NativZen
Advertising Area

Begini Cara Meta Mengubah Wajah Bisnis Digital

Meta mengungkap strategi AI, kreator, affiliate, dan social commerce untuk mendorong pertumbuhan bisnis di Asia Pasifik.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar teknologi yang diuji coba, AI mulai menjadi bagian dari infrastruktur bisnis—mulai dari perencanaan kampanye, pembuatan konten, hingga layanan pelanggan.

Tren tersebut menjadi salah satu sorotan utama Meta dalam pemaparan pers regional yang digelar pada 18 Agustus 2026. Benjamin Joe, Vice President, Asia Pacific, Meta, mengungkap bagaimana AI, kreator, dan perdagangan berbasis media sosial semakin terhubung untuk membentuk ekosistem bisnis baru di kawasan Asia Pasifik.

Menurut Meta, Asia Pasifik memiliki karakteristik yang sangat mendukung perubahan tersebut. Media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat berinteraksi, tetapi juga semakin berperan sebagai ruang untuk menemukan produk, mendapatkan rekomendasi, berinteraksi dengan brand, hingga melakukan pembelian.

AI Tak Lagi Sekadar Eksperimen

Meta melihat adanya perubahan signifikan dalam cara perusahaan memandang AI. Jika sebelumnya pelaku bisnis masih bertanya “bagaimana jika AI digunakan?”, kini pertanyaannya bergeser menjadi “seberapa cepat AI dapat diintegrasikan secara menyeluruh?”.

Integrasi tersebut mencakup berbagai tahapan bisnis, mulai dari perencanaan kampanye dan produksi konten hingga pelayanan pelanggan. Meta juga memanfaatkan teknologi Large Language Model (LLM) untuk meningkatkan kemampuan sistem dalam memprediksi dan menentukan peringkat iklan.

Menurut Meta, pendekatan tersebut membantu meningkatkan relevansi sekaligus konversi iklan di Facebook dan Instagram. Di sisi lain, sebanyak 9 juta usaha kecil kini telah menggunakan setidaknya satu tools kreatif berbasis AI generatif dari Meta untuk membuat iklan.

Adopsi fitur pembuatan gambar juga meningkat lebih dari dua kali lipat pada kuartal ini. Secara keseluruhan, Meta menyebut pendapatan perusahaan tumbuh 28 persen secara tahunan, sementara 3,6 miliar orang menggunakan setidaknya satu aplikasi Meta setiap hari.

Asia Pasifik Jadi Pasar Strategis Social Commerce

Perubahan perilaku konsumen menjadi faktor penting di balik strategi Meta. Dalam Holiday Shopping Study yang dilakukan Meta bersama Ipsos, 50 persen konsumen Asia Pasifik disebut berbelanja secara online melalui media sosial. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsumen global sebesar 37 persen.

Momentum belanja di kawasan ini juga memiliki karakteristik tersendiri. Sebanyak 69 persen konsumen Asia Pasifik berbelanja pada momen 12.12, lebih tinggi dibanding Black Friday yang mencapai 49 persen.

Sementara itu, 47 persen konsumen di Asia Pasifik berbelanja pada momentum Tahun Baru, dibandingkan hanya 19 persen di Amerika Utara. Konsumen yang menemukan produk melalui platform Meta juga tercatat berbelanja 1,3 kali lebih banyak dibandingkan kawasan lain.

Faktor kreator juga tidak kalah penting. Tingkat kepercayaan terhadap ulasan produk dari kreator di Asia Pasifik tercatat enam poin lebih tinggi dibandingkan kawasan mana pun. Bahkan, menurut Meta, tingkat kepercayaan terhadap rekomendasi kreator di kawasan ini menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Dari Livestream hingga Affiliate

Meta kini membangun ekosistem yang menghubungkan proses penemuan produk dengan tindakan konsumen. Salah satunya melalui Live Video Ads, yang memungkinkan iklan hadir dalam format livestream.

Penayangan dapat dimulai dalam waktu sekitar dua menit tanpa biaya penjualan dari platform. Sementara itu, mayoritas audiens yang berada di kawasan Asia disebut menonton livestream setiap pekan.

Ekosistem tersebut kemudian diperkuat dengan program affiliate. Kreator dapat bekerja sama dengan mitra ritel dan memperoleh komisi dari produk yang mereka rekomendasikan melalui konten.

Program affiliate Facebook dan Instagram telah diperluas di Asia Pasifik bersama Shopee, Lazada di Asia Tenggara, serta Flipkart dan Myntra di India. Dalam setahun terakhir, lebih dari 10 juta kreator di Asia Pasifik telah menghubungkan akun Facebook mereka dengan program affiliate.

