasiswa, dengan dampak nyata berupa peningkatan partisipasi diskusi daring serta percepatan siklus penilaian tugas dari beberapa hari menjadi satu hingga dua hari.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Fondasi Ekosistem AI yang Aman dan Berkelanjutan</strong></h4>



<p>Microsoft AI Summit Indonesia juga menyoroti bagaimana kombinasi antara infrastruktur cloud lokal, platform data dan AI terintegrasi, serta alat produktivitas seperti Microsoft 365 Copilot dan GitHub Copilot, membentuk sebuah ekosistem yang memungkinkan organisasi untuk berinovasi secara&nbsp;<em>end-to-end</em>.</p>



<p>Dengan investasi jangka panjang sebesar US$1,7 miliar di Indonesia hingga 2028, Microsoft terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan ekosistem AI yang aman, inklusif, dan berkelanjutan—mulai dari infrastruktur hingga pengembangan talenta digital.</p>



<p>“Indonesia memiliki semua elemen untuk menjadi frontier AI berikutnya. Fokus kami adalah memastikan bahwa transformasi ini dibangun di atas fondasi kepercayaan yang kuat, sehingga inovasi dapat berjalan seiring dengan keamanan dan kepatuhan,” tutup Dharma.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Tugas David Beckham yang Digandeng Lenovo Sebagai Mitra Global</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/04/01/ini-tugas-david-beckham-yang-digandeng-lenovo-sebagai-mitra-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 03:59:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[david beckham]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[lenovo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=27661</guid>

					<description><![CDATA[David Beckham akan terlibat dalam pengembangan solusi berbasis AI dari Lenovo yang berfokus untuk dunia olahraga. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Lenovo telah secara resmi mengumumkan kemitraan global dengan David Beckham, mempertemukan salah satu tokoh paling dikenal di dunia dengan salah satu perusahaan teknologi terkemuka di dunia. </p>



<p>Kolaborasi ini memperkuat peran Lenovo yang semakin berkembang dalam dunia sepak bola global, termasuk posisinya sebagai Official Technology Partner untuk FIFA World Cup 2026 dan FIFA Women’s World Cup 2027.</p>



<p>Melalui kemitraan inovatif perdana Lenovo di bidang sepak bola, David Beckham akan terlibat dalam pengembangan solusi berbasis AI alias kecerdasan buatan dari Lenovo yang berfokus untuk dunia olahraga. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-27662" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Inovasi ini dirancang untuk mentransformasi permainan bagi klub, pemain, officials, hingga penggemar sehingga dapat menciptakan operasional yang lebih efisien serta membuka peluang pendapatan baru melalui inovasi AI yang cerdas.</p>



<p>Baik bagi seorang profesional yang mengelola keseharian dari satu perangkat, pemilik usaha kecil yang ingin bekerja efisien, hingga perusahaan besar yang sedang merombak cara kerja tim mereka, David Beckham akan membawa perspektif yang sangat relevan bahkan di luar lapangan.</p>



<p>Selain itu, David Beckham juga akan membantu menghidupkan gagasan utama dari kolaborasi ini: bahwa teknologi yang tepat dengan dukungan AI dapat membantu siapapun berproduktivitas dan memberikan hasil yang terbaik.</p>



<p>Tak hanya sampai di situ, David Beckham juga akan hadir sebagai bintang utama dalam kampanye pemasaran global terbaru Lenovo, yang dijadwalkan meluncur pada bulan Mei mendatang—tepat satu bulan sebelum kick-off FIFA World Cup 2026.</p>



<p>&#8220;Lenovo adalah pemimpin global dengan rekam jejak yang terbukti di panggung-panggung terbesar dunia. Saya bangga bisa bermitra dengan Lenovo untuk FIFA World Cup dan seterusnya,&#8221; ungkap David Beckham. </p>



<p>Ia juga menambahkan bahwa sepak bola akan selalu ditentukan oleh bakat, insting, kerja keras, dan momen tak terlupakan yang membuat olahraga ini istimewa. Sekarang, AI dan data membantu kita memahami sepak bola secara lebih mendalam.</p>



<p>&#8220;Tentunya, saya sangat menantikan untuk mempelajari lebih jauh inovasi mutakhir Lenovo yang membuka berbagai ide baru dan memperluas akses ke dunia sepak bola bagi semua orang,&#8221; tambah David Beckham.</p>



<p>Sementara itu, CEO &amp; Chairman Lenovo Yuanqing Yang mengatakan bahwa David Beckham bukan hanya tokoh global di bidang sepak bola, bisnis, dan budaya, tetapi ia adalah sosok yang memahami kekuatan inovasi untuk mengubah dunia. </p>



<p>&#8220;Hal itu menjadikannya mitra yang sempurna untuk membantu kami menunjukkan bagaimana AI yang lebih pintar dapat mendorong kehidupan yang lebih baik dan pekerjaan yang lebih efisien bagi semua orang,&#8221; pungkas Yuanqing Yang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AiMOGA Robotics dari Chery Ikut Meramaikan IIMS 2026</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/02/09/aimoga-robotics-dari-chery-ikut-meramaikan-iims-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 00:29:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[aimoga robotics]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[chery]]></category>
		<category><![CDATA[iims 2026]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=26294</guid>

					<description><![CDATA[Peluncuran strategi baru AiMOGA Robotics juga menjadi jawaban strategis Chery terhadap tantangan industri global.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Kehadiran AiMOGA Robotics yang dipertontonkan di panggung Indonesia melalui ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi lebih dari sekadar demonstrasi inovasi teknologi. </p>



<p>Momentum ini menandai tonggak penting bagi visi Chery Group dalam menyongsong era kecerdasan buatan (AI), sekaligus menegaskan transformasinya menjadi perusahaan ekosistem berbasis teknologi.</p>



