<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>profesional &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/profesional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Jan 2025 11:32:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>profesional &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>LinkedIn: 7 dari 10 Profesional di Indonesia Ingin Pindah Kerja di 2025</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/01/18/linkedin-7-dari-10-profesional-di-indonesia-ingin-pindah-kerja-di-2025/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jan 2025 11:25:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[pekerja]]></category>
		<category><![CDATA[pelamar kerja]]></category>
		<category><![CDATA[perekrut]]></category>
		<category><![CDATA[profesional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=15526</guid>

					<description><![CDATA[Data LinkedIn mengungkapkan bahwa hampir 6 dari 10 (59%) pencari kerja mengaku pernah di-ghosting oleh perekrut.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Tahun baru membawa harapan baru bagi banyak profesional di Indonesia. Sebanyak 7 dari 10 (70%) profesional menyatakan akan mencari pekerjaan baru pada tahun 2025, lebih tinggi dari rata-rata global yang hanya sebesar 58%. </p>



<p>Namun, proses pencarian pekerjaan kini semakin menantang. Data <a href="https://www.linkedin.com/feed/">LinkedIn</a> mengungkapkan bahwa hampir 6 dari 10 (59%) pencari kerja mengaku pernah di-ghosting oleh perekrut dan tidak mendapat respons apapun setelah mengirimkan lamaran atau menghubungi tim perekrut.</p>



<p>Hasilnya, lebih dari setengah responden mengatakan bahwa proses pencarian kerja menjadi lebih sulit (58%) dan memakan waktu lebih lama (59%) dalam setahun terakhir. Tren ini menunjukkan bahwa para profesional Indonesia perlu mengubah strategi mereka dalam mencari pekerjaan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/01/2154-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-15527" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/01/2154-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/01/2154-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/01/2154-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/01/2154-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/01/2154-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/01/2154-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/01/2154-740x493.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/01/2154.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Profesional di Indonesia Perlu Beradaptasi</strong></h3>



<p>Bagi banyak orang, mencari pekerjaan kini seperti permainan peluang. Rata-rata, profesional di Indonesia menghabiskan waktu hingga empat jam per minggu untuk mengirim sebanyak lima lamaran pekerjaan. </p>



<p>Sementara, 42% profesional percaya bahwa semakin banyak lamaran yang dikirimkan, semakin besar peluang mereka mendapat pekerjaan. Anggapan ini paling banyak berasal dari  Gen Z (45%) dan Milenial (43%).</p>



<p>Namun, kenyataannya strategi ini justru menjadi bumerang. Sekitar 4 dari 10 (43%) profesional di Indonesia mengaku telah mengirim lebih banyak lamaran dari biasanya, tetapi tidak mendapatkan balasan.</p>



<p>Di sisi lain, para perekrut kelelahan dengan banyaknya lamaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan persyaratan. Sebanyak 8 dari 10 (80%) perekrut mengatakan bahwa mereka menerima lebih banyak lamaran dibandingkan tahun lalu. </p>



<p>Ini mengakibatkan 29% dari mereka menghabiskan waktu hingga 3-5 jam dalam sehari untuk menyeleksi lamaran. Namun, mereka melaporkan bahwa, dari lamaran yang diterima, tidak ada satupun (0%) yang benar-benar memenuhi kualifikasi.</p>



<p>“Di tengah persaingan job market yang kompetitif, para pencari kerja seringkali ingin melamar sebanyak mungkin untuk setiap posisi yang ada, dengan harapan peluang mendapatkan pekerjaan semakin besar,&#8221; ujar Serla Rusli, LinkedIn Career Expert.</p>



<p>Ditambahkan oleh Rusli bahwa mengirimkan lamaran terlalu banyak justru tidak akan berhasil, dan bisa membuat mereka kecewa saat menerima respon yang minim atau bahkan “di-ghosting” oleh para perekrut. </p>



<p>&#8220;Dengan semakin banyaknya orang yang mencari pekerjaan tahun ini, para profesional di Indonesia harus bisa beradaptasi, mengambil pendekatan baru dan lebih strategis dalam melamar pekerjaan yang sesuai dengan skills,&#8221; tambah Rusli.</p>



