<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>itsec asia &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/itsec-asia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 13:17:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>itsec asia &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>ITSEC Asia Tegaskan Keamanan Siber sebagai Infrastruktur Strategis Indonesia</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/06/04/itsec-asia-tegaskan-keamanan-siber-sebagai-infrastruktur-strategis-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 06:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman siber]]></category>
		<category><![CDATA[itsec asia]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan siber]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=29122</guid>

					<description><![CDATA[Tercatat, ada 182 serangan siber per detik di tengah gejolak global.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ketika ketidakpastian ekonomi global memaksa perusahaan untuk meninjau ulang prioritas belanja teknologi, lanskap ancaman siber di Indonesia justru bergerak ke arah sebaliknya: semakin masif, semakin canggih dan semakin sulit diabaikan. </p>



<p>PT ITSEC Asia Tbk atau ITSEC Asia, perusahaan keamanan siber pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, melihat kondisi ini bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai konfirmasi atas relevansi jangka panjang bisnisnya.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Tekanan Global yang Memperburuk Permukaan Serangan</strong></h4>



<p>Gesekan ekonomi skala besar dari perang dagang hingga ketidakpastian tarif terbukti secara historis mengakselerasi aktivitas siber berbasis aktor negara. Pola ini sudah teramati sejak konflik dagang AS-Tiongkok tahun 2018, dan kini berulang dalam skala yang lebih luas. </p>



<p>Di tengah pembekuan anggaran IT di berbagai belahan dunia, pelaku ancaman tidak ikut terdampak resesi: mereka justru memanfaatkan celah yang terbuka akibat penghematan di sisi pertahanan.</p>



<p>Secara global, anggaran keamanan siber tumbuh hanya 4% rata-rata di 2025 separuh dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang mencapai 8% didorong oleh tekanan inflasi dan ketidakpastian kebijakan tarif. </p>



<p>Namun di saat yang sama, total pengeluaran keamanan informasi dunia tetap diproyeksikan mencapai USD 213 miliar, menurut Gartner. Paradoks ini mengungkap satu realita penting: pasar tidak menyusut, hanya pemain kurang disiplin yang kehilangan porsi anggarannya.</p>



<p>Tren lain yang terbilang signifikan bagi investor adalah pergeseran ke arah &#8216;onshoring&#8217; keamanan siber didorong oleh kekhawatiran rantai pasok lintas batas yang diperparah oleh tarif. </p>



<p>Penyedia lokal, khususnya di pasar Asia Pasifik, mulai mengambil pangsa pasar dengan menawarkan solusi yang teroptimasi untuk kebutuhan regulasi dan kedaulatan data regional. Dalam konteks Indonesia, ITSEC Asia berada di posisi tunggal sebagai penerima manfaat utama dari tren ini.</p>



<p><strong>Angka-angka Penting:</strong></p>



<ul>
<li><strong>US$ 213 miliar:</strong> total belanja keamanan informasi global (Gartner, 2025)</li>



<li>54% organisasi besar menyebut kerentanan rantai pasok sebagai hambatan terbesar ketahanan siber (WEF, 2025)</li>



<li>Pemain lokal Asia Pasifik merebut pangsa pasar seiring meningkatnya preferensi solusi keamanan berkedaulatan lokal</li>
</ul>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/02-Slamet-Aji-Pamungkas-Deputi-Bidang-Keamanan-Siber-dan-Sandi-Perekonomian-BSSN-1-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-29123" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/02-Slamet-Aji-Pamungkas-Deputi-Bidang-Keamanan-Siber-dan-Sandi-Perekonomian-BSSN-1-1024x682.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/02-Slamet-Aji-Pamungkas-Deputi-Bidang-Keamanan-Siber-dan-Sandi-Perekonomian-BSSN-1-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/02-Slamet-Aji-Pamungkas-Deputi-Bidang-Keamanan-Siber-dan-Sandi-Perekonomian-BSSN-1-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/02-Slamet-Aji-Pamungkas-Deputi-Bidang-Keamanan-Siber-dan-Sandi-Perekonomian-BSSN-1-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/02-Slamet-Aji-Pamungkas-Deputi-Bidang-Keamanan-Siber-dan-Sandi-Perekonomian-BSSN-1-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/02-Slamet-Aji-Pamungkas-Deputi-Bidang-Keamanan-Siber-dan-Sandi-Perekonomian-BSSN-1-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/02-Slamet-Aji-Pamungkas-Deputi-Bidang-Keamanan-Siber-dan-Sandi-Perekonomian-BSSN-1-740x493.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/02-Slamet-Aji-Pamungkas-Deputi-Bidang-Keamanan-Siber-dan-Sandi-Perekonomian-BSSN-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Slamet Aji Pamungkas, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN.</figcaption></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Indonesia: Kondisi Darurat Siber yang Tidak Bisa Diabaikan Pasar</strong></h4>



