<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>privy &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/privy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Mar 2026 07:33:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>privy &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ini Cara Menghindarinya Penipuan Dokumen Digital Palsu</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/03/16/ini-cara-menghindarinya-penipuan-dokumen-digital-palsu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Mar 2026 07:33:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HOW TO]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen digital]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan dokumen digital]]></category>
		<category><![CDATA[privy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=27397</guid>

					<description><![CDATA[Waspada! Penipuan digital di Indonesia 3–4 kali lebih tinggi dari negara lain.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Kasus penipuan digital di Indonesia terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Berdasarkan laporan Indonesia Anti Scam Center (IASC), hingga Januari 2026 jumlah laporan penipuan tercatat mencapai 432.637 laporan, meningkat dari 418.462 laporan pada Desember 2025. </p>



<p>Artinya, rata-rata terdapat sekitar 1.000 laporan setiap harinya. IASC juga menyebutkan bahwa angka tersebut 3–4 kali lebih tinggi dibandingkan negara lain yang umumnya mencatat sekitar 150 hingga 400 laporan per hari. </p>



<p>Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat perlu semakin waspada terhadap berbagai modus kejahatan digital yang terus berkembang. Salah satu modus penipuan yang sering digunakan adalah penipuan melalui dokumen digital.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Marshall-Pribadi-CEO-Founder-Privy.-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-27400" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Marshall-Pribadi-CEO-Founder-Privy.-1-1024x683.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Marshall-Pribadi-CEO-Founder-Privy.-1-300x200.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Marshall-Pribadi-CEO-Founder-Privy.-1-768x512.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Marshall-Pribadi-CEO-Founder-Privy.-1-370x247.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Marshall-Pribadi-CEO-Founder-Privy.-1-270x180.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Marshall-Pribadi-CEO-Founder-Privy.-1-570x380.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Marshall-Pribadi-CEO-Founder-Privy.-1-740x494.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Marshall-Pribadi-CEO-Founder-Privy.-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Merespon fenomena tersebut, CEO &amp; Co-Founder Privy, Marshall Pribadi mengatakan bahwa salah satu modus yang semakin sering digunakan pelaku adalah penipuan melalui dokumen digital, seperti invoice palsu, purchase order palsu, kontrak kerja fiktif, dan sebagainya.</p>



<p>Untuk membantu masyarakat menghindari risiko tersebut, Marshall membagikan beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan sebelum mempercayai atau menandatangani dokumen digital.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tiga Langkah Sederhana Menghindari Penipuan Dokumen Digital</h4>



<ol>
<li><strong>Cermati Sumber dan Konteks Dokumen</strong><br>Ketika masyarakat menerima dokumen digital baik melalui e-mail ataupun pesan instan, periksa detail kontak pengirim seperti alamat e-mail dan domain perusahaan. Perbedaan tanda baca titik dan koma pun seringkali mengecoh masyarakat dan dijadikan sebagai celah penipuan.</li>



<li><strong>Periksa Tanda Tangan Elektronik pada Dokumen</strong><br>Saat menerima dokumen digital yang disertai dengan tanda tangan elektronik, cek keabsahan penyedia tanda tangan digitalnya yaitu Penyeleggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) dan periksa statusnya. Tanda tangan elektronik yang sah hanya dapat diterbitkan oleh PSrE yang terdaftar resmi di Kementerian Komunikasi dan Digital RI, misalnya seperti Privy atau PSrE berizin lainnya.<br>Selain itu, periksa detail sertifikat digital yang tertera di dalam dokumen. Identitas penerbit harus jelas, termasuk nama PSrE yang menerbitkan sertifikat tersebut. Masa berlaku sertifikat juga perlu diperhatikan, sertifikat yang sudah kedaluwarsa atau tidak aktif dapat menjadi indikasi risiko keamanan.</li>



<li><strong>Lakukan Verifikasi Gratis di Situs Privy (privy.id/verifikasi-pdf)</strong><br>Untuk memastikan keaslian dokumen secara lebih menyeluruh, masyarakat juga dapat<br>mengunggah dokumen digital berupa PDF ke situs resmi Privy guna memeriksa validitas tanda tangan elektronik serta memastikan dokumen tidak mengalami perubahan setelah<br>ditandatangani.</li>
</ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Verifikasi-Dokumen-Privy-2-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-27399" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Verifikasi-Dokumen-Privy-2-1-1024x576.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Verifikasi-Dokumen-Privy-2-1-300x169.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Verifikasi-Dokumen-Privy-2-1-768x432.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Verifikasi-Dokumen-Privy-2-1-370x208.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Verifikasi-Dokumen-Privy-2-1-270x152.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Verifikasi-Dokumen-Privy-2-1-570x321.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Verifikasi-Dokumen-Privy-2-1-740x416.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Verifikasi-Dokumen-Privy-2-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Melalui proses verifikasi tersebut, masyarakat akan mendapatkan salah satu dari tiga hasil<br>berikut:</p>



