<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>vida &#8211; NativZen</title>
	<atom:link href="https://nativzen.com/tag/vida/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nativzen.com</link>
	<description>Berita gadget dan teknologi terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Mar 2026 02:30:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.5.5</generator>

<image>
	<url>https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/02/cropped-NZ_icon_no_BG-32x32.png</url>
	<title>vida &#8211; NativZen</title>
	<link>https://nativzen.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspada! Penipuan OTP Naik Saat Musim THR, VIDA Serukan &#8216;Jangan Asal Klik&#8217;</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/03/08/penipuan-otp-naik-saat-musim-thr/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 02:25:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[musim thr]]></category>
		<category><![CDATA[penipuan otp]]></category>
		<category><![CDATA[thr lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[vida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=27187</guid>

					<description><![CDATA[Penipuan digital kini tidak lagi bersifat sporadis, melainkan semakin terorganisir dan terindustrialisasi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Modus penipuan digital terus berevolusi dengan cara yang semakin canggih. Mulai dari&nbsp;deepfake AI,&nbsp;fake Base Transceiver Station (BTS)&nbsp;, hingga&nbsp;malware&nbsp;berbahaya yang mampu menyusup dan menyadap perangkat pengguna.</p>



<p>Pertanyaannya, apakah sistem pertahanan kita telah cukup adaptif untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang ini? Menjawab tantangan tersebut, VIDA menyebutkan bahwa penipuan digital kini tidak lagi bersifat sporadis, melainkan semakin terorganisir dan terindustrialisasi.</p>



<p>Dalam podcast Kasisolusi bertajuk “<strong>80% Penipuan OTP Naik Saat Musim THR!? Ini Modus Phishing yang Bikin Rekening Ludes!!</strong>”, VIDA mengungkap bahwa praktik penipuan telah berevolusi dari aksi individu menjadi jaringan yang terstruktur.&nbsp;</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091805.413-1024x576.png" alt="" class="wp-image-27192" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091805.413-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091805.413-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091805.413-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091805.413-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091805.413-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091805.413-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091805.413-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091805.413.png 1312w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>“Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis,&#8221; ungkap&nbsp;Niki Luhur, Founder &amp; Group CEO VIDA.</p>



<p>Ditambahkan oleh Niki bahwa para penyusup alias penjahat siber memanfaatkan celah keamanan, kelemahan literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk melancarkan aksinya.</p>



<p>Berdasarkan data internal VIDA, sepanjang tahun 2025 lonjakan kasus penipuan paling banyak terjadi menjelang dan saat pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Momentum ini ditandai dengan meningkatnya aktivitas transaksi dan mobilitas masyarakat.</p>



<p>Secara tidak langsung momen tersebut membuka lebih banyak celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Terdapat dua modus penipuan digital&nbsp; yang marak terjadi di Indonesia saat ini:</p>



<ol>
<li><strong>Phishing atau smishing:</strong> Metode ini melibatkan berbagai cara untuk memancing korban mengklik tautan dan memasukkan data pribadi seperti username, password, dan One-Time Password (OTP) via SMS. Contohnya, pelaku dapat menyamar sebagai instansi logistik ataupun ada nomor tidak diketahui memberikan tawaran promo Ramadan palsu. Modus ini juga berkembang melalui metode fake BTS yang memungkinkan pesan palsu terkirim secara massal dan tampak seolah berasal dari institusi resmi sehingga terlihat meyakinkan bagi penerima.</li>



<li><strong>Malware:</strong> Metode ini memancing korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya dalam bentuk file APK. Modus yang digunakan beragam, mulai dari dokumen status pengiriman paket, undangan pernikahan, hingga dokumen lain yang tampak relevan bagi korban. Setelah terunduh, aplikasi tersebut memungkinkan pelaku memantau perangkat dari jarak jauh, termasuk mengakses password serta berbagai informasi sensitif yang tersimpan maupun digunakan di dalam perangkat.</li>
</ol>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="565" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091809.426-1024x565.png" alt="" class="wp-image-27191" style="width:650px;height:auto" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091809.426-1024x565.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091809.426-300x166.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091809.426-768x424.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091809.426-370x204.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091809.426-270x149.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091809.426-570x315.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091809.426-740x409.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091809.426.png 1474w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="560" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091812.398-1024x560.png" alt="" class="wp-image-27190" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091812.398-1024x560.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091812.398-300x164.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091812.398-768x420.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091812.398-370x202.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091812.398-270x148.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091812.398-570x312.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091812.398-740x405.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/03/image-2026-03-08T091812.398.png 1488w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Kedua modus ini memiliki pola yang serupa, yaitu berupaya memperoleh akses terhadap password atau kredensial pengguna. Hal ini menunjukkan bahwa&nbsp;password&nbsp;semata tidak lagi cukup menjadi benteng keamanan di era digital yang semakin kompleks.</p>



