<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keterampilan ai &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/keterampilan-ai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Sep 2026 09:23:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>keterampilan ai &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Microsoft Elevate Dorong Dampak Nyata untuk Talenta Indonesia</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/09/17/microsoft-elevate-dorong-dampak-nyata-untuk-talenta-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 09:23:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan ai]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft elevate]]></category>
		<category><![CDATA[talenta indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31737</guid>

					<description><![CDATA[Microsoft Elevate hadir sebagai inisiatif pelatihan AI yang memberdayakan talenta untuk mendorong inovasi yang berpusat pada manusia. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ketika AI mulai menjadi fondasi baru pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa, kesiapan talenta menjadi kunci untuk mengubah potensi teknologi masa kini menjadi nilai nyata. </p>



<p>Guna mengimbangi pesatnya perkembangan AI dengan kesiapan talenta, Microsoft Elevate hadir sebagai inisiatif pelatihan AI yang memberdayakan talenta untuk mendorong inovasi yang berpusat pada manusia. </p>



<p>Lewat semangat <strong>“Bergerak, hadirkan dampak,”</strong> inisiatif ini telah membekali lebih dari 2,4 juta talenta di seluruh penjuru Indonesiadan memberikan 1,5 juta lebih kredensial dalam dua tahun perjalanannya. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-1024x576.png" alt="" class="wp-image-31739" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-1-Microsoft-Elevate.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Tidak berhenti sampai di situ, sebanyak lebih dari 2,5 juta orang turut merasakan manfaatnya lewat keterampilan dan inovasi yang disebarluaskan oleh para peserta kepada komunitas dan lingkungan di sekitar mereka. </p>



<p>Meluasnya dampak terwujud berkat kolaborasi lintas sektor. Di sektor pendidikan, Microsoft Elevate mendorong peningkatan kualitas pembelajaran dan penerapan AI untuk memecahkan persoalan nyata. </p>



<p>Bagi pemberdayaan komunitas, keterampilan AI yang diberikan membuka akses yang lebih inklusif terhadap produktivitas dan peluang ekonomi kreatif. Sementara di sektor kebijakan publik, pembekalan AI memperkuat layanan dan pengambilan keputusan berbasis data serta tata kelola yang bertanggung jawab.</p>



<p>Kebutuhan untuk memperluas keterampilan ini semakin penting seiring AI mengubah cara masyarakat Indonesia bekerja. Baru-baru ini, Microsoft Work Trend Index <em>2026</em> menunjukkan 33% pekerja Indonesia telah menjadi Frontier Professionals.</p>



<p>Sementara, 72% pengguna AI di Indonesia mengaku kini mampu menghasilkan pekerjaan yang belum dapat mereka lakukan setahun sebelumnya. Temuan tersebut semakin menegaskan pentingnya memastikan kemajuan adopsi AI berjalan seiring dengan akses terhadap keterampilan yang semakin luas dan inklusif.</p>



<p>“Selain bangga karena mampu membekali 2,4 juta talenta, kami juga bersyukur karena di dalamnya termasuk guru madrasah di 38 provinsi, teman-teman disabilitas, hingga aparatur sipil negara di berbagai daerah,&#8221; ujar  Gunawan Susanto, Managing Director, Microsoft Indonesia.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa bagi Microsoft, kesiapan AI hanya akan bermakna jika aksesnya merata. Karena itu, komitmen kami tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi juga memastikan setiap talenta punya kesempatan yang sama untuk ikut membangun masa depan Indonesia di era AI.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Mengubah Wajah Pendidikan hingga ke Pesantren</strong></h4>



<p>Bersama para mitra, Microsoft berperan memperkuat kapasitas pendidik dan pelajar agar AI benar-benar menjadi bagian dari proses belajar, mengajar, dan berkarya. Hasilnya terlihat dari meningkatnya kompetensi guru hingga tumbuhnya berbagai inovasi pembelajaran.</p>



