<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>laporan strava &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/laporan-strava/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Dec 2025 09:52:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>laporan strava &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Strava Rilis Edisi ke-12 Laporan Year in Sport Trend</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/12/04/strava-rilis-edisi-ke-12-laporan-year-in-sport-trend/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2025 09:51:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[laporan strava]]></category>
		<category><![CDATA[sport trend]]></category>
		<category><![CDATA[strava]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=24792</guid>

					<description><![CDATA[Laporan tahunan Year In Sport: Trend juga mengungkap perlengkapan olahraga teratas tahun ini dan papan peringkat kota global terbaru.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Strava telah merilis edisi ke-12 laporan tahunan Year In Sport: Trend  (“Tahun Olahraga: Laporan Tren”). Laporan tersebut menyoroti pergeseran nyata di kalangan generasi muda dalam menjalin koneksi.</p>



<p>Mereka memilih menghabiskan lebih sedikit waktu di depan layar dan lebih banyak bergerak di dunia nyata. Ya, Gen Z mulai beralih dari kebiasaan pasif seperti scrolling di media sosial menuju kegiatan yang lebih aktif dan bergerak.</p>



<p>Laporan tahunan Year In Sport: Trend tersebut menganalisis miliaran aktivitas dari komunitas global Strava dan hasil survei terhadap lebih dari 30.000 responden (yang terdiri dari pengguna dan bukan pengguna Strava).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Strava-Laporan-Year-In-Sport-Trend-2025-Press-Asset-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-24793" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Strava-Laporan-Year-In-Sport-Trend-2025-Press-Asset-3-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Strava-Laporan-Year-In-Sport-Trend-2025-Press-Asset-3-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Strava-Laporan-Year-In-Sport-Trend-2025-Press-Asset-3-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Strava-Laporan-Year-In-Sport-Trend-2025-Press-Asset-3-1536x1024.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Strava-Laporan-Year-In-Sport-Trend-2025-Press-Asset-3-2048x1365.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Strava-Laporan-Year-In-Sport-Trend-2025-Press-Asset-3-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Strava-Laporan-Year-In-Sport-Trend-2025-Press-Asset-3-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Strava-Laporan-Year-In-Sport-Trend-2025-Press-Asset-3-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Strava-Laporan-Year-In-Sport-Trend-2025-Press-Asset-3-740x493.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sepanjang tahun 2025, Gen Z menunjukkan bagaimana mereka bergerak, berlari, dan berlomba di berbagai jarak. Mereka juga menemukan kebersamaan dan koneksi lewat klub lari, sementara angkat beban membantu mereka untuk tampil dan merasa lebih baik. </p>



<p>Mereka juga mengungkapkan prioritas yang kini berubah, yakni menempatkan aktivitas fisik sebagai hal utama, bahkan saat berlibur, serta mengalokasikan pengeluaran lebih banyak untuk kebutuhan kebugaran dibandingkan untuk kencan.</p>



<p>Pada 2025, pengguna Strava dari berbagai generasi memanfaatkan aplikasi ini untuk menjalin koneksi dan merayakan progres mereka, dengan total 14 miliar kudos dibagikan. Pengguna Strava juga terus menjelajahi dunia bersama.</p>



<p>“Lebih dari setengah Gen Z berencana untuk lebih sering menggunakan Strava pada 2026, sementara sebagian besar dari mereka menyatakan bahwa penggunaan Instagram dan TikTok akan tetap sama atau justru berkurang,” ujar Michael Martin, CEO Strava. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Kegiatan Lari Terus Mendominasi, Tren Jalan Kaki Semakin Menguat</strong></h4>



<p>Tahun 2025 mencatat lonjakan aktivitas lari dan race, terutama di kalangan Gen Z. Namun, generasi ini juga semakin menyeimbangkan rutinitasnya dengan berjalan kaki, latihan beban, dan beragam aktivitas lain.</p>



<ul>
<li><strong>Lari tetap menjadi olahraga paling populer di Strava, dengan partisipasi race yang meningkat</strong>. Dibanding Gen X, Gen Z 75% lebih sering menjadikan race atau event sebagai motivasi utama berolahraga.</li>



<li><strong>Pemula ikut bergabung dan mencatat rekor pribadi mereka</strong>. Data Runna menunjukkan mayoritas pengguna masih berada di level pelari pemula (26%) dan menengah (34%). Tahun ini, 86% dari mereka berhasil mencetak rekor personal terbaik.</li>



<li><strong>Latihan beban makin digemari Gen Z dan perempuan</strong>. Gen Z tercatat dua kali lebih mungkin daripada Gen X untuk menjadikan latihan beban sebagai olahraga utama. Tercatat, jumlah Gen Z yang berlatih angkat beban untuk membentuk tubuh 61% lebih banyak dibanding Gen X. Perempuan juga menunjukkan tren serupa. Dibanding laki-laki, para perempuan 21% lebih mungkin untuk merekam aktivitas Latihan Beban di Strava pada 2025.</li>



<li><strong>Ragam aktivitas semakin meluas</strong>. Lebih dari 54% pengguna Strava kini mencatat lebih dari satu jenis olahraga, termasuk berjalan kaki yang menempati posisi kedua sebagai aktivitas yang paling banyak direkam. Namun, memulai olahraga baru tetap menjadi tantangan tersendiri. Gen Z dua kali lebih berpeluang dibandingkan Gen X untuk merasa canggung saat mencoba olahraga baru, seperti, ski dan snowboarding.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Gen Z Menginvestasikan Waktu dan Uang untuk Berolahraga</strong></h4>



