NativZen
Advertising Area

Pendapatan Xiaomi Tembus Rp 287 Triliun pada Q2 2026

Pendapatan tersebut meningkat 9,9% secara kuartalan dibandingkan Q1 2026 dan kembali menembus level RMB 100 miliar.

Advertising Area

NATIVZEN.com – Xiaomi kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal kedua 2026. Di tengah kenaikan biaya komponen utama, termasuk memori, serta persaingan industri yang semakin ketat, perusahaan asal China tersebut berhasil membukukan pendapatan RMB 108,9 miliar atau sekitar Rp 287,24 triliun.

Pendapatan tersebut meningkat 9,9% secara kuartalan dibandingkan Q1 2026 dan kembali menembus level RMB 100 miliar. Sementara itu, laba bersih yang disesuaikan mencapai RMB 6,2 miliar atau sekitar Rp 16,35 triliun, naik 2,4% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Kinerja tersebut menjadi sinyal bahwa strategi Xiaomi untuk membangun ekosistem “Human × Car × Home” mulai menunjukkan hasil. Pertumbuhan tidak hanya datang dari bisnis smartphone, tetapi juga perangkat AIoT, layanan internet, kendaraan listrik pintar, hingga investasi teknologi masa depan.

Smartphone Xiaomi Tetap Masuk Tiga Besar Dunia

Bisnis smartphone masih menjadi salah satu mesin utama Xiaomi. Pada Q2 2026, pendapatan smartphone mencapai RMB 42,1 miliar atau sekitar Rp111 triliun, dengan pengapalan global mencapai 31,2 juta unit.

Menurut data Omdia yang dikutip Xiaomi, perusahaan berhasil mempertahankan posisi tiga besar pengiriman smartphone global selama 24 kuartal berturut-turut. Secara geografis, smartphone Xiaomi juga berada di posisi tiga besar di 53 negara dan wilayah

Selain itu, masuk lima besar di 67 negara dan wilayah. Di Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Timur Tengah, Xiaomi bahkan menempati posisi kedua. Pertumbuhan Xiaomi tak hanya mengandalkan volume pengiriman. Perusahaan juga semakin agresif mendorong segmen premium.

Harga Jual Smartphone Naik 25,9%

Strategi premiumisasi mulai terlihat dari kenaikan Average Selling Price (ASP) smartphone Xiaomi. Pada Q2 2026, ASP smartphone global Xiaomi mencapai RMB 1.351 atau sekitar Rp 3,56 juta, meningkat 25,9% secara tahunan dan menjadi rekor tertinggi perusahaan.

Di China, smartphone Xiaomi dengan harga RMB 3.000 ke atas menyumbang 32,1% dari total unit yang terjual, sekaligus menjadi rekor tertinggi. Angka tersebut meningkat 4,5 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk rentang harga RMB 3.000–RMB 4.000, pangsa pasar Xiaomi di China mencapai 16,2%, naik 3,3 poin persentase secara tahunan. Xiaomi juga menyebut peluncuran Xiaomi 17T Series pada Mei 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat portofolio smartphone premium.

Bisnis Mobil Listrik Xiaomi Mulai Makin Serius

Jika sebelumnya Xiaomi identik dengan smartphone dan perangkat pintar, kini bisnis kendaraan listrik menjadi bagian penting dari strategi perusahaan. Segmen smart EV, AI, dan inisiatif baru menghasilkan pendapatan RMB 24,9 miliar atau sekitar Rp65,68 triliun pada Q2 2026. Angka tersebut tumbuh 17,1% secara tahunan.

Khusus bisnis smart EV, pendapatan mencapai RMB 23,9 miliar atau sekitar Rp63,04 triliun. Dalam tiga bulan tersebut, Xiaomi berhasil mengirimkan 104.199 kendaraan listrik, meningkat 28,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Xiaomi juga memperluas portofolio kendaraan listriknya. Setelah SU7 Series dan YU7 Series, perusahaan memperkenalkan Xiaomi SkyNomad Series, SUV dengan sistem penggerak extended-range.

