<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>demontrasi &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/demontrasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Fri, 21 Mar 2025 03:15:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>demontrasi &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>#IndonesiaGelap Capai 13 Juta Engagement di Platform X</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/03/21/indonesiagelap-capai-13-juta-engagement-di-platform-x/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2025 03:15:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[demontrasi]]></category>
		<category><![CDATA[indonesiagelap]]></category>
		<category><![CDATA[platform x]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=17596</guid>

					<description><![CDATA[Tagar #IndonesiaGelap adalah refleksi dari kekecewaan publik terhadap beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Selama Februari 2025, media sosial X (sebelumnya Twitter) dipenuhi dengan gelombang keresahan warganet terhadap berbagai kebijakan pemerintah.&nbsp;Hingga tiga bulan pemerintahan Prabowo-Gibran, kebijakan yang diluncurkan terus menerus memunculkan pro dan kontra. </p>



<p>Laporan terbaru dari&nbsp;Jangkara Data Lab, perusahaan riset digital di bawah PT Nestara Teknologi Teradata, mengungkap bahwa tagar&nbsp;<strong>#IndonesiaGelap</strong>&nbsp;mendapatkan lebih dari&nbsp;13 juta engagement&nbsp;di X dan&nbsp;4 juta engagement&nbsp;di Instagram. </p>



<p>Analisis terhadap&nbsp;64.816 komentar&nbsp;di X menemukan bahwa&nbsp;81% sentimen yang muncul bersifat negatif, dengan&nbsp;kluster emosi &#8220;Anger&#8221; (kemarahan) mendominasi sebesar 37%. Gelombang percakapan warganet mencapai puncaknya pada 17 dan 21 Februari 2025. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="984" height="540" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot-149-1.png" alt="" class="wp-image-17599" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot-149-1.png 984w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot-149-1-300x165.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot-149-1-768x421.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot-149-1-370x203.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot-149-1-270x148.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot-149-1-570x313.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/Screenshot-149-1-740x406.png 740w" sizes="(max-width: 984px) 100vw, 984px" /></figure>



<p>&#8220;Tagar <strong>#IndonesiaGelap</strong> adalah refleksi dari kekecewaan publik terhadap beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran,&#8221; ungkap Khoirul Rifai, Asisten Manajer Riset Jangkara melalui rilis yang diterima oleh nativzen.com</p>



<p>Ditambahkan oleh Khoirul beberapa kebijakan tersebut antara lain efisiensi anggaran yang dianggap tidak tepat sasaran, pembatasan elpiji yang merugikan masyarakat, retret kepala daerah yang dinilai boros, serta pendirian Danantara yang kontroversial. </p>



<p>Dari analisis big data menggunakan metode&nbsp;Plutchik’s Wheel of Emotions, ditemukan bahwa selain kemarahan, warganet juga menunjukkan&nbsp;emosi “Anticipation” (34%) dan “Disgust” (12%), mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap kondisi sosial-politik.&nbsp;</p>



<p>Kemarahan masyarakat tumpah dalam demonstrasi <strong>#IndonesiaGelap</strong> dan melalui media sosial yang mayoritas spektrum emosinya adalah kemarahan publik dan hal ini semakin diperkuat dengan didominasi sentimen negatif. </p>



<p>Akun-akun non-media menjadi motor utama dalam amplifikasi isu ini, dengan&nbsp;99% percakapan berasal dari akun individu, sementara akun media hanya berkontribusi 1%. Akun non-media&nbsp;@Kunti1515&nbsp;tercatat sebagai yang paling aktif dengan&nbsp;612 komentar. </p>



<p>Sedangkan di kategori media,&nbsp;@kompascom&nbsp;memimpin dengan&nbsp;146 komentar&nbsp;yang menyebut tagar tersebut. Laporan ini menunjukkan bahwa media sosial terus menjadi kanal utama bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap kebijakan pemerintah. </p>



<p>&#8220;Gelombang percakapan negatif yang dominan dalam <strong>#IndonesiaGelap</strong> disuarakan oleh masyarakat di dunia maya menjadi sinyal kuat bagi para pemangku kebijakan untuk lebih responsif terhadap keresahan publik,&#8221; pungkas Khoirul.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