<p>Meski 65% Gen Z mengaku terdampak langsung oleh inflasi, mereka tetap meningkatkan pengeluaran untuk kebugaran sekaligus menemukan komunitas, koneksi, bahkan romansa di dalam prosesnya.</p>



<ul>
<li><strong>30% Gen Z berencana meningkatkan pengeluaran untuk menjaga kebugaran pada 2026</strong>. Selain itu, 63% lebih tinggi Gen Z dibandingkan Gen X yang mengatakan bahwa perangkat wearable adalah investasi kebugaran terbesar di 2025.</li>



<li><strong>Prioritas Gen Z soal kencan (dan pengeluaran) sangat jelas</strong>. Sebanyak 64% lebih memilih mengalokasikan uang untuk membeli perlengkapan olahraga dibanding untuk berkencan, dan 39% lebih tinggi Gen Z dibandingkan Gen X yang melakukannya untuk bertemu orang dengan minat serupa. Saat ditanya mengenai aktivitas olahraga untuk  kencan pertama, 46% responden menjawab “boleh banget”, sementara 31% memilih “tidak sama sekali”.</li>



<li><strong>Jumlah Klub baru di Strava hampir naik empat kali lipat pada 2025, sehingga totalnya mencapai 1 juta klub</strong>. Klub <em>hiking</em> tumbuh paling pesat (5,8x), disusul klub lari (3,5x). Aktivitas yang diorganisir klub juga naik 1,5x dari tahun sebelumnya, memperkuat peralihan komunitas daring ke pertemuan langsung.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Perjalanan Aktif, Dekat maupun Jauh</strong></h4>



<p>Perjalanan internasional menurun, eksplorasi di sekitar rumah justru meningkat, dan Gen Z tetap konsisten berolahraga di mana pun mereka berada.</p>



<ul>
<li><strong>Bagi Gen Z, olahraga saat liburan bukanlah pilihan, melainkan bagian dari perjalanan</strong>. Sebanyak 23% lebih tinggi Gen Z dibandingkan Gen X yang menganggap aktivitas fisik saat liburan adalah hal yang wajib. Saat ditanya mengenai filosofi olahraga liburan yang paling populer, 30% responden menjawab “lari, berjemur dan ngemil”.</li>



<li><strong>Mereka yang aktif cenderung memilih destinasi liburan di dekat rumah</strong>. Para responden 22% lebih mungkin memilih liburan domestik dibanding internasional pada 2025, kecuali wisatawan Inggris dan Jerman yang tetap mengejar petualangan di luar negeri.</li>



<li><strong>Alasan utama bepergian adalah mengejar salju dan puncak gunung</strong>. Para responden paling sering melakukan perjalanan untuk olahraga musim dingin (65%), disusul hiking (58%) dan olahraga air (48%).</li>
</ul>



<p><strong>Tahun perlengkapan olahraga (bersama AI)</strong></p>



<p>Dari sepatu lari hingga perangkat wearable, setiap kategori perlengkapan olahraga memiliki produk yang menonjol di 2025. Tahun ini, lebih banyak pengguna merekam latihan mereka melalui smartphone.</p>



<p>Sementara sepatu lari yang berbeda merebut posisi nomor satu untuk pertama kalinya. Teknologi juga membantu atlet berlatih lebih cerdas di seluruh penjuru dunia, dengan Strava dan Runna memanfaatkan AI untuk meningkatkan performa. </p>



<p>Fitur Routes berbasis komunitas Strava, yang menganalisis data rute populer untuk memberikan rekomendasi terpersonalisasi, terbukti sangat diminati, dengan rute baru muncul setiap 19 detik sepanjang tahun.</p>



<ul>
<li><strong>AI membantu kita bergerak, tapi tetap kita yang paling mengenal tubuh sendiri</strong>. Sebanyak 46% responden menggunakan AI sebagai pelatih cerdas untuk berolahraga, dengan Gen Z lebih aktif memanfaatkannya dibanding generasi lain. Strava dan Runna memimpin tren ini melalui fitur Workout Insights (Runna) dan Athlete Intelligence (Strava).</li>



<li><strong>Jumat menjadi hari ideal untuk pemulihan</strong>. Tahun ini, pengguna Runna yang berlatih maraton paling sering memilih empat sesi lari per minggu. Jumat tercatat sebagai hari paling sedikit aktivitas di Strava, cocok untuk istirahat atau aktivitas ringan seperti stretching dan jalan kaki.</li>



<li><strong>Dari semua perangkat, smartphone  tetap jadi yang paling banyak digunakan untuk merekam kegiatan olahraga</strong>. Tahun ini, 72% pengguna mencatat aktivitas latihan melalui aplikasi Strava. Garmin berada di peringkat kedua, diikuti Apple Health di peringkat ketiga.</li>



<li><strong>Apple Watch menjadi yang #1 di kategori jam tangan</strong>, dengan COROS menunjukkan peningkatan popularitas yang signifikan. Perangkat <em>wearable</em> selain jam tangan, seperti Oura dan WHOOP, juga berkembang pesat.</li>



<li><strong>ASICS Novablast menempati posisi pertama sebagai sepatu lari terpopuler</strong>, diikuti Nike Pegasus di peringkat kedua dan HOKA Clifton di peringkat ketiga.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Kota vs. Kota: Peringkat 2025</strong></h4>



