<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menkomdigi &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/menkomdigi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Nov 2025 10:46:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>menkomdigi &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Komdigi Rilis Tunasdigital.id</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/11/02/komdigi-rilis-tunasdigital-id/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 10:45:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[menkomdigi]]></category>
		<category><![CDATA[pp tunas]]></category>
		<category><![CDATA[tunasdigital.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=23809</guid>

					<description><![CDATA[Tunasdigital.id adalah platform yang memandu orang tua mencegah anak-anaknya terpapar konten negatif.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Orang tua Indonesia kini punya panduan praktis untuk menjaga anak tetap aman saat berselancar di dunia maya. Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) secara resmi telah meluncurkan situs <a href="https://tunasdigital.id/">Tunasdigital.id</a>.</p>



<p>Ini adalah sebuah platform yang mengajak para orang tua, khususnya ibu berbagi pengalaman dan tips menjaga anak dari konten digital yang berbahaya. Peluncuran situs ini dilakukan oleh Komdigi dalam acara “Aman dan Sehat Digital Sejak Dini” di Jakarta pada Sabtu (1/11/2025).</p>



<p>Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menjelaskan bahwa hadirnya Tunasdigital.id menjadi bukti komitmen negara dalam menciptakan lingkungan digital yang aman, sehat, dan mendidik bagi anak-anak Indonesia.</p>



<p>Situs ini merupakan tindak lanjut dari PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola layanan digital dalam perlindungan anak (PP Tunas). Melalui Tunasdigital.id, pemerintah ingin memastikan anak terlindungi dari konten negatif, eksploitasi, dan pelecehan online.</p>



<p>“Tunasdigital.id bisa menjadi kanal pengetahuan bagi bunda-bunda untuk kemudian mengerti bagaimana membawa anak-anaknya di era digital agar terhindar dari konten negatif,” ujar Meutya Hafid, Menkomdigi.</p>



<p>Platform ini bukan hanya menyajikan informasi teoretis, namun juga menghadirkan berbagai pengalaman para orang tua, tips mendampingi anak saat berselancar di dunia maya, serta materi edukatif dari para ahli.</p>



<p>“Konten dari para pakar sangat penting, misalnya terkait mana sih aplikasi yang aman untuk anak, mana aplikasi yang untuk umur dewasa, mana games yang bisa dimainkan untuk anak-anak usia sekian dan mana games yang belum boleh,” tambah Meutya.</p>



<p>Sementara, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa Tunasdigital.id hadir untuk mendampingi keluarga Indonesia belajar literasi digital dengan cara yang mudah dan aplikatif.</p>



<p>“Ini adalah sebuah gerakan literasi digital yang membekali orang tua agar anak-anak bisa memilah informasi, menjaga etika online, serta menjelajahi dunia maya dengan aman. Sehingga anak tumbuh cerdas secara digital dan membawa sikap bijaknya ke dunia nyata,” jelas Fifi.</p>



<p>Peluncuran Tunasdigital.id dibuat interaktif melalui kolaborasi dengan komunitas Kumpul Bareng Bunda FYP dan melibatkan 2.000 ibu dari berbagai daerah, bertempat di Blok M Hub, Jakarta, yang digelar hingga 2 November 2025.</p>



<p><strong><em>Penulis: Ahmad Luthfi</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkomdigi: AI Bukan Ancaman, Tapi Peluang Emas</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/10/28/menkomdigi-ai-bukan-ancaman-tapi-peluang-emas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 20:38:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[ai]]></category>
		<category><![CDATA[menkomdigi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=23622</guid>

					<description><![CDATA[Dampak AI terhadap lapangan kerja, justru terdapat potensi besar yang bisa dimanfaatkan Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan bahwa kemajuan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) harus dipandang sebagai peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi nasional, bukan sebagai ancaman yang akan menggerus tenaga kerja manusia.</p>



<p>Berbicara dalam acara Kumparan AI for Indonesia di The Ballroom Djakarta Theater, Kamis (23/10/2025), Meutya menyebut bahwa di tengah kekhawatiran global tentang dampak AI terhadap lapangan kerja, justru terdapat potensi besar yang bisa dimanfaatkan Indonesia.</p>



<p>“Dikabarkan kecerdasan artifisial akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan pada tahun 2025. Namun, pada saat yang bersamaan, AI juga berpotensi menciptakan 90 juta pekerjaan baru di berbagai bidang. Karena itu, AI perlu diwaspadai, tetapi tidak perlu ditakuti,” ujarnya, seperti dikutip dari website resmi Komdigi.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="668" height="376" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Menkomdigi-Meutya-Hafid-1.png" alt="" class="wp-image-23624" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Menkomdigi-Meutya-Hafid-1.png 668w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Menkomdigi-Meutya-Hafid-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Menkomdigi-Meutya-Hafid-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Menkomdigi-Meutya-Hafid-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Menkomdigi-Meutya-Hafid-1-570x321.png 570w" sizes="(max-width: 668px) 100vw, 668px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Optimisme Indonesia di Era AI</h4>