<p>Niki menjelaskan bahwa identitas digital pada dasarnya terdiri dari tiga lapisan utama, yaitu&nbsp;what you know&nbsp;(apa yang diketahui), what you have&nbsp;(apa yang dimiliki), dan&nbsp;who you are&nbsp;(apa yang menjadi keunikan diri).&nbsp;</p>



<p>What you know,&nbsp;merujuk pada informasi yang diketahui pengguna seperti&nbsp;password, nama ibu kandung, atau pertanyaan keamanan yang lazim digunakan dalam proses verifikasi akun.&nbsp;What you have,&nbsp;mengacu pada perangkat yang dimiliki pengguna.</p>



<p>Sementara itu,&nbsp;who you are,&nbsp;berkaitan dengan karakteristik biometrik yang melekat pada individu, seperti wajah, suara, dan sidik jari, yang bersifat unik dan semakin banyak digunakan sebagai metode autentikasi.</p>



<p>“Password&nbsp;dan OTP tidak lagi dapat menjadi satu-satunya cara verifikasi yang benar-benar aman, mengingat maraknya kebocoran data serta berbagai teknik penipuan yang terus berkembang,&#8221; tambah Niki</p>



<p>Karena itu, Niki menambahkan bahwa perangkat yang kita miliki (what you have) serta identitas biometrik (who you are) perlu benar-benar dilindungi dan dimanfaatkan sebagai lapisan keamanan tambahan. </p>



<p>&#8220;VIDA menerapkan pendekatan&nbsp;layered defense&nbsp;yang memperkuat perlindungan perangkat sekaligus menghadirkan verifikasi berbasis biometrik untuk membangun rasa aman dan meningkatkan kepercayaan konsumen,” tambah Niki.</p>



<p>Selain menghadirkan solusi teknologi, VIDA juga berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat akan bahaya penipuan digital. VIDA menekankan bahwa kesadaran masyarakat tetap menjadi garis pertahanan pertama. </p>



<p>Melalui kampanye <a href="https://www.youtube.com/watch?v=2JLqpuiI2Vk" target="_blank" rel="noreferrer noopener"><strong>#JanganAsalKlik</strong></a>, VIDA mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap setiap pesan digital yang meminta mereka mengklik tautan, mengunduh aplikasi, atau membagikan informasi pribadi. </p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>VIDA Perluas Layanan Identitas Digital ke Pasar Global</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/02/08/vida-perluas-layanan-identitas-digital-ke-pasar-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Feb 2026 00:51:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[amazon web service]]></category>
		<category><![CDATA[aws]]></category>
		<category><![CDATA[layanan vida]]></category>
		<category><![CDATA[vida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=26258</guid>

					<description><![CDATA[Layanan unggulan VIDA, seperti verifikasi identitas, autentikasi, hingga tanda tangan digital kini tersedia di AWS marketplace.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; VIDA secara resmi telah mengumumkan langkah ekspansi global melalui ketersediaan layanannya di Amazon Web Services (AWS) Marketplace. Inisiatif ini memudahkan organisasi yang telah memiliki akun AWS untuk mengakses dan menggunakan solusi VIDA.</p>



<p>Ketersediaan VIDA di AWS Marketplace juga menyederhanakan cara organisasi membangun dan mengamankan infrastruktur identitas digital mereka. Pelanggan dapat memanfaatkan alokasi belanja AWS yang sudah disepakati sebelumnya.</p>



<p>Menariknya, proses penagihan terintegrasi dalam satu sistem. Selain itu, proses pengadaan pun menjadi lebih sederhana, layanan autentikasi VIDA bisa langsung diaktifkan, dan urusan administrasi jadi lebih ringan.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-Siaran-Pers-1024x576.png" alt="" class="wp-image-26259" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-Siaran-Pers-1024x576.png 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-Siaran-Pers-300x169.png 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-Siaran-Pers-768x432.png 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-Siaran-Pers-1536x864.png 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-Siaran-Pers-370x208.png 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-Siaran-Pers-270x152.png 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-Siaran-Pers-570x321.png 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-Siaran-Pers-740x416.png 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/02/Foto-Siaran-Pers.png 1600w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>“Pencapaian ini mencerminkan komitmen VIDA untuk membawa kapabilitas spesialis kami ke panggung global,&#8221; ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA melalui rilis yang diterima oleh nativzen.com.</p>



