<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>belajar coding &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/belajar-coding/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Oct 2026 04:26:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>belajar coding &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>6 Ribu Anak Muda Asah Kemampuan Coding di SIC Batch 8</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/10/03/6-ribu-anak-muda-asah-kemampuan-coding-di-sic-batch-8/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Oct 2026 04:26:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[belajar coding]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[samsung innovation campus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=32162</guid>

					<description><![CDATA[6.000 generasi muda terpilih dari 14.806 pendaftar Samsung Innovation Campus Batch 8 melalui Stage 1: Code Kick-Start - Python Programming]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Sebelum menciptakan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) atau Internet of Things (IoT), ada satu kemampuan yang perlu dibangun generasi muda terlebih dahulu yaitu cara berpikir yang terstruktur. </p>



<p>Hal tersebut menjadi fondasi yang mulai diasah oleh 6.000 generasi muda terpilih dari 14.806 pendaftar Samsung Innovation Campus Batch 8 melalui Stage 1: Code Kick-Start &#8211; Python Programming, yang berlangsung pada 27 Agustus hingga 28 September 2026.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-32163" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/01-Perjalanan-Pembelajaran-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Membangun Fondasi Coding</h4>



<p>Pada Stage 1, peserta mulai membangun fondasi coding melalui pembelajaran konsep dasar pemrograman, mulai dari variable, data types, operators, conditional statements, looping, hingga functions dan collections seperti lists dan dictionaries. </p>



<p>Menggunakan Python sebagai bahasa pemrograman, peserta belajar memahami bagaimana setiap konsep digunakan untuk membangun sebuah program. Pembelajaran juga dilakukan secara bertahap.</p>



<p>Ini dimulai dari memahami konsep dasar hingga menerapkannya melalui latihan coding. Technical mentoring juga diberikan untuk membantu peserta memahami materi dan menghadapi berbagai tantangan saat belajar coding.</p>



<p>“Yang paling penting dalam belajar coding bukan hanya memahami syntax, tetapi memahami kapan dan mengapa sebuah konsep digunakan,&#8221; ujar ujar Rahmat Fajri, AI Engineer dan SIC Trainer. </p>



<p>Rahmat Fajri juga menambahkan bahwa peserta diajak untuk memahami bagaimana sebuah masalah dapat diterjemahkan menjadi logic, yang kemudian akan diwujudkan dalam bentuk code,.</p>



<p>Melalui fondasi coding ini, peserta dipersiapkan untuk melanjutkan perjalanan pembelajaran ke tahap berikutnya, yaitu IoT dan AI, dengan kompleksitas teknologi yang tentunya semakin berkembang.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dari Coding, Peserta Mulai Bangun Cara Berpikir Terstruktur</h4>



<p>Lebih dari sekadar memahami cara menulis kode, Stage 1 juga membantu peserta membangun kemampuan problem solving dan computational thinking. Melalui proses belajar, peserta dilatih untuk memecah permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana.</p>



<p>Peserta juga diajak mengenali pola, memahami masalah, serta menyusun langkah penyelesaian secara terstruktur. Pendekatan project-based learning kemudian memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan berbagai konsep coding yang telah dipelajari dalam sebuah proyek. </p>



<p>Melalui proses tersebut, peserta dapat melihat bagaimana variable, conditional, looping, dan function saling digunakan untuk membangun solusi, sekaligus memahami bahwa coding dapat menjadi alat untuk menyelesaikan permasalahan.</p>



<p>Perjalanan bertahap ini menunjukkan bagaimana keterampilan dasar coding dapat menjadi titik awal bagi peserta mengenal teknologi yang lebih luas. Dari memahami logic dan code, peserta kemudian diarahkan untuk mengeksplorasi IoT dan AI melalui tahapan pembelajaran berikutnya.</p>



<p>“Belajar coding bukan hanya tentang sekadar menulis kode-kode saja, tetapi tentang belajar berpikir secara terstruktur,&#8221; ujar Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa peserta Samsung Innovation Campus mulai membangun cara berpikir tersebut sebagai bekal untuk memahami dan mengembangkan teknologi yang lebih kompleks ke depannya, mulai dari IoT hingga pemahaman AI. </p>



<p>&#8220;Kami berharap 6.000 peserta di Stage 1 dapat memanfaatkan proses pembelajaran ini untuk memperkuat kemampuan mereka, mengeksplorasi potensi teknologi, dan terus berkembang<br>sepanjang perjalanan SIC Batch 8”, tambah Anggi Paramita.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-32164" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/10/02-Samsung-Innovation-Campus-Batch-8-Lebih-dari-Sekedar-Coding-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Memperkuat Kapasitas Pengajar untuk Menyiapkan Talenta Digital</h4>



