<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>asia pasifik &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/asia-pasifik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 May 2024 13:01:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>asia pasifik &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>APAC DNS Forum 2024 akan Segera Digelar di Bali</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/05/17/apac-dns-forum-2024-akan-segera-digelar-di-bali/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 May 2024 13:01:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[asia pasifik]]></category>
		<category><![CDATA[dns]]></category>
		<category><![CDATA[ICANN]]></category>
		<category><![CDATA[pandi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=7571</guid>

					<description><![CDATA[ICANN dan PANDI akan menggelar APAC DNS Forum 2024 yang akan digelar di Pulau Dewata, Bali pada bulan Juni nanti.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) dan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) akan menyelenggarakan Forum Domain Name System (DNS) kawasan Asia Pasifik (APAC) di Bali, Indonesia, pada 23-24 Juli 2024. </p>



<p>ICANN adalah sebuah organisasi non-profit internasional yang mengoordinir DNS serta memainkan peran kunci dalam pengoperasian dan keamanan internet global. Sementara itu, PANDI adalah Registri Nama Domain berkode negara Indonesia yakni .id.</p>



<p>Mengambil tema Building Bridges: Strengthening Collaboration to Shape the Internet’s Future, para pemangku kepentingan internet internasional dan regional akan berkumpul dalam acara APAC DNS Forum 2024 di Bali untuk menjajaki penguatan kerja sama.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="587" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/PANDI-2-1-1024x587.jpg" alt="" class="wp-image-7572" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/PANDI-2-1-1024x587.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/PANDI-2-1-300x172.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/PANDI-2-1-768x440.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/PANDI-2-1-370x212.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/PANDI-2-1-270x155.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/PANDI-2-1-570x327.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/PANDI-2-1-740x424.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/PANDI-2-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Selain itu, Forum ini juga diharapkan dapat meraih peluang dari internet dan menghadapi tantangan yang akan terjadi. Sebagai tulang punggung teknikal, DNS menyokong berfungsinya internet global serta membentuk perwajahan peluang dan inovasi yang ada. </p>



<p>Terpeliharanya DNS yang terus menjalankan peran krusialnya di masa depan, tergantung pada kohesi dan kolaborasi antara industri, teknologi dan pemangku kepentingan. Tanpa adanya kerja sama, interoperabilitas internet yang bersifat global dapat saja terancam.</p>



<p>Perluasan sektor nama domain diharapkan bisa membuka peluang ekonomi dan menghilangkan batasan Bahasa untuk menghubungkan yang belum terhubung. Forum ini juga mengeksplorasi bagaimana kawasan APAC dapat berkontribusi dalam transformasi digital. </p>



<p>Selain itu, Forum ini juga akan menjangkau pembahasan tentang pengaruh dari inisiatif legislasi dan regulasi terkait internet serta pentingnya model pemangku kepentingan dalam hal tata kelola internet.</p>



<p>“Sejalan dengan tema tahun ini, PANDI dan ICANN berperan sebagai penghubung antara Indonesia, ekosistem internet global, dan komunitas internet regional,&#8221; ujar John Sihar Simanjuntak, Ketua PANDI.</p>



<p>Ditambahkan oleh John bahwa kolaborasi dan kerja sama seperti ini sangat penting untuk masa depan dari internet. Forum ini secara istimewa juga akan menyajikan diskursus yang krusial untuk internet di masa depan.</p>



<p>Dengan mitra regional, ICANN telah menyelenggarakan DNS Forum di Afrika, Eropa Timur dan Asia Tengah, Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah – dengan tujuan yang sama &#8211; untuk kolaborasi, jaringan, dan pertukaran ide tentang industri nama domain dan masa depan internet.</p>



<p>“Kami sangat bangga memboyong kegiatan APAC DNS Forum ini ke Indonesia untuk melanjutkan keberhasilan format regional ini,” ungkap Jia-Rong Low, Vice President and Managing Director of ICANN APAC. </p>



