<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>era digital &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/era-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Aug 2026 04:27:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>era digital &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>5 Fakta Ancaman TPPO di Era Digital</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/01/5-fakta-ancaman-tppo-di-era-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 04:27:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[era digital]]></category>
		<category><![CDATA[jobstreet]]></category>
		<category><![CDATA[jobstreet by seek]]></category>
		<category><![CDATA[tppo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30536</guid>

					<description><![CDATA[Jobstreet by SEEK kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi pencari kerja di Indonesia maupun Asia Pasifik di era digital.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Jobstreet by SEEK kembali bekerja sama dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) dan berpartisipasi dalam Peringatan Hari Dunia Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bertema &#8220;<strong>Melawan TPPO di Era Digital</strong>&#8220;.</p>



<p>Acara ini diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dengan dukungan UNODC dan International Organization for Migration (IOM) di One Satrio, Jakarta Selatan, (31/07).</p>



<p>Melalui kegiatan edukasi menghindari tindak penipuan lowongan kerja (job scam) dan TPPO, Jobstreet by SEEK kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi pencari kerja di Indonesia maupun Asia Pasifik di era digital.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-27-1024x576.png" alt="" class="wp-image-30537" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-27-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-27-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-27-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-27-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-27-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-27-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-27-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-27.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Bertepatan dengan momentum tersebut, Jobstreet merangkum lima fakta utama tentang ancaman TPPO yang difasilitasi teknologi, serta lima tips praktis agar pencari kerja tetap aman saat melamar kerja secara online.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>5 Fakta Ancaman TPPO di Era Digital</strong></h4>



<ol>
<li><strong>Penipuan kerja online mendorong lonjakan kasus TPPO di Asia Tenggara</strong></li>
</ol>



<p>Data IOM menunjukkan kasus perdagangan orang untuk <strong>&#8220;forced criminality&#8221;</strong> yang terkait operasi online scam di Asia Tenggara meningkat dari 296 kasus pada 2022 menjadi 978 kasus pada 2023, sebelum turun menjadi 492 kasus pada 2024. Namun angka 2024 ini tetap sekitar 66 persen lebih tinggi dibandingkan 2022 (<a href="https://asiapacific.iom.int/sites/g/files/tmzbdl671/files/documents/2025-11/ap_mdr-2025-.pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">IOM, Asia–Pacific Migration Data Report 2025</a>). Banyak korban direkrut melalui iklan lowongan palsu dan skema migrasi menyesatkan sebelum dipaksa bekerja di <strong>&#8220;scam compound&#8221;</strong>.</p>



<ol start="2">
<li><strong>Ratusan ribu orang terjebak dalam operasi scam lintas negara</strong></li>
</ol>



<p>Laporan yang dirilis oleh PBB memperkirakan sedikitnya 120.000 orang di Myanmar dan sekitar 100.000 orang di Kamboja telah diperdagangkan dan dipaksa menjalankan operasi online scam (<a href="https://www.ohchr.org/en/press-releases/2023/08/hundreds-thousands-trafficked-work-online-scammers-se-asia-says-un-report" target="_blank" rel="noreferrer noopener">OHCHR</a>). Korban dipindahkan lintas negara, identitas dan dokumen mereka ditahan, sementara aktivitas kejahatan disamarkan sebagai <strong>&#8220;pekerjaan digital&#8221;</strong> yang sah.</p>



<ol start="3">
<li><strong>Warga Indonesia termasuk yang paling terdampak</strong></li>
</ol>



<p>Laporan terbaru mencatat ribuan WNI teridentifikasi dalam operasi online scam di Asia Tenggara, dengan lebih dari 3.200 orang masuk dalam data kasus dan lebih dari 1.100 orang diidentifikasi sebagai korban perdagangan orang (<a href="https://www.state.gov/reports/2024-trafficking-in-persons-report/indonesia/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">US Department of State, Trafficking in Persons Report 2024 – Indonesia</a>). Banyak dari mereka mengaku awalnya tertarik oleh tawaran kerja bergaji tinggi di luar negeri yang dipromosikan melalui pesan pribadi, grup chat, atau iklan tidak terverifikasi.</p>



<ol start="4">
<li><strong>Kasus TPPO juga mengancam perempuan dan anak di dalam negeri</strong></li>
</ol>



<p>Data SIMFONI PPA 2021–2025 mencatat sedikitnya 1.276 perempuan dewasa dan 44 laki-laki dewasa sebagai korban TPPO yang tercatat secara nasional. Di kelompok anak, terdapat 1.096 anak perempuan dan 137 anak laki-laki sebagai korban. Angka ini diyakini hanya puncak dari fenomena <strong>&#8220;gunung es&#8221;</strong> karena banyak kasus yang belum terlapor.</p>



