<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>genai &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/genai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 May 2025 23:55:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>genai &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Indosat dan Wadhwani Foundation Luncurkan Pelatihan Berbasis AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/05/07/indosat-dan-wadhwani-foundation-luncurkan-pelatihan-berbasis-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 May 2025 23:55:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[genai]]></category>
		<category><![CDATA[generasi muda]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan ai]]></category>
		<category><![CDATA[wadhwani foundation]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=18715</guid>

					<description><![CDATA[Fitur pelatihan untuk generasi muda ini dapat diakses melalui aplikasi myIM3 dari IM3 dan bima+ dari Tri.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Indosat bekerja sama dengan Wadhwani Foundation (WF), meluncurkan program pelatihan berbasis kecerdasan artifisial (AI) untuk menyiapkan talenta muda menghadapi dunia kerja. </p>



<p>Fitur pelatihan ini dapat diakses melalui aplikasi myIM3 dari IM3 dan bima+ dari Tri. Kolaborasi ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis yang telah dimulai sejak Januari lalu dan ini juga mencerminkan komitmen Indosat.</p>



<p>Ya, Indosat berkomitmen untuk terus berupaya memperluas akses pelatihan digital yang relevan bagi generasi muda Indonesia. Data Statistik Indonesia 2025 mencatat jumlah pencari kerja mencapai lebih dari 7,4 juta orang.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/IOH-x-Wadhwani_2-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-18716" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/IOH-x-Wadhwani_2-1024x682.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/IOH-x-Wadhwani_2-300x200.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/IOH-x-Wadhwani_2-768x512.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/IOH-x-Wadhwani_2-1536x1023.jpeg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/IOH-x-Wadhwani_2-370x247.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/IOH-x-Wadhwani_2-270x180.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/IOH-x-Wadhwani_2-570x380.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/IOH-x-Wadhwani_2-740x493.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/IOH-x-Wadhwani_2.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Ini menunjukkan besarnya kebutuhan akan peluang kerja dan keterampilan baru. Menanggapi tantangan ini, Indosat bersama Wadhwani Foundation meluncurkan pelatihan digital berbasis AI untuk mendukung generasi muda menghadapi pasar kerja.</p>



<p>Tak hanya menyediakan layanan telekomunikasi, aplikasi myIM3 dan bima+ yang tersedia di Play Store dan App Store kini juga menjadi wadah pembelajaran dan pengembangan diri yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. </p>



<p>Program pelatihan ini dapat diakses dari mana saja, baik di perkotaan maupun wilayah rural sehingga memberikan kesempatan yang setara bagi anak muda di seluruh Indonesia untuk meningkatkan keterampilan digital mereka. </p>



<p>Melalui brand IM3 dan Tri, Indosat akan mengajak setiap pengguna untuk ikut mempromosikan platform ini. IM3 akan mempromosikan pelatihan ini ke dalam program Collabonation, sementara Tri akan mengenalkannya lewat Generasi Happy.</p>



<p>“Generasi muda merupakan kunci dalam membangun masa depan yang inklusif dan berkelanjutan,&#8221; ujar Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison.</p>



<p>Lebih lanjut, Vikram menambahkan bahwa Indosat percaya jika setiap orang berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Melalui inisiatif ini, Indosat berkomitmen untuk mengembangkan keterampilan digital masyarakat Indonesia di mana pun mereka berada.</p>



<p>Pengguna myIM3 dan bima+ kini dapat dengan mudah mengakses berbagai modul pelatihan digital, meliputi pengembangan soft skill, pelatihan kesiapan kerja, serta berbagai perangkat berbasis AI yang dirancang untuk membantu meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja.</p>



<p>Platform ini memperkaya ekosistem digital Indosat dengan menambah nilai lebih bagi pelanggan. Tidak hanya menikmati layanan telekomunikasi, kini aplikasi myIM3 dan bima+ juga menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan diri yang relevan dengan kebutuhan industri.</p>



<p>Indosat, bekerja sama dengan Wadhwani Foundation, akan memperkuat kemitraan dengan universitas dan siswa sekolah di seluruh Indonesia untuk mendukung siswa dalam mengembangkan keterampilan digital mereka dan mempersiapkan diri menuju dunia kerja.</p>



<p>“Selama lebih dari dua dekade sejak didirikan pada tahun 2001, Wadhwani Foundation berkomitmen mendorong pertumbuhan lapangan kerja,&#8221; ujar Ajay Kela, President and Chief Executive Officer Wadhwani Foundation.</p>



