<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kecerdasan buatan &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/kecerdasan-buatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2026 08:58:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>kecerdasan buatan &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kebocoran Data di ASEAN Tembus US$ 4,12 Juta</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/12/kebocoran-data-di-asean-tembus-us-412-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 08:58:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[kebocoran data]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[serangan siber]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30797</guid>

					<description><![CDATA[Serangan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan risiko sektor infrastruktur vital makin mengkhawatirkan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ancaman keamanan siber di kawasan ASEAN memasuki fase baru. Bukan hanya jumlah serangan yang meningkat, tetapi kecerdasan buatan (AI) kini ikut dimanfaatkan untuk mempercepat dan memperluas serangan terhadap organisasi.</p>



<p>Studi IBM 2026 Cost of a Data Breach mengungkap, rata-rata kerugian akibat kebocoran data di ASEAN mencapai US$ 4,12 juta pada 2026. Hampir 3 dari 10 organisasi yang mengalami insiden pelanggaran data akibat serangan siber mengaku bahwa serangan tersebut memanfaatkan AI.</p>



<p>Temuan ini menjadi alarm serius bagi perusahaan dan organisasi yang semakin bergantung pada sistem digital. Pasalnya, AI tidak lagi hanya digunakan untuk meningkatkan produktivitas bisnis, tetapi juga mulai dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk membuat serangan lebih cepat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-30799" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-740x493.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">AI Jadi Senjata Baru dalam Serangan Siber</h4>



<p>Dalam laporannya IBM menemukan adanya perbedaan signifikan antara organisasi yang telah mengadopsi AI dan otomatisasi keamanan dengan organisasi yang belum menggunakan teknologi tersebut.</p>



<p>Organisasi yang telah memanfaatkan AI dan otomatisasi keamanan secara luas mencatat rata-rata kerugian kebocoran data sebesar US$ 3,66 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan US$ 4,86 juta pada organisasi yang belum menggunakan teknologi tersebut.</p>



<p>Tidak hanya mengurangi kerugian, teknologi tersebut juga membantu organisasi mendeteksi dan menangani insiden 123 hari lebih cepat. Artinya, ketika serangan siber semakin pintar karena AI, organisasi juga perlu menggunakan AI sebagai bagian dari sistem pertahanannya.</p>



<p>“Dengan semakin luasnya pemanfaatan AI alias kecerdasan buatan, serangan siber kini dapat dilakukan tidak hanya lebih murah, tetapi juga lebih cepat,” ujar Catherine Lian, General Manager IBM ASEAN. </p>



<p>Menurutnya, kondisi tersebut membuat investigasi kebocoran data semakin sulit, sementara semakin lama proses penanganan dilakukan, semakin besar pula dampak dan biaya yang harus ditanggung.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sektor Keuangan Jadi yang Paling Mahal</h2>



<p>Risiko serangan siber ternyata tidak merata. Sektor yang menangani data sensitif dan menjadi bagian penting dari infrastruktur digital mencatat potensi kerugian paling besar. Berikut tiga sektor dengan rata-rata biaya kebocoran data tertinggi di ASEAN:</p>



<ul>
<li><strong>Jasa keuangan:</strong> US$ 6,53 juta</li>



<li><strong>Industri:</strong> US$ 5,99 juta</li>



<li><strong>Komunikasi:</strong> US$ 4,28 juta</li>
</ul>



<p>Angka tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur vital menjadi salah satu target paling strategis bagi serangan siber. Bagi perusahaan di sektor-sektor tersebut, kebocoran data bukan sekadar persoalan kehilangan informasi. </p>



<p>Gangguan operasional, investigasi, pemulihan sistem, hingga hilangnya kepercayaan pelanggan dapat memperbesar dampak finansial. Ditambah, serangan tersebut dilakukan para penjahat dunia maya menggunakan AI. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Identitas dan Akun Valid Masih Jadi Titik Lemah</h4>



<p>Menariknya, teknologi AI bukan satu-satunya persoalan. Serangan yang mengeksploitasi identitas juga masih menjadi salah satu vektor dengan biaya tertinggi. IBM mencatat rata-rata biaya kebocoran lebih dari US$ 4,5 juta di ASEAN.</p>



<p>Ini memperlihatkan bahwa keamanan siber tidak cukup hanya mengandalkan firewall atau antivirus. Pengamanan identitas, akses pengguna, autentikasi, serta pemantauan aktivitas mencurigakan menjadi semakin penting.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Enkripsi Data Masih Jadi Pekerjaan Rumah</h4>



<p>Di tengah berkembangnya ancaman berbasis AI dan munculnya potensi ancaman kuantum, perlindungan data sensitif juga masih menghadapi tantangan. Studi tersebut menemukan hanya <strong>29% organisasi</strong> yang menyatakan data sensitif mereka telah dienkripsi.</p>



<p>Kondisi ini menjadi pengingat bahwa strategi keamanan data harus dibangun berlapis. Enkripsi, pengelolaan kunci, pengujian keamanan, hingga otomatisasi respons insiden perlu berjalan sebagai satu ekosistem.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Perusahaan Mulai Lebih Proaktif</h4>



<p>Kabar baiknya, organisasi di ASEAN mulai menyadari bahwa menunggu serangan terjadi bukan lagi strategi yang ideal. Sebanyak 71% organisasi di ASEAN menyatakan berencana meningkatkan investasi pada perangkat keamanan dan tata kelola setelah mengalami kebocoran data.</p>



<p>Secara global, riset lanjutan Ponemon Institute juga menunjukkan 85% organisasi yang memahami kemampuan model frontier AI dalam mendukung serangan siber berencana meningkatkan investasi keamanan.</p>



<p>Tren tersebut memperlihatkan pergeseran pendekatan yang dilakukan oleh sejumlah organisasi, yakni dari sekadar bereaksi setelah serangan menjadi membangun pertahanan sebelum serangan terjadi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">AI Harus Diamankan Seagresif Saat Diadopsi</h4>



<p>Laporan IBM memperlihatkan satu pesan penting, yakni AI atau yang sering disebut kecerdasan buatan bukan hanya alat produktivitas, tetapi juga telah menjadi bagian dari medan perang keamanan siber.</p>



<p>Ketika pelaku ancaman menggunakan AI untuk mempercepat serangan, organisasi perlu mengimbanginya dengan AI untuk mendeteksi anomali, mengotomatisasi respons, memperkuat pemantauan identitas, serta mempercepat investigasi.</p>



<p>Investasi pada simulasi serangan, orkestrasi dan otomatisasi keamanan, serta pengelolaan siklus hidup kunci enkripsi juga disebut-sebut sangat berkaitan erat dengan penurunan biaya kebocoran data.</p>



<p>Studi Cost of a Data Breach 2026 disusun Ponemon Institute dan disponsori serta dianalisis oleh IBM. Untuk kawasan ASEAN, penelitian mencakup data dari 26 organisasi yang diteliti antara Maret 2025 hingga Februari 2026.</p>



<p>Pada akhirnya, pertanyaannya bukan lagi apakah perusahaan akan menghadapi ancaman berbasis AI. Pertanyaannya adalah seberapa siap organisasi ketika serangan tersebut benar-benar datang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AWS: Gelombang AI Baru di Indonesia Dimulai</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/07/aws-gelombang-ai-baru-di-indonesia-dimulai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 03:52:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[agentic ai]]></category>
		<category><![CDATA[ai potential]]></category>
		<category><![CDATA[aws]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30672</guid>

					<description><![CDATA[Dari studi "Unlocking Indonesia's AI Potential 2026" yang dirilis AWS  menunjukkan bahwa 40% pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Transformasi kecerdasan buatan alias AI di Indonesia memasuki babak baru. Jika sebelumnya AI masih sebatas teknologi yang diuji coba, kini perusahaan-perusahaan mulai menjadikannya sebagai fondasi utama untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, hingga mendongkrak pendapatan bisnis.</p>



