<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kejahatan siber &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/kejahatan-siber/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Jun 2026 04:45:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>kejahatan siber &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sepele! Kebiasaan Ini Bisa Meningkatkan Risiko Kejahatan Siber</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/06/16/sepele-kebiasaan-ini-bisa-meningkatkan-risiko-kejahatan-siber/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 04:45:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi browser]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan siber]]></category>
		<category><![CDATA[opera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=29489</guid>

					<description><![CDATA[Meski terlihat sepele, beberapa kebiasaan saat menggunakan internet dapat membuka celah bagi pelaku kejahatan siber.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, ancaman kejahatan siber juga terus meningkat. Maraknya transaksi online, belanja digital, dan penggunaan internet melalui perangkat seluler memberi ruang yang lebih luas bagi pelaku kejahatan untuk menjalankan berbagai modus penipuan. </p>



<p>Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat lebih dari 548.000 laporan kejahatan siber sepanjang Januari 2024 hingga April 2026, dengan penipuan online dan phishing menjadi ancaman yang paling sering dilaporkan. </p>



<p>Ironisnya, banyak risiko tersebut berawal dari kebiasaan digital yang terlihat sepele. Tanpa disadari, tindakan sederhana seperti mengklik tautan mencurigakan, menggunakan kata sandi yang lemah, atau mengakses jaringan yang tidak aman dapat membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk mencuri data maupun mengambil alih akun pengguna.&nbsp;</p>



<p>Meski terlihat sepele, beberapa kebiasaan saat menggunakan internet dapat membuka celah bagi pelaku kejahatan siber. Coba cek, apakah kamu masih sering melakukan hal-hal berikut?&nbsp;</p>



<ol>
<li><strong>Membiarkan Puluhan Tab Browser Terbuka Selama Berhari-hari</strong></li>
</ol>



<p>Banyak orang memiliki kebiasaan membuka link saat browsing, lalu membiarkan tab-tab tersebut tetap terbuka selama berhari-hari tanpa menutupnya dengan benar. Seiring waktu, <em>browser</em> pun dipenuhi puluhan tab yang aktif.</p>



<p>Padahal, kebiasaan ini bukan cuma membuat <em>browser</em> terasa lebih berat. Beberapa tab yang tetap aktif dapat menjalankan pelacak, memuat iklan, atau mengambil data di latar belakang tanpa disadari. Semakin banyak tab yang terbuka, semakin besar pula potensi risiko keamanan dan privasi yang bisa muncul.&nbsp;</p>



<p>Menutup tab yang sudah tidak digunakan mungkin terdengar sederhana, tetapi kebiasaan ini dapat membantu mengurangi paparan terhadap ancaman digital. Browser seperti Opera yang telah dilengkapi fitur pengelolaan tab dan perlindungan privasi juga dapat membantu pengguna tetap aman saat berselancar di internet. </p>



<ol start="2">
<li><strong>Asal Klik “Terima Semua” pada Pop-up Cookie </strong></li>
</ol>



<p>Saat mengunjungi sebuah situs web, kamu pasti sering menjumpai pop-up yang meminta izin penggunaan cookie. Karena ingin cepat mengakses halaman yang dituju, banyak orang langsung mengklik tombol &#8220;Terima Semua&#8221; tanpa membaca atau memeriksa pengaturannya terlebih dahulu. </p>



<p>Padahal, tidak semua cookie berfungsi untuk kebutuhan teknis situs. Sebagian di antaranya digunakan untuk melacak aktivitas pengguna di berbagai situs web guna mengumpulkan data tentang kebiasaan dan minat mereka. </p>



<p>Informasi ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk menampilkan iklan yang sangat tertarget. Dalam beberapa kasus, data tersebut juga bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk membuat modus penipuan atau phishing yang terasa lebih meyakinkan karena disesuaikan dengan aktivitas online korbannya. </p>



<p>Oleh karena itu, penting untuk lebih cermat saat memberikan izin penggunaan cookie. Jika tersedia, luangkan waktu kamu untuk meninjau kembali pengaturan privasi dan menolak cookie yang tidak diperlukan.</p>



<p>Menggunakan browser dengan fitur perlindungan privasi bawaan seperti Opera, yang sudah dilengkapi pemblokir iklan dan pelacak, juga dapat membantu mengurangi pengumpulan data yang tidak diinginkan saat berselancar di internet. </p>



<ol start="3">
<li><strong>Memasang Terlalu Banyak Ekstensi Browser </strong></li>
</ol>



