<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>teknologi ai &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/teknologi-ai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Sep 2026 09:38:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>teknologi ai &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Qira, AI Besutan Lenovo dan Motorola Diperluas Jangkauannya</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/09/07/qira-ai-besutan-lenovo-dan-motorola-diperluas-jangkauannya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 09:38:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[ai personal]]></category>
		<category><![CDATA[lenovo]]></category>
		<category><![CDATA[motorola]]></category>
		<category><![CDATA[qira]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=31384</guid>

					<description><![CDATA[Lenovo &#038; Motorola Qira akan berekspansi ke lebih banyak perangkat, aplikasi, dan pasar.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Pertama kali diluncurkan di<a href="https://news.lenovo.com/pressroom/press-releases/lenovo-unveils-lenovo-and-motorola-qira/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> Tech World</a> awal tahun ini, Lenovo &amp; Motorola Qira adalah AI personal yang dirancang untuk bekerja dengan mulus di berbagai perangkat Lenovo dan Motorola yang kompatibel. </p>



<p>Pada ajang Mobile World Congress 2026 yang digelar bulan Maret lalu, Lenovo mulai menghadirkan visi tersebut ke pasar dengan<a href="https://news.lenovo.com/pressroom/press-releases/adaptive-ai-pcs-modular-concepts-qira-rollout-mwc-2026/" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> mengumumkan</a> peluncuran awal Lenovo Qira di lebih dari 20 perangkat Lenovo.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="646" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Lenovo-Qira-1-1024x646.jpg" alt="" class="wp-image-31385" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Lenovo-Qira-1-1024x646.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Lenovo-Qira-1-300x189.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Lenovo-Qira-1-768x484.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Lenovo-Qira-1-1536x968.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Lenovo-Qira-1-2048x1291.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Lenovo-Qira-1-370x233.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Lenovo-Qira-1-270x170.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Lenovo-Qira-1-570x359.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/09/Lenovo-Qira-1-740x467.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Di Lenovo Innovation World selama IFA 2026, Lenovo &amp; Motorola Qira akan berekspansi ke lebih banyak perangkat, aplikasi, dan pasar dengan:</p>



<ul>
<li>Memperluas dukungan ke PC Lenovo yang kompatibel dengan memori 16GB, membuka akses lebih luas di luar konfigurasi memori tinggi.</li>



<li>Memperluas ke perangkat Motorola yang memenuhi syarat seiring dengan pembaruan Android 17, termasuk perangkat edge, signature, dan razr tertentu.</li>



<li>Mengintegrasikan ke dalam <em>moto watch ultra</em>, perangkat <em>wearable</em> pertama yang mendukung Lenovo &amp; Motorola Qira.</li>



<li>Memperluas pengalaman terhubung melalui aplikasi dan layanan yang didukung, termasuk Gmail, Google Calendar, Google Contacts, Slack, Outlook Mail, dan Outlook Calendar melalui kolaborasi baru Lenovo dengan Workato.</li>
</ul>



<p>Sejak peluncuran awal pada awal tahun ini, Lenovo &amp; Motorola Qira telah hadir di lebih dari 80 konfigurasi PC yang didukung di seluruh portofolio komersial dan konsumen Lenovo, serta pada sejumlah tablet dan smartphone Motorola. </p>



<p>Saat ini, Lenovo &amp; Motorola Qira mendukung enam bahasa, dengan lebih banyak bahasa yang akan ditambahkan. Lenovo berencana memperluas pengalaman ini ke lebih banyak lini perangkat dan <em>form factor</em> pada akhir tahun 2026. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Satu AI Personal di Berbagai Perangkat</strong></h4>



<p>Lenovo &amp; Motorola Qira dirancang berdasarkan pemahaman bahwa orang jarang hanya menggunakan satu perangkat sepanjang hari. Ide yang dituangkan di tablet mungkin perlu dilanjutkan di PC, sementara pesan, notifikasi, dan rincian rapat dapat tersebar sepanjang hari.</p>



<p>Dengan menyatukan rangkuman notifikasi terprioritas serta pengetahuan lintas perangkat ke dalam satu antarmuka, Lenovo &amp; Motorola Qira membantu pengguna mengetahui informasi yang terlewat, mengingat hal-hal penting, dan melanjutkan aktivitas dari titik terakhir tanpa perlu sering beralih antara aplikasi dan perangkat. </p>



<p>Dukungan untuk PC Lenovo yang memenuhi syarat dengan memori 16GB memperluas akses di luar konfigurasi dengan kapasitas memori yang lebih tinggi, sementara optimalisasi model lokal yang terus dilakukan semakin memperkuat fondasi AI on-device di balik Lenovo &amp; Motorola Qira.</p>



<p>Sementara itu, bagi pengguna yang memenuhi syarat dapat mengunduh Lenovo Qira melalui<a href="https://support.lenovo.com/us/en/solutions/ht518523" target="_blank" rel="noreferrer noopener"> situs web Lenovo</a>. Lenovo Qira akan tersedia secara preloaded di perangkat Lenovo yang didukung mendatang. </p>



<p>Lenovo &amp; Motorola Qira akan segera diperluas ke perangkat Motorola yang memenuhi syarat setelah perangkat tersebut menerima pembaruan ke Android 17. Peluncurannya akan dilakukan secara bertahap, dengan waktu ketersediaan yang dapat berbeda tergantung pada perangkat dan pasar. </p>



<p>Pada smartphone Motorola yang kompatibel dan saat ini telah dilengkapi moto ai, serta tablet yang saat ini telah dilengkapi AI Now, pembaruan ke Android 17 akan menghadirkan Motorola Qira, memberikan pengalaman AI generasi berikutnya bagi pengguna Motorola. </p>



<p>Motorola Qira akan terintegrasi ke dalam moto watch ultra. Pengguna dapat mengangkat pergelangan tangan atau mengucapkan <strong>“Hey Qira”</strong> untuk mengajukan pertanyaan umum atau mendapatkan informasi dengan memanfaatkan pengetahuan lintas perangkat.</p>



<p>“AI personal seharusnya bukan sekadar aplikasi lain yang menunggu perintah dari pengguna.</p>



<p>“AI personal seharusnya memahami hal-hal yang penting bagi pengguna, mengikuti aktivitas pengguna di berbagai perangkat, dan membantu mengkoordinasikan langkah selanjutnya melalui agen, aplikasi, dan layanan yang dipilih,&#8221; ujar Dan Dery, Vice President of AI Ecosystem, Lenovo. </p>



<p>Ditambahkan oleh Dery bahwa dengan evolusi terbaru Lenovo &amp; Motorola Qira, Lenovo semakin mendekatkan visi tersebut menjadi kenyataan melalui kecerdasan yang terintegrasi langsung ke dalam perangkat, dan dirancang sesuai kebutuhan setiap individu. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Memperluas ke Aplikasi dan Layanan Sehari-hari</strong></h4>



<p>Beralih dari sekadar menyampaikan kebutuhan menjadi melakukan tindakan seringkali mengharuskan pengguna mencari informasi di berbagai platform, mulai dari email, kalender, hingga aplikasi kolaborasi. </p>



<p>Melalui kolaborasi terbaru Lenovo dengan Workato, Lenovo &amp; Motorola Qira dapat terhubung dengan aplikasi dan layanan tertentu pada perangkat yang kompatibel, termasuk Gmail, Google Calendar, Google Contacts, Slack, Outlook Mail, dan Outlook Calendar.</p>



<p>Dengan keterhubungan seperti itu, Lenovo &amp; Motorola Qira tentunya dapat membantu pengguna untuk menemukan informasi yang relevan dan menyelesaikan berbagai tindakan yang diperlukan. </p>



<p>Hal ini menghadirkan alur yang lebih langsung dari sekedar bertanya menjadi tindakan nyata, dengan tetap menjaga izin dan kendali pengguna. Jika jadwal di kalender berubah atau ada pembaruan penting di e-mail maupun obrolan grup, pengguna tidak perlu lagi repot mencari di aplikasi yang berbeda-beda. </p>



<p>Mereka dapat menggunakan fitur Catch Me Up dan langsung mengambil tindakan dari satu antarmuka yang sama.  Lenovo juga berkolaborasi dengan Notion dan memperluas integrasi Lenovo &amp; Motorola Qira dengan Perplexity.</p>



<p>Kolaborasi tersebut dapat membantu pengguna dapat terus mengembangkan berbagai hal yang penting bagi mereka, seperti moodboard, dokumen, dan riset, tanpa perlu berpindah-pindah aplikasi atau perangkat. </p>



<p>Pengguna dapat menghubungkan akun Notion mereka ke Lenovo &amp; Motorola Qira, sehingga dapat mengedit dan mengakses informasi dari berbagai proyek, langsung melalui Lenovo &amp; Motorola Qira. </p>



<p>Dengan perluasan integrasi Perplexity pada Lenovo &amp; Motorola Qira, pengguna juga dapat melakukan riset yang lebih mendalam, termasuk memperoleh referensi visual untuk berbagai minat dan tujuan mereka. </p>



<p>Privasi, keamanan, dan kendali pengguna menjadi fondasi utama Lenovo &amp; Motorola Qira. Arsitektur hybrid yang mengutamakan pemrosesan lokal (local-first) memprioritaskan pemrosesan langsung di perangkat jika didukung.</p>



<p>Sementara, informasi yang ditambahkan ke basis pengetahuan personal pengguna akan dienkripsi dan disimpan secara lokal. Ketika pemrosesan cloud diperlukan, Lenovo &amp; Motorola Qira hanya mengirimkan prompt dan konteks relevan yang diperlukan. </p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Ketersediaan</strong></h4>



<p>Ketersediaan, waktu peluncuran, dan pengalaman dari berbagai fitur yang diperkenalkan di IFA 2026 di Berlin dan dijelaskan di atas dapat berbeda tergantung pada perangkat, pasar, konfigurasi, dan platform. </p>



<p>Beberapa fitur mungkin memerlukan pembaruan perangkat lunak, izin pengguna, aplikasi atau layanan yang didukung, proses masuk ke akun, koneksi internet, atau konfigurasi perangkat keras dan perangkat lunak tertentu. Integrasi aplikasi dan fungsi aplikasi yang terhubung dapat berbeda tergantung pada pasar, layanan, dan jenis akun. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Bangun AI Factory Terbesar di ASEAN, Target 1 GW</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/12/indonesia-bangun-ai-factory-terbesar-di-asean-target-1-gw/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 09:47:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[ai factory]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[indosat]]></category>
		<category><![CDATA[komdigi]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30806</guid>