<p>Hal tersebut terungkap dalam studi terbaru bertajuk <strong>&#8220;Unlocking Indonesia&#8217;s AI Potential 2026&#8221;</strong> yang dirilis Amazon Web Services (AWS) pada ajang AWS Summit Jakarta. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 40% pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI.</p>



<p>Sementara, catatan lainnya menyebutkan bahwa mayoritas pengguna AI mulai merasakan dampak nyata terhadap kinerja bisnis mereka. Bahkan, sekitar 75% perusahaan yang telah mengadopsi AI mengaku mengalami peningkatan produktivitas, naik dibandingkan tahun sebelumnya. </p>



<p>Selain itu, 72% perusahaan melaporkan siklus inovasi yang lebih cepat, sedangkan 62% mencatat pertumbuhan pendapatan berkat implementasi AI. Di sisi lain, adopsi layanan cloud juga meningkat menjadi 62%, memperlihatkan bahwa AI dan cloud kini berkembang beriringan sebagai fondasi transformasi digital di Indonesia.</p>



<h4 class="wp-block-heading">AI Tak Lagi Sekadar Eksperimen</h4>



<p>Temuan AWS menunjukkan perubahan besar dalam pola pikir pelaku usaha Indonesia. Kini, pertanyaan yang muncul bukan lagi apakah AI layak digunakan, melainkan seberapa cepat teknologi tersebut dapat diimplementasikan dalam skala besar?</p>



<p>Atau pertanyaan lainnya yang juga muncul, bagaimana tata kelolanya? Serta bagaimana menyiapkan talenta-talenta di perusahaan yang mampu mengoperasikan AI secara bertanggung jawab.</p>



<p>Salah satu contoh implementasi datang dari hibank yang memanfaatkan AI untuk proses underwriting, deteksi fraud, hingga layanan pelanggan. Integrasi AI tersebut membuat pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, risiko operasional menurun, dan membuka peluang profitabilitas yang sulit dicapai melalui metode konvensional.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Era Agentic AI Mulai Berkembang</h4>



<p>Laporan AWS juga menyoroti kemunculan Agentic AI, yaitu AI yang mampu menjalankan tugas secara lebih mandiri untuk membantu proses bisnis. Perusahaan yang telah mengadopsi Agentic AI melaporkan hasil yang lebih impresif. </p>



<p>Tertcatat, sebanyak 84% mengalami peningkatan produktivitas, sementara 47% merasakan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, 44% meningkatkan efisiensi operasional, dan 38% memperoleh skalabilitas bisnis yang lebih baik.</p>



<p>Menariknya lagi, walaupun baru 38% pelaku usaha mengenal istilah Agentic AI, setelah konsepnya dijelaskan secara lebih mendalam, 58% menyatakan tertarik untuk mengadopsinya dalam waktu dekat.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Startup AI-native Tumbuh Lebih Cepat</h4>



<p>Temuan AWS lainnya dari survei tersebut juga menyebutkan bahwa startup yang sejak awal dibangun dengan fondasi AI atau AI-native startup mampu mencatat pertumbuhan jauh lebih tinggi dibanding startup konvensional.</p>



<p>Rata-rata startup AI-native di Indonesia mengalami pertumbuhan pendapatan hingga 142% secara tahunan, jauh melampaui rata-rata startup nasional yang berada di angka 60%. Bahkan, mereka memiliki peluang hampir lima kali lebih besar untuk menghasilkan pendapatan tahunan di atas US$1 juta.</p>



<p>Salah satu contohnya adalah perusahaan healthtech Rey yang membangun layanan Olvo AI menggunakan Amazon Bedrock. Teknologi tersebut mampu memangkas proses klaim asuransi dari satu hingga dua minggu menjadi kurang dari satu hari, dengan kapasitas lebih dari 7.000 klaim per hari untuk melayani lebih dari 500.000 peserta.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Adopsi AI Masih Akan Terus Meningkat</h4>



<p>Meski adopsi AI berkembang pesat, mayoritas perusahaan Indonesia masih berada pada tahap eksplorasi. Sebanyak 56% organisasi masih bereksperimen, sedangkan 12% telah menjadikan AI sebagai bagian inti strategi bisnis mereka.</p>



<p>Di sektor usaha kecil dan menengah (UKM), adopsi AI juga mulai meningkat. Sekitar 38% UKM telah menggunakan AI, dengan sebagian besar masih berada dalam tahap eksplorasi dan sekitar 10% telah mengintegrasikan AI secara penuh ke operasional bisnis.</p>



<p>Optimisme terhadap AI juga sangat tinggi. Sebanyak 78% pelaku usaha memperkirakan penggunaan AI akan meningkat dalam 12 bulan ke depan, sementara 72% berencana memperluas implementasinya ke lebih banyak lini bisnis.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tantangan AI Bukan Lagi Teknologi, tetapi SDM</h4>



<p>Meski potensinya besar, AWS menilai tantangan terbesar implementasi AI saat ini bukan berasal dari teknologinya, melainkan kesiapan organisasi. Tercatat, baru 24% perusahaan memiliki strategi AI formal, dan 21% telah menerapkan tata kelola data.</p>



<p>Sementara, tercatat 17% memiliki kerangka AI yang bertanggung jawab. Di sisi lain, 56% organisasi mengaku masih kekurangan talenta dengan keterampilan digital dan AI untuk memperluas implementasi teknologi tersebut.</p>



<p>&#8220;Kisah AI di Indonesia telah bergeser dari eksperimen menuju eksekusi. Hasilnya berbicara dengan sendirinya. Perusahaan yang bergerak cepat dan tegas akan menentukan arah dekade berikutnya bagi ekonomi digital Indonesia,&#8221; ujar Anthony Amni, Country Manager AWS Indonesia.</p>



<p>Karena itu, AWS juga terus berupaya untuk memperkuat ekosistem AI di Indonesia melalui investasi infrastruktur cloud lokal, layanan AI seperti Amazon Bedrock dan Kiro, serta program pengembangan talenta. </p>



<p>Hingga saat ini, AWS mengklaim telah melatih lebih dari 1,3 juta masyarakat Indonesia di bidang cloud dan AI, termasuk melalui inisiatif baru IndonesiapandAI dan MAIN yang menyediakan pelatihan gratis dalam bahasa Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>33% Pekerja Indonesia Berada di Garis Depan Adopsi AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/07/01/33-pekerja-indonesia-berada-di-garis-depan-adopsi-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 01:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<category><![CDATA[work trend index 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=29928</guid>

					<description><![CDATA[Temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja Indonesia semakin matang dalam menggunakan AI atau yang sering disebut kecerdasan buatan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Microsoft telah membagikan temuan terbaru dari laporan Work Trend Index 2026 yang menunjukkan bahwa Indonesia berada di garis depan dalam pemanfaatan AI di dunia kerja. </p>



<p>Sebanyak 33% pekerja Indonesia kini masuk kategori Frontier Professionals, yaitu kelompok pengguna AI tingkat lanjut dalam riset ini dan lebih dari dua kali lipat rata-rata global yang berada di angka 16%. </p>



<p>Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja Indonesia tidak hanya cepat mengadopsi AI, tetapi juga mulai menggunakannya untuk menghasilkan nilai kerja yang lebih tinggi secara lebih terarah dan bertanggung jawab.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-1024x576.png" alt="" class="wp-image-29936" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Di tengah percepatan penggunaan AI generatif secara global, temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja Indonesia semakin matang dalam menggunakan AI atau yang sering disebut kecerdasan buatan.</p>



<p>Tidak hanya untuk menyelesaikan tugas sederhana atau mempercepat pekerjaan administratif, tetapi mulai mengintegrasikannya ke dalam proses kerja untuk memperluas kapasitas analisis, mempercepat pengembangan ide, serta menghasilkan output yang lebih kompleks dan bernilai.</p>



