<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dunia digital &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/dunia-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Dec 2025 05:02:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>dunia digital &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Pelatihan dari IBM Agar Lebih Terampil di Dunia Digital</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/12/23/5-pelatihan-dari-ibm-agar-lebih-terampil-di-dunia-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 05:02:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[dunia digital]]></category>
		<category><![CDATA[ibm]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=25288</guid>

					<description><![CDATA[Keterampilan yang relevan pada tahun 2026 akan dimiliki oleh individu-individu yang mampu memanfaatkan teknologi secara optimal.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Perkembangan teknologi komputer telah  berkembang jauh, dari gagasan awal “mesin yang berpikir” pada era 1950-an hingga hadirnya teknologi deep learning dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) generatif saat ini.</p>



<p>Ya, teknologi komputer sudah mampu memahami bahasa, menganalisis gambar, serta bekerja lintas teks, suara, dan visual. Ke depannya, teknologi AI diperkirakan akan menjadi bagian yang berkelanjutan dari kehidupan sehari-hari dan dunia bisnis.</p>



<p>Indonesia tengah memasuki fase di mana teknologi tidak lagi sekadar meningkatkan cara kerja yang sudah ada, tetapi juga secara mendasar mendefinisikan ulang cara organisasi membangun dan menghadirkan produk digital. </p>



<p>Keterampilan yang relevan pada tahun 2026 akan dimiliki oleh individu-individu yang mampu memanfaatkan teknologi secara optimal untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul secara nyata. </p>



<p>Keahlian teknologi akan menjadi kompetensi dasar bagi setiap tim di berbagai sektor, sekaligus membuka peluang baru bagi inovasi lintas industri. Dalam mempersiapkan diri menghadapi fase ini, <a href="http://www.skillsbuild.org/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">IBM SkillsBuild</a> menghadirkan berbagai kursus gratis.</p>



<p>Tidak hanya itu, layaknya kebanyakan kursus, IBM SkillBulid juga akan memberikan sertifikasi digital yang relevan dengan kebutuhan keterampilan di tahun 2026, di antaranya:</p>



<p><strong>Dasar-Dasar Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence Fundamentals)</strong></p>



<ol start="1"></ol>



<ul>
<li>Mempelajari sejarah dan dampak nyata AI di berbagai sektor</li>



<li>Memahami cara AI memprediksi hasil, mengenali bahasa dan gambar, serta belajar melalui jaringan neural (neural networks)</li>



<li>Membangun dan menguji model machine learning melalui simulasi langsung</li>



<li>Mengenal berbagai jalur karier di bidang kecerdasan buatan</li>
</ul>



<p><a href="https://skills.yourlearning.ibm.com/recommended/aoi/JOB_ROLES/CYBERSECURITY_PROFESSIONAL" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Cybersecurity Analyst</strong></a></p>



<ol start="2"></ol>



<ul>
<li>Memperoleh pemahaman dasar mengenai konsep, ancaman, dan sistem pertahanan keamanan siber</li>



<li>Memahami taktik penyerang, social engineering, serta studi kasus serangan siber yang terjadi Secara nyata</li>



<li>Mempelajari cara organisasi mencegah, mendeteksi, dan merespons serangan siber</li>



<li>Mendapatkan sertifikasi Fortinet Certified Fundamentals (FCF) untuk peran keamanan siber tingkat awal dan Fortinet Certified Associate (FCA) untuk pengoperasian tingkat lanjut pada perangkat FortiGate</li>
</ul>



<p><a href="https://skills.yourlearning.ibm.com/recommended/aoi/JOB_ROLES/DATA_ANALYST" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Data Analyst</strong></a></p>



<ol start="3"></ol>



<ul>
<li>Menguasai dasar-dasar analitik data, metodologi, dan berbagai alat pendukung</li>