					<description><![CDATA[AI Factory dirancang secara khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan alias AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Indonesia mulai memasuki babak baru dalam persaingan teknologi AI di Asia Tenggara. Bukan sekadar menjadi pengguna, Indonesia kini tengah membangun fondasi infrastrukturnya sendiri melalui pengembangan AI Factory berskala gigawatt.</p>



<p>Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut pembangunan AI Factory tersebut sebagai langkah besar untuk membawa Indonesia menuju posisi AI Hub regional, dan ditargetkan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN. </p>



<p>Proyek ini tidak hanya berbicara soal pusat data dengan server dan GPU dalam jumlah besar. AI Factory diposisikan sebagai bagian dari ekosistem infrastruktur digital baru yang akan menopang kebutuhan komputasi AI, pengembangan model, hingga berbagai layanan AI untuk industri dan pemerintahan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-30808" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/Copy-of-Untitled-62-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Targetnya Bukan Main-Main: 1 Gigawatt</h4>



<p>Pembangunan AI Factory di Indonesia ditargetkan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) atau sekitar 1.000 megawatt (MW). Dengan kapasitas tersebut, proyek ini disebut menjadi salah satu investasi infrastruktur AI terbesar yang pernah diumumkan di Asia Tenggara.</p>



<p>Tahap awalnya direncanakan dimulai pada paruh pertama 2027 di Batang, Jawa Tengah, dengan kapasitas sekitar 200 MW. Kapasitas tersebut nantinya menjadi fondasi untuk pengembangan skala yang lebih besar hingga mencapai target 1 GW.</p>



<p>Angka 200 MW sendiri bukan ukuran kecil. Dalam dunia AI, kapasitas listrik menjadi salah satu faktor penting karena pusat komputasi modern membutuhkan energi dalam jumlah sangat besar untuk mengoperasikan GPU, sistem jaringan, penyimpanan data, serta sistem pendingin.</p>



<p>Artinya, ketika berbicara tentang AI Factory, Indonesia sebenarnya sedang membangun infrastruktur komputasi kelas industri. Ada perbedaan penting antara data center konvensional dengan konsep AI Factory.</p>



<p>AI Factory dirancang secara khusus untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan alias AI, mulai dari training model AI, inference, generative AI, hingga aplikasi AI berskala besar yang bisa dimanfaatkan oleh inddustri dan pemerintahan.</p>



<p>Dalam proyek Indonesia, infrastruktur tersebut dikembangkan dengan teknologi NVIDIA dan konsep NVIDIA DSX AI Factory, yang mengintegrasikan komputasi terakselerasi, jaringan, daya, pendinginan, serta operasional menjadi satu sistem.</p>



<p>Dengan pendekatan tersebut, setiap megawatt listrik yang tersedia dapat dioptimalkan untuk menghasilkan kapasitas komputasi AI semaksimal mungkin. Hal ini menjadi penting karena kebutuhan komputasi AI berkembang jauh lebih cepat dibandingkan pusat data tradisional.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Zankore by Indosat Jadi Bagian Penting Ekosistem</h4>



<p>Pengembangan infrastruktur AI tersebut juga berkaitan erat dengan hadirnya Zankore by Indosat, yang dikembangkan untuk membangun platform infrastruktur AI generasi berikutnya di kawasan Asia Tenggara.</p>



<p>Zankore menargetkan kapasitas AI Factory hingga 1 GW, dengan deployment awal sekitar 200 MW pada paruh pertama 2027. Infrastruktur tersebut menggunakan NVIDIA DSX dan dirancang untuk melayani kebutuhan hyperscaler, enterprise, pemerintah, maupun inovator AI.</p>



<p>Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah pemain teknologi global, termasuk Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA. Kombinasi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan AI di Indonesia mulai bergerak.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Kenapa Indonesia Harus Punya AI Factory?</h4>



<p>Pertanyaannya kemudian: mengapa Indonesia membutuhkan infrastruktur AI sebesar itu?Jawabannya sederhana: AI membutuhkan compute. Model AI generatif modern tidak cukup hanya mengandalkan software. </p>



<p>Di belakang chatbot, AI agent, computer vision, autonomous system, dan berbagai aplikasi AI terdapat kebutuhan komputasi yang sangat besar. Tanpa infrastruktur komputasi yang memadai, negara akan terus bergantung pada kapasitas cloud dan infrastruktur AI yang berada di luar negeri.</p>



<p>Karena itu, pembangunan AI Factory dapat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kedaulatan digital Indonesia. Indonesia tidak hanya ingin menggunakan model AI buatan pihak lain, tetapi juga membangun lingkungannya sendiri.</p>



<p>Oleh karena itu, AI Factory memungkinkan perusahaan, developer, peneliti, pemerintah, dan startup lokal untuk mengembangkan teknologi AI lebih lanjut dengan dukungan compute yang tersedia di dalam negeri.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Membuka Peluang untuk Startup dan Developer</h4>



<p>Dampaknya juga berpotensi terasa hingga ekosistem startup. Selama ini, keterbatasan akses terhadap GPU dan biaya komputasi menjadi salah satu tantangan bagi perusahaan rintisan yang ingin mengembangkan model AI.</p>



<p>Dengan hadirnya infrastruktur AI berskala besar di Indonesia, peluang untuk mengembangkan aplikasi dan model AI lokal dapat semakin terbuka. Mulai dari AI untuk layanan publik, kesehatan, pendidikan, manufaktur, perbankan, pertanian, hingga industri kreatif berpotensi mendapatkan dukungan komputasi yang lebih besar.</p>



<p>Pada akhirnya, yang dibangun bukan hanya gedung berisi server. Yang sedang dibangun di Indonesia adalah ekosistem ekonomi baru berbasis AI sehingga benar-benar membuka peluang untuk developer hingga startup.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Persaingan AI ASEAN Makin Panas</h4>



<p>Langkah Indonesia juga terjadi ketika negara-negara Asia berlomba membangun kapasitas AI domestik. Korea Selatan, misalnya, juga tengah mempercepat pembangunan sovereign AI infrastructure dengan target kapasitas besar. </p>



<p>Tren ini menunjukkan bahwa AI mulai dipandang sebagai infrastruktur strategis sebuah negara, sama pentingnya dengan jaringan telekomunikasi, energi, dan pusat data. Bagi Indonesia, momentum ini cukup penting.</p>



<p>Dengan jumlah penduduk besar, pasar digital yang luas, serta kebutuhan AI yang terus meningkat, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu pasar komputasi AI terbesar di kawasan.</p>



<p>Namun, untuk benar-benar menjadi AI Hub ASEAN, membangun GPU cluster saja tentu tidak cukup. Indonesia juga membutuhkan talenta AI, model bahasa lokal, regulasi yang adaptif, keamanan siber, energi yang andal, jaringan berkecepatan tinggi, serta ekosistem startup dan industri yang mampu memanfaatkan kapasitas tersebut.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tantangan Besarnya Justru Setelah AI Factory Dibangun</h4>



<p>Target 1 GW terdengar spektakuler. Tetapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana memastikan kapasitas tersebut benar-benar dimanfaatkan secara optimal. Ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor utama. </p>



<p>Begitu pula dengan pendinginan, jaringan fiber, pasokan GPU, keamanan data, serta keberlanjutan operasional pusat komputasi. Di sisi lain, Indonesia harus memastikan pembangunan infrastruktur tersebut menghasilkan nilai ekonomi nyata.</p>



<p>Jangan sampai Indonesia hanya menjadi tempat berdirinya AI Factory, tetapi sebagian besar nilai tambah dan inovasinya tetap dihasilkan di luar negeri. Karena itu, pembangunan AI Factory perlu berjalan beriringan dengan investasi pada talenta digital, riset AI, startup, industri, dan pengembangan model AI lokal.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Dari Konsumen AI Menjadi Pemain AI</h4>



<p>Pernyataan Menkomdigi mengenai AI Hub regional sebenarnya membawa pesan yang lebih besar. Indonesia sedang mencoba mengubah posisi dari negara yang hanya mengonsumsi teknologi AI menjadi negara yang ikut membangun infrastrukturnya.</p>



<p>Jika target 1 GW dapat direalisasikan secara bertahap, ditambah ekosistem talenta, startup, riset, konektivitas, dan regulasi yang mendukung, Indonesia berpeluang memainkan peran yang jauh lebih besar dalam peta AI Asia Tenggara.</p>



<p>Tahap awal sekitar 200 MW pada 2027 akan menjadi pembuktian penting. Sebab dalam perlombaan AI global, siapa yang memiliki model terbaik memang penting. Tetapi siapa yang memiliki compute, data, energi, talenta, dan ekosistem juga akan menentukan siapa yang mampu menjadi pemain utama.</p>



<p>Dan kini, Indonesia tampaknya ingin ikut masuk ke arena tersebut!</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebocoran Data di ASEAN Tembus US$ 4,12 Juta</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/12/kebocoran-data-di-asean-tembus-us-412-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2026 08:58:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[kebocoran data]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[serangan siber]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30797</guid>

					<description><![CDATA[Serangan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan risiko sektor infrastruktur vital makin mengkhawatirkan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Ancaman keamanan siber di kawasan ASEAN memasuki fase baru. Bukan hanya jumlah serangan yang meningkat, tetapi kecerdasan buatan (AI) kini ikut dimanfaatkan untuk mempercepat dan memperluas serangan terhadap organisasi.</p>



<p>Studi IBM 2026 Cost of a Data Breach mengungkap, rata-rata kerugian akibat kebocoran data di ASEAN mencapai US$ 4,12 juta pada 2026. Hampir 3 dari 10 organisasi yang mengalami insiden pelanggaran data akibat serangan siber mengaku bahwa serangan tersebut memanfaatkan AI.</p>



<p>Temuan ini menjadi alarm serius bagi perusahaan dan organisasi yang semakin bergantung pada sistem digital. Pasalnya, AI tidak lagi hanya digunakan untuk meningkatkan produktivitas bisnis, tetapi juga mulai dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk membuat serangan lebih cepat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-30799" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436-740x493.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/08/126436.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">AI Jadi Senjata Baru dalam Serangan Siber</h4>



<p>Dalam laporannya IBM menemukan adanya perbedaan signifikan antara organisasi yang telah mengadopsi AI dan otomatisasi keamanan dengan organisasi yang belum menggunakan teknologi tersebut.</p>



<p>Organisasi yang telah memanfaatkan AI dan otomatisasi keamanan secara luas mencatat rata-rata kerugian kebocoran data sebesar US$ 3,66 juta. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan US$ 4,86 juta pada organisasi yang belum menggunakan teknologi tersebut.</p>



<p>Tidak hanya mengurangi kerugian, teknologi tersebut juga membantu organisasi mendeteksi dan menangani insiden 123 hari lebih cepat. Artinya, ketika serangan siber semakin pintar karena AI, organisasi juga perlu menggunakan AI sebagai bagian dari sistem pertahanannya.</p>



