NativZen
Advertising Area

Bukalapak Ungkap Gaming Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Gaming menjadi kontributor terbesar dengan porsi pendapatan yang kini mendekati 90% dari total revenue perusahaan.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Bagi penjual online dan warganet yang suka berbelanja online di tahun 2010 pasti sudah tidak asing dengan Bukalapak. Kini, setelah melakukan transformasi, Bukalapak semakin serius menggarap industri gaming sebagai motor utama pertumbuhan bisnisnya.

Ya, setelah melakukan transformasi besar dalam beberapa tahun terakhir, Bukalapak kini mengungkap bahwa segmen gaming telah menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan, bahkan mendekati 90% dari total revenue.

Hal tersebut disampaikan dalam sesi media gathering di Jakarta, (22/07) yang menjelaskan arah baru strategi Bukalapak setelah menghentikan layanan marketplace produk fisik dan memfokuskan sumber daya pada lini bisnis dengan potensi pertumbuhan tinggi.

Dari Marketplace ke Perusahaan Teknologi Berbasis Gaming

Seperti dikatakan oleh Victor Putra Lesmana, Director PT Bukalapak Tbk., bahwa perusahaan yang berdiri di awal 2010 ini hadir sebagai platform e-commerce yang berfokus pada produk-produk fisik.

Seiring waktu, perusahaan terus memperluas bisnisnya ke berbagai sektor, mulai dari Mitra Bukalapak, investasi, hingga gaming melalui sejumlah aksi yang dilakukan, seperti mengembangkan Itemku dan Lapak Gaming.

Transformasi tersebut semakin dipercepat setelah perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh lini bisnisnya. Pada 2024, Bukalapak mengumumkan restrukturisasi, dan pada awal 2025 memutuskan untuk menghentikan operasional marketplace produk fisik.

“Keputusan yang perlu dilakukan tersebut memang sempat memunculkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat, termasuk anggapan bahwa Bukalapak akan menutup seluruh bisnisnya,” jelas Victor.

Marketplace Produk Fisik Hanya Menyumbang Kurang dari 3%

Ditambahkan oleh Victor bahwa keputusan tersebut diambil bukan tanpa sebab, dan tentunya berdasarkan analisis bisnis yang matang. Marketplace produk fisik ternyata hanya menyumbang kurang dari 3% terhadap total pendapatan perusahaan pada 2024.

Oleh karena itu, lini bisnis tersebut menjadi salah satu penyumbang kerugian terbesar bagi Bukalapak sehingga penghentiannya dinilai mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan secara signifikan.

Selain itu, persaingan industri e-commerce di Indonesia yang sangat bergantung pada perang diskon membuat perusahaan memilih mengalihkan fokus ke sektor yang menawarkan pertumbuhan lebih berkelanjutan.

Gaming Kini Jadi Kontributor Terbesar Bukalapak

Secara perlahan, hasil transformasi tersebut mulai terlihat. Bukalapak kini membagi bisnisnya ke dalam empat segmen utama, yaitu:

  • Gaming
  • Mitra Bukalapak
  • Retail
  • Investment

Di antara keempatnya, gaming menjadi kontributor terbesar dengan porsi pendapatan yang kini mendekati 90% dari total revenue perusahaan. Selain memberikan kontribusi terbesar, bisnis gaming juga terus menunjukkan peningkatan profitabilitas.

Ekspansi ke Asia Tenggara, Eropa hingga Amerika

Tak hanya mengandalkan pasar Indonesia, Bukalapak juga mulai memperluas bisnis gaming ke berbagai negara. Ekspansi dilakukan ke kawasan Asia Tenggara seperti Filipina dan Malaysia, kemudian merambah pasar Barat termasuk Eropa dan Amerika Serikat.

Untuk mendukung langkah tersebut, perusahaan pun membangun tim yang berisi sejumlah talenta yang benar-benar memahami industri gaming dan perkembangan komunitas gamer secara global.

“Pemahaman terhadap perilaku gamer menjadi salah satu faktor penting dalam mengembangkan layanan yang kami bangun dan harus mampu menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan pasar,” tambah Victor.

Pertumbuhan Gaming Naik Hingga 90% Secara Tahunan

Victor juga mengungkapkan bahwa performa bisnis gaming terus menunjukkan tren positif. Secara year-on-year, pendapatan segmen gaming meningkat sekitar 90%, jauh lebih tinggi dibanding pertumbuhan keseluruhan perusahaan yang berada di kisaran 63%.

Peningkatan tersebut didorong oleh penguatan bisnis di Indonesia, peluncuran produk baru, serta ekspansi ke berbagai negara. Sebagai bagian dari strategi internasional, Bukalapak juga memperkenalkan brand baru bernama Joytify yang ditujukan khusus untuk pasar global.

Perusahaan menilai penggunaan nama baru akan lebih mudah diterima konsumen internasional, khususnya di pasar Barat. Meski demikian, seluruh teknologi, pengembangan produk, dan operasional tetap didukung oleh ekosistem Bukalapak.

Gaming Jadi Pilar Masa Depan Bukalapak

Transformasi yang dilakukan Bukalapak menunjukkan perubahan besar dari perusahaan e-commerce menjadi perusahaan teknologi yang semakin fokus pada bisnis digital dengan margin lebih sehat.

Dengan kontribusi pendapatan yang kini hampir mencapai 90%, ekspansi internasional yang terus berjalan, serta pertumbuhan bisnis yang konsisten, gaming diproyeksikan menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan Bukalapak dalam beberapa tahun mendatang.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.