<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sft 2026 &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/sft-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Sep 2026 04:21:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>sft 2026 &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SFT 2026 Tantang Anak Muda Pecahkan Masalah dengan Tepat</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/09/02/sft-2026-tantang-anak-muda-pecahkan-masalah-dengan-tepat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 04:21:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[anak muda]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[samsung solve for tomorrow]]></category>
		<category><![CDATA[sft 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31239</guid>

					<description><![CDATA[Memasuki tahap semifinal, sebanyak 296 peserta SFT 2026 dari 80 tim mengikuti pelatihan teknis AI Amplification.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ketika AI semakin mudah digunakan, kemampuan menggunakannya saja tidak lagi cukup. Tantangan berikutnya bagi generasi muda adalah menentukan masalah yang tepat untuk diselesaikan.</p>



<p>Tak hanya itu, mereka juga harus memahami siapa yang membutuhkan solusi AI, serta memilih teknologi yang benar-benar relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Bagi generasi muda yang ingin menciptakan inovasi, memiliki ide dan mengetahui teknologi terbaru merupakan langkah awal. </p>



<p>Namun, solusi yang memberikan dampak membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Dibutuhkan pula kemampuan untuk melihat permasalahan dari perspektif pengguna, memahami data yang tersedia, serta menentukan apakah AI memang menjadi pendekatan yang tepat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-31241" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/02-Rahmat-Fajri-AI-Engineer-memaparkan-materi-_Roadmap-Pengembangan-Inovasi-AI_-dalam-sesi-Pelatihan-Teknis-AI-Amplification-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-secara-Hybrid-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Kebutuhan akan kemampuan tersebut menjadi semakin relevan seiring pemanfaatan AI yang terus berkembang, termasuk dalam dunia pendidikan. Kemendikdasmen RI pun turut mendorong pemanfaatan AI dan coding sebagai bagian dari transformasi pendidikan. </p>



<p>Dalam Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14, Kemendikdasmen RI menyampaikan bahwa AI dan coding telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas lima SD, dengan penerapan yang terus diperkuat melalui pelatihan guru serta penyediaan sarana dan prasarana.</p>



<p>Hal ini menjadi bagian dari pembelajaran dalam Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026, program berbasis Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) yang mendorong generasi muda untuk mengembangkan solusi terhadap berbagai permasalahan di masyarakat.</p>



<p>Memasuki tahap semifinal, sebanyak 296 peserta dari 80 tim mengikuti pelatihan teknis AI Amplification, setelah melalui proses seleksi dari sekitar 4.000 pendaftar awal dan 2.600 peserta Design Thinking Workshop.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Sebelum Menggunakan AI, Kenali Dulu Masalahnya</h4>



<p>Di tengah semakin mudahnya akses terhadap AI, salah satu tantangan dalam mengembangkan inovasi adalah kecenderungan untuk memulai dari teknologi: “AI apa yang bisa digunakan?” Padahal, proses pengembangan solusi yang relevan perlu dimulai dari pertanyaan yang lebih mendasar: “Masalah apa yang ingin diselesaikan?”</p>



<p>Pendekatan inilah yang menjadi salah satu fokus dalam AI Amplification. Peserta tidak langsung diarahkan untuk memilih teknologi AI, tetapi terlebih dahulu belajar mengidentifikasi permasalahan, memahami pengguna yang terdampak, menentukan kebutuhan data, memilih pendekatan AI, serta menetapkan tujuan dan output solusi.</p>



<p>Untuk pertama kalinya dalam penyelenggaraan Samsung Solve for Tomorrow di Indonesia, pelatihan teknis pada tahap semifinal juga menggunakan format hybrid. Pengajar memberikan sesi pelatihan secara langsung dari kantor Samsung Indonesia, sementara peserta mengikuti pembelajaran secara online. </p>



<p>Sebanyak 80 tim semifinalis mengikuti rangkaian pelatihan teknis AI Amplification pada 14, 15, 22, dan 23 Agustus 2026.</p>