<p>Ekstensi browser mungkin bisa membuat aktivitas online terasa lebih praktis. Mulai dari  mendapatkan diskon saat berbelanja, mencatat informasi, atau melakukan kustomisasi. Namun, tidak semua ekstensi aman digunakan. </p>



<p>Beberapa di antaranya fitur ekstensi yang tidak aman dapat mengumpulkan data penelusuran, memantau aktivitas online, atau meminta akses yang sebenarnya tidak diperlukan untuk menjalankan fungsinya. </p>



<p>Dalam kasus yang lebih serius, ekstensi berbahaya bahkan pernah digunakan untuk mencuri informasi login, menyisipkan iklan mencurigakan, atau mengarahkan pengguna ke situs berbahaya tanpa disadari. </p>



<p>Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk lebih selektif saat memasang ekstensi browser yang diinginkan. Pastikan ekstensi berasal dari sumber tepercaya dan hanya memberikan izin yang benar-benar diperlukan.</p>



<p>Beberapa browser juga menerapkan proses peninjauan terhadap ekstensi yang tersedia di toko resminya. Opera, misalnya, melakukan peninjauan manual untuk membantu mengidentifikasi ekstensi yang berpotensi berbahaya sebelum dapat diunduh pengguna.</p>



<ol start="4">
<li><strong>Mengabaikan Browser Update karena &#8220;Masih Berjalan dengan Baik&#8221; </strong></li>
</ol>



<p>Banyak pengguna menunda pembaruan browser karena merasa semuanya masih berjalan normal. Padahal, harus kamu ketahui bahwa pembaruan browser bukan hanya soal menghadirkan fitur baru. </p>



<p>Sebagian besar update juga membawa perbaikan keamanan untuk menutup celah yang baru ditemukan dan berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Jika browser tidak diperbarui, perangkat bisa lebih rentan terhadap malware, phishing, hingga berbagai bentuk serangan siber yang terus berkembang.  </p>



<p>Karena itu, mengaktifkan pembaruan otomatis atau rutin memperbarui browser yang terpasang pada perangkat dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga keamanan saat beraktivitas di internet. </p>



<p>Seiring semakin melekatnya teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, kesadaran akan keamanan siber juga perlu ikut meningkat. Pasalnya, keamanan online tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan.</p>



<p>“Seiring pertumbuhan ekonomi digital global, ancaman yang menargetkan pengguna sehari-hari juga menjadi semakin canggih — dan Indonesia bukan pengecualian,&#8221; ujar Michael Tegos, Product Privacy &amp; Security Advocate Opera.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa banyak dari kita tidak menyadari seberapa besar kendali yang sebenarnya kita miliki terhadap keamanan online pribadi, terutama saat menggunakan aplikasi untuk berselancar di internet.</p>



<p>&#8220;Perubahan kebiasaan kecil seperti memperbarui browser, meninjau kembali ekstensi yang digunakan, atau lebih selektif dalam menerima cookie dapat membantu mengurangi risiko paparan terhadap pelaku kejahatan siber secara signifikan,” tambah Michael Tegos.</p>



<p>Opera terus berupaya untuk menghadirkan perlindungan yang mudah digunakan dan mudah diakses, sehingga pengguna dengan tingkat kemampuan apa pun dapat menjaga keamanan mereka saat online.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tips dari Meta untuk Terhindar Kena Scam di Medsos!</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/11/13/5-tips-dari-meta-untuk-terhindar-kena-scam-di-medsos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Nov 2024 00:22:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HOW TO]]></category>
		<category><![CDATA[cybercrime]]></category>
		<category><![CDATA[kejahatan siber]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[medsos]]></category>
		<category><![CDATA[meta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=13688</guid>

					<description><![CDATA[Banyak cara yang dilakukan penjahat siber di media sosial yang berupaya untuk mencuri data-data kamu. Untuk itu, kamu pun harus lebih waspada. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Akhir-akhir ini, kejahatan berbasis online semakin marak terjadi di sekitar kita. Oleh karena itu, penting bagi kita dan semua orang untuk terus berhati-hati saat sedang berselancar di internet. </p>



<p>Lalu, bagaimana cara kita mencegah modus penipuan online di media sosial? Untuk itu, kamu bisa menyimak 5 tips Anti-Scam ala Meta di bawah ini agar tetap nyaman dan aman beraktivitas di media sosial!</p>



<h3 class="wp-block-heading">Aktifkan 2FA dan Lakukan Privacy Check Up</h3>



<ol start="1"></ol>



<p>Kata kunci yang aman, kuat, dan unik penting untuk melindungi akun digital kamu dari peretasan. Mengingat ancaman kejahatan siber bisa terjadi kapanpun dan pada siapapun, oleh karena itu kamu wajib mengaktifkan <a href="https://www.meta.com/help/quest/articles/accounts/account-settings-and-management/two-factor-meta-account/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">two-factor authentication (2FA)</a>. </p>