<p>Lebih lanjut, Niki juga mengatakan bahwa langkah ini selaras dengan standar keamanan internasional, sekaligus memperkuat fokus VIDA dalam membangun ekosistem identitas digital yang tepercaya bagi bisnis berskala besar. </p>



<p>Di tengah pesatnya adopsi digital lintas industri, kebutuhan akan sistem verifikasi identitas yang aman dan andal kian meningkat. Layanan VIDA dirancang untuk memperkuat kepastian identitas pengguna sekaligus mendeteksi potensi penipuan berbasis AI sejak tahap awal.</p>



<p>Seluruh kapabilitas tersebut dibangun untuk memenuhi standar regulasi dan kepatuhan, tanpa mengorbankan pengalaman pengguna, kecepatan implementasi, proses transformasi digital, maupun efisiensi operasional bisnis.</p>



<p>Sejalan dengan tren tersebut, riset MarketsandMarkets memproyeksikan pasar verifikasi identitas global akan meningkat hampir dua kali lipat pada 2028. Ini didorong oleh meningkatnya risiko penipuan digital, regulasi yang semakin ketat, serta akselerasi transformasi digital di berbagai sektor. </p>



<p>Saat ini, platform VIDA memverifikasi sekitar 2,5 juta identitas setiap hari dengan memanfaatkan teknologi biometrik yang terhubung ke basis data identitas nasional. Pendekatan ini membantu mengidentifikasi akun palsu dan identitas sintetis.</p>



<p>“Kehadiran VIDA di AWS Marketplace memungkinkan perusahaan di seluruh dunia mengadopsi layanan identitas digital terverifikasi dengan lebih cepat sekaligus&nbsp; memanfaatkan fleksibilitas dan keandalan infrastruktur AWS,” tambah Niki.</p>



<p>Langkah ini menegaskan misi jangka panjang VIDA untuk memudahkan masyarakat membuktikan identitasnya di dunia digital melalui infrastruktur yang aman, andal, dan berorientasi pada pengguna. </p>



<p>Ke depan, VIDA memandang kolaborasi ini sebagai fondasi strategis untuk memperkuat integrasi teknis dengan layanan AWS, mendorong inovasi berkelanjutan, serta memperluas adopsi solusi identitas digital terverifikasi di Asia Tenggara dan sekitarnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Waspada! Kebiasaan Sepele Ini Bisa Jadi Celah Penyalahgunaan Data</title>
		<link>https://nativzen.com/2026/01/23/waspada-kebiasaan-sepele-ini-bisa-jadi-celah-penyalahgunaan-data/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2026 06:49:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[APPS]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan data]]></category>
		<category><![CDATA[vida]]></category>
		<category><![CDATA[vidajagakalian]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=25862</guid>

					<description><![CDATA[VIDA serukan #VIDAJagaKalian, ajak masyarakat lebih waspada terhadap data pribadi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Di tengah pesatnya digitalisasi, risiko kebocoran data pribadi semakin nyata, tidak hanya di tingkat institusi, tetapi juga berawal dari kebiasaan sehari-hari yang kerap luput disadari. </p>



<p>Data pribadi yang bocor rentan disalahgunakan dalam berbagai modus yang kerap menghiasi pemberitaan, mulai dari pendaftaran pinjaman online tanpa sepengetahuan pemilik data hingga hilangnya saldo dalam rekening bank secara tiba-tiba. </p>



<p>Kondisi ini menjadi pengingat kuat bagi VIDA, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention terdepan di Indonesia, bahwa upaya perlindungan data harus dimulai dari akar permasalahan, yakni kesadaran individu.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-25865" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-4-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-4-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-4-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-4-1536x1024.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-4-2048x1365.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-4-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-4-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-4-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-4-740x493.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Menjawab tantangan tersebut, VIDA meluncurkan gerakan literasi publik ‘<strong>#VIDAJagaKalian’</strong>, kampanye edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran terkait perlindungan data pribadi melalui isu-isu yang dekat dengan keseharian masyarakat.</p>