<p>“Dengan semakin luasnya pemanfaatan AI alias kecerdasan buatan, serangan siber kini dapat dilakukan tidak hanya lebih murah, tetapi juga lebih cepat,” ujar Catherine Lian, General Manager IBM ASEAN. </p>



<p>Menurutnya, kondisi tersebut membuat investigasi kebocoran data semakin sulit, sementara semakin lama proses penanganan dilakukan, semakin besar pula dampak dan biaya yang harus ditanggung.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sektor Keuangan Jadi yang Paling Mahal</h2>



<p>Risiko serangan siber ternyata tidak merata. Sektor yang menangani data sensitif dan menjadi bagian penting dari infrastruktur digital mencatat potensi kerugian paling besar. Berikut tiga sektor dengan rata-rata biaya kebocoran data tertinggi di ASEAN:</p>



<ul>
<li><strong>Jasa keuangan:</strong> US$ 6,53 juta</li>



<li><strong>Industri:</strong> US$ 5,99 juta</li>



<li><strong>Komunikasi:</strong> US$ 4,28 juta</li>
</ul>



<p>Angka tersebut menunjukkan bahwa infrastruktur vital menjadi salah satu target paling strategis bagi serangan siber. Bagi perusahaan di sektor-sektor tersebut, kebocoran data bukan sekadar persoalan kehilangan informasi. </p>



<p>Gangguan operasional, investigasi, pemulihan sistem, hingga hilangnya kepercayaan pelanggan dapat memperbesar dampak finansial. Ditambah, serangan tersebut dilakukan para penjahat dunia maya menggunakan AI. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Identitas dan Akun Valid Masih Jadi Titik Lemah</h4>



<p>Menariknya, teknologi AI bukan satu-satunya persoalan. Serangan yang mengeksploitasi identitas juga masih menjadi salah satu vektor dengan biaya tertinggi. IBM mencatat rata-rata biaya kebocoran lebih dari US$ 4,5 juta di ASEAN.</p>



<p>Ini memperlihatkan bahwa keamanan siber tidak cukup hanya mengandalkan firewall atau antivirus. Pengamanan identitas, akses pengguna, autentikasi, serta pemantauan aktivitas mencurigakan menjadi semakin penting.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Enkripsi Data Masih Jadi Pekerjaan Rumah</h4>



<p>Di tengah berkembangnya ancaman berbasis AI dan munculnya potensi ancaman kuantum, perlindungan data sensitif juga masih menghadapi tantangan. Studi tersebut menemukan hanya <strong>29% organisasi</strong> yang menyatakan data sensitif mereka telah dienkripsi.</p>



<p>Kondisi ini menjadi pengingat bahwa strategi keamanan data harus dibangun berlapis. Enkripsi, pengelolaan kunci, pengujian keamanan, hingga otomatisasi respons insiden perlu berjalan sebagai satu ekosistem.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Perusahaan Mulai Lebih Proaktif</h4>



<p>Kabar baiknya, organisasi di ASEAN mulai menyadari bahwa menunggu serangan terjadi bukan lagi strategi yang ideal. Sebanyak 71% organisasi di ASEAN menyatakan berencana meningkatkan investasi pada perangkat keamanan dan tata kelola setelah mengalami kebocoran data.</p>



<p>Secara global, riset lanjutan Ponemon Institute juga menunjukkan 85% organisasi yang memahami kemampuan model frontier AI dalam mendukung serangan siber berencana meningkatkan investasi keamanan.</p>



<p>Tren tersebut memperlihatkan pergeseran pendekatan yang dilakukan oleh sejumlah organisasi, yakni dari sekadar bereaksi setelah serangan menjadi membangun pertahanan sebelum serangan terjadi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">AI Harus Diamankan Seagresif Saat Diadopsi</h4>



<p>Laporan IBM memperlihatkan satu pesan penting, yakni AI atau yang sering disebut kecerdasan buatan bukan hanya alat produktivitas, tetapi juga telah menjadi bagian dari medan perang keamanan siber.</p>



<p>Ketika pelaku ancaman menggunakan AI untuk mempercepat serangan, organisasi perlu mengimbanginya dengan AI untuk mendeteksi anomali, mengotomatisasi respons, memperkuat pemantauan identitas, serta mempercepat investigasi.</p>



<p>Investasi pada simulasi serangan, orkestrasi dan otomatisasi keamanan, serta pengelolaan siklus hidup kunci enkripsi juga disebut-sebut sangat berkaitan erat dengan penurunan biaya kebocoran data.</p>



<p>Studi Cost of a Data Breach 2026 disusun Ponemon Institute dan disponsori serta dianalisis oleh IBM. Untuk kawasan ASEAN, penelitian mencakup data dari 26 organisasi yang diteliti antara Maret 2025 hingga Februari 2026.</p>



<p>Pada akhirnya, pertanyaannya bukan lagi apakah perusahaan akan menghadapi ancaman berbasis AI. Pertanyaannya adalah seberapa siap organisasi ketika serangan tersebut benar-benar datang.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AWS: Gelombang AI Baru di Indonesia Dimulai</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/08/07/aws-gelombang-ai-baru-di-indonesia-dimulai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 03:52:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[agentic ai]]></category>
		<category><![CDATA[ai potential]]></category>
		<category><![CDATA[aws]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30672</guid>

					<description><![CDATA[Dari studi "Unlocking Indonesia's AI Potential 2026" yang dirilis AWS  menunjukkan bahwa 40% pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Transformasi kecerdasan buatan alias AI di Indonesia memasuki babak baru. Jika sebelumnya AI masih sebatas teknologi yang diuji coba, kini perusahaan-perusahaan mulai menjadikannya sebagai fondasi utama untuk meningkatkan produktivitas, mempercepat inovasi, hingga mendongkrak pendapatan bisnis.</p>



<p>Hal tersebut terungkap dalam studi terbaru bertajuk <strong>&#8220;Unlocking Indonesia&#8217;s AI Potential 2026&#8221;</strong> yang dirilis Amazon Web Services (AWS) pada ajang AWS Summit Jakarta. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 40% pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI.</p>



<p>Sementara, catatan lainnya menyebutkan bahwa mayoritas pengguna AI mulai merasakan dampak nyata terhadap kinerja bisnis mereka. Bahkan, sekitar 75% perusahaan yang telah mengadopsi AI mengaku mengalami peningkatan produktivitas, naik dibandingkan tahun sebelumnya. </p>



<p>Selain itu, 72% perusahaan melaporkan siklus inovasi yang lebih cepat, sedangkan 62% mencatat pertumbuhan pendapatan berkat implementasi AI. Di sisi lain, adopsi layanan cloud juga meningkat menjadi 62%, memperlihatkan bahwa AI dan cloud kini berkembang beriringan sebagai fondasi transformasi digital di Indonesia.</p>



<h4 class="wp-block-heading">AI Tak Lagi Sekadar Eksperimen</h4>



<p>Temuan AWS menunjukkan perubahan besar dalam pola pikir pelaku usaha Indonesia. Kini, pertanyaan yang muncul bukan lagi apakah AI layak digunakan, melainkan seberapa cepat teknologi tersebut dapat diimplementasikan dalam skala besar?</p>



<p>Atau pertanyaan lainnya yang juga muncul, bagaimana tata kelolanya? Serta bagaimana menyiapkan talenta-talenta di perusahaan yang mampu mengoperasikan AI secara bertanggung jawab.</p>



<p>Salah satu contoh implementasi datang dari hibank yang memanfaatkan AI untuk proses underwriting, deteksi fraud, hingga layanan pelanggan. Integrasi AI tersebut membuat pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, risiko operasional menurun, dan membuka peluang profitabilitas yang sulit dicapai melalui metode konvensional.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Era Agentic AI Mulai Berkembang</h4>



<p>Laporan AWS juga menyoroti kemunculan Agentic AI, yaitu AI yang mampu menjalankan tugas secara lebih mandiri untuk membantu proses bisnis. Perusahaan yang telah mengadopsi Agentic AI melaporkan hasil yang lebih impresif. </p>



<p>Tertcatat, sebanyak 84% mengalami peningkatan produktivitas, sementara 47% merasakan proses pengambilan keputusan yang lebih cepat, 44% meningkatkan efisiensi operasional, dan 38% memperoleh skalabilitas bisnis yang lebih baik.</p>



<p>Menariknya lagi, walaupun baru 38% pelaku usaha mengenal istilah Agentic AI, setelah konsepnya dijelaskan secara lebih mendalam, 58% menyatakan tertarik untuk mengadopsinya dalam waktu dekat.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Startup AI-native Tumbuh Lebih Cepat</h4>



<p>Temuan AWS lainnya dari survei tersebut juga menyebutkan bahwa startup yang sejak awal dibangun dengan fondasi AI atau AI-native startup mampu mencatat pertumbuhan jauh lebih tinggi dibanding startup konvensional.</p>



<p>Rata-rata startup AI-native di Indonesia mengalami pertumbuhan pendapatan hingga 142% secara tahunan, jauh melampaui rata-rata startup nasional yang berada di angka 60%. Bahkan, mereka memiliki peluang hampir lima kali lebih besar untuk menghasilkan pendapatan tahunan di atas US$1 juta.</p>



<p>Salah satu contohnya adalah perusahaan healthtech Rey yang membangun layanan Olvo AI menggunakan Amazon Bedrock. Teknologi tersebut mampu memangkas proses klaim asuransi dari satu hingga dua minggu menjadi kurang dari satu hari, dengan kapasitas lebih dari 7.000 klaim per hari untuk melayani lebih dari 500.000 peserta.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Adopsi AI Masih Akan Terus Meningkat</h4>



<p>Meski adopsi AI berkembang pesat, mayoritas perusahaan Indonesia masih berada pada tahap eksplorasi. Sebanyak 56% organisasi masih bereksperimen, sedangkan 12% telah menjadikan AI sebagai bagian inti strategi bisnis mereka.</p>



<p>Di sektor usaha kecil dan menengah (UKM), adopsi AI juga mulai meningkat. Sekitar 38% UKM telah menggunakan AI, dengan sebagian besar masih berada dalam tahap eksplorasi dan sekitar 10% telah mengintegrasikan AI secara penuh ke operasional bisnis.</p>



<p>Optimisme terhadap AI juga sangat tinggi. Sebanyak 78% pelaku usaha memperkirakan penggunaan AI akan meningkat dalam 12 bulan ke depan, sementara 72% berencana memperluas implementasinya ke lebih banyak lini bisnis.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Tantangan AI Bukan Lagi Teknologi, tetapi SDM</h4>