<p>Riset terbaru LinkedIn menunjukkan, 56% pencari kerja berharap mereka memiliki cara yang lebih efisien untuk memastikan skills yang dibutuhkan. Untuk memudahkan para pencari kerja di Indonesia dalam menyesuaikan strategi, LinkedIn telah meluncurkan fitur Job Match terbaru.</p>



<p>Fitur ini menampilkan bagaimana skills dan pengalaman mereka cocok untuk posisi yang tersedia. Dengan begitu, para pencari kerja bisa fokus mencari pekerjaan dengan peluang yang lebih besar untuk mendapatkan tanggapan. </p>



<p>Cukup dengan sekali klik, para pencari kerja bisa mendapatkan info lengkap dari kualifikasi apa saja yang mereka miliki dan tidak miliki, sehingga mereka bisa memutuskan apakah perlu melamar pekerjaan tersebut atau tidak. </p>



<p>Selain itu, pelanggan premium juga akan mendapatkan panduan tambahan dengan alat bantu bertenaga AI dari LinkedIn untuk memperbaiki CV, surat lamaran, dan melihat pekerjaan yang lebih cocok untuk mereka. </p>



<p>Di Indonesia, hampir 7 dari 10 (69%) pencari kerja terbuka terhadap peran-peran di industri atau bidang baru. Laporan Jobs on the Rise terbaru dari LinkedIn menawarkan insights menarik tentang pekerjaan yang paling cepat berkembang di Indonesia selama tiga tahun terakhir. </p>



<p>Peringkat tahun ini mengungkap adanya peningkatan posisi untuk pekerjaan yang berfokus pada teknik keamanan, perjalanan, dan pekerjaan di sektor pelayanan karena, seperti banyak negara lain di dunia,  sektor bisnis di Indonesia sudah kembali normal pasca pandemi.</p>



<p>Adapun tiga pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia adalah: </p>



<ol>
<li>Konsultan Perjalanan,</li>



<li>Ahli Keamanan Siber, </li>



<li>Analis Pusat Operasi Keamanan.</li>
</ol>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LinkedIn: Kembangkan Skills Menggunakan ‘Loud Learning’</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/06/19/linkedin-kembangkan-skills-menggunakan-loud-learning/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jun 2024 23:23:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[loud learning]]></category>
		<category><![CDATA[profesional]]></category>
		<category><![CDATA[skills]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=8762</guid>

					<description><![CDATA[‘Loud Learning’ merupakan sebuah tren baru bagi para profesional di Indonesia untuk mengembangkan skills di lingkungan kerja.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Di era AI ini, para profesional harus mengembangkan skills baru untuk memajukan karier. Namun, penelitian terbaru dari <a href="http://www.linkedin.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">LinkedIn</a>, jaringan profesional terbesar di dunia, menunjukkan bahwa mereka menghadapi hambatan dalam proses belajar. </p>



<p>Meskipun 79% profesional di Indonesia mengatakan bahwa perusahaan mereka sudah cukup baik dalam menciptakan budaya belajar, temuan menunjukkan bahwa 92% mengalami kesulitan untuk memprioritaskan pembelajaran karena komitmen kerja dan keluarga.</p>



<p>Hambatan utama yang dihadapi termasuk kurangnya waktu akibat jadwal kerja yang padat (33%), tanggung jawab keluarga atau komitmen pribadi lainnya (31%), dan kurangnya motivasi atau disiplin untuk menyisihkan waktu (27%).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6-1024x1024.jpg" alt="" class="wp-image-8766" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6-1024x1024.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6-300x300.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6-150x150.jpg 150w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6-768x768.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6-1536x1536.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6-370x370.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6-270x270.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6-570x570.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6-740x740.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6-120x120.jpg 120w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image001-6.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Perlu Melakukan &#8216;Loud Learning&#8217;</h3>



<p>‘Loud Learning’, yang menyuarakan ambisi belajar di tempat kerja, telah muncul sebagai solusi yang menjanjikan. Sekitar 83% profesional di Indonesia mengatakan bahwa praktik ini dapat membantu mereka meluangkan waktu untuk meningkatkan skills.</p>