<p>Dampaknya pun nyata. Sebanyak 72% pengguna AI di Indonesia menyatakan bahwa mereka kini dapat menghasilkan pekerjaan yang tidak dapat mereka hasilkan satu tahun lalu, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 58%. </p>



<p>Di antara Frontier Professionals, angka ini meningkat menjadi 82%, memperlihatkan bahwa penggunaan AI yang lebih maju berhubungan dengan kemampuan menciptakan output yang lebih kompleks dan bernilai lebih tinggi.</p>



<p>Namun, penting untuk dicatat bahwa kemajuan ini tidak berjalan dengan mengorbankan peran manusia. Sebaliknya, semakin dalam AI masuk ke dalam alur kerja, semakin penting pula kemampuan manusia untuk mengarahkan, menilai, dan mengambil keputusan. </p>



<p>Ketika ditanya keterampilan apa yang semakin penting di era AI, responden di Indonesia menempatkan berpikir kritis (62% vs. 46%), yaitu kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif, dan kendali kualitas terhadap output AI (60% vs. 50%) sebagai prioritas utama – melampaui rata-rata global.&nbsp;</p>



<p>Pendekatan ini juga tercermin dalam pola penggunaan AI sehari-hari. Sebanyak 93% pengguna AI di Indonesia memperlakukan output AI sebagai titik awal, bukan jawaban akhir, sekaligus tetap menempatkan dirinya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proses berpikir dan hasil akhir pekerjaan. </p>



<p>Angka ini berada di atas rata-rata global sebesar 86%, menegaskan bahwa pekerja Indonesia tidak melihat AI sebagai pengganti pemikiran manusia, melainkan sebagai mitra untuk memperkuat kualitas kerja, serta menunjukkan tingkat kesadaran tinggi akan pentingnya penggunaan AI yang bertanggung jawab.</p>



<p>“Temuan Work Trend Index 2026 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk memimpin fase berikutnya dalam transformasi AI di dunia kerja,&#8221; ujar&nbsp;Fiki Setiyono, Senior Cloud &amp; AI Platform GTM, Microsoft ASEAN.</p>



<p>Fiki menambahkan bahwa yang menonjol bukan hanya kecepatan adopsinya, tetapi juga kedewasaan pekerja Indonesia dalam menggunakan AI — dengan tetap menempatkan penilaian manusia, kendali kualitas, dan tanggung jawab sebagai pusat dari cara kerja mereka,.</p>



<p>“Peluang ke depan bukan sekadar menggunakan AI lebih luas, tetapi memanfaatkannya dengan lebih strategis untuk merancang ulang cara kerja, memperkuat pengambilan keputusan, dan membuka nilai baru bagi organisasi maupun perekonomian digital Indonesia,&#8221; tambah Fiki.</p>



<p>Di sisi lain, laju perubahan ini juga menciptakan urgensi baru bagi pekerja dan organisasi. Sebanyak 85% pengguna AI di Indonesia mengatakan mereka khawatir tertinggal apabila tidak cepat beradaptasi dengan AI, lebih tinggi dari angka global sebesar 65%. </p>



<p>Namun, tekanan ini diikuti dengan keterbukaan untuk mengeksplorasi cara kerja baru, termasuk memanfaatkan AI untuk merancang ulang proses kerja. Bagi organisasi, tantangan berikutnya adalah mengubah kesiapan individu menjadi transformasi yang dapat dikembangkan pada skala yang jauh lebih besar. </p>



<p>Di Indonesia, indikator awal sudah terlihat: sebanyak 42% pengguna AI menilai bahwa pimpinan mereka telah memiliki keselerasan yang jelas dan konsisten terkait AI. Sementara itu, 41% mengatakan upaya reinvensi tetap dihargai meskipun belum langsung membuahkan hasil, hampir tiga kali lipat dibandingkan angka global sebesar 13%.</p>



<p>Temuan ini memberikan sinyal positif bahwa Indonesia tidak hanya memiliki tenaga kerja yang siap menggunakan AI, tetapi juga mulai membangun fondasi organisasi untuk mendorong transformasi yang lebih luas, dari tingkat individu menuju perubahan cara kerja di level perusahaan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana AI Membantu Organisasi Merancang Ulang Cara Kerja</strong></h4>



<p>Seiring organisasi mulai bergerak dari adopsi menuju reinvensi, peran AI juga berkembang. AI tidak lagi hanya dipandang sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian dari cara organisasi merancang ulang proses kerja, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.</p>



<p>Transformasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini juga sudah terlihat dalam berbagai sektor di Indonesia, termasuk sektor jasa keuangan yang memiliki standar tinggi terhadap kepercayaan, keamanan, dan kepatuhan. </p>



<p>Salah satu contohnya adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI, bank syariah terbesar di Indonesia, yang bekerja sama dengan Microsoft untuk membangun tempat kerja digital yang lebih terintegrasi dan mengadopsi AI secara bertanggung jawab melalui Microsoft 365 Copilot.</p>



<p>Di lingkungan kerja sehari-hari, BSI memanfaatkan&nbsp; Microsoft 365 Copilot dan Copilot Chat untuk mendukung berbagai aktivitas karyawan, mulai dari penyusunan dokumen, analisis informasi, hingga pengelolaan komunikasi internal. </p>



<p>Karena Copilot hadir dalam ekosistem Microsoft 365 yang telah digunakan dalam pekerjaan sehari-hari — termasuk Microsoft Teams, SharePoint, dan OneDrive — AI dapat diakses dalam alur kerja yang sudah akrab bagi karyawan, sehingga kolaborasi dan penyelesaian pekerjaan jadi lebih efisien dan terstruktur.</p>



<p>Bagi BSI, penggunaan AI bukan hanya tentang efisiensi operasional. AI menjadi&nbsp;<em>enabler</em>&nbsp;strategis yang membantu organisasi mengelola kompleksitas bisnis, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, dan memperkuat proses kerja agar lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah. </p>



<p>Di saat yang sama, transformasi pemanfaatan AI ini tetap dibangun di atas prinsip keamanan, tata kelola informasi, dan kepatuhan regulasi — aspek yang sangat penting bagi industri perbankan.</p>



<p>“Bagi kami, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan bukan lagi sekadar upaya meningkatkan efisiensi operasional,&#8221; ujar Agus Setiawan, Security Identity, Application, &amp; Data Management Departement Head, BSI.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa AI telah menjadi&nbsp;enabler&nbsp;strategis yang membantu BSI mengelola kompleksitas bisnis, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, serta memastikan proses kerja berjalan lebih terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan nasabah.</p>



<p>Kisah BSI mencerminkan arah yang juga terlihat dalam Work Trend Index 2026: nilai AI terbesar akan muncul ketika teknologi digunakan untuk memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikannya. </p>



<p>Dengan AI mengambil sebagian beban eksekusi dan rutinitas, pekerja dapat semakin fokus pada aktivitas bernilai strategis seperti analisis bisnis, pengembangan layanan, pengambilan keputusan, dan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan.</p>



<p><strong><em>Baca kisah lengkap transformasi AI BSI bersama Microsoft 365 Copilot&nbsp;<a href="https://news.microsoft.com/source/asia/2026/06/04/ketika-ai-menjadi-mitra-strategis-bsi-mewujudkan-masa-depan-perbankan-syariah-modern-melalui-microsoft-365-copilot/?lang=id" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><u>di sini.</u></a></em></strong></p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Menuju Masa Depan Kerja di Indonesia</strong></h4>



<p>Sejalan dengan temuan Work Trend Index 2026, Microsoft juga memperluas kapabilitas Microsoft 365 Copilot yang terus dikembangkan melalui Copilot Cowork yang kini telah tersedia secara umum. </p>



<p>Pembaruan ini dirancang oleh Microsoft untuk membantu organisasi bergerak dari penggunaan AI pada tugas-tugas yang terpisah menuju pekerjaan yang lebih terkoordinasi, bertahap, dan lintas sistem.</p>