<p>Peluncuran strategi baru AiMOGA Robotics di IIMS juga menjadi jawaban strategis Chery terhadap tantangan industri global yang kian menuntut ketahanan, kolaborasi lintas sektor, dan akselerasi adopsi teknologi cerdas.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-26298" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-1024x576.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-300x169.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-768x432.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-1536x864.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-2048x1152.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-370x208.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-270x152.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-570x320.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-740x416.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Melalui pendekatan <strong>&#8220;Otomotif + Robotika&#8221;</strong>, Chery menegaskan transformasinya menjadi perusahaan ekosistem berbasis teknologi. Peluncuran strategi baru AiMOGA Robotics juga menjadi jawaban strategis Chery terhadap tantangan industri global.</p>



<p>Melalui strategi ini, Chery memperkuat komitmennya untuk mendorong keterlibatan lintas sektor, mempercepat transfer teknologi, dan menciptakan jalur komersialisasi yang memungkinkan integrasi konsep Otomotif + Robotika di pasar global. </p>



<p>Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kemitraan yang lebih luas antara produsen mobil, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan industri lainnya, sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok dan kapabilitas layanan.</p>



<p>Zhang Guibing, General Manager AiMOGA Robotics, memaparkan blueprint pengembangan perusahaan yang berfokus pada integrasi mendalam antara teknologi kendaraan cerdas dan robotika.</p>



<p>&#8220;AiMOGA bertujuan menjadi asisten AI manusia yang terdepan dan terpercaya di dunia. Di IIMS 2026, Chery juga menghadirkan pengalaman langsung untuk memperlihatkan kemampuan nyata AiMOGA Robotics kepada publik Indonesia,&#8221; ujar Zhang.</p>



<p>AiMOGA <strong>“MOI”</strong> tampil memukau melalui demonstrasi kaligrafi, menari, serta berinteraksi secara interaktif dengan GRIND Boys, Gofar Hilman, Rico Lubis, dan Wancoy (Mahesa Yuwanda) dalam sesi talkshow.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-26299" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-1024x576.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-300x169.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-768x432.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-1536x864.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-2048x1152.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-370x208.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-270x152.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-570x320.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-740x416.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Selain itu, teknologi robotika Chery juga ditampilkan melalui robodog yang mampu melakukan berbagai atraksi seperti duduk, bersalaman, hingga menari. Rangkaian aktivitas ini memperlihatkan bagaimana inovasi AI dan robotika Chery komunikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Untuk mewujudkan visi tersebut, AiMOGA Robotics akan meluncurkan keluarga robot humanoid dan quadruped (berkaki empat) yang dirancang untuk berbagai sektor aplikasi, mulai dari pemasaran, pendidikan, pendampingan, industrial, hingga layanan rumah tangga. </p>



<p>Perusahaan telah menetapkan rencana lima tahun yang ambisius hingga tahun 2030, yang mana penjualan global robot quadruped ditargetkan melampaui 90.000 unit dan robot humanoid melampaui 40.000 unit. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Sinergi Teknologi: Inovasi Inti sebagai Penggerak Transformasi Masa Depan</h4>



<p>Kepercayaan diri tersebut didukung oleh sinergi teknologi dan keunggulan rekayasa dari Chery Group. Xia Peng, Executive Vice GM AiMOGA Robotics, mengungkapkan bahwa setelah tiga tahun penelitian dan pengembangan intensif, AiMOGA telah mencapai lompatan besar.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya, kapabilitas robot yang kami kembangkan mencapai L2 (level kolaboratif), dan kini pencapaiannya telah memasuki kapabilitas L3 (level asistensi). Ini menyediakan fondasi teknis yang krusial bagi pemosisian AiMOGA sebagai &#8216;asisten manusia&#8217;,&#8221; jelas Xia Peng.</p>



<p>Lebih lanjut, Xia Peng menjelaskan bahwa terobosan ini ditopang kuat oleh pemberdayaan sistemik dari Chery Group. Sendi robot dengan kepadatan torsi tinggi (high-torque-density) memanfaatkan keahlian Chery dalam teknologi canggih kendaraan listrik (EV).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-26297" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-1024x682.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-300x200.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-768x512.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-370x247.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-270x180.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-570x380.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-740x493.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Ini termasuk motor serta reducer, dan sementara platform cloud MoLink, yang bertindak sebagai <strong>&#8220;otak cerdas&#8221;</strong> dari robot, berbagi arsitektur pemrosesan data dengan sistem kendaraan terkoneksi Chery.</p>



<p>Tak ketinggalan, sistem persepsi multimodal dan model visi-bahasa MoNet yang dikembangkan secara mandiri sendiri, mendapat manfaat langsung dari investasi jangka panjang Chery dalam teknologi persepsi mengemudi cerdas.</p>



<p>Ekosistem Pertumbuhan: Dukungan Jaringan Global untuk Mempercepat Ekspansi AiMOGA</p>



<p>Strategi global AiMOGA turut didukung oleh pondasi jaringan internasional Chery yang solid. Sebagai eksportir mobil penumpang nomor satu selama 22 tahun berturut-turut di Cina, Chery Group kini melayani lebih dari 17,7 juta pengguna di lebih dari 120 negara dan kawasan.</p>



<p>Tentunya, ini juga didukung oleh lebih dari 11.000 titik layanan di seluruh dunia. Oleh karena itu, jaringan masif yang dimiliki oleh Chery ini akan memberikan akselerasi secara instan bagi ekspansi AiMOGA di pasar global.</p>



<p>AiMOGA sendiri telah mencatatkan pencapaian penting sebagai robot humanoid pertama di dunia yang berhasil memperoleh sertifikasi perangkat keras dan lunak Uni Eropa (EU), serta kini telah hadir di lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan. </p>



<p>Melalui AiMOGA Robotics, Chery terus berupaya untuk mengintegrasikan keahlian teknologi otomotif, operasi global, dan kecerdasan buatan atau AI untuk membangun ekosistem layanan yang komprehensif dan responsif.</p>