<ul>
<li>Melalui program AI Teaching Power, NUCare Global by LAZISNU telah membekali hampir 59 ribu pendidik dari lingkungan pesantren dan madrasah di 38 provinsi. Keterampilan yang mereka terapkan telah memberi manfaat kepada lebih dari 2,3 juta santri dan murid, sekaligus menjadi fondasi bagi Gerakan Pesantren Cakap AI untuk memperluas pemanfaatan AI.</li>



<li>Sebanyak lebih dari 112 ribu peserta berpartisipasi dalam program AILeap Nusantara yang dijalankan Fokus Target, 50 ribu di antaranya berhasil memperoleh kredensial Microsoft. Melalui pendekatan learning-to-creation, program ini mendorong peserta untuk mengubah keterampilan AI menjadi karya yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan mereka.</li>



<li>Menghadirkan pendekatan LEAPS (Learn, Explore, Amplify, Present, Shine), Alkademi telah melibatkan 85 ribu lebih guru dalam pelatihan AI sekaligus memperluas manfaat pembelajaran kepada hampir 65 ribu guru dan 2.734 siswa di 407 kota/kabupaten, mendorong lahirnya solusi berbasis AI dari puluhan tim sekolah di seluruh Indonesia.</li>



<li>Tak kalah menariknya, Biji-biji Initiiative berhasil menjangkau 200 ribu lebih pendidik dan melibatkan 2.359 master trainers yang membantu peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di tingkat dasar hingga menengah atas lewat program Microsoft Elevate: AI For Educators.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Memberdayakan Komunitas secara Inklusif</strong></h4>



<p>Menjangkau kelompok masyarakat yang lebih luas, berbagai inisiatif difokuskan pada pembukaan akses keterampilan AI yang tepat guna, mulai dari meningkatkan produktivitas dan kesiapan kerja, hingga memperluas peluang ekonomi yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat.</p>



<ul>
<li>Untuk memperkuat kesiapan talenta menghadapi dunia kerja, GreatNusa by BINUS University menjangkau lebih dari 50 ribu mahasiswa, profesional, pelaku UMKM, komunitas lokal, dan talenta muda melalui program AI Career Boost. Lebih dari 1.200 peserta juga berhasil meraih sertifikasi Azure AI Fundamentals (AI-900) berstandar global.</li>



<li>Melalui Microsoft Elevate Training Center, Dicoding telah menjangkau 45 ribu lebih peserta dari kalangan mahasiswa TI, fresh graduate,  profesional TI, hingga <em>technopreuner</em>. Lebih dari 35 ribu diantaranya berhasil memperoleh kredensial dari pelatihan.</li>



<li>Sementara itu, program EQUAL yang diinisiasi <strong>Alunjiva Indonesia</strong> turut memperluas akses pembelajaran AI yang inklusif bagi lebih dari 112 ribu orang yang terdiri dari kaum perempuan, kalangan muda, kelompok masyarakat rentan, termasuk diantaranya lebih dari 8.600 penyandang disabilitas.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Memperkuat Pelayanan Publik dan Arah Kebijakan AI</strong></h4>



<p>Dalam upaya mempercepat transformasi layanan publik berbasis digital, Microsoft Elevate turut berkontribusi dalam penguatan kapasitas aparatur sipil negara sekaligus membuka ruang dialog berkelanjutan untuk merumuskan tata kelola serta regulasi AI yang relevan dengan kebutuhan Indonesia.</p>



<ul>
<li>Melalui kolaborasi dengan lebih dari 100 mitra dan 30 lembaga pemerintahan di tingkat pusat maupun daerah, BINAR telah memberikan pelatihan kepada 145 ribu lebih pembelajar AI di seluruh Indonesia melalui program GARUDA AI. Tujuannya adalah memperkuat keterampilan ASN menghadirkan layanan publik yang lebih adaptif dan cepat tanggap.</li>



<li>Di tengah penyusunan regulasi AI nasional, AMANA Solutions bersama Kementerian Ekonomi Kreatif melibatkan lebih dari 10 kementerian dan lembaga serta 60 pemangku kepentingan untuk membangun dialog berkelanjutan tentang tata kelola AI di industri kreatif. Inisiatif ini berfokus pada perlindungan kontribusi manusia, transparansi pemanfaatan AI, serta hak atas identitas digital.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Dampak Nyata bagi Sekitar, dari Lingkungan hingga Kebijakan Publik</strong></h4>



