<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>giias 2026 &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/giias-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Aug 2026 05:38:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>giias 2026 &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Teknologi Keselamatan Tentukan Wajah Kendaraan Masa Depan</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/09/teknologi-keselamatan-tentukan-wajah-kendaraan-masa-depan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2026 05:34:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[bosch]]></category>
		<category><![CDATA[giias 2026]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan berkendara]]></category>
		<category><![CDATA[mobil masa depan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30701</guid>

					<description><![CDATA[Mobil modern kini mengandalkan serangkaian sistem yang bekerja bersama untuk mengenali risiko dan membantu pengemudi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Industri otomotif memasuki babak baru. Jika sebelumnya persaingan berfokus pada tenaga mesin, efisiensi, atau desain kendaraan, kini kemampuan kendaraan mengenali risiko dan membantu mencegah kecelakaan mulai menjadi faktor pembeda. </p>



<p>Pergeseran ini menjadi salah satu pesan utama yang mengemuka pada GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Hal tersebut sejalan dengan pesan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat membuka GIIAS 2026. </p>



<p>Menurutnya, keputusan investasi, teknologi, dan pendalaman industri yang diambil saat ini akan menentukan wajah industri otomotif nasional pada 2035. Tema GIIAS 2026, Eye of the Future, juga menempatkan inovasi kendaraan sebagai penggerak utama masa depan mobilitas. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="684" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-4-1024x684.jpg" alt="" class="wp-image-30703" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-4-1024x684.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-4-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-4-768x513.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-4-1536x1027.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-4-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-4-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-4-570x381.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-4-740x495.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-4.jpg 1616w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Ardhana Wiranata, Vice Compartment Future Automotive Technology &amp; Renewable Energy GAIKINDO, mengatakan perkembangan industri otomotif kini tidak lagi hanya diukur dari peningkatan performa dan efisiensi kendaraan.</p>



<p>&#8220;Perkembangan teknologi terus mendorong budaya berkendara yang semakin aman, nyaman, dan efisien. Karena itu, tantangan industri ke depan bukan hanya menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dipahami masyarakat,&#8221; ujar Ardhana.</p>



<p>Salah satu gambaran mengenai perkembangan tersebut ditampilkan melalui Booth Safety &amp; Advanced Technology GAIKINDO bersama Bosch Indonesia. Di area ini, pengunjung dapat melihat bagaimana berbagai teknologi keselamatan yang ditawarkan oleh Bosch.</p>



<p>Teknologi tersebut bekerja sebagai satu sistem untuk membantu pengemudi mengenali risiko dan merespons situasi berbahaya. Risiko di jalan muncul dalam hitungan detik. Kendaraan di depan mengerem mendadak, pejalan kaki tiba-tiba menyeberang, atau sepeda motor muncul dari titik buta. </p>



<p>Dalam kondisi seperti itu, yang menentukan bukan lagi sekadar refleks pengemudi yang berkendara di jalan, tetapi juga seberapa cepat kendaraan mampu mengenali risiko dan memberikan bantuan yang tepat. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="684" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-1024x684.jpg" alt="" class="wp-image-30704" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-1024x684.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-768x513.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-1536x1027.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-570x381.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3-740x495.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Foto-3.jpg 1616w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>&#8220;Perkembangan teknologi keselamatan bukan lagi sekadar tentang bagaimana menambah sejumlah fitur pada kendaraan,&#8221; ungkap Director of Mobility Solution Bosch Indonesia, Bernard Simanjuntak.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi dapat memberikan dukungan yang tepat pada situasi yang tepat, terutama ketika kondisi berkendara dan interaksi antar pengguna jalan semakin kompleks.</p>



<p>Bosch menjelaskan proses tersebut melalui tiga tahapan yang saling terhubung: <strong>Sense, Think, dan Act</strong>.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Sense: ”Mata” Tambahan Kendaraan</strong></h4>



<p>Pandangan pengemudi tidak selalu mampu menjangkau seluruh area di sekitar kendaraan. Dalam kondisi ini, Multi-Purpose Camera membantu mengenali marka dan pengguna jalan lain, Radar Sensor mengukur jarak serta kecepatan objek, sementara Ultrasonic Sensor mendeteksi benda dalam jarak dekat. Ketiganya bekerja layaknya ”mata” tambahan yang terus membaca lingkungan sekitar.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Think: ”Otak” yang Membaca Risiko</strong></h4>



<p>Setelah berbagai sensor mengenali kondisi di sekitar kendaraan, informasi dari berbagai sensor kemudian diolah oleh sistem komputasi. Perangkat lunak menganalisis perubahan situasi, memperkirakan potensi risiko, dan menentukan apakah diperlukan respons tertentu. Dalam hitungan milidetik, sistem komputasi mengolah seluruh informasi tersebut untuk memahami kondisi di sekitar kendaraan sebelum menentukan respons yang diperlukan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Act: ”Refleks” saat Waktu Terbatas</strong></h4>