<p>Dengan hadirnya Copilot Cowork Mobile untuk iOS dan Android, karyawan dapat mengakses dan melanjutkan alur kerja berbasis AI melalui perangkat seluler. Selain itu, ekosistem plugin yang terus berkembang memungkinkan Copilot Cowork terhubung dengan lebih banyak alat dan data organisasi.</p>



<p>Ini termasuk plugin native dari layanan Microsoft seperti Dynamics 365 dan Microsoft Fabric, serta in.tegrasi mitra seperti Monday.com, S&amp;P Global Energy, dan lainnya yang akan segera tersedia.</p>



<p>Selain itu, organisasi juga dapat membangun plugin kustom untuk mengubah alur kerja, pengetahuan, dan keahlian internal mereka menjadi proses yang dapat digunakan ulang dan diskalakan. </p>



<p>Dengan demikian, Copilot Cowork memperluas peran Copilot dari asisten berbasis tugas menjadi platform yang membantu mengorkestrasi pekerjaan di berbagai sistem Microsoft maupun pihak ketiga, dengan tetap menempatkan kendali dan penilaian manusia sebagai pusat pengambilan keputusan.</p>



<p>Work Trend Index 2026 menunjukkan bahwa Indonesia memasuki era kerja baru dengan fondasi yang kuat. Tahap berikutnya adalah memastikan momentum ini dapat berkembang menjadi transformasi yang lebih luas dan berkelanjutan. </p>



<p>Tingginya proporsi Frontier Professionals, besarnya dampai AI terhadap hasil kerja, serta kuatnya penekanan pada penilaian manusia dan penggunaan AI yang bertanggung jawab menunjukkan bahwa Indonesia pada posisi yang menjanjikan dalam memanfaatkan AI sebagi pengungkit produktivitas dan inovasi.</p>



<p>Bagi organisasi di Indonesia, keunggulan tidak akan datang hanya dari mengadopsi AI lebih cepat, tetapi dari kemampuan untuk merancang ulang cara kerja yang lebih menyeluruh: membangun standar penggunaan AI, memperkuat budaya eksperimen, mendorong pengembangan talenta lintas tim, dan memastikan setiap penggunaan AI tetap berpusat pada manusia.</p>



<p><strong><em>Baca&nbsp;<a href="https://www.microsoft.com/en-us/worklab/work-trend-index/agents-human-agency-and-the-opportunity-for-every-organization" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><u>laporan global 2026 Work Trend Index</u></a>&nbsp;di WorkLab.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Tugas David Beckham yang Digandeng Lenovo Sebagai Mitra Global</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/04/01/ini-tugas-david-beckham-yang-digandeng-lenovo-sebagai-mitra-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2026 03:59:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[david beckham]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[lenovo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=27661</guid>

					<description><![CDATA[David Beckham akan terlibat dalam pengembangan solusi berbasis AI dari Lenovo yang berfokus untuk dunia olahraga. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Lenovo telah secara resmi mengumumkan kemitraan global dengan David Beckham, mempertemukan salah satu tokoh paling dikenal di dunia dengan salah satu perusahaan teknologi terkemuka di dunia. </p>



<p>Kolaborasi ini memperkuat peran Lenovo yang semakin berkembang dalam dunia sepak bola global, termasuk posisinya sebagai Official Technology Partner untuk FIFA World Cup 2026 dan FIFA Women’s World Cup 2027.</p>



<p>Melalui kemitraan inovatif perdana Lenovo di bidang sepak bola, David Beckham akan terlibat dalam pengembangan solusi berbasis AI alias kecerdasan buatan dari Lenovo yang berfokus untuk dunia olahraga. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-27662" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Lenovo-Menjalin-Kemitraan-dengan-David-Beckham-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Inovasi ini dirancang untuk mentransformasi permainan bagi klub, pemain, officials, hingga penggemar sehingga dapat menciptakan operasional yang lebih efisien serta membuka peluang pendapatan baru melalui inovasi AI yang cerdas.</p>



<p>Baik bagi seorang profesional yang mengelola keseharian dari satu perangkat, pemilik usaha kecil yang ingin bekerja efisien, hingga perusahaan besar yang sedang merombak cara kerja tim mereka, David Beckham akan membawa perspektif yang sangat relevan bahkan di luar lapangan.</p>



<p>Selain itu, David Beckham juga akan membantu menghidupkan gagasan utama dari kolaborasi ini: bahwa teknologi yang tepat dengan dukungan AI dapat membantu siapapun berproduktivitas dan memberikan hasil yang terbaik.</p>



<p>Tak hanya sampai di situ, David Beckham juga akan hadir sebagai bintang utama dalam kampanye pemasaran global terbaru Lenovo, yang dijadwalkan meluncur pada bulan Mei mendatang—tepat satu bulan sebelum kick-off FIFA World Cup 2026.</p>



<p>&#8220;Lenovo adalah pemimpin global dengan rekam jejak yang terbukti di panggung-panggung terbesar dunia. Saya bangga bisa bermitra dengan Lenovo untuk FIFA World Cup dan seterusnya,&#8221; ungkap David Beckham. </p>



<p>Ia juga menambahkan bahwa sepak bola akan selalu ditentukan oleh bakat, insting, kerja keras, dan momen tak terlupakan yang membuat olahraga ini istimewa. Sekarang, AI dan data membantu kita memahami sepak bola secara lebih mendalam.</p>



<p>&#8220;Tentunya, saya sangat menantikan untuk mempelajari lebih jauh inovasi mutakhir Lenovo yang membuka berbagai ide baru dan memperluas akses ke dunia sepak bola bagi semua orang,&#8221; tambah David Beckham.</p>



<p>Sementara itu, CEO &amp; Chairman Lenovo Yuanqing Yang mengatakan bahwa David Beckham bukan hanya tokoh global di bidang sepak bola, bisnis, dan budaya, tetapi ia adalah sosok yang memahami kekuatan inovasi untuk mengubah dunia. </p>



<p>&#8220;Hal itu menjadikannya mitra yang sempurna untuk membantu kami menunjukkan bagaimana AI yang lebih pintar dapat mendorong kehidupan yang lebih baik dan pekerjaan yang lebih efisien bagi semua orang,&#8221; pungkas Yuanqing Yang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AiMOGA Robotics dari Chery Ikut Meramaikan IIMS 2026</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/02/09/aimoga-robotics-dari-chery-ikut-meramaikan-iims-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2026 00:29:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[aimoga robotics]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[chery]]></category>
		<category><![CDATA[iims 2026]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=26294</guid>

					<description><![CDATA[Peluncuran strategi baru AiMOGA Robotics juga menjadi jawaban strategis Chery terhadap tantangan industri global.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Kehadiran AiMOGA Robotics yang dipertontonkan di panggung Indonesia melalui ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi lebih dari sekadar demonstrasi inovasi teknologi. </p>



<p>Momentum ini menandai tonggak penting bagi visi Chery Group dalam menyongsong era kecerdasan buatan (AI), sekaligus menegaskan transformasinya menjadi perusahaan ekosistem berbasis teknologi.</p>



<p>Peluncuran strategi baru AiMOGA Robotics di IIMS juga menjadi jawaban strategis Chery terhadap tantangan industri global yang kian menuntut ketahanan, kolaborasi lintas sektor, dan akselerasi adopsi teknologi cerdas.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-26298" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-1024x576.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-300x169.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-768x432.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-1536x864.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-2048x1152.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-370x208.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-270x152.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-570x320.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-2_-Robot-humanoid-AiMOGA-MOI-memperlihatkan-kemampuan-menari-atau-dance-di-IIMS-2026-menunjukkan-transformasi-Chery-sebagai-perusahaan-teknologi-mobilitas-masa-depan.-1-740x416.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Melalui pendekatan <strong>&#8220;Otomotif + Robotika&#8221;</strong>, Chery menegaskan transformasinya menjadi perusahaan ekosistem berbasis teknologi. Peluncuran strategi baru AiMOGA Robotics juga menjadi jawaban strategis Chery terhadap tantangan industri global.</p>