<p>Tentunya langkah ini menandai babak baru transformasi bagi Chery, dari sekadar inovasi produk menuju kolaborasi ekosistem teknologi bersama para mitra dan pengguna setianya di seluruh dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Milano Cortina 2026 Diperkaya Inovasi AI Besutan Alibaba Cloud</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/02/08/milano-cortina-2026-diperkaya-inovasi-ai-besutan-alibaba-cloud/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 01:48:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[alibaba]]></category>
		<category><![CDATA[alibaba cloud]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi ai]]></category>
		<category><![CDATA[milano cortina 2026]]></category>
		<category><![CDATA[olimpiade musim dingin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=26266</guid>

					<description><![CDATA[Teknologi AI dan cloud generasi terbaru mendukung penyiaran Olimpiade yang lebih cerdas, cepat, dan efisien secara global.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Alibaba Cloud kembali memperkuat perannya dalam ajang olahraga terbesar dunia. Pada Olimpiade dan Paralimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026, Alibaba Cloud menghadirkan rangkaian inovasi cloud dan kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru.</p>



<p>Bekerja sama dengan International Olympic Committee (IOC) dan Olympic Broadcasting Services (OBS), rangkaian inovasi tersebut untuk mendukung penyiaran Olimpiade yang lebih cerdas, cepat, dan efisien secara global.</p>



<p>Alibaba Cloud melanjutkan kolaborasi teknologi ini yang sebelumnya sukses diterapkan di Tokyo 2020, Beijing 2022, dan Paris 2024. Milano Cortina 2026 menjadi fase lanjutan transformasi digital Olimpiade berbasis cloud dan AI.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="628" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-1024x628.jpg" alt="" class="wp-image-26269" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-1024x628.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-300x184.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-768x471.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-1536x942.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-2048x1255.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-370x227.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-270x166.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-570x349.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-740x454.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Tayangan Ulang Lebih Imersif dengan AI Real-Time 360º Replay</h4>



<p>Salah satu sorotan utama adalah kehadiran Real-Time 360º Replay generasi terbaru. Teknologi ini memungkinkan tayangan ulang yang lebih imersif dengan pergerakan kamera yang halus, efek visual stroboskopik, serta rekonstruksi momen penting dalam bentuk visual 3D 15–20 detik.</p>



<p>Didukung algoritma AI, sistem ini mampu memisahkan atlet dari latar belakang kompleks seperti salju dan es. Teknologi tersebut akan digunakan pada 17 cabang olahraga, termasuk hoki es, ski gaya bebas, seluncur indah, hingga lompat ski.</p>



<p>Tak hanya itu, fitur Spacetime Slices juga turut diperkenalkan untuk menampilkan beberapa fase gerakan atlet dalam satu gambar komposit, membantu penonton memahami teknik dan performa secara lebih detail.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Pencarian Konten Lebih Cepat Berkat LLM Qwen</h4>



<p>Alibaba Cloud juga menghadirkan Automatic Media Description (AMD) System yang ditenagai Qwen. Sistem ini secara otomatis mengidentifikasi atlet, momen penting, serta memberikan deskripsi dan tagging konten video hanya dalam hitungan detik.</p>



<p>Dengan perintah pencarian berbasis bahasa alami, seperti “penampilan peraih emas seluncur indah”, tim OBS dapat menemukan konten yang relevan secara instan. Hal ini membuat proses produksi dan distribusi konten Olimpiade menjadi jauh lebih efisien.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Cloud Broadcasting Jadi Standar Baru Olimpiade</h4>



<p>Penyiaran berbasis cloud kini menjadi tulang punggung Olimpiade. Di Milano Cortina 2026, OBS Live Cloud akan mendukung 39 broadcaster dengan total 428 konten live video, termasuk konten ultra-high definition dan audio.</p>



<p>Teknologi ini menggantikan sistem satelit konvensional, sehingga mampu menekan biaya, mempercepat persiapan, serta meningkatkan fleksibilitas dan keandalan siaran. Untuk pertama kalinya, OBS Olympic Video Player (OVP) juga memanfaatkan infrastruktur Alibaba Cloud.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-26268" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4-Alibaba-Hadirkan-Inovasi-AI-Berbasis-Cloud-di-Olimpiade-Musim-Dingin-Milano-Cortina-2026.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Milano Cortina 2026 juga diproyeksikan menghadirkan lebih dari 5.000 konten digital berdurasi pendek, mulai dari cuplikan pertandingan hingga momen-momen krusial. Seluruh konten ini didistribusikan melalui OBS Content+, platform berbasis cloud yang didukung Alibaba Cloud.</p>



<p>Dengan kata lain, fitur pencarian canggih yang diterapkan pada ajang olahraga bergengsi ini memungkinkan tim media di seluruh dunia dapat mengakses, menyunting, serta mempublikasikan konten tanpa batasan lokasi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Penggunaan LLM Pertama di Olimpiade dan Arsip Digital Generasi Baru</h4>



<p>Menariknya, Milano Cortina 2026 menjadi Olimpiade pertama yang menggunakan teknologi LLM secara resmi. IOC memperkenalkan Olympic AI Assistants berbasis Qwen yang mendukung interaksi penggemar secara global melalui situs olympics.com.</p>



<p>Ini dilengkapi dengan dukungan multibahasa dan informasi pertandingan real-time. Teknologi serupa juga diterapkan pada Olympic Museum di Lausanne serta portal internal National Olympic Committees (NOC). </p>



<p>Selain itu, Alibaba Cloud juga terus mengembangkan Sports AI untuk pengarsipan media Olimpiade, mengelola lebih dari delapan petabyte arsip historis agar mudah dicari dan diakses lintas generasi.</p>



<p>Dengan integrasi cloud dan AI ini, Alibaba Cloud menegaskan posisinya sebagai fondasi teknologi utama Olimpiade modern, tidak hanya untuk efisiensi operasional, tetapi juga menghadirkan pengalaman menonton yang lebih kaya dan berkelanjutan bagi penggemar olahraga di seluruh dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Media di Era Mesin Pencari Cerdas</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/02/08/masa-depan-media-di-era-mesin-pencari-cerdas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 01:25:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[burson]]></category>
		<category><![CDATA[forwat]]></category>
		<category><![CDATA[generative engine optimization]]></category>
		<category><![CDATA[geo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=26261</guid>