<p>Ketika risiko tabrakan meningkat, waktu pengemudi untuk bereaksi semakin sempit. Integrated Power Brake membantu menghasilkan respons pengereman yang cepat dan presisi untuk mengurangi kecepatan atau dampak benturan. Fungsinya menyerupai ”refleks” tambahan, tanpa menggantikan kendali pengemudi.</p>



<p>Melalui rangkaian proses tersebut, sistem keselamatan modern tidak lagi hanya dirancang untuk mengurangi dampak kecelakaan, tetapi juga membantu pengemudi mengantisipasi risiko sejak lebih dini. Semakin cepat risiko dikenali, semakin besar peluang kecelakaan dapat dihindari.&nbsp;</p>



<p>Arah tersebut sejalan dengan upaya peningkatan keselamatan jalan di tingkat global maupun nasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Global Road Safety Target 5 mengatakan bahwa seluruh kendaraan memenuhi standar keselamatan yang lebih tinggi pada 2030. </p>



<p>Di Indonesia, Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan juga menempatkan keselamatan kendaraan dan pengguna jalan sebagai dua dari lima pilar utama keselamatan jalan. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Menyiapkan Ekosistem Keselamatan Menuju Industri Otomotif 2035&nbsp;</strong></h4>



<p>Menghadirkan teknologi saja tidak cukup. Seiring berkembangnya sistem keselamatan kendaraan, industri perlu memiliki kemampuan untuk memahami, mengembangkan, dan menguasai teknologi tersebut. </p>



<p>Di saat yang sama, keselamatan juga bergantung pada pemeliharaan kendaraan agar seluruh sistem tetap bekerja secara optimal sepanjang masa pakainya. Karena itu, kehadiran Bosch di GIIAS tidak hanya memperkenalkan solusi keselamatan, tetapi juga menjadi ruang edukasi.</p>



<p>Bosch memperlihatkan secara langsung kepada para pengunjung GIIAS mengenai cara kerja teknologi keselamatan modern sekaligus berbagi pengetahuan mengenai penerapannya di industri otomotif. </p>



<p>Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui divisi Mobility Aftermarket yang menghadirkan berbagai produk penunjang keselamatan berkendara, seperti wiper, klakson, busi, filter, lampu, dan komponen otomotif lainnya. </p>



<p>Jika teknologi keselamatan pada kendaraan membantu mengenali dan merespons risiko, maka pemeliharaan kendaraan yang baik memastikan seluruh sistem tersebut tetap bekerja secara optimal sepanjang masa pakai kendaraan. </p>



<p>Pada GIIAS 2026, Bosch juga mengajak masyarakat berkontribusi terhadap keselamatan di jalan melalui program sosial. Setiap pembelian 1 pasang wiper Bosch Advantage dan Clear Advantage selama pameran akan dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung peremajaan 100 unit ambulans di berbagai daerah di Indonesia. </p>



<p>Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Bosch untuk menghadirkan dampak nyata bagi keselamatan masyarakat, tidak hanya melalui inovasi teknologi, tetapi juga melalui kendaraan yang berperan penting dalam layanan kegawatdaruratan. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teknologi Keselamatan Makin Disorot, GIIAS 2026 Jadi Panggung Edukasi Industri</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/07/31/teknologi-keselamatan-makin-disorot-giias-2026-jadi-panggung-edukasi-industri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2026 03:40:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[giias 2026]]></category>
		<category><![CDATA[keselamatan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[pameran otomotif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30519</guid>

					<description><![CDATA[GIIAS 2016 tak sekadar etalase visual kendaraan, melainkan ruang pamer teknologi bekerja di balik kemudi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Semakin banyak mobil baru di jalan raya yang dibekali &#8220;mata&#8221; dan &#8220;otak&#8221; buatan. Dari kamera 360 derajat, radar, hingga Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), kendaraan modern tak lagi sekadar alat transportasi, melainkan mitra yang mampu mengenali potensi bahaya di sekitarnya.</p>



<p>Fenomena ini menjadi benang merah utama pameran otomotif GIIAS 2026 yang mengusung tema <strong>&#8220;The Eyes of the Future&#8221;</strong>. Pameran tahun ini tak sekadar etalase visual kendaraan, melainkan ruang pamer bagaimana teknologi bekerja di balik kemudi.</p>



<p>Perubahan tren ini didorong oleh bergesernya preferensi pasar. Riset Deloitte 2026 Global Automotive Consumer Study mencatat bahwa konsumen di Indonesia kini semakin rasional. Kualitas produk menjadi pertimbangan utama (68 persen).</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="768" height="432" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/mpc4_stage_v2_stage_mobile.webp" alt="" class="wp-image-30520" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/mpc4_stage_v2_stage_mobile.webp 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/mpc4_stage_v2_stage_mobile-300x169.webp 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/mpc4_stage_v2_stage_mobile-370x208.webp 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/mpc4_stage_v2_stage_mobile-270x152.webp 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/mpc4_stage_v2_stage_mobile-570x321.webp 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/mpc4_stage_v2_stage_mobile-740x416.webp 740w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></figure>