<p>Melalui strategi ini, Chery memperkuat komitmennya untuk mendorong keterlibatan lintas sektor, mempercepat transfer teknologi, dan menciptakan jalur komersialisasi yang memungkinkan integrasi konsep Otomotif + Robotika di pasar global. </p>



<p>Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kemitraan yang lebih luas antara produsen mobil, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan industri lainnya, sekaligus meningkatkan ketahanan rantai pasok dan kapabilitas layanan.</p>



<p>Zhang Guibing, General Manager AiMOGA Robotics, memaparkan blueprint pengembangan perusahaan yang berfokus pada integrasi mendalam antara teknologi kendaraan cerdas dan robotika.</p>



<p>&#8220;AiMOGA bertujuan menjadi asisten AI manusia yang terdepan dan terpercaya di dunia. Di IIMS 2026, Chery juga menghadirkan pengalaman langsung untuk memperlihatkan kemampuan nyata AiMOGA Robotics kepada publik Indonesia,&#8221; ujar Zhang.</p>



<p>AiMOGA <strong>“MOI”</strong> tampil memukau melalui demonstrasi kaligrafi, menari, serta berinteraksi secara interaktif dengan GRIND Boys, Gofar Hilman, Rico Lubis, dan Wancoy (Mahesa Yuwanda) dalam sesi talkshow.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-26299" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-1024x576.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-300x169.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-768x432.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-1536x864.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-2048x1152.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-370x208.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-270x152.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-570x320.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-1_-AiMOGA-MOI-tampil-di-panggung-IIMS-2026-bersama-Grind-Boys-sebagai-simbol-sinergi-teknologi-Otomotif-Robotika-menandai-langkah-Chery-menuju-ekosistem-berbasis-kecerdasan-buatan-AI.-1-740x416.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Selain itu, teknologi robotika Chery juga ditampilkan melalui robodog yang mampu melakukan berbagai atraksi seperti duduk, bersalaman, hingga menari. Rangkaian aktivitas ini memperlihatkan bagaimana inovasi AI dan robotika Chery komunikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Untuk mewujudkan visi tersebut, AiMOGA Robotics akan meluncurkan keluarga robot humanoid dan quadruped (berkaki empat) yang dirancang untuk berbagai sektor aplikasi, mulai dari pemasaran, pendidikan, pendampingan, industrial, hingga layanan rumah tangga. </p>



<p>Perusahaan telah menetapkan rencana lima tahun yang ambisius hingga tahun 2030, yang mana penjualan global robot quadruped ditargetkan melampaui 90.000 unit dan robot humanoid melampaui 40.000 unit. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Sinergi Teknologi: Inovasi Inti sebagai Penggerak Transformasi Masa Depan</h4>



<p>Kepercayaan diri tersebut didukung oleh sinergi teknologi dan keunggulan rekayasa dari Chery Group. Xia Peng, Executive Vice GM AiMOGA Robotics, mengungkapkan bahwa setelah tiga tahun penelitian dan pengembangan intensif, AiMOGA telah mencapai lompatan besar.</p>



<p>&#8220;Sebelumnya, kapabilitas robot yang kami kembangkan mencapai L2 (level kolaboratif), dan kini pencapaiannya telah memasuki kapabilitas L3 (level asistensi). Ini menyediakan fondasi teknis yang krusial bagi pemosisian AiMOGA sebagai &#8216;asisten manusia&#8217;,&#8221; jelas Xia Peng.</p>



<p>Lebih lanjut, Xia Peng menjelaskan bahwa terobosan ini ditopang kuat oleh pemberdayaan sistemik dari Chery Group. Sendi robot dengan kepadatan torsi tinggi (high-torque-density) memanfaatkan keahlian Chery dalam teknologi canggih kendaraan listrik (EV).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-1024x682.jpeg" alt="" class="wp-image-26297" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-1024x682.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-300x200.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-768x512.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-370x247.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-270x180.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-570x380.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1-740x493.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-4_-Strategi-global-AiMOGA-turut-didukung-oleh-pondasi-jaringan-internasional-Chery-yang-solid.-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Ini termasuk motor serta reducer, dan sementara platform cloud MoLink, yang bertindak sebagai <strong>&#8220;otak cerdas&#8221;</strong> dari robot, berbagi arsitektur pemrosesan data dengan sistem kendaraan terkoneksi Chery.</p>



<p>Tak ketinggalan, sistem persepsi multimodal dan model visi-bahasa MoNet yang dikembangkan secara mandiri sendiri, mendapat manfaat langsung dari investasi jangka panjang Chery dalam teknologi persepsi mengemudi cerdas.</p>



<p>Ekosistem Pertumbuhan: Dukungan Jaringan Global untuk Mempercepat Ekspansi AiMOGA</p>



<p>Strategi global AiMOGA turut didukung oleh pondasi jaringan internasional Chery yang solid. Sebagai eksportir mobil penumpang nomor satu selama 22 tahun berturut-turut di Cina, Chery Group kini melayani lebih dari 17,7 juta pengguna di lebih dari 120 negara dan kawasan.</p>



<p>Tentunya, ini juga didukung oleh lebih dari 11.000 titik layanan di seluruh dunia. Oleh karena itu, jaringan masif yang dimiliki oleh Chery ini akan memberikan akselerasi secara instan bagi ekspansi AiMOGA di pasar global.</p>



<p>AiMOGA sendiri telah mencatatkan pencapaian penting sebagai robot humanoid pertama di dunia yang berhasil memperoleh sertifikasi perangkat keras dan lunak Uni Eropa (EU), serta kini telah hadir di lebih dari 30 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan. </p>



<p>Melalui AiMOGA Robotics, Chery terus berupaya untuk mengintegrasikan keahlian teknologi otomotif, operasi global, dan kecerdasan buatan atau AI untuk membangun ekosistem layanan yang komprehensif dan responsif.</p>



<p>Tentunya langkah ini menandai babak baru transformasi bagi Chery, dari sekadar inovasi produk menuju kolaborasi ekosistem teknologi bersama para mitra dan pengguna setianya di seluruh dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AI Besutan IBM Bantu Riyadh Air Beroperasi Lebih Cerdas</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/01/02/ai-besutan-ibm-bantu-riyadh-air-beroperasi-lebih-cerdas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 09:55:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[ibm]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=25403</guid>

					<description><![CDATA[Operasional berbasis AI ini menjadi fondasi untuk mentransformasi pengalaman tamu maupun karyawan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Maskapai penerbangan saat ini beroperasi di tengah meningkatnya ekspektasi penumpang, kompleksitas operasional yang semakin tinggi, serta tekanan berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi. </p>



<p>Banyak maskapai masih bergantung pada sistem lama yang terfragmentasi dan dikembangkan selama beberapa dekade, sehingga menyulitkan integrasi data lintas fungsi, respons cepat terhadap gangguan, maupun pengembangan layanan baru dalam skala besar. </p>



<p>Seiring industri penerbangan berupaya menumbuhkan keberlanjutan, maskapai semakin mengandalkan kecerdasan buatan atau AI untuk menata ulang desain dan operasional bisnis mereka dari dasar.</p>



<p>Perubahan ini tercermin dalam kolaborasi antara IBM dan Riyadh Air. Hal ini tercermin secara nyata melalui peluncuran maskapai pertama di dunia yang sepenuhnya berbasis AI (AI native airline). </p>



<p>Dirancang sejak awal tanpa ketergantungan pada sistem lama, operasional berbasis AI ini menjadi fondasi untuk mentransformasi pengalaman tamu maupun karyawan, sekaligus menetapkan tolok ukur baru bagi inovasi di industri penerbangan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Mendukung Terwujudnya Maskapai AI-Native</strong></h4>