					<description><![CDATA[Media kini tidak lagi sekadar berlomba muncul di hasil pencarian, melainkan harus mampu menjadi jawaban yang dipercaya oleh AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Perkembangan AI bukan hanya mengubah cara orang bekerja, tetapi juga cara publik mencari, memahami, dan mempercayai informasi. Di era mesin pencari berbasis AI, media tidak lagi sekadar berlomba muncul di hasil pencarian, melainkan harus mampu menjadi jawaban yang dipercaya oleh AI.</p>



<p>Hal ini menjadi sorotan utama dalam sesi workshop bertajuk <strong>“Strengthening Media Relevance in the Age of AI”</strong> yang digelar oleh Forum Wartawan Teknologi (FORWAT) bersama dengan Burson Indonesia, di WPP Campus, RDTX Place Jakarta, 6 Februari 2026.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/DSC_0057-1-1024x678.jpg" alt="" class="wp-image-26263" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/DSC_0057-1-1024x678.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/DSC_0057-1-300x199.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/DSC_0057-1-768x509.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/DSC_0057-1-370x245.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/DSC_0057-1-270x179.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/DSC_0057-1-570x378.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/DSC_0057-1-740x490.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/DSC_0057-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Anindya Sastrawan, Strategic Planning Data + Intelligence Manager Burson Indonesia</figcaption></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Dari “Google It” ke “GPT It”</h4>



<p>Riset Bain menunjukkan perubahan perilaku pencarian yang signifikan. Sekitar 80% konsumen kini menyelesaikan 40% pencarian online tanpa mengklik satu pun tautan. Artinya, jawaban langsung dari AI—bukan artikel panjang—menjadi sumber utama informasi bagi pengguna.</p>



<p>Kondisi ini tentunya membuat media menghadapi tantangan yang terbilang baru, yakni traffic tidak lagi identik dengan relevansi. Konten bisa saja dibaca AI, dikutip, dan dipercaya—tanpa mendatangkan klik sama sekali.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Mengenal GEO, Pendamping Baru SEO</h4>



<p>Oleh karena itu, di sinilah konsep Generative Engine Optimization (GEO) berperan. Jika SEO berfokus pada visibilitas di mesin pencari, GEO bertujuan agar konten media dipilih AI sebagai jawaban langsung.</p>



<p>Singkatnya:</p>



<ul>
<li><strong>SEO</strong>: membuat media mudah ditemukan</li>



<li><strong>GEO</strong>: membuat media mudah dipahami dan dipercaya AI</li>
</ul>



<p>Satu hal yang harus sama-sama dipahami behwa GEO tidak menggantikan SEO. Keduanya berjalan berdampingan, tetapi dengan peran yang berbeda.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Cara AI Menentukan Sumber yang Dipercaya</h4>



<p>Materi yang disampaikan oleh Anindya Sastrawan, Strategic Planning Data + Intelligence Manager Burson Indonesia mengungkap bagaimana AI <strong>“berpikir”</strong> sebelum mengutip sebuah media. Prosesnya terdiri dari tiga tahap utama:</p>



<ol>
<li><strong>Entity Recognition</strong> – AI harus mengenali media atau brand sebagai entitas yang jelas</li>



<li><strong>Signal Consistency</strong> – topik, sudut pandang, dan istilah harus konsisten</li>



<li><strong>Signal Strength</strong> – diperkuat oleh kutipan, referensi, dan otoritas sumber lain</li>
</ol>



<p>Disebutakan bahwa AI mengandalkan sumber informasi seperti media bereputasi, Wikipedia, database resmi, hingga artikel pembanding yang bertujuan untuk memastikan satu informasi memang valid.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Kenapa Media Teknologi Punya Keunggulan?</h4>



<p>Dari presentasi yang disampaikan disebutkan bahwa media dengan fokus liputan yang jelas, seperti teknologi dan AI, justru memiliki peluang besar untuk menonjol di era GEO. Pasalnya, AI menyukai media yang:</p>



<ul>
<li>Konsisten membahas satu topik utama</li>



<li>Menggunakan istilah yang seragam, misalnya “Kecerdasan Buatan (AI)”</li>



<li>Memiliki struktur artikel yang mudah dipindai mesin</li>



<li>Menyajikan kesimpulan yang tegas dan bisa dikutip</li>
</ul>



<p>Bagi kebanyakan pembaca yang menyukai media teknologi dan AI, ini berarti konten teknologi ke depannya bukan hanya informatif, tapi juga lebih kontekstual, analitis, dan relevan dengan dampak nyata AI.</p>



<p>Bisa disimpulkan bahwa media tidak akan tergantikan oleh AI, tetapi media yang memahami cara kerja AI akan bertahan dan berkembang. GEO bukan soal “<strong>menyenangkan mesin”</strong>, melainkan memastikan jurnalisme tetap utuh, kredibel, dan mudah dipahami, baik oleh manusia maupun AI.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tren Rekrutmen 2026 Versi Jobstreet by SEEK</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/01/29/tren-rekrutmen-2026-versi-jobstreet-by-seek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2026 06:47:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[jobstreet by seek]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=25998</guid>

					<description><![CDATA[Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global, pasar kerja nasional justru diproyeksikan tetap solid.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Memasuki tahun 2026, pasar tenaga kerja Indonesia memasuki fase yang semakin strategis. Di tengah bayang-bayang ketidakpastian ekonomi global, pasar kerja nasional justru diproyeksikan tetap solid.</p>



<p>Peluang ini tidak hanya bersumber dari pertumbuhan organik dalam negeri. Dinamika perdagangan global juga berpotensi mendorong relokasi sebagian industri manufaktur ke Asia Tenggara. </p>