<ul>
<li><strong>Dokumen memiliki tanda tangan digital tepercaya</strong><br>Jika tanda tangan elektronik dinyatakan valid, sistem akan menampilkan informasi terkait tanda tangan digital beserta riwayat proses penandatanganannya. Informasi ini mencakup siapa saja yang menandatangani dokumen, penyedia sertifikat elektronik yang digunakan, serta riwayat proses penandatanganan pada dokumen tersebut.</li>



<li><strong>Tidak ada tanda tangan digital yang ditemukan pada dokumen</strong><br>Hasil ini menunjukkan bahwa dokumen tidak memiliki tanda tangan elektronik tersertifikasi, sehingga keasliannya perlu ditelusuri lebih lanjut sebelum mengambil tindakan.</li>



<li><strong>Dokumen tidak sepenuhnya tepercaya</strong><br>Hasil ini dapat muncul jika terdapat indikasi ketidaksesuaian pada status tanda tangan<br>dalam dokumen digital. Hal ini dapat terjadi, jika sistem mendeteksi bahwa identitas<br>penandatangan tidak menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh PSrE yang<br>terdaftar di KOMDIGI, tanda tangan pada dokumen terindikasi mengalami perubahan<br>setelah proses penandatanganan, dokumen tidak memiliki penanda waktu (timestamp)<br>yang tepercaya, atau informasi pendukung untuk validasi jangka panjang tidak tersedia.<br>Dalam kondisi tersebut, dokumen sebaiknya diperiksa lebih lanjut sebelum digunakan<br>atau dijadikan dasar pengambilan keputusan.</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading">Pentingnya Budaya Verifikasi Dokumen Digital</h4>



<p>Marshall turut menekankan bahwa meningkatnya penipuan digital menunjukkan pentingnya<br>membangun kebiasaan verifikasi sebelum mempercayai dokumen digital.</p>



<p>“Banyak masyarakat masih menilai keaslian dokumen digital hanya dari tampilannya. Padahal, dokumen digital dapat dimodifikasi tanpa terlihat secara kasat mata. Karena itu, verifikasi menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan,” ujar Marshall.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa membiasakan diri untuk cek dulu sebelum percaya dapat membantu masyarakat mengurangi risiko menjadi korban penipuan digital.</p>



<p>“Kepercayaan di era digital perlu dibangun di atas verifikasi. Melalui edukasi berkelanjutan dan penyediaan layanan verifikasi dokumen digital, kami berharap masyarakat semakin kritis dan terbiasa memastikan keaslian dokumen sebelum mempercayainya,” tutup Marshall.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Privy Didukung Komdigi Luncurkan Inisiatif #CekDuluBaruPercaya</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/02/13/privy-didukung-komdigi-luncurkan-inisiatif-cekdulubarupercaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2026 23:58:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[cekdulubarupercaya]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen resmi]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen verivikasi]]></category>
		<category><![CDATA[privy]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=26423</guid>

					<description><![CDATA[Inisiatif #CekDuluBaruPercaya ini dihadirkan Privy dalam rangka memperingati Safer Internet Day 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Penipuan berbasis dokumen digital kian menjadi ancaman serius di tengah masifnya adopsi teknologi digital di Indonesia. Dokumen yang tampak resmi, lengkap dengan kop surat, tanda tangan, hingga QR Code, semakin sering disalahgunakan untuk menipu masyarakat dan pelaku usaha. </p>



<p>Laporan Indonesia Anti Scam Center (IASC) OJK pun juga mencatat kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp9,1 triliun dengan lebih dari 411 ribu laporan sepanjang November 2024 hingga Desember 2025.</p>



<p>Fenomena ini menegaskan bahwa tampilan visual tidak lagi cukup menjadi dasar kepercayaan di ruang digital.Tanpa kebiasaan verifikasi yang memadai, dokumen yang terlihat sah berpotensi menjadi pintu masuk penipuan bagi individu, pelaku usaha, hingga institusi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065341.657-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-26425" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065341.657-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065341.657-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065341.657-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065341.657-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065341.657-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065341.657-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065341.657-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065341.657-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Merespons kondisi tersebut, Privy sebagai Penyelenggara Sertifikat Elektronik (PSrE) menggagas inisiatif <strong>#CekDuluBaruPercaya</strong>. Inisiatif ini didukung langsung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia. </p>