<li>Memahami konsep Big Data serta cara mengidentifikasi pola dan tren</li>



<li>Mempelajari Python untuk ilmu data, termasuk analisis dan visualisasi data</li>



<li>Mengembangkan keterampilan praktis dalam analitik data dan applied data science</li>
</ul>



<p><a href="https://skills.yourlearning.ibm.com/recommended/aoi/JOB_ROLES/PROJECT_MANAGER" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Project Manager</strong></a></p>



<ol start="4"></ol>



<ul>
<li>Mempelajari konsep inti, kerangka kerja, dan metodologi manajemen proyek</li>



<li>Memahami seluruh siklus proyek: inisiasi, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, hingga penutupan</li>



<li>Mengembangkan keterampilan penting untuk mengelola tim, waktu, dan hasil kerja secara efektif</li>
</ul>



<p><a href="https://skills.yourlearning.ibm.com/recommended/aoi/JOB_ROLES/UX_DESIGNER" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>UX Designer</strong></a></p>



<ol start="5"></ol>



<ul>
<li>Mempelajari dasar-dasar desain UX, termasuk alat dan prosesnya</li>



<li>Menerapkan pendekatan desain yang mengutamakan kebutuhan pengguna dan narasi yang kuat (story-based design)</li>



<li>Meningkatkan navigasi, aksesibilitas, dan pengalaman pengguna yang responsif</li>



<li>Menganalisis, mendesain ulang, dan menyempurnakan produk digital melalui tinjauan dan laporan UX</li>
</ul>



<p>Keterampilan dasar kecerdasan buatan atau AI dirancang untuk membantu individu mengembangkan cara berpikir inovatif dalam memanfaatkan AI untuk mendukung tugas sehari-hari. </p>



<p>Menjelang berakhirnya tahun 2025, sertifikasi online gratis melalui IBM SkillsBuild ini dapat menjadi langkah awal yang praktis bagi siapa pun yang ingin membangun keterampilan relevan dan mempersiapkan diri menghadapi tuntutan dunia kerja yang terus berkembang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Instagram Ajak Orang Tua untuk Menjaga Remaja di Dunia Digital</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/10/17/instagram-ajak-orang-tua-untuk-menjaga-remaja-di-dunia-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 03:44:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[akun remaja]]></category>
		<category><![CDATA[dunia digital]]></category>
		<category><![CDATA[meta]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[sosial media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=23345</guid>

					<description><![CDATA[Instagram Safety Camp angkat pentingnya peran dan kesadaran orang tua dalam keamanan digital remaja Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Meta terus mendorong kesadaran tentang keamanan digital dengan menyelenggarakan diskusi Instagram Safety Camp di Indonesia. Inisiatif ini dikemas dalam serangkaian kegiatan interaktif yang dirancang untuk memberdayakan keluarga.</p>



<p>Tujuannya adalah membangun pengalaman daring yang lebih aman serta positif bagi remaja. Acara ini mempertemukan para orang tua, wali, kreator konten, psikolog, dan komunitas untuk berdiskusi seputar pola asuh modern, kesejahteraan digital hingga fitur Akun Remaja.</p>



<p>Salah satu kegiatan menarik dalam acara ini adalah sesi bincang-bincang bersama Revie Sylviana, Direktur Kemitraan Global untuk Meta di Indonesia; Psikolog keluarga dan remaja, Samanta Elsener; dan aktor Darius Sinathrya. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-23346" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-1024x682.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-740x493.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Para pembicara berbagi cerita tentang membesarkan remaja mereka di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Darius bercerita mengenai pola asuh yang diterapkan di keluarganya.</p>



<p>Sementara, Samanta berbagi kisah tentang perjalanan belajar dan tumbuh bersama putrinya yang tengah beranjak remaja. Sepanjang diskusi, para pembicara membawa satu tema utama, yaitu pentingnya komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan menumbuhkan rasa percaya antara orang tua dengan remaja. </p>