Dalam sebulan terakhir, kreator disebut memperoleh lebih dari US$ 24 juta dalam bentuk komisi melalui affiliate posts, termasuk Reels, di Facebook. Meta juga menghadirkan fitur tag produk, sehingga kreator dapat menandai produk secara langsung dalam post maupun Reels.

Meta Business Agent Siap Layani Pelanggan 24/7

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Meta Business Agent, agen AI yang dirancang untuk membantu bisnis menangani pertanyaan, melakukan tindak lanjut, hingga menerima pesanan pelanggan sepanjang waktu.

Meta menyebut agen AI ini dapat disiapkan dalam hitungan menit dan menggunakan gaya komunikasi sesuai karakter masing-masing brand. Platform tersebut telah terintegrasi dengan sejumlah sistem, termasuk Shopify, Zendesk, dan Shopee.

Secara global, Meta Business Agent telah digunakan oleh 1 juta bisnis melalui WhatsApp dan Messenger dan direncanakan diperluas ke Instagram. Artinya, AI tidak hanya digunakan untuk membuat konten atau iklan, tetapi mulai mengambil peran langsung dalam perjalanan konsumen setelah mereka menemukan sebuah produk.

Keamanan Jadi Bagian dari Ekosistem Bisnis

Pertumbuhan social commerce juga membawa tantangan baru, terutama terkait penipuan, keamanan, dan brand safety. Meta mengungkap telah menghapus lebih dari 159 juta iklan penipuan sepanjang tahun lalu dan menonaktifkan 10,9 juta akun yang terhubung dengan sindikat penipuan di Facebook dan Instagram.

Meta juga menyebut lebih dari 99 persen konten yang tampil berdekatan dengan iklan di Facebook, Instagram, dan Threads telah diverifikasi secara independen sebagai brand-safe oleh mitra pihak ketiga. Di sisi edukasi, kampanye One Step Ahead telah menjangkau lebih dari 303 juta pengguna di 18 negara Asia Pasifik.

Dorong UMKM agar Ikut Masuk Era AI

Meta juga menyoroti pentingnya pemerataan akses terhadap teknologi AI bagi bisnis. Melalui Small Business Growth Academy, Meta membantu UMKM mempelajari berbagai tools AI melalui lokakarya tatap muka, modul pembelajaran, serta pelatihan bersama mitra.

Program tersebut pertama kali diluncurkan di 12 negara Asia Pasifik. Di Thailand, program baru yang dijalankan bersama Kementerian Pertanian diperkirakan dapat mendukung lebih dari 5.000 petani.

Meta juga memperlihatkan potensi AI dalam meningkatkan aksesibilitas. Di Singapura, lebih dari 100 anggota komunitas tunanetra dan individu dengan gangguan penglihatan telah mencoba kacamata Ray-Ban Meta dan Oakley Meta untuk memanfaatkan AI dalam membaca menu, mengenali minuman, serta berinteraksi dengan karya seni dan foto.

Meta Ingin Menjadi Infrastruktur Pertumbuhan Bisnis

Ben Joe mengatakan, jika tahun sebelumnya percakapan tentang AI masih berada pada tahap eksperimen, kini klien justru ingin mengetahui seberapa cepat AI dapat diintegrasikan ke dalam operasional mereka.

“Mulai dari seorang wirausahawan, pelaku usaha kecil, agensi, hingga tim marketing di dalam perusahaan bisa memiliki akses ke tools berbasis AI yang sama untuk menemukan pelanggan, mendorong penjualan, dan mengembangkan bisnis,” ujar Joe.

Meta melihat seluruh elemen tersebut sebagai satu ekosistem. Konsumen dapat menemukan produk melalui livestream, mendapatkan rekomendasi dari kreator, bertanya melalui chat, hingga melakukan pembelian.

“Ini bukan sekadar kumpulan produk. Ini adalah ekosistem yang mendorong konsumen melakukan tindakan setelah menemukan produk,” kata Joe.

Dengan semakin matangnya AI, meningkatnya pengaruh kreator, serta kebiasaan belanja melalui media sosial di Asia Pasifik, persaingan platform digital ke depan tampaknya tidak hanya akan ditentukan oleh siapa yang memiliki pengguna paling banyak.

Bagi Meta, perubahan tersebut menunjukkan bahwa masa depan perdagangan digital bukan lagi sekadar persoalan iklan. Lebih penting lagi, siapa yang mampu menghubungkan AI, kreator, brand, dan konsumen dalam satu perjalanan yang mulus—dari menemukan produk hingga akhirnya membeli.

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.