<p><strong>#CekDuluBaruPercaya</strong> yang diluncurkan bertepatan dengan  peringatan Safer Internet Day 2026 ini bertujuan untuk mendorong masyarakat membangun kebiasaan memverifikasi dokumen digital melalui situs <a href="http://privy.id/verifikasi-pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">privy.id/verifikasi-pdf</a> sebelum mempercayai, menandatangani, atau mengambil keputusan. </p>



<p>Direktur Pengawasan Sertifikasi dan Transaksi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Teguh Arifiyadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa maraknya penipuan berbasis dokumen digital menunjukkan urgensi membangun budaya verifikasi di tengah percepatan transformasi digital.</p>



<p>“Penipuan digital saat ini tidak selalu datang dalam bentuk yang mencurigakan. Banyak dokumen yang tampil sangat rapi dan meyakinkan, padahal keabsahannya tidak dapat dipertanggungjawabkan,&#8221; ujar Teguh.</p>



<p>Lebih lanjut, Teguh juga mengatakan bahwa Komdigi terus mendorong dan mengajak masyarakat untuk membangun kebiasaan verifikasi sebelum mempercayai atau menindaklanjuti dokumen digital.</p>



<p>&#8220;Dengan hadirnya website untuk memverifikasi dokumen digital di Privy, kini masyarakat memiliki akses dalam melakukan verifikasi dokumennya, yang tentunya semakin memberi kemudahan bagi publik,” tambah Teguh.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065451.348-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-26426" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065451.348-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065451.348-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065451.348-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065451.348-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065451.348-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065451.348-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065451.348-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Copy-of-Untitled-2026-02-13T065451.348-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sejalan dengan hal tersebut, Chief Executive Officer &amp; Founder Privy, Marshall Pribadi, menilai bahwa tantangan utama di era digital saat ini bukan terletak pada ketersediaan teknologi, melainkan pada cara masyarakat membangun kepercayaan.</p>



<p>“Di dunia digital, kepercayaan harus bisa diverifikasi, bukan lagi dinilai dari tampilan visual semata. Dokumen bisa terlihat resmi, tetapi belum tentu sah dan dapat diverifikasi,&#8221; ujar Marshall dihadapan sejumlah media di Jakarta, (12/02).</p>



<p>Ia menambahkan bahwa melalui <strong>#CekDuluBaruPercaya</strong>, Privy ingin mendorong perubahan kebiasaan, dari sekadar melihat lalu percaya, menjadi memeriksa dan memverifikasi sebelum bertindak.</p>



<p>&#8220;Verifikasi seharusnya tidak dipersepsikan sebagai proses yang rumit. Dengan teknologi yang tepat, pengecekan keaslian dokumen digital dapat dilakukan secara cepat dan mudah, sehingga pencegahan penipuan digital dapat dilakukan sebelum risiko terjadi,&#8221; tambah Marshall.</p>



<p>Hingga saat ini, Privy juga telah mencegah 122 juta upaya fraud pada layanan yang dikembangkan. Hal ini menggambarkan betapa besarnya risiko kecurangan digital bagi masyarakat. </p>



<p>Sebagai infrastruktur Digital Trust, Privy juga mencatat besarnya kebutuhan publik terhadap verifikasi dokumen digital. Sejak didirikan pada tahun 2016, lebih dari 138 juta dokumen telah terverifikasi menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi Privy. </p>



<p>Angka ini mencerminkan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha akan pentingnya penggunaan tanda tangan elektronik yang sah secara hukum, aman, dan dapat diverifikasi untuk mencegah pemalsuan dokumen serta berbagai bentuk fraud di ranah digital.</p>



<p>Dari sisi pelaku usaha, risiko dokumen digital yang tidak diverifikasi dirasakan secara langsung dalam aktivitas operasional sehari hari. Tenny Daud, pelaku UMKM sekaligus<em> content creator</em>, mengatakan bahwa hampir seluruh proses bisnisnya kini bergantung pada dokumen elektronik.</p>



<p>“Sebagai pelaku UMKM, saya setiap hari berhadapan dengan invoice, kontrak, dan dokumen transaksi dalam bentuk digital. Kalau ada satu saja dokumen yang tidak valid, dampaknya bisa langsung ke arus kas atau kerja sama bisnis,&#8221; ungkap Tenny. </p>



<p>Ditambahkan oleh Tenny bahwa verifikasi menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan. Bahkan, proses verifikasi dokumen digital pun tidak memakan lebih dari 30 detik. Oleh karena itu, inisiatif <strong>#CekDuluBaruPercaya</strong> dari Privy ini sangat membantu dirinya dan teman-teman UMKM.</p>