<p>Ini adalah momentum emas bagi Indonesia, dengan catatan kita tidak hanya harus mampu bersaing dari sisi infrastruktur, tetapi juga kemudahan berusaha, dan yang paling krusial adalah kesiapan talenta.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2411-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-25999" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2411-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2411-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2411-768x513.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2411-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2411-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2411-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2411-740x494.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2411.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Evolusi AI: Dari Adopsi ke Integrasi Keterampilan</strong></h4>



<p>Jika tahun 2023 hingga 2025 adalah fase pengenalan, maka 2026 adalah fase optimalisasi. Sementara itu, Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan tidak lagi sekadar alat bantu rekrutmen, tetapi telah mengubah definisi kompetensi itu sendiri. </p>



<p>Data dari laporan eksklusif iring, Compensation, and Benefits 2025 dari Jobstreet by SEEK menemukan bahwa dengan meningkatnya penggunaan AI, 71% perusahaan di Indonesia saat ini juga mempertimbangkan pengetahuan AI kandidat saat merekrut.</p>



<p>“Dari perkembangan tersebut, keterampilan terkait AI tentunya akan semakin dibutuhkan lintas fungsi,&#8221; ujar Wisnu Dharmawan, Acting Managing Director untuk Indonesia, Jobstreet by SEEK melalui rilis yang diterima nativzen.com.</p>



<p>Lebih lanjut, Wisnu mengatakan bahwa AI tidak lagi eksklusif milik engineer, tetapi menjadi keharusan untuk berbagai divisi termasuk pemasaran, operasional, hingga keuangan. Kuncinya terletak pada AI literacy, data literacy, dan kemampuan mengintegrasikan AI ke alur kerja.</p>



<p>Sebagai dampaknya, kita akan melihat pergeseran relevansi keterampilan yang dimiliki oleh tenaga kerja. Pekerjaan yang bersifat repetitif dan klerikal (administratif rutin) akan semakin tergerus otomatisasi. </p>



<p>Sebaliknya, nilai tambah manusia akan bergeser ke kemampuan analisis, pemecahan masalah yang kompleks, kreativitas, dan pengambilan keputusan berbasis data. Bagi pekerja, ini saatnya mengevaluasi apakah pekerjaan sehari-hari didominasi tugas rutin yang mudah di otomasi?</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Munculnya Fenomena Ketenagakerjaan Lain di Tengah Isu PHK</strong></h4>



<p>Pertanyaan besar yang kemudian kerap muncul di awal tahun adalah; apakah 2026 akan diwarnai gelombang PHK masif? Untuk ini, konteks Indonesia berbeda dengan tren konsolidasi teknologi global. </p>



<p>Data pasar kerja nasional menunjukkan tren positif, terutama di sektor layanan kesehatan, manufaktur, dan ekonomi digital. Namun, yang justru muncul adalah fenomena job hugging, dimana pekerja memilih bertahan di posisi saat ini demi stabilitas karir (job security).</p>



<p>Hal ini mengurangi mobilitas tenaga kerja secara organik. Oleh karena itu, untuk merekrut pekerja baru perusahaan harus lebih proaktif membangun <em>employer branding</em> atau menawarkan jenjang karir yang jelas dan menarik.</p>



<p>Di sisi lain, strategi perusahaan untuk mempertahankan pekerja tidak bisa lagi pasif. Identifikasi apakah tim di masing-masing perusahaan memiliki <strong>&#8220;sunset skills”</strong> yaitu keterampilan rutin yang mudah di otomasi. </p>



<p>Jika hal ini dimiliki, maka perusahaan harus proaktif melakukan upskilling internal daripada sekadar merekrut pekerja baru. Fokus pada kombinasi skill teknis (seperti cloud atau cybersecurity) dan human skills (komunikasi dan kolaborasi).</p>



<p>“Cara sederhananya, bandingkan deskripsi pekerjaan di perusahaan dengan lowongan terkini di pasar tenaga kerja. Bila pasar mulai menuntut elemen AI, data, atau <em>cloud</em> yang belum dimiliki tim saat ini, itu sinyal perlunya program upskilling terarah dari perusahaan,” ujar <strong>Wisnu Dharmawan</strong>.</p>



<p><strong>Daya Tarik Global dan Tantangan Retensi</strong></p>



<p>Tantangan lain juga muncul dari lintas negara. Laporan Decodi ng Global Talent 2024 dari SEEK menunjukkan sekitar 67% pekerja Indonesia berminat untuk bekerja di luar negeri. Angka ini didorong oleh keinginan mengejar eksposur global serta kualitas hidup yang lebih baik.</p>



<p>Bagi perusahaan Indonesia, ini adalah peringatan sekaligus peluang. Penting untuk memperkuat strategi retensi agar talenta terbaik melihat masa depan karir di dalam negeri. Selain penyesuaian kompensasi, perusahaan perlu menawarkan jalur karir yang jelas, dan kesempatan pembelajaran.</p>



<p>Di sisi lain, perusahaan juga bisa mulai memanfaatkan cross-border recruitment melalui platform global seperti Jobstreet by SEEK untuk mengisi celah keterampilan khusus yang sulit ditemukan di pasar lokal. </p>



<p>“Tahun 2026 bukan sekadar tentang siapa yang merekrut paling cepat, tetapi siapa yang mampu memetakan potensi talenta paling akurat. Bagi pencari kerja, portofolio dan kredensial mikro akan menjadi bukti kompetensi yang lebih bernilai dibanding gelar semata,” tutup Wisnu Dharmawan.</p>



<p>Jobstreet by SEEK akan terus menjadi mitra strategis dalam menyediakan data dan teknologi candidate matching untuk menjembatani kebutuhan ini. Harapannya perusahaan Indonesia dapat memenangkan persaingan dalam mendapatkan dan mempertahankan talenta terbaik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kawasan GIIC Diperkuat dengan Smart City Command Centre</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/01/19/kawasan-giic-diperkuat-dengan-smart-city-command-centre/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 04:11:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan giic]]></category>
		<category><![CDATA[nec indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[samakta mitra]]></category>
		<category><![CDATA[smart city command centre]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=25756</guid>