<p>APAC DNS Forum 2024 akan diselenggarakan secara hybrid di The Westin Resort Nusa Dua, Bali, Indonesia. Pendaftaran dapat dilakukan bagi peserta luring dan daring. Menjelang APAC DNS Forum 2024 ini, sebanyak 4 pre-event webinar akan diselenggarakan di bulan Juni dan Juli 2024.</p>



<p>ICANN dan PANDI membuka kesempatan bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk memberikan sponsor dan mendaftarkan diri. Informasi lebih lengkap tentang APAC DNS Forum 2024 dapat diakses dengan mengunjungi tautan situs resmi <a href="http://www.apacdnsforum.id/"><u>www.apacdnsforum.id</u></a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>83% Pekerja Profesional di Asia Pasifik Telah Memakai AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/05/13/83-pekerja-profesional-di-asia-pasifik-telah-memakai-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2024 04:07:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[asia pasifik]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja profesional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=7359</guid>

					<description><![CDATA[Data terbaru menunjukkan bahwa karyawan di Asia Pasifik menggunakan AI untuk meningkatkan keterampilan mereka.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Microsoft dan LinkedIn telah merilis&nbsp;<a href="https://aka.ms/WTI24" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Indeks Tren Kerja 2024</a>&nbsp;mengenai kondisi AI alias kecerdasan buatan di tempat kerja yang berjudul&nbsp;“AI di tempat kerja sudah hadir, sekarang masuk ke bagian yang sulit”.</p>



<p>Penelitian ini didasarkan pada survei terhadap 31.000 orang di 31 negara, tren tenaga kerja dan perekrutan di LinkedIn, triliunan sinyal produktivitas Microsoft 365, serta penelitian terhadap pelanggan Fortune 500 yang menyangkut bagaimana AI memengaruhi cara orang bekerja.</p>



<p>Tahun 2024, AI begitu dimaksimalkan di tempat kerja. Penggunaan AI generatif di tempat kerja meningkat hampir dua kali lipat dalam enam bulan terakhir. LinkedIn melihat adanya peningkatan yang signifikan dalam jumlah profesional yang menambahkan keterampilan AI ke profil mereka.</p>



<p>Sebagian besar pemimpin perusahaan mengatakan bahwa mereka tidak akan mempekerjakan seseorang yang tidak memiliki keterampilan AI. Namun, banyak pemimpin di Asia khawatir bahwa perusahaan mereka kekurangan visi AI.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="494" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/3493-1024x494.jpg" alt="" class="wp-image-7360" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/3493-1024x494.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/3493-300x145.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/3493-768x371.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/3493-370x179.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/3493-270x130.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/3493-570x275.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/3493-740x357.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/05/3493.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Di sisi lain, ada karyawan yang membawa tools AI mereka sendiri ke tempat kerja, pemimpin perusahaan berada di posisi yang sulit dari gangguan teknologi. Tentunya, hal itu dapat berdampak pada bisnis mereka.</p>



<p>Seperti dijelaskan oleh Ahmed Mazhari, President of Microsoft Asia bahwa perkembangan AI generatif di tempat kerja sangat luar biasa. Karyawan semakin cepat dan inovatif dalam mengadopsi teknologi ini, bahkan sebelum menunggu arahan dari perusahaan mereka. </p>



<p>&#8220;Terkait dengan perkembangan AI generatif yang begitu masif, para pemimpin perusahaan perlu lebih terbuka untuk mencoba dengan cepat agar bisa meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam industri tempat mereka bekerja,&#8221; kata&nbsp;Mazhari.</p>



<p>Laporan Indeks Tren Kerja mengungkapkan tiga wawasan penting yang perlu diketahui oleh setiap pemimpin perusahaan dan profesional di Asia Pasifik mengenai bagaimana AI memengaruhi pekerjaan dan pasar kerja di tahun-tahun mendatang:</p>