<p>Data terbaru dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat lebih dari 5,16 miliar anomali trafik di Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025, setara hampir 182 percobaan serangan setiap detik.</p>



<p>Ini angka yang bukan sekadar statistik, melainkan cerminan kondisi pertempuran digital yang sedang berlangsung setiap hari. Indonesia kini menempati peringkat ke-12 di kawasan Asia Pasifik dalam hal tingkat aktivitas siber.</p>



<p>Disebutkan dalam data tersebut bahwa sektor keuangan, energi, telekomunikasi, dan pemerintahan menjadi target utama yang bersifat lintas industri. Oleh karena itu, hal ini penting untuk disikapi.</p>



<p>&#8220;Ancaman siber saat ini bukan lagi sekadar risiko teknologi, tetapi telah menjadi tantangan strategis yang dapat mempengaruhi keberlangsungan operasional berbagai sektor,&#8221; ujar Slamet Aji Pamungkas, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN.</p>



<p>Ia juga mengatakan bahwa tingginya aktivitas serangan di Indonesia menjadi pengingat bahwa keamanan siber perlu menjadi perhatian di tingkat pimpinan organisasi. Apalagi di tengah percepatan transformasi digital dan pemanfaatan AI di Indonesia.</p>



<p>&#8220;Setiap institusi perlu memperkuat ketahanan siber melalui kesiapan yang lebih matang, kolaborasi lintas sektor, serta investasi berkelanjutan pada teknologi, proses, dan sumber daya manusia,&#8221; tambah Slamet.</p>



<p>Menurut tim Threat Intelligence ITSEC Asia, ancaman yang berkembang paling cepat saat ini datang dari kelompok stealer malware, yang tidak lagi sekadar mencuri kata sandi tetapi juga cookies, session token, kredensial cloud, data browser, hingga akses ke aplikasi bisnis. </p>



<p>Ketika data tersebut jatuh ke tangan pelaku ancaman, akses yang dicuri dapat dimanfaatkan untuk melakukan account takeover, business e-mail compromise (BEC), penipuan, penyalahgunaan layanan cloud, hingga menjadi pintu masuk awal bagi serangan ransomware yang lebih besar. </p>



<p>Tren ini menunjukkan bahwa organisasi tidak lagi cukup berfokus pada pencegahan malware semata, tetapi harus memperlakukan pencurian kredensial dan akses digital sebagai risiko bisnis yang nyata.</p>



<p>Data BSSN sendiri menunjukkan bahwa 93,78% dari seluruh anomali trafik nasional pada 2025 berbasis malware. Pada saat yang sama, AI mulai dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk meningkatkan efektivitas rekayasa sosial dan phishing dalam skala yang jauh lebih besar.</p>



<p>Insiden nyata semakin memperkuat gambaran ini. Pada 2025, serangan siber menyasar beragam entitas, dari kementerian, lembaga penegak hukum, hingga platform perdagangan saham ritel. Tidak ada sektor yang imun. </p>



<p>Implementasi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS) yang telah resmi masuk Prolegnas Prioritas 2026 semakin memperkuat tekanan regulasi terhadap seluruh pelaku ekonomi untuk meningkatkan postur keamanan mereka.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Posisi ITSEC Asia: Satu-satunya Jawaban Lokal Berskala Nasional</strong></h4>