<p>Dari kota metropolitan yang serba cepat hingga kota di mana komunitas menjadi yang terpenting, data global Strava telah mengungkap sejumlah kota yang mendominasi papan peringkat di 2025. </p>



<p>Uri, dan Swiss, mampu mencuri perhatian para pengguna sehingga merebut posisi teratas sebagai lokasi paling Instagramable, dengan 42% aktivitas menyertakan foto. Cuaca sama sekali tak menghalangi pengguna Strava yang berdedikasi. </p>



<p>Sementara, di Kepulauan Riau, Indonesia, mereka tetap aktif meski panas terik. Di Greater Reykjavík, Islandia, aktivitas para pengguna untuk bergerak terus berlangsung di tengah suhu yang sangat dingin.</p>



<ul>
<li><strong>Sulawesi Utara jadi wilayah paling aktif di Indonesia</strong> dengan median langkah harian terbanyak secara nasional (5.392 langkah), disusul Banten (5.342) dan Sulawesi Selatan (5.308) yang juga menunjukkan tingkat aktivitas harian yang tinggi.</li>



<li><strong>Gaya Berjalan di Indonesia: Kecepatan vs Jarak jauh</strong>. Sulawesi Tenggara memimpin sebagai wilayah dengan pejalan kaki tercepat di Indonesia dengan pace rata-rata 00.12.37/km, disusul Sulawesi Utara (00.12.44/km) dan Sumatera Selatan (00.12.48/km). Namun, soal jangkauan, Nusa Tenggara Timur jadi juara dengan jarak rata-rata 3,9 km per sesi, disusul oleh Gorontalo (3,7 km) dan Sulawesi Tengah (3,6 km). Walau masyarakat di setiap wilayah punya ritmenya masing-masing, mereka tetap kompak untuk sama-sama aktif bergerak.</li>



<li><strong>Secara global, Copenhagen merebut gelar area metro tercepat </strong>dengan kecepatan lari rata-rata mencapai 8:52 menit per mil, sementara pengguna di Afrika Selatan dan Kolombia paling sering berlari dalam kelompok (18,5%). Data kota-kota global juga menunjukkan perbedaan mencolok dalam waktu latihan: Yogyakarta, Indonesia, memiliki paling banyak pengguna yang bergerak di pagi hari, dengan 55,4% aktivitas dilakukan antara pukul 4–7 pagi. Sementara itu, Seoul, Korea Selatan, menjadi kota dengan pengguna yang paling banyak bergerak di malam hari, dengan 11% aktivitas setelah pukul 9 malam.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Laporan Tengah Tahun Year in Sport yang Telah Dirilis Strava</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/08/27/ini-laporan-tengah-tahun-year-in-sport-yang-telah-dirilis-strava/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2025 05:50:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[laporan strava]]></category>
		<category><![CDATA[strava]]></category>
		<category><![CDATA[year in sport]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=21926</guid>

					<description><![CDATA[Strava telah memberikan gambaran sekilas tentang tren Year In Sport, untuk menjaga momentum demi hasil akhir yang memuaskan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Strava telah merilis temuan tengah tahun dari Year in Sport Trend Report (Laporan Tren Tahunan Olahraga). Data tersebut mengungkap bagaimana para pengguna memantau kegiatan olahraga untuk mencapai target mereka di 2025.</p>



<p>Strava, sebagai komunitas terbesar di dunia untuk bergerak aktif, mengungkap temuan yang terbilamng unik, yakni tentang cara pengguna untuk tetap aktif dan bagaimana rutinitas kebugaran mereka terus berkembang.</p>



<p>Laporan Tren Tahunan Olahraga ini merangkum 50 jenis olahraga dan data aktivitas dari seluruh dunia untuk menggambarkan beragam cara kebugaran membentuk kehidupan di berbagai negara. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="682" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/STRAVA-1024x682.webp" alt="" class="wp-image-19497" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/STRAVA-1024x682.webp 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/STRAVA-300x200.webp 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/STRAVA-768x511.webp 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/STRAVA-1536x1023.webp 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/STRAVA-370x246.webp 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/STRAVA-270x180.webp 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/STRAVA-570x380.webp 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/STRAVA-740x493.webp 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/STRAVA.webp 1700w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Pengguna berlangganan juga menerima rangkuman Tahunan Olahraga yang dipersonalisasi setiap bulan Desember yang menyoroti kemajuan dan pencapaian kebugaran mereka sepanjang tahun.</p>



<p>Dengan lima bulan tersisa di tahun 2025, 41% pelanggan Strava saat ini masih berada di jalur yang tepat dalam mencapai target tahunan mereka. Pesepeda saat ini memimpin dengan rata-rata kemajuan 53%, sementara, pelari berada di posisi kedua dengan 51%. </p>



<p>Mulai dari bergabung dengan klub yang memiliki semangat sama, memantau perlengkapan olahraga, hingga menemukan motivasi melalui persaingan sehat dengan diri sendiri atau juga dengan orang lain, data Strava mengungkapkan apa saja yang dibutuhkan para atlet.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Klub dan Komunitas yang Menjaga Konsistensi</strong></h3>