<p>Pembelajaran mengenai teknologi juga tidak hanya penting bagi generasi muda sebagai peserta didik, tetapi juga bagi para pengajar yang berperan dalam membangun kemampuan digital di lingkungan pendidikan.</p>



<p>Perkembangan teknologi yang semakin cepat turut mengubah kebutuhan keterampilan di dunia pendidikan. Guru dan dosen tidak hanya dituntut untuk memahami perkembangan teknologi, tetapi juga perlu memiliki keterampilan yang relevan.</p>



<p>Hal ini penting agar para guru dan dosen dapat mengintegrasikan pemahaman tersebut ke dalam proses pembelajaran. Penguasaan dasar coding, computational thinking, AI, dan IoT menjadi bagian dari keterampilan yang semakin relevan bagi para pengajar di saat ini.</p>



<p>Melalui Samsung Innovation Campus, kesempatan untuk mengembangkan keterampilan tersebut juga diberikan kepada tenaga pendidik. Lebih dari 500 guru dan dosen telah mengikuti program Samsung Innovation Campus.</p>



<p>Ini bertujuan untuk memperluas pemahaman dan keterampilan mereka di bidang teknologi. Pembelajaran ini diharapkan dapat membantu para pengajar meningkatkan kesiapan mereka dalam memahami perkembangan pembelajaran modern di era digital saat ini.</p>



<h4 class="wp-block-heading">QnA: Samsung Innovation Campus Batch 8</h4>



<ol>
<li><strong>Apa itu Samsung Innovation Campus Batch 8?</strong><br>Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8 merupakan program CSR Samsung Electronics<br>Indonesia yang memberikan pembelajaran keterampilan teknologi kepada generasi muda,<br>dengan fokus pada Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Internet of Things (IoT). Program<br>ini menggunakan pembelajaran bertahap yang mencakup fondasi coding, IoT, AI, hingga<br>Final Integration.</li>



<li><strong>Apa yang dipelajari 6.000 peserta Samsung Innovation Campus di Stage 1?</strong><br>Pada Stage 1: Code Kick-Start – Python Programming, sebanyak 6.000 peserta terpilih<br>mempelajari dasar coding, programming logic, data handling, dan computational thinking<br>melalui pembelajaran dan project-based learning. Peserta juga mendapatkan technical<br>mentoring untuk membantu mereka memahami coding dan menerapkan konsep<br>pemrograman dalam menyelesaikan masalah.</li>



<li><strong>Apa tahapan Samsung Innovation Campus Batch 8 setelah Stage 1?</strong><br>Setelah Stage 1, peserta akan melalui proses seleksi untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.<br>Sebanyak 1.500 peserta akan melanjutkan ke Stage 2: IoT – Device Hardware Discovery,<br>kemudian 700 peserta akan melanjutkan ke Stage 3: AI Crafting, sebelum memasuki Stage 4: Final Integration dan rangkaian Final Judging.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah Kecanduan Gadget, Algorithmics Ajarkan Pemrograman</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/11/02/cegah-kecanduan-gadget-algorithmics-ajarkan-pemrograman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Nov 2024 23:25:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[algorithmics]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa pemrograman]]></category>
		<category><![CDATA[belajar coding]]></category>
		<category><![CDATA[belajar pemrograman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=13306</guid>

					<description><![CDATA[Algorithmics merupakan sekolah pemrograman internasional, hadir menawarkan solusi untuk mencegah anak ketergantungan dengan gadget.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Kecanduan gadget di kalangan anak-anak menjadi perhatian serius di Indonesia. Menurut laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 33,44% anak usia dini (0-6 tahun) di Indonesia sudah dapat menggunakan ponsel pada tahun 2022. </p>



<p>Selain itu, 24,96% anak-anak di kelompok usia yang sama telah mampu mengakses internet. Data ini menunjukkan bahwa paparan terhadap perangkat digital dan teknologi semakin meluas, bahkan di usia yang sangat muda. </p>



<p>Hal ini diperkuat oleh laporan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang mengungkapkan peningkatan kasus kecanduan gadget di kalangan anak-anak dan berujung pada masalah kesehatan mental, gangguan perilaku, serta berkurangnya kemampuan sosial.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/11/Algorithmics-2-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-13307" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/11/Algorithmics-2-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/11/Algorithmics-2-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/11/Algorithmics-2-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/11/Algorithmics-2-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/11/Algorithmics-2-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/11/Algorithmics-2-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/11/Algorithmics-2-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/11/Algorithmics-2.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Kondisi ini mengharuskan kita sebagai orang tua untuk lebih peduli terhadap dampak negatif yang mungkin timbul. Oleh karena itu, kita perlu peka terhadap kemampuan anak-anak di era modern ini. </p>