<p>Terdapat tiga cara utama yang digunakan oleh para profesional di Indonesia dalam &#8216;Loud Learning:</p>



<ol>
<li>Berbagi pembelajaran dengan rekan tim (47%)</li>



<li>Membagikan perjalanan pembelajaran atau pencapaian mereka di LinkedIn (40%)</li>



<li>memberitahu anggota tim tentang waktu belajar mereka (39%)</li>
</ol>



<p>Tercatat, 72% dari para profesional di Indonesia sudah terlibat dalam &#8216;Loud Learning&#8217;. Sekitar 81% dari para profesional di Indonesia mengatakan bahwa mereka termotivasi untuk terlibat dalam ‘Loud Learning’ setelah melihat rekan mereka menggunakannya.</p>



<p>Untuk melengkapi pengalaman belajar mereka, 63% dari para profesional di Indonesia juga mengatakan bahwa mereka memiliki <em>Learning BFF</em>–seorang teman yang mendukung dan belajar bersama mereka. Jadi, seluruh pengalaman belajar lebih menyenangkan dan efektif.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Menggunakan ‘Loud Learning’ untuk Mengembangkan Karier</h3>



<p>Penelitian LinkedIn menunjukkan, 85% profesional di Indonesia percaya bahwa terlibat dalam &#8216;Loud Learning&#8217; dapat mendukung pertumbuhan karier. Beberapa manfaatnya termasuk membuka peluang, baik untuk karier baru ataupun kemajuan karier (30%).</p>



<p>&#8216;Loud Learning&#8217; juga memberikan kesempatan untuk mendapat mentor dan bimbingan dari para profesional berpengalaman (29%), dan memfasilitasi berbagai pengetahuan dan wawasan di antara rekan sejawat (25%).</p>



<p>&#8220;Menurut data LinkedIn, skills yang diperlukan untuk pekerjaan di Indonesia diperkirakan akan berubah sebesar 68% pada tahun 2030. Hal ini akan dipercepat oleh hadirnya AI generatif,&#8221; ucap <strong><u><a href="https://www.linkedin.com/in/serlarusli/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Serla Rusli, LinkedIn Career Expert</a></u></strong><em>.</em></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8-1024x1024.jpg" alt="" class="wp-image-8765" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8-1024x1024.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8-300x300.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8-150x150.jpg 150w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8-768x768.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8-1536x1536.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8-370x370.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8-270x270.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8-570x570.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8-740x740.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8-120x120.jpg 120w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image002-8.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Lebih lanjut, Serla menjelaskan bahwa hal itu merupakan peningkatan yang signifikan dari rata-rata global sebesar 50% yang diprediksi sejak tahun 2016. Sangat penting bagi para profesional untuk fokus pada pembelajaran dan peningkatan skills untuk melindungi karier mereka ke depan. </p>



<p>Diakui Serla bahwa ‘Loud Learning’ adalah trik hebat yang dapat digunakan untuk mengatasi tantangan dalam meluangkan waktu untuk belajar. Dengan ‘Loud Learning’, para profesional dapat menginspirasi orang lain untuk meluangkan waktu demi mengembangkan keterampilan.</p>



<p>LinkedIn juga memperkenalkan tools Premium baru yang didukung AI untuk membantu para profesional mempercepat perjalanan mereka dalam belajar. Fitur coaching baru dari LinkedIn Learning yang didukung AI dapat membantu memandu para profesional saat mengambil kursus.</p>



<p>Dengan bantuan fitur ini mereka bisa meminta ringkasan konten atau klarifikasi pertanyaan, sehingga para profesional bisa mendapatkan wawasan dan pelajaran langsung secara real-time dari halaman kursus. </p>



<p>LinkedIn juga sedang menguji fitur untuk meminta saran dari ahli, didukung oleh AI, yang memungkinkan para profesional berinteraksi via <em>chat</em> yang mudah digunakan bersama instruktur terpilih dan segera menerima saran terpersonalisasi yang bermanfaat.</p>