<p>Fitur ini berfungsi sebagai lapisan proteksi tambahan yang melindungi akses ke akun digital lewat identifikasi ganda, seperti dengan kode log in via SMS dan aplikasi autentikasi yang akan memberikan informasi jika ada upaya log in dari perangkat tak dikenal. </p>



<p>Fitur 2FA tersedia di berbagai platform Meta, seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan fitur-fitur proteksi tambahan dari Meta, seperti Security Check-up di <a href="https://www.facebook.com/help/799880743466869/?helpref=uf_share" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Facebook</a> dan <a href="https://about.instagram.com/safety/account-security" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Instagram</a> untuk selalu menjaga keamanan akun kamu. </p>



<p>Kalau kamu adalah pengguna setia <a href="https://faq.whatsapp.com/143990998547188/?cms_platform=android" target="_blank" rel="noreferrer noopener">WhatsApp</a>, aktifkan <a href="https://faq.whatsapp.com/143990998547188/?helpref=uf_share" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Privacy Checkup</a> untuk mengetahui dan memilih cara mengamankan akun kamu dari aktivitas mencurigakan. Dengan begitu, kamu akan terbebas dari kejahatan berbasis online</p>



<h3 class="wp-block-heading">Jangan Percaya Penawaran Menggiurkan</h3>



<ol start="2"></ol>



<p>Pelaku kejahatan seringkali melancarkan modusnya dengan menyebarkan pesan berisi informasi dan penawaran menarik. Beberapa modus yang marak muncul adalah penawaran tour atau paket wisata dengan harga yang terlalu murah.</p>



<p>Ya, cara tersebut dilakukan oleh para penjahat siber yang memanfaatkan keinginan banyak orang untuk liburan atau melakukan perjalanan peribadatan. Terkadang ada juga penawaran kerja dengan gaji menggiurkan. Untuk itu, kamu patut untuk mencurigainya.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://mail.google.com/mail/u/0?ui=2&amp;ik=fe0ea2fad7&amp;attid=0.0.1.1&amp;permmsgid=msg-f:1815430726642508278&amp;th=1931b4a097db21f6&amp;view=fimg&amp;fur=ip&amp;permmsgid=msg-f:1815430726642508278&amp;sz=s0-l75-ft&amp;attbid=ANGjdJ8lCaNnpd0TlAV7zIQeblJYl7n17_3MdFjVTSB7jaLKG_JNfsuIa_z7YJbWGAz63toxzhjculrBG45dalduwjmaYq0T0kIEIVUVK-i7-yPOQsFAyud4w8gxi6Q&amp;disp=emb&amp;zw" alt=""/></figure>



<p>Pastikan kamu selalu waspada saat menerima pesan dari orang yang tidak dikenal atau yang terlihat mencurigakan. Selalu cek profil dari pengirim pesan atau pemasang iklan, apakah terpercaya atau tidak. </p>



<p>Lalu, cek juga kolom komentar di akun media sosial mereka, apakah ada testimoni fiktif atau komplain dari akun lain yang dapat menjadi sinyal bahwa mereka adalah pelaku penipuan online. Dengan begitu, kamu pun bisa terhindar dari tawaran yang menggiurkan di luar akal sehat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Jangan Pernah Bagikan Data Pribadi di Medsos</h3>



<ol start="3"></ol>



<p>Tips lainnya untuk menjaga keamanan di ruang digital dan menghindari penipuan adalah dengan melindungi data pribadi. Jangan membagikan informasi sensitif seperti KTP atau data finansial di jejaring sosial, apalagi ke orang yang tidak atau baru dikenal.&nbsp;</p>



<p>Pembatasan peredaran data pribadi ini pun berlaku saat kita melamar pekerjaan. Walau memberi data pribadi ke pencari kerja terlihat lumrah, namun kamu tetap perlu berhati-hati jika diminta data-data sensitif melalui media sosial.</p>



<p>Pasalnya, penipuan berkedok lowongan kerja masih marak terjadi. Pastikan cek profil perusahaan, karena perusahaan yang kredibel tidak akan meminta pelamar membagikan data sensitif, apalagi sampai meminta bayaran dari proses rekrutmen di media sosial.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Jangan Klik Tautan Mencurigakan</h3>