<p>“Sebagian besar kebocoran data tidak hanya disebabkan oleh celah sistem, tetapi juga oleh kelalaian individu. Tanpa disadari, kebiasaan sederhana dapat membuka risiko penyalahgunaan data,&#8221; ujar ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.</p>



<p>Ditambahkan oleh Niki bahwa melalui kampanye <strong>#VIDAJagaKalian</strong>, VIDA berkomitmen membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan agar data pribadi senantiasa terlindungi.</p>



<p>Sebagai bagian dari kampanye tersebut, VIDA menghadirkan kolaborasi bertajuk <strong>“Tukang Gorengan Jadi Tahu”</strong>, dengan menggandeng penjual gorengan sebagai simbol keseharian masyarakat. </p>



<p>Inisiatif ini menyoroti bahaya penggunaan dokumen pribadi, seperti fotokopi KTP, Kartu Keluarga, ijazah, dan dokumen pribadi lainnya sebagai pembungkus makanan. Praktik yang kerap dianggap sepele ini berpotensi menjadi celah penyalahgunaan data. apabila dokumen tersebut jatuh ke tangan yang tidak bertanggung jawab.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="687" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-1-1024x687.jpg" alt="" class="wp-image-25864" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-1-1024x687.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-1-300x201.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-1-768x515.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-1-1536x1030.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-1-2048x1374.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-1-370x248.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-1-270x181.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-1-570x382.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-1-740x496.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Melalui kampanye ini, masyarakat dapat mengunjungi rangkaian aktivasi <strong>#VIDAJagaKalian</strong> di kawasan MRT Dukuh Atas pada 22–25 Januari 2026. Pengunjung dapat menikmati aneka gorengan khas Indonesia secara gratis sambil mengikuti pengalaman edukatif interaktif mengenai pentingnya menjaga data pribadi. </p>



<p>“Edukasi akan lebih efektif jika dekat dengan realitas masyarakat. Kami memilih pendekatan yang membumi agar pesan perlindungan data tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan. Harapannya, langkah sederhana ini dapat membangun budaya menjaga data pribadi dalam jangka panjang,” tambah Niki.</p>



<p>Selain edukasi publik, kampanye <strong>#VIDAJagaKalian</strong> juga memperkenalkan DocsVault dan SecureShare sebagai solusi perlindungan data yang tersedia di VIDA App. DocsVault menghadirkan penyimpanan dokumen terenkripsi dengan pengamanan biometrik.</p>



<p>Sementara SecureShare memungkinkan pengguna membagikan dokumen secara aman dengan kontrol akses, batas waktu, dan jejak penggunaan, sehingga identitas digital tetap berada dalam kendali pemiliknya.</p>



<p>“Melalui VIDA App, kami menghadirkan <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=id.vida.app" target="_blank" rel="noreferrer noopener">DocsVault </a>dan <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=id.vida.app" target="_blank" rel="noreferrer noopener">SecureShare</a> sebagai solusi praktis untuk membantu masyarakat mengelola dan membagikan dokumen pribadi secara aman,&#8221;  jelas Mukti Pradana, AVP Product Management VIDA.</p>



<p>DocsVault memungkinkan pengguna menyimpan dokumen penting dalam penyimpanan terenkripsi dengan perlindungan biometrik wajah, sehingga hanya pemilik dokumen yang dapat mengaksesnya. </p>



<p>Ketika dokumen perlu dibagikan, SecureShare memberi kontrol penuh, mulai dari pengaturan durasi akses, jumlah pembukaan, hingga riwayat penggunaan. Jika sudah tidak dibutuhkan, akses dapat dicabut kapan saja.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-25863" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-3-1024x683.jpg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-3-300x200.jpg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-3-768x512.jpg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-3-1536x1024.jpg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-3-2048x1365.jpg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-3-370x247.jpg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-3-270x180.jpg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-3-570x380.jpg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2026/01/Foto-Siaran-Pers-3-740x493.jpg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sebagai gambaran, dalam aktivitas sehari-hari, pengguna dapat menyimpan dokumen penting seperti KTP di DocsVault dalam VIDA App yang telah dilengkapi enkripsi dan pengamanan biometrik. </p>