<ol start="5">
<li><strong>Modus berawal dari lowongan palsu dan komunikasi di platform tidak resmi</strong></li>
</ol>



<p>Pelaku kejahatan memanfaatkan kanal yang sulit diawasi – seperti pesan instan, grup informal, dan media sosial – untuk menyebarkan iklan pekerjaan palsu. Proses rekrutmen sengaja dipindahkan ke luar platform resmi agar pelaku leluasa mengubah syarat kerja, meminta data pribadi, hingga menekan korban untuk membayar berbagai <strong>&#8220;biaya&#8221;</strong>. Di era digital, perekrutan yang tidak terstruktur dan tidak terdokumentasi membuka celah besar bagi TPPO.</p>



<p>&#8220;Perdagangan orang saat ini semakin banyak difasilitasi oleh teknologi digital, di mana pelaku memanfaatkan berbagai platform online untuk merekrut dan mengeksploitasi korban melalui modus yang semakin kompleks,&#8221; ujar <strong>Abie Sancaya, National Programme Officer, UNODC Indonesia</strong>.</p>



<p>Oleh karena itu, Abie Sancaya menambahkan bahwa pencegahan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan platform digital dan penyedia layanan ketenagakerjaan seperti Jobstreet by SEEK. </p>



<p>&#8220;Kemitraan ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang telah dimulai melalui National Forum &#8216;St@y Safe in Digital Space&#8217; pada November lalu, dan kini kembali diperkuat dalam rangka memperingati World Day Against Trafficking in Persons (WDATIP),&#8221; tambah Abie Sancaya.</p>



<p><strong>Peran Jobstreet by SEEK dalam Melindungi Pencari Kerja</strong></p>



<p>Sebagai platform pencarian kerja yang banyak digunakan generasi muda Indonesia, Jobstreet by SEEK kini juga menempatkan keamanan dan integritas ekosistem rekrutmen sebagai prioritas utama. </p>



<p>Sejalan dengan kolaborasi bersama UNODC, serta partisipasi dalam Peringatan Hari Dunia Anti TPPO 2026, Jobstreet telah menerapkan sejumlah langkah penting:</p>



<ul>
<li>Tim khusus Trust &amp; Safety yang memverifikasi latar belakang perusahaan dan memeriksa dokumen legal seperti NIB dan NPWP sebelum pengiklan baru dapat mengakses penuh platform dan mempublikasikan lowongan.</li>



<li>Sistem otomatis yang memblokir atau menandai iklan dengan istilah dalam daftar hitam, termasuk iklan yang meminta pembayaran dari pencari kerja atau memuat konten diskriminatif.</li>



<li>Pemeriksaan terperinci pada iklan untuk industri dan negara berisiko tinggi, seperti sektor dengan rekam jejak eksploitasi atau tujuan kerja di negara dengan banyak kasus <em>scam compound</em>.</li>



<li>Investasi pada teknologi AI dan machine learning untuk meningkatkan deteksi dini dan pencegahan penipuan di platform.</li>



<li>Fitur dan kanal pelaporan yang memudahkan pencari kerja mengadukan iklan mencurigakan langsung dari halaman lowongan.</li>
</ul>



<p>&#8220;Salah satu modus yang kian marak menjerat korban adalah penipuan lowongan kerja. Karena itu, kami menempatkan keamanan dan integritas platform sebagai prioritas,&#8221; ujar <strong>Sawitri, Head of Country Marketing – Indonesia, Jobstreet by SEEK</strong>.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>5 Tips Aman Melamar Kerja secara Online</strong></h4>



<p>Agar pencari kerja lebih aman dan percaya diri di dunia kerja digital, Jobstreet by SEEK membagikan lima langkah praktis berikut:</p>



<ol>
<li><strong>Selalu gunakan platform resmi dan terpercaya</strong></li>
</ol>



<p>Cari dan lamar pekerjaan melalui situs pencarian kerja resmi seperti Jobstreet, situs rekrutmen resmi perusahaan, atau kanal rekrutmen yang jelas identitas dan reputasinya. Hindari mengandalkan informasi lowongan hanya dari pesan berantai atau <em>broadcast</em>, grup <em>chat</em>, ataupun akun media sosial yang tidak terverifikasi.</p>



<ol start="2">
<li><strong>Waspadai tawaran yang “terlalu bagus untuk jadi kenyataan”</strong></li>
</ol>