<p>Di balik capaian besar ini, ada peran talenta muda inspiratif yang memperlihatkan bagaimana keterampilan AI benar-benar mengubah cara orang berkarya dan memberdayakan sesama. Mereka adalah penggerak perubahan yang membuat kehadiran teknologi jadi lebih bermakna.</p>



<p>Menggali keterampilan melalui Microsoft Elevate Training Center yang diinisiasi Dicoding, <a href="https://news.microsoft.com/source/asia/2026/08/03/saat-akses-membuka-peluang-kisah-dua-talenta-muda-menapaki-karier-digital-lewat-ai-dan-cloud/?lang=id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Muhammad Yusuf Fadhel Marwiji</a>, atau biasa disapa Ucup, dari Makassar dan <a href="https://news.microsoft.com/source/asia/2026/08/03/saat-akses-membuka-peluang-kisah-dua-talenta-muda-menapaki-karier-digital-lewat-ai-dan-cloud/?lang=id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Emejleano Rusmin Nggepo</a><strong>, </strong>atau yang akrab disapaLano, dari Kabupaten Tangerang, mengasah keterampilan AI dan cloud untuk membuka peluang baru. </p>



<p>Berbekal latar belakang kehutanan, Yusuf memanfaatkan machine learning untuk membantu memetakan risiko banjir. Sementara Lano, seorang mahasiswa Informatika, berhasil mengatasi keterbatasan perangkat dengan cloud dan AI hingga menciptakan aplikasi yang membantu penyandang tunanetra mengenali objek di sekitarnya.</p>



<p>“Manfaat pelatihan AI akan semakin besar ketika keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan nyata di sekitar kita,&#8221; ujar ujar Narenda Wicaksono – CEO Dicoding Indonesia.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa melalui kolaborasi Microsoft Elevate, Dicoding melihat bagaimana talenta dari berbagai daerah dan latar belakang tidak hanya meningkatkan kompetensinya, tetapi juga mulai menciptakan solusi dan membuka peluang baru bagi komunitasnya. </p>



<p>&#8220;Pengalaman yang diterima oleh Yusuf dan Lano menunjukkan bahwa akses terhadap keterampilan yang relevan tentunya dapat mengubah potensi menjadi dampak nyata,” tambah Narenda.</p>



<p>Semangat inovasi yang sama juga tercermin di sektor kebijakan publik. Seorang legal analyst yang pernah sebagai sebagai tim ahli di DPRD Provinsi Sumatera Utara, yang bernama <a href="https://news.microsoft.com/source/asia/2026/06/23/dari-ruang-kebijakan-hingga-lapangan-pemanfaatan-ai-untuk-mendukung-analisis-kebijakan-dan-peningkatan-kapasitas-sektor-publik/?lang=id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Syaravina Lubis</a> memanfaatkan Microsoft Copilot.</p>



<p>Ia memanfaatkan Microsoft Copilot untuk mempercepat analisis kebijakan hingga mengembangkan tools berbasis AI untuk memetakan kesenjangan regulasi dan kebutuhan implementasi. </p>



<p>Pada praktik lainnya, <a href="https://news.microsoft.com/source/asia/2026/06/23/dari-ruang-kebijakan-hingga-lapangan-pemanfaatan-ai-untuk-mendukung-analisis-kebijakan-dan-peningkatan-kapasitas-sektor-publik/?lang=id" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Janu Dwi Kristianto</a>, melalui pekerjaannya di Kementerian Kelautan dan Perikanan, menggunakan AI untuk menyederhanakan analisis risiko dan materi teknis agar lebih mudah diterapkan oleh praktisi perikanan di lapangan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-31738" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-1024x576.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-300x169.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-768x432.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-1536x864.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-2048x1152.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-370x208.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-270x152.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-570x321.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Foto-2-Talenta-AI-Microsoft-Elevate-740x416.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Dampak yang Membawa Perubahan</strong></h4>