					<description><![CDATA[Smart City Command Centre ini dibangun oleh PT Samakta Mitra yang berkolaborasi dengan NEC Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Transformasi digital dengan pemanfaatan AI di kawasan industri di Tanah Air terus dipercepat seiring meningkatnya kebutuhan akan efisiensi, keamanan, dan pengambilan keputusan berbasis data. </p>



<p>Menjawab tantangan tersebut, PT Samakta Mitra, anak usaha Sinar Mas Land, berkolaborasi dengan NEC Indonesia menghadirkan Smart City Command Centre di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.</p>



<p>Smart City Command Centre ini dirancang sebagai pusat pemantauan dan pengendalian terpadu yang mengintegrasikan berbagai sumber data berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI). </p>



<p>Sistem ini memungkinkan pengelola kawasan industri dapat memantau kondisi lapangan secara real-time, mulai dari keamanan, lalu lintas internal kawasan, hingga potensi risiko lingkungan dan bencana.</p>



<p>Melalui visualisasi data yang komprehensif, command centre ini mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, terstandarisasi, dan akurat, baik dalam kondisi darurat maupun operasional harian. </p>



<p>Keunggulan lainnya, integrasi data mulai dari kamera CCTV, sistem lalu lintas, serta sensor lingkungan memungkinkan deteksi secara dini terhadap sejumlah potensi bahaya seperti banjir dan tanah longsor.</p>



<p>CEO of Technology Advisory and Business Sinar Mas Land, Irvan Yasni, menyatakan bahwa kolaborasi dengan NEC Indonesia merupakan langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan kawasan industri modern yang aman dan berkelanjutan. </p>



<p>&#8220;Kami berharap kehadiran Smart City Command Centre di Kota Deltamas bisa mampu mempercepat transformasi digital sekaligus meningkatkan kesiapan kawasan industri dalam menghadapi kebutuhan industri masa depan,&#8221; ujar Irvan.</p>



<p>Ia juga menambahkan bahwa solusi ini tidak hanya mengintegrasikan data pengawasan, tetapi juga menghadirkan sistem peringatan dini dan analitik berbasis data agar pengelola kawasan dapat merespons potensi gangguan secara lebih proaktif.</p>



<p>Senada dengan hal tersebut, Direktur Operasional Kota Deltamas, Tommy Satriotomo, menekankan bahwa kesiapan digital kini menjadi kebutuhan utama kawasan industri untuk tetap kompetitif. </p>



<p>Tommy juga menilai bahwa Smart City Command Centre yang ada di kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) ini dinilai menjadi fondasi penting dalam meningkatkan keselamatan, efisiensi, serta daya saing jangka panjang kawasan industri.</p>



<p>Sementara itu, President Director NEC Indonesia, Joji Yamamoto, menjelaskan bahwa pemanfaatan IoT dan AI dalam command centre ini memungkinkan respons yang lebih cepat dan efisien. </p>



<p>Ke depan, NEC juga berencana untuk memperkuat sistem command centre ini dengan solusi cybersecurity. Hal ini terbilang penting yang bertujuan menjaga keandalan dan keamanan infrastruktur digital di era Industri 4.0.</p>



<p>Smart City Command Centre berlokasi di kawasan GIIC yang dikembangkan di atas lahan sekitar 2.200 hektare dan telah dihuni lebih dari 205 perusahaan nasional dan internasional dari berbagai sektor, mulai dari otomotif, makanan, hingga data center. </p>



<p>Kawasan ini juga telah didukung infrastruktur modern, termasuk pengolahan air bersih, pengelolaan limbah, pasokan listrik berbasis energi terbarukan, jaringan fiber optik, serta area hijau yang luas.</p>



<p>Dari sisi aksesibilitas, Kota Deltamas dapat dijangkau langsung melalui Tol Jakarta–Cikampek KM 37 dan Tol Jakarta–Cikampek Selatan KM 31, serta akan terintegrasi dengan Stasiun Kereta Cepat Karawang melalui konsep Transit Oriented Development (TOD). </p>



<p>Kombinasi teknologi cerdas dan infrastruktur modern yang telah dibangun secara berkesinambungan ini tentunya semakin mengukuhkan Kota Deltamas sebagai kawasan industri berdaya saing global.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LLM Berbahaya Dorong Lonjakan Serangan Siber Berbasis AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/01/16/riset-unit-42-llm-berbahaya-dorong-lonjakan-serangan-siber-berbasis-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2026 08:42:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[large language model]]></category>
		<category><![CDATA[llm]]></category>
		<category><![CDATA[palo alto network]]></category>
		<category><![CDATA[serangan siber]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<category><![CDATA[unit 42]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=25720</guid>

					<description><![CDATA[Ancaman bergaya agen AI, termasuk phishing yang semakin canggih berpotensi mencuri data pribadi dan kredensial keuangan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Risiko terbesar dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) saat ini terletak pada sifatnya yang memiliki dua tujuan. Model bahasa besar (large language models/LLMs), seperti ChatGPT atau Google Gemini, kini telah diaplikasikan secara luas oleh pelaku usaha dan layanan publik di Indonesia. </p>



<p>Namun, teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk mengotomatisasi phishing, penipuan, dan malware dalam skala yang terbilang besar. Bagi Indonesia, ancaman ini dinilai semakin mendesak. </p>



<p>Tingginya ketergantungan Indonesia dalam penggunaan aplikasi pesan instan, platform e-commerce, serta layanan publik digital membuat masyarakat semakin rentan menjadi target kejahatan siber berbasis AI. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2148165904-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-25722" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2148165904-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2148165904-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2148165904-768x513.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2148165904-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2148165904-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2148165904-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2148165904-740x494.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/2148165904.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sejumlah pemberitaan dan peringatan pemerintah sebelumnya telah mengungkap peredaran aplikasi ChatGPT palsu yang dimanfaatkan untuk menyebarkan malware dan melancarkan kampanye phishing. </p>