<ol start="4"></ol>



<p>Kamu mungkin pernah dengar penipuan berkedok undangan pernikahan dan penawaran palsu yang mengatasnamakan figur terkenal. Kedua modus ini punya persamaan, yaitu meminta target untuk unduh suatu lampiran atau klik tautan menuju laman tertentu.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://mail.google.com/mail/u/0?ui=2&amp;ik=fe0ea2fad7&amp;attid=0.0.1.2&amp;permmsgid=msg-f:1815430726642508278&amp;th=1931b4a097db21f6&amp;view=fimg&amp;fur=ip&amp;permmsgid=msg-f:1815430726642508278&amp;sz=s0-l75-ft&amp;attbid=ANGjdJ_8FbfvRu5-JWi5qslx06MTdpU5I2a1QQGFRm-WBuBX-lePXe__tY71X_1cfQbkfd3dSvC-UO6FwHOHFTNhGwgMk4d5splnCoUG1M83HHCj4QcooiuaK0__zSA&amp;disp=emb&amp;zw" alt=""/></figure>



<p>Nah, ini menjadi celah yang berbahaya karena pelaku bisa meng-hack akun media sosial hingga mencuri data pribadi seperti akses ke rekening bank atau dompet digital. Untuk menghindari penipuan semacam ini, jangan pernah klik tautan atau unduh lampiran yang mencurigakan.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://mail.google.com/mail/u/0?ui=2&amp;ik=fe0ea2fad7&amp;attid=0.0.1.3&amp;permmsgid=msg-f:1815430726642508278&amp;th=1931b4a097db21f6&amp;view=fimg&amp;fur=ip&amp;permmsgid=msg-f:1815430726642508278&amp;sz=s0-l75-ft&amp;attbid=ANGjdJ8JG7KjI8b3otKEVTzK-rc4_IhZ3pM-hHF5MYw3zjX_J7WKOR_ehi7LnpiT-1UpUrfE4nl7dApCET1_CnV_GpvZxoonPxSjiPG8OamQ9Ey_AzSTi5rbgT99Zwo&amp;disp=emb&amp;zw" alt=""/></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Hindari Grup yang Meragukan</h3>



<ol start="5"></ol>



<p>Untuk menjaga keamanan kamu di ruang digital dan menghindari penipuan, jangan masuk ke sembarang grup chat. Pasalnya, ada modus penipuan yang mengatasnamakan marketplace tertentu yang mengundang orang-orang secara acak ke sebuah grup chat. </p>



<p>Kemudian, pelaku akan memberi iming-iming hadiah dan meminta anggota grup membayar sejumlah uang atas pajak dari hadiah tersebut. Jadi, kamu juga harus lebih waspada ketika diundang ke dalam group chat yang di dalamnya berisi orang-orang yang tidak dikenal.</p>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" src="https://mail.google.com/mail/u/0?ui=2&amp;ik=fe0ea2fad7&amp;attid=0.0.1.4&amp;permmsgid=msg-f:1815430726642508278&amp;th=1931b4a097db21f6&amp;view=fimg&amp;fur=ip&amp;permmsgid=msg-f:1815430726642508278&amp;sz=s0-l75-ft&amp;attbid=ANGjdJ-R8LjbFchu2xtp1FetD7KqU5OFx9_JNLryyOfGBnhS0ZGGYGh9f0RJKlrfrDf9GrvfJ_kUhWiQgEwOg8hVLG3MbohRFDeiCs4SlMKLZo5WHxLimdvFP3uip1k&amp;disp=emb&amp;zw" alt=""/></figure>



<p>Untuk mencegah nomor WhatsApp dimasukkan ke grup yang tidak dikenal, kamu bisa membuka  <a href="https://faq.whatsapp.com/3307102709559968/?helpref=uf_share" target="_blank" rel="noreferrer noopener">menu Privasi di bagian Pengaturan dan</a> memastikan hanya orang-orang yang terdaftar di kontak yang bisa memasukkan kamu ke suatu grup. </p>



<p>Selain itu, kamu juga bisa memproteksi diri dengan memanfaatkan fitur <a href="https://www.meta.com/help/quest/articles/accounts/privacy-information-and-settings/blocking-and-unblocking/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">blokir</a> atau melaporkan pihak-pihak yang mencurigakan dengan mengakses ikon Menu di pojok kanan atas di setiap platform Meta, lalu pilih Laporkan. </p>



<p>Fungsi ini juga bisa digunakan secara langsung di setiap konten yang ingin dilaporkan dengan klik ikon tiga titik di bagian atas konten dan pilih Laporkan. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari kejahatan siber yang saat ini masih marak di internet.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