<p>Saat dokumen tersebut perlu dibagikan, misalnya untuk keperluan administrasi, pengguna dapat memanfaatkan SecureShare untuk mengatur apakah dokumen hanya dapat dilihat atau diunduh, menambahkan lapisan keamanan berupa passcode, serta memantau histori akses dokumen secara real-time. </p>



<p>Melalui inisiatif&nbsp;<strong>#VIDAJagaKalian</strong>, VIDA menegaskan komitmennya dalam memerangi penipuan digital secara menyeluruh, tidak hanya melalui edukasi publik, tetapi juga dengan menghadirkan teknologi dan layanan yang membantu individu maupun pelaku usaha beraktivitas lebih aman dan tepercaya di ruang digital.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>5 Tips ala VIDA Agar Aman Bertransaksi di Liburan NATARU </title>
		<link>https://nativzen.com/2025/12/24/5-tips-ala-vida-agar-aman-bertransaksi-di-liburan-nataru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2025 07:13:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HOW TO]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[nataru]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[vida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=25311</guid>

					<description><![CDATA[Diperkirakan, akibat dari ancaman penipuan ini akan muncul kerugian yang cukup mencengangkan, yakni sekitar Rp 8,2 triliun.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (NATARU), masyarakat Indonesia diproyeksikan akan membelanjakan sekitar Rp 120 triliun untuk kebutuhan liburan. Namun di balik euforia belanja dan transaksi digital, ancaman penipuan juga sedang mengintai.</p>



<p>Diperkirakan, akibat dari ancaman penipuan ini akan muncul kerugian yang cukup mencengangkan, yakni sekitar Rp 8,2 triliun akan hilang dalam setahun terakhir, dengan hanya 4,76% dana korban yang berhasil diselamatkan.</p>



<p>Data Indonesia Anti-Scam Center (IASC) mencatat 373.129 laporan penipuan sejak November 2024 hingga 30 November 2025, artinya rata-rata 874 laporan setiap hari. Dari 619.394 rekening yang dilaporkan terkait penipuan, hanya 117.301 rekening yang berhasil diblokir.</p>



<p>&#8220;Identitas digital adalah gerbang utama keamanan finansial kita. Dengan rata-rata 874 laporan penipuan setiap hari, kita tidak bisa lagi mengandalkan metode pengamanan tradisional yang mudah dibobol seperti OTP berbasis SMS,&#8221; ujar Founder &amp; Group CEO VIDA, Niki Luhur.</p>



<h4 class="wp-block-heading"><strong>Mengapa Liburan Jadi &#8216;Waktu Panen&#8217; Penipu?</strong></h4>



<p>Berdasarkan temuan VIDA dan data industri, periode NATARU menciptakan kondisi ideal bagi penipu:</p>



<ul>
<li><strong>Kelemahan OTP:</strong> Data VIDA menunjukkan 80% pembobolan akun terjadi karena kerentanan OTP berbasis SMS atau teknik phishing. Teknologi yang diandalkan untuk keamanan justru menjadi celah terbesar.</li>



<li><strong>Modus Baru 2025 – AI Deepfake:</strong> Penipuan berbasis AI deepfake melonjak 1.550% di Indonesia. Penipu kini menggunakan teknologi AI Voice Cloning untuk meniru suara keluarga, atasan, atau pejabat—meminta transfer dana dengan suara yang 99% mirip aslinya.</li>
</ul>



<p>Skala Kerugian Mengejutkan: OJK mencatat tiga modus penipuan terbesar:</p>



<ul>
<li>Fake call/telepon palsu: 39.978 laporan, kerugian Rp1,54 triliun</li>



<li>Shopping scam: 64.933 laporan, kerugian Rp1,14 triliun</li>



<li>Investment scam bodong: 24.803 laporan, kerugian Rp1,40 triliun</li>
</ul>



<p>Masyarakat Indonesia rata-rata baru melaporkan penipuan setelah 12 jam, jauh lebih lambat dari negara lain (15-20 menit). Keterlambatan ini membuat hanya 4,76% dana korban yang bisa diselamatkan karena jejak digital dan dana sudah berpindah tangan.</p>



<p>Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebelumnya juga telah mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap modus penipuan yang menyasar identitas digital pengguna.</p>



<p>Oleh karena itu, sebagai penyedia identitas digital dan pencegahan penipuan terdepan di Indonesia, VIDA membagikan tips agar keamanan digital pengguna tetap terjaga selama periode liburan NATARU:</p>