<p>Selain itu, indikator dari <a href="https://csirt.bpip.go.id/posts/ancaman-siber-2025-indonesia-harus-waspada-ai-agentik?" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Tim Tanggap Insiden Keamanan Siber Nasional (CSIRT) </a>menunjukkan munculnya ancaman bergaya agen AI, termasuk phishing yang semakin canggih berpotensi mencuri data pribadi dan kredensial keuangan.</p>



<p>Riset Palo Alto Networks Unit 42 berjudul <a href="https://unit42.paloaltonetworks.com/dilemma-of-ai-malicious-llms" target="_blank" rel="noreferrer noopener">The Dual-Use Dilemma of AI: Malicious LLMs</a> mengungkap bahwa LLM berbahaya, yang dikenal sebagai “dark LLMs” seperti WormGPT, FraudGPT, dan KawaiiGPT, sebagai model-model AI yang dibangun tanpa pengaman.</p>



<p>Kini, semua itu diperjualbelikan secara terbuka melalui Telegram dan forum dark web. Keberadaan model-model ini secara signifikan menurunkan hambatan teknis bagi pelaku kejahatan siber, baik dari sisi keahlian maupun waktu, untuk melancarkan serangan dalam skala besar dan terlokalisasi.</p>



<p>Unit 42 menilai bahwa LLM berbahaya berpotensi mengubah lanskap kejahatan siber di Indonesia dalam tiga aspek utama:</p>



<ul>
<li>Pertama, <strong>kemampuan AI menghasilkan bahasa yang sangat presisi </strong>memungkinkan pelaku membuat pesan phishing dan penyusupan email bisnis yang tampak sangat meyakinkan, meniru gaya komunikasi pimpinan perusahaan, institusi keuangan, atau lembaga pemerintah, sehingga mampu mengeksploitasi kepercayaan korban.</li>



<li>Kedua, <strong>teknologi ini mendorong komersialisasi kejahatan siber dengan kemampuan menghasilkan malware, phishing kits, dan skrip pencurian data secara instan</strong>, yang sebelumnya hanya dapat dilakukan oleh pelaku dengan keahlian teknis tinggi.</li>



<li>Ketiga, dengan hilangnya hambatan teknis, <strong>kejahatan siber menjadi semakin terdemokratisasi</strong>, memungkinkan pelaku dengan kemampuan rendah untuk menjalankan penipuan dan pemerasan digital secara cepat, mengubah kejahatan siber menjadi operasi yang murah, berulang, dan masif (industrialisasi). Sebagai contoh, WormGPT mampu menghasilkan konten penipuan dalam Bahasa Indonesia yang fasih dan kontekstual, sehingga serangan phishing atau social-engineering melalui email maupun aplikasi pesan menjadi semakin sulit dikenali.</li>
</ul>



<p>AI tingkat lanjut kini dimanfaatkan oleh pelaku ancaman siber, yang mendorong percepatan aktivitas berbahaya di ruang digital. Karena itu, sangat penting bagi para pembuat kebijakan untuk menetapkan standar dan kerangka kerja yang mengatur proliferasi model AI berbahaya.</p>



<p>Selain itu, juga mewajibkan penerapan praktik keamanan terbaik, seperti audit keamanan secara berkala. Kemampuan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi yang bergerak cepat ini menjadi hal yang esensial.<br><br>Seiring Indonesia menyusun peta jalan AI nasional, <a href="https://unit42.paloaltonetworks.com/dilemma-of-ai-malicious-llms/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Unit 42 menekankan bahwa tantangan utama bukanlah membatasi atau melarang penggunaan tools AI, melainkan membangun ketahanan keamanan siber terhadap serangan berbasis AI yang berlangsung cepat dan berskala besar.</a> </p>



<p>Pendekatan prevention-first yang mengintegrasikan praktik AI yang aman ke dalam tata kelola dan strategi pertahanan menjadi krusial agar Indonesia dapat memaksimalkan manfaat inovasi AI tanpa mengekspos organisasi, konsumen, dan layanan penting terhadap risiko digital yang terus meningkat. </p>



<p>Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, regulator, dan sektor swasta sangat diperlukan untuk memastikan bahwa praktik AI yang aman tertanam dalam peta jalan AI dan kerangka tata kelola nasional.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepercayaan, Keamanan, dan Privasi Membentuk Masa Depan AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/01/07/kepercayaan-keamanan-dan-privasi-akan-membentuk-masa-depan-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 10:55:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[ces]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan ai]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=25484</guid>

					<description><![CDATA[Seri Samsung Tech Forum Berlanjut di CES 2026 dengan Diskusi AI Platform Center tentang Masa Depan Kepercayaan dan AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Samsung menggelar panel diskusi bersama para pakar global dalam sesi “Inc Tech We Trust? Rethinking Security &amp; Privacy in the AI Age” yang merupakan bagian dari rangkaian Tech Forum di CES 2026. </p>



<p>Diselenggarakan di The Wynn, Las Vegas, sesi ini menghadirkan para ahli di bidang teknologi, riset, dan etika untuk membahas bagaimana kepercayaan menjadi salah satu faktor paling krusial yang membentuk cara seseorang dalam mengadopsi dan berinteraksi dengan AI.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1004" height="669" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-84.png" alt="" class="wp-image-25485" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-84.png 1004w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-84-300x200.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-84-768x512.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-84-370x247.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-84-270x180.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-84-570x380.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-84-740x493.png 740w" sizes="(max-width: 1004px) 100vw, 1004px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Membuat Kecerdasan Tak Terlihat Lebih Terpercaya</h4>



<p>Seiring dengan AI yang dapat mengantisipasi kebutuhan, mengkurasi rutinitas, dan beroperasi secara mandiri di berbagai perangkat, para panelis menekankan bahwa kepercayaan tidak dibangun melalui sebuah janji, melainkan melalui perilaku yang konsisten, transparan, dan mudah dipahami.</p>