<p>Meski potensinya besar, AWS menilai tantangan terbesar implementasi AI saat ini bukan berasal dari teknologinya, melainkan kesiapan organisasi. Tercatat, baru 24% perusahaan memiliki strategi AI formal, dan 21% telah menerapkan tata kelola data.</p>



<p>Sementara, tercatat 17% memiliki kerangka AI yang bertanggung jawab. Di sisi lain, 56% organisasi mengaku masih kekurangan talenta dengan keterampilan digital dan AI untuk memperluas implementasi teknologi tersebut.</p>



<p>&#8220;Kisah AI di Indonesia telah bergeser dari eksperimen menuju eksekusi. Hasilnya berbicara dengan sendirinya. Perusahaan yang bergerak cepat dan tegas akan menentukan arah dekade berikutnya bagi ekonomi digital Indonesia,&#8221; ujar Anthony Amni, Country Manager AWS Indonesia.</p>



<p>Karena itu, AWS juga terus berupaya untuk memperkuat ekosistem AI di Indonesia melalui investasi infrastruktur cloud lokal, layanan AI seperti Amazon Bedrock dan Kiro, serta program pengembangan talenta. </p>



<p>Hingga saat ini, AWS mengklaim telah melatih lebih dari 1,3 juta masyarakat Indonesia di bidang cloud dan AI, termasuk melalui inisiatif baru IndonesiapandAI dan MAIN yang menyediakan pelatihan gratis dalam bahasa Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Samsung Ungkap Penggunaan AI yang Meningkat Pesat</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/07/27/samsung-ungkap-penggunaan-ai-yang-meningkat-pesat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 05:22:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[foldable phone]]></category>
		<category><![CDATA[galaxy ai]]></category>
		<category><![CDATA[galaxy z7 series]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan ai]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30434</guid>

					<description><![CDATA[Samsung mencatat tingkat penggunaan fitur AI melonjak dari 84% pada Agustus 2025 menjadi 96% pada Juni 2026.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi sekadar fitur tambahan di smartphone. Samsung melihat AI telah menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna, terutama pada perangkat foldable generasi terbaru mereka.</p>



<p>Hal tersebut diungkap oleh raksasa elektronik asal Korea Selatan tersebut usai memperkenalkan Galaxy Z Series terbaru dalam ajang bertajuk &#8220;Galaxy Unpacked&#8221; yang digelar di London, Inggris pada tanggal 22 Juli 2026.</p>



<p>Dalam sesi tersebut, hadir Won-Joon Choi, President &amp; COO, Mobile eXperience (MX) Business sekaligus Head of R&amp;D Office Samsung Electronics; bersama CU Kim, President &amp; CEO Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-19-1024x576.png" alt="" class="wp-image-30436" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-19-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-19-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-19-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-19-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-19-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-19-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-19-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-19.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">(ki-ka) CU Kim, President &#038; CEO of Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, Won-Joon Choi, President and COO of Samsung Electronics’ Mobile eXperience (MX) Business and Head of R&#038;D Office, and Carl Nordenberg, VP &#038; Regional Head of the Mobile eXperience Business for Southeast Asia and Oceania</figcaption></figure>



<p>Tak ketinggalan, Carl Nordenberg, VP &amp; Regional Head of Mobile eXperience Business Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania juga turut hadir. Mereka memaparkan bagaimana perilaku pengguna terhadap AI mengalami perubahan signifikan dalam satu tahun terakhir.</p>



<p>Salah satu indikator paling mencolok adalah meningkatnya penggunaan Galaxy AI pada perangkat Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7. Samsung mencatat tingkat penggunaan fitur AI melonjak dari 84% pada Agustus 2025 menjadi 96% pada Juni 2026.</p>



<p>Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa AI kini bukan lagi teknologi yang hanya dicoba sesekali, melainkan sudah menjadi bagian dari cara pengguna bekerja, mencari informasi, hingga berkreasi setiap hari.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Penjualan Galaxy Z7 Series Ikut Meningkat</h4>



<p>Tidak hanya penggunaan AI yang bertumbuh, Samsung juga mengungkap penjualan Galaxy Z7 Series di kawasan Asia Tenggara dan Oseania meningkat hampir 15% dibandingkan generasi sebelumnya.</p>



<p>Menurut Samsung, tren tersebut memperlihatkan bahwa minat masyarakat terhadap smartphone lipat terus berkembang, terutama karena perangkat foldable kini menawarkan pengalaman penggunaan AI yang lebih optimal.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Circle to Search hingga Photo Assist Jadi Favorit</h4>



<p>Samsung juga menyebutkan beberapa fitur Galaxy AI menjadi yang paling sering digunakan oleh pemilik Galaxy Z Fold7 maupun Galaxy Z Flip7. Di antaranya adalah Circle to Search, Now Brief, dan Photo Assist</p>



<p>Ketiga fitur cerdas tersebut dimanfaatkan oleh kebanyakan pengguna untuk membantu pencarian informasi secara instan, memperoleh ringkasan aktivitas harian, hingga mengedit foto dengan bantuan AI.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Samsung: Masa Depan AI adalah Pengalaman yang Lebih Personal</h4>



<p>CU Kim mengatakan bahwa fokus pengembangan AI kini telah bergeser. Jika sebelumnya perusahaan berlomba menghadirkan sebanyak mungkin fitur AI, kini yang menjadi prioritas adalah membuat AI semakin memahami kebutuhan setiap pengguna.</p>



<p>Menurutnya, integrasi Galaxy AI ke berbagai perangkat Galaxy dan ekosistem Samsung akan membuat pengalaman penggunaan menjadi lebih personal dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Juga diungkap oleh CU Kim bahwa Galaxy AI saat ini telah mendukung 22 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina sebagai bagian dari strategi menghadirkan AI yang lebih dekat dengan pengguna di berbagai negara.</p>



<p>Samsung juga melihat bahwa smartphone telah menjadi perangkat utama masyarakat Asia Tenggara dan Oseania dalam mengakses layanan AI. Karena itu, pengembangan pengalaman mobile AI akan terus menjadi fokus perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.</p>



<p>Dijelaskan oleh Won-Joon Choi bahwa AI masa depan harus mampu bekerja secara intuitif tanpa mengganggu aktivitas pengguna. Karena itu, Galaxy AI dikembangkan sebagai platform yang memungkinkan berbagai AI agent bekerja secara bersamaan sehingga pengguna dapat memilih layanan AI yang paling sesuai dengan kebutuhannya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Galaxy Z8 Series Bawa Pengalaman Agentic AI</h4>



<p>Melanjutkan fondasi yang sebelumnya dibangun melalui Galaxy S26 Series, Samsung pun turut menghadirkan pengalaman Agentic AI pada Galaxy Z8 Series yang dipadukan dengan antarmuka terbaru, One UI 9.</p>



<p>Melalui integrasi yang lebih mendalam di tingkat sistem, berbagai AI agent dapat bekerja lintas aplikasi dan layanan secara mulus. Pendekatan ini memungkinkan pengguna menikmati pengalaman AI yang lebih fleksibel, intuitif, sekaligus produktif.</p>



<p>Samsung juga menegaskan bahwa portofolio foldable akan terus dikembangkan agar mampu menjangkau kebutuhan pengguna yang semakin beragam, mulai dari produktivitas hingga kreativitas.</p>



<p>Sementara itu, meningkatnya penggunaan Galaxy AI hingga mencapai 96% juga menjadi sinyal nyata bahwa AI kini telah menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen saat memilih smartphone.</p>



<p>Bagi Samsung, evolusi perangkat foldable bukan hanya menghadirkan desain yang lebih fleksibel, tetapi juga menjadikan AI atau yang kita kenal sebagai kecerdasan buatan sebagai pengalaman yang benar-benar membantu aktivitas sehari-hari.</p>



<p>Dengan strategi tersebut, Samsung optimistis perangkat Galaxy Foldable generasi terbaru akan semakin memperluas adopsi smartphone lipat sekaligus memperkuat posisi Galaxy AI sebagai salah satu ekosistem AI mobile terbesar di industri. <audio autoplay=""></audio></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Privy Sebut Digital Trust Jadi Kunci Masa Depan Keuangan</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/07/13/privy-sebut-digital-trust-jadi-kunci-masa-depan-keuangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2026 09:43:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[digital trust]]></category>
		<category><![CDATA[industri keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[privy]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30172</guid>

					<description><![CDATA[Perubahan besar karena AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi industri jasa keuangan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Peran kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan berkembang jauh melampaui fungsi sebagai asisten digital. Dalam beberapa tahun ke depan, AI diperkirakan mampu mengambil keputusan bisnis hingga mengeksekusi transaksi keuangan secara mandiri tanpa campur tangan manusia.</p>



<p>Perubahan besar ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi industri jasa keuangan. Ketika AI dapat mengajukan pembiayaan, menyetujui kontrak, hingga memindahkan dana secara otomatis, muncul pertanyaan penting: siapa yang bertanggung jawab atas setiap keputusan yang dibuat AI?</p>



<p>Inilah yang menurut Privy harus dijawab melalui pembangunan digital trust atau kepercayaan digital sebagai fondasi utama ekosistem keuangan berbasis AI.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-13T163847.498-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-30173" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-13T163847.498-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-13T163847.498-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-13T163847.498-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-13T163847.498-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-13T163847.498-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-13T163847.498-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-13T163847.498-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-13T163847.498-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">CEO &#038; Co-Founder Privy, Marshall Pribadi.</figcaption></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Era Agentic AI Ubah Cara Industri Keuangan Beroperasi</h4>



<p>CEO &amp; Co-Founder Privy, Marshall Pribadi, mengatakan dunia sedang menuju era <strong>Agentic AI</strong>, yaitu AI yang tidak hanya memberikan rekomendasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjalankan berbagai proses dan transaksi secara mandiri.</p>



<p>Menurutnya, ketika tindakan AI mulai menimbulkan konsekuensi hukum, identitas digital serta mekanisme otorisasi menjadi elemen yang tidak bisa lagi diabaikan.</p>



<p>&#8220;Digital trust tidak hanya relevan untuk kebutuhan saat ini, tetapi akan menjadi fondasi penting bagi ekosistem ekonomi digital berbasis AI di masa depan,&#8221; ujar Marshall dalam sesi panel &#8220;Beyond Banking: Rewiring the Financial System&#8221; pada Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026.</p>



<p>Marshall menjelaskan bahwa Privy tengah mengembangkan infrastruktur digital trust yang mampu memverifikasi identitas agen AI menggunakan pendekatan kriptografi. Dengan cara ini, seluruh tindakan yang dilakukan AI dapat dibuktikan secara matematis sehingga memiliki jejak identitas, otorisasi, serta dapat diaudit secara hukum.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Beyond Banking Butuh Fondasi Kepercayaan Digital</h4>