<p>Janji gaji sangat tinggi untuk pekerjaan yang tidak jelas tugas dan kualifikasinya, atau iming-iming &#8220;kerja ringan dari rumah&#8221; dengan komisi besar, adalah tanda bahaya klasik. Selalu baca deskripsi pekerjaan dengan teliti dan kritis terhadap klaim atau penawaran yang tidak realistis.</p>



<ol start="3">
<li><strong>Jangan pernah membayar untuk mendapatkan pekerjaan</strong></li>
</ol>



<p>Permintaan biaya &#8220;administrasi&#8221;, &#8220;pelatihan&#8221;, &#8220;seragam&#8221;, atau bentuk pembayaran lain di awal proses rekrutmen adalah tanda bahaya (<em>red flag</em>). Perusahaan yang kredibel tidak meminta uang dari kandidat agar bisa direkrut. Jika diminta membayar, hentikan proses dan laporkan.</p>



<ol start="4">
<li><strong>Lindungi data pribadi dan tetap di kanal resmi</strong></li>
</ol>



<p>Jangan membagikan data sensitif seperti nomor identitas, nomor rekening, OTP, atau salinan dokumen resmi seperti KTP atau paspor di tahap awal. Hindari memindahkan komunikasi ke nomor pribadi atau grup tidak resmi bila proses belum jelas.</p>



<ol start="5">
<li><strong>Untuk peluang kerja luar negeri, pastikan izin kerja yang sah</strong></li>
</ol>



<p>Bekerja di luar negeri dengan visa kunjungan wisata adalah praktik ilegal yang sering dimanfaatkan pelaku TPPO. Pastikan jenis visa dan izin kerja Anda benar, konfirmasi detail perusahaan dan posisi kerja melalui sumber resmi, dan bila perlu cek ke kedutaan atau konsulat negara tujuan sebelum berangkat.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Cara Melaporkan Iklan Lowongan Mencurigakan</strong></h4>



<p>Melawan penipuan lowongan kerja dan TPPO di era digital adalah tanggung jawab bersama. Setiap laporan dari pencari kerja, keluarga, maupun masyarakat membantu melindungi orang lain dari jebakan yang sama dan memperkuat sistem pencegahan di platform.</p>



<p>Jika menemukan iklan di platform Jobstreet by SEEK yang terasa janggal (misalnya meminta pembayaran, memindahkan proses ke kanal tidak resmi, atau menawarkan pekerjaan luar negeri tanpa kejelasan izin kerja) pencari kerja dapat melakukan hal berikut:</p>



<ul>
<li>Mengklik tombol <strong>&#8220;Laporkan iklan lowongan&#8221;</strong> pada halaman lowongan di Jobstreet by SEEK.</li>



<li>Mengirim email ke <a href="mailto:customerservice-id@seek.com" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>customerservice-id@seek.com</strong></a>.</li>



<li>Menghubungi <strong>+62 21-8082 5888</strong> (Senin–Jumat, 08.30–17.30 WIB).</li>
</ul>



<p>Laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh tim Trust &amp; Safety untuk meninjau, menonaktifkan, atau memblokir iklan yang melanggar, sekaligus menjadi masukan penting bagi peningkatan fitur keamanan dan edukasi bagi seluruh pengguna.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Samsung Dorong Generasi Muda Menciptakan Pengajaran di Era Digital</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/02/06/cara-samsung-dorong-generasi-muda-menciptakan-pengajaran-di-era-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 01:41:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[era digital]]></category>
		<category><![CDATA[generasi muda]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=26219</guid>

					<description><![CDATA[Inisiatif Samsung Digital Lighthouse School merupakan contoh nyata dari apa yang mungkin dicapai.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>NATIVZEN.com &#8211; Pada 3 Desember 2018, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 24 Januari sebagai Hari Pendidikan Internasional, sebagai peringatan atas peran pengajaran bagi perdamaian dan pembangunan. </p>



<p>Saat kita memperingati Hari Pendidikan Internasional 2026, diskusi global beralih ke tema baru yang lebih kuat: <strong>&#8220;Kekuatan pemuda dalam membangun pengajaran bersama&#8221;</strong> (The power of youth in co-creating education). </p>



<p>Tema ini mengakui peran pemuda sebagai agen perubahan dalam membentuk pengajaran yang inklusif, adil, dan berkualitas, serta membantu membangun masyarakat yang lebih damai, adil, dan inklusif.</p>



<p>Visi ini memahami sebuah dasar di mana generasi muda kita, yang jumlahnya mencapai lebih dari setengah populasi global sudah tidak lagi bisa dilihat sebagai penerima manfaat pasif dari sistem pengajaran, melainkan menjadi perancangnya. </p>