<p>Pengawasan yang aktif sangat penting untuk mengoptimalkan potensi mereka sekaligus mencegah risiko negatif yang tidak diinginkan. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah mencari sekolah yang tepat.</p>



<p>Nah, bagi para orang tua yang menginginkan anak-anaknya bisa fokus pada pengembangan keterampilan digital dan pemrograman, ada sekolah bernama Algorithmics. Sekolah ini dapat membantu anak-anak mengasah kemampuannya dalam lingkungan yang positif.</p>



<p>Algorithmics merupakan sekolah pemrograman internasional, hadir menawarkan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Melalui program pendidikan pemrograman yang inovatif, Algorithmics akan membantu anak-anak mengubah ketergantungan mereka pada gadget.</p>



<p>Melalui pembelajaran coding yang diajarkan, siswa diajak untuk berpikir secara logis, memecahkan masalah, dan menjadi lebih kreatif—semua elemen kunci untuk menghadapi tantangan dunia digital masa depan.</p>



<p>&#8220;Program kami dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melihat teknologi tidak hanya sebagai alat hiburan, tetapi juga sebagai sarana belajar dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat,&#8221; ujar Taufiq Wisnu, COO Algorithmics Indonesia. </p>



<p>Taufiq juga meyakini bahwa dengan keterampilan yang tepat, yang diajarkan oleh Algorithmics, anak-anak akan lebih percaya diri menatap masa depan mereka dan bahkan bisa membawa perubahan positif melalui teknologi.</p>



<p>Sejak didirikan, Algorithmics telah meluluskan lebih dari 1,1 juta siswa di seluruh dunia, dengan visi untuk menciptakan generasi digital yang kompetitif dan adaptif. Algorithmics terus berkomitmen untuk mengembangkan kurikulum yang relevan dan inspiratif bagi siswa di Indonesia.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><a></a>Tiga Manfaat Pendidikan Pemrograman bagi Anak-Anak</h3>



<p>Program Pembelajaran di Algorithmics memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak-anak, di antaranya:</p>



<ol start="1">
<li><strong>Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis dan Analitis</strong>: Pemrograman mengajarkan anak-anak untuk  berpikir secara sistematis dan menemukan  solusi untuk masalah yang kompleks.</li>



<li><strong>Mengasah Kreativitas</strong>: Siswa didorong untuk menciptakan proyek-proyek coding yang inovatif, yang tidak hanya mengasah kreativitas mereka tetapi juga memperkuat rasa percaya diri.</li>



<li><strong>Mengurangi Kecanduan Gadget yang Tidak Produktif</strong>: Dengan menggantikan aktivitas pasif menjadi pembelajaran yang produktif, siswa dapat menggunakan teknologi dengan lebih sehat dan seimbang.</li>
</ol>



<p>&#8220;Bahwa dengan dukungan yang tepat, anak-anak bisa mengatasi kecanduan gadget dan mengubah dunia mereka melalui teknologi. Di Algorithmics, kami berkomitmen untuk terus mendukung inovasi anak-anak dalam menghadapi tantangan masa depan,&#8221; pungkas Taufiq.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Algorithmics Lebarkan Sayapnya ke Empat Kota</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/08/30/algorithmics-lebarkan-sayapnya-ke-empat-kota/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Aug 2024 00:14:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[algorithmics]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa pemrograman]]></category>
		<category><![CDATA[belajar coding]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=11131</guid>

					<description><![CDATA[Berujuan untuk meningkatkan literasi digital anak, Algorithmics kini hadir di empat kota besar di Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Algorithmics, sekolah pemrograman internasional, kini memperluas jangkauan pendidikan digitalnya di Indonesia dengan membuka cabang baru di empat kota besar yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Bandar Lampung. </p>



<p>Langkah ini menegaskan komitmen Algorithmics dalam menyediakan pendidikan pemrograman berkualitas tinggi bagi anak &#8211; anak di seluruh Indonesia. Juga dipercayai bahwa edukasi pemrograman bisa menjadi bekal penting cerahnya masa depan mereka di era serba digital.</p>