<p>Di sinilah posisi ITSEC Asia menjadi semakin relevan secara strategis. Sebagai satu-satunya perusahaan keamanan siber yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, ITSEC Asia tidak sekadar menyediakan layanan keamanan tapi beroperasi sebagai lapisan pertahanan digital yang berdaulat.</p>



<p>ITSEC Asia tidak bergantung pada rantai pasok asing, dan telah membangun rekam jejak kepercayaan dengan pemerintah, sektor keuangan, dan infrastruktur kritis nasional selama lebih dari satu dekade.</p>



<p>Portofolio produk yang dikembangkan ITSEC Asia secara berkesinambungan dirancang untuk menjawab ancaman yang terus berevolusi. IntelliBroń Orion dan Aman menyediakan intelijen ancaman siber tingkat lanjut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T200645.276-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-29124" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T200645.276-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T200645.276-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T200645.276-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T200645.276-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T200645.276-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T200645.276-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T200645.276-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-05T200645.276-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Patrick Dannacher, Presiden Direktur ITSEC Asia.</figcaption></figure>



<p>Sementara, ITSEC AI Operations Center memposisikan perusahaan pada garis terdepan peluang pengadaan AI di sektor pemerintahan dan BUMN, pasar yang tengah tumbuh pesat seiring dengan agenda transformasi digital nasional.</p>



<p>Di sisi ekosistem, ITSEC Asia telah meluncurkan ITSEC Cyber and AI Academy sebagai mesin pengembangan talenta nasional, sebuah investasi jangka panjang yang mempererat hubungan perusahaan dengan ekosistem pendidikan, pemerintah, dan industri. </p>



<p>&#8220;Tekanan ekonomi global tidak menghentikan laju kejahatan siber, justru sebaliknya. Ketika anggaran pertahanan dibekukan dan kewaspadaan menurun, pelaku ancaman melihat peluang,&#8221; ujar Patrick Dannacher, Presiden Direktur ITSEC Asia.</p>



<p>Patrick Dannacher menambahkan bahwa Indonesia, dengan lebih dari 3,6 miliar serangan yang tercatat dalam setahun terakhir, berada dalam kondisi yang tidak lagi bisa ditangani dengan pendekatan reaktif.</p>



<p>&#8220;Kami membangun ITSEC Asia untuk momen seperti ini bukan sebagai respons terhadap krisis, melainkan sebagai infrastruktur yang sudah siap digunakan saat krisis tiba,&#8221; tambah Patrick Dannacher.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Momentum Regulasi sebagai Katalis Pertumbuhan Jangka Menengah</strong></h4>



<p>Implementasi UU PDP yang terus diperkuat, pembahasan RUU Keamanan Siber yang masuk dalam agenda legislasi nasional 2025-2029, serta peta jalan AI nasional yang sedang dirampungkan Kementerian Komunikasi dan Digital semuanya bergerak ke arah yang sama.</p>



<p>Ini bertujuan meningkatkan kebutuhan struktural terhadap layanan keamanan siber profesional di seluruh lapisan ekonomi Indonesia. Bagi ITSEC Asia, ini bukan sekadar tailwind bisnis; ini adalah validasi regulasi terhadap model bisnis yang telah dijalankan perusahaan sejak awal berdirinya.</p>



<p>Keterlibatan aktif ITSEC Asia bersama Komdigi, BSSN, Bank Indonesia dan lembaga-lembaga negara lainnya menempatkan perusahaan tidak hanya sebagai penyedia solusi, tetapi sebagai mitra strategis dalam pembentukan arsitektur keamanan digital nasional. </p>



<p>Posisi ini sulit direplikasi oleh pemain asing yang tidak memiliki kedalaman pemahaman terhadap konteks regulasi, budaya, dan kebutuhan spesifik pasar Indonesia yang sedang berada pada momentum penting yang akan menentukan arah transformasi digital nasional. </p>