<p>“Dalam mengembangkan solusi berbasis AI, peserta perlu memahami bahwa teknologi bukanlah titik awal. Mereka perlu terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, memahami kebutuhan pengguna, dan melihat data yang tersedia,&#8221; ujar Rahmat Fajri, AI Engineer dan pengajar Technical AI Amplification Samsung Solve for Tomorrow 2026.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dari “Punya Ide” Menjadi “Punya Solusi”</h4>



<p>Pembelajaran tersebut kemudian diterapkan langsung pada proyek masing-masing peserta. Melalui sesi hands-on dan tanya jawab, peserta menganalisis permasalahan, menentukan kebutuhan data, memilih kategori AI, menetapkan tujuan dan output, serta mempertimbangkan dampak dari solusi yang mereka kembangkan.</p>



<p>Dengan proses tersebut, peserta belajar melihat pengembangan inovasi dari perspektif yang berbeda. Ide tidak lagi berhenti pada pertanyaan apakah sebuah teknologi dapat dibuat, tetapi berkembang menjadi pertanyaan apakah solusi tersebut benar-benar dibutuhkan oleh pengguna.</p>



<p>“Di awal, banyak peserta datang dengan ide dan langsung ingin menggunakan teknologi AI tertentu. Setelah mengikuti pembelajaran, mereka mulai memahami pertanyaan yang perlu dijawab terlebih dahulu: apa masalahnya, siapa penggunanya, data apa yang tersedia, dan apakah AI merupakan solusi yang tepat,&#8221; ujar Rahmat.</p>



<p>Setelah memahami permasalahan dan cakupan solusi, peserta mempelajari AI development pipeline untuk mengembangkan prototype AI. Materinya mencakup pengolahan data, pemilihan dan pengembangan model, evaluasi hasil, fine-tuning, serta transfer learning. </p>



<p>Peserta juga mempelajari integrasi AI ke dalam produk melalui pendekatan Edge AI dan Cloud AI, sebelum menggunakan pemahaman tersebut untuk menyempurnakan Concept Paper masing-masing.</p>



<p>Pada sesi pertama, peserta juga diperkenalkan pada berbagai teknologi dan pendekatan AI, mulai dari Artificial Intelligence, Machine Learning, Deep Learning, Generative AI, Computer Vision, Natural Language Processing (NLP), predictive AI, hingga sensor-based AI, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Dengan demikian, peserta tidak hanya mempelajari cara menggunakan dan mengembangkan AI, tetapi juga bagaimana menentukan kapan AI dibutuhkan dan bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan solusi yang relevan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Skill AI Bukan Hanya Tentang Teknologi</h4>



<p>Kemampuan mengembangkan solusi berbasis AI membutuhkan perpaduan antara keterampilan teknis dan kemampuan memahami permasalahan. Seorang inovator perlu mampu melihat kebutuhan pengguna, bekerja dengan data, memilih pendekatan teknologi, serta mengkomunikasikan solusi yang dikembangkan.</p>



<p>Karena itu, Samsung Solve for Tomorrow juga mendorong pengembangan problem solving, kolaborasi, kreativitas, dan komunikasi, selain keterampilan teknis. Peserta tidak hanya mengembangkan ide berbasis teknologi, tetapi juga memahami bagaimana inovasi dapat memberikan manfaat bagi pengguna dan lingkungan di sekitarnya.</p>



<p>Pendekatan tersebut membantu generasi muda melihat AI bukan sekadar teknologi yang sedang berkembang, tetapi sebagai salah satu alat yang dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan nyata ketika diterapkan secara tepat.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Samsung Solve for Tomorrow Dorong Generasi Muda Mengubah Masalah Menjadi Inovasi</h4>



<p>Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung memberikan kesempatan kepada siswa dan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan STEM sekaligus keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk AI.</p>