<h3 class="wp-block-heading">Karyawan menginginkan AI di tempat kerja</h3>



<p>Di tempat kerja, sebanyak 83% profesional di Asia Pasifik telah menggunakan AI. Banyak dari mereka yang berjuang untuk mengimbangi kecepatan dan volume pekerjaan, mengatakan bahwa AI menghemat waktu, dan meningkatkan kreativitas.</p>



<p>Meskipun 84% pemimpin di Asia Pasifik percaya bahwa perusahaan mereka perlu mengadopsi AI agar tetap kompetitif, 61% khawatir bahwa kepemimpinan mereka tidak memiliki rencana dan visi untuk mengimplementasikannya. </p>



<p>Hal ini menjadi salah satu faktor karyawan mengambil inisiatif sendiri. 79% pekerja AI di Asia Pasifik membawa dan menggunakan tools AI generatif mereka sendiri ke tempat kerja, sehingga mereka kehilangan manfaat dari penggunaan AI dalam skala besar.</p>



<p>Selain itu, langkah yang mereka lakukan juga membahayakan data perusahaan. Padahal pemimpin perusahaan sebenarnya dapat memanfaatkan momentum AI ini sebagai investasi untuk jangka panjang.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Bagi karyawan, AI meningkatkan standar dan mendobrak batasan karier:</h3>



<p>Mayoritas pemimpin perusahaan di global (55%) khawatir tentang ketersediaan talenta yang cukup untuk mengisi berbagai posisi di tahun ini, terutama di bidang keamanan siber, teknik, dan desain kreatif.</p>



<p>Tercatat, 76% pemimpin peruasahaan di Asia Pasifik mengatakan bahwa mereka lebih memilih mempekerjakan kandidat yang kurang berpengalaman namun memiliki keterampilan AI daripada kandidat yang lebih berpengalaman namun tidak memiliki keterampilan tersebut.&nbsp;</p>



<p>Sejak akhir tahun lalu, LinkedIn juga telah melihat adanya peningkatan hingga 142x lipat, di mana membernya secara global telah menambahkan keterampilan AI, seperti ChatGPT dan Copilot ke profil LinkedIn mereka.</p>



<p>Penyebutan AI alias kecerdasan buatan dalam postingan lowongan kerja di LinkedIn juga meningkatkan pertumbuhan aplikasi sebesar 17%. Hal ini tentunya memberikan gambaran bahwa keterampilan AI memang benar-benar sangat dibutuhkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Kebangkitkan pengguna AI, dan masa depannya</strong></h3>



<p>Pengguna AI dari Microsoft telah mengubah orientasi hari kerja mereka, menghemat 30 menit per hari. 88% pengguna di APAC menjalankan hari kerja mereka dengan AI, menggunakan AI untuk memulai pagi dan menyiapkan diri untuk hari kerja berikutnya.</p>



<p>&#8220;Kawasan Asia Pasifik benar-benar bisa menyaksikan perubahan transformatif di tempat kerja karena AI. Hal ini yang mendorong kebutuhan akan pendekatan bisnis yang baru,&#8221; kata&nbsp;Feon Ang, Managing Director, Asia Pacific, LinkedIn. &#8220;</p>



<p>Dengan pesatnya perkembangan ekosistem kita, para pemimpin yang memprioritaskan fleksibilitas dan berinvestasi dalam pengembangan keterampilan akan mendapatkan keunggulan kompetitif dengan membina tenaga kerja yang siap menghadapi AI. </p>



<p>Sebanyak 76% pemimpin perusahaan di Asia Pasifik bersedia merekrut seseorang yang mungkin kurang berpengalaman dalam AI, namun memiliki kemauan untuk mengembangkan dirinya dengan keterampilan AI. </p>



<p>&#8220;Oleh karena itu, hal ini menekankan urgensi dan pentingnya bagi para profesional untuk fokus pada peningkatan kemampuan AI yang harus mereka miliki. Caranya, bisa di dapatkan melalui pelatihan dan keterampilan,&#8221; pungkas Feon Ang.&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