<p>&#8220;Kecepatan transformasi yang didorong oleh pemerintah dan sektor swasta membutuhkan pondasi keamanan yang setara kuatnya. ITSEC Asia hadir untuk memastikan bahwa pertumbuhan digital Indonesia tidak rapuh di bawahnya,&#8221; pungkas Patrick Dannacher.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IntelliBroń Hadir Sebagai Solusi Keamanan Siber untuk UKM</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/05/31/intellibron-hadir-sebagai-solusi-keamanan-siber-untuk-ukm/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 May 2024 00:55:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[defend360]]></category>
		<category><![CDATA[hypernet technology]]></category>
		<category><![CDATA[itsec asia]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan siber]]></category>
		<category><![CDATA[xl axiata]]></category>
		<category><![CDATA[xlabs]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=8100</guid>

					<description><![CDATA[Perkuat solusi keamanan siber XL Axiata dukung kolaborasi ITSEC Asia - DEFEND IT360 luncurkan solusi "IntelliBroń".]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; PT ITSEC Asia Tbk dengan bangga mengumumkan peluncuran IntelliBroń, &#8220;Your Smart Cybersecurity Companion&#8221;, bekerja sama dengan XL Axiata &amp; Hypernet Technologies, menunjuk DEFEND IT360, sebagai mitra strategis, untuk memasarkan produk tersebut. </p>



<p>IntelliBroń merupakan sebuah sistem keamanan siber yang terintegrasi dalam sebuah jaringan untuk menjadi solusi bagi tantangan cyber security saat ini khususnya bagi Usaha Kecil-Menengah (UKM) di Tanah Air.</p>



<p>Presdir PT ITSEC Asia Tbk, Joseph Edi Hut Lumban Gaol menyatakan bahwa peluncuran IntelliBroń adalah bentuk dari komitmen ITSEC Asia untuk mengembangkan produk layanan keamanan sistem informasi yang dapat dijangkau dan digunakan oleh lebih banyak pihak.</p>



<p>&#8220;Dengan adanya lebih dari 400 juta anomali siber sepanjang tahun 2023 di Indonesia yang diprediksi akan terus meningkat, urgensi dari pembentukan infrastruktur keamanan siber dalam berbagai lapisan sektor industri akan menjadi semakin penting,&#8221; ujar Joseph. </p>



<p>Ditambahkan oleh Joseph bahwa anomali tersebut tidak hanya menyasar korporasi besar, namun juga organisasi kecil maupun individu. Melalui tim Research and Development dari ITSEC Asia, dikembangkanlah solusi keamanan siber yang dirancang bagi pelaku usaha, khususnya UKM.</p>



<p>Nah, untuk memasarkan produk tersebut, ITSEC Asia menggandeng DEFEND IT360 yang merupakan perusahaan penyedia solusi kemanan siber, dan bagian dari Hypernet yang menjadi anak perusahaan XL Axiata.</p>



<p>“Pengalaman kami dalam memahami tantangan keamanan siber yang dihadapi UKM, dari keterbatasan sumber daya hingga ancaman yang berkembang mendorong kami untuk menjalin kerja sama dengan ITSEC Asia,&#8221; ujar CTO Hypernet Technologies, Sudino Oei.</p>



<p>Ditambahkan oleh Sudino bahwa IntelliBroń merupakan solusi keamanan siber yang dirancang untuk memberdayakan UKM, melindungi aset digital mereka dari serangan canggih, dan memberikan ruang lebih untuk inovasi dan pertumbuhan tanpa kekhawatiran. </p>



<p>Sementara itu Chief Enterprise Business Officer XL Axiata, Feby Sallyanto menyampaikan bahwa XL Axiata mendukung penuh langkah strategis DEFEND IT360 sebagai partner ekslusif ITSEC Asia dalam memasarkan solusi keamanan siber bagi UKM ini. </p>



<p>Kolaborasi kedua perusahaan juga sangat strategis bagi XL Axiata Business Solutions (XLABS) dalam memperkuat penyediaan layanan solusi keamanan siber bagi para pelanggan B2B termasuk kalangan UKM yang ada di Indonesia</p>



<p>&#8220;Kami juga percaya bahwa ITSEC Asia merupakan partner yang tepat, mulai karena portofolio lengkap yang dimiliki oleh ITSEC Asia hingga kompetensi tenaga ahli yang dimiliki.Tentunya kerja sama ini akan sama sama saling menguntungkan,&#8221; ujar Feby.</p>