<p>Ajay Kela juga menegaskan bahwa Wadhwani turut membantu jutaan orang meraih penghasilan layak demi kesejahteraan hidup yang lebih baik. Kolaborasi dengan Indosat merupakan wujud nyata untuk mendorong perubahan sosial melalui pemberdayaan keterampilan.</p>



<p>&#8220;Perubahan sosial tersebut kami lakukan melalui Wadhwani Skilling Network (WSN) dan Wadhwani Entrepreneurship Network (WEN). Kami percaya, semua orang perlu merasakan manfaat dunia digital, dan teknologi berperan penting untuk membuka peluang,&#8221; ujar Ajay Kela.</p>



<p>Wadhwani Foundation telah membantu para job seekers mendapatkan pekerjaan lebih cepat serta mendukung perusahaan dalam menemukan talenta siap kerja melalui program peningkatan keterampilan berbasis AI, yakni JobRise dan JobReady.</p>



<p>Menariknya, program tersebut sudah tersedia dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Program ini fokus pada pengembangan soft skill, pemanfaatan teknologi GenAI, serta pendampingan langsung lewat simulasi dan kolaborasi tatap muka. </p>



<p>Melalui inisiatif WEN, Wadhwani Foundation juga membekali wirausahawan muda dengan strategi bisnis. Misi ini sejalan dengan pilar ketiga Asta Cita memajukan pekerjaan berkualitas dan kewirausahaan yang berkontribusi pada Visi Indonesia Emas 2045. </p>



<p>&#8220;Kolaborasi Wadhwani Foundation dan Indosat juga diharpkan dapat memperkuat ekonomi digital dan mempersiapkan generasi muda menghadapi era teknologi yang terus berkembang,&#8221; pungkas Vikram.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kandidat Bersertifikat Micro-Credentials GenAI Bakal Digaji Tinggi</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/05/05/kandidat-bersertifikat-micro-credentials-genai-bakal-digaji-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 May 2025 06:51:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[cousera]]></category>
		<category><![CDATA[genai]]></category>
		<category><![CDATA[kandidat]]></category>
		<category><![CDATA[micro-credentials]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=18686</guid>

					<description><![CDATA[Keterampilan di bidang Generative AI (GenAI) menjadi prioritas utama bagi perusahaan di Indonesia saat mengambil keputusan perekrutan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Rekrutmen berbasis keterampilan kini berkembang pesat di Indonesia. Menurut Micro-Credentials Impact Report 2025 dari Coursera, 100% perusahaan di Indonesia sudah mulai menerapkan atau mempertimbangkan pendekatan ini untuk mengatasi kekurangan talenta. </p>



<p>Laporan ini juga menemukan bahwa sertifikat micro-credentials menjadi alat penting dalam mendukung perubahan ini, di mana 97% perusahaan di Indonesia sudah merekrut kandidat yang memiliki sertifikat tersebut. </p>



<p>Sebagian besar dari perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa mereka lebih memilih merekrut kandidat yang memiliki micro-credential di bidang Generative AI (GenAI) dibandingkan kandidat yang tidak memilikinya.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="879" height="676" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/Screenshot-174.png" alt="" class="wp-image-18687" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/Screenshot-174.png 879w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/Screenshot-174-300x231.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/Screenshot-174-768x591.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/Screenshot-174-370x285.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/Screenshot-174-270x208.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/Screenshot-174-570x438.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/05/Screenshot-174-740x569.png 740w" sizes="(max-width: 879px) 100vw, 879px" /></figure>



<p>Oleh karena itu, hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terdepan di kawasan dalam menghubungkan pendidikan dan dunia kerja lewat pendekatan yang berbasiskan keterampilan. </p>



<p>Berdasarkan wawasan dari lebih dari 2.000 perusahaan dan pelajar di seluruh dunia, termasuk Indonesia, laporan ini mengungkap meningkatnya permintaan terhadap micro-credentials dan dampaknya di dunia nyata. </p>



<p>Perusahaan di Indonesia (96%) menyatakan bahwa micro-credentials membantu mengurangi waktu dan biaya untuk proses orientasi karyawan baru. Sebanyak 96% perusahaan juga bersedia menawarkan gaji awal yang lebih tinggi kepada kandidat yang memiliki micro-credentials.</p>



<p>Di antara perusahaan yang sudah merekrut kandidat dengan micro-credentials, 93% melaporkan adanya penghematan biaya pelatihan di tahun pertama, dengan sebagian besar mengatakan mereka bisa memangkas biaya hingga 20%.</p>