<p>Temuan Strava sebelumnya menunjukkan, 55% atlet Gen Z menyebutkan bahwa koneksi sosial menjadi alasan utama mereka bergabung ke dalam grup kebugaran. Data ini membuktikan bahwa atlet muda tak hanya terdorong oleh sensasi di setiap latihan, tetapi juga kebersamaan dari sebuah komunitas. </p>



<p>Bergabung dengan klub kebugaran tidak hanya bermanfaat untuk memperluas koneksi, tetapi juga membantu pengguna tetap konsisten mencapai target. Dengan lebih dari 1 juta klub di Strava seperti <a href="https://www.strava.com/clubs/stravarunnersindonesia?share_sig=BEDFDD691756200082&amp;_branch_match_id=1454038160924097782&amp;_branch_referrer=H4sIAAAAAAAAA8soKSkottLXLy4pSixL1EssKNDLyczL1vcKzioy9wuOsAhLsq8rSk1LLSrKzEuPTyrKLy9OLbJ1zijKz00FAKm0ke09AAAA" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Strava Runners Indonesia,</a> <a href="https://www.strava.com/clubs/indonesiaberlari?share_sig=B83CBC631756200097&amp;_branch_match_id=1454038160924097782&amp;_branch_referrer=H4sIAAAAAAAAA8soKSkottLXLy4pSixL1EssKNDLyczL1q9wTUkuDw2JsAhLsq8rSk1LLSrKzEuPTyrKLy9OLbJ1zijKz00FAC21SHA9AAAA" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Indonesia Berlari</a>, atau <a href="https://www.strava.com/clubs/she-runs?share_sig=D267030C1756200152&amp;_branch_match_id=1454038160924097782&amp;_branch_referrer=H4sIAAAAAAAAA8soKSkottLXLy4pSixL1EssKNDLyczL1o%2BwMEs1D4mIsAhLsq8rSk1LLSrKzEuPTyrKLy9OLbJ1zijKz00FAENqc%2Fo9AAAA" target="_blank" rel="noreferrer noopener">She-Runs</a>, pengguna bisa menemukan komunitas apa pun untuk berbagi motivasi, sesuai yang kamu cari.</p>



<ul>
<li><strong>Komunitas klub lari meningkat: </strong>Di Indonesia, jumlah klub lari baru di Strava tumbuh 5,8 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.</li>



<li><strong>Tandai kalender: </strong>Bagi yang mencari waktu yang tepat untuk berlari bersama teman-teman dan mencapai target, kamu bisa menandai kalender pukul 09.00 pada hari Sabtu atau pukul 18.00 pada hari Selasa untuk berlari bersama pelari lain di jam-jam terpopuler untuk mencatat jarak tempuh tahun ini.</li>



<li><strong>Komunitas mendapat lebih banyak Kudos: </strong>Kalau belum berbagi di Strava, kamu belum latihan. Tetap aktif bersama komunitas tidak hanya baik untuk konsistensi, tetapi juga bagus untuk motivasi virtual. Aktivitas berkelompok mendapat apresiasi dua kali lipat lebih besar daripada petualangan solo.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Memantau Langkah Menuju Kesuksesan</strong></h3>



<p>Konsistensi tidak hanya tentang kehadiran fisik, tetapi juga tentang melacak detail yang terakumulasi seiring waktu. Baik itu mencatat latihan, memonitor jumlah langkah, atau memantau perlengkapan olahraga, data Strava menunjukkan bagaimana para atlet tetap bertanggung jawab dan membangun kebiasaan sehat.</p>



<ul>
<li><strong>Langkah yang berarti: </strong>Penelitian terbaru menunjukkan, 7.000 langkah sehari mendukung kesehatan secara keseluruhan. Di Strava, rata-rata kegiatan berjalan kaki tercatat mencapai hampir 4.000 langkah (3 km) sementara rata-rata berlari menambahkan sekitar 6.300 langkah (6 km).</li>



<li><strong>Gen Z menggunakan Apple: </strong>Atlet muda jauh lebih sering mengunggah aktivitas dengan Apple Watch dibanding Milenial atau generasi lain yang lebih tua.</li>



<li><strong><em>Sneakers</em></strong><strong> untuk kesuksesan:</strong> Pelacakan perlengkapan olahraga di Strava memudahkan pengguna untuk mengetahui kapan saatnya mengganti sepatu. Secara global, Asics adalah merek sepatu yang paling banyak dicatat sepanjang tahun ini, diikuti oleh Nike dan Hoka. Asics juga menempati posisi teratas di Indonesia, diikuti oleh Adidas dan merek lokal favorit, Ortuseight.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Jiwa Kompetitif sebagai Motivasi Pamungkas</strong></h3>



<p>Kompetisi mendorong kemajuan. Para atlet Strava pun membuktikan bahwa sedikit persaingan dengan orang lain (atau diri sendiri) sangat bermanfaat. Mulai dari mencetak rekor pribadi baru hingga mendorong batas target tahunan, data Strava menunjukkan para atlet memanfaatkan kompetisi untuk mengakhiri tahun dengan gemilang.</p>



<ul>
<li><strong>Pertarungan antar generasi:</strong> 66% pelari dan pesepeda di Strava telah mencapai rekor pribadi baru di berbagai segmen tahun ini, tetapi Gen Z masih perlu lebih berusaha keras untuk mengalahkan rekan-rekan mereka yang lebih tua. 58% generasi Baby Boomer telah mencapai rekor pribadi dalam suatu segmen kegiatan yang dilakukan, sementara hanya 36% Gen Z yang mencapainya.</li>



