<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>musim liburan &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/musim-liburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Nov 2025 06:40:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>musim liburan &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Appdome: Ini Kekhawatiran Konsumen Saat Musim Belanja Liburan</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/11/30/appdome-ini-kekhawatiran-konsumen-saat-musim-belanja-liburan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 06:39:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[appdome]]></category>
		<category><![CDATA[belanja online]]></category>
		<category><![CDATA[black friday]]></category>
		<category><![CDATA[musim liburan]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian identitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=24653</guid>

					<description><![CDATA[56,7% konsumen Indonesia paling takut terhadap penipuan sintetis saat belanja lewat perangkat seluler.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Menjelang periode belanja online tersibuk dalam setahun, Appdome telah merilis laporan tahunan kelimanya, yang bertajuk &#8220;Consumer Expectations of Mobile App Security Report&#8221;.</p>



<p>Dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa penipuan sintetis, pencurian identitas, dan penipuan berbasis AI kini menjadi alasan utama konsumen Indonesia meninggalkan aplikasi seluler selama Black Friday dan musim liburan<strong>. </strong></p>



<p>Meskipun ini merupakan survei global Appdome yang ke-5, tahun ini adalah pertama kalinya konsumen Indonesia ikut disertakan. Sementara, data industri dari NordLayer, SEON, dan Kaspersky menunjukkan upaya penipuan yang terus meningkat.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="647" height="338" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002.jpg" alt="" class="wp-image-24654" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002.jpg 647w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002-300x157.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002-370x193.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002-270x141.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/11/image002-570x298.jpg 570w" sizes="(max-width: 647px) 100vw, 647px" /></figure>



<p>Tercatat, angkanya mulai dari 22% hingga lebih dari empat kali lipat selama Cyber Week saja. Riset konsumen terbaru Appdome mencerminkan meningkatnya risiko ini:</p>



<ul>
<li>56,7% konsumen Indonesia paling takut terhadap penipuan sintetis saat belanja lewat perangkat seluler</li>



<li>40,7% menghapus atau meninggalkan aplikasi karena kekhawatiran pencurian identitas.</li>



<li>75,3% telah meninggalkan aplikasi akibat masalah privasi atau keamanan.</li>
</ul>



<p>Dengan diskon besar-besaran, tekanan kecepatan, dan volume pembayaran seluler yang tinggi, konsumen kini telah memasuki musim liburan yang mereka yakini sangat rentan terhadap penipuan.</p>



<p>“AI mengubah lanskap penipuan lebih cepat daripada kemampuan bisnis seluler untuk merespons. Konsumen ingin bukti bahwa aplikasi mereka dapat menghentikan penipuan sebelum pembelian dilakukan,&#8221; ujar ,” kata Tom Tovar, Co-Creator and CEO, Appdome.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>AI Mendorong Gelombang Baru Penipuan Musim Liburan</strong></h4>



<p>Pada 2025, penipuan berbasis AI, termasuk persetujuan pembayaran deepfake, serangan vishing, dan pengambilalihan akun berbasis bot telah menjadi pemicu utama penipuan seluler selama musim liburan.</p>



<p>Riset Appdome menemukan bahwa:</p>



<ul>
<li>81,5% konsumen Indonesia melihat AI sebagai peluang, sementara 18,5% melihatnya sebagai ancaman.</li>



<li>90% berharap aplikasi dapat memblokir ancaman berbasis AI seperti bot, deepfake, impersonation, dan pengambilalihan akun.</li>



<li>72,3% merasa yakin aplikasi seluler benar-benar dapat menghentikan ancaman tersebut, jauh di atas rata-rata global.</li>
</ul>



<p>“Paradoks AI” ini memberi tekanan besar pada aplikasi perbankan, ritel, <em>fintech</em>, <em>travel</em>, dan jasa pengiriman untuk menunjukkan perlindungan in-app (di dalam aplikasi) yang jelas selama puncak musim belanja. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Pencegahan, Bukan Penggantian Kerugian, Menjadi Ekspektasi Baru</strong></h4>



<p>Selama Black Friday dan belanja akhir tahun, konsumen sangat mengharapkan aplikasi seluler untuk melindungi mereka secara proaktif:</p>



<ul>
<li>84,8% mengutamakan pencegahan penipuan sebelum terjadi, bukan penggantian kerugian setelahnya.</li>



<li>53,7% mengatakan pengembang aplikasi seluler — bukan perangkat, OS, atau operator — bertanggung jawab untuk menghentikan penipuan.</li>



<li>79,2% mengatakan privasi sangat penting, dan 8,4% menolak untuk menggunakan aplikasi tanpa perlindungan privasi yang jelas.</li>
</ul>



<p>“Belanja musim liburan adalah saat penyerang paling gencar beraksi. AI membuat pelaku kejahatan dapat meniru pengguna asli, membajak sesi, dan memicu transaksi penipuan,&#8221; ujar Jamie Bertasi, Chief Customer Officer, Appdome. </p>



<p>Ditambahkan oleh Jamie bahwa menghentikan serangan ini secara langsung di dalam aplikasi sangat penting, yang bertujuan untuk melindungi konsumen — dan pendapatan — selama musim belanja tersibuk dalam setahun ini.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Aplikasi Seluler Harus Bertindak Sebelum Pengeluaran Melonjak</strong></h4>



<p>Dengan rekor belanja seluler yang diperkirakan terjadi antara Black Friday hingga 31 Desember, temuan ini menunjukkan mandat yang jelas bagi pengembang aplikasi:</p>



<ul>
<li>Transaksi berkecepatan tinggi selama liburan sangat ideal untuk penipuan identitas sintetis dan pengambilalihan akun.</li>



<li>Penyerang menggunakan AI untuk meningkatkan skala dan mengotomatisasi penipuan seluler dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya.</li>



<li>Kepercayaan konsumen dapat bergeser seketika terhadap aplikasi yang menunjukkan perlindungan yang jelas.</li>
</ul>



<p>Menurut survei tersebut, pengguna seluler jauh lebih mungkin merekomendasikan, mengulas, dan mempromosikan merek yang melindungi mereka secara nyata, terutama selama masa liburan:</p>



<ul>
<li>42,7% akan mempromosikan aplikasi yang aman di media sosial.</li>



<li>30,8% akan memberikan ulasan positif.</li>



<li>98,4% mengatakan mereka akan merekomendasikan aplikasi yang melindungi mereka.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