<p>Transformasi sektor jasa keuangan Indonesia kini memasuki fase <strong>Beyond Banking</strong>, yaitu integrasi layanan perbankan, fintech, dan berbagai platform digital melalui konsep Universal Banking, Embedded Finance, dan Open Finance.</p>



<p>Semakin banyak layanan yang saling terhubung membuat proses verifikasi identitas, persetujuan transaksi, hingga perlindungan data menjadi semakin kompleks.</p>



<p>Marshall menilai banyak institusi keuangan masih membangun sistem verifikasi masing-masing sehingga meningkatkan biaya operasional sekaligus memperpanjang pengalaman pengguna.</p>



<p>Karena itu, menurutnya digital trust perlu hadir sebagai infrastruktur bersama yang dapat digunakan lintas industri.</p>



<p>&#8220;Digital trust dapat memperkuat kepastian identitas, mengurangi kompleksitas verifikasi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem keuangan yang lebih efisien,&#8221; jelas Marshall.</p>



<h4 class="wp-block-heading">AI Membuat Keamanan Tak Lagi Sekadar Pelengkap</h4>



<p>Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen.</p>



<p>Artinya, tantangan industri kini tidak lagi hanya memperluas akses layanan keuangan, tetapi memastikan setiap transaksi—baik yang dilakukan manusia maupun AI—tetap aman dan terpercaya.</p>



<p>Dalam konteks tersebut, digital trust berkembang dari sekadar fitur keamanan menjadi fondasi utama yang memungkinkan berbagai institusi saling terhubung dengan tingkat kepastian identitas yang lebih tinggi.</p>



<p>Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), Privy menghadirkan layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik tersertifikasi yang mendukung berbagai proses penting, mulai dari:</p>



<ul>
<li>Verifikasi identitas digital</li>



<li>Electronic Know Your Customer (e-KYC)</li>



<li>Pembukaan rekening</li>



<li>Pengajuan pembiayaan</li>



<li>Penerbitan polis asuransi</li>



<li>Penandatanganan dokumen elektronik yang memiliki kekuatan hukum</li>
</ul>



<h4 class="wp-block-heading">AFTECH: Kolaborasi Industri Membutuhkan Standar Trust yang Sama</h4>



<p>Pandangan serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto.</p>



<p>Ia mengatakan keberhasilan transformasi menuju era Beyond Banking bukan hanya bergantung pada inovasi teknologi maupun model bisnis baru, tetapi juga pada kemampuan seluruh pelaku industri membangun standar kepercayaan digital yang dapat digunakan bersama.</p>



<p>Menurut Firlie, semakin tinggi tingkat konektivitas layanan keuangan digital, semakin penting pula keberadaan infrastruktur digital trust agar kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan industri dapat berlangsung secara berkelanjutan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Digital Trust Akan Jadi Pondasi Ekonomi AI</h4>



<p>Perkembangan Agentic AI diperkirakan akan mengubah cara masyarakat menggunakan layanan keuangan dalam beberapa tahun ke depan.</p>



<p>Jika sebelumnya AI hanya membantu memberikan rekomendasi, ke depan teknologi ini diprediksi mampu melakukan berbagai tindakan yang memiliki konsekuensi hukum, mulai dari menyetujui kontrak hingga menjalankan transaksi secara otomatis.</p>



<p>Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan identitas digital yang dapat diverifikasi, sistem otorisasi yang kuat, serta mekanisme audit yang transparan menjadi semakin penting.</p>



<p>Privy meyakini digital trust akan menjadi fondasi utama agar inovasi AI di sektor keuangan dapat berkembang secara aman, efisien, dan tetap memberikan kepastian hukum bagi seluruh pelaku ekosistem digital.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lenovo Jadi Otak Teknologi FIFA World Cup 2026, ini Buktinya!</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/07/10/lenovo-jadi-otak-teknologi-fifa-world-cup-2026-ini-buktinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 08:56:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[fifa world cup 2026]]></category>
		<category><![CDATA[lenovo]]></category>
		<category><![CDATA[motorola]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30126</guid>

					<description><![CDATA[Lenovo mengoperasikan berbagai solusi berbasis AI yang mendukung hampir seluruh aspek penyelenggaraan turnamen.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; FIFA World Cup 2026 bukan hanya akan menjadi turnamen sepak bola terbesar sepanjang sejarah dengan 48 negara peserta. Ajang yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut juga menjadi panggung unjuk kemampuan AI dan teknologi digital terbaru dari Lenovo.</p>



<p>Sebagai Official Technology Partner FIFA, Lenovo dipercaya menjadi satu-satunya mitra teknologi resmi yang menyediakan infrastruktur digital, perangkat keras, solusi AI, hingga sistem komputasi yang menopang operasional turnamen secara menyeluruh.</p>



<p>Kemitraan ini menandai perubahan besar dalam penyelenggaraan FIFA World Cup. Jika sebelumnya berbagai kebutuhan teknologi berasal dari banyak vendor berbeda, kini Lenovo menghadirkan ekosistem teknologi yang terintegrasi dalam satu platform.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="684" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Technology-Command-Center-1-1024x684.jpg" alt="" class="wp-image-30129" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Technology-Command-Center-1-1024x684.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Technology-Command-Center-1-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Technology-Command-Center-1-768x513.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Technology-Command-Center-1-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Technology-Command-Center-1-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Technology-Command-Center-1-570x381.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Technology-Command-Center-1-740x494.jpg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Technology-Command-Center-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">AI Lenovo Jadi Tulang Punggung FIFA World Cup 2026</h4>



<p>Lenovo mengoperasikan berbagai solusi berbasis AI yang mendukung hampir seluruh aspek penyelenggaraan turnamen. Teknologi tersebut mencakup AI PC, Hybrid AI Infrastructure, server, workstation, data center, hingga cloud.</p>



<p>Bukan hanya membantu FIFA mengelola pertandingan, teknologi Lenovo juga dirancang untuk mempercepat distribusi data, mendukung pengambilan keputusan secara real-time, hingga menjaga kestabilan sistem di seluruh venue pertandingan.</p>



<p>Dengan skala penyelenggaraan yang diperkirakan akan menjangkau sekitar enam miliar penonton di seluruh dunia, infrastruktur digital menjadi salah satu faktor paling krusial dalam menjaga kelancaran kompetisi.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Penggemar Bisa Menikmati Perspektif Baru Berkat AI</h4>



<p>Salah satu inovasi paling menarik adalah hadirnya Digital Avatar. Teknologi berbasis AI ini mampu membangun representasi digital pemain sepak bola dalam bentuk tiga dimensi (3D) dengan tingkat akurasi tinggi. </p>



<p>Visual yang ditampilkan tersebut tidak hanya membantu ofisial pertandingan dalam proses analisis, tetapi juga memberikan pengalaman menonton yang jauh lebih menarik bagi penggemar.</p>



<p>Selain itu terdapat fitur Referee View AI Stabilizer yang menghadirkan sudut pandang wasit secara langsung. Teknologi AI tersebut mampu mengurangi guncangan kamera hingga 60% sehingga tayangan dari kamera yang dikenakan wasit menjadi jauh lebih stabil.</p>



<p>Hasilnya, penonton yang menyaksikan setiap pertandingan lewat layar kaca dapat merasakan atmosfer pertandingan secara langsung dari perspektif lapangan seperti belum pernah ada sebelumnya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">FIFA AI Pro Bantu 48 Negara Menganalisis Pertandingan</h4>



<p>Lenovo juga memperkenalkan FIFA AI Pro, platform analitik sepak bola berbasis AI yang menjadi salah satu inovasi terbesar dalam FIFA World Cup 2026. Platform ini mampu mengolah jutaan titik data dan lebih dari 2.000 metrik pertandingan untuk menghasilkan insight secara cepat.</p>



<p>Menariknya, akses terhadap data tersebut akan diberikan kepada seluruh 48 negara peserta sehingga setiap tim memiliki kesempatan yang sama dalam melakukan evaluasi maupun menyusun strategi pertandingan.</p>



<p>Pendekatan yang ditawarkan oleh Lenovo ini pun membuat analisis pertandingan yang sebelumnya hanya dimiliki segelintir pihak kini dapat dimanfaatkan lebih luas oleh seluruh peserta. </p>



<h4 class="wp-block-heading">Lenovo Tidak Mengelola VAR, tetapi Berperan Penting</h4>



<p>Meski banyak yang mengira Lenovo mengoperasikan sistem Video Assistant Referee (VAR), kenyataannya sistem tersebut tetap dijalankan oleh Hawk-Eye Innovations sebagai Official VAR Technology Partner FIFA.</p>



<p>Namun demikian, Lenovo tetap memiliki kontribusi besar dan bertanggung jawab membangun model digital pemain, melakukan proses pemindaian 3D, pengelolaan aset digital, hingga memastikan avatar pemain yang muncul pada siaran pertandingan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.</p>



<p>Selain itu, workstation Lenovo ThinkStation juga telah digunakan untuk mendukung Semi-Automated Offside Technology (SAOT) sehingga proses analisis offside menjadi lebih cepat dan presisi.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="485" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Referee-View-AI-Stabilizer-1-1024x485.png" alt="" class="wp-image-30128" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Referee-View-AI-Stabilizer-1-1024x485.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Referee-View-AI-Stabilizer-1-300x142.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Referee-View-AI-Stabilizer-1-768x364.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Referee-View-AI-Stabilizer-1-370x175.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Referee-View-AI-Stabilizer-1-270x128.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Referee-View-AI-Stabilizer-1-570x270.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Referee-View-AI-Stabilizer-1-740x350.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Referee-View-AI-Stabilizer-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">Motorola Ikut Ambil Bagian</h4>



<p>Bukan hanya Lenovo, Motorola juga menjadi bagian dari kemitraan tersebut. Motorola ditunjuk sebagai Official Smartphone Partner untuk FIFA World Cup 2026 dan FIFA Women&#8217;s World Cup 2027.</p>



<p>Selama turnamen berlangsung, Motorola akan mendukung berbagai aktivitas pemasaran, mulai dari penayangan konten digital di LED stadion hingga berbagai pengalaman interaktif bagi para penggemar sepak bola.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Smart Stadium Jadi Masa Depan Sepak Bola</h4>



<p>Apakah teknologi yang ditawarkan oleh Lenovo hanya sampai di situ? Tentu saja tidak! Lenovo juga akan menghadirkan konsep Smart Stadium melalui berbagai teknologi seperti Smart Wayfinding dan Intelligent Command Center.</p>



<p>Teknologi tersebut membantu navigasi pengunjung, meningkatkan keamanan stadion, mempercepat koordinasi operasional, hingga mempermudah pengelolaan logistik selama pertandingan berlangsung.</p>