<li><strong>Peningkatan rekor pribadi:</strong> Dengan musim maraton yang semakin dekat, 42% pelari tahun ini telah mencatatkan waktu terbaik pribadi untuk jarak 5k, 10k, 21k, atau <em>full marathon</em>. Bagi yang ingin memiliki target baru sebelum akhir tahun, hanya 32% dari pelari 10k tahun ini yang telah mencapai rekor pribadi untuk jarak tersebut, jadi kamu masih punya waktu untuk menghadapi tantangan baru. </li>



<li><strong>Menutup kesenjangan tujuan: </strong>Untuk mencapai tujuan jarak tempuh paling populer tahun ini, pesepeda yang mengejar jarak tempuh 5.000 km, tujuan jarak tempuh bersepeda paling populer, hanya perlu menempuh jarak  67 km setiap bulan untuk mencapai target. Sementara itu, pelari yang menargetkan jarak tempuh 1.000 km, tujuan jarak tempuh lari paling populer, hanya perlu menempuh jarak 17,4 km setiap bulannya untuk mencapai target.</li>
</ul>



<p>Momentum menuju akhir tahun semakin menguat seiring para atlet Strava mengejar target 2025. Baik itu klub lari, pencapaian pribadi, komunitas ataupun kompetisi, semua itu mendukung para atlet meraih target mereka. </p>



<p>Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menemukan komunitasmu dan melacak progresmu di Strava agar pencapaian terbaikmu dapat dirangkum pada Desember tahun ini di dalam laporan Year In Sport dari Strava.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laporan Strava: Olahraga Bukan Lagi Burning Out</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/12/08/laporan-strava-olahraga-bukan-lagi-burning-out/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Dec 2024 10:13:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi strava]]></category>
		<category><![CDATA[laporan strava]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga lari]]></category>
		<category><![CDATA[strava]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=14474</guid>

					<description><![CDATA[Strava berhasil menghimpun miliaran data dari aktivitas lebih dari 135 juta pengguna di 190 negara secara global, termasuk Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; <a href="https://www.strava.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Strava</a> baru saja merilis laporan tahunan “Year In Sport: Trend Report” (“Tahun Olahraga: Laporan Tren”) yang mengungkap berbagai tren yang membentuk perilaku dalam berolahraga secara global pada 2024.</p>



<p>Strava menyusun laporannya dengan menghimpun miliaran data aktivitas dari komunitas globalnya. Tercatat, laporan ini menghimpun lebih dari 135 juta orang di lebih dari 190 negara, termasuk Indonesia. </p>



<p>Tak hanya itu, Strava juga merangkum masukan dari survei global yang melibatkan lebih dari 5.000 orang dengan gaya hidup aktif secara acak, baik di dalam maupun di luar basis penggunanya.</p>



<p>Terungkap bagaimana orang-orang di seluruh dunia memprioritaskan rutinitas yang seimbang ketimbang hanya memaksakan diri dalam menjaga kebugaran holistik. Mereka juga semakin terdorong untuk bersosialisasi dalam berolahraga.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="640" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-1-Strava-menghimpun-miliaran-data-dari-aktivitas-lebih-dari-135-juta-pengguna-di-190-negara-secara-global-1024x640.png" alt="" class="wp-image-14480" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-1-Strava-menghimpun-miliaran-data-dari-aktivitas-lebih-dari-135-juta-pengguna-di-190-negara-secara-global-1024x640.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-1-Strava-menghimpun-miliaran-data-dari-aktivitas-lebih-dari-135-juta-pengguna-di-190-negara-secara-global-300x188.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-1-Strava-menghimpun-miliaran-data-dari-aktivitas-lebih-dari-135-juta-pengguna-di-190-negara-secara-global-768x480.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-1-Strava-menghimpun-miliaran-data-dari-aktivitas-lebih-dari-135-juta-pengguna-di-190-negara-secara-global-1536x960.png 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-1-Strava-menghimpun-miliaran-data-dari-aktivitas-lebih-dari-135-juta-pengguna-di-190-negara-secara-global-370x231.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-1-Strava-menghimpun-miliaran-data-dari-aktivitas-lebih-dari-135-juta-pengguna-di-190-negara-secara-global-270x169.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-1-Strava-menghimpun-miliaran-data-dari-aktivitas-lebih-dari-135-juta-pengguna-di-190-negara-secara-global-570x356.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-1-Strava-menghimpun-miliaran-data-dari-aktivitas-lebih-dari-135-juta-pengguna-di-190-negara-secara-global-740x463.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-1-Strava-menghimpun-miliaran-data-dari-aktivitas-lebih-dari-135-juta-pengguna-di-190-negara-secara-global.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Selamat Tinggal Lelah. Selamat Datang Keseimbangan</strong></h3>



<p>Di 2024, persepsi tentang gaya hidup aktif mengalami pergeseran. Orang-orang lebih mengutamakan keseimbangan daripada kelelahan dengan memprioritaskan olahraga singkat dan hari istirahat dalam latihan maraton.</p>



<p>Masa-masa di mana orang-orang mendorong diri terlalu keras, telah digantikan oleh pandangan yang lebih berkelanjutan dalam berolahraga. Ini membantu mereka untuk tetap aktif dalam jangka panjang sambil tetap mengutamakan kesehatan mental dan istirahat.</p>