<p>Temuan ini sejalan dengan upaya yang semakin kuat untuk menerapkan pembelajaran berbasis keterampilan di sistem pendidikan tinggi Indonesia, didukung oleh kebijakan nasional yang mendorong pengakuan kredit untuk program yang sesuai kebutuhan industri.</p>



<p>Mahasiswa pun mulai menyesuaikan diri dengan perubahan ini. 87% pelajar di kawasan Asia Pasifik (APAC) lebih tertarik mendaftar ke program gelar jika program tersebut menawarkan micro-credentials yang diakui sebagai kredit akademik. </p>



<p>“Perusahaan-perusahaan di Indonesia dengan jelas menunjukkan bahwa micro-credentials bukan lagi sekedar tambahan melainkan menjadi sesuatu yang wajib dimiliki oleh para pelajar yang ingin siap terjun ke dunia kerja,” ujar Eklavya Bhave, Head of Asia Pacific Coursera. </p>



<p>Seiring dengan perubahan besar di berbagai industri akibat hadirnya GenAI, Eklavya Bhave menambahkan bahwa perusahaan kini mencari bukti keterampilan yang benar-benar bisa diverifikasi, yang diberikan melalui sertifikasi yang sesuai kebutuhan industri ini. </p>



<p>Dengan dukungan kuat dari pemerintah terhadap pembelajaran berbasis keterampilan, temuan ini semakin menegaskan pentingnya mengintegrasikan sertifikasi industri ke dalam program universitas agar mahasiswa memiliki keterampilan yang paling dibutuhkan oleh perusahaan.</p>



<p>Temuan Penting di Indonesia:</p>



<p>Keterampilan di bidang GenAI menjadi prioritas utama bagi perusahaan di Indonesia saat mengambil keputusan perekrutan:</p>



<ul>
<li>Sebanyak 99% perusahaan di Indonesia ingin universitas membekali lulusan mereka dengan keterampilan GenAI untuk mengisi posisi tingkat awal.</li>



<li>Sebanyak 87% perusahaan lebih memilih kandidat yang kurang berpengalaman namun memiliki sertifikasi GenAI, dibandingkan kandidat yang lebih berpengalaman tapi namun tidak memiliki sertifikasi GenAI.</li>



<li>Sebesar 96% perusahaan di Indonesia bersedia memberikan gaji lebih tinggi kepada kandidat yang memiliki micro-credential.</li>
</ul>



<p>Perusahaan di Indonesia juga semakin mengandalkan micro-credentials untuk proses<br>rekrutmen dan pelatihan:</p>



<ul>
<li>Sebanyak 97% perusahaan mengatakan micro-credentials membuat lamaran kandidat menjadi lebih kuat.</li>



<li>Sebanyak 94% perusahaan setuju bahwa lulusan yang memiliki micro-credentials lebih siap untuk bekerja.</li>



<li>Sebanyak 96% perusahaan bersedia melatih karyawan mereka saat ini menggunakan<br>program micro-credentials.</li>



<li>Sebanyak 91% perusahaan lebih memilih merekrut kandidat dengan micro-credentials yang memiliki nilai kredit akademik dibandingkan mereka yang tidak.</li>
</ul>



<p>Micro-Credentials Mengubah Pilihan dan Hasil Belajar Mahasiswa di Asia Pasifik (APAC)</p>



<ul>
<li>1 dari 3 mahasiswa telah memperoleh micro-credential.</li>



<li>Kemungkinan mahasiswa mendaftar ke program gelar meningkat dari 38% hingga 90% jika program tersebut menawarkan micro-credentials, terutama jika micro-credentials tersebut diakui sebagai kredit akademik atau berfokus pada GenAI.</li>



<li>Sebanyak 87% mahasiswa percaya bahwa micro-credential akan membantu mereka<br>dalam merair kesuksesan dunia kerja.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Metodologi</h3>



<p>Micro-Credentials Impact Report 2025 dari Coursera didasarkan pada dua survei global yang dilakukan antara Desember 2024 hingga Januari 2025, melibatkan lebih dari 1.000 perusahaan dan 1.200 pelajar di sepuluh negara, yakni Amerika Serikat, Inggris, Brazil, Prancis, India, Indonesia, Meksiko, Arab Saudi, Thailand, dan Turki. </p>



<p>Dalam survei ini, perusahaan membagikan pandangan mereka tentang tren rekrutmen, imbal hasil investasi (ROI), dan insentif gaji lebih tinggi untuk pemegang micro-credentials, sementara pelajar berbagi tentang motivasi mereka, dampak terhadap karier, dan preferensi mereka terhadap program berbasis kredit.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
