NativZen
Advertising Area

Satelit N5 Siap Sebarkan Internet Cepat di Indonesia

Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, Satelit N5 diproyeksikan menjadi salah satu pemain utama dalam meningkatkan kapasitas satelit nasional.

Advertising Area

NATIVZEN.com – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) melalui Satelit Nusantara Lima (Satelit N5) resmi memperoleh izin Jaringan Tetap Tertutup Berbasis Satelit (JARTUPSAT) dan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI.

Pencapaian ini sekaligus menjadi langkah penting sebelum Satelit N5 mulai menghadirkan layanan komersial untuk masyarakat Indonesia dan izin tersebut diperoleh setelah Satelit N5 berhasil melewati tahapan Uji Laik Operasi (ULO).

Ada pun pelaksanaan ULO dilakukan di Gateway Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 23–24 April 2026. Dalam pengujian tersebut, Komdigi memastikan seluruh infrastruktur dan sistem telekomunikasi satelit memenuhi standar keamanan, kualitas layanan, serta kepatuhan regulasi.

Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi. Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, Satelit N5 diproyeksikan menjadi salah satu pemain utama dalam meningkatkan kapasitas satelit nasional.

Tak hanya itu, kehadiran Satelit N5 juga sekaligus bertujuan untuk mempercepat pemerataan akses internet cepat di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

Melalui rilis yang diterima nativzen.com, Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara, Adi Rahman Adiwoso, mengatakan keberhasilan melewati ULO menjadi fase krusial sebelum Satelit N5 resmi beroperasi secara komersial.

“Kami bersyukur Satelit N5 telah berhasil melewati tahapan Uji Laik Operasi oleh tim evaluator dan kini telah mendapatkan izin JARTUPSAT serta VSAT dari Komdigi. Ini adalah bukti komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur satelit yang canggih dan patuh regulasi,” ujar Adi.

Ia menambahkan, kehadiran Satelit N5 diharapkan mampu mendukung program pemerataan konektivitas digital nasional sekaligus mengurangi kesenjangan akses internet di berbagai wilayah pelosok Nusantara.

Dukung Target Internet 100 Mbps pada 2029

Pelaksanaan ULO Satelit N5 juga ditinjau langsung oleh jajaran pimpinan Komdigi, termasuk Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah. Menurut Edwin, kehadiran Satelit N5 menjadi aset strategis dalam memperkuat ekosistem digital nasional.

Pemerintah sendiri menargetkan rata-rata kecepatan internet Indonesia mencapai 100 Mbps pada tahun 2029. Dengan tambahan kapasitas satelit sebesar 160 Gbps, pemerintah optimistis transformasi digital nasional dapat berjalan lebih cepat dan merata.

“Kelulusan ULO yang diterima oleh Satelit Nusantara Lima ini tentunya membuktikan bahwa infrastruktur ini telah siap secara teknis untuk mendukung agenda besar transformasi digital nasional,” kata Edwin.

Satelit VHTS Terbesar di Asia

Satelit N5 hadir sebagai satelit Very High Throughput Satellite (VHTS) terbesar di Asia dengan teknologi mutakhir berbasis platform Boeing 702MP. Satelit ini memiliki 101 spot beam Ka-band yang mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia hingga negara-negara ASEAN.

Satelit tersebut sebelumnya diluncurkan dari Florida, Amerika Serikat, pada September 2025 dan berhasil menempati slot orbit 113° Bujur Timur pada Januari 2026 setelah melalui proses Electric Orbit Raising (EOR).

Tak hanya itu, integrasi tujuh stasiun bumi yang tersebar di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Tarakan (Kalimantan Utara) juga telah dinyatakan berjalan sempurna dengan segmen luar angkasa.

Dengan masa operasional lebih dari 15 tahun, Satelit N5 diharapkan mampu menghadirkan layanan internet berkecepatan tinggi yang andal bagi masyarakat, sektor bisnis, hingga mendukung keamanan nasional di seluruh Indonesia.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.