<ul>
<li><strong>Olahraga yang lebih singkat semakin diminati:</strong> Secara global, lebih dari 20% dari semua aktivitas fisik adalah olahraga mikro (di bawah 20 menit), yang membantu orang mempertahankan rutinitas yang berkelanjutan</li>



<li><strong>Istirahat menjadi prioritas:</strong> Para pelari yang berlatih untuk marathon menambahkan lebih banyak hari istirahat dan pemulihan aktif ke dalam jadwal mereka, dengan 51% hari dalam 16 minggu sebelum lomba adalah hari istirahat. Tren serupa juga terjadi di Indonesia, dengan persentase mencapai 42%.</li>



<li><strong>Manfaat berhenti untuk bersosialisasi:</strong> Olahraga dalam grup besar di seluruh dunia meningkat 13%, dengan waktu istirahat 3x lebih banyak daripada mereka yang beraktivitas sendiri. Temuan ini mencerminkan waktu berhenti yang digunakan untuk <em>ngopi</em> atau mengobrol di tengah latihan.</li>
</ul>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="640" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-2-Tahun-ini-terdapat-peningkatan-dalam-olahraga-mikro-dan-waktu-pemulihan-atau-istirahat-yang-menjadi-prioritas-1024x640.png" alt="" class="wp-image-14479" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-2-Tahun-ini-terdapat-peningkatan-dalam-olahraga-mikro-dan-waktu-pemulihan-atau-istirahat-yang-menjadi-prioritas-1024x640.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-2-Tahun-ini-terdapat-peningkatan-dalam-olahraga-mikro-dan-waktu-pemulihan-atau-istirahat-yang-menjadi-prioritas-300x188.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-2-Tahun-ini-terdapat-peningkatan-dalam-olahraga-mikro-dan-waktu-pemulihan-atau-istirahat-yang-menjadi-prioritas-768x480.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-2-Tahun-ini-terdapat-peningkatan-dalam-olahraga-mikro-dan-waktu-pemulihan-atau-istirahat-yang-menjadi-prioritas-1536x960.png 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-2-Tahun-ini-terdapat-peningkatan-dalam-olahraga-mikro-dan-waktu-pemulihan-atau-istirahat-yang-menjadi-prioritas-370x231.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-2-Tahun-ini-terdapat-peningkatan-dalam-olahraga-mikro-dan-waktu-pemulihan-atau-istirahat-yang-menjadi-prioritas-270x169.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-2-Tahun-ini-terdapat-peningkatan-dalam-olahraga-mikro-dan-waktu-pemulihan-atau-istirahat-yang-menjadi-prioritas-570x356.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-2-Tahun-ini-terdapat-peningkatan-dalam-olahraga-mikro-dan-waktu-pemulihan-atau-istirahat-yang-menjadi-prioritas-740x463.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-2-Tahun-ini-terdapat-peningkatan-dalam-olahraga-mikro-dan-waktu-pemulihan-atau-istirahat-yang-menjadi-prioritas.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Strava juga mengungkapkan bahwa fokus pada keseimbangan tidak menghambat progres olahraga, dengan 72% target lari pada 2024 tetap tercapai, dan 77% target bersepeda. Strava juga mencatat peningkatan jumlah marathon, ultra-marathon, dan century ride sebesar 9% di tahun ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Klub Lari adalah Tempat Ketemuan Baru</strong></h3>



<p>Laporan Strava juga menunjukkan adanya peningkatan minat yang begitu besar terhadap klub lari dan aktivitas grup untuk bersosialisasi, yang terungkap sebagai pendorong utama banyak orang untuk berolahraga.</p>



<ul>
<li><strong>Aktivitas grup berkembang pesat:</strong> Partisipasi dalam klub lari di seluruh dunia pada 2024 naik 59%. Di Indonesia, jumlahnya meningkat hingga 83%.</li>



<li><strong>Menjaga kebugaran dengan pertemanan:</strong> 58% responden mengatakan mereka mendapat teman baru lewat grup-grup olahraga. Selain itu, hampir 1 dari 5 Gen Z pernah berkencan dengan seseorang yang mereka temui saat berolahraga dan memiliki keinginan 4 kali lebih besar untuk bertemu dengan orang lain saat berolahraga daripada di bar.</li>



