<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>orang tua &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/orang-tua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Aug 2026 10:36:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>orang tua &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Remaja Berisiko? Instagram Bisa Beri Tahu Orang Tua</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/23/remaja-berisiko-instagram-bisa-beri-tahu-orang-tua/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2026 10:36:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[fitur perlindungan remaja]]></category>
		<category><![CDATA[instagram]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan remaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31022</guid>

					<description><![CDATA[Instagram mulai memberi notifikasi kepada orang tua di Indonesia jika remaja berulang kali mencari istilah terkait bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ada kalanya aktivitas pencarian di media sosial bukan sekadar soal mencari informasi. Bagi orang tua, pola pencarian tertentu bisa menjadi sinyal bahwa anak sedang menghadapi sesuatu yang membutuhkan perhatian.</p>



<p>Melihat kondisi tersebut, Instagram memperluas fitur perlindungan untuk remaja dengan menghadirkan notifikasi kepada orang tua ketika remaja berulang kali mencari istilah yang berkaitan dengan bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri dalam waktu singkat.</p>



<p>Fitur ini mulai diterapkan bagi orang tua di Indonesia yang mengaktifkan fitur pengawasan pada Akun Remaja. Instagram mengatakan, notifikasi tersebut dirancang bukan untuk menggantikan peran orang tua, melainkan memberikan informasi yang dapat membantu mereka mengambil langkah dan memulai percakapan dengan anak.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="573" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/5-1-1024x573.png" alt="" class="wp-image-31023" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/5-1-1024x573.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/5-1-300x168.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/5-1-768x430.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/5-1-370x207.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/5-1-270x151.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/5-1-570x319.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/5-1-740x414.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/5-1.png 1104w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Bukan Sekadar Notifikasi, Ada Panduan untuk Orang Tua</h4>



<p>Instagram memahami bahwa menerima peringatan semacam ini bisa membuat orang tua merasa sangat khawatir. Karena itu, notifikasi tidak hanya berisi informasi mengenai aktivitas pencarian remaja.</p>



<p>Orang tua juga akan mendapatkan materi dan panduan dari para ahli yang dapat membantu mereka untuk dapat memahami situasi serta memulai percakapan mengenai topik yang sensitif tersebut.</p>



<p>Dalam siaran persnya, Instagram menegaskan bahwa sebagian besar remaja tidak menggunakan platform tersebut untuk mencari konten mengenai bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri.</p>



<p>Namun, ketika pencarian semacam itu terjadi, Instagram akan segera memblokir pencarian sesuai kebijakan yang dimilikinya dan akan langsung mengarahkan pengguna menuju panduan serta layanan bantuan.</p>



<p>Dengan kata lain, sistem ini bekerja di dua sisi, yakni remaja akan mendapatkan perlindungan di dalam platform, sementara orang tua akan mendapatkan sinyal untuk memberikan dukungan di dunia nyata.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Bagaimana Cara Kerja Notifikasi Instagram?</h4>



<p>Lantas, kapan orang tua akan mendapatkan notifikasi? Instagram tidak menjelaskan bahwa satu kali pencarian otomatis akan memicu peringatan. Sistemnya menggunakan pola aktivitas, dengan ambang berupa beberapa kali pencarian dalam waktu singkat.</p>



<p>Pencarian yang menjadi perhatian mencakup kata-kata yang dapat mendorong seseorang melakukan tindakan berbahaya, ungkapan yang mengindikasikan keinginan untuk menyakiti diri sendiri, hingga istilah spesifik yang berkaitan dengan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.</p>



<p>Jika ambang tersebut terpenuhi, pemberitahuan dapat dikirim secara langsung kepada orang tua melalui e-mail, SMS, WhatsApp, sesuai informasi kontak yang tersedia, serta melalui notifikasi di aplikasi Instagram.</p>



<p>Saat dibuka, orang tua akan melihat penjelasan bahwa remaja mereka beberapa kali mencoba mencari istilah terkait dalam waktu singkat. Mereka kemudian dapat mengakses panduan dari para ahli untuk membantu memulai percakapan dengan anak.</p>



<p>Visual yang dibagikan oleh Instagram lewat siaran pers-nya juga memperlihatkan bagaimana peringatan tersebut dapat muncul di perangkat orang tua maupun remaja sebelum fitur diterapkan sepenuhnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="465" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-90-1024x465.png" alt="" class="wp-image-31024" style="width:650px;height:auto" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-90-1024x465.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-90-300x136.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-90-768x349.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-90-370x168.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-90-270x123.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-90-570x259.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-90-740x336.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-90.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="461" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-91-1024x461.png" alt="" class="wp-image-31025" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-91-1024x461.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-91-300x135.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-91-768x346.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-91-370x167.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-91-270x122.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-91-570x257.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-91-740x333.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-91.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Instagram Berusaha Menemukan &#8220;Titik Tengah&#8221;</h4>