<p>Sebagai digital natives, mereka memahami dinamika masa depan lebih baik daripada generasi sebelumnya dan suara mereka sangat penting dalam membentuk bagaimana proses pembelajaran berkembang.</p>



<p>Sama halnya dengan UNESCO yang memperjuangkan kemandirian bagi generasi muda, kita pun harus mengambil peran dalam menjembatani kesenjangan dan memberdayakan generasi muda agar menjadi partisipan aktif dalam pengajaran mereka. </p>



<p>Hal ini menjadi sangat krusial di tengah transformasi teknologi yang cepat, yang menuntut kita untuk tidak hanya mempertimbangkan kembali apa yang kita ajarkan, tetapi juga bagaimana proses pengajaran dan pembelajaran berlangsung.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="940" height="529" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083447.889.png" alt="" class="wp-image-26221" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083447.889.png 940w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083447.889-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083447.889-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083447.889-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083447.889-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083447.889-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083447.889-740x416.png 740w" sizes="(max-width: 940px) 100vw, 940px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Menjembatani Kesenjangan Digital</strong></h4>



<p>Di Asia Tenggara dan Oseania (SEAO), kesenjangan digital sering kali dianggap sebagai tantangan infrastruktur yang ditandai dengan kurangnya bandwidth internet atau akses ke perangkat seperti laptop, tablet, atau komputer. </p>



<p>Samsung memandangnya ini adalah sebagai kesenjangan digital. Bandwidth bukan hanya soal kecepatan internet; ini adalah tentang seberapa cepat seorang siswa dapat mengakses pengetahuan. </p>



<p>Sebuah perangkat bukan sekadar gadget; ia adalah kanvas untuk berkreasi. Ketika seorang siswa di komunitas pedesaan kekurangan peralatan ini, mereka bukan sekadar kehilangan sebuah tablet; mereka kehilangan kesempatan untuk berperan dalam ekonomi masa depan.</p>



<p>Kebutuhan untuk menjembatani kesenjangan ini sangat nyata. Pada tahun 2025, sebanyak 59% sekolah di wilayah kita memiliki rencana untuk memperbarui dan berinvestasi dalam teknologi modern untuk mendigitalisasi lingkungan belajar mereka. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083454.241-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-26222" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083454.241-1-1024x683.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083454.241-1-300x200.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083454.241-1-768x512.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083454.241-1-370x247.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083454.241-1-270x180.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083454.241-1-570x380.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083454.241-1-740x494.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083454.241-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Hal ini mengonfirmasi bahwa investasi semacam itu bukan lagi sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar untuk memastikan semua siswa dan pengajar memiliki akses yang adil terhadap lingkungan belajar yang berkualitas.</p>



<p>Namun, teknologi sendiri hanyalah titik awal. Ketika para pengajar dibekali kemampuan untuk membimbing dan menginspirasi, barulah siswa dapat membangun masa depan bersama dan inovasi akan berkembang pesat. Itulah sebabnya pendekatan kami dimulai dari para pengajar.</p>



<p>Melalui Samsung Learning Hub, Samsung menyediakan berbagai sarana, pelatihan, serta sumber daya untuk meningkatkan standar pengajaran, menginspirasi proses belajar, dan memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal di setiap ruang kelas. </p>



<p>Program bootcamp dan mentoring ini mendukung para pengajar maupun kepemimpinan dalam pendikan untuk membangun kapabilitas yang dibutuhkan agar dapat mengimbangi kurikulum yang terus berkembang, serta memandu sekolah mereka dalam perjalanan transformasi digital.</p>



<p>Dengan memperkuat kompetensi digital di setiap tingkatan, Samsung juga sekaligus memastikan bahwa teknologi di ruang kelas berfungsi untuk mendukung pedagogi (metode pengajaran), bukan sebaliknya.</p>



<p>Berangkat dari fondasi pemberdayaan pengajaran ini, Samsung saat ini juga terus bekerja untuk memperluas dampak tersebut ke lingkungan belajar melalui inisiatif seperti program Samsung Digital Lighthouse Schools. </p>



<p>Menyadari bahwa setiap sekolah memulai perjalanan digitalnya dari level yang berbeda-beda, program ini hadir untuk mendukung sekolah sesuai dengan kondisi mereka saat ini, membantu dengan menyediakan sarana, pengembangan kapabilitas, serta kerangka kerja yang dibutuhkan.</p>



<p>Di Indonesia, SMP Islam Al Azhar 25 Tangerang Selatan dan Thursina International Islamic Boarding School baru-baru ini telah bergabung dalam komunitas Samsung Digital Lighthouse School. </p>



