<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hacker &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/hacker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Sep 2024 00:58:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>hacker &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Menjaga Privasi di Dunia Maya Agar Terbebas dari Aksi Peretasan</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/09/24/tips-menjaga-privasi-di-dunia-maya-agar-terbebas-dari-aksi-peretasan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Christopher Louis]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Sep 2024 23:56:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HOW TO]]></category>
		<category><![CDATA[hacker]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan online]]></category>
		<category><![CDATA[peretasan]]></category>
		<category><![CDATA[privasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips keamanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=11987</guid>

					<description><![CDATA[Peretas di dunia maya begitu piawai untuk mencuri data penting milik kita. Kita pun harus punya cara untuk mencegah pencurian data tersebut.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Menjaga privasi dalam ranah keamanan online merupakan salah satu yang wajib untuk diperhatikan. Pasalnya, tak sedikit orang yang abai akan hal ini. Apalagi, serangkai pencurian data semakin marak di dunia maya.</p>



<p>nativzen.com sudah merangkum sejumlah cara yang bisa kamu lakukan untuk menjaga privasi, khususnya menjaga keamanan online. Mengingat, internet sering digunakan dan menjadi jembatan untuk menggali sebuah informasi, atau menikmati hiburan.</p>



<p>Kita juga sadar bahwa tidak sedikit di internet yang memungkinkan kita untuk membuat akun agar bisa menggunakan aplikasi yang diinginkan. Namun, untuk membuat akun di aplikasi tersebut terkadang diminta memasukkan berbagai informasi terkait dengan profile kita miliki.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="750" height="500" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/Privacy.jpg" alt="" class="wp-image-11989" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/Privacy.jpg 750w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/Privacy-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/Privacy-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/Privacy-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/Privacy-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/09/Privacy-740x493.jpg 740w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px" /></figure>



<p>Oleh karena itu, kita pun mesti ekstra waspada. Apalagi, dengan berkembangnya teknologi tak sedikit hacker alias penjahat siber yang memanfaatkan hal tersebut. Salah kita melangkah, data-data penting yang kita miliki pun bisa dengan cepat berpindah tangan.</p>



<p>Seribu cara bisa dilakukan oleh peretas untuk mencuri data-data penting yang kita miliki, baik yang tersimpan di laptop, PC atau smartphone. Oleh karena itu, kita pun harus memiliki berbagai cara untuk menjaga privasi. Berikut adalah tips yang bisa kamu lakukan:</p>



<p><strong>1. Gunakan VPN untuk Melindungi Data Pribadi</strong></p>



<p>Virtual Private Network (VPN) adalah tools yang dapat mengenkripsi koneksi internet kamu, sehingga data pribadi tetap aman dari para penjahat siber. Selain itu, VPN juga membantu menyembunyikan lokasi geografis dan alamat IP asli kamu.</p>



<p>Dengan kata lain, menggunakan VPN, aktivitas online bisa lebih terlindungi. Namun, kamu harus pintar untuk memilih layanan VPN yang tepercaya dan pastikan untuk selalu mengaktifkannya terutama saat menggunakan jaringan WiFi publik.</p>



<p><strong>2. Buat Kata Sandi yang Kuat dan Unik</strong></p>



<p>Kata sandi yang kuat adalah kunci utama untuk menjaga akun kamu tetap aman. Gunakan kombinasi huruf besar dan kecil, angka, dan simbol. Hal ini bertujuan agar kata sandi yang kamu buat tidak mudah ditebak oleh peretas.</p>



<p>Tak kalah penting, hindari penggunaan kata sandi yang sama untuk sejumlah akun berbeda yangb kamu miliki. Jika perlu, gunakan aplikasi pengelola kata sandi yang bisa membantu kamu menyimpan dan mengelola kata sandi dengan aman.</p>



<p><strong>3. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)</strong></p>



<p>Autentikasi dua faktor (2FA) akan menambahkan lapisan keamanan ekstra pada akun kamu. Dengan 2FA, selain memasukkan kata sandi, kamu juga perlu memasukkan kode verifikasi yang dikirimkan ke smartphone atau e-mail kamu. </p>