<p>Ada tantangan tersendiri dalam menerapkan sistem seperti ini. Jika terlalu sensitif, orang tua bisa menerima terlalu banyak notifikasi yang sebenarnya tidak menunjukkan adanya kondisi berisiko. Sebaliknya, jika ambangnya terlalu tinggi, sistem bisa kehilangan momen ketika seorang remaja benar-benar membutuhkan perhatian.</p>



<p>Olehkarena itu, Instagram juga mengatakan telah menganalisis perilaku pencarian dan berkonsultasi dengan para ahli dari Suicide and Self-Harm Advisory Group untuk menentukan ambang yang digunakan.</p>



<p>Perusahaan juga mengakui bahwa orang tua mungkin sesekali menerima notifikasi meskipun sebenarnya tidak ada kondisi berisiko yang perlu dikhawatirkan. Namun, pendekatan tersebut dipilih dengan prinsip kehati-hatian.</p>



<p>Selain itu, Instagram juga menyatakan bahwa akan terus memantau penerapan fitur barunya tersebut serta mendengarkan masukan dari pengguna untuk memastikan sistem dapat bekerja secara optimal.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Bukan Fitur Perlindungan yang Berdiri Sendiri</h4>



<p>Notifikasi untuk orang tua ini menjadi bagian dari serangkaian perlindungan yang telah diterapkan Instagram untuk remaja. Platform tersebut memiliki kebijakan yang melarang konten yang mempromosikan atau mengagungkan bunuh diri maupun tindakan menyakiti diri sendiri.</p>



<p>Instagram masih mengizinkan pengguna membagikan pengalaman pribadi terkait persoalan tersebut. Namun, konten semacam itu tidak ditampilkan kepada remaja, termasuk ketika konten berasal dari akun yang mereka ikuti.</p>



<p>Selain itu, Instagram juga memblokir istilah pencarian yang secara jelas berkaitan dengan bunuh diri dan tindakan menyakiti diri sendiri. Alih-alih menampilkan hasil pencarian, pengguna akan diarahkan menuju sumber bantuan dan organisasi lokal yang dapat memberikan dukungan.</p>



<p>Perlindungan serupa juga diterapkan untuk pencarian yang berkaitan dengan kesehatan mental secara umum, meskipun pencariannya tidak secara jelas mengarah pada bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Teknologi Bisa Menjadi Alarm, Bukan Pengganti Peran Orang Tua</h4>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-92-1024x576.png" alt="" class="wp-image-31026" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-92-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-92-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-92-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-92-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-92-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-92-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-92-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-92.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Langkah terbaru Instagram menunjukkan bagaimana media sosial mulai mencoba menggunakan teknologi bukan hanya untuk membatasi konten berbahaya, tetapi juga memberikan sinyal kepada orang dewasa ketika pola aktivitas remaja membutuhkan perhatian.</p>



<p>Meski demikian, notifikasi tetap bukan sebuah diagnosis. Instagram sendiri mengakui kemungkinan munculnya pemberitahuan ketika sebenarnya tidak terdapat risiko yang perlu dikhawatirkan.</p>



<p>Karena itu, nilai utama dari fitur ini justru terletak pada apa yang dilakukan setelah notifikasi diterima, yakni orang tua diharapkan bisa segera hadir, mendengarkan, dan membuka ruang percakapan dengan anak.</p>



<p>Di sisi lain, Instagram mengatakan akan tetap menghubungi layanan darurat apabila mengetahui bahwa seseorang berpotensi tinggi melukai dirinya sendiri, sebuah langkah yang menurut perusahaan telah membantu menyelamatkan nyawa.</p>



<p>Bagi para orang tua yang menggunakan Instagram bersama anak remaja, fitur ini menjadi pengingat bahwa keamanan digital tidak cukup hanya dengan membatasi waktu layar atau memeriksa akun.</p>



<p>Tentu saja yang tak kalah penting adalah mengetahui kapan seorang anak mungkin sedang membutuhkan seseorang untuk mendengarkan. Dan kali ini, Instagram mencoba membantu orang tua mendapatkan sinyal tersebut lebih awal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Instagram Ajak Orang Tua untuk Menjaga Remaja di Dunia Digital</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/10/17/instagram-ajak-orang-tua-untuk-menjaga-remaja-di-dunia-digital/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2025 03:44:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[akun remaja]]></category>
		<category><![CDATA[dunia digital]]></category>
		<category><![CDATA[meta]]></category>
		<category><![CDATA[orang tua]]></category>
		<category><![CDATA[sosial media]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=23345</guid>