<p>Seluruh pembicara juga menekankan pentingnya memiliki kesepakatan yang jelas terkait durasi penggunaan gawai, jenis konten yang dikonsumsi, dan privasi pengguna; serta percakapan yang jujur dan berkelanjutan, menjadi fondasi penting dari terciptanya lingkungan digital yang sehat di rumah. </p>



<p>Selain itu, sesi diskusi yang berlangsung  juga membahas rangkaian fitur keamanan dari Meta, termasuk fitur Akun Remaja yang memberikan perlindungan menyeluruh bagi pengguna remaja di seluruh aplikasi Meta.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="682" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-23347" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-1024x682.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-740x493.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p><a href="https://about.fb.com/news/2025/09/indonesian-parents-support-dedicated-teen-social-media-accounts/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Riset terbaru dari Ipsos</a> atas nama Meta mengungkapkan bahwa para orang tua dan wali di Indonesia secara luas mendukung pembuatan akun media sosial khusus bagi remaja, yang dilengkapi dengan perlindungan tambahan untuk membantu menjaga keamanan mereka di dunia maya.</p>



<p>“Berangkat dari dukungan kuat para orang tua, Meta memperluas cakupan perlindungan fitur Akun Remaja, yang pertama kali diluncurkan di Instagram pada awal tahun ini, ke Facebook dan Messenger di Indonesia,&#8221; jelas Berni Moestafa, Kepala Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia. </p>



<p>Berni menambahkan bahwa akun khusus ini dilengkapi perlindungan bawaan untuk membatasi siapa yang dapat menghubungi pengguna remaja, mengatur konten yang mereka akses, serta memastikan waktu yang mereka gunakan di dunia maya dimanfaatkan secara bijak.</p>



<p>“Tujuan kami adalah memberikan ketenangan pikiran yang lebih baik untuk orang tua dan wali; sekaligus memberdayakan remaja untuk terhubung, belajar, dan menjelajah secara aman di dunia digital,&#8221; tambah Berni</p>



<p>Acara Instagram Safety Camp juga menegaskan bahwa pengawasan digital merupakan perjalanan bersama yang perlu dilakukan secara beriringan antara orang tua, wali, dan tentunya para remaja.</p>



<p>Meski orang tua mungkin tidak memiliki semua jawaban, adanya kemauan untuk terus belajar, mendengarkan, dan memimpin secara kolaboratif akan membantu keluarga untuk terus  berkembang di era digital.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daya Saing Digital Indonesia Naik ke Peringkat 43 Dunia</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/11/14/daya-saing-digital-indonesia-naik-ke-peringkat-43-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2024 05:10:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[dunia digital]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=13711</guid>

					<description><![CDATA[Dalam lima tahun terakhir, daya saing digital Indonesia tercatat terus naik dari posisi 56 (2020) ke posisi 43 (2024).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Peringkat daya saing digital Indonesia naik dua peringkat ke posisi 43 dunia dari total 67 negara yang diukur dalam riset the International Institute for Management Development <a href="https://www.imd.org/centers/wcc/world-competitiveness-center/rankings/world-digital-competitiveness-ranking/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">World Digital Competitiveness Ranking (IMD WDCR) 2024</a>. </p>



<p>Dalam lima tahun terakhir, daya saing digital Indonesia tercatat terus naik dari posisi 56 (2020), 53 (2021), 51 (2022), 45 (2023), dan 43 (2024). Namun dibanding sejumlah negara di Asia Tenggara, peringkat Indonesia cukup tertinggal. </p>



<p>Indonesia tercatat hanya unggul dari Filipina. Berikut daftar lima besar negara dengan daya saing digital terbaik di Asia Tenggara:</p>