<li><strong>Bersama lebih tangguh:</strong> Rata-rata jarak berlari, bersepeda, dan mendaki bersama grup berisi lebih dari 10 orang meningkat 40% dibandingkan mereka yang sendirian. Di Indonesia, terjadi peningkatan rata-rata yang lebih signifikan, hingga 95%.</li>
</ul>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="640" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-3-Lari-menjadi-olahraga-yang-makin-populer-dengan-peningkatan-jumlah-klub-olahraga-sebagai-tempat-bersosialisasi-dan-menjalin-pertemanan-1024x640.png" alt="" class="wp-image-14478" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-3-Lari-menjadi-olahraga-yang-makin-populer-dengan-peningkatan-jumlah-klub-olahraga-sebagai-tempat-bersosialisasi-dan-menjalin-pertemanan-1024x640.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-3-Lari-menjadi-olahraga-yang-makin-populer-dengan-peningkatan-jumlah-klub-olahraga-sebagai-tempat-bersosialisasi-dan-menjalin-pertemanan-300x188.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-3-Lari-menjadi-olahraga-yang-makin-populer-dengan-peningkatan-jumlah-klub-olahraga-sebagai-tempat-bersosialisasi-dan-menjalin-pertemanan-768x480.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-3-Lari-menjadi-olahraga-yang-makin-populer-dengan-peningkatan-jumlah-klub-olahraga-sebagai-tempat-bersosialisasi-dan-menjalin-pertemanan-1536x960.png 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-3-Lari-menjadi-olahraga-yang-makin-populer-dengan-peningkatan-jumlah-klub-olahraga-sebagai-tempat-bersosialisasi-dan-menjalin-pertemanan-370x231.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-3-Lari-menjadi-olahraga-yang-makin-populer-dengan-peningkatan-jumlah-klub-olahraga-sebagai-tempat-bersosialisasi-dan-menjalin-pertemanan-270x169.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-3-Lari-menjadi-olahraga-yang-makin-populer-dengan-peningkatan-jumlah-klub-olahraga-sebagai-tempat-bersosialisasi-dan-menjalin-pertemanan-570x356.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-3-Lari-menjadi-olahraga-yang-makin-populer-dengan-peningkatan-jumlah-klub-olahraga-sebagai-tempat-bersosialisasi-dan-menjalin-pertemanan-740x463.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-3-Lari-menjadi-olahraga-yang-makin-populer-dengan-peningkatan-jumlah-klub-olahraga-sebagai-tempat-bersosialisasi-dan-menjalin-pertemanan.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Penghalang Itu ada untuk Dilalui</strong></h3>



<p>Walau keseimbangan dan koneksi sosial menjadi prioritas, hal tersebut tak menghalangi orang-orang untuk mencapai tujuannya. Pada 2024, pengguna aktif Strava mampu melawan stigma dan stereotip di lingkungan sosial untuk memenuhi tujuan mereka dalam berolahraga.</p>



<ul>
<li><strong>Boomers menjadi yang terdepan:</strong> Secara global, Boomers dan Gen X mengungguli Milenial dan Gen Z dalam hal jarak tempuh serta titel King/Queen of the Mountain (KOM/QOM), termasuk di Indonesia.</li>



<li><strong>Wanita yang memimpin:</strong> Data global kami menunjukkan bahwa wanita 20% lebih mungkin untuk meraih mahkota di Strava pada 2024 daripada pria.</li>



<li><strong>Minat olahraga baru:</strong> Berdasarkan pernyataan responden kami di seluruh dunia, latihan beban adalah olahraga dengan pertumbuhan tercepat di kalangan wanita pada 2024 yang nampak dari peningkatan jumlah unggahan sebesar 25%. Peningkatan juga terjadi dalam jumlah pesepeda wanita di Strava tahun ini (11%). Jumlah pria yang mengunggah aktivitas yoga atau pilates juga meningkat sebesar 15%.</li>
</ul>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="640" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-4-Para-pengguna-strava-di-seluruh-dunia-termasuk-di-Indonesia-berhasil-melewati-berbagai-penghalang-untuk-mencapai-tujuan-mereka-1024x640.png" alt="" class="wp-image-14477" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-4-Para-pengguna-strava-di-seluruh-dunia-termasuk-di-Indonesia-berhasil-melewati-berbagai-penghalang-untuk-mencapai-tujuan-mereka-1024x640.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-4-Para-pengguna-strava-di-seluruh-dunia-termasuk-di-Indonesia-berhasil-melewati-berbagai-penghalang-untuk-mencapai-tujuan-mereka-300x188.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-4-Para-pengguna-strava-di-seluruh-dunia-termasuk-di-Indonesia-berhasil-melewati-berbagai-penghalang-untuk-mencapai-tujuan-mereka-768x480.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-4-Para-pengguna-strava-di-seluruh-dunia-termasuk-di-Indonesia-berhasil-melewati-berbagai-penghalang-untuk-mencapai-tujuan-mereka-1536x960.png 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-4-Para-pengguna-strava-di-seluruh-dunia-termasuk-di-Indonesia-berhasil-melewati-berbagai-penghalang-untuk-mencapai-tujuan-mereka-370x231.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-4-Para-pengguna-strava-di-seluruh-dunia-termasuk-di-Indonesia-berhasil-melewati-berbagai-penghalang-untuk-mencapai-tujuan-mereka-270x169.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-4-Para-pengguna-strava-di-seluruh-dunia-termasuk-di-Indonesia-berhasil-melewati-berbagai-penghalang-untuk-mencapai-tujuan-mereka-570x356.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-4-Para-pengguna-strava-di-seluruh-dunia-termasuk-di-Indonesia-berhasil-melewati-berbagai-penghalang-untuk-mencapai-tujuan-mereka-740x463.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-4-Para-pengguna-strava-di-seluruh-dunia-termasuk-di-Indonesia-berhasil-melewati-berbagai-penghalang-untuk-mencapai-tujuan-mereka.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Tahun Perlengkapan</h3>



<p>Perlengkapan olahraga terpopuler di tahun ini juga turut terungkap. Bahkan lengkap dengan prediksi alat olahraga yang akan populer pada 2025.</p>



<ul>
<li><strong>Pilihan pelari</strong>: Secara keseluruhan, Nike Pegasus menjadi sepatu lari terbaik. Apple Watch menjadi pilihan utama untuk pelari 5k, sementara Garmin Forerunner lebih populer untuk jarak yang lebih jauh</li>



