<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>password &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/password/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 Oct 2025 03:30:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>password &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>4 Tips Membuat Password yang Kuat, Tapi Mudah Diingat</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/10/24/4-tips-membuat-password-yang-kuat-tapi-mudah-diingat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 03:28:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HOW TO]]></category>
		<category><![CDATA[kata sandi]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan perangkat]]></category>
		<category><![CDATA[membuat password]]></category>
		<category><![CDATA[password]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=23559</guid>

					<description><![CDATA[Membuat password yang kuat sering dianggap sulit karena harus menggabungkan huruf besar, kecil, angka, dan simbol.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Di era digital seperti saat ini, hampir semua aktivitas kita terhubung dengan akun online, mulai dari media sosial, aplikasi perbankan, e-mail, hingga layanan hiburan yang biasa kita nikmati lewat perangkat mobile.</p>



<p>Sayangnya, masih banyak orang yang menggunakan kata sandi sederhana seperti “123456”, “password”, atau bahkan tanggal lahir sendiri. Padahal, password adalah lapisan keamanan pertama yang melindungi identitas dan data pribadi kita dari serangan siber.</p>



<p>Membuat password yang kuat sering dianggap sulit karena harus menggabungkan huruf besar, kecil, angka, dan simbol. Akibatnya, banyak orang memilih kata sandi yang mudah ditebak, atau justru terlalu rumit hingga sering lupa.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="740" height="493" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Password-Freepik.png" alt="" class="wp-image-23560" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Password-Freepik.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Password-Freepik-300x200.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Password-Freepik-370x247.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Password-Freepik-270x180.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/10/Password-Freepik-570x380.png 570w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /></figure>



<p>Nah, berikut ini nativzen.com akan paparkan tips membuat password yang kuat tetapi tetap mudah diingat.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Gunakan Panjang Minimal 12 Karakter</strong></h4>



<p>Untuk membuat password yang kuat, setidaknya kamu harus mempertimbangkan untuk memakai jumlah digit password yang cukup panjang. Cobalah setidaknya 12 karakter untuk kata sandi yang kamu buat. </p>



<p>Semakin panjang, semakin sulit untuk ditebak. Oleh karena itu, kombinasi panjang dan kompleks dianggap jauh lebih efektif daripada sekadar mengganti huruf dengan angka (misalnya “P@ssw0rd”).</p>



<h4 class="wp-block-heading">Bawa Kombinasi Karakter</h4>



<p>Password yang kuat bukan hanya panjang, tetapi juga kaya akan variasi. Gunakan kombinasi dari huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol. Misalnya, daripada menulis kopihitam123, Anda bisa menulis K0pi_H1t@m! yang jauh lebih sulit ditebak.</p>



<p>Kombinasi karakter ini meningkatkan kompleksitas password sehingga sulit dipecahkan oleh program peretas otomatis. Meskipun tampak rumit, Anda bisa membuatnya lebih mudah diingat dengan menyusun pola yang bermakna bagi Anda, seperti singkatan dari kalimat tertentu.</p>



<p>Contohnya, dari kalimat “Saya minum kopi setiap pagi jam 7!”, kamu bisa membuat password “SmkEpJ@7!”. Cara seperti ini akan membantu kamu mendapatkan password yang kuat sekaligus tidak mudah lupa.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tidak Menggunakan Informasi Pribadi</h4>



<p>Kesalahan umum yang sering dilakukan banyak orang adalah menggunakan informasi pribadi sebagai password, seperti nama sendiri, tanggal lahir, nama pasangan, atau nama hewan peliharaan. </p>



<p>Masalahnya, data semacam ini sering kali mudah ditebak, terutama di era media sosial di mana banyak informasi pribadi tersedia secara publik. Peretas bisa dengan mudah menebak password berdasarkan profil kamu.</p>



<p>Oleh karena itu, hindari menggunakan informasi pribadi dalam bentuk apa pun. Sebagai gantinya, buatlah password dari hal-hal yang tidak berhubungan langsung dengan diri kamu, misalnya dari kombinasi kata acak atau kalimat yang hanya kamu ketahui artinya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tidak Memakai Pola Umum</h4>



<p>Banyak orang menggunakan pola umum agar password lebih mudah diingat, seperti “123456”, “abcdef”, “qwerty”, atau pola berurutan di keyboard seperti “1q2w3e”. Meskipun mudah diingat, pola seperti ini adalah yang pertama kali dicoba oleh program peretas.</p>



<p>Password dengan pola umum termasuk yang paling cepat dibobol karena sangat sering digunakan dan sudah tercantum dalam daftar password yang bocor di internet. Untuk menghindari hal ini, buat password yang tidak mengikuti urutan logis atau pola keyboard.</p>



<p>Kamu bisa menggantinya dengan pola pribadi yang tidak mudah ditebak, misalnya dengan menggabungkan beberapa kata acak yang kamu sukai seperti “Kucing!Langit*07Biru”. Cara ini menjaga password tetap kuat tapi tetap punya unsur yang mudah kamu ingat.</p>