<p>“Generasi muda punya potensi besar. Tugas kami adalah memberi mereka ruang, keterampilan STEM dan AI, dan kesempatan untuk menjawab tantangan nyata. Karena kami percaya, inovasi tidak lahir dari teknologi semata, tetapi dari keberanian untuk melihat masalah dengan cara yang berbeda,” ujar Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</p>



<p>Ia menambahkan bahw bukan sekadar bisa membuat, tapi tahu apa yang perlu dibuat. Melalui tahap semifinal ini, kami tidak hanya mematangkan ide para peserta, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi penggerak inovasi masa depan.</p>



<p>Setelah menyelesaikan AI Amplification, para semifinalis selanjutnya mengikuti sesi mentoring bersama para mentor untuk menyempurnakan solusi mereka. Peserta kemudian akan mengembangkan final paper, prototype, dan pitch video.</p>



<p>Selanjutnya, Samsung akan mengumumkan 10 tim terbaik dari masing-masing kategori Siswa dan Mahasiswa pada 7 Oktober 2026 untuk melaju ke babak final. Melalui perjalanan tersebut, Samsung Solve for Tomorrow mendorong generasi muda untuk tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi. </p>



<p>Lebih dari itu, peserta diajak untuk lebih peka melihat masalah, memahami kebutuhan pengguna, mengolah data, dan menentukan teknologi yang tepat untuk menghasilkan solusi yang memberikan dampak.</p>



<p>Dengan mindset tersebut, AI bukan lagi sekadar teknologi yang digunakan karena sedang berkembang, tetapi menjadi alat untuk mengubah masalah yang ditemukan di sekitar menjadi inovasi yang relevan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>2.600 Peserta Samsung Solve for Tomorrow 2026 Dilatih Design Thinking</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/07/01/2-600-peserta-samsung-solve-for-tomorrow-2026-dilatih-design-thinking/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 01:06:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[design thinking]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[samsung solve for tommorow]]></category>
		<category><![CDATA[sft 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=29919</guid>

					<description><![CDATA[Design Thinking pun menjadi fondasi untuk mengembangkan inovasi berbasis STEM dan AI yang relevan dan berdampak.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Di era Artificial Intelligence (AI), tantangan terbesar bukan lagi menghasilkan ide, melainkan memastikan ide tersebut mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, kemampuan memahami permasalahan menjadi sama pentingnya dengan penguasaan teknologi.</p>



<p>Design Thinking pun menjadi fondasi untuk mengembangkan inovasi berbasis STEM dan AI yang relevan dan berdampak. Berangkat dari semangat tersebut, Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 membekali 2.600 mahasiswa dan siswa terpilih melalui Workshop Design Thinking.</p>



<p>Program tahun ini mendapat antusiasme tinggi dengan lebih dari 4.000 pendaftar dari 27 provinsi di Indonesia. Para peserta berasal dari berbagai SMA dan perguruan tinggi, termasuk SMA Negeri 1 Yogyakarta, SMA Kolese Gonzaga, SMA Negeri 10 Malang, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, dan Binus University. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-hadirkan-sesi-Design-Thinking-bersama-Kusuma-Sukma-1-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-29922" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-hadirkan-sesi-Design-Thinking-bersama-Kusuma-Sukma-1-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-hadirkan-sesi-Design-Thinking-bersama-Kusuma-Sukma-1-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-hadirkan-sesi-Design-Thinking-bersama-Kusuma-Sukma-1-768x432.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Melalui workshop ini, mereka dibimbing untuk memahami akar permasalahan sebelum mengembangkan solusi berbasis STEM dan AI. Workshop terdiri atas empat sesi, yaitu Introduction &amp; Empathize, Define &amp; Ideate, Prototyping, dan Testing, masing-masing berdurasi 2,5 jam. </p>



<p>Pembelajaran tersebut menjadi bekal bagi peserta untuk menyusun concept paper dalam tiga tema utama—Sustainability &amp; Environment, Education, serta Sport &amp; Technology—sebelum melaju ke tahap semifinal dan pengembangan prototipe.</p>