Salah satu modelnya, Xiaomi SkyNomad N90 Max, membawa baterai Xiaomi Armor Scale Battery 76 kWh dengan jarak tempuh gabungan CLTC hingga 1.705 km. Xiaomi juga menawarkan konsep kabin yang lebih fleksibel melalui konfigurasi kursi berhadapan, office mode, hingga bed mode.

Xiaomi YU7 Raih Pengakuan Keselamatan

Ekspansi Xiaomi ke industri otomotif juga dibarengi dengan pengembangan teknologi keselamatan. Dalam penilaian China Intelligent-connected Car Assessment Programme (C-ICAP), Xiaomi YU7 memperoleh peringkat tertinggi pada empat kategori.

Keempat kategori tersebut adalah driving assistance, parking assistance, smart cockpit, dan perlindungan privasi. YU7 juga mendapatkan Five-Star Plus Rating dalam pengujian keselamatan China-New Car Assessment Program (C-NCAP).

Perangkat AIoT Xiaomi Tembus 1,16 Miliar

Di sisi ekosistem perangkat pintar, Xiaomi juga mencatat pertumbuhan yang signifikan. Pendapatan bisnis IoT dan lifestyle products mencapai RMB 31,3 miliar atau sekitar Rp82,57 triliun pada Q2 2026, dengan margin laba kotor sebesar 20,1%.

Pendapatan dari pasar luar negeri menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis tersebut. Jumlah perangkat IoT yang terhubung ke platform AIoT Xiaomi mencapai 1,1608 miliar perangkat per 30 Juni 2026. Angka ini meningkat 17,4% secara tahunan.

Pengguna yang memiliki setidaknya lima perangkat yang terhubung ke platform AIoT mencapai 24,6 juta, tumbuh 20,2% secara tahunan. Aplikasi Xiaomi Home juga mencatat 124,1 juta pengguna aktif bulanan (MAU) pada Juni 2026. Sementara MAU Xiaomi AI Assistant mencapai 174,9 juta, naik 14,2% secara tahunan.

Tablet, TWS, dan Wearable Ikut Menguat

Pertumbuhan ekosistem Xiaomi juga terlihat pada kategori perangkat konsumen lainnya. Menurut Omdia, pengapalan tablet Xiaomi pada Q2 2026 menempati posisi keempat secara global. Ini menjadi kuartal kesembilan berturut-turut Xiaomi berada di lima besar dunia untuk kategori tablet.

Di pasar luar negeri, pengapalan dan pendapatan tablet Xiaomi bahkan mencatat rekor tertinggi. Sementara itu, pengapalan TWS earbuds Xiaomi berada di peringkat kedua global, begitu pula wearable band Xiaomi yang juga menempati posisi kedua global.

Pengguna Xiaomi Global Tembus 766,5 Juta

Bisnis layanan internet Xiaomi juga tetap menunjukkan performa positif. Pendapatan layanan internet mencapai RMB 9 miliar atau sekitar Rp23,74 triliun, dengan margin laba kotor sebesar 76,8%.

Basis pengguna Xiaomi peun terus berkembang. Tercatat, pada Juni 2026 jumlah MAU global mencapai 766,5 juta, sedangkan MAU di China Daratan mencapai 197,7 juta. Keduanya mencatat rekor tertinggi.

Angka tersebut memperlihatkan bagaimana Xiaomi semakin bergantung pada ekosistem pengguna yang menghubungkan smartphone, perangkat rumah pintar, wearable, hingga kendaraan.

R&D Xiaomi Capai Rp 48 Triliun pada Semester I 2026

Di balik ekspansi bisnis tersebut, Xiaomi terus meningkatkan investasi pada teknologi. Pada Q2 2026, belanja R&D Xiaomi mencapai RMB 9,2 miliar atau sekitar Rp 24,27 triliun, naik 18,9% secara tahunan.