<p>Selain itu, Lenovo tengah mengembangkan konsep Venue Digital Twins sebagai fondasi penyelenggaraan FIFA Women&#8217;s World Cup 2027 di Brasil. Teknologi ini memungkinkan pengelolaan stadion dan operasional turnamen melalui representasi digital yang mampu memantau berbagai kondisi secara real-time.</p>



<p>Kemitraan Lenovo dengan FIFA menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan kini menjadi bagian penting dalam olahraga modern. AI tidak lagi hanya digunakan untuk analisis pertandingan, tetapi juga menopang penyiaran global, pengelolaan stadion, keamanan, distribusi data, hingga pengalaman menonton yang lebih imersif.</p>



<p>Dengan dukungan teknologi AI, Hybrid Cloud, ThinkPad, Motorola, serta berbagai solusi infrastruktur digital lainnya, Lenovo berupaya memastikan FIFA World Cup 2026 menjadi turnamen paling canggih dalam sejarah sepak bola sekaligus menghadirkan pengalaman baru bagi miliaran penggemar di seluruh dunia.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Era AI Berikutnya yang Paling Memahami Pengguna</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/07/10/era-ai-berikutnya-yang-paling-memahami-pengguna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Jul 2026 07:00:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[samsung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<category><![CDATA[tm roh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=30120</guid>

					<description><![CDATA[Perkembangan AI saat ini telah memasuki fase baru yang disebut agentic AI.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Perlombaan menghadirkan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pintar tampaknya memasuki babak baru. Jika selama ini perusahaan teknologi berlomba membangun AI dengan kemampuan berpikir lebih cepat dan lebih kompleks, Samsung justru melihat masa depan dari sudut pandang yang berbeda.</p>



<p>Bagi Samsung, AI terbaik bukanlah AI yang mampu berpikir melebihi manusia, melainkan AI yang benar-benar memahami penggunanya. Pandangan tersebut disampaikan oleh TM Roh, CEO sekaligus President Samsung Electronics, melalui sebuah artikel menjelang gelaran Galaxy Unpacked 2026. </p>



<p>Menurutnya, perkembangan AI saat ini telah memasuki fase baru yang disebut agentic AI, yaitu AI yang tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga mampu mengambil tindakan atas nama pengguna, tanpa menghilangkan kendali penuh dari manusia.</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1000" height="667" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/image-2026-07-10T135436.670.jpeg" alt="" class="wp-image-30121" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/image-2026-07-10T135436.670.jpeg 1000w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/image-2026-07-10T135436.670-300x200.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/image-2026-07-10T135436.670-768x512.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/image-2026-07-10T135436.670-370x247.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/image-2026-07-10T135436.670-270x180.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/image-2026-07-10T135436.670-570x380.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/image-2026-07-10T135436.670-740x494.jpeg 740w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading">AI Harus Mengenal Penggunanya Terlebih Dahulu</h4>



<p>TM Roh menjelaskan bahwa setiap revolusi teknologi selalu dimulai ketika teknologi tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Listrik mengubah dunia ketika hadir di setiap rumah. Internet menjadi revolusioner saat browser membuatnya mudah diakses masyarakat.</p>



<p>Ia juga mengatakan bahwa smartphone pun berkembang pesat karena ekosistem aplikasi yang mendukungnya. Hal serupa diyakini akan terjadi pada AI alias kecerdasan buatan yang saat ini berkembang begitu pesat.</p>



<p>Namun sebelum AI mampu membantu mengambil keputusan atau menjalankan berbagai aktivitas, teknologi tersebut harus memahami siapa penggunanya, bagaimana kebiasaannya, hingga konteks kehidupannya.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Ekosistem Galaxy Jadi Kunci AI yang Lebih Personal</h4>



<p>Inilah yang menjadi fondasi utama visi Samsung terhadap masa depan Galaxy AI. Samsung percaya bahwa smartphone hanyalah salah satu bagian dari pengalaman AI modern. Berbagai perangkat Galaxy telah mengumpulkan konteks yang berbeda mengenai penggunanya.</p>



<p>Misalnya:</p>



<ul>
<li>Smartphone memahami aktivitas harian.</li>



<li>Tablet menjadi perangkat produktivitas dan kreativitas.</li>



<li>Galaxy Watch memantau pola tidur, detak jantung, hingga aktivitas kesehatan.</li>



<li>Smart TV dan perangkat rumah tangga melalui SmartThings memahami kebiasaan pengguna di rumah.</li>



<li>Perangkat foldable hingga smart glasses akan menjadi titik interaksi baru AI di masa depan.</li>
</ul>



<p>Seluruh perangkat yang dikembangkan oleh Samsung secara berkesinambungan tersebut nantinya dapat bekerja bersama untuk menghasilkan pengalaman AI yang lebih personal dibanding sekadar chatbot atau asisten digital biasa.</p>



<h4 class="wp-block-heading">SmartThings Menyatukan Semua Perangkat</h4>



<p>Samsung juga menegaskan bahwa pengalaman AI tidak dibangun sendirian. Melalui ekosistem SmartThings, raksasa elektronik asal Korea Selatan itu mampu menghadirkan konektivitas antara perangkat, layanan, dan berbagai mitra dalam satu platform terbuka.</p>



<p>Pendekatan ini memungkinkan AI memahami aktivitas pengguna lintas perangkat. Sebagai contoh, data kualitas tidur dari Galaxy Watch dapat digunakan AI untuk menyusun jadwal yang lebih optimal keesokan harinya, sementara informasi tersebut dapat langsung diakses melalui smartphone maupun perangkat Galaxy lainnya.</p>



<p>Menurut Samsung, AI terbaik justru dapat bekerja secara diam-diam di latar belakang tanpa mengganggu pengguna, namun tetap hadir pada waktu yang tepat. Dengan kata lain, pengguna bisa mendapatkan hasilnya jika diperlukan.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Privasi Tetap Menjadi Prioritas</h4>



<p>Semakin personal sebuah AI, semakin besar pula tanggung jawab dalam menjaga data pengguna. Karena itu Samsung juga fokus untuk menempatkan keamanan sebagai fondasi utama pengembangan Galaxy AI.</p>



<p>Terkait dengan keamanan, Samsung mengandalkan Samsung Knox untuk melindungi data yang berpindah antar perangkat Galaxy. Sementara itu, data yang paling sensitif tetap diproses dan disimpan di perangkat (on-device).</p>



<p>Dengan begitu, pengguna memiliki kontrol penuh terhadap informasi pribadi mereka. Pendekatan ini juga dinilai penting mengingat AI generasi berikutnya akan semakin banyak bekerja lintas perangkat dalam satu ekosistem.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Foldable Dinilai Semakin Relevan di Era AI</h4>



<p>TM Roh juga menyinggung bagaimana perkembangan AI akan memengaruhi desain perangkat. Ketika AI mampu membantu berbagai pekerjaan secara bersamaan, perangkat dengan layar yang lebih fleksibel dinilai menjadi semakin penting.</p>



<p>Karena itu Samsung terus mengembangkan lini smartphone foldable yang lebih tipis, ringan, tangguh, sekaligus menghadirkan area kerja yang lebih luas. Perangkat lipat yang dihasilkan bukan hanya sebagai inovasi desain, tetapi sebagai media yang lebih ideal untuk memanfaatkan kemampuan AI generasi baru.</p>



<h4 class="wp-block-heading">Galaxy Watch Akan Semakin Berperan dalam AI Kesehatan</h4>



<p>Samsung juga mengungkapkan bahwa sektor kesehatan akan menjadi salah satu fokus utama AI. Melalui perangkat wearable seperti Galaxy Watch, berbagai indikator kesehatan dapat dianalisis secara real-time untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal.</p>



<p>Dengan demikian AI tidak hanya membantu produktivitas, tetapi juga mendukung gaya hidup yang lebih sehat. Nah, seluruh visi tersebut akan diperlihatkan Samsung pada ajang Galaxy Unpacked yang berlangsung <strong>22 Juli 2026</strong> di London, Inggris.</p>



<p>TM Roh juga menuliskan bahwa acara ini akan menjadi momen yang menarik untuk memperkenalkan pengalaman AI alias kecerdasan buatan yang lebih personal, alami, dan terbuka bagi lebih banyak mitra pengembang. </p>



<p>Alih-alih hanya mengejar AI paling pintar, Samsung ingin membangun AI yang memahami manusia sekaligus menghadirkan pengalaman yang aman, terpercaya, dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>33% Pekerja Indonesia Berada di Garis Depan Adopsi AI</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/07/01/33-pekerja-indonesia-berada-di-garis-depan-adopsi-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2026 01:31:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<category><![CDATA[work trend index 2026]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=29928</guid>

					<description><![CDATA[Temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja Indonesia semakin matang dalam menggunakan AI atau yang sering disebut kecerdasan buatan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Microsoft telah membagikan temuan terbaru dari laporan Work Trend Index 2026 yang menunjukkan bahwa Indonesia berada di garis depan dalam pemanfaatan AI di dunia kerja. </p>



<p>Sebanyak 33% pekerja Indonesia kini masuk kategori Frontier Professionals, yaitu kelompok pengguna AI tingkat lanjut dalam riset ini dan lebih dari dua kali lipat rata-rata global yang berada di angka 16%. </p>



<p>Temuan ini menunjukkan bahwa pekerja Indonesia tidak hanya cepat mengadopsi AI, tetapi juga mulai menggunakannya untuk menghasilkan nilai kerja yang lebih tinggi secara lebih terarah dan bertanggung jawab.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-1024x576.png" alt="" class="wp-image-29936" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/07/Copy-of-Untitled-2026-07-01T083442.001.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Di tengah percepatan penggunaan AI generatif secara global, temuan ini mengindikasikan bahwa pekerja Indonesia semakin matang dalam menggunakan AI atau yang sering disebut kecerdasan buatan.</p>



<p>Tidak hanya untuk menyelesaikan tugas sederhana atau mempercepat pekerjaan administratif, tetapi mulai mengintegrasikannya ke dalam proses kerja untuk memperluas kapasitas analisis, mempercepat pengembangan ide, serta menghasilkan output yang lebih kompleks dan bernilai.</p>



<p>Dampaknya pun nyata. Sebanyak 72% pengguna AI di Indonesia menyatakan bahwa mereka kini dapat menghasilkan pekerjaan yang tidak dapat mereka hasilkan satu tahun lalu, lebih tinggi dibandingkan rata-rata global sebesar 58%. </p>



<p>Di antara Frontier Professionals, angka ini meningkat menjadi 82%, memperlihatkan bahwa penggunaan AI yang lebih maju berhubungan dengan kemampuan menciptakan output yang lebih kompleks dan bernilai lebih tinggi.</p>