<ol>
<li><strong>Hindari Wi-Fi Publik untuk Transaksi:</strong> Jaringan publik rentan penyadapan; jangan gunakan untuk perbankan.</li>



<li><strong>Verifikasi Permintaan Darurat:</strong> Hubungi kembali melalui nomor kontak yang sudah dikenal, jangan percaya suara familiar di telepon.</li>



<li><strong>Waspada Tekanan &#8216;Urgency&#8217;:</strong> Verifikasi melalui kanal resmi jika ada desakan waktu (&#8220;akun akan diblokir&#8221;, &#8220;promo terbatas&#8221;).</li>



<li><strong>Cek Detail Transfer:</strong> Pastikan nama penerima dan nominal benar sebelum memproses.</li>



<li><strong>Gunakan Biometrik, Bukan OTP:</strong> Beralih dari OTP SMS ke autentikasi biometrik yang lebih aman dan tahan terhadap upaya penipuan <em>deepfake</em>.</li>
</ol>



<p>Selain momen liburan, VIDA juga mengimbau masyarakat dan pelaku industri untuk selalu waspada terhadap serangan siber yang dapat terjadi kapan pun dan di mana pun, serta memperkuat infrastruktur keamanan demi menjaga pengalaman digital masyarakat yang aman, nyaman, dan tepercaya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>VIDA: Penipuan Digital Berawal dari Lemahnya Verifikasi Identitas</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/12/17/vida-penipuan-digital-berawal-dari-lemahnya-verifikasi-identitas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 23:31:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[identitas pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan data]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi ai]]></category>
		<category><![CDATA[vida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=25134</guid>

					<description><![CDATA[Tahun ini, model seperti Stable Diffusion mampu menghasilkan gambar yang tampak seperti foto profesional.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Kasus penipuan digital terus meningkat dan bentuknya semakin canggih, mulai dari lewat akun palsu, foto hasil edit AI, hingga panggilan video deepfake, yang semakin sulit dibedakan dari aslinya. </p>



<p>Menurut VIDA, penyedia layanan identitas digital dan pencegahan penipuan terdepan di Indonesia, sebagian besar aksi penipuan ini bermula dari lemahnya verifikasi identitas secara digital.</p>



<p>Founder &amp; Group CEO VIDA, Niki Luhur, menjelaskan bahwa dalam tiga tahun terakhir<br>kualitas konten manipulatif berkembang sangat cepat seiring kemajuan teknologi<br>generatif. </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Siaran-Pers-2-1-1024x768.jpeg" alt="" class="wp-image-25136" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Siaran-Pers-2-1-1024x768.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Siaran-Pers-2-1-300x225.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Siaran-Pers-2-1-768x576.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Siaran-Pers-2-1-370x278.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Siaran-Pers-2-1-270x203.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Siaran-Pers-2-1-570x428.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Siaran-Pers-2-1-740x555.jpeg 740w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Siaran-Pers-2-1-80x60.jpeg 80w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Siaran-Pers-2-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Founder &#038; Group CEO VIDA, Niki Luhur.</figcaption></figure>



<p>Jika pada 2023 manipulasi visual masih mudah dikenali, pada 2024 kualitasnya meningkat menjadi high quality deepfake. Tahun ini, model seperti Stable Diffusion mampu menghasilkan gambar yang tampak seperti foto profesional. </p>



<p>Bahkan, seseorang hanya perlu atau membutuhkan rekaman suara selama 15 menit untuk membuat voice clone, atau satu prompt sederhana untuk membuat foto palsu yang tampak begitu nyata. </p>



<p>“Untuk bikin deepfake clone atau voice clone secara profesional, cuma perlu rekaman 15 menit. Dengan satu prompt, saya bisa bikin foto Anda di background mana pun, di konteks mana pun,” kata Niki dalam acara Kumparan AI for Indonesia 2025 di Jakarta, beberapa waktu lalu.</p>



<p>Niki menambahkan bahwa kasus deepfake sebagian besar berawal dari penggunaan virtual camera yang memanipulasi tampilan wajah saat proses verifikasi berlangsung. Jika sistem tidak mampu membedakan antara mana input asli dan manipulasi, identitas palsu dapat lolos.</p>



<p>Niki lalu mencontohkan adanya kasus tentang fraud device farm yang terhubung dengan sekitar 48 juta rekening secara global dan kasus peretasan aset kripto sekitar US$ 1,5 miliar oleh kelompok peretas yang diduga didukung negara.  </p>