<p>“Kami sangat bangga dengan pencapaian yang telah diraih Algorithmics di Indonesia, dan pembukaan cabang baru di empat kota besar ini merupakan langkah awal yang sangat penting bagi kami,&#8221; ucap Taufiq Wisnu, COO Algorithmics Indonesia.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Algorithmics-3-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-11133" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Algorithmics-3-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Algorithmics-3-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Algorithmics-3-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Algorithmics-3-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Algorithmics-3-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Algorithmics-3-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Algorithmics-3-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Algorithmics-3.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Jakarta, Surabaya, dan Bandung dipilih karena merupakan tiga kota terbesar di Pulau Jawa, masing &#8211; masing dengan populasi yang signifikan dan tingkat awareness tinggi untuk pendidikan digital. Selain itu, ketiga kota ini berperan sebagai pusat ekonomi dan pendidikan.</p>



<p>Sementara, Bandar Lampung sendiri dipilih sebagai kota yang tengah berkembang dengan potensi besar yang belum tergarap optimal. Algorithmics melihat ini sebagai peluang untuk memperluas jangkauan dan memanfaatkan pasar niche yang tumbuh pesat. </p>



<p>Sebagai bentuk apresiasi bagi para pendaftar awal di cabang &#8211; cabang baru ini, Algorithmics menawarkan diskon 20% pada pembayaran pertama. Tentu saja, diharapkan hal ini menjadi daya tarik tersendiri yang ditawarkan oleh Algorithmics.</p>



<p>Sejak hadir di Indonesia sekitar satu setengah tahun lalu, Algorithmics telah menawarkan berbagai kursus pemrograman yang dirancang khusus untuk anak-anak, baik melalui platform online maupun cabang offline yang baru dibuka.</p>



<p>Salah satu keunggulan utama Algorithmics adalah platform pembelajaran inovatif yang dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang unik dan menarik. Platform ini memungkinkan siswa menyelesaikan tugas dan berinteraksi dengan komunitas belajar secara global. </p>



<p>Menariknya lagi, orang tua yang memasukkan anak &#8211; anaknya untuk belajar pemrograman di Algorithmics juga dapat mengakses platform ini untuk memantau perkembangan anak-anak mereka dan tetap terlibat dalam perjalanan pendidikan mereka.</p>



<p>Keunggulan platform pembelajaran ini tidak hanya terbatas pada kemudahan akses dan interaksi global, tetapi juga didukung oleh kurikulum STEM yang komprehensif. Kurikulum ini telah berkembang di negara-negara maju selama lebih dari satu dekade.</p>



<p>Ini mencakup lima aspek penting dalam perkembangan anak, yakni Kognitif, Motorik, Sosial-Emosional, Bahasa, dan Seni. Kurikulum STEM sendiri sudah dikembangkan di negara maju lebih dari 10 tahun lalu. </p>



<p>Salah satu tujuan pembelajaran coding di Algorithmics untuk menstimulasi semua aspek perkembangan anak di atas, yang mana aspek-aspek tersebut adalah pondasi yang paling dasar dalam proses belajar di masa mendatang. </p>



<p>Dengan metode belajar yang ditawarkan oleh Algorithmics, maka anak-anak akan lebih terbiasa untuk melatih fokus, logika, melatih analisis, lebih percaya diri, mandiri serta memiliki problem solving yang bagus.</p>



<p>Tidak hanya itu, di Algorithmics, pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada penerapan keterampilan praktis melalui metode gamifikasi dan pembelajaran berbasis proyek. Anak &#8211; anak diajak untuk mengembangkan keterampilannya.</p>



<p>Tak hanya pemrograman dan pengembangan game, anak &#8211; anak juga diajak untuk mengembangkan karya seni digital, yang semuanya akan berguna di dunia nyata. Pendekatan ini membuat pembelajaran jadi lebih menyenangkan.</p>



<p>“Di Algorithmics kami berfokus untuk memberi pengetahuan praktis pada para siswa, dimana setiap teori akan langsung didukung dengan berbagai praktis dimana para siswa dapat menerapkan pengetahuan mereka,&#8221; tambah Taufiq Wisnu.</p>



<p>Untuk dapat menyampaikan materi berstandar internasional,  Algorithmics juga menerapkan proses seleksi tutor yang sangat ketat hingga tiga tingkat seleksi mulai dari tes pengetahuan materi, evaluasi praktis hingga wawancara akhir yang meliputi simulasi pengajaran. </p>



<p>&#8220;Seleksi tutor yang sangat ketat untuk memastikan bahwa para pengajar di Algorithmics memiliki kualitas pengajaran yang baik. Selain itu, para tutor tersebut juga siap menghadapi berbagai tantangan pendidikan internasional,&#8221; pungkas Taufiq Wisnu.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