<p>Namun, penting untuk dicatat bahwa kemajuan ini tidak berjalan dengan mengorbankan peran manusia. Sebaliknya, semakin dalam AI masuk ke dalam alur kerja, semakin penting pula kemampuan manusia untuk mengarahkan, menilai, dan mengambil keputusan. </p>



<p>Ketika ditanya keterampilan apa yang semakin penting di era AI, responden di Indonesia menempatkan berpikir kritis (62% vs. 46%), yaitu kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif, dan kendali kualitas terhadap output AI (60% vs. 50%) sebagai prioritas utama – melampaui rata-rata global.&nbsp;</p>



<p>Pendekatan ini juga tercermin dalam pola penggunaan AI sehari-hari. Sebanyak 93% pengguna AI di Indonesia memperlakukan output AI sebagai titik awal, bukan jawaban akhir, sekaligus tetap menempatkan dirinya sebagai pihak yang bertanggung jawab atas proses berpikir dan hasil akhir pekerjaan. </p>



<p>Angka ini berada di atas rata-rata global sebesar 86%, menegaskan bahwa pekerja Indonesia tidak melihat AI sebagai pengganti pemikiran manusia, melainkan sebagai mitra untuk memperkuat kualitas kerja, serta menunjukkan tingkat kesadaran tinggi akan pentingnya penggunaan AI yang bertanggung jawab.</p>



<p>“Temuan Work Trend Index 2026 menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fondasi yang kuat untuk memimpin fase berikutnya dalam transformasi AI di dunia kerja,&#8221; ujar&nbsp;Fiki Setiyono, Senior Cloud &amp; AI Platform GTM, Microsoft ASEAN.</p>



<p>Fiki menambahkan bahwa yang menonjol bukan hanya kecepatan adopsinya, tetapi juga kedewasaan pekerja Indonesia dalam menggunakan AI — dengan tetap menempatkan penilaian manusia, kendali kualitas, dan tanggung jawab sebagai pusat dari cara kerja mereka,.</p>



<p>“Peluang ke depan bukan sekadar menggunakan AI lebih luas, tetapi memanfaatkannya dengan lebih strategis untuk merancang ulang cara kerja, memperkuat pengambilan keputusan, dan membuka nilai baru bagi organisasi maupun perekonomian digital Indonesia,&#8221; tambah Fiki.</p>



<p>Di sisi lain, laju perubahan ini juga menciptakan urgensi baru bagi pekerja dan organisasi. Sebanyak 85% pengguna AI di Indonesia mengatakan mereka khawatir tertinggal apabila tidak cepat beradaptasi dengan AI, lebih tinggi dari angka global sebesar 65%. </p>



<p>Namun, tekanan ini diikuti dengan keterbukaan untuk mengeksplorasi cara kerja baru, termasuk memanfaatkan AI untuk merancang ulang proses kerja. Bagi organisasi, tantangan berikutnya adalah mengubah kesiapan individu menjadi transformasi yang dapat dikembangkan pada skala yang jauh lebih besar. </p>



<p>Di Indonesia, indikator awal sudah terlihat: sebanyak 42% pengguna AI menilai bahwa pimpinan mereka telah memiliki keselerasan yang jelas dan konsisten terkait AI. Sementara itu, 41% mengatakan upaya reinvensi tetap dihargai meskipun belum langsung membuahkan hasil, hampir tiga kali lipat dibandingkan angka global sebesar 13%.</p>



<p>Temuan ini memberikan sinyal positif bahwa Indonesia tidak hanya memiliki tenaga kerja yang siap menggunakan AI, tetapi juga mulai membangun fondasi organisasi untuk mendorong transformasi yang lebih luas, dari tingkat individu menuju perubahan cara kerja di level perusahaan.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Bagaimana AI Membantu Organisasi Merancang Ulang Cara Kerja</strong></h4>



<p>Seiring organisasi mulai bergerak dari adopsi menuju reinvensi, peran AI juga berkembang. AI tidak lagi hanya dipandang sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian dari cara organisasi merancang ulang proses kerja, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan kualitas pengambilan keputusan.</p>



<p>Transformasi pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan ini juga sudah terlihat dalam berbagai sektor di Indonesia, termasuk sektor jasa keuangan yang memiliki standar tinggi terhadap kepercayaan, keamanan, dan kepatuhan. </p>



<p>Salah satu contohnya adalah PT Bank Syariah Indonesia Tbk. atau BSI, bank syariah terbesar di Indonesia, yang bekerja sama dengan Microsoft untuk membangun tempat kerja digital yang lebih terintegrasi dan mengadopsi AI secara bertanggung jawab melalui Microsoft 365 Copilot.</p>



<p>Di lingkungan kerja sehari-hari, BSI memanfaatkan&nbsp; Microsoft 365 Copilot dan Copilot Chat untuk mendukung berbagai aktivitas karyawan, mulai dari penyusunan dokumen, analisis informasi, hingga pengelolaan komunikasi internal. </p>



<p>Karena Copilot hadir dalam ekosistem Microsoft 365 yang telah digunakan dalam pekerjaan sehari-hari — termasuk Microsoft Teams, SharePoint, dan OneDrive — AI dapat diakses dalam alur kerja yang sudah akrab bagi karyawan, sehingga kolaborasi dan penyelesaian pekerjaan jadi lebih efisien dan terstruktur.</p>



<p>Bagi BSI, penggunaan AI bukan hanya tentang efisiensi operasional. AI menjadi&nbsp;<em>enabler</em>&nbsp;strategis yang membantu organisasi mengelola kompleksitas bisnis, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, dan memperkuat proses kerja agar lebih responsif terhadap kebutuhan nasabah. </p>



<p>Di saat yang sama, transformasi pemanfaatan AI ini tetap dibangun di atas prinsip keamanan, tata kelola informasi, dan kepatuhan regulasi — aspek yang sangat penting bagi industri perbankan.</p>



<p>“Bagi kami, pemanfaatan teknologi seperti kecerdasan buatan bukan lagi sekadar upaya meningkatkan efisiensi operasional,&#8221; ujar Agus Setiawan, Security Identity, Application, &amp; Data Management Departement Head, BSI.</p>



<p>Ia menambahkan bahwa AI telah menjadi&nbsp;enabler&nbsp;strategis yang membantu BSI mengelola kompleksitas bisnis, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, serta memastikan proses kerja berjalan lebih terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan nasabah.</p>



<p>Kisah BSI mencerminkan arah yang juga terlihat dalam Work Trend Index 2026: nilai AI terbesar akan muncul ketika teknologi digunakan untuk memperkuat kapasitas manusia, bukan menggantikannya. </p>



<p>Dengan AI mengambil sebagian beban eksekusi dan rutinitas, pekerja dapat semakin fokus pada aktivitas bernilai strategis seperti analisis bisnis, pengembangan layanan, pengambilan keputusan, dan peningkatan kualitas pengalaman pelanggan.</p>



<p><strong><em>Baca kisah lengkap transformasi AI BSI bersama Microsoft 365 Copilot&nbsp;<a href="https://news.microsoft.com/source/asia/2026/06/04/ketika-ai-menjadi-mitra-strategis-bsi-mewujudkan-masa-depan-perbankan-syariah-modern-melalui-microsoft-365-copilot/?lang=id" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><u>di sini.</u></a></em></strong></p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Menuju Masa Depan Kerja di Indonesia</strong></h4>



<p>Sejalan dengan temuan Work Trend Index 2026, Microsoft juga memperluas kapabilitas Microsoft 365 Copilot yang terus dikembangkan melalui Copilot Cowork yang kini telah tersedia secara umum. </p>



<p>Pembaruan ini dirancang oleh Microsoft untuk membantu organisasi bergerak dari penggunaan AI pada tugas-tugas yang terpisah menuju pekerjaan yang lebih terkoordinasi, bertahap, dan lintas sistem.</p>



<p>Dengan hadirnya Copilot Cowork Mobile untuk iOS dan Android, karyawan dapat mengakses dan melanjutkan alur kerja berbasis AI melalui perangkat seluler. Selain itu, ekosistem plugin yang terus berkembang memungkinkan Copilot Cowork terhubung dengan lebih banyak alat dan data organisasi.</p>



<p>Ini termasuk plugin native dari layanan Microsoft seperti Dynamics 365 dan Microsoft Fabric, serta in.tegrasi mitra seperti Monday.com, S&amp;P Global Energy, dan lainnya yang akan segera tersedia.</p>



<p>Selain itu, organisasi juga dapat membangun plugin kustom untuk mengubah alur kerja, pengetahuan, dan keahlian internal mereka menjadi proses yang dapat digunakan ulang dan diskalakan. </p>



<p>Dengan demikian, Copilot Cowork memperluas peran Copilot dari asisten berbasis tugas menjadi platform yang membantu mengorkestrasi pekerjaan di berbagai sistem Microsoft maupun pihak ketiga, dengan tetap menempatkan kendali dan penilaian manusia sebagai pusat pengambilan keputusan.</p>



<p>Work Trend Index 2026 menunjukkan bahwa Indonesia memasuki era kerja baru dengan fondasi yang kuat. Tahap berikutnya adalah memastikan momentum ini dapat berkembang menjadi transformasi yang lebih luas dan berkelanjutan. </p>



<p>Tingginya proporsi Frontier Professionals, besarnya dampai AI terhadap hasil kerja, serta kuatnya penekanan pada penilaian manusia dan penggunaan AI yang bertanggung jawab menunjukkan bahwa Indonesia pada posisi yang menjanjikan dalam memanfaatkan AI sebagi pengungkit produktivitas dan inovasi.</p>



<p>Bagi organisasi di Indonesia, keunggulan tidak akan datang hanya dari mengadopsi AI lebih cepat, tetapi dari kemampuan untuk merancang ulang cara kerja yang lebih menyeluruh: membangun standar penggunaan AI, memperkuat budaya eksperimen, mendorong pengembangan talenta lintas tim, dan memastikan setiap penggunaan AI tetap berpusat pada manusia.</p>



<p><strong><em>Baca&nbsp;<a href="https://www.microsoft.com/en-us/worklab/work-trend-index/agents-human-agency-and-the-opportunity-for-every-organization" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><u>laporan global 2026 Work Trend Index</u></a>&nbsp;di WorkLab.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selular Award 2026: Percepatan 5G dan AI Dukung Transformasi Digital di Indonesia</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/06/09/selular-award-2026-percepatan-5g-dan-ai-dukung-transformasi-digital-di-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 02:52:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan 5g]]></category>
		<category><![CDATA[selular award 2026]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<category><![CDATA[transformasi digital]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=29275</guid>