<p>“Lima tahun lalu, hal seperti ini mungkin terdengar seperti episode di serial TV. Namun, sekarang ini nyata. Fenomena ini menjadi momentum bagi kita semua untuk memperbarui standar keamanan digital,&#8221; ucap Niki.</p>



<p>VIDA menilai banyak modus penipuan digital bermuara pada satu titik, yakni identitas yang tidak diverifikasi dengan kuat. VIDA mengembangkan teknologi verifikasi dan autentikasi yang menempatkan identitas sebagai fondasi kepercayaan di ruang digital. </p>



<p>“Yang kita lihat sekarang, hampir semua masalah-masalah fraud sebenarnya muncul dari masalah identity. Untuk menjawab tantangan tersebut, VIDA telah mengembangkan teknologi verifikasi berlapis yang bekerja sejak detik pertama foto diambil hingga data tersebut divalidasi,&#8221; jelas Niki.</p>



<p>Ditambahkan oleh Niki bahwa VIDA memastikan proses verifikasi hanya dilakukan melalui kamera fisik dari perangkat pengguna, bukan hasil manipulasi software. Setelah foto diambil, sistem akan mencocokkan wajah dan data identitas ke database kependudukan milik Dukcapil.</p>



<p>Dengan kerja sama ini, wajah pengguna harus sesuai dengan data e-KTP yang tersimpan dalam sistem nasional,termasuk kecocokan NIK dan rekam identitas lainnya. VIDA juga menggunakan sistem AI dan deep learning untuk mendeteksi berbagai anomali dalam proses verifikasi.</p>



<p>Jika ditemukan kejanggalan, proses verifikasi otomatis dihentikan. Enkripsi berlapis diterapkan untuk menjaga data agartidak dimodifikasi ditengah proses. Sebagai penyelenggara sertifikat elektronik, VIDA diaudit langsung oleh Komdigi.</p>



<p>Selain itu, solusi yang dibangun oleh VIDA juga telah mematuhi Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP) serta standar internasional seperti WebTrust Audit. Ini untuk memastikan semua proses dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.</p>



<p>Niki juga menjelaskan bahwa setiap teknologi AI yang dikembangkan VIDA selalu berorientasi pada perlindungan pengguna. Tujuannya bukan mengeksploitasi data masyarakat, melainkan memberikan keamanan. </p>



<p>VIDA juga menekankan perlunya kolaborasi antara pemain industri, regulator, dan media untuk meningkatkan awareness dan memperkuat upaya melawan penipuan digital yang saat ini semakin marak. </p>



<p>&#8220;Dengan standar verifikasi identitas yang lebih kuat dan ekosistem yang bergerak bersama, VIDA meyakini keamanan digital masyarakat dapat tetap terjaga ditengah pesatnya perkembangan teknologi generatif,&#8221; pungkas Niki.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>VIDA Ajak Indonesia Beralih ke Otentikasi Tanpa Password</title>
		<link>https://nativzen.com/2025/06/30/vida-ajak-indonesia-beralih-ke-otentikasi-tanpa-password/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Eko Lanue Ardie]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2025 09:22:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUSINESS]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan data]]></category>
		<category><![CDATA[otentikasi]]></category>
		<category><![CDATA[password]]></category>
		<category><![CDATA[vida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nativzen.com/?p=20176</guid>

					<description><![CDATA[Penggunaan password secara kurang bijak turut berkontribusi pada meningkatnya intensitas serangan penipuan digital.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>NATIVZEN.com</strong> &#8211; Baru-baru ini, publik dikejutkan oleh laporan Cybernews yang menyebutkan kebocoran 16 miliar password. Ini angka yang melampaui rekor Compilation of Many Breaches (COMB) dengan 10 miliar kredensial pada Juli 2024. </p>



<p>Meski tidak berasal dari insiden kebocoran baru, penyedia solusi identitas digital VIDA menilai bahwa fenomena ini tetap menjadi pengingat pentingnya perlindungan data pribadi di era serba digital dan modern ini.</p>