<p>Pada umumnya UKM memiliki keterbatasan tenaga ahli keamanan siber dan juga kurangnya pemahaman organisasi terhadap keamanan siber dan resiko-resiko serangan dunia maya, hal itu membuat sulit untuk mengembangkan proyek sistem keamanan siber di organisasi. </p>



<p>Selain itu, anggaran keamanan yang terbatas juga menjadi tantangan. Ditambah lagi kompleksitas layanan keamanan siber yang tersedia seringkali menjadikan keputusan pengembangan keamanan siber sulit terwujud.</p>



<p>Dalam memilih solusi keamanan siber yang tepat, SME memiliki pilihan yang sangat terbatas. Karena saat ini belum ada solusi cyber security yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan SME secara eksklusif, terutama penyedia jasa keamanan siber yang berbasis lokal. </p>



<p>Berangkat dari permasalahan tersebut, IntelliBroń hadir sebagai jawaban terhadap tantangan yang saat ini tengah dialami oleh industri yang memanfaatkan teknologi digital dalam ekosistem bisnis mereka, terutama bagi market SME alias UKM.</p>



<p>Head of Research &amp; Development PT ITSEC Asia Tbk, Rasyid Sahputra menyampaikan bahwa fitur yang disematkan dalam IntelliBroń bukan hanya merupakan fitur-fitur mainstream, namun juga fitur terkini seperti Artificial Intelligence (AI) dan Machine Learning. </p>



<p>&#8220;IntelliBroń telah mengadopsi berbagai fitur yang diperlukan dalam menciptakan ekosistem siber yang aman, seperti AI dan Machine Learning yang dapat membedakan antara aktivitas sistem dan data traffic perusahaan, dengan aktivitas siber yang mencurigakan,&#8221; ujar Rasyid.</p>



<p>IntelliBroń merupakan sebuah perangkat sistem keamanan siber dan peringatan dini yang dapat mendekteksi anomali siber yang mencurigakan melalui monitoring system (dashboard) bernama Bellatrix, dan Network Threat Detector (Hardware) yang dinamakan Rigel. </p>



<p>Dashboard sendiri adalah fitur dimana seorang pegawai IT melakukan monitoring dan analisa dari aktivitas mencurigakan yang berhasil terdeteksi, serta melakukan pencatatan atas respon yang dapat dilakukan. </p>



<p>Sedangkan Threat Detector adalah hardware yang dipasang di dalam jaringan milik pengguna IntelliBroń untuk membaca, menganalisa dan mendeteksi aktivitas yang lewat dalam jaringan, baik itu antar internal atau dengan pihak eksternal.</p>



<p>Secara sederhana, IntelliBroń bekerja dengan cara memantau seluruh aktivitas siber dan data traffic yang ada dalam perusahaan, dan mengirimkan notifikasi secara real-time apabila ditemukan adanya aktivitas siber yang mencurigakan. </p>



<p>Dengan adanya teknologi AI di dalam IntelliBroń, anggota perusahaan yang tidak memiliki tim spesialisasi di bidang cybersecurity juga dapat mengetahui secara langsung terkait langkah mitigasi dari serangan siber. </p>



<p>Teknologi AI yang disematkan dalam IntelliBroń juga memilki sistem pembelajaran mandiri karena telah di-program dengan informasi terkait aktivitas siber mencurigakan yang dapat diantisipasi. </p>



<p>Layaknya CCTV, IntelliBroń akan mendeteksi aktivitas atau traffic siber dalam sistem perusahaan. Apabila muncul kejanggalan berdasarkan database yang ada, maka IntelliBroń akan segera mengirim notifikasi yang dapat membantu SME untuk menentukan langkah pencegahannya.</p>



<p>&#8220;IntelliBroń hadir untuk dapat menjawab tantangan keamanan siber yang dihadapi oleh UKM. Kehadiran IntelliBroń diharapkan dapat mendukung kinerja seluruh UKM di Indonesia untuk dapat terus beroperasi dengan dukungan infrastruktur digital yang lebih aman,&#8221; pungkas Joseph.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