<li><strong>Sepatu super menjangkau lebih banyak orang:</strong> Jumlah lomba yang diselesaikan dengan sepatu plat karbon di semua jarak naik 14% secara year-on-year. Ini menandakan lonjakan penggunaan sepatu dengan performa tinggi di seluruh dunia, termasuk Indonesia</li>



<li><strong>Tiap generasi punya gayanya sendiri: </strong>Responden global di semua kelompok usia sepakat bahwa warna baju yang serasi menjadi pilihan pakaian olahraga, dengan warna biru diprediksi menjadi warna yang paling populer pada 2025. Namun, antar generasi memiliki pandangan berbeda perihal kaus kaki, di mana Gen Z lebih menyukai kaos kaki panjang atau pendek dan Gen X lebih menyukai kaos kaki semata kaki atau tidak terlihat.</li>
</ul>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="640" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-5-Berbagai-perlengkapan-olahraga-paling-populer-di-antara-pengguna-Strava-juga-terungkap-pada-Year-In-Sport-Trend-Report-tahun-ini-1024x640.png" alt="" class="wp-image-14476" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-5-Berbagai-perlengkapan-olahraga-paling-populer-di-antara-pengguna-Strava-juga-terungkap-pada-Year-In-Sport-Trend-Report-tahun-ini-1024x640.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-5-Berbagai-perlengkapan-olahraga-paling-populer-di-antara-pengguna-Strava-juga-terungkap-pada-Year-In-Sport-Trend-Report-tahun-ini-300x188.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-5-Berbagai-perlengkapan-olahraga-paling-populer-di-antara-pengguna-Strava-juga-terungkap-pada-Year-In-Sport-Trend-Report-tahun-ini-768x480.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-5-Berbagai-perlengkapan-olahraga-paling-populer-di-antara-pengguna-Strava-juga-terungkap-pada-Year-In-Sport-Trend-Report-tahun-ini-1536x960.png 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-5-Berbagai-perlengkapan-olahraga-paling-populer-di-antara-pengguna-Strava-juga-terungkap-pada-Year-In-Sport-Trend-Report-tahun-ini-370x231.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-5-Berbagai-perlengkapan-olahraga-paling-populer-di-antara-pengguna-Strava-juga-terungkap-pada-Year-In-Sport-Trend-Report-tahun-ini-270x169.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-5-Berbagai-perlengkapan-olahraga-paling-populer-di-antara-pengguna-Strava-juga-terungkap-pada-Year-In-Sport-Trend-Report-tahun-ini-570x356.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-5-Berbagai-perlengkapan-olahraga-paling-populer-di-antara-pengguna-Strava-juga-terungkap-pada-Year-In-Sport-Trend-Report-tahun-ini-740x463.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-5-Berbagai-perlengkapan-olahraga-paling-populer-di-antara-pengguna-Strava-juga-terungkap-pada-Year-In-Sport-Trend-Report-tahun-ini.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>“Tahun ini menunjukkan bahwa orang-orang mengambil kendali atas gaya hidup mereka yang aktif dan menjalaninya dengan cara yang paling sesuai untuk mereka,&#8221; kata Zipporah Allen, Chief Business Officer Strava.</p>



<p>Ditambahkan oleh Zipporah Allen bahwa munculnya rutinitas olahraga yang lebih santai dan mementingkan koneksi sosial yang dijalankan oleh para pengguna Strava membuktikan bahwa olahraga bukan lagi tentang kelelahan.</p>



<p>“Kami pun senang dapat melihat data yang menunjukkan bagaimana wanita berkembang, generasi muda mencari koneksi lewat olahraga, dan generasi yang lebih tua masih memecahkan rekor. Di Strava, setiap upaya sangat berarti,&#8221; pungkas Zipporah.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="640" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-6-Jakarta-Selatan-menjadi-kota-dengan-aktivitas-sosial-terbanyak-di-Indonesia-1024x640.png" alt="" class="wp-image-14475" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-6-Jakarta-Selatan-menjadi-kota-dengan-aktivitas-sosial-terbanyak-di-Indonesia-1024x640.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-6-Jakarta-Selatan-menjadi-kota-dengan-aktivitas-sosial-terbanyak-di-Indonesia-300x188.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-6-Jakarta-Selatan-menjadi-kota-dengan-aktivitas-sosial-terbanyak-di-Indonesia-768x480.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-6-Jakarta-Selatan-menjadi-kota-dengan-aktivitas-sosial-terbanyak-di-Indonesia-1536x960.png 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-6-Jakarta-Selatan-menjadi-kota-dengan-aktivitas-sosial-terbanyak-di-Indonesia-370x231.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-6-Jakarta-Selatan-menjadi-kota-dengan-aktivitas-sosial-terbanyak-di-Indonesia-270x169.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-6-Jakarta-Selatan-menjadi-kota-dengan-aktivitas-sosial-terbanyak-di-Indonesia-570x356.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-6-Jakarta-Selatan-menjadi-kota-dengan-aktivitas-sosial-terbanyak-di-Indonesia-740x463.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/12/Gambar-6-Jakarta-Selatan-menjadi-kota-dengan-aktivitas-sosial-terbanyak-di-Indonesia.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Untuk melihat laporan serta mengetahui lebih lanjut tren, perlengkapan, dan wawasan lengkap yang membentuk cara kita bergerak di tahun 2024, Tahun Olahraga: Laporan Tren tersedia melalui <a href="https://press.strava.com/articles/strava-merilis-year-in-sport-laporan-tren">tautan berikut ini</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