Jika dihitung sepanjang semester pertama 2026, investasi R&D Xiaomi telah mencapai lebih dari RMB 18 miliar atau sekitar Rp 47,48 triliun. Investasi tersebut diarahkan pada sejumlah bidang teknologi strategis, termasuk AI, sistem operasi, dan robotika.

Xiaomi MiMo dan Robotika Jadi Fokus Baru

Di bidang artificial intelligence, Xiaomi mengembangkan large language model miliknya sendiri bernama Xiaomi MiMo-V2.5 yang menempati posisi pertama di platform model internasional OpenRouter berdasarkan penggunaan token mingguan, dengan angka mencapai 10,5 triliun token.

Sementara model on-device Xiaomi MiMo telah menyelesaikan prosedur pendaftaran large model tingkat nasional pada Juli 2026. Xiaomi 17 Max juga disebut menjadi salah satu perangkat pertama yang memperoleh sertifikasi Level 3 berdasarkan standar nasional Intelligence Grading of Artificial Intelligence Terminal.

Tak berhenti di AI, Xiaomi juga mulai memperkuat teknologi robotika. Pada Juli 2026, perusahaan memperkenalkan dua embodied foundation model, yaitu Xiaomi-Robotics-U0 dan Xiaomi-Robotics-1.

Teknologi tersebut bahkan mulai diterapkan oleh Xiaomi di pabrik mobil listriknya. Tingkat keberhasilan robot embodied Xiaomi dalam salah satu tugas sudah mulai mengalami peningkatan, yakni mulai dari 90,2% menjadi 98%.

HyperOS 4 Bawa AI Lebih Dalam ke Ekosistem Xiaomi

Langkah Xiaomi membangun ekosistem “Human × Car × Home” juga diperkuat melalui sistem operasi generasi terbaru. Pada Agustus 2026, Xiaomi resmi meluncurkan versi beta Xiaomi HyperOS 4.

Sistem operasi ini membawa Xiaomi Hyper XiaoAi 2.0 yang ditenagai large model Xiaomi MiMo. Xiaomi mengklaim teknologi tersebut memungkinkan interaksi yang lebih terkoordinasi di berbagai perangkat, skenario, dan bagian ekosistem.

Xiaomi Sedang Membangun Ekosistem yang Lebih Besar

Kinerja Q2 2026 memperlihatkan perubahan skala bisnis Xiaomi yang terlihat semakin luas. Dengan strategi tersebut, Xiaomi tampaknya tidak lagi ingin sekadar menjadi produsen smartphone.

Smartphone memang masih menjadi fondasi dengan pendapatan RMB 42,1 miliar. Namun, bisnis IoT menghasilkan RMB 31,3 miliar, sementara smart EV, AI, dan inisiatif baru menyumbang RMB 24,9 miliar.

Di saat yang sama, jumlah perangkat AIoT yang terhubung telah menembus 1,16 miliar dan MAU global mencapai 766,5 juta. Sementara itu, investasi R&D yang digulirkan telah mencapai lebih dari RMB 18 miliar pada semester pertama 2026.

Dengan kata lain, perusahaan yang dipimpin oleh Lei Jun ini sekarang memiliki modal teknologi untuk memperluas pertarungan dari smartphone ke AI, smart home, wearable, robotika, hingga kendaraan listrik.

Strategi “Human × Car × Home” pun mulai terlihat bukan sekadar slogan, melainkan arah bisnis utama Xiaomi untuk beberapa tahun ke depan. Jadi bagaimana menurut kamu melihat keberhasilan Xiaomi?

Avatar photo

Eko Lanue Ardie

co-Founder & Pimpinan Redaksi nativzen (www.nativzen.com); Jurnalis di industri teknologi dan gadget yang sudah berkecimpung sejak 2010.

Advertising Area
Advertising Area

Your Header Sidebar area is currently empty. Hurry up and add some widgets.