<p>Di sekolah-sekolah tersebut, para guru mulai membangun kepercayaan diri dalam menggunakan perangkat digital untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif. Di saat yang sama, teknologi membantu mengurangi beban kerja administratif.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Merancang Ulang Pembelajaran untuk Masa Depan yang Lebih Baik</strong></h4>



<p>Setelah akses tersedia dan para pengajar diberdayakan, kita dapat beralih ke tujuan utama: Kemandirian. Di luar urusan infrastruktur, peran Samsung adalah membekali generasi berikutnya dengan keterampilan memecahkan masalah di dunia nyata. </p>



<p>Dengan menggunakan teknologi sebagai katalisator untuk berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, kami memampukan generasi muda untuk mengejar ambisi mereka dan membentuk masa depan yang mereka cita-citakan.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="940" height="624" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083458.174.png" alt="" class="wp-image-26220" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083458.174.png 940w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083458.174-300x199.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083458.174-768x510.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083458.174-370x246.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083458.174-270x179.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083458.174-570x378.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/image-2026-02-06T083458.174-740x491.png 740w" sizes="(max-width: 940px) 100vw, 940px" /></figure>



<p>Hal ini sangatlah penting di wilayah kita, di mana para agen perubahan muda memiliki dorongan kuat untuk mengembangkan solusi kreatif bagi tantangan di komunitas mereka. Oleh karena itu, Samsung melihat hal ini dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) unggulan.</p>



<p>Salah satu program unggulannya adalah Samsung Solve for Tomorrow. Ini sebuah kompetisi yang mengajak siswa untuk menerapkan keterampilan sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) dalam mengatasi isu-isu sosial.</p>



<p>Dengan menantang mereka untuk merancang solusi yang ingin mereka lihat di dunia, program ini menumbuhkan pola pikir &#8220;membangun bersama&#8221; (co-creation) yang kuat. Pada tahun 2025, hampir 17.000 anak muda berpartisipasi di seluruh wilayah.</p>



<p>Di Australia, Samsung juga menyaksikan kecerdasan ini secara langsung. Jack Lowe berhasil meraih penghargaan <strong>&#8220;Runner-Up 14-18&#8221;</strong> berkat konsepnya, Eilik—sebuah platform perbandingan hasil bertenaga AI.</p>



<p>Platform ini dirancang untuk membantu pengajar mengidentifikasi potensi ketidakjujuran akademik di era AI generatif. Inovasinya mencerminkan bagaimana generasi muda memanfaatkan peluang untuk membentuk kembali cara belajar dari perspektif mereka sendiri.</p>



<p>Tujuan Jack adalah mendukung lingkungan belajar yang adil dan memastikan siswa menerima bimbingan yang mereka butuhkan untuk membangun fondasi yang kuat dalam sains, matematika, dan bahasa Inggris. </p>



<p>Menariknya lagi, Respon cerdas yang dibangun terhadap salah satu tantangan baru dalam pengajaran ini menjadi contoh nyata dari makna sebenarnya dari membangun pengajaran bersama (co-creation).</p>



<p>Seiring dengan ekonomi digital berbasis AI alias kecerdasan tiruan di wilayah kita yang terus tumbuh, membangun kapabilitas yang siap pakai di industri menjadi lebih penting dari sebelumnya. </p>



<p>Melalui Samsung Innovation Campus, yang mencakup empat pasar di wilayah SEAO, Samsung telah membekali lebih dari 24.000 peserta pada tahun 2025 dengan keterampilan krusial di bidang coding, pemrograman, Internet of Things, dan kecerdasan buatan (AI). </p>



<p>Dengan melakukan hal ini, Samsung tentunya dinilai oleh banyak orang bahwa mereka tidak sekadar mengajari siswa cara menggunakan teknologi saat ini, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk membangun teknologi masa depan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Tanggung Jawab Bersama</strong></h4>



<p>Hari Pendidikan Internasional 2026 mengingatkan kita bahwa pengajaran bukanlah sesuatu yang sekadar kita wariskan kepada generasi berikutnya; pengajaran adalah upaya bersama yang berkelanjutan.</p>



<p>Samsung berkomitmen untuk tetap teguh! Samsung berinvestasi pada infrastruktur yang memungkinkan terciptanya ruang kelas digital, dan memberdayakan para pengajar yang membimbing generasi muda kita.</p>



<p>Yang paling penting, menyediakan platform yang memungkinkan generasi muda di seluruh wilayah kita untuk melatih kemandirian (agency) mereka untuk berkreasi, memecahkan masalah, dan membangun dunia yang lebih baik secara bersama-sama.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