<p>“Indonesia memiliki generasi muda dengan potensi yang luar biasa. Tantangan saat ini bukan lagi<br>menghasilkan lebih banyak ide, melainkan memastikan ide tersebut berkembang menjadi solusi yang memberikan dampak nyata,&#8221; ujar Anggi Paramita, Head of Corporate Marketing, Samsung Electronics Indonesia.</p>



<p>Anggi menambahkan bahwa melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung ingin mendorong generasi muda Indonesia untuk mengubah potensi tersebut menjadi inovasi berbasis STEM dan AI yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.</p>



<p>Komitmen tersebut juga tercermin dari pilihan tema concept paper peserta. Sebanyak 47,83% peserta memilih Sustainability &amp; Environment, menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu keberlanjutan. </p>



<p>Fokus ini sejalan dengan arah pembangunan nasional melalui Asta Cita ke-8, yang mendorong pembangunan berkelanjutan serta pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan ketahanan bangsa.</p>



<p>Daftar lengkap peserta Workshop Design Thinking dapat dilihat melalui website resmi Samsung Solve for Tomorrow &#8211; https://www.samsung.com/id/campaign/solvefortomorrow/pengumuman/</p>



<h4 class="wp-block-heading">Ide Keren Aja Nggak Cukup: Kenapa Design Thinking Jadi “Starting Point” di SFT?</h4>



<p>Dalam Samsung SFT, proses Design Thinking menjadi sangat penting karena membantu peserta untuk tidak langsung melompat ke solusi, melainkan terlebih dahulu memahami konteks permasalahan secara menyeluruh.</p>



<p>Ini termasuk siapa yang terdampak, apa kebutuhan utama yang belum terpenuhi, dan mengapa isu tersebut perlu diselesaikan. Pendekatan ini membantu peserta membangun pola pikir yang lebih terstruktur sehingga solusi yang dikembangkan lebih relevan dengan kebutuhan pengguna.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma.-1-1-1-1-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-29925" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma.-1-1-1-1-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma.-1-1-1-1-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma.-1-1-1-1-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma.-1-1-1-1-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma.-1-1-1-1-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma.-1-1-1-1-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma.-1-1-1-1-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Ini-alasan-Design-Thinking-jadi-starting-point-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-menurut-Kusuma-Sukma.-1-1-1-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Menurut Kusuma Sukma, Partner Coach, UD Impact Korea dan AI Innovation Coach, Learnly<br>Society yang menjadi trainer dalam program Samsung Solve for Tomorrow 2026, Design Thinking membantu peserta membangun inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar ide yang terdengar menarik.</p>



<p>“Kesalahan yang paling sering terjadi adalah terlalu cepat jatuh cinta pada ide, sebelum benar-benar memahami masalah yang ingin diselesaikan. Banyak anak muda langsung fokus pada bentuk solusi yang terlihat menarik atau canggih, tetapi belum tentu sesuai dengan kebutuhan pengguna,&#8221; ujar Kusuma.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dari Ide Menjadi Solusi yang Berdampak</h4>



<p>Dalam workshop ini, peserta mempelajari Design Thinking mulai dari memahami pengguna, merumuskan problem statement, mengembangkan ide, hingga menyusun solusi yang dapat diterapkan. Berbagai aktivitas praktik seperti observasi, empati, brainstorming, dan validasi sederhana juga menjadi bagian dari proses pembelajaran.</p>



<p>Dalam proses tersebut, peserta diajak melihat permasalahan dari sudut pandang pengguna, bukan hanya sebagai pembuat solusi. Pendekatan ini membantu mereka menemukan peluang inovasi dari persoalan sehari-hari yang sebelumnya tampak sederhana, sehingga solusi yang dikembangkan menjadi lebih relevan dan memberikan dampak nyata.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Menggabungkan AI dan Empati dalam Berinovasi</h4>