<ol start="1">
<li>Singapura (peringkat 1, dengan skor 100)</li>



<li>Malaysia (peringkat 36, dengan skor 65,5)</li>



<li>Thailand (peringkat 37, dengan skor 65,45)</li>



<li>Indonesia (peringkat 43, dengan skor 61,36)</li>



<li>Filipina (peringkat 61, dengan skor 45,18)</li>
</ol>



<p>Jika dibandingkan dengan sejumlah negara Asia lain, peringkat daya saing digital Indonesia tercatat masih lebih baik dari India (51) dan Turki (55). Pasalnya, peringkat daya saing digital kedua negara ini terus turun dalam lima tahun terakhir.</p>



<p>Riset IMD WDCR 2024 dilakukan oleh&nbsp;<a href="https://www.imd.org/centers/wcc/world-competitiveness-center/rankings/world-digital-competitiveness-ranking/" rel="noreferrer noopener" target="_blank">IMD World Competitiveness Center (WCC)</a>&nbsp;berdasarkan data keras dan survei. Untuk mengukur kelebihan dan kekurangan daya saing digital suatu negara, WCC menggunakan 52 kriteria yang digunakan untuk menentukan peringkat.</p>



<p>Faktor-faktor itu lantas dikelompokkan menjadi tiga pilar utama, yaitu pengetahuan, teknologi, dan kesiapan masa depan. Ketiga faktor ini diyakini menjadi penentu tingkat inovasi, inklusi dan transformasi digital suatu negara. </p>



<p>“Untuk meningkatkan daya saing digital, negara harus menyeimbangkan ketiga faktor tersebut,” jelas Kepala Ekonom WCC, Christos Cabolis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Persoalan Indonesia: Internet Lambat</h3>



<p>Dari 52 kriteria penilaian untuk memeringkatkan daya saing suatu negara, kecepatan internet pita lebar Indonesia tergolong sangat lambat. Mengejutkan, Indonesia hanya menempati peringkat 66 dari 67 negara. </p>



<p>Indonesia tercatat masih perlu perbaikan untuk meningkatkan jumlah pengguna internet yang ada di peringkat 64, pembajakan software (peringkat 63), pendidikan dan pelatihan teknologi (peringkat 63), dan jumlah artikel riset AI yang terbit di jurnal scopus (63).</p>



<p>Meski demikian, keberhasilan daya saing digital Indonesia naik dua peringkat tahun ini. Hal ini didongkrak oleh tingginya angka investasi teknologi. Indonesia mencatat prestasi gemilang untuk teknologi dari layanan perbankan dan finansial (peringkat 2)</p>



<p>Indonesia juga tercatat tinggi dalam hal investasi telekomunikasi (peringkat 3), dan pemodal ventura (venture capital) untuk perusahaan teknologi (peringkat 5). Untuk kesiapan masa depan (future readiness), Indonesia dinilai punya business agility yang sukses menempati peringkat 10. </p>



<p>Masifnya pemanfaatan analisa big data (peringkat 2) turut mengerek naik peringkat Indonesia di antara negara lain di dunia.  Lebih lanjut Jose Caballero, Ekonom Senior WCC juga menyampaikan soal isu kesenjangan digital yang memang menjadi isu krusial di banyak negara berkembang. </p>



<p>“Indonesia termasuk didalamnya. Hal ini terlihat dari rendahnya jumlah pengguna internet broadband yang kemungkinan besar disebabkan oleh tidak atau belum meratanya layanan internet di beberapa daerah,” tuturnya.</p>



<p>Selain akibat tidak meratanya akses internet berkecepatan tinggi, kesenjangan digital yang jadi masalah krusial di 2025, juga terjadi akibat ketersediaan listrik yang tidak dapat diandalkan, dan kurangnya ketersediaan jaringan telekomunikasi modern. </p>



<p>Ketiadaan akses ini membuat terbatasnya partisipasi warga, terutama di wilayah pedesaan dan daerah terpencil untuk ikut memanfaatkan ekonomi digital. Ya, tampaknya memang banyak pekerjaan rumah yang harus segera dibereskan oleh pemerintah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