<p><strong><em>Penulis: Ahmad Luthfi</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>VIDA Ajak Indonesia Beralih ke Otentikasi Tanpa Password</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/06/30/vida-ajak-indonesia-beralih-ke-otentikasi-tanpa-password/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 09:22:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan data]]></category>
		<category><![CDATA[otentikasi]]></category>
		<category><![CDATA[password]]></category>
		<category><![CDATA[vida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=20176</guid>

					<description><![CDATA[Penggunaan password secara kurang bijak turut berkontribusi pada meningkatnya intensitas serangan penipuan digital.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Baru-baru ini, publik dikejutkan oleh laporan Cybernews yang menyebutkan kebocoran 16 miliar password. Ini angka yang melampaui rekor Compilation of Many Breaches (COMB) dengan 10 miliar kredensial pada Juli 2024. </p>



<p>Meski tidak berasal dari insiden kebocoran baru, penyedia solusi identitas digital VIDA menilai bahwa fenomena ini tetap menjadi pengingat pentingnya perlindungan data pribadi di era serba digital dan modern ini.</p>



<p>“Kredensial adalah lapisan pertama yang harus dilindungi. Sayangnya, banyak pengguna belum menyadari bahwa kebocoran sekecil apa pun dapat membuka celah bagi serangan siber yang merugikan secara finansial maupun emosional. ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="681" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-1024x681.jpeg" alt="" class="wp-image-20177" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-1024x681.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-300x199.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-768x511.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-1536x1021.jpeg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-2048x1362.jpeg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-370x246.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-270x180.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-570x379.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-740x492.jpeg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Lebih lanjut, Niki mengatakan bahwa VIDA senantiasa berkomitmen untuk selalu mendampingi para pelaku usaha dan masyarakat luas dalam memberi perlindungan identitas digital yang lebih kuat dan aman.</p>



<p>Penggunaan password secara kurang bijak turut berkontribusi pada meningkatnya intensitas serangan penipuan digital, seperti phishing dan social engineering. Data dari VIDA mengungkap fakta yang mengkhawatirkan, yakni 64% orang masih mendaur ulang password.</p>



<p>Sementara, sebesar 80% kebocoran data berawal dari password yang lemah, digunakan ulang, atau dicuri. Menariknya lagi, pada tahun 2024, “123456” dan “password” masih menduduki peringkat teratas sebagai password yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. </p>



<p>Lebih dari itu, password dengan delapan karakter kini dapat dipatahkan dalam waktu kurang dari satu detik. Sementara itu, dampak dari lemahnya perlindungan kredensial pun tercermin jelas dalam maraknya kasus penipuan digital yang terus meningkat. </p>



<p>Dalam kurun waktu November 2024 hingga Mei 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Indonesia Anti-Scam Center (IASC) menerima 135.397 laporan kasus penipuan digital di sektor keuangan, dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp2,6T. </p>



<p>Melihat data tersebut, VIDA mendorong masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga keamanan digital, dimulai dari pemilihan dan pengelolaan password yang tepat. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol dengan panjang minimal 24 karakter.</p>



<p>Selain itu, ubah setiap 90 hari, dan hindari penggunaan password yang sama di berbagai akun. Lapisan perlindungan tambahan juga dapat diperkuat dengan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada aplikasi dan perangkat.</p>



<p>Sebagai bagian dari komitmen dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman, VIDA tidak hanya fokus pada peningkatan awareness konsumen terhadap keamanan digital, tetapi juga mengedepankan pendekatan menyeluruh, mencakup penyediaan solusi bagi pelaku industri. </p>



<p>Salah satu solusi keamanan digital yang dihadirkan adalah VIDA FaceToken, teknologi berbasis biometrik yang menggabungkan face matching, liveness detection, dan device authentication dalam satu proses yang aman dan seamless. </p>



<p>Teknologi ini memastikan hanya pengguna asli yang dapat mengakses akun atau melakukan transaksi, serta memberikan perlindungan. Berbeda dengan password yang rentan terhadap phishing, FaceToken tidak memerlukan kode atau informasi yang mudah disadap.</p>



<p>Keamanan dari inovasi FaceToken juga telah teruji dan mendapat sertifikasi iBeta Level 2 untuk teknologi liveness detection, menjadikan VIDA sebagai penyedia identitas digital pertama di Indonesia yang meraih pengakuan ini. </p>



<p>Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen VIDA dalam menghadirkan solusi keamanan digital berstandar global yang lebih modern untuk menjawab tantangan dunia siber yang terus berkembang.</p>



<p>Tak berhenti di sana, VIDA juga menghadirkan VIDA PhoneToken. Ini merupakan teknologi autentikasi berbasis perangkat yang memanfaatkan Public Key Infrastructure (PKI) untuk menjamin keaslian transaksi digital. </p>



<p>Setiap perangkat dikaitkan langsung dengan identitas pengguna, memastikan hanya perangkat terdaftar yang dapat digunakan untuk login atau transaksi. Dengan metode ini, proses autentikasi tidak lagi bergantung pada OTP berbasis SMS yang rawan disadap.</p>



<p>Kombinasi VIDA PhoneToken dan FaceToken mampu menghadirkan perlindungan berlapis. Jika perangkat dicuri, seluruh akses tetap membutuhkan verifikasi biometrik, sehingga data dan transaksi tetap aman.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