<p>Selain itu, LinkedIn juga telah membuka akses gratis ke beberapa LinkedIn Learning Courses, termasuk pembelajaran yang berfokus pada AI seperti <a href="https://www.linkedin.com/learning/paths/building-ai-literacy" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Building AI Literacy</a> dan <a href="https://www.linkedin.com/learning/paths/advance-your-skills-in-deep-learning-and-neural-networks" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Advancing Your Skills in Deep Learning and Neural Networks</a>.</p>



<p>Akses gratis lainnya yang disediakan oleh LinkedIn untuk mendukung kemajuan karier para profesiaonal seperti <a href="https://www.linkedin.com/learning/beating-procrastination" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Beating Procrastination</a> dan <a href="https://www.linkedin.com/learning/project-management-foundations-15528659" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Project Management Foundation.</a> Adapun kursus ini akan tersedia hingga 8 Juli 2024.</p>



<p>Berikut adalah Tips dari LinkedIn Career Expert, Serla, tentang bagaimana para profesional dapat memprioritaskan dan menghabiskan waktu untuk belajar:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10-1024x1024.jpg" alt="" class="wp-image-8764" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10-1024x1024.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10-300x300.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10-150x150.jpg 150w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10-768x768.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10-1536x1536.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10-370x370.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10-270x270.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10-570x570.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10-740x740.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10-120x120.jpg 120w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/06/image003-10.jpg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<ul>
<li><strong>Vokal dan alokasikan waktu untuk belajar</strong>: Untuk mengutamakan belajar, penting untuk bersuara dan secara sadar mengalokasikan waktu. <em>Block</em> jadwal di kalender adalah cara sederhana untuk berkomitmen dan memungkinkan orang lain melihat dedikasi Anda. Mulailah dengan mengalokasikan waktu sesaat, bahkan hanya 15 menit sehari, agar  Anda dapat tetap konsisten dan teratur dalam belajar.</li>



<li><strong>Berbagi <em>updates</em> tentang perjalanan belajar Anda di tempat kerja dan di LinkedIn</strong>: Mem-<em>posting</em> perjalanan belajar Anda dapat menginspirasi orang lain. Ceritakan kemajuan belajar Anda dan bagaimana Anda mengatasi hambatan dengan rekan kerja dan jaringan LinkedIn. Ini dapat memicu diskusi dan mungkin menginspirasi orang lain untuk juga meluangkan waktu untuk belajar.</li>



<li><strong>Mencari teman belajar (<em>Learning BFF</em>)</strong>: Seorang teman belajar yang suportif dapat membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan, bertanggung jawab, dan berkesan. Bagikan wawasan dan saling mengingatkan terhadap komitmen belajar untuk tetap termotivasi sepanjang perjalanan belajar. Seorang teman belajar juga dapat membantu memperluas alat bantu belajar dengan memperkenalkan Anda pada alat-alat dan sumber daya baru.</li>



<li><strong>Manfaatkan AI untuk meningkatkan pengalaman belajar Anda</strong>: Bayangkan jika Anda menemukan seorang ahli di bidangnya dan berdiskusi tentang topik yang mereka kuasai seperti negosiasi, kesejahteraan, atau strategi bisnis. Fitur saran dari ahli baru LinkedIn, yang didukung oleh AI dan sedang diuji coba, memiliki kemampuan untuk memberikan Anda saran praktis yang personal langsung dari para pemimpin bisnis terkemuka dan pelatih di LinkedIn Learning.</li>



<li><strong>Bangun komunitas belajar</strong>: Terlibatlah dalam diskusi di <a href="https://www.linkedin.com/help/linkedin/answer/a544795" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Grup LinkedIn</a> &#8211; komunitas <em>online</em> di mana para profesional sejenis berkumpul untuk berbagi wawasan tentang berbagai topik. Anda juga dapat berkontribusi pada <a href="https://www.linkedin.com/help/linkedin/answer/a1413111" target="_blank" rel="noreferrer noopener">artikel kolaboratif</a> untuk pertukaran perspektif yang beragam lebih lanjut.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