<p>Menurut Kusuma, di era AI, kemampuan seperti empati, kreativitas, dan problem solving justru<br>menjadi semakin penting. AI dapat membantu mempercepat analisis maupun pengembangan ide, tetapi tetap membutuhkan manusia untuk memahami konteks sosial, kebutuhan pengguna, serta dampak yang ingin diwujudkan. </p>



<p>Karena itu, teknologi dan kemampuan berpikir yang berpusat pada manusia perlu berjalan beriringan agar inovasi yang dihasilkan benar-benar relevan bagi masyarakat. Workshop ini juga menjadi bekal penting sebelum peserta melangkah ke tahap berikutnya dalam Samsung Solve for Tomorrow 2026. </p>



<p>Setelah menyempurnakan concept paper, sebanyak 40 tim terbaik akan melaju ke babak semifinal untuk mengikuti pelatihan AI Amplification dan sesi mentoring bersama para ahli dari Samsung serta mitra program.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Kata Alumni SFT: Pengalaman yang Mengubah Cara Berinovasi</h4>



<p>Kata salah satu alumni sekaligus pemenang ketiga Samsung Solve for Tomorrow 2025, Tim KYGB, Design Thinking menjadi pengingat bahwa inovasi tidak selalu dimulai dari teknologi atau ide yang paling canggih. </p>



<p>Justru, proses memahami orang yang mengalami masalah secara langsung menjadi langkah yang terbilang sangat penting untuk menciptakan berbagai solusi yang benar-benar relevan dan berdampak.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-29920" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/3-Tahap-Design-Thinking-di-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>“Menurut kami, Design Thinking sangatlah penting, karena mengharuskan kita untuk menggunakan empati kita untuk melihat isu-isu sosial,&#8221; ujar Nathanael dari Tim KYGB, alumni sekaligus pemenang ketiga Samsung Solve for Tomorrow 2025.</p>



<p>Bukan tanpa alasan, Nathanael juga menambahkan bahwa metode tersebut memastikan timnya untuk bisa mengidentifikasi akar masalah lebih dalam dari sudut pandang mereka yang terdampak.</p>



<p>Melalui Samsung Solve for Tomorrow, Samsung terus mendorong lebih banyak generasi muda Indonesia untuk menjadi problem solver yang mampu mengubah kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi inovasi yang memberikan dampak nyata. </p>



<p>Dengan menggabungkan Design Thinking, STEM, dan AI, program ini diharapkan dapat melahirkan solusi inovasi yang lebih inklusif, relevan, dan siap menjawab berbagai tantangan masa depan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendaftaran Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026 Segera Dibuka</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/04/21/pendaftaran-samsung-solve-for-tomorrow-sft-2026-segera-dibuka/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Apr 2026 09:21:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[program sft]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[samsung solve for tomorrow]]></category>
		<category><![CDATA[sft 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=28044</guid>

					<description><![CDATA[Program ini akan "menantang" pelajar hingga mahasiswa untuk menciptakan solusi teknologi berdampak nyata.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Kabar baik bagi generasi muda Indonesia yang ingin berinovasi! Samsung kembali menghadirkan program unggulannya, Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026, yang siap membuka peluang bagi pelajar hingga mahasiswa.</p>



<p>Program ini akan &#8220;menantang&#8221; pelajar hingga mahasiswa untuk menciptakan solusi teknologi berdampak nyata. Pendaftaran dibuka mulai 28 April hingga 29 Mei 2026, dan terbuka untuk pelajar SMA/SMK/MA serta mahasiswa aktif D3, D4, hingga S1 dari seluruh Indonesia.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026.jpg-2-1024x576.jpeg" alt="" class="wp-image-28047" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026.jpg-2-1024x576.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026.jpg-2-300x169.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026.jpg-2-768x432.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026.jpg-2-370x208.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026.jpg-2-270x152.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026.jpg-2-570x321.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026.jpg-2-740x416.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Main-KV-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2026.jpg-2.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Wadah Inovasi Anak Muda Indonesia</h4>