					<description><![CDATA[Pemerataan 5G dan AI harus dilakukan melalui kolaborasi antara industri hingga pelaku regulasi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Para pelaku industri telekomunikasi dan teknologi hingga regulator di Tanah Air sepakat bahwa pemerataan jaringan 5G harus dilakukan melalui kolaborasi antara industri hingga pelaku regulasi. </p>



<p>Hal tersebut diungkapkan dalam diskusi di ajang Selular Award ke-23 tahun 2026 yang berlangsung hari Senin (8/6/2026) di Hotel Peninsula, Jakarta. Tidak hanya menggelar diskusi, event ini juga memberikan sejumlah penghargaan atau award.</p>



<p>Penghargaan tersebut diberikan kepada para pelaku industri telekomunikasi dan teknologi terbaik. Selain itu, ada juga industri consumer electronics, smarthome appiliances and solution hingga sektor keuangan.</p>



<p>&#8220;Tema yang kami angkat adalah <strong>“Leading The Future: Building Exponential Value in 5G Advance and AI Economy”</strong>. Kami akan memberikan penghargaan kepada para pelaku industri yang telah berperan besar melakukan transformasi digital di Indonesia,&#8221; ujar CEO &amp; Editor in Chief Selular Media Network, Uday Rayana.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-09T094628.022-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-29277" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-09T094628.022-1-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-09T094628.022-1-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-09T094628.022-1-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-09T094628.022-1-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-09T094628.022-1-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-09T094628.022-1-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-09T094628.022-1-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/06/Copy-of-Untitled-2026-06-09T094628.022-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Kolaborasi Percepatan AI dan 5G</strong></h4>



<p>Serupa dengan tema besar Selular Award 2026, diskusi di ajang ini juga mengambil tema “Leading The Future: Building Exponential Value in 5G Advance and AI Economy”. Uday Rayana menjadi moderator dalam acara diskusi ini.</p>



<p>Lalu ada empat panelis yang hadir, yakni Denny Setiawan, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Kemkomdigi; Alvin Iskandar Aslam, dan Group Head Regulatory Diplomacy &amp; Advocacy XLSMART.</p>



<p>Selain itu, dalam panel diskusi ini juga menghadirkan Ronni Nurmal, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia dan Adrian Lesmono, Consumer Business Lead, NVIDIA Indonesia.</p>



<p>Denny Setiawan mengatakan jika pemerintah khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) fokus supaya Indonesia menjadi Digital Hub Asia-Pasifik serta nomor satu di Asean untuk penerapan AI. </p>



<p>“Tentu saja hal tersebut harus juga diperkuat dengan pengembangan jaringan internet termasuk jaringan 5G yang kini sudah banyak dibangun oleh sejumlah operator telekomunikasi di Indonesia,” ungkapnya.</p>



<p>Hal tersebut diamini oleh Adrian Lesmono Consumer Business Lead, NVIDIA Indonesia yang menyebut bahwa jaringan 5G merupakan kendaraan bagi AI alias kecerdasan buatan untuk berjalan secara mulus. </p>



<p>“Penerapan AI sekarang makin masif dan AI ini butuh kendaraan yang bernama 5G termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), karena NVIDIA juga makin masif memperkenalkan AI ke sejumlah daerah, terutama lewat lembaga pendidikan,” ungkapnya.</p>



<p>Selaku operator seluler, Alvin Iskandar Aslam, Group Head Regulatory Diplomacy &amp; Advocacy XLSMART mengatakan meski Perusahaan XLSMART baru berusia satu tahunan, tetapi langsung ngebut memperkuat jaringan 5G. </p>



<p>“Biasanya usia setahun itu masih bayi dan sedang lucu-lucunya, tetapi kami tetap ingin langsung berlari untuk menggeber jaringan 5G. Kami juga sudah membangun BTS 5G disejumlah kota di Indonesia yang bisa dimanfaatkan oleh sejumlah masyarakat,” jelasnya.</p>



<p>Dalam kesempatan yang sama, Ronni Nurmal, Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia mengatakan bahwa kebutuhan akan AI dan 5G yang kini berkembang di Indonesia merupakan sebuah kewajiban.</p>



<p>“AI dan 5G ini kewajiban karena dapat meningkatkan produksi hingga mempersingkat distribusi. Selain itu, dengan semakin banyaknya ekosistem digital maka Indonesia makin kuat untuk menjaga kedaulatannya,” ungkap Ronni.</p>



<p><strong>CEO of The Year</strong></p>



<p>Setelah diskusi panel selesai, ajang Selular Award 2026 dilanjutkan dengan pemberian trofi bagi para pelaku industri telekomunikasi, teknologi, ICT, smarthome hingga perbankan. Tidak hanya itu, Selular Award 2026 ini juga memberikan penghargaan special award.</p>



<p>Para pemenang ini berdasarkan penilaian dari tim redaksi Selular Media Network yang berdasarkan kinerja hingga pencapaian. Sementara, untuk kategori media sosial ini, Selular Media Network bekerjasama dengan NoLimit untuk memberikan penilaian.</p>



<p>Penghargaan CEO of The Year yang jatuh kepada Budiarto Halim, Presiden Direktur PT Erajaya Swasembada Tbk. Di bawah kepemimpinan Budiarto Halim, Erajaya berhasil mencatatkan banyak keberhasilan.</p>



<p>&#8220;Pada akhir 2025, tercatat pendapatan Erajaya sebesar Rp 76 triliun. Angka ini menunjukkan bagaimana bisnis yang dulu dimulai dari toko kecil, kini tumbuh menjadi salah satu kekuatan besar di industri ritel Indonesia,” ujar CEO Selular Media Network, Uday Rayana.</p>



<p>Budiarto Halim mengucapkan terima kasih kepada Selular Media Network. Ia mengatakan bahwa penghargaan ini tidak hanya untuk dirinya, tetapi juga tim Erajaya Group yang mengubah toko ponsel kecil dan kini memiliki ribuan toko ritel di berbagai daerah.</p>



<p>“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Selular Media Network atas penghargaan ini dan setelah dengan penghargaan ini maka saya pribadi harus semakin membuat Erajaya melangkah lebih maju lagi,” ujar Budiarto Halim.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Daftar Pemenang Selular Award ke-23 Tahun 2026</strong></h4>



<p>Berikut adalah daftar pemenang Selular Award edisi ke-23 untuk tahun 2026.</p>



<p><strong>Kategori Laptop &amp; Wearable Device</strong></p>



<ul>
<li>Best Gaming Laptop: ROG Zephyrus G14 (GA403GM)</li>



<li>Best Value Smartwatch: Infinix GT Watch 5 Pro</li>



<li>Best AI Laptop : Axioo Hype AI 5</li>



<li>Best Student Laptop: ASUS Vivobook Go 14 (E1404)</li>



<li>Best Smart Parenting Tablet: HONOR Pad X8b</li>



<li>Best Smart Glasses: Infinix AI Glasses</li>



<li>Best Ultrathin AI Laptop: ASUS Zenbook S14 OLED (UX5406AA)</li>
</ul>



<p><strong>Kategori Telco and Digital Technology &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; </strong><strong></strong></p>



<ul>
<li>Best AI Technology Fixed Wireless Access: ZTE</li>



<li>Best Digital Solution for Enterprise Business: Telkom</li>



<li>Best Digital Breakthrough &amp; Innovation: Ericsson</li>



<li>Best AI Network Ecosystem: ZTE</li>



<li>Best AI Radio Access Network: Ericsson</li>



<li>Best ICT Solution Provider: Lintasarta</li>



<li>Best Native AI Baseband: ZTE</li>
</ul>



<p><strong>Kategori Smartphone</strong></p>



<ul>
<li>Best Ultra Thin AI Phone: Samsung Galaxy A57 5G</li>



<li>Best Flagship Gaming Smartphone: RedMagic 11 Pro</li>



<li>Best Design Smartphone: Infinix Note 60 Ultra</li>



<li>Best Flagship Smartphone: Samsung Galaxy S26 Ultra</li>



<li>Smartphone of the Year 2025 &#8211; Midrange Category: Sharp AQUOS sense10</li>



<li>Best Competition Gaming Device: Infinix GT 50 Pro</li>



<li>Best Gaming Smartphone: nubia Neo 5 Series</li>



<li>Most Valuable Smartphone: Infinix HOT 70</li>



<li>Best Camera Smartphone: Samsung Galaxy S26 Ultra</li>
</ul>



<p><strong>Kategori Financial Solution, Retail and Education</strong></p>



<ul>
<li>Best Digital Wallet Application: ShopeePay</li>



<li>Best Edutech App with AI: Kelas Pintar</li>



<li>Micro &amp; Agent Excellence: Bank Mandiri</li>



<li>Best Paylater Service: SPayLater</li>



<li>Best Modern Retail Electronics: Erablue</li>
</ul>



<p><strong>Kategori Home Appliances and Solution</strong></p>



<ul>
<li>Best Smart Water Heater: MODENA Water Heater</li>



<li>Best Innovation in Small Appliances: NIKO</li>



<li>Best Electric Stove: MODENA</li>



<li>Best Glass Stove: NIKO</li>
</ul>



<p><strong>Kategori Operator Selular</strong></p>



<ul>
<li>Best 5G Speed Networks: XLSMART</li>



<li>Best 5G Infrastructure : Indosat Ooredoo Hutchison</li>



<li>Best Digital Telco Operator: Telkomsel</li>
</ul>



<p><strong>Kategori Media Sosial</strong></p>



<ul>
<li>Most Active Brand on Social Media for Smartphone: Samsung</li>



<li>Most Active Brand on Social Media for Fix Broadband: IndiHome</li>



<li>Most Engaging Brand on Social Media: Erajaya</li>



<li>Most Engaging Content on Tiktok for Home Appliances: MODENA</li>



<li>Most Active Telco CEO on Social Media: Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison</li>



<li>Most Engaging Brand on Social Media for Service Center: Axioo</li>



<li>Most Active Brand on Social Media for Best Corporate Sustainability Initiative: Telkom</li>



<li>Most Active Brand on Social Media for Best Desain Living Innovation: LG</li>
</ul>



<p><strong>Kategori Special Award</strong></p>



<ul>
<li>Excellence in Performance: Davina Larissa Rolos &#8211; Country Marketing Manager ASUS Indonesia</li>



<li>Best Company Performance: PT Erajaya Swasembada Tbk</li>



<li>Most Popular CSR Academy: AI Merdeka</li>



<li>Telecom Company of the Year: Telkom</li>



<li>CEO OF The Year: Budiarto Halim &#8211; Presiden Direktur PT Erajaya Swasembada Tbk</li>
</ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