<ul>
<li>Dimulai dari tidak adanya landasan digital, Riyadh Air memanfaatkan AI untuk mendorong efisiensi, mengoptimalkan profitabilitas rute, serta menciptakan peluang pendapatan baru. Mereka mengandalkan keahlian industri dan teknis dari IBM Consulting, ekosistem mitra, serta watsonx Orchestrate untuk beroperasi sebagai perusahaan berbasis AI sejak awal berdiri.</li>



<li>Visi AI ini akan mengkoordinasikan 59 alur kerja dan lebih dari 60 mitra, termasuk Adobe, Apple, FLYR, dan Microsoft, untuk mendukung pelaksanaan strategi teknologi menyeluruh maskapai secara mulus.</li>



<li>Untuk meningkatkan pengalaman karyawan, maskapai akan menghadirkan tempat kerja digital yang dipersonalisasi dan didukung agen AI, memberikan satu titik masuk berbasis percakapan ke layanan HR (Human Resource). Langkah ini menyederhanakan alur kerja serta mempercepat kemampuan layanan mandiri utama bagi karyawan dan manajer, seiring dengan rencana Riyadh Air untuk menggandakan jumlah tenaga kerja.</li>



<li>Aplikasi seluler berbasis AI akan menciptakan perjalanan yang terhubung dan terintegrasi bagi karyawan serta tamu, dengan membangun pengalaman concierge berbasis AI agentik untuk karyawan, yang dapat merekomendasikan langkah terbaik berikutnya dalam berinteraksi dengan tamu. Hal ini memungkinkan kru kabin maupun darat memberikan layanan yang lebih personal, misalnya dengan mendorong staf menawarkan layanan jalur cepat kepada pelanggan yang terlambat.</li>



<li>Dengan pendekatan digital yang tetap menempatkan pengalaman manusia sebagai fokus utama, bot suara berbasis AI dan fitur pendukung agen akan membantu petugas layanan pelanggan memberikan dukungan yang lebih personal dan responsif dengan memanfaatkan data kontekstual untuk mengantisipasi kebutuhan penumpang dan      mendukung pengalaman perjalanan yang lebih baik    </li>



<li>Rangkaian sistem manajemen kinerja perusahaan ini akan mengintegrasikan data keuangan, operasional, dan komersial, serta mengotomatiskan proses perencanaan, penganggaran, perkiraan, dan analisis guna menyediakan insight real-time bagi manajemen dalam pengambilan keputusan berbasis data.</li>
</ul>



<p>Dengan membangun sistem operasional tanpa ketergantungan pada sistem lama, Riyadh Air telah menanamkan AI ke dalam fondasi operasionalnya untuk mendukung kelincahan, kemampuan beradaptasi, dan pertumbuhan jangka panjang. </p>



<p>Pendekatan ini memposisikan Riyadh Air sebagai model rujukan bagi maskapai lainnya yang ingin melampaui transformasi secara bertahap dan merancang ulang operasional mereka untuk era AI yang saat ini berkembang begitu pesat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fenomena AI Slop Mengemuka, Perlunya Etika AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/11/27/fenomena-ai-slop-mengemuka-perlunya-etika-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2025 23:54:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[etika ai]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[politeknik tempo]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=24561</guid>

					<description><![CDATA[Fenomena AI slop menyebabkan kualitas hilang karena kuantitasnya sangat banyak.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Bagi kita yang hidup di era digital di mana kecerdasan buatan alias AI bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Mulai dari rekomendasi konten, chatbot, sampai alat editing otomatis.</p>



<p>Semua itu telah membentuk cara kita berkomunikasi, bekerja, dan bahkan berpikir. Namun di balik manfaatnya yang luar biasa, penggunaan AI juga membawa pertanyaan penting: bagaimana memastikan teknologi ini dapat digunakan secara bertanggung jawab?</p>



<p>Pertanyaan lainnya yang timbul adalah bagaimana kita, sebagai generasi muda dan calon profesional industri kreatif, dapat memahami sekaligus menerapkan etika ketika memanfaatkan AI di media sosial?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="701" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_134325-1-1024x701.jpg" alt="" class="wp-image-24566" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_134325-1-1024x701.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_134325-1-300x205.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_134325-1-768x526.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_134325-1-370x253.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_134325-1-270x185.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_134325-1-570x390.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_134325-1-740x506.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_134325-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Hal itu mengemuka dalam seminar <strong>&#8220;Etika AI di Media Sosial&#8221;</strong> yang digelar oleh Ruang Tengah Digital Network (RTDN) bersama Politeknik Tempo di Jakarta, (26/11). Hadir tiga pembicara dari bidang akademisi, media, dan industri telekomunikasi.</p>



<p>Ketiganya memaparkan secara komprehensif risiko, etika, serta praktik aman penggunaan AI atau yang sering juga disebut kecerdasan buata di era konten digital saat ini. Sementara itu, peserta seminar yang hadir adalah mahasiswa Politeknik Tempo. </p>



<p>Dosen Desain Media Politeknik Tempo, Beny Maulana menjelaskan bahwa perkembangan AI generatif sejak 2022 menghadirkan perubahan besar pada produksi konten. Berawal dari teknologi gambar seperti stable diffusion, kualitas keluaran AI kini jauh lebih realistis.</p>



<p>Beny pun menjelaskan bahwa teks, gambar, dan video yang dibuat oleh AI kini begitu sulit dibedakan. Kemudahan dan kecepatan juga memicu munculnya fenomena AI slop atau konten “ampas” yang dibuat masif demi mengejar trafik dan pendapatan dari media sosial. </p>



<p>“Fenomena AI slop menyebabkan kualitas hilang karena kuantitasnya sangat banyak. Istilah brainrot, konten rendah kualitas yang menyasar anak-anak demi trafik tinggi, juga semakin meluas,&#8221; ujar Beny di seminar yang diselenggarakan di Gedung Tempo Institute Jakarta.</p>



<p>Di sisi lain, penyebaran konten palsu di media sosial, diperkuat interaksi dan komentar yang didorong bot, membuat hoaks semakin mudah viral. Hal ini pun banyak ditemukan di sejumlah platform media sosial yang sangat populer. </p>



<p>Selain itu, Beny juga menyoroti persoalan pelanggaran hak cipta akibat pengambilan data tanpa izin oleh perusahaan AI. Beberapa studio besar seperti Square Enix, Ghibli, Warner Bros, hingga Disney pernah menuntut perusahaan AI yang memakai karya mereka tanpa persetujuan.</p>



<p>&#8220;Teknologi AI ini advance, memudahkan, seperti Gemini, Copilot, ChatGPT dan sebagainya. Namun, di balik itu dengan kalian menggunakan, ternyata tidak seindah yang digambarkan, banyak problem dan masalah,&#8221; jelas Beny.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Hoaks, Deepfake, dan Etika Penggunaan AI</strong><strong></strong></h4>



<p>Tak kalah menarik, Editor Cek Fakta Kompas.com, Bayu Galih Wibisono mengatakan bahwa AI dapat menjadi alat bermanfaat maupun berbahaya, layaknya pisau. Kasus deepfake tokoh publik seperti Prabowo maupun manipulasi wajah untuk penipuan dan pornografi menjadi contoh nyata.</p>



<p>Selain itu, meningkatnya plagiarisme akademik dengan bantuan teknologi AI alias kecerdasan buatan ini juga menjadi perhatian. “AI boleh digunakan sebagai referensi, tetapi tidak bisa menjadi rujukan utama,” ucap Bayu.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="655" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_141206-1-1024x655.jpg" alt="" class="wp-image-24567" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_141206-1-1024x655.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_141206-1-300x192.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_141206-1-768x491.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_141206-1-370x237.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_141206-1-270x173.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_141206-1-470x300.jpg 470w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_141206-1-570x365.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_141206-1-740x473.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_141206-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Editor Cek Fakta Kompas.com, Bayu Galih Wibisono</figcaption></figure>