<p>Hal ini membuat akun kamu lebih sulit untuk diakses oleh orang yang tidak berwenang, bahkan jika mereka berhasil mendapatkan kata sandi kamu. Di internet, cukup banyak tools 2FA yang bisa kamu gunakan, dan yang paling terpercaya kamu bisa menggunakan layanan 2FA dari Google</p>



<p><strong>4. Selalu Perbarui Perangkat Lunak dan Aplikasi</strong></p>



<p>Perangkat lunak dan aplikasi yang tidak diperbarui rentan terhadap serangan siber. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memperbarui sistem operasi, aplikasi, dan perangkat lunak keamanan yang kamu gunakan. </p>



<p>Pembaruan ini biasanya mencakup perbaikan keamanan yang penting untuk melindungi perangkat kamu dari ancaman terbaru. Dengan kata lain, pembaruan atau update bisa menjadi salah satu &#8220;perisai&#8221; untuk menangkal pencurian data secara online. </p>



<p><strong>5. Hati-hati dalam Memberikan Informasi Pribadi</strong></p>



<p>Hindari memberikan informasi pribadi yang sensitif di media sosial atau platform publik lainnya. Informasi seperti alamat rumah, nomor telepon, atau detail keuangan bisa digunakan oleh penjahat siber untuk melakukan penipuan atau pencurian identitas. </p>



<p>Tak kalah penting, selalu periksa pengaturan privasi pada akun media sosial yang kamu miliki dan batasi informasi yang bisa dilihat oleh publik. Jangan membuka ruang agar orang lain tahu segalanya tentang kamu, karena hacker akan berupaya mengumpulkan informasi tersebut.  </p>



<p><strong>6. Gunakan Antivirus dan Firewall</strong></p>



<p>Antivirus dan firewall adalah tools penting untuk melindungi perangkat yang kamu miliki, baik laptop, PC atau pun smartphone dari malware dan serangan siber. Pastikan kamu memiliki antivirus yang selalu diperbarui dan aktifkan firewall pada perangkat kamu. </p>



<p>Dengan menginstall antivirus resmi yang terus selalu diperbarui, serta memperkuat dengan sistem firewall, ini akan membantu mencegah malware untuk masuk dan melindungi data-data pribadi yang kamu miliki.</p>



<p><strong>7. Waspadai Email Phishing</strong></p>



<p>Penipuan phishing sering kali dilakukan melalui e-mail yang tampak resmi namun sebenarnya berbahaya. Oleh karena itu, jangan mudah tergoda untuk mengklik tautan atau membuka lampiran dari e-mail yang mencurigakan. </p>



<p>Untuk langkah ini, kamu patut untuk selalu memeriksa alamat pengirim dan cari tanda-tanda yang mencurigakan seperti kesalahan ejaan atau permintaan informasi pribadi yang tidak wajar. Dengan begitu, kamu bisa terhidar dari aksi pencurian data melalui phising.</p>



<p>Dengan mengikuti tips di atas, kamu bisa meningkatkan keamanan online dan menjaga privasi dengan lebih baik. Ingatlah bahwa keamanan online adalah tanggung jawab bersama, jadi selalu waspada dan up-to-date dengan perkembangan teknologi keamanan terbaru!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mitigasi INDODAX Hanya Perlu Waktu 80 Jam, Kini Sudah Kembali Normal</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/09/24/mitigasi-indodax-hanya-perlu-waktu-80-jam-kini-sudah-kembali-normal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Sep 2024 22:38:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[hacker]]></category>
		<category><![CDATA[indodax]]></category>
		<category><![CDATA[kripto]]></category>
		<category><![CDATA[peretasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=11977</guid>

					<description><![CDATA[Aksi peretasan INDODAX sempat viral. Bagaimana aksi tersebut terjadi? CEO INDODAX buka suara dihadapan sejumlah media dan komunitas kripto.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Pekan kedua di bulan Sepetember 2024, industri kripto di Indonesia dikejutkan dengan aksi peretasan yang dialami oleh INDODAX. Hal ini pun ramai dibicarakan oleh banyak orang, terutama di platform X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).</p>



<p>Seperti tertulis dalam akun resmi @indodax pada tanggal 11 September 2024 bahwa telah terjadi aksi peretasan pada platform INDODAX. Hal ini pun diperkuat oleh pernyataan perusahaan keamanan Web3, Cyvers Alerts.</p>