<p>“Kredensial adalah lapisan pertama yang harus dilindungi. Sayangnya, banyak pengguna belum menyadari bahwa kebocoran sekecil apa pun dapat membuka celah bagi serangan siber yang merugikan secara finansial maupun emosional. ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="681" src="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-1024x681.jpeg" alt="" class="wp-image-20177" srcset="https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-1024x681.jpeg 1024w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-300x199.jpeg 300w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-768x511.jpeg 768w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-1536x1021.jpeg 1536w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-2048x1362.jpeg 2048w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-370x246.jpeg 370w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-270x180.jpeg 270w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-570x379.jpeg 570w, https://nativzen.com/wp-content/uploads/2025/06/Foto-Siaran-Pers-Marak-Isu-Kebocoran-16-Miliar-Password-VIDA-Ajak-Indonesia-Beralih-ke-Otentikasi-Tanpa-Password-740x492.jpeg 740w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Lebih lanjut, Niki mengatakan bahwa VIDA senantiasa berkomitmen untuk selalu mendampingi para pelaku usaha dan masyarakat luas dalam memberi perlindungan identitas digital yang lebih kuat dan aman.</p>



<p>Penggunaan password secara kurang bijak turut berkontribusi pada meningkatnya intensitas serangan penipuan digital, seperti phishing dan social engineering. Data dari VIDA mengungkap fakta yang mengkhawatirkan, yakni 64% orang masih mendaur ulang password.</p>



<p>Sementara, sebesar 80% kebocoran data berawal dari password yang lemah, digunakan ulang, atau dicuri. Menariknya lagi, pada tahun 2024, “123456” dan “password” masih menduduki peringkat teratas sebagai password yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. </p>



<p>Lebih dari itu, password dengan delapan karakter kini dapat dipatahkan dalam waktu kurang dari satu detik. Sementara itu, dampak dari lemahnya perlindungan kredensial pun tercermin jelas dalam maraknya kasus penipuan digital yang terus meningkat. </p>



<p>Dalam kurun waktu November 2024 hingga Mei 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Indonesia Anti-Scam Center (IASC) menerima 135.397 laporan kasus penipuan digital di sektor keuangan, dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp2,6T. </p>



<p>Melihat data tersebut, VIDA mendorong masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga keamanan digital, dimulai dari pemilihan dan pengelolaan password yang tepat. Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol dengan panjang minimal 24 karakter.</p>



<p>Selain itu, ubah setiap 90 hari, dan hindari penggunaan password yang sama di berbagai akun. Lapisan perlindungan tambahan juga dapat diperkuat dengan mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) pada aplikasi dan perangkat.</p>



<p>Sebagai bagian dari komitmen dalam membangun ekosistem digital yang lebih aman, VIDA tidak hanya fokus pada peningkatan awareness konsumen terhadap keamanan digital, tetapi juga mengedepankan pendekatan menyeluruh, mencakup penyediaan solusi bagi pelaku industri. </p>



<p>Salah satu solusi keamanan digital yang dihadirkan adalah VIDA FaceToken, teknologi berbasis biometrik yang menggabungkan face matching, liveness detection, dan device authentication dalam satu proses yang aman dan seamless. </p>



<p>Teknologi ini memastikan hanya pengguna asli yang dapat mengakses akun atau melakukan transaksi, serta memberikan perlindungan. Berbeda dengan password yang rentan terhadap phishing, FaceToken tidak memerlukan kode atau informasi yang mudah disadap.</p>



<p>Keamanan dari inovasi FaceToken juga telah teruji dan mendapat sertifikasi iBeta Level 2 untuk teknologi liveness detection, menjadikan VIDA sebagai penyedia identitas digital pertama di Indonesia yang meraih pengakuan ini. </p>



<p>Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen VIDA dalam menghadirkan solusi keamanan digital berstandar global yang lebih modern untuk menjawab tantangan dunia siber yang terus berkembang.</p>



<p>Tak berhenti di sana, VIDA juga menghadirkan VIDA PhoneToken. Ini merupakan teknologi autentikasi berbasis perangkat yang memanfaatkan Public Key Infrastructure (PKI) untuk menjamin keaslian transaksi digital. </p>



<p>Setiap perangkat dikaitkan langsung dengan identitas pengguna, memastikan hanya perangkat terdaftar yang dapat digunakan untuk login atau transaksi. Dengan metode ini, proses autentikasi tidak lagi bergantung pada OTP berbasis SMS yang rawan disadap.</p>



<p>Kombinasi VIDA PhoneToken dan FaceToken mampu menghadirkan perlindungan berlapis. Jika perangkat dicuri, seluruh akses tetap membutuhkan verifikasi biometrik, sehingga data dan transaksi tetap aman.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