<p>Melalui inisiatif <strong>#CekDuluBaruPercaya</strong>, Privy juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kanal verifikasi resmi yang telah tersedia, melalui layanan verifikasi Privy yang bisa diakses melalui <a href="http://privy.id/verifikasi-pdf" target="_blank" rel="noreferrer noopener">privy.id/verifikasi-pdf</a>.</p>



<p>Dengan menjadikan verifikasi sebagai kebiasaan digital sehari-hari, Privy bersama Komdigi berharap kepercayaan di ruang digital dapat dibangun atas dasar bukti yang dapat diverifikasi, bukan sekadar asumsi visual, sehingga ekosistem digital Indonesia dapat tumbuh lebih aman, terpercaya, dan berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Privy Catat Pertumbuhan Pesat, dan Siap Menangkal Penipuan Online</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/01/05/privy-catat-pertumbuhan-pesat-dan-siap-menangkal-penipuan-online/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2026 09:38:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[dokumen digital]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan online]]></category>
		<category><![CDATA[privy]]></category>
		<category><![CDATA[tanda tangan digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=25435</guid>

					<description><![CDATA[Tercatat, ada 71 juta pengguna individu terverifikasi dan 167.000 organisasi dan institusi menggunakan layanan Privy. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Privy, penyedia identitas digital dan tanda tangan elektronik tersertifikasi terdepan di Indonesia, menutup tahun 2025 dengan pencapaian positif dan siap menyongsong 2026 dengan visi yang lebih kuat yakni menciptakan ekosistem digital trust yang aman, terpercaya, dan terjamin.</p>



<p>Marshall Pribadi selaku CEO Privy mengatakan bahwa Privy menjadi satu-satunya institusi di Indonesia yang tidak hanya memberikan kepastian, tetapi juga jaminan atas keaslian sebuah dokumen digital. </p>



<p>“Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang berinduk ke Komdigi RI, Privy memberikan Certificate Warranty hingga Rp 1 miliar untuk melindungi pengguna dari kerugian<br>akibat dokumen yang ditandatangani dengan Sertifikat Privy yang terbukti tidak asli,&#8221; ujar Marshall.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="682" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Marshall-Pribadi-CEO-Privy-1-1-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-25436" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Marshall-Pribadi-CEO-Privy-1-1-1024x682.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Marshall-Pribadi-CEO-Privy-1-1-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Marshall-Pribadi-CEO-Privy-1-1-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Marshall-Pribadi-CEO-Privy-1-1-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Marshall-Pribadi-CEO-Privy-1-1-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Marshall-Pribadi-CEO-Privy-1-1-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Marshall-Pribadi-CEO-Privy-1-1-740x493.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Marshall-Pribadi-CEO-Privy-1-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Lebih lanjut, Marshall menambahkan bahwa dengan begitu, setiap transaksi digital menjadi lebih aman dan sah secara hukum. Terlebih, di tengah maraknya penipuan online dan teknologi deepfake AI, Privy hadir sebagai solusi untuk memastikan identitas pihak yang bertransaksi.</p>



<p>“Cukup meminta mereka menandatangani dokumen melalui Privy atau berkomunikasi lewat Privy Chat, maka identitas mereka dijamin keasliannya. Sepanjang 2025, Privy berhasil mendeteksi dan mencegah lebih dari 122 juta upaya kecurangan digital atau fraud,&#8221; tambah Marshall.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Pertumbuhan Pesat di 2025: Indonesia dan Australia</h4>



<p>Selain memastikan keamanan transaksi digital dengan jaminan, Privy juga turut mencatat<br>pencapaian signifikan di tahun 2025 lalu. Tercatat, ada 71 juta pengguna individu terverifikasi dan 167.000 organisasi dan institusi menggunakan layanan Privy. </p>



<p>Selain itu, ekspansi ke Australia juga menjadikan Privy, sebagai perusahaan Indonesia pertama yang mengekspor jasa berteknologi tinggi ke pasar internasional. Pencapaian ini menegaskan peran Privy sebagai fondasi keamanan transaksi digital, baik untuk korporasi, UMKM, maupun individu.</p>



<p>&#8220;Memasuki tahun 2026, Privy juga terus memperkuat ekosistem Digital Trust. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat ekosistem digital yang aman dan terpercaya. Sebab Privy hadir jadi sebuah jaminan kepercayaan bagi masyarakat dan dunia usaha,” tambahnya.</p>



<p>Privy akan mengakselerasi pengembangan fitur Digital ID untuk akses lintas platform, Privy Chat untuk komunikasi terverifikasi, serta tanda tangan elektronik tersertifikasi untuk dokumen perpajakan yang lebih canggih. Semua ini bertujuan mendukung transformasi digital di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