<p>Hadir dalam diskusi tersebut antara lain Allie K. Miller, CEO Open Machine; Amy Webb, CEO Future Today Strategy Group; Zack Kass, Global AI Advisor di ZKAI Advisory sekaligus mantan Head of Go-To-Market OpenAI; serta Shin Baik, Group Head AI Platform Center (APC) Samsung.</p>



<p>Dalam sesi tersebut, Samsung membagikan pendekatannya terhadap trust-by-design, dengan menekankan pentingnya sistem AI yang dapat diprediksi, transparan, dan mudah dikendalikan oleh pengguna. </p>



<p>“Ketika berbicara tentang AI, pengguna menginginkan transparansi dan dapat kontrol. Mereka ingin menjadi pemegang kendali atas pengalaman yang dipersonalisasi — memahami apakah model AI berjalan hanya di perangkat saja atau di cloud,&#8221; ujar Allie K. Miller.</p>



<p>Ditambahkan oleh Allie K. Miller bahwa hal itu bertujuan memastikan data mereka aman, serta melihat dengan jelas fitur apa yang didukung AI dan yang tidak. Tingkat visibilitas seperti ini membangun rasa percaya. </p>



<p>&#8220;Di sisi penyedia, terdapat tanggung jawab untuk hadir bagi pengguna dengan merancang pengalaman yang dipersonalisasi berlandaskan asas kepercayaan — kejelasan, keamanan, dan akuntabilitas,&#8221; tambah Allie K. Miller.</p>



<p>Samsung juga menyoroti bagaimana AI on-device memungkinkan data pribadi tetap diproses secara lokal kapan pun memungkinkan, sementara kecerdasan berbasis cloud digunakan secara selektif ketika dibutuhkan kecepatan atau skala yang lebih besar. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1004" height="669" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-82.png" alt="" class="wp-image-25487" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-82.png 1004w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-82-300x200.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-82-768x512.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-82-370x247.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-82-270x180.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-82-570x380.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/image-82-740x493.png 740w" sizes="(max-width: 1004px) 100vw, 1004px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Keamanan yang Dirancang untuk Dunia Berbasis AI</h4>



<p>Di panel ini juga membahas bagaimana, seiring kecerdasan yang semakin terdistribusi di berbagai perangkat — mulai dari handphone, TV hingga peralatan rumah tangga — pendekatan terhadap keamanan pun harus terus berevolusi. </p>



<p>Samsung menyoroti platform keamanan Knox, yang kini melindungi miliaran perangkat mulai dari tingkat chipset, beserta Knox Matrix, juga kerangka keamanan lintas perangkat yang memungkinkan berbagai produk untuk saling mengautentikasi dan melindungi satu sama lain. </p>



<p>“Kepercayaan terhadap AI dimulai dari keamanan yang terbukti, bukan sekadar sebuah janji. Selama lebih dari satu dekade, Samsung Knox telah menghadirkan platform keamanan yang tertanam secara mendalam untuk melindungi data sensitif di setiap lapisan,&#8221; ucap Shin Baik.</p>



<p>Lebih lanjut, Shin Baik mengatakan bahwa selama lebih dari satu dekade, Samsung Knox telah menghadirkan platform keamanan yang tertanam secara mendalam untuk melindungi data sensitif di setiap lapisan. </p>



<p>&#8220;Namun, kepercayaan tidak cukup hanya dibangun pada satu perangkat. Melalui Knox, perangkat secara berkelanjutan saling mengautentikasi dan memantau satu sama lain, sehingga setiap perangkat berperan sebagai pelindung bagi yang lain,&#8221; tambah Shin Baik.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dialog Lintas Industri tentang Masa Depan Kepercayaan</h4>



<p>Shin Baik juga menekankan bahwa kepercayaan akan tumbuh ketika AI berperilaku secara prediktif dan aman di berbagai perangkat, serta ketika pengguna mendapatkan sinyal kontrol yang jelas, bukan sistem “kotak hitam” yang sulit dipahami. </p>



<p>Samsung menyoroti kemitraannya dengan para pemimpin industri seperti Google dan Microsoft sebagai upaya memperkuat riset keamanan bersama, interoperabilitas, serta perlindungan ekosistem secara menyeluruh. </p>



<p>Sementara itu, Allie K. Miller menekankan pentingnya transparansi bagi pengguna, termasuk kejelasan mengenai di mana model AI dijalankan, bagaimana data digunakan, serta label yang eksplisit untuk menunjukkan fitur mana yang ditenagai oleh AI dan mana yang tidak. </p>



<p>Sementara itu, Zack Kass menambahkan bahwa meskipun misinformasi dan penyalahgunaan merupakan tantangan nyata, teknologi itu sendiri juga memegang peran penting dalam mengatasinya. </p>



<p>“Tentunya kita tahu bersama bahwa untuk setiap risiko selalu ada penangkalnya, dan teknologi yang terus dikembangkan akan memainkan peran krusial dalam memitigasi dampak negatif dari AI,” ujar Zack Kass.</p>



<p>Sementara itu, Amy Webb menilai hubungan antara kepercayaan dan perilaku pembelian konsumen. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak melihat konsumen membuat keputusan hanya berdasarkan kepercayaan,.</p>



<p>“Orang tidak membeli sesuatu semata-mata karena kepercayaan. Mereka membeli karena kenyamanan. Jika AI mampu menarik perhatian karena membuat hidup lebih mudah dan praktis, di situlah nilai utamanya,&#8221; jelas Amy Webb.</p>



<p>Seiring AI semakin menjadi bagian yang tidak terlihat dalam kehidupan sehari-hari, para panelis sepakat bahwa teknologi yang mampu membangun kepercayaan jangka panjang adalah teknologi yang dari awal sudah mengedepankan keamanan, transparansi, serta pilihan yang bermakna bagi pengguna.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