					<description><![CDATA[Instagram Safety Camp angkat pentingnya peran dan kesadaran orang tua dalam keamanan digital remaja Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Meta terus mendorong kesadaran tentang keamanan digital dengan menyelenggarakan diskusi Instagram Safety Camp di Indonesia. Inisiatif ini dikemas dalam serangkaian kegiatan interaktif yang dirancang untuk memberdayakan keluarga.</p>



<p>Tujuannya adalah membangun pengalaman daring yang lebih aman serta positif bagi remaja. Acara ini mempertemukan para orang tua, wali, kreator konten, psikolog, dan komunitas untuk berdiskusi seputar pola asuh modern, kesejahteraan digital hingga fitur Akun Remaja.</p>



<p>Salah satu kegiatan menarik dalam acara ini adalah sesi bincang-bincang bersama Revie Sylviana, Direktur Kemitraan Global untuk Meta di Indonesia; Psikolog keluarga dan remaja, Samanta Elsener; dan aktor Darius Sinathrya. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-23346" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-1024x682.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1-740x493.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/4-Berni-Moestafa-Kepala-Kebijakan-Publik-untuk-Meta-di-Indonesia-memberikan-penjelasan-mengenai-perlindungan-bagi-remaja-dalam-bermedia-sosial-yang-disiapkan-oleh-Meta-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Para pembicara berbagi cerita tentang membesarkan remaja mereka di tengah pesatnya perkembangan dunia digital. Darius bercerita mengenai pola asuh yang diterapkan di keluarganya.</p>



<p>Sementara, Samanta berbagi kisah tentang perjalanan belajar dan tumbuh bersama putrinya yang tengah beranjak remaja. Sepanjang diskusi, para pembicara membawa satu tema utama, yaitu pentingnya komunikasi yang terbuka, saling menghormati, dan menumbuhkan rasa percaya antara orang tua dengan remaja. </p>



<p>Seluruh pembicara juga menekankan pentingnya memiliki kesepakatan yang jelas terkait durasi penggunaan gawai, jenis konten yang dikonsumsi, dan privasi pengguna; serta percakapan yang jujur dan berkelanjutan, menjadi fondasi penting dari terciptanya lingkungan digital yang sehat di rumah. </p>



<p>Selain itu, sesi diskusi yang berlangsung  juga membahas rangkaian fitur keamanan dari Meta, termasuk fitur Akun Remaja yang memberikan perlindungan menyeluruh bagi pengguna remaja di seluruh aplikasi Meta.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-23347" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-1024x682.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1-740x493.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/3-Sesi-diskusi-dalam-acara-Instagram-Safety-Camp-bersama-dengan-para-kreator-konten-dan-komunitas-yang-berfokus-pada-pengasuhan-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p><a href="https://about.fb.com/news/2025/09/indonesian-parents-support-dedicated-teen-social-media-accounts/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Riset terbaru dari Ipsos</a> atas nama Meta mengungkapkan bahwa para orang tua dan wali di Indonesia secara luas mendukung pembuatan akun media sosial khusus bagi remaja, yang dilengkapi dengan perlindungan tambahan untuk membantu menjaga keamanan mereka di dunia maya.</p>



<p>“Berangkat dari dukungan kuat para orang tua, Meta memperluas cakupan perlindungan fitur Akun Remaja, yang pertama kali diluncurkan di Instagram pada awal tahun ini, ke Facebook dan Messenger di Indonesia,&#8221; jelas Berni Moestafa, Kepala Kebijakan Publik untuk Meta di Indonesia. </p>



<p>Berni menambahkan bahwa akun khusus ini dilengkapi perlindungan bawaan untuk membatasi siapa yang dapat menghubungi pengguna remaja, mengatur konten yang mereka akses, serta memastikan waktu yang mereka gunakan di dunia maya dimanfaatkan secara bijak.</p>



<p>“Tujuan kami adalah memberikan ketenangan pikiran yang lebih baik untuk orang tua dan wali; sekaligus memberdayakan remaja untuk terhubung, belajar, dan menjelajah secara aman di dunia digital,&#8221; tambah Berni</p>



<p>Acara Instagram Safety Camp juga menegaskan bahwa pengawasan digital merupakan perjalanan bersama yang perlu dilakukan secara beriringan antara orang tua, wali, dan tentunya para remaja.</p>



<p>Meski orang tua mungkin tidak memiliki semua jawaban, adanya kemauan untuk terus belajar, mendengarkan, dan memimpin secara kolaboratif akan membantu keluarga untuk terus  berkembang di era digital.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