<p>Ini disusul performa (66 persen), serta kecanggihan fitur dan teknologi (49 persen). Fitur keselamatan dan perangkat lunak (software-defined vehicles) pun kini naik kelas dari sekadar pelengkap menjadi penentu utama keputusan membeli.</p>



<p>Dinamika tersebut direspons agresif oleh para Agen Pemegang Merek (APM). Toyota, misalnya, menyiapkan mobil listrik (battery electric vehicle/BEV) baru sembari memberi sinyal kembalinya salah satu model legendaris mereka. </p>



<p>Pabrikan Jepang ini berfokus memperluas pilihan elektrifikasi yang mengedepankan efisiensi dan keselamatan. Sementara itu, Honda memperkenalkan mobil listrik Super-ONE yang dirancang untuk tetap menjaga ikatan emosional antara pengemudi dan kendaraannya. </p>



<p>Tak kalah menarik, peta persaingan juga kian hangat dengan hadirnya pabrikan asal China, Jaecoo, yang membawa teknologi intelligent driving sebagai solusi menghadapi padatnya lalu lintas di Tanah Air.</p>



<p>Namun, di tengah gencarnya paparan informasi teknologi tersebut, muncul tantangan baru bagi masyarakat: meningkatkan literasi digital di jalan raya. Dengan begitu banyaknya jargon dan istilah teknis yang disajikan produsen, konsumen dituntut untuk benar-benar memahami cara kerja maupun batasan fitur tersebut dalam situasi berkendara sehari-hari.</p>



<p>Anggota Komite Teknis ASEAN NCAP, Adrianto Sugiarto, menjelaskan bahwa pesatnya perkembangan fitur keselamatan adalah konsekuensi logis dari kendaraan yang makin cepat dan padatnya interaksi di jalan raya. </p>



<p>&#8220;Pada akhirnya, tubuh manusia memiliki keterbatasan sehingga harus dilindungi. Teknologi keselamatan dikembangkan untuk meminimalkan cedera hingga fatalitas,&#8221; ujar Adrianto melalui rilis yang diterima oleh nativzen.com.</p>



<p>ia juga mengatakan bahwa tantangan berikutnya tidak hanya menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga harus memastikan masyarakat memahami manfaat serta cara kerjanya. </p>



<p>&#8220;Pabrikan memiliki peran penting untuk mengedukasi konsumen, sehingga berbagai fitur keselamatan tersebut tidak berakhir sekadar pajangan, melainkan benar-benar bekerja melindungi pengendaranya,&#8221; tambah Adrianto.</p>



<p>Pentingnya kejelasan informasi ini juga menjadi perhatian regulasi global. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT), misalnya, baru-baru ini mengingatkan produsen otomotif untuk terus memperkuat evaluasi risiko dan memastikan penyampaian klaim teknologi dilakukan secara terukur serta mudah dipahami oleh masyarakat luas.<strong></strong></p>



<p>Kompleksitas mobil modern memang luar biasa. Data&nbsp;<em>Markets and Markets</em>&nbsp;menunjukkan bahwa satu unit kendaraan premium saat ini bisa memuat hingga 150 juta baris kode perangkat lunak yang terhubung ke ratusan komponen digital. Mobil kini bukan lagi sekadar rakitan mekanis, melainkan komputer berjalan.</p>



<p>Kondisi inilah yang membuat GIIAS 2026 merasa perlu merangkul pemain di sektor industri pendukung, salah satunya Bosch Indonesia, untuk memberikan gambaran yang utuh kepada publik.</p>



<p>Head of Corporate Communications and Government Relations Bosch Indonesia, Fenny Sofyan, mengamini bahwa kecanggihan teknologi keselamatan tak akan berdiri sendiri tanpa pemahaman dari penggunanya.</p>



<p>&#8220;Inovasi keselamatan itu sifatnya mendampingi, sebagai mitra mitigasi risiko di jalan raya. Di GIIAS 2026 nanti, kami ingin memperlihatkan secara langsung bagaimana sistem ini bekerja secara terintegrasi mulai dari mendeteksi kondisi sekitar, menganalisis potensi bahaya, hingga merespons dalam situasi kritis,&#8221; ungkap Fenny.</p>



<p>Kehadiran Bosch di pameran otomotif terbesar di Indonesia ini diharapkan dapat membuka wawasan lebih banyak masyarakat atau penggemar otomotif agar tak sekadar terpukau oleh kecanggihan fitur yang ditawarkan.</p>



<p>Sebab, keunggulan kendaraan masa depan tak lagi sebatas kecepatan atau kemewahan desain, melainkan seberapa cerdas teknologi tersebut melindungi nyawa dan seberapa bijak pengemudinya saat berada di balik kemudi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