<p>Dalam paparannya, Bayu mengangkat 10 Poin Etika AI UNESCO, meliputi prinsip keamanan, transparansi, akuntabilitas, perlindungan data, keberlanjutan, hingga non-diskriminasi. Namun ia menegaskan bahwa di Indonesia belum ada UU khusus tentang AI.</p>



<p>Regulasi yang digunakan masih bergantung pada UU ITE dan KUHP. Untuk memeriksa hoaks atau konten yang diduga buatan AI, Bayu menyarankan penggunaan beberapa alat pengecekan seperti Hive Moderation dan tools lain, disertai verifikasi sumber asli agar analisis lebih akurat.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Panduan Etika AI dari Perspektif Industri</strong><strong></strong></h4>



<p>Dari sisi industri telekomunikasi, Gamma Aditya, Manager SIMPATI Telco Product Growth and Innovation Telkomsel menyampaikan bahwa AI telah hadir dalam berbagai layanan publik, mulai dari Google Maps, e-commerce, hingga layanan pelanggan Telkomsel seperti Veronika.</p>



<p>Gamma juga mengingatkan bahwa teknologi AI yang saat ini berkembang begitu pesat juga memiliki dampak negatif, seperti penipuan suara, manipulasi informasi, hingga risiko terhadap privasi pengguna.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="579" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_145245-1-1024x579.jpg" alt="" class="wp-image-24568" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_145245-1-1024x579.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_145245-1-300x170.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_145245-1-768x434.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_145245-1-370x209.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_145245-1-270x153.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_145245-1-570x322.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_145245-1-740x419.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/20251126_145245-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gamma Aditya, Manager SIMPATI Telco Product Growth and Innovation Telkomsel.</figcaption></figure>



<p>Oleh karena itu, masyarakat perlu memegang prinsip etika seperti selalu memverifikasi informasi, menggunakan AI untuk hal yang baik, menjaga dan tidak menyebarkan data pribadi hingga mengutamakan transparansi dan tanggung jawab.</p>



<p>“Teknologi AI ini ada dan perkembangannya sangat masif dan kita harus hidup damai bersama AI. Tapi yang perlu diingat oleh rekan-rekan mahasiswa semua, jangan sampai AI mengurangi jiwa kritis kita,” tegas Gamma.</p>



<p>Seminar <strong>&#8220;Etika AI di Media Sosial&#8221;</strong> yang digelar oleh Ruang Tengah Digital Network (RTDN) bersama Politeknik Tempo, serta media partner nativzen.com ini juga mendapat dukungan penuh dari Telkomsel.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AiDEA Weeks 2025: Saatnya Rayakan Era Baru Hidup Bareng AI!</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/11/07/aidea-weeks-2025-saatnya-rayakan-era-baru-hidup-bareng-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2025 00:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[aidea week 2025]]></category>
		<category><![CDATA[aiw 2025]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=24003</guid>

					<description><![CDATA[AiDEA Weeks 2025 (AiW) hadir untuk mengajak publik "ngobrolin bareng" soal AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; AI sudah tidak cuma ada di layar gadget atau film fiksi. Sekarang, kecerdasan buatan ini benar-benar hidup bersama kita, mulai dari playlist musik yang mengerti mood, sampai rekomendasi resep masakan yang muncul pas lagi bingung mau masak apa.</p>



<p>Melihat bagaimana AI makin menyatu sama keseharian, AiDEA Weeks 2025 (AiW) hadir untuk mengajak publik <strong>&#8220;ngobrolin bareng&#8221;</strong> soal bagaimana sebenarnya kita bisa hidup berdampingan (dan bahkan berkolaborasi) dengan AI.</p>



<p>Digelar pada 7, 14, dan 21 November 2025 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, acara ini berkolaborasi dengan Medcom.id dan menghadirkan 9 sesi diskusi lintas bidang, mulai dari karier, seni, budaya, sampai bisnis. Semuanya dibungkus dalam format Live Podcast santai tapi berisi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="768" height="1024" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/POSTER-ALL-SPEAKERS-768x1024.jpg" alt="" class="wp-image-24005" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/POSTER-ALL-SPEAKERS-768x1023.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/POSTER-ALL-SPEAKERS-225x300.jpg 225w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/POSTER-ALL-SPEAKERS-370x493.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/POSTER-ALL-SPEAKERS-270x360.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/POSTER-ALL-SPEAKERS-570x760.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/POSTER-ALL-SPEAKERS-740x986.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/POSTER-ALL-SPEAKERS.jpg 1022w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /></figure>



<p>“Diskusi yang kami gelar di AiW bukan cuma hype soal AI, tapi bagaimana teknologi ini benar-benar bisa menyentuh sisi manusia dan memberi perspektif baru,” ujar Ignatius Hendrik, Committee Lead AiW 2025.</p>



<p><strong>Tiap minggunya punya tema besar:</strong></p>



<ul>
<li><strong>Week 1 (7 Nov):</strong> Embracing AI in Career &amp; Productivity – tentang bagaimana AI bisa membantu menulis ulang peta pekerjaan, bikin kerjaan lebih produktif, dan bahkan membantu untuk menghasilkan cuan.</li>



<li><strong>Week 2 (14 Nov):</strong> Embracing AI in Art &amp; Culture – di mana seniman, musisi, dan budaya lokal ketemu algoritma cerdas.</li>



<li><strong>Week 3 (21 Nov):</strong> Embracing AI in Business &amp; Industry – dari UMKM sampai startup, semua belajar pakai AI buat mengembangkan bisnis.</li>
</ul>



<p>Pembicaranya pun bukan orang sembarangan. Ada nama-nama keren kayak Pandu Truhandito (ex TikTok &amp; Facebook), William Jakfar (Founder BelajarGPT), Rato Tanggela (Visual Artist), Tuan Tigabelas (Hip-Hop Artist &amp; Producer), Freddie Kashawan (CEO Raveloux), dan banyak lagi.</p>



<p>Menurut Rayan Muktiaki, Chairman AiW 2025, AI udah bukan mitos atau ancaman, tapi <strong>“co-creator”</strong> baru yang bisa memperkuat nilai kemanusiaan. Sementara itu, Achmad Firdaus, Co-Chairman sekaligus Pemred Medcom.id, menegaskan pentingnya bersikap bijak dan optimis dalam menggunakan AI biar bisa jadi alat pemberdayaan, bukan sekadar tren.</p>



<p>Dengan tema besar “Embracing The New Age of AI”, AiW 2025 bukan cuma sekadar event, tapi juga gerakan untuk mengajak publik melihat AI dari sisi yang lebih manusiawi dan kreatif. Tiketnya bisa didapat mulai Rp 149 ribu per pekan. Info lengkapnya di <a href="https://aideaweeks.id">aideaweeks.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AI Application Cooperation Center Hadir di Indonesia</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/09/22/ai-application-cooperation-center-hadir-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Sep 2025 23:15:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia technology alliance]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<category><![CDATA[tsinghua university]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=22553</guid>

					<description><![CDATA[Pusat kerja sama ini akan menggabungkan keunggulan, Indosat, Tsinghua University, dan Indonesia Technology Alliance (ITA).]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Indosat, Indonesia Technology Alliance (ITA), dan Tsinghua University Wuxi Research Institute of Applied Technologies (Tsinghua University) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendirikan AI Application Cooperation Center di Indonesia.</p>



<p>Kolaborasi penting ini ditandatangani di Tsinghua University dan disaksikan oleh Parulian George Andreas Silalahi, Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok, yang menandai langkah penting Indonesia dalam memasuki era kecerdasan buatan.</p>



<p>Pengumuman ini dilakukan pada ajang China–ASEAN AI Ministerial Roundtable 2025, dan menjadi tonggak baru yang tidak hanya mempererat kerja sama Indonesia–Tiongkok di bidang AI, tetapi juga membuka jalan bagi terbentuknya ekosistem AI Indonesia yang dinamis.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-2-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-22556" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-2-1-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-2-1-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-2-1-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-2-1-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-2-1-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-2-1-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-2-1-740x494.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-2-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Pusat kerja sama ini akan menggabungkan keunggulan Tsinghua University dalam teknologi terapan, misi ITA dalam mempercepat ekosistem digital Indonesia, serta peran Indosat sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan yang didukung oleh AI Factory berdaulat pertama di Indonesia. </p>



