NATIVZEN.com – Perlombaan menghadirkan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pintar tampaknya memasuki babak baru. Jika selama ini perusahaan teknologi berlomba membangun AI dengan kemampuan berpikir lebih cepat dan lebih kompleks, Samsung justru melihat masa depan dari sudut pandang yang berbeda.
Bagi Samsung, AI terbaik bukanlah AI yang mampu berpikir melebihi manusia, melainkan AI yang benar-benar memahami penggunanya. Pandangan tersebut disampaikan oleh TM Roh, CEO sekaligus President Samsung Electronics, melalui sebuah artikel menjelang gelaran Galaxy Unpacked 2026.
Menurutnya, perkembangan AI saat ini telah memasuki fase baru yang disebut agentic AI, yaitu AI yang tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga mampu mengambil tindakan atas nama pengguna, tanpa menghilangkan kendali penuh dari manusia.

AI Harus Mengenal Penggunanya Terlebih Dahulu
TM Roh menjelaskan bahwa setiap revolusi teknologi selalu dimulai ketika teknologi tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Listrik mengubah dunia ketika hadir di setiap rumah. Internet menjadi revolusioner saat browser membuatnya mudah diakses masyarakat.
Ia juga mengatakan bahwa smartphone pun berkembang pesat karena ekosistem aplikasi yang mendukungnya. Hal serupa diyakini akan terjadi pada AI alias kecerdasan buatan yang saat ini berkembang begitu pesat.
Namun sebelum AI mampu membantu mengambil keputusan atau menjalankan berbagai aktivitas, teknologi tersebut harus memahami siapa penggunanya, bagaimana kebiasaannya, hingga konteks kehidupannya.
Ekosistem Galaxy Jadi Kunci AI yang Lebih Personal
Inilah yang menjadi fondasi utama visi Samsung terhadap masa depan Galaxy AI. Samsung percaya bahwa smartphone hanyalah salah satu bagian dari pengalaman AI modern. Berbagai perangkat Galaxy telah mengumpulkan konteks yang berbeda mengenai penggunanya.
Misalnya:
- Smartphone memahami aktivitas harian.
- Tablet menjadi perangkat produktivitas dan kreativitas.
- Galaxy Watch memantau pola tidur, detak jantung, hingga aktivitas kesehatan.
- Smart TV dan perangkat rumah tangga melalui SmartThings memahami kebiasaan pengguna di rumah.
- Perangkat foldable hingga smart glasses akan menjadi titik interaksi baru AI di masa depan.
Seluruh perangkat yang dikembangkan oleh Samsung secara berkesinambungan tersebut nantinya dapat bekerja bersama untuk menghasilkan pengalaman AI yang lebih personal dibanding sekadar chatbot atau asisten digital biasa.
SmartThings Menyatukan Semua Perangkat
Samsung juga menegaskan bahwa pengalaman AI tidak dibangun sendirian. Melalui ekosistem SmartThings, raksasa elektronik asal Korea Selatan itu mampu menghadirkan konektivitas antara perangkat, layanan, dan berbagai mitra dalam satu platform terbuka.
Pendekatan ini memungkinkan AI memahami aktivitas pengguna lintas perangkat. Sebagai contoh, data kualitas tidur dari Galaxy Watch dapat digunakan AI untuk menyusun jadwal yang lebih optimal keesokan harinya, sementara informasi tersebut dapat langsung diakses melalui smartphone maupun perangkat Galaxy lainnya.
Menurut Samsung, AI terbaik justru dapat bekerja secara diam-diam di latar belakang tanpa mengganggu pengguna, namun tetap hadir pada waktu yang tepat. Dengan kata lain, pengguna bisa mendapatkan hasilnya jika diperlukan.
Privasi Tetap Menjadi Prioritas
Semakin personal sebuah AI, semakin besar pula tanggung jawab dalam menjaga data pengguna. Karena itu Samsung juga fokus untuk menempatkan keamanan sebagai fondasi utama pengembangan Galaxy AI.
Terkait dengan keamanan, Samsung mengandalkan Samsung Knox untuk melindungi data yang berpindah antar perangkat Galaxy. Sementara itu, data yang paling sensitif tetap diproses dan disimpan di perangkat (on-device).
Dengan begitu, pengguna memiliki kontrol penuh terhadap informasi pribadi mereka. Pendekatan ini juga dinilai penting mengingat AI generasi berikutnya akan semakin banyak bekerja lintas perangkat dalam satu ekosistem.
Foldable Dinilai Semakin Relevan di Era AI
TM Roh juga menyinggung bagaimana perkembangan AI akan memengaruhi desain perangkat. Ketika AI mampu membantu berbagai pekerjaan secara bersamaan, perangkat dengan layar yang lebih fleksibel dinilai menjadi semakin penting.
Karena itu Samsung terus mengembangkan lini smartphone foldable yang lebih tipis, ringan, tangguh, sekaligus menghadirkan area kerja yang lebih luas. Perangkat lipat yang dihasilkan bukan hanya sebagai inovasi desain, tetapi sebagai media yang lebih ideal untuk memanfaatkan kemampuan AI generasi baru.
Galaxy Watch Akan Semakin Berperan dalam AI Kesehatan
Samsung juga mengungkapkan bahwa sektor kesehatan akan menjadi salah satu fokus utama AI. Melalui perangkat wearable seperti Galaxy Watch, berbagai indikator kesehatan dapat dianalisis secara real-time untuk memberikan rekomendasi yang lebih personal.
Dengan demikian AI tidak hanya membantu produktivitas, tetapi juga mendukung gaya hidup yang lebih sehat. Nah, seluruh visi tersebut akan diperlihatkan Samsung pada ajang Galaxy Unpacked yang berlangsung 22 Juli 2026 di London, Inggris.
TM Roh juga menuliskan bahwa acara ini akan menjadi momen yang menarik untuk memperkenalkan pengalaman AI alias kecerdasan buatan yang lebih personal, alami, dan terbuka bagi lebih banyak mitra pengembang.
Alih-alih hanya mengejar AI paling pintar, Samsung ingin membangun AI yang memahami manusia sekaligus menghadirkan pengalaman yang aman, terpercaya, dan relevan dalam kehidupan sehari-hari.