<p>Juga melalui akun X-nya, Cyvers Alerts mencatat bahwa terdapat alamat yang dilaporkan telah menampung aset senilai sekitar US$ 14,4 juta (sekitar Rp 221 miliar) yang kemudian ditukarkan menjadi Ether.</p>



<p>Lantas, bagaimana aksi peretasan yang dialami oleh INDODAX ini bisa terjadi? Melalui forum diskusi bertajuk &#8220;BANGKIT LEBIH CEPAT, PULIH LEBIH KUAT&#8221;, yang digelar pada 23 September 2024 di Jakarta, CEO INDODAX Oscar Darmawan mengungkap secara terbuka.</p>



<p>Di hadapan sejumlah rekan jurnalis dan komunitas kripto, Oscar mengatakan bahwa aksi penjebolan INDODAX berawal dari salah satu karyawannya yang diiming-imingi sebuah pekerjaan dengan bayaran hingga ribuan US$ dalam 1 jam.</p>



<p>&#8220;Insiden peretasan yang dialami oleh INDODAX karena ada salah satu karyawan kami melalui LinkedIn ditawari sebuah pekerjaan freelance untuk mengatur sebuah server. Bayarannya cukup menggiurkan, US$ 2.000 hingga US$ 3.000,&#8221; jelas Oscar.</p>



<p>Lebih lanjut, Oscar juga menjelaskan bahwa karyawan tersebut menerima pekerjaan yang ditawarkan, namun SOP-nya menyalahi prosedur yang berlaku di INDODAX. Karyawan tersebut menggunakan laptop milik perusahaan.</p>



<p>&#8220;Ternyata pekerjaan freelance yang dilakukan oleh karyawan tersebut hanya kedok untuk menyusupi laptop yang dipakai. Karyawan kami tersebut diminta untuk mengunduh sebuah file, yang ternyata telah disusupi malware untuk meretas server INDODAX.</p>



<p>Meski enggan menyebutkan nama karyawan yang bersangkutan, Oscar melanjutkan ceritanya bahwa karyawan tersebut bukanlah engineer utama. Meski begitu, karyawan yang lalai dalam tugasnya itu memiliki akses ke server.</p>



<p>Oscar juga menyebutkan bahwa aksi peretasan seperti ini disebut Dream Job. Bukan sekadar iming-iming, karyawan tersebut benar-benar menerima bayaran yang dijanjikan untuk pekerjaan freelance tersebut.</p>



<p>Kejadian peretasan yang dialami, membuat INDODAX harus bekerja ekstra keras, dan pada akhirnya harus &#8220;men-shutdown&#8221; seluruh server yang dimiliki. Langkah pertama yang dilakukan oleh Oscar bersama Tim IT-nya adalah memetakan aksi peretasan.</p>



<p>&#8220;Setelah mendapat informasi terjadinya aksi peretasan server INDODAX, kami langsung bergerak untuk memetakan seluruh masalah. Selain itu, kami pun juga bersuara kepada pengguna INDODAX via paltform medsos agar pengguna layanan kami tidak panik,&#8221; ungkap Oscar.</p>



<p>Oscar juga menyadari bahwa aksi ini bakal membuat pengguna INDODAX bertanya-tanya. Oleh karena itu, lewat akun resminya dan INDODAX, orang nomor satu di INDODAX ini memastikan bahwa seluruh aset yang dimiliki oleh pengguna dijamin keamanannya.</p>



<p>Tak perlu waktu lama, insiden peretasan INDODAX ini pun berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar 80 jam. Kini, layanan INDODAX sudah kembali berjalan normal, dan pengguna sudah bisa melakukan transaksi seperti biasanya.</p>



<p>Tidak bekerja sendirian, Oscar juga menambahkan bahwa untuk menangani insiden peretasan ini, INDODAX menggandeng sejumlah pihak eksternal yang ahli dalam Cyber Security Forensic Investigation, Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN), dan tentunya Bareskrim.</p>



<p>&#8220;Kami telah berhasil menutup celah keamanan dari server INDODAX yang di-hack. Kami pun memastikan bahwa saat ini layanan jual-beli kripto di INDODAX sudah ditingkatkan keamanannya, dan harapannya insiden tersebut tidak lagi terjadi,&#8221; pungkas Oscar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