<p>Fokus kerja sama ini terletak pada penerapan praktis AI di sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan agrikultur (ketahanan pangan), bidang yang menjadi prioritas pembangunan jangka panjang dan inklusi digital di Indonesia.</p>



<p>Inisiatif ini hadir pada momen yang sangat penting bagi Indonesia. Seiring perjalanan menuju Visi Indonesia Emas 2045, AI telah menjadi fondasi untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat layanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi. </p>



<p>Adaptasi solusi AI yang selaras dengan konteks sosial dan ekonomi Indonesia akan menjadi kunci dalam memperkuat daya saing nasional sekaligus memastikan transformasi digital yang inklusif bagi seluruh masyarakat.</p>



<p>Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi landasan bagi potensi kemitraan strategis antara National Development and Reform Commission (NDRC) of the State Council of the People’s Republic of China dan Kemkomdigi Republik Indonesia dalam pengembangan kapabilitas AI kedua negara.</p>



<p>“Langkah ini menjadi penanda penting menuju era teknologi baru Indonesia. Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang telah mewujudkan kolaborasi ini,&#8221; ujar Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.</p>



<p>Peran Indosat dalam inisiatif ini menjadi sangat krusial. Dengan basis pelanggan seluler terbesar dan infrastruktur jaringan yang luas, Indosat memiliki posisi strategis untuk menghadirkan inovasi AI dari laboratorium hingga ke kehidupan sehari-hari jutaan masyarakat. </p>



<p>Mulai dari memperluas akses kesehatan, pendidikan, dan agrikultur digital hingga menyiapkan generasi baru talenta AI lokal, Indosat akan menjadi penghubung antara riset global dan kebutuhan nyata masyarakat Indonesia.</p>



<p>“AI dapat menjembatani kesenjangan sumber daya yang selama ini membatasi kesempatan yang setara bagi masyarakat Indonesia, khususnya dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan agrikultur,&#8221; ujar Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="687" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-3-1024x687.jpeg" alt="" class="wp-image-22554" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-3-1024x687.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-3-300x201.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-3-768x516.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-3-1536x1031.jpeg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-3-370x248.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-3-270x181.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-3-570x383.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-3-740x497.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/AI-Application-Cooperation-Center-3.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Dengan bekerja sama bersama Tsinghua University dan ITA, Vikram menambahkan bahwa Indosat ingin menghadirkan solusi AI yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan Indonesia, sekaligus menyiapkan generasi penerus talenta AI. </p>



<p>Sementara itu, Academician Zhang Bo, Honorary Dean of the Institute for Artificial Intelligence di Tsinghua University, menegaskan peran panjang Tsinghua dalam penelitian AI. Tsinghua University mulai meneliti AIn sejak 1978 dan menjadi salah satu pelopor AI di Tiongkok.</p>



<p>Ia juga menyoroti luasnya penerapan AI di bidang pendidikan, kesehatan, transportasi, dan keuangan, serta perannya dalam mendorong pemerataan akses pendidikan dan distribusi sumber daya medis.</p>



<p>AI Application Cooperation Center ini ditargetkan mulai beroperasi awal tahun depan. Pusat ini akan menjadi hub pengembangan solusi AI dengan karakteristik khas Indonesia, melahirkan talenta lokal berdaya saing global, sekaligus menjembatani keahlian internasional dengan prioritas transformasi digital nasional.</p>



<p>“ITA terus berkomitmen untuk mendorong kolaborasi yang mempercepat transformasi digital Indonesia, terutama dalam pemanfaatan AI,&#8221; ujar Dr. Justisiari P. Kusumah, Chairman Indonesia Technology Alliance (ITA).</p>



<p>Ditambahkan oleh Justisiari bahwa kemitraan dengan Indosat dan Tsinghua University ini menunjukkan kekuatan sinergi antara visi pemerintah, keahlian industri, dan riset akademik dalam menghasilkan penerapan AI yang lebih nyata.</p>



<p>Kemitraan ini bukan hanya mencerminkan model baru kolaborasi teknologi Indonesia–Tiongkok, tetapi juga mempertegas komitmen Indonesia dalam membangun ekonomi digital yang tangguh, inklusif, dan berbasis inovasi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Evolusi Galaxy di Asia Tenggara &#038; Oseania</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/09/18/evolusi-galaxy-di-asia-tenggara-oseania/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Sep 2025 00:28:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gadget]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[galaxy]]></category>
		<category><![CDATA[galaxy ai]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=22479</guid>

					<description><![CDATA[Samsung terus berkomitmen untuk mendorong inovasi teknologi lewat pengembangan Galaxy AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Evolusi Galaxy AI menegaskan komitmen strategis Samsung untuk memimpin gelombang inovasi berikutnya dalam teknologi konsumen, tidak hanya di kawasan Asia Tenggara dan Oseania, tetapi juga secara global. </p>



<p>Sejak diluncurkan resmi bersama seri Galaxy S24 pada Januari 2024, Galaxy AI telah berkembang pesat. Berawal sebagai fitur eksklusif flagship hingga kini hadir luas sebagai kecerdasan terpadu di berbagai perangkat Galaxy, sampai ke produk foldables terbaru Samsung, <a href="https://www.samsung.com/id/smartphones/galaxy-z-fold7/buy/?cid=id_ow_app_s-store_none_launch_none_article_none_none" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Galaxy Z Fold7</a> I <a href="https://www.samsung.com/id/smartphones/galaxy-z-flip7/buy/?cid=id_ow_app_s-store_none_launch_none_article_none_none" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Z Flip7</a>.</p>



<p>Tercatat, sebanyak 77% pengguna Samsung di Asia Tenggara dan Oseania kini telah memanfaatkan Galaxy AI, dengan fitur yang paling sering digunakan mencakup Circle to Search, Photo Assist, Instant Slow Mo, Writing Assist, dan Edit Suggestion. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/Copy-of-Untitled-23-1024x576.png" alt="" class="wp-image-22480" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/Copy-of-Untitled-23-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/Copy-of-Untitled-23-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/Copy-of-Untitled-23-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/Copy-of-Untitled-23-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/Copy-of-Untitled-23-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/Copy-of-Untitled-23-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/Copy-of-Untitled-23-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/09/Copy-of-Untitled-23.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Angka ini menunjukkan bagaimana Galaxy AI semakin relevan dalam mendukung kebutuhan sehari-hari konsumen di kawasan ini. Lebih jauh, Galaxy AI juga membuka cara baru bagi pengguna untuk berkomunikasi dan berkreasi. </p>



<p>Dalam komunikasi, fitur seperti Transcript Assist, Browsing Assist, dan Interpreter membantu pengguna tetap produktif. Tak hanya itu, fitur-fitur tersebut juga memudahkan pengguna untuk terhubung lintas bahasa maupun konteks. </p>



<p>Sementara dalam kreasi konten, fitur seperti Audio Eraser, Auto Trim, dan Generative Edit memudahkan pengguna menghasilkan video dan audio yang lebih bersih, rapi, dan sesuai dengan keinginan mereka.</p>



<p>Strategi ini, yang diwujudkan melalui filosofi “AI for All”, menjadi bukti nyata komitmen Samsung untuk mendemokratisasi kapabilitas AI canggih sekaligus mentransformasi cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka, menuju pengalaman yang lebih intuitif, proaktif, dan kontekstual.</p>



<p>Karena itu, Samsung mengundang para penggemar teknologi terkini untuk ikut serta dalam <a href="https://www.samsung.com/id/galaxy-ai/">perjalanan menghadirkan AI canggih</a> yang dapat diakses semua orang, sekaligus mentransformasi cara kita berinteraksi dengan teknologi setiap hari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