<p>Perjalanan Microsoft Elevate menunjukkan bahwa dampak AI sesungguhnya tercipta ketika sebuah keterampilan bisa mengubah menjadi solusi, dan solusi membawa kemajuan bagi lebih banyak orang.</p>



<p>Dari ruang kelas pesantren hingga ruang kebijakan publik, kolaborasi Microsoft bersama para mitra akan terus memperluas akses terhadap keterampilan AI dan membekali lebih banyak lapisan masyarakat agar siap memanfaatkan AI secara produktif, dan bertanggung jawab.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Samsung Asah Keterampilan AI Para Peserta SFT 2024</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/08/24/samsung-asah-keterampilan-ai-para-peserta-sft-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Aug 2024 03:58:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan ai]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[sft 2024]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=10991</guid>

					<description><![CDATA[Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2024 memfasilitasi 237 peserta semifinal mengikuti kelas AI agar dapat berinovasi dan menggunakan AI yang beretika.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Samsung memfasilitasi generasi muda Indonesia melalui pembekalan pentingnya kemampuan AI alias kecerdasan buatan bagi kalangan pelajar dan mahasiswa, akan adopsi inovasi dan penggunaan AI yang bermanfaat. </p>



<p>Sepereti yang sudah kita sering dengar bersama bahwa potensi manfaat ekonomi dari teknologi AI cukup menjanjikan. Namun, itu bergantung pada keberhasilan mengatasi hambatan terbesar, yaitu kurangnya talenta yang memiliki keterampilan AI.</p>



<p>Survei mendapati bahwa 81% profesional IT merasa yakin mereka dapat mengintegrasikan AI ke dalam pekerjaan. Namun masalahnya, hanya 12% yang memiliki pengalaman yang terbilang signifikan bekerja dengan AI.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Photo-1-Babak-Semifinal-Samsung-Solve-for-Tomorrow-Sesi-Mentoring-dan-Kelas-AI-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-10992" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Photo-1-Babak-Semifinal-Samsung-Solve-for-Tomorrow-Sesi-Mentoring-dan-Kelas-AI-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Photo-1-Babak-Semifinal-Samsung-Solve-for-Tomorrow-Sesi-Mentoring-dan-Kelas-AI-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Photo-1-Babak-Semifinal-Samsung-Solve-for-Tomorrow-Sesi-Mentoring-dan-Kelas-AI-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Photo-1-Babak-Semifinal-Samsung-Solve-for-Tomorrow-Sesi-Mentoring-dan-Kelas-AI-1536x1024.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Photo-1-Babak-Semifinal-Samsung-Solve-for-Tomorrow-Sesi-Mentoring-dan-Kelas-AI-2048x1365.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Photo-1-Babak-Semifinal-Samsung-Solve-for-Tomorrow-Sesi-Mentoring-dan-Kelas-AI-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Photo-1-Babak-Semifinal-Samsung-Solve-for-Tomorrow-Sesi-Mentoring-dan-Kelas-AI-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Photo-1-Babak-Semifinal-Samsung-Solve-for-Tomorrow-Sesi-Mentoring-dan-Kelas-AI-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/08/Photo-1-Babak-Semifinal-Samsung-Solve-for-Tomorrow-Sesi-Mentoring-dan-Kelas-AI-740x493.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Studi lainnya mendapati sebanyak 90% siswa dan 72% pekerja di Asia Tenggara telah menggunakan AI dan merasakan manfaatnya. Mulai dari efisiensi pekerjaan, peningkatan kualitas kerja, dan inovasi ide baru. </p>



<p>Namun, lagi dan lagi ada hambatan utama yang harus dihadapi. Setidaknya, ada tiga hambatan utama dalam pengadopsian AI yaitu kurangnya pemahaman tentang teknologi AI, kurangnya talenta AI, dan kekhawatiran akan risiko AI. </p>



<p>Sementara itu, World Economic Forum dalam laporannya menyatakan, untuk mempersiapkan talenta AI dan mengatasi kekurangan tenaga kerja AI, maka pengajaran tentang AI harus ditekankan dalam pendidikan sejak dini. </p>



