NATIVZEN.com – Peran kecerdasan buatan (AI) diprediksi akan berkembang jauh melampaui fungsi sebagai asisten digital. Dalam beberapa tahun ke depan, AI diperkirakan mampu mengambil keputusan bisnis hingga mengeksekusi transaksi keuangan secara mandiri tanpa campur tangan manusia.
Perubahan besar ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi industri jasa keuangan. Ketika AI dapat mengajukan pembiayaan, menyetujui kontrak, hingga memindahkan dana secara otomatis, muncul pertanyaan penting: siapa yang bertanggung jawab atas setiap keputusan yang dibuat AI?
Inilah yang menurut Privy harus dijawab melalui pembangunan digital trust atau kepercayaan digital sebagai fondasi utama ekosistem keuangan berbasis AI.

Era Agentic AI Ubah Cara Industri Keuangan Beroperasi
CEO & Co-Founder Privy, Marshall Pribadi, mengatakan dunia sedang menuju era Agentic AI, yaitu AI yang tidak hanya memberikan rekomendasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menjalankan berbagai proses dan transaksi secara mandiri.
Menurutnya, ketika tindakan AI mulai menimbulkan konsekuensi hukum, identitas digital serta mekanisme otorisasi menjadi elemen yang tidak bisa lagi diabaikan.
“Digital trust tidak hanya relevan untuk kebutuhan saat ini, tetapi akan menjadi fondasi penting bagi ekosistem ekonomi digital berbasis AI di masa depan,” ujar Marshall dalam sesi panel “Beyond Banking: Rewiring the Financial System” pada Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026.
Marshall menjelaskan bahwa Privy tengah mengembangkan infrastruktur digital trust yang mampu memverifikasi identitas agen AI menggunakan pendekatan kriptografi. Dengan cara ini, seluruh tindakan yang dilakukan AI dapat dibuktikan secara matematis sehingga memiliki jejak identitas, otorisasi, serta dapat diaudit secara hukum.
Beyond Banking Butuh Fondasi Kepercayaan Digital
Transformasi sektor jasa keuangan Indonesia kini memasuki fase Beyond Banking, yaitu integrasi layanan perbankan, fintech, dan berbagai platform digital melalui konsep Universal Banking, Embedded Finance, dan Open Finance.
Semakin banyak layanan yang saling terhubung membuat proses verifikasi identitas, persetujuan transaksi, hingga perlindungan data menjadi semakin kompleks.
Marshall menilai banyak institusi keuangan masih membangun sistem verifikasi masing-masing sehingga meningkatkan biaya operasional sekaligus memperpanjang pengalaman pengguna.
Karena itu, menurutnya digital trust perlu hadir sebagai infrastruktur bersama yang dapat digunakan lintas industri.
“Digital trust dapat memperkuat kepastian identitas, mengurangi kompleksitas verifikasi, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem keuangan yang lebih efisien,” jelas Marshall.
AI Membuat Keamanan Tak Lagi Sekadar Pelengkap
Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan tingkat inklusi keuangan Indonesia telah mencapai 80,51 persen.
Artinya, tantangan industri kini tidak lagi hanya memperluas akses layanan keuangan, tetapi memastikan setiap transaksi—baik yang dilakukan manusia maupun AI—tetap aman dan terpercaya.
Dalam konteks tersebut, digital trust berkembang dari sekadar fitur keamanan menjadi fondasi utama yang memungkinkan berbagai institusi saling terhubung dengan tingkat kepastian identitas yang lebih tinggi.
Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), Privy menghadirkan layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik tersertifikasi yang mendukung berbagai proses penting, mulai dari:
- Verifikasi identitas digital
- Electronic Know Your Customer (e-KYC)
- Pembukaan rekening
- Pengajuan pembiayaan
- Penerbitan polis asuransi
- Penandatanganan dokumen elektronik yang memiliki kekuatan hukum
AFTECH: Kolaborasi Industri Membutuhkan Standar Trust yang Sama
Pandangan serupa juga disampaikan Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto.
Ia mengatakan keberhasilan transformasi menuju era Beyond Banking bukan hanya bergantung pada inovasi teknologi maupun model bisnis baru, tetapi juga pada kemampuan seluruh pelaku industri membangun standar kepercayaan digital yang dapat digunakan bersama.
Menurut Firlie, semakin tinggi tingkat konektivitas layanan keuangan digital, semakin penting pula keberadaan infrastruktur digital trust agar kolaborasi, inovasi, dan pertumbuhan industri dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Digital Trust Akan Jadi Pondasi Ekonomi AI
Perkembangan Agentic AI diperkirakan akan mengubah cara masyarakat menggunakan layanan keuangan dalam beberapa tahun ke depan.
Jika sebelumnya AI hanya membantu memberikan rekomendasi, ke depan teknologi ini diprediksi mampu melakukan berbagai tindakan yang memiliki konsekuensi hukum, mulai dari menyetujui kontrak hingga menjalankan transaksi secara otomatis.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan identitas digital yang dapat diverifikasi, sistem otorisasi yang kuat, serta mekanisme audit yang transparan menjadi semakin penting.
Privy meyakini digital trust akan menjadi fondasi utama agar inovasi AI di sektor keuangan dapat berkembang secara aman, efisien, dan tetap memberikan kepastian hukum bagi seluruh pelaku ekosistem digital.