<p>Menurut Meutya, Indonesia termasuk salah satu negara paling optimistis di dunia dalam menghadapi era kecerdasan buatan. Masyarakat dinilai memiliki kesiapan yang tinggi untuk beradaptasi dengan teknologi baru tanpa diliputi rasa takut yang berlebihan.</p>



<p>“Berdasarkan berbagai survei, Indonesia dinilai sebagai negara yang mampu menerima AI dengan baik, tidak takut, dan itu merupakan pertanda yang baik,” jelasnya.</p>



<p>Ia menambahkan, sikap terbuka dan adaptif masyarakat terhadap perubahan teknologi menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mengembangkan ekonomi digital yang inklusif dan berdaya saing.</p>



<h4 class="wp-block-heading">AI Sebagai Alat Pemberdayaan Manusia</h4>



<p>Meutya menekankan bahwa AI seharusnya diposisikan sebagai alat yang memperkuat kemampuan manusia, bukan untuk menggantikannya. “Kita coba melihat dan membicarakan AI dari perspektif yang berbeda. Bukan sekadar data dan angka, melainkan bagaimana AI bisa dimaknai sebagai alat bantu yang memperkuat manusia,” tutur Meutya.</p>



<p>Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berharap pemanfaatan AI dapat mendorong produktivitas, efisiensi, dan inovasi di berbagai sektor, tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Pemerintah Siapkan Peta Jalan Nasional AI</h4>



<p>Sebagai langkah konkret, Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini tengah menyusun Peta Jalan Nasional AI, yang akan menjadi panduan strategis lintas sektor dalam mengembangkan kebijakan, inovasi, dan infrastruktur kecerdasan buatan di Indonesia.</p>



<p>Regulasi tersebut ditargetkan akan terbit pada awal 2026 melalui Peraturan Presiden (Perpres). “Insya Allah pada awal tahun 2026, Peraturan Presiden tentang peta jalan ini sudah dapat diterbitkan dan menjadi pedoman bagi kita semua,” ujar Meutya.</p>



<p>Selain menyiapkan regulasi, pemerintah juga fokus pada upaya pemerataan akses digital agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat teknologi AI.</p>



<p>“Yang juga penting adalah bagaimana membuat AI berikutnya menjadi inklusif. Kami juga telah melelang frekuensi 1,4 GHz untuk menghadirkan internet yang lebih murah dan merata,” jelasnya.</p>



<p>Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi transformasi digital nasional, sekaligus memastikan bahwa perkembangan AI tidak hanya dinikmati oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah terpencil.</p>



<p>Meutya Hafid mengajak semua pihak, baik pemerintah, pelaku industri, akademisi, maupun masyarakat untuk memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan bertanggung jawab.</p>



<p>“Ketika pemanfaatannya dilakukan dengan baik, AI akan membawa kebaikan. Demokrasi teknologi menuntut tanggung jawab bersama, dan kita semua memiliki peran yang sama penting dalam menentukan arah perkembangan AI ke depan,” pungkasnya.</p>



<p><strong><em>Penulis: Ahmad Luthfi</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menkomdigi: Game Online Tidak Jelek, tapi Bukan Olahraga</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/05/23/menkomdigi-game-online-tidak-jelek-tapi-bukan-olahraga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Adam Nouval]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2025 02:46:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[esports]]></category>
		<category><![CDATA[game online]]></category>
		<category><![CDATA[menkomdigi]]></category>
		<category><![CDATA[meutya hafid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=19200</guid>

					<description><![CDATA[Pernyataan Meuty Hafid muncul di tengah pro dan kontra soal pendekatan pendidikan disiplin militer terhadap pelajar yang dinilai kecanduan game online.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan bahwa game online tidak dapat dikategorikan sebagai olahraga.</p>



<p>Hal itu disampaikan Meutya menjawab pertanyaan wartawan di sela kegiatannya mengunjungi program pendidikan karakter untuk anak di Purwakarta, Jawa Barat, pada 14 Mei 2025 lalu.</p>



<p>Pernyataan tersebut disampaikan Meutya di tengah perdebatan publik mengenai masuknya pelajar bermasalah ke barak militer, salah satunya karena kecanduan game online.</p>



<p>&#8220;Kalau bagi saya, sport perlu melibatkan juga giat fisik, selain juga online. Saya nggak bilang online itu jelek, tapi tetap kalau namanya sport perlu ada giat fisiknya,&#8221; kata Meutya Hafid dilansir <a href="https://youtu.be/l0hmftrSiRk?t=45">YouTube KompasTV</a>, 22 Mei 2025.</p>



<p>Pernyataan tersebut muncul di tengah pro dan kontra soal pendekatan pendidikan disiplin militer terhadap pelajar yang dinilai kecanduan game online.</p>



<p>Sebagian publik menilai bahwa langkah itu perlu dikaji ulang, mengingat game online atau e-sports telah menjadi cabang olahraga resmi yang menyumbang prestasi di berbagai kejuaraan nasional dan internasional.</p>



<p>Indonesia sendiri telah meraih medali dalam ajang multievent seperti SEA Games dan Asian Games melalui cabang esports. Beberapa nama atlet esports Tanah Air juga berhasil menorehkan prestasi di kompetisi dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