<p>Samsung Solve for Tomorrow bukan sekadar kompetisi. Program ini dirancang sebagai platform pengembangan talenta muda yang menggabungkan kreativitas, teknologi, dan pemecahan masalah nyata di masyarakat.</p>



<p>&#8220;Samsung Solve for Tomorrow bukan sekadar kompetisi, tetapi perjalanan untuk mengembangkan ide, keterampilan, dan pola pikir inovatif yang berdampak luas,&#8221; ungkap Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia.</p>



<p>Melalui program ini, peserta akan mendapatkan berbagai manfaat seperti:</p>



<ul>
<li>Pelatihan berbasis Design Thinking</li>



<li>Workshop AI Amplification</li>



<li>Mentoring langsung dari para ahli industri</li>



<li>Kesempatan meraih sertifikasi dan pengakuan nasional hingga global</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading">Dua Tema Besar: Lingkungan &amp; Perubahan Sosial</h4>



<p>Pada tahun 2026, SFT menghadirkan dua tema utama yang relevan dengan tantangan masa kini:</p>



<p><strong>1. Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan</strong></p>



<p>Peserta diajak menciptakan solusi berbasis konsep ekonomi sirkular, seperti:</p>



<ul>
<li>Pengurangan limbah</li>



<li>Daur ulang material</li>



<li>Penggunaan ulang sumber daya</li>
</ul>



<p>Fokusnya adalah menciptakan inovasi yang menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pendekatan STEM.</p>



<p><strong>2. Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga</strong></p>



<p>Tema ini menggabungkan teknologi dan olahraga untuk mendorong inklusivitas, khususnya bagi:</p>



<ul>
<li>Perempuan</li>



<li>Penyandang disabilitas</li>
</ul>



<p>Tujuannya adalah menciptakan akses olahraga yang lebih merata dan berdampak sosial.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Antusiasme Tinggi dan Prestasi Global</h4>



<p>Program ini terus menunjukkan pertumbuhan yang begitu signifikan. Pada penyelenggaraan sebelumnya sebanyak 2.603 pendaftar ikut serta, dan sebanyak 647 tim terbentuk dari seluruh Indonesia.</p>



<p>Bahkan, Indonesia berhasil mencetak prestasi global melalui Tim Labmino dari Universitas Indonesia yang terpilih sebagai Global Ambassador SFT 2025. Salah satu alumni, Kadek Nandana Tyo dari tim Hackie Chan Universitas Brawijaya, juga merasakan dampak besar dari program ini.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="517" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas--1024x517.jpg" alt="" class="wp-image-28046" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas--1024x517.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas--300x152.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas--768x388.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas--370x187.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas--270x136.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas--570x288.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas--740x374.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/04/Tim-Hackie-Chan-dari-Universitas-Brawijaya-juara-2-Samsung-Solve-for-Tomorrow-2025-kategori-Universitas-.jpg 1156w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tim Hackie Chan, Universitas Brawijaya</figcaption></figure>



<p>SFT mengajarkan kami memahami masalah secara lebih mendalam sebelum menciptakan solusi. Tentu saja, pengalaman ini sangat membuka perspektif saya sebagai mahasiswa teknik,&#8221; ucap Kadek Nandana Tyo. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Lebih dari Kompetisi: Membangun Future Problem Solver</h4>



<p>Samsung Solve for Tomorrow dirancang untuk membentuk generasi muda menjadi problem solver, inovator teknologi, dan pemimpin masa depan. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen Samsung dalam mendukung pengembangan talenta digital di Indonesia.</p>



<p>Berbagai penghargaan pun telah diraih oleh program SFT ini, termasuk penghargaan dari Detikcom sebagai Penggerak Talenta Digital dan ESG Award Next-Gen Social Movement dari Uzone Choice Awards 2026.</p>



<p>Nah, bagi kamu yang tertarik untuk berkompetisi di program Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2026, pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi <a href="https://www.samsung.com/id/campaign/solvefortomorrow/">Samsung Solve for Tomorrow</a> mulai 28 April – 29 Mei 2026.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