<p>Sistem pendidikan harus beradaptasi untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi ekonomi yang digerakkan oleh teknologi di masa depan dan untuk membantu siswa belajar bersama dengan teknologi AI yang sedang berkembang ini.</p>



<p>&#8220;AI menjadi teknologi yang membuat hidup kita menjadi lebih mudah, dan ini bisa mengubah cara kita beraktivitas sehari-hari,&#8221; kata Fikri Arif Wicaksana, Lead Mentor Extra Class AI program Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2024.</p>



<p>Ditambahkan oleh Fikri bahwa dengan melatih anak-anak muda Indonesia, AI bisa menjadi alat yang memberikan solusi setiap tantangan, memperbaiki kualitas hidup manusia, dan hal-hal yang bermanfaat lainnya. </p>



<p>Di sinilah peran Samsung Solve for Tomorrow sebagai platform yang memberikan pembelajaran sekaligus kompetisi STEM yang menyeluruh. Menurut Fikri, SFT adalah peluang bagus yang dapat<br>dimaksimalkan bagi anak muda Indonesia untuk mempelajari AI dan meraih kompetensi.</p>



<p>Melalui program ini, Samsung berupaya membina generasi pemikir inovatif untuk berkontribusi secara positif bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. Tujuan utamanya untuk menginspirasi dan memberdayakan generasi muda menjadi pemecah masalah (problem solving) dan inovator.</p>



<p>Lebih dari 600 tim (2.400 peserta) telah mendaftar untuk mengikuti SFT tahun ini, dan sebanyak 537 tim (2.148 peserta) memenuhi syarat untuk melanjutkan keikutsertaan mereka di SFT 2024 di babak penyisihan dan dapat mengikuti Workshop Design Thinking. </p>



<p>Sebanyak 40 tim dari masing-masing kategori peserta di semifinal akan dipilih sebanyak 15 tim dari masing-masing kategori oleh tim juri untuk masuk ke babak final. Program SFT yang kedua ini sudah memasuki babak semifinal.</p>



<p>SFT mengumumkan total 80 tim dengan 273 peserta, yang terdiri dari 40 tim dari kategori SMA, SMK, MA, dan 40 tim dari kategori mahasiswa D3, D4, dan S1, lolos ke babak semifinal, yang akan berlangsung pada 18 Agustus sampai 2 Oktober 2024.</p>



<p>Jumlah tim dan peserta semifinal tahun ini meningkat dua kali lipat dibandingkan SFT pertama tahun lalu. Tahun ini, 53% tim yang lolos ke semi final mengambil tema Lingkungan dan Keberlanjutan menjadi tema yang paling banyak diminati. </p>



<p>Sementara, 28% peserta memilih tema Kesehatan dan Kesejahteraan, dan 20% lainnya memilih Pendidikan dan Pembelajaran. 80 tim dengan ide-ide kreatif dan inovatif yang mengusung ketiga tema tersebut akan dipertajam bersama para mentor.</p>



<p>Tak hanya melibatkan mentor dari Samsung Electronics Indonesia, SFT 2024 juga menggandeng mentor dari Samsung R&amp;D Institute Indonesia dan partner operasional SFT 2024. Selanjutnya, ke-80 tim akan masuk ke kelas AI, di mana mereka akan diberikan materi AI for Designer.</p>



<p>Materi tambahan ini berfokus pada bagaimana mengoptimalkan desain prototipe untuk produk hardware dan software, untuk membantu siswa dalam menerapkan proyek berbasis AI. Tujuan dari kelas ini adalah untuk memperkaya pengetahuan mereka mengenai penerapan AI.</p>



<p>Seperti dijelaskan oleh Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship Samsung Electronics Indonesia bahwa kegunaan AI sudah dirasakan oleh banyak kalangan, termasuk di kalangan pelajar SMA setara dan mahasiswa, untuk memaksimalkan aktivitas dan pembelajaran mereka.</p>



<p>“Program SFT 2024 kami rancang untuk menjadi platform yang akan membekali para peserta tidak hanya keterampilan dalam mengimplementasikan AI dengan pendampingan dari pakar dan mentor, tapi juga membekali mereka dengan penggunaan AI yang beretika,&#8221; jelas Ennita